Tips Merubah Pasangan Anda Menjadi Baik

[lutviavandi.com] Pernah merasa hubungan dengan istri tidak seperti dulu lagi? Merasa cinta sudah luntur dan hubungan tidak seindah dulu lagi? Anda para istri apakah merasa suami tidak sayang lagi? Mudah-mudahan artikel ini bisa jadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anda.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa kita bisa mengubah sikap orang lain pada kita dengan cara mengubah sikap kita terhadapnya. Gambaran gampangnya gini. Misalnya anda ingin orang di sebelah kiri anda pindah ke sebelah kanan anda, maka anda cukup bergeser ke sebelah kirinya. Maka secara otomatis orang itu telah ada di sebelah kanan anda. Simple banget kan?

Dalam hubungan suami istri yang sedang mengalami krisis kemesraan, teori diatas bisa anda terapkan. Alih-alih meminta suami atau istri lebih sayang kepada anda, jauh lebih baik jika anda mulai sayang terhadapnya. Ini mungkin bukan aktifitas yang mudah dilakukan, tapi percayalah ini jauh lebih mudah daripada menyuruh suami/istri anda sayang terhadap anda.

Rahasia agar lebih mudah adalah VISUALISASI POSITIF.
Pernah dengar “tahi kucing rasa coklat”? Yah, itulah perasaan orang yang sedang jatuh cinta. tahi kucing yang menjijikan bisa terlihat seperti coklat. Pria yang bagi orang lain jelek, miskin dan gak level blas, bisa jadi sesosok pria yang luar biasa di mata gadis yang jatuh cinta.

Maka, mulailah dengan membayangkan pasangan anda begitu mempesona. Begitu sayang pada anda. Cari 1001 alasan tindakannya sebagai wujud sayangnya pada anda. Suami pulang malam, maka sambutlah dengan ucapan, “Duh sayangku baru pulang. Pasti capek ya. Maaf ya bunda belum bisa bantuin ayah nyari uang, jadinya ayah harus kerja sampai malam gini. Tapi bunda udah siapin coklat hangat lho. Apa ayah juga mau mandi air hangat juga? Biar bunda siapkan”.

Hai para suami, ngaku deh walau anda pulang malam gara-gara abis dugem dengan teman-teman anda. Lalu datang-datang istri menyambut dengan penuh sayang dan cinta. Apa ndak rontok tuh hati? Apalagi kalau istri menyambut dengan badan yang wangi dan make up yang mempesona. Bisa jadi anak lagi tuh.. hehehe..

Sebagai suami juga sama. Jika tiap pulang istri dalam keadaan awut-awutan, belum mandi, rumah berantakan. Segera katakan, “Ya Allah bunda sibuk sekali ya? Maaf ya ayah belum sempat bantuin. Bunda pasti lelah sekali ya? Apa yang bisa ayah bantuin?”.

Insya Allah besok anda pulang akan ada perubahan di rumah anda. walaupun tidak langsung, tapi jika hal itu terus menerus anda lakukan, insya Allah gak berapa lama hubungan keluarga anda akan romantis lagi.

So, kuncinya cuma satu, “Jika ingin orang lain berubah, rubahlah diri anda dulu!”

Ditulis dalam Pernik Hidup. 1 Comment »

RAHASIA SUKSES ABADI LUAR BIASA DAHSYAT (GRATIS)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ANDA PILIH JALUR MANA…?


RAHASIA BESAR TELAH DIBUKA….
RAIHLAH TICKET MASUK SURGA …..
MURAH MERIAH DAN 100% GUARANTED…..
JADIKAN WAKTU ONLINE ANDA SEBAGAI SEBUAH PENGALAMAN ANDA 
UNTUK BELAJAR INVESTASI BAGI  KESUKSESAN HIDUP YANG ABADI.
JADIKAN HP, LAPTOP, & KOMPUTER ANDA SEBAGAI SARANA MERAIH KESUKSESAN ABADI ANDA.

CARANYA :
BIKINLAH BLOG GRATISAN DI BLOGGER (CTH. http://reikinaqs.blogspot.com) daftarlah di blogger.com ATAU di WORDPRESS.com  (CTH. http://energikultivasi.wordpress.com) dll, juga bikinlah NOTES, STATUS, KOMENT, DLL di situs forum dan jejaring sosial semacam facebook, twitter. koprol. dll. POSTINGLAH ARTIKEL-ARTIKEL YANG MENYUARAKAN SERUAN ILAHI, MENGAJAK MANUSIA UNTUK MERAIH KEBAIKAN, AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR…. ATAU TIPS-TIPS RINGAN YANG BERMANFAAT (cth. Amalan Ringan namun besar pahalanya). SERTA JAUHILAH DAN BLOKIRLAH SITUS-SITUS PENYEBAR KEMAKSIATAN….
PANDUAN BIKIN BLOG KLIK DI SINI……..

CARA TERMUDAH
JADILAH MEMBER NAQS DNA
DAFTARNYA GRATIS, NAMUN MANFAATNYA DIJAMIN DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA & AKHIRAT.
MANFAAT DUNIA : KETENANGAN BATHIN, TUMBUHNYA KEPERCAYAAN DIRI, JADI MASTER ENERGI DAN MASTER PENGHUSADA SEKELAS MASTER REI KI, DAN LAIN-LAIN.
MANFAAT AKHIRAT : INSYA ALLAH DICINTAI OLEH ALLAH & RASULNYA.
LALU JADILAH AGEN DAKWAH NAQS DNA
SEBARKANLAH NAQS DNA DIMANA SAJA ANDA BERADA

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN

Al-Qur’an :

Katakanlah : ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?”’ (QS. Az-Zumur [39]:9)

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.Al-Mujaadilah [58]:11)

Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara para hamba-Nya hanyalah para Ulama.” (QS.Faathir [35]:28)

Hadits :

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Mu’awiyah RA, ia berkata bahwa Rasullah SAW bersabda : “Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, niscaya diberi pemahaman agama yang mendalam oleh-Nya.”

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Abu Musa RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda : “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah utus aku untuk mengembannya adalah bak hujan yang jatuh ke tanah. Diantara tanah tersebut ada bagian yang subur, maupun meyerap air dengan baik, lalu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan yang banyak. Diantaranya ada yang keras, mampu menampung air sehingga manusia bisa mengambil air darinya untuk keperluan minum, menyirami tanaman, dan untuk irigasi. Dan diantaranya pula ada yang tidak mampu menampung air dan tidak mampu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan. Seperti itulah perumpamaan orang yang diberi pemahaman agama yang aku diutus untuk mengembannya : diantara mereka ada yang mampu mendalaminya, lalu mengajarkannya kepada orang lain, dan ada juga diantaranya yang sama sekali tidak mau menerima petunjuk.”

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Sahl bin Sa’d RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda kepada Ali : “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui perantaraan dirimu, hal itu jauh lebih baik bagimu daripada kekayaan yang sangat berharga.

Bukhari meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Kalian boleh menyampaikan riwayat (yang benar) dari kalangan Bani Israil, namun juga tidak berdosa (jika kalian tidak menyampaikannya). Barang siapa sengaja berdusta dengan mengatasnamakan aku, maka bersiap-siaplah masuk neraka.

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda, : “Barang siapa yang menempuh perjalanan dengan tujuan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengajak orang lain untuk mengikuti petunjuk, niscaya akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.”

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda : “Jika seorang anak Adam meninggal dunia, maka semua (pahala) amalnya terputus, kecuali (pahala) shadaqah jariyah, ilmu bermanfaat, anak shalih yang selalu memanjatkan do’a untuknya.

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr RA, ia berkata : “Aku pernah mendengar Rasulllah SAW bersabda : “Allah tak akan mencabut ilmu secara langsung dari tengah-tengah manusia, melainkan dengan cara mewafatkan para ulama’, sehingga jika sudah tidak ada lagi seorang yang berilmu, manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh, lalu memberikan fatwa tanpa berdasar ilmu, sehingga mereka semuanya sesat dan menyesatkan.

Dikutip dari : Kitab Riyadush Sholihin karangan Imam Nawawi Al-Bantany

Dahsyatnya mengajak berbuat kebaikan

Islam itu mudah, islam itu indah, penuh keberkahan.

Jika teman-teman bertanya: kenapa harus mengajak berbuat kebaikan?
Kenapa harus menyampaikan hadits Nabi saw?

Atau jika teman-teman memiliki pikiran:
Saya belum mengamalkan, saya ga berani mengajak orang lain…
Saya belum istiqamah dalam mengamalkan, masih angin-anginan, belum konsisten, saya ga berani mengajak orang lain…
Saya bukan muslim yg baik, saya ga pantas mengajak orang lain mengamalkan sesuatu.
Saya bukan ustadz, ga hapal hadits, bukan hak saya utk mengajak berbuat kebaikan.
Ilmu saya masih sedikit, saya ga pantas mengajak berbuat kebaikan.
dll, dll, yg menunda anda, yang menyebabkan anda tidak mengajak utk berbuat kebaikan..

Habib Munzir al Musawwa mengajarkan hadits berikut ini

Barangsiapa yg membuat/mengadakan (membuat hal baru) di dalam islam suatu bimbingan/ajaran yg baik, lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya pahalanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah pahalanya dikurangi sedikitpun, dan barangsiapa yg membuat buat di dalam islam, suatu bimbingan/ajaran yg buruk, dan lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya dosanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah dosanya dikurangi sedikitpun?.
(Shahih Muslim no.1017)

Kemudian ada pertanyaan:
“dari kalangan wahabi/salafy , kata-kata “mengada-adakan hal baik yang baru” adalah salah, karena terjemahannya dari “sanna sunnatan hasanatan”.  Padahal terjemahannya seharusnya menurut mereka adalah “Barang siapa meletakkan sunnah hasanah, maka baginya pahala dan pahala bagi yang mengikutinya”.
Bagaimana pendapat habib mengenai hal ini, apakah mungkin terjadi perbedaan penafsiran.”

Maka saya copas jawaban habibana Munzir al Musawwa seperti berikut ini:
“mengenai tafsiran mereka mengenai hadits itu, itu hanya dangkalnya pemahaman mereka terhadap bahasa arab dan ilmu hadits.

sebagaimana seseorang memahami ilmu hadits mestilah bukan dg tafsiran sempit yg kita miliki, tapi lihat asbab wurudnya, telah dijelaskan oleh Al Imam Al Muhaddits Al hafidh Imam Nawawi rahimahullah bahwa: makna hadits itu adalah dalil dibolehkannya membuat hal baru berupa kebaikan (tak bertentangan dg syariah). dan hadits ini merupakan dalil pengecualian atas hadits “… kullu bid’ah dhalalah wakullu dhalaalah finnar..” (semua bid’ah itu sesat dan semua yg sesat itu di neraka). sungguh yg dimaksud adalah Bid’ah yg buruk, bukan bid’;ah yg baik” (Syarh Nawawi ala shahih Muslim juz 7 hal 104).

dan anda boleh buka kamus mana saja, lihat makna kata : “sanna” yaitu membuat suatu adat, ajaran, kebiasaan.”

Selain itu, salah satu hikmah yg bisa kita ambil dari hadits ini adalah:

Jika kita mengajarkan atau menyampaikan kebaikan (dari Al Quran, hadits Nabi saw, ilmu yg kita terima dari para Ulama, dari guru-guru kita, dll) kepada orang lain kemudian orang tsb mengamalkan jg… maka, dituliskan bagi kita pahala sebagaimana pahala org yg mengamalkannya.

Contohnya bisa berupa mengajak mengajak bersedekah, mengajak shalat dhuha, mengajak shalat berjamaah di mesjid..

Atau bisa juga dengan teladan, misal kita rajin berjemaah ke mesjid, kemudian ada teman atau saudara yg melihat hal ini, kemudian terinspirasi dan mulai rajin berjamaah juga, maka insya Allah kita juga memperoleh pahala dari teman/saudara tsb.. tanpa mengurangi pahala si teman/saudara sedikitpun.

jika kita mengajak 10 orang utk bersedekah 100rb, kemudian semuanya bersedekah 100rb, maka dituliskan bagi kita pahala sebagaimana pahala sedekah 10 orang x 100rb = pahala bersedekah 1 juta

Jika kita rajin membaca shalawat, dan mengajak orang lain membaca shalawat, maka kita insya Allah akan memperoleh pahala, keberkahan, dan Ridho Allah DUA KALI LIPAT.. dari shalawat yg kita baca sendiri.. PLUS dari shalawat yg dibaca orang lain tsb.

Jika yg ikut membaca shalawat 3 org.. maka kita memperoleh 3x-nya.. dst.

Luar biasa.

lalu apakah yg menghalangi kita utk mengajak pada kebaikan?

Mari kita baca lagi hadits dari Imam Muslim ini:

Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Jarir bin ‘Abdillah ia berkata: “Pernah kami berada di sisi Rasulullah pada awal siang, ia berkata: “Maka datanglah suatu kaum yang tak beralas kaki, tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan mantel, terhunus pedangnya, mayoritas mereka dari Bani Mudhor bahkan keseluruhannya. Memerahlah wajah Rasulullah ketika melihat keadaan mereka yang sangat mengenaskan itu akibat kemiskinan.

Lalu beliau masuk, kemudian keluar dan memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqomah, lalu shalat kemudian berkhuthbah (dengan khuthbatul hajat).

Setelah itu seseorang bersedekah dengan dinarnya, dirhamnya, pakaiannya, gandumnya dan kurmanya. (Sampai ia berkata): “Walaupun dengan separuh buah kurma.”

Ia berkata: “Kemudian datang seorang lelaki dari Anshor dengan bungkusan, hingga tangannya hampir tidak mampu menanggungnya.” Ia berkata: “Kemudian manusia mengikutinya, hingga aku melihat dua tumpukan makanan dan pakaian dan aku perhatikan wajah Rasulullah berseri-seri seakan-akan sepotong emas yang berkilau.

Bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa memberi contoh yang baik dalam Islam, baginya pahala dan pahala orang yang beramal dengannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun “

Dari sini, dapat kita ambil hikmah bahwa:
apabila seorang muslim menghidupkan suatu sunnah dan diikuti oleh orang lain, maka baginya pahala amalan tersebut dan ditambah lagi..baginya pahala orang yang mengikutinya. Jadi dia memperoleh pahalah, keberkahan, ridho Allah berkali-kali lipat.

Dan tidak diragukan lagi, bahwa ini merupakan keutamaan yang besar

Dalam forum tanya jawab di MajelisRasulullah.org, seorang sahabat bertanya:
HAW:
2) apakah baik mengajak teman berbuat kebaikan tetapi ana masih belum istiqomah menjalankan kebaikan itu,ana takut jadi beban buat ana juga..
3) setiap ilmu yang di dapat yang tidak diamalkan akan menjadi beban buat kita di akhirat,bagaimana bib menyikapi ini?ana takut jadinya…

Kemudian Habib Munzir menjawab dalam forum tsb:
2. mengajak orang berbuat kemuliaan walau kita belum mengamalkannya adalah salah satu bentuk pengamalannya, misalnya kita mengajarkan kemuliaan shalat witir, menyampaikan haditsnya, namun kita belum mengamalkannya, maka kita mendapat pahala dg mengajarkannya, dan mendapat dosa jika menyembunyikan ilmu.

mengenai firman Allah swt : “Sangat besar kemurkaan Allah ketika kalian mengatakan/ mengajak pada hal hal yg kalian tidak perbuat”.

ayat itu turun untuk para munafik yg ketika diperintahkan jihad oleh Allah swt mereka tidak mau ikut dg Rasul saw, namun berpura pura baik dg memerintahkan orang lain berjihad.

3. saudaraku, pelajari semua ilmu, amalkan yg mampu kita amalkan, dan sisanya Insya Allah akan datang waktunya kita mampu mengamalkannya, jika tidak maka kita dimaafkan Allah swt karena sudah berbuat semampunya.
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25033&catid=9

keren kan… mengajak teman berbuat kemuliaan itu = salat satu bentuk pengamalannya.

Diujung tulisan ini, izinkan saya utk mengajak teman-temanm semua utk memantabkan hati, utk semakin rajin dan bersemangat dalam mengamalkan amalan-amalan wajib..dan semakin giat dan menambah lagi amalan amalan sunnah.

saya mengajak teman-teman semua utk terus melakukan shalat wajib lima waktu dan berusaha utk berjemaah

Saya mengajak teman-teman semua utk memperbanyak membaca shalawat, ayo kita hiasi langkah kita ke mesjid dg membaca shalawat. Ayo kita hiasi langkah kita sepulang dari mesjid dg banyak membaca shalawat.

Daripada ngalamun, nyanyi lagu pop, saat kita berangkat ke kantor, atau pulang dari kantor, ayo membaca shalawat sepanjang perjalanan.

Sabda Nabi saw:
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai).

Saat sedang menunggu, ada waktu lapang, ada waktu senggang.. ayo membaca shalawat.

Ayo kita latih diri kita.. guru-guru, ulama-ulama menganjurkan agar kita melatih diri membaca shalawat minimal 300x setiap hari.

Habib Munzir bershalawat minimal 5000x setiap hari, luar biasa….

Kemudian, di waktu pagi dan sore hari, sebelum atau sesudah shalat subuh, sebelum atau sesudah shalat maghrib, ayo kita budayakan utk membaca Wirdullathif.

Selain itu, tentu saja.. ayo kita budayakan utk membaca Al Qur-an, luangkan waktu barang lima menit sehari utk membaca Al Qur-an.

Wallahu a’lam

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

LAMPIRAN :
Allah Ta’ala berfirman: “Dan berdakwahlah menuju jalan Tuhanmu.” (al-Haj 76 atau al-Qashash)

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Dan berdakwahlah menuju jalan Tuhanmu dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik.” (an-Nahl: 125)

Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong menolonglah engkau semua atas kebajikan dan ketaqwaan.” (al-Maidah: 2)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Hendaklah ada diantara engkau semua itu suatu golongan yang berdakwah menuju kebaikan.” (Ali-Imran: 104)

174. Dari Abu Mas’ud yaitu ‘Uqbah bin ‘Amral Anshari al-Badri r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memberikan petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah seperti pahala orang yang melakukan kebaikan itu.” (Riwayat Muslim)

175. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedrkitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (Riwayat Muslim)

176. Dari Abul Abbas yaitu Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda pada hari perang Khaibar: “Sesungguhnya saya akan memberikan bendera ini esok hari kepada seseorang yang Allah akan memberikan kemenangan di atas kedua tangannya. Ia mencintai Allah dan RasulNya dan ia juga dicintai Allah dan RasulNya.” Malam harinya orang-orang -para sahabat- sama bercakap-cakap berbisik-bisik, siapa diantara mereka yang akan diberi bendera itu. Setelah pagi hari menjelma, orang-orang sama pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. semuanya mengharapkan agar supaya bendera itu diberikan padanya. Kemudian beliau s.a.w. bersabda: “Di manakah Ali bin Abu Thalib?” Kepada beliau dikatakan: “Ya Rasulullah, ia sakit kedua matanya.” Beliau bersabda lagi: “Bawalah ia kemari.” Ali didatangkan dihadapan beliau s.a.w. kemudian Rasulullah s.a.w. berludah ke kedua matanya dan mendoakan untuk kesembuhannya, lalu iapun sembuhlah -kedua matanya-, seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya. Selanjutnya beliau s.a.w. memberikan bendera itu padanya. Ali r.a. berkata: “Ya Rasulullah, apakah saya wajib memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita semua -yakni masuk Islam-?” Beliau s.a.w. menjawab: “Berjalanlah perlahan-lahan -tidak tergesa-gesa-, sehingga engkau datang di halaman perkampungan mereka. Kemudian ajaklah mereka itu untuk masuk Islam dan beritahukanlah kepada mereka apa-apa yang wajib atas diri mereka dari hak-haknya Allah Ta’ala yang perlu dipenuhi. Demi Allah, sesungguhnya jikalau Allah memberikan petunjuk dengan sebab usahamu akan seorang -satu orang saja-, maka hal itu lebih baik bagimu daripada memiliki unta-unta yang merah-merah -kiasan harta yang amat dicintai oleh bangsa Arab-.” (Muttafaq ‘alaih)

177. Dari Anas r.a. bahwasanya seorang pemuda dari suku Aslam berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya ini ingin mengikuti peperangan, tetapi saya tidak mempunyai sesuatu yang saya gunakan sebagai persiapan -bekal-.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Datanglah pada si Fulan itu, sebab ia telah bersiap-siap -dengan bekalnya- tetapi kemudian sakit.” Pemuda itu mendatangi orang tersebut dan berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. mengucapkan salam padamu,” dan pemuda itu berkata lagi: “Berikanlah kepada saya bekal-bekal yang telah Tuan siapkan.” Orang tersebut lalu berkata -kepada istrinya-: “Hai Fulanah, berikanlah pada orang ini apa-apa yang telah saya siapkan untuk bekal -dalam perang-. Janganlah bekal itu engkau tahan sedikitpun, demi Allah, janganlah bekal itu engkau tahan sedikitpun, supaya engkau memperoleh berkah dalam bekal -yang diberikan tadi-.” (Riwayat Muslim)

Ditulis dalam Pernik Hidup. 1 Comment »

RAHASIA SUKSES ABADI LUAR BIASA DAHSYAT (GRATIS)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ANDA PILIH JALUR MANA…?


RAHASIA BESAR TELAH DIBUKA….
RAIHLAH TICKET MASUK SURGA …..
MURAH MERIAH DAN 100% GUARANTED…..
JADIKAN WAKTU ONLINE ANDA SEBAGAI SEBUAH PENGALAMAN ANDA
UNTUK BELAJAR INVESTASI BAGI  KESUKSESAN HIDUP YANG ABADI.
JADIKAN HP, LAPTOP, & KOMPUTER ANDA SEBAGAI SARANA MERAIH KESUKSESAN ABADI ANDA.

CARANYA :
BIKINLAH BLOG GRATISAN DI BLOGGER (CTH. http://reikinaqs.blogspot.com) daftarlah di blogger.com ATAU di WORDPRESS.com (CTH. http://energikultivasi.wordpress.com) dll, juga bikinlah NOTES, STATUS, KOMENT, DLL di situs forum dan jejaring sosial semacam facebook, twitter. koprol. dll. POSTINGLAH ARTIKEL-ARTIKEL YANG MENYUARAKAN SERUAN ILAHI, MENGAJAK MANUSIA UNTUK MERAIH KEBAIKAN, AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR…. ATAU TIPS-TIPS RINGAN YANG BERMANFAAT (cth. Amalan Ringan namun besar pahalanya). SERTA JAUHILAH DAN BLOKIRLAH SITUS-SITUS PENYEBAR KEMAKSIATAN….
PANDUAN BIKIN BLOG KLIK DI SINI……..
CARA TERMUDAH
JADILAH MEMBER NAQS DNA
DAFTARNYA GRATIS, NAMUN MANFAATNYA DIJAMIN DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA & AKHIRAT.
MANFAAT DUNIA : KETENANGAN BATHIN, TUMBUHNYA KEPERCAYAAN DIRI, JADI MASTER ENERGI DAN MASTER PENGHUSADA SEKELAS MASTER REI KI, DAN LAIN-LAIN.
MANFAAT AKHIRAT : INSYA ALLAH DICINTAI OLEH ALLAH & RASULNYA.
LALU JADILAH AGEN DAKWAH NAQS DNA
SEBARKANLAH NAQS DNA DIMANA SAJA ANDA BERADA
KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN

Al-Qur’an :

Katakanlah : ‘Adakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?”’ (QS. Az-Zumur [39]:9)

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.Al-Mujaadilah [58]:11)

Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara para hamba-Nya hanyalah para Ulama.” (QS.Faathir [35]:28)

Hadits :

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Mu’awiyah RA, ia berkata bahwa Rasullah SAW bersabda : “Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, niscaya diberi pemahaman agama yang mendalam oleh-Nya.”

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Abu Musa RA, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda : “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah utus aku untuk mengembannya adalah bak hujan yang jatuh ke tanah. Diantara tanah tersebut ada bagian yang subur, maupun meyerap air dengan baik, lalu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan yang banyak. Diantaranya ada yang keras, mampu menampung air sehingga manusia bisa mengambil air darinya untuk keperluan minum, menyirami tanaman, dan untuk irigasi. Dan diantaranya pula ada yang tidak mampu menampung air dan tidak mampu menumbuhkan pepohonan dan rerumputan. Seperti itulah perumpamaan orang yang diberi pemahaman agama yang aku diutus untuk mengembannya : diantara mereka ada yang mampu mendalaminya, lalu mengajarkannya kepada orang lain, dan ada juga diantaranya yang sama sekali tidak mau menerima petunjuk.”

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Sahl bin Sa’d RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda kepada Ali : “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui perantaraan dirimu, hal itu jauh lebih baik bagimu daripada kekayaan yang sangat berharga.

Bukhari meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Kalian boleh menyampaikan riwayat (yang benar) dari kalangan Bani Israil, namun juga tidak berdosa (jika kalian tidak menyampaikannya). Barang siapa sengaja berdusta dengan mengatasnamakan aku, maka bersiap-siaplah masuk neraka.

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda, : “Barang siapa yang menempuh perjalanan dengan tujuan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya.

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengajak orang lain untuk mengikuti petunjuk, niscaya akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.”

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasullah SAW bersabda : “Jika seorang anak Adam meninggal dunia, maka semua (pahala) amalnya terputus, kecuali (pahala) shadaqah jariyah, ilmu bermanfaat, anak shalih yang selalu memanjatkan do’a untuknya.

Bukhari-Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr RA, ia berkata : “Aku pernah mendengar Rasulllah SAW bersabda : “Allah tak akan mencabut ilmu secara langsung dari tengah-tengah manusia, melainkan dengan cara mewafatkan para ulama’, sehingga jika sudah tidak ada lagi seorang yang berilmu, manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh, lalu memberikan fatwa tanpa berdasar ilmu, sehingga mereka semuanya sesat dan menyesatkan.

Dikutip dari : Kitab Riyadush Sholihin karangan Imam Nawawi Al-Bantany

Dahsyatnya mengajak berbuat kebaikan

Islam itu mudah, islam itu indah, penuh keberkahan.

Jika teman-teman bertanya: kenapa harus mengajak berbuat kebaikan?
Kenapa harus menyampaikan hadits Nabi saw?

Atau jika teman-teman memiliki pikiran:
Saya belum mengamalkan, saya ga berani mengajak orang lain…
Saya belum istiqamah dalam mengamalkan, masih angin-anginan, belum konsisten, saya ga berani mengajak orang lain…
Saya bukan muslim yg baik, saya ga pantas mengajak orang lain mengamalkan sesuatu.
Saya bukan ustadz, ga hapal hadits, bukan hak saya utk mengajak berbuat kebaikan.
Ilmu saya masih sedikit, saya ga pantas mengajak berbuat kebaikan.
dll, dll, yg menunda anda, yang menyebabkan anda tidak mengajak utk berbuat kebaikan..

Habib Munzir al Musawwa mengajarkan hadits berikut ini

Barangsiapa yg membuat/mengadakan (membuat hal baru) di dalam islam suatu bimbingan/ajaran yg baik, lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya pahalanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah pahalanya dikurangi sedikitpun, dan barangsiapa yg membuat buat di dalam islam, suatu bimbingan/ajaran yg buruk, dan lalu diamalkan oleh orang orang sesudahnya, maka dituliskan baginya dosanya sebagaimana yg mengamalkannya, dan tiadalah dosanya dikurangi sedikitpun?.
(Shahih Muslim no.1017)

Kemudian ada pertanyaan:
“dari kalangan wahabi/salafy , kata-kata “mengada-adakan hal baik yang baru” adalah salah, karena terjemahannya dari “sanna sunnatan hasanatan”.  Padahal terjemahannya seharusnya menurut mereka adalah “Barang siapa meletakkan sunnah hasanah, maka baginya pahala dan pahala bagi yang mengikutinya”.
Bagaimana pendapat habib mengenai hal ini, apakah mungkin terjadi perbedaan penafsiran.”

Maka saya copas jawaban habibana Munzir al Musawwa seperti berikut ini:
“mengenai tafsiran mereka mengenai hadits itu, itu hanya dangkalnya pemahaman mereka terhadap bahasa arab dan ilmu hadits.

sebagaimana seseorang memahami ilmu hadits mestilah bukan dg tafsiran sempit yg kita miliki, tapi lihat asbab wurudnya, telah dijelaskan oleh Al Imam Al Muhaddits Al hafidh Imam Nawawi rahimahullah bahwa: makna hadits itu adalah dalil dibolehkannya membuat hal baru berupa kebaikan (tak bertentangan dg syariah). dan hadits ini merupakan dalil pengecualian atas hadits “… kullu bid’ah dhalalah wakullu dhalaalah finnar..” (semua bid’ah itu sesat dan semua yg sesat itu di neraka). sungguh yg dimaksud adalah Bid’ah yg buruk, bukan bid’;ah yg baik” (Syarh Nawawi ala shahih Muslim juz 7 hal 104).

dan anda boleh buka kamus mana saja, lihat makna kata : “sanna” yaitu membuat suatu adat, ajaran, kebiasaan.”

Selain itu, salah satu hikmah yg bisa kita ambil dari hadits ini adalah:

Jika kita mengajarkan atau menyampaikan kebaikan (dari Al Quran, hadits Nabi saw, ilmu yg kita terima dari para Ulama, dari guru-guru kita, dll) kepada orang lain kemudian orang tsb mengamalkan jg… maka, dituliskan bagi kita pahala sebagaimana pahala org yg mengamalkannya.

Contohnya bisa berupa mengajak mengajak bersedekah, mengajak shalat dhuha, mengajak shalat berjamaah di mesjid..

Atau bisa juga dengan teladan, misal kita rajin berjemaah ke mesjid, kemudian ada teman atau saudara yg melihat hal ini, kemudian terinspirasi dan mulai rajin berjamaah juga, maka insya Allah kita juga memperoleh pahala dari teman/saudara tsb.. tanpa mengurangi pahala si teman/saudara sedikitpun.

jika kita mengajak 10 orang utk bersedekah 100rb, kemudian semuanya bersedekah 100rb, maka dituliskan bagi kita pahala sebagaimana pahala sedekah 10 orang x 100rb = pahala bersedekah 1 juta

Jika kita rajin membaca shalawat, dan mengajak orang lain membaca shalawat, maka kita insya Allah akan memperoleh pahala, keberkahan, dan Ridho Allah DUA KALI LIPAT.. dari shalawat yg kita baca sendiri.. PLUS dari shalawat yg dibaca orang lain tsb.

Jika yg ikut membaca shalawat 3 org.. maka kita memperoleh 3x-nya.. dst.

Luar biasa.

lalu apakah yg menghalangi kita utk mengajak pada kebaikan?

Mari kita baca lagi hadits dari Imam Muslim ini:

Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Jarir bin ‘Abdillah ia berkata: “Pernah kami berada di sisi Rasulullah pada awal siang, ia berkata: “Maka datanglah suatu kaum yang tak beralas kaki, tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan mantel, terhunus pedangnya, mayoritas mereka dari Bani Mudhor bahkan keseluruhannya. Memerahlah wajah Rasulullah ketika melihat keadaan mereka yang sangat mengenaskan itu akibat kemiskinan.

Lalu beliau masuk, kemudian keluar dan memerintahkan Bilal untuk adzan dan iqomah, lalu shalat kemudian berkhuthbah (dengan khuthbatul hajat).

Setelah itu seseorang bersedekah dengan dinarnya, dirhamnya, pakaiannya, gandumnya dan kurmanya. (Sampai ia berkata): “Walaupun dengan separuh buah kurma.”

Ia berkata: “Kemudian datang seorang lelaki dari Anshor dengan bungkusan, hingga tangannya hampir tidak mampu menanggungnya.” Ia berkata: “Kemudian manusia mengikutinya, hingga aku melihat dua tumpukan makanan dan pakaian dan aku perhatikan wajah Rasulullah berseri-seri seakan-akan sepotong emas yang berkilau.

Bersabdalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa memberi contoh yang baik dalam Islam, baginya pahala dan pahala orang yang beramal dengannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun “

Dari sini, dapat kita ambil hikmah bahwa:
apabila seorang muslim menghidupkan suatu sunnah dan diikuti oleh orang lain, maka baginya pahala amalan tersebut dan ditambah lagi..baginya pahala orang yang mengikutinya. Jadi dia memperoleh pahalah, keberkahan, ridho Allah berkali-kali lipat.

Dan tidak diragukan lagi, bahwa ini merupakan keutamaan yang besar

Dalam forum tanya jawab di MajelisRasulullah.org, seorang sahabat bertanya:
HAW:
2) apakah baik mengajak teman berbuat kebaikan tetapi ana masih belum istiqomah menjalankan kebaikan itu,ana takut jadi beban buat ana juga..
3) setiap ilmu yang di dapat yang tidak diamalkan akan menjadi beban buat kita di akhirat,bagaimana bib menyikapi ini?ana takut jadinya…

Kemudian Habib Munzir menjawab dalam forum tsb:
2. mengajak orang berbuat kemuliaan walau kita belum mengamalkannya adalah salah satu bentuk pengamalannya, misalnya kita mengajarkan kemuliaan shalat witir, menyampaikan haditsnya, namun kita belum mengamalkannya, maka kita mendapat pahala dg mengajarkannya, dan mendapat dosa jika menyembunyikan ilmu.

mengenai firman Allah swt : “Sangat besar kemurkaan Allah ketika kalian mengatakan/ mengajak pada hal hal yg kalian tidak perbuat”.

ayat itu turun untuk para munafik yg ketika diperintahkan jihad oleh Allah swt mereka tidak mau ikut dg Rasul saw, namun berpura pura baik dg memerintahkan orang lain berjihad.

3. saudaraku, pelajari semua ilmu, amalkan yg mampu kita amalkan, dan sisanya Insya Allah akan datang waktunya kita mampu mengamalkannya, jika tidak maka kita dimaafkan Allah swt karena sudah berbuat semampunya.
http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=25033&catid=9

keren kan… mengajak teman berbuat kemuliaan itu = salat satu bentuk pengamalannya.

Diujung tulisan ini, izinkan saya utk mengajak teman-temanm semua utk memantabkan hati, utk semakin rajin dan bersemangat dalam mengamalkan amalan-amalan wajib..dan semakin giat dan menambah lagi amalan amalan sunnah.

saya mengajak teman-teman semua utk terus melakukan shalat wajib lima waktu dan berusaha utk berjemaah

Saya mengajak teman-teman semua utk memperbanyak membaca shalawat, ayo kita hiasi langkah kita ke mesjid dg membaca shalawat. Ayo kita hiasi langkah kita sepulang dari mesjid dg banyak membaca shalawat.

Daripada ngalamun, nyanyi lagu pop, saat kita berangkat ke kantor, atau pulang dari kantor, ayo membaca shalawat sepanjang perjalanan.

Sabda Nabi saw:
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai).

Saat sedang menunggu, ada waktu lapang, ada waktu senggang.. ayo membaca shalawat.

Ayo kita latih diri kita.. guru-guru, ulama-ulama menganjurkan agar kita melatih diri membaca shalawat minimal 300x setiap hari.

Habib Munzir bershalawat minimal 5000x setiap hari, luar biasa….

Kemudian, di waktu pagi dan sore hari, sebelum atau sesudah shalat subuh, sebelum atau sesudah shalat maghrib, ayo kita budayakan utk membaca Wirdullathif.

Selain itu, tentu saja.. ayo kita budayakan utk membaca Al Qur-an, luangkan waktu barang lima menit sehari utk membaca Al Qur-an.

Wallahu a’lam

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

LAMPIRAN :
Allah Ta’ala berfirman: “Dan berdakwahlah menuju jalan Tuhanmu.” (al-Haj 76 atau al-Qashash)

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Dan berdakwahlah menuju jalan Tuhanmu dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik.” (an-Nahl: 125)

Allah Ta’ala juga berfirman: “Dan tolong menolonglah engkau semua atas kebajikan dan ketaqwaan.” (al-Maidah: 2)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Hendaklah ada diantara engkau semua itu suatu golongan yang berdakwah menuju kebaikan.” (Ali-Imran: 104)

174. Dari Abu Mas’ud yaitu ‘Uqbah bin ‘Amral Anshari al-Badri r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang memberikan petunjuk atas kebaikan, maka baginya adalah seperti pahala orang yang melakukan kebaikan itu.” (Riwayat Muslim)

175. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu, sedang barangsiapa yang mengajak kearah keburukan, maka ia memperoleh dosa sebagaimana dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedrkitpun dari dosa-dosa mereka yang mencontohnya itu.” (Riwayat Muslim)

176. Dari Abul Abbas yaitu Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda pada hari perang Khaibar: “Sesungguhnya saya akan memberikan bendera ini esok hari kepada seseorang yang Allah akan memberikan kemenangan di atas kedua tangannya. Ia mencintai Allah dan RasulNya dan ia juga dicintai Allah dan RasulNya.” Malam harinya orang-orang -para sahabat- sama bercakap-cakap berbisik-bisik, siapa diantara mereka yang akan diberi bendera itu. Setelah pagi hari menjelma, orang-orang sama pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. semuanya mengharapkan agar supaya bendera itu diberikan padanya. Kemudian beliau s.a.w. bersabda: “Di manakah Ali bin Abu Thalib?” Kepada beliau dikatakan: “Ya Rasulullah, ia sakit kedua matanya.” Beliau bersabda lagi: “Bawalah ia kemari.” Ali didatangkan dihadapan beliau s.a.w. kemudian Rasulullah s.a.w. berludah ke kedua matanya dan mendoakan untuk kesembuhannya, lalu iapun sembuhlah -kedua matanya-, seolah-olah tidak pernah sakit sebelumnya. Selanjutnya beliau s.a.w. memberikan bendera itu padanya. Ali r.a. berkata: “Ya Rasulullah, apakah saya wajib memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita semua -yakni masuk Islam-?” Beliau s.a.w. menjawab: “Berjalanlah perlahan-lahan -tidak tergesa-gesa-, sehingga engkau datang di halaman perkampungan mereka. Kemudian ajaklah mereka itu untuk masuk Islam dan beritahukanlah kepada mereka apa-apa yang wajib atas diri mereka dari hak-haknya Allah Ta’ala yang perlu dipenuhi. Demi Allah, sesungguhnya jikalau Allah memberikan petunjuk dengan sebab usahamu akan seorang -satu orang saja-, maka hal itu lebih baik bagimu daripada memiliki unta-unta yang merah-merah -kiasan harta yang amat dicintai oleh bangsa Arab-.” (Muttafaq ‘alaih)

177. Dari Anas r.a. bahwasanya seorang pemuda dari suku Aslam berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya ini ingin mengikuti peperangan, tetapi saya tidak mempunyai sesuatu yang saya gunakan sebagai persiapan -bekal-.” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Datanglah pada si Fulan itu, sebab ia telah bersiap-siap -dengan bekalnya- tetapi kemudian sakit.” Pemuda itu mendatangi orang tersebut dan berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. mengucapkan salam padamu,” dan pemuda itu berkata lagi: “Berikanlah kepada saya bekal-bekal yang telah Tuan siapkan.” Orang tersebut lalu berkata -kepada istrinya-: “Hai Fulanah, berikanlah pada orang ini apa-apa yang telah saya siapkan untuk bekal -dalam perang-. Janganlah bekal itu engkau tahan sedikitpun, demi Allah, janganlah bekal itu engkau tahan sedikitpun, supaya engkau memperoleh berkah dalam bekal -yang diberikan tadi-.” (Riwayat Muslim)

Ditulis dalam Pernik Hidup. 1 Comment »

>Pertarungan Abadi Antara Agen Tuhan Dan Agen Iblis (Wali Allah VS Wali Syetan)

>

Film ”Constantine”
Kisah Unik Detektif Pembasmi Setan

Misteri Tombak Takdir
KALIMAT penutup itu diucapkan dengan datar oleh John Constantine (Keanu Reeves), setelah berhasil menggagalkan kelahiran Menmon ke muka bumi. Menmon dikisahkan sebagai putra setan yang berhasil ditumpas Constantine melalui pertarungan hidup mati yang sangat menegangkan. Film yang dibuat berdasarkan karakter komik Hellblazer terbitan DC Comics/Vertigo ini dapat digolongkan dalam genre action-drama. Dengan kekuatan pada sudut gambar yang sangat beragam, sutradara Francis Lawrence berhasil menyuguhkan sebuah tontonan yang apik. Barangkali skenario yang ditulis Kevin Brodbin dan Frank Cappello memudahkan menjadikan Lawrence untuk memvisualkan kisah mistik gaya Amerika tersebut. Pesona Reeves yang mencuat lewat film Speed memang menjadi jualan utama film Constantine.

John Constantine. Sosok jagoan yang terbilang unik dan berbeda. Constantine adalah detektif yang ditakuti setan atau iblis dan keturunannya, yang selalu mencoba masuk ke dunia manusia. Ia bukan rohaniawan, bukan pula pastor, rahib atau orang suci. Hanya ia punya kelebihan, karena pernah nyaris meninggal akibat bunuh diri, yang membuatnya sempat “mengunjungi” neraka — tempat di mana jiwa berdosa korban bunuh diri dijebloskan.

Konon Constantine sudah mulai bisa merasakan bahkan melihat kehadiran setan juga malaikat di bumi ini sejak masih kanak-kanak. Memang, setan dan malaikat tidak bisa langsung turun ke bumi. Mereka merasuk, meminjam raga manusia. Karenanya sering disebut ”peranakan”. Menginjak remaja, saat benar-benar merasa tertekan dengan kelebihan indra keenamnya, Constantine mencoba bunuh diri. Risikonya sudah jelas, sesuai kepercayaan Katolik, mereka yang bunuh diri, jiwanya langsung dijebloskan ke neraka. Hampir saja Constantine menjadi penghuni api neraka yang panas membara. Namun karena berhasil diselamatkan dari kematian karena bunuh diri, jiwanya pun kembali ke bumi setelah sempat “bertamasya” ke neraka.

Kembali ke bumi, bagi Constantine tak ubahnya sebuah hukuman, sekaligus pengampunan bersyarat. Ia akan bebas dari hukuman menjadi penghuni neraka, kalau di bumi bisa menjadi anak baik. Untuk itu ia punya “tugas” mengawasi peranakan setan yang berkeliaran di bumi, dan mengembalikannya ke neraka kalau melanggar batas aturan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan polisi wanita Angela Dobson, yang dilanda duka juga penasaran setelah saudara kembarnya Isabel ditemukan tewas bunuh diri.

Angela tak yakin kalau saudaranya sebagai penganut Katolik yang taat nekad bunuh diri. Ia menduga ada sesuatu yang mendorong saudaranya melakukan itu, utamanya semacam bisikan gaib atau pengaruh setan. Maka, Constantine menjadi harapan bagi Angela untuk menguak misteri ini. Bukan hanya bagi si polwan, terkuatnya misteri kematian Isabel, pertanda akan munculnya Mammon, keturunan setan neraka yang bakal melintasi bumi, juga menjawab teka-teki besar bagi Constantine. Siapa dalang di balik semua peristiwa aneh, ternyata juga menyangkut kehidupannya yang diinginkan neraka, ditolak surga, namun dibutuhkan di bumi itu.

Sebagai sosok yang dianugerahi kemampuan untuk dapat melihat mahkluk lain selain manusia, Constantine mempunyai tugas yang tidak ringan. Betapa tidak, anugerah yang dimilikinya sebagai manusia setengah malaikat setengan setan, membuatnya menghadapi dua pilihan tinggal di neraka atau surga setelah mati. Jika pilihan kedua yang dikehendaki, dia harus membayarnya dengan menumpas setiap makhluk setengah malaikat setengah setan yang cenderung bertindak batil. Bisa ditebak, nyaris setiap saat kerja Constantine bergelut dengan setan yang berbentuk aneka rupa.

Hingga pada saatnya, datanglah seorang detektif Angela Dodson (Rachle Weisz) ke rumahnya. Dengan maksud menyelidiki kematian Isabel, saudari kembarnya (juga diperankan Rachel Weisz), yang misterius. Angela ingin menguak segala misteri kematian Isabel yang dilaporkan sebagai bunuh diri. Sementara itu, di pelosok Mexico City, seorang gelandangan menemukan kembali sebuah Tombak Takdir. Seperangkat mata tombak yang dipercaya menyebabkan kematian Yesus Kristus di kayu salib. “Yang membuat mati Yesus bukan karena ia disalib, melainkan karena Tombak Takdir yang ditikamkan di tubuhnya,” ujar Constantine. Tombak takdir (spear of destiny), itu sebenarnya adalah pusaka yang sudah hilang sejak perang dunia 2. Konon, siapapun yang memegang pusaka itu maka dapat menguasai bumi. Ngeri ‘kan kalo sampai dikuasai oleh gerombolan iblis itu… Selanjutnya, Tombak Takdir yang telah menuju Los Angeles pun siap menebarkan terornya. Dan Constantine, sebagaimana tokoh lakon, tidak tinggal diam untuk menggagalkan kelahiran kembali anak setan. Penonton tidak harus mengamini logika cerita film ini, namun sebagaimana keyakinan Constantine, dalam banyak perkara Tuhan memang bekerja dengan misterius.

Bagi gw, hal yang paling menarik dari film ini adalah muatan yang terkandung dalam dialog-dialog dan elemen-elemen pendukung sepanjang film. Sekilas sepertinya semuanya sarat dengan muatan-muatan kepercayaan dari agama tertentu (meskipun Constantine di sini berbeda dengan tokoh bernama sama dalam sejarah agama itu). Tetapi kalau diperhatikan lebih lanjut, sebenarnya di sisi lain tidak sedikit muncul sindiran-sindiran yang malah mempertanyakan sejumlah konsep dari kepercayaan tersebut.

Dan ini tidak terbatas dalam dialognya saja. Misalnya, soal mengusir iblis pengganggu yang tidak mempan hanya dengan menggunakan simbol-simbol tertentu, soal orang bunuh diri yang gak bisa diupacarakan secara terhormat, Constantine yang menolak anjuran Gabriel untuk cukup percaya saja kepada ‘seseorang’ biar masuk surga, Constantine yang menolak mengkambinghitamkan iblis sebagai penyebab adiknya Angela bunuh diri, masuk surga atau neraka bukan sudah ditentukan terlebih dahulu tetapi tergantung tindakan seseorang (Constantine yang dari awal dicap Gabriel menjadi penghuni neraka tiba-tiba bisa masuk surga karena tindakannya yang rela berkorban), hingga dugaan konspirasi adanya taruhan terhadap nasib manusia. Masih ada contoh-contoh lain. Muatan yang cukup berat namun membuat film ini jadi ‘berisi’.

Dan pesan terpenting yang saya tangkap dari Film ini adalah adanya sebuah realitas mengenai adanya sebuah pertarungan abadi antara Agen Tuhan Dan Agen Iblis. Yang bisa kita lihat dalam kehidupan nyata kita sehari-hari. Anda hanya perlu sedikit lebih jeli & obyektif saja dalam mengamati fenomena di sekitar anda, melihat manusia. Mana Agen Iblis dan mana Agen Tuhan….??? Karena terkadang kebenaran dan kedzaliman menjadi sebuah realitas yang absurd…. Ketika semuanya mengKlaim Diri sebagai Fihak Yang Paling benar…

Agen Tuhan (Wali Allah) dan Agen Iblis (Wali Syetan)
Ketika disebut kata wali maka yang langsung terbayang dalam benak kita adalah suatu keanehan, ke-nyleneh-an, dan kedigdayaan. Itulah yang dapat ditangkap dari pemahaman masyarakat terhadap wali ini. Maka bila ada orang yang bertingkah aneh, apalagi kalau sudah dikenal sebagai kyai, mempunyai indera keenam sehingga mengerti semua yang belum terjadi, segera disebut sebagai wali. Bahkan ada juga yang disebut sebagai wali, padahal sering meninggalkan shalat wajib. Ketika ditanyakan, dia menjawab : “Kami kan sudah sampai tingkat ma’rifa,t jadi tidak apa-apa tidak mengerjakannya. Sedangkan shalat itu bagi yang masih taraf syari’at.” Lalu siapakah wali Allah yang sebenarnya ?

Wali Allah
Secara etimologi, kata wali adalah lawan dari ‘aduwwu (musuh) dan muwaalah adalah lawan dari muhaadah (permusuhan). Maka wali Allah adalah orang yang mendekat dan menolong (agama) Alloh atau orang yang didekati dan ditolong Allah. Definisi ini semakna dengan pengertian wali dalam terminologi Al Qur’an, sebagaimana Allah berfirman

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (64)

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang beriman dan selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus : 62 – 64).

Dari ayat tersebut, Wali Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan apa yang datang dari-Nya yang termaktub dalam Al Qur’an dan terucap melalui lisan Rasul-Nya, memegang teguh syariatnya lahir dan batin, lalu terus menerus memegangi itu semua dengan dibarengi muroqobah (terawasi oleh Allah), kontinyu dengan sifat ketaqwaan dan waspada agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang dimurkai-Nya berupa kelalaian menunaikan wajib dan melakukan hal yang diharomkan. (lihat Muqoddimah Karomatul Auliya’, Al-Lalika’i, Dr. Ahmad bin Sa’d Al-Ghomidi, 5/8)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Allah Ta’ala menginformasikan bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Siapa saja yang bertaqwa maka dia adalah wali Allah.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/384)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin no.96, bahwa wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Mereka merealisasikan keimanan di hati mereka terhadap semua yang wajib diimani, dan mereka merealisasikan amal sholih pada anggota badan mereka, dengan menjauhi semua hal-hal yang diharamkan seperti meninggalkan kewajiban atau melakukan perkara yang harom. Mereka mengumpulkan pada diri mereka kebaikan batin dengan keimanan dan kebaikan lahir dengan ketaqwaan, merekalah wali Allah.

Wali Allah adalah yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Furqon Baina Auliya’ir Rohman wa Auliya’us Syaithon mengatakan, “Bukan termasuk wali Alloh melainkan orang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beriman dengan apa yang dibawanya, dan mengikuti secara lahir dan batin. Barangsiapa yang mengaku mencintai Allah dan wali-Nya, namun tidak mengikuti beliau maka tidak termasuk wali Allah bahkan jika dia menyelisihinya maka termasuk musuh Allah dan wali setan. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.(QS. Ali Imron : 31)

Hasan Al Bashri berkata : “Suatu kaum mengklaim mencintai Allah, lantas Allah turunkan ayat ini sebagai ujian bagi mereka”. Allah sungguh telah menjelaskan dalam ayat tersebut, barangsiapa yang mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Allah akan mencintainya. Namun siapa yang mengklaim mencintai-Nya tapi tidak mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak termasuk wali Allah. Walaupun banyak orang menyangka dirinya atau selainnya sebagai wali Allah, tetapi kenyataannya mereka bukan wali-Nya.

Dari uraian di atas, terlihat bahwa cakupan definisi wali ini begitu luas, mencakup setiap orang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan. Maka wali Allah yang paling utama adalah para nabi. Para nabi yang paling utama adalah para rasul. Para Rasul yang paling utama adalah ‘ulul azmi. Sedang ‘ulul azmi yang paling utama adalah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka sangat salah suatu pemahaman yang berkembang di masyarakat kita saat ini, bahwa wali itu hanya monopoli orang-orang tertentu, semisal ulama, kyai, apalagi hanya terbatas pada orang yang memiliki ilmu yang aneh-aneh dan sampai pada orang yang meninggalkan kewajiban syari’at yang dibebankan padanya.

Ingat sekali lagi, standar seseorang termasuk wali Allah adalah bertakwa dan beriman. Jika ia malah memiliki ilmu-ilmu aneh dan tidak pernah mengerjakan shalat sama sekali, ini bukan wali Allah tetapi wali setan.

Wali Syetan
Orang Muslim beriman, bahwa syetan mempuyai wali-wali dari kalangan manusia. Syetan berkuasa atas mereka, kemudain membuat mereka lupa dzikir kepada Allah Ta’ala, membujuk mereka kepada keburukan, dan menyodorkan kebatilan kepada mereka, menulikan mereka dari mendengar kebenaran, dan membutakan mereka dari melihat bukti-bukti kebenaran.

Mereka tunduk kepada syetan, dan taat kepada perintah-perintanya. Syetan merayu mereka dengan keburukan, dan menjerumuskan mereka ke dalam kerusakan dengan tazyin (menghias sesuatu sehingga terlihat sebaliknya), hingga ia kenalkan kemungkinan kepada mereka, dan mereka pun mengenalnya. Syetan membuat menghias kebaikan sebagai kemungkaran kepada mereka, dan mereka memungkiri kebaikan tersebut. Mereka adalah musuh-musuh wali-wali Allah Ta’ala dan perang selalu meledak di antara kedua kelompok.

Wali-wali Allah Ta’ala setia kepada Allah Ta’ala, sedang mereka memusuhinya. Wali-wali mencintai Allah Ta’ala, dan membuat-Nya ridha, sedang mereka membuat-Nya marah, dan murka kepada mereka. Maka, kutukan Allah Ta’ala atas mereka, kendati banyak sekali kejadian-kejadian luar biasa terjadi pada mereka. Seperti, mereka bisa terbang ke langit atau berjalan di atas air. Sebab, itu tidak lain adalah istidraj dari Allah Ta’ala bagi orang yang memusuhi-Nya, atau menjadi penolong syetan dalam menghadapi orang-orang yang setia kepada-Nya. Orang muslim meyakini itu semua karena dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal.

Dalil-Dalil Wahyu
1. Penjelasan Allah Ta’ala tentang wali-wali syetan dalam firman-firman-Nya, seperti firman-firman-Nya berikut ini.

  • “Dan orang-orang yang kafir, wali-wali mereka ialah syetan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka ini penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 257)
  • “Sesungguhnya syetan membisikkan kepada wali-walinya, agar mereka membantah kamu dan jika kalian menuruti mereka, sesungguhnya kalian tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (Al-An’am: 121)
  • “Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya (dan Allah berfirman), ‘Hai golongan jin, sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia’, lalu berkatalah wali-wali mereka dari golongan manusia, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami’. Allah berfirman, ‘Neraka itulah tempat diam kalian, sedang kalian kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)’.” (Al-An’am: 128)
  • “Barang siapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan). Maka, syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syetan-syetan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Az-Zukhruf: 36-37)
  • “Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan sebagai wali-wali bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27)
  • “Sesungguhnya mereka menjadikan syetan-syetan sebagai wali-wali selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Al-A’raaf: 30)
  • “Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka.” (Fushshilat: 25)
  • “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai wali-wali selain Aku, padahal mereka musuh kalian?” (Al-Kahfi: 50)

2. Penjelasan Rasulullah saw. tentang wali-wali syetan dalam sabda-sabdanya, misalnya dalam sabda-sabdanya berikut ini.

  • Sabda Rasulullah saw. ketika beliau melihat salah satu bintang dilempar, kemudian bersinar, “Apa yang kalian katakan tentang hal ini pada masa jahiliyah?” Para sahabat menjawab, “Dulu kami berkata bahwa (bintang dijatuhkan) itu karena orang penting telah meninggal dunia, atau orang penting telah lahir”, Rasulullah saw. bersabda, “Bintang dilempar (dijatuhkan) tidak karena kematian seseorang atau karena kehidupanya. Namun, jika Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala telah memutuskan sesuatu, maka para malaikat pemikul Arasy bertasbih, kemudian seluruh penghuni sesudah mereka bertasbih, kemudian diteruskan malaikat-malaikat sesudah mereka hingga tasbih memenuhi seluruh penghuni langit. Penghuni langit bertanya kepada malaikat-malaikat pemikul Arasy, ‘Apa yang difirmankan Tuhan kita?’ Malaikat-malaikat pemikul Arasy menjelaskan kepada penghuni langit apa yang difirmankan Allah, kemudian penghuni setiap langit meminta penjelasan (tentang apa yang Allah menyebar ke seluruh penghuni langit dunia, kemudian syetan-syetan mencuri wahyu tersebut, kemudian mereka dilempar (dengan bintang tersebut), kemudian mereka memberikannya kepada wali-wali mereka. Apa yang mereka dalam bentuk aslinya adalah benar, namun mereka memberi tambahan ke dalamnya.” (Diriwayatkan Muslim, Ahmad dan lain-lain).
  • Sabda Rasulullah saw. ketika beliau ditanya tentang dukun, “Mereka tidak ada apa-apanya”. Para sahabat berkata, “Ya, namun mereka kadang-kadang mengatakan sesuatu pada kami, kemudian sesuatu tersebut menjadi benar.” Rasulullah saw. bersabda, “Perkataan tersebut adalah kebenaran yang dicuri jin. Ia mendengarkannya ke telinga wali-walinya, kemudian wali-walinya menambahkan status kebohongan di perkataan tersebut.” (Diriwayatkan Al-Bukhari)
  • “Tidak ada salah seorang dari kalian, melainkan ia didampingi teman dari jin.” (Diriwayatkan Muslim).
  • “Sesungguhnya syetan mengalir di peredaran darah anak keturunan Adam. Oleh karena itu, himpitlah dia di peredarannya dengan puasa.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

3. Apa yang disaksikan puluhan ribuan manusia, berupa kondisi-kondisi kesyetanan yang aneh di semua zaman, dan semua tempat yang terjadi pada wali-wali syetan. Di antara wali-wali syetan, ada orang yang didatangi syetan dengan beraneka ragam makanan dan minuman. Ada di antara mereka yang diajak bicara syetan dengan ghaib dan syetan memperlihatkan padanya batin, segala sesuatu, dan rahasia-rahasianya. Ada di antara mereka yang didatangi syetan yang menjelma dalam bentuk salah seorang shalih. Ketika orang tersebut meminta pertolongan kepadanya, syetan ingin menipunya, menyesatkannya, dan membawanya kepada syirik kepada Allah, dan maksiat kepada-Nya. Di antara mereka ada yang dibawa syetan ke tempat yang jauh, atau syetan menghadirkan padanya orang-orang atau barang-barang dari tempat yang jauh. Dan kejadian-kejadian lain yang didukung syetan, jin-jin pembangkang.

Kejadian-kejadian kesyetanan di atas terjadi karena keburukan ruh manusia akibat melakukan berbagai keburukan, kerusakan, kekafiran, kemaksiatan yang jauh dari orang yang mempunyai kebenaran dan kebaikan, jauh dari iman, dan jauh dari keshalihan hingga kebutuhan ruh tersebut menyatu dengan ruh syetan-syetan yang dicetak di atas keburukan. Dan sebagian dari mereka mengabdi kepada sebagian yang lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, dikatakan kepada mereka pada hari kiamat, “Hai golongan jin (syetan), sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia”. Wali-wali jin (syetan) dari manusia berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain).” (Al-An-am: 128).

Adapun perbedaan antara karamah Rabbaniyah wali-wali Allah dengan kejadian-kejadian kesyetanan itu bisa dilihat pada perilaku seseorang dan kondisi dirinya. Jika orang tersebut termasuk orang beriman, orang bertakwa yang berpegang teguh kepada Syari’at Allah secara lahir dan batin, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah karamah dari Allah Ta’ala untuknya. Jika orang tersebut termasuk orang brengsek, buruk, jauh dari ketakwaan, dan tenggelam dalam berbagai kemaksiatan, kekafiran, dan kerusakan, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah sejenis istidraj, atau pengabdian syetan untuknya, atau bantuan syetan padanya.

KRESNA TRIWIKRAMA

KRESNA TRIWIKRAMA

Kadya bledeg ngampar
Rinujit rujit manahipun
Enggal jumugrug sak gunung anakan ,gumreget
Sigro jumgkah hambrastha angkara
Nindaki jejering kautaman
Amrih jejeging nagri
Tumindak kang ngrusak kedah katumpes
Reksa rineksa lampah hamba,sinareng kekiatan paduka
Inggih,hamba mugi kapayungan qohar jabbar
Wahyu suci rumentah dhateng pundi Gusti
Ing pundi paugeran jati
Kagol tyasmami hanyumerapi lelakon puniki
Rasa wening musna ,mijil begejil candala
Agung tan ka junjung
Murka sangsaya ngremabaka
Adeg adeg ,hangadeg hamba ing marganing shangyang wikan

Artinya :
Kala petir menyambar gempar gempur
Rujit terujit hati
Egomu menciptaku menjadi sebesar gunung semangat
Segera gegas ku tebas angkara
Niat telah ku tancap,meniti hakiki
Agar ini nagri kembali berdiri
Tingkah polah kesewenangan mesti di tumpas
Reksa hamba,langkah ini di kekuatan paduka
Iring hamba di payung qohar jabbar
Wahyu suci ini mesti untuk siapa
Ini tanya resah,dimana aturan mesti
Kini buncah gundahku meraung raung
Rasa jernih ketulusan musnah,lahirlah kejahatan
Agung keagungan tak lagi di junjung
Murka kian menjamur
Aku akan tetap tegap berdiri dijalan sang maha adil

Para leluhur kita menghormati para Duta Kebenaran. Hanya para raksasa dan mereka yang berjiwa raksasa yang mengabaikan datangnya Duta Kebenaran. Hanuman adalah Duta ke negeri Alengka sebelum negeri umat raksasa dihancurkan Sri Rama. Prabu Kresna adalah Duta Kebenaran sebelum perang bharatayuda dimulai. Ada putaran cakra, ada waktu yang diberikan, ada jeda waktu untuk memilih Kebenaran yang sudah nampak jelas atau tetap memilih berkubang dalam kesesatan, sampai saat Kebenaran ditegakkan. Nabi Musa juga merupakan Duta Kebenaran bagi kaumnya Fir’aun, demikian pula Pesuruh Gusti lainnya sebagai pembawa peringatan terhadap kaumnya. Banyak umat yang mempertahankan ‘status quo’-nya tidak mau menerima perubahan dan tidak mau mendukung Kebenaran.

Senjata Sri Krishna

Sebagai Duta Hyang Widhi, Sri Krishna digambarkan mempunyai beberapa senjata. Pada hakikatnya, Sri Krishna tidak ada hubungan dengan pemujaan kelompok tertentu, Sri Krishna, Sang Duta Kebenaran berada di dalam diri, bersemayam di hati nurani.

Senjata Cakra
Panah berujud cakra bulat seperti roda dan bergerigi tajam di ujung-ujung giginya. Senjata tersebut adalah senjata pemahaman tentang adanya Hukum Sebab-Akibat yang akan mengejar siapa pun juga dan berada dimanapun juga. Tidak ada tempat untuk sembunyi dari Cakra Sri Krishna, meninggalkan dunia pun tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Beberapa wisdom tentang Hukum Sebab Akibat:

  • “Kebaikan yang kau lakukan pasti kembali padamu. Begitu juga dengan kejahatan. Kau dapat menentukan hari esokmu, penuh dengan kebaikan atau sebaliknya.”
  • “Kenapa mesti menangisi nasib? Kau adalah penentu nasibmu sendiri. Apa yang kau alami saat ini adalah akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Apa yang kau buat hari ini menentukan nasibmu esok”

Sangka Pancajahnya
Berbentuk terompet/sasangkala

Bunga Wijaya Kusuma
Bunga cinta kasih yang jaya, puncak karya pohon kehidupan, yang bisa menyembuhkan penyakit batin dan menghidupkan orang yang telah mati jiwanya. Bagi mereka yang yakin kepada Sri Krishna, dia akan sembuh dari penyakit yang selama ini dialaminya, penyakit lupa diri karena hidup dalam dunia ilusi ‘mind’, maya. Bagi orang yang sadar, taubat, metanoia, Sri Krishna akan menghidupkan kembali jiwanya yang mati dan lahir penuh kasih. Mati dimaksudkan sebagai ego keras yang tidak dapat berubah. ‘Mind’ yang mengeras, sehingga sinar kasih Ilahi tak dapat diterimanya.

Beberapa wisdom tentang kasih:

  • “Dengan menganggap dirimu lahir dari dan dalam dosa, kau menghujat Tuhan. Dirimu lahir dari dan dalam cinta, dan cinta itulah Tuhan, Allah.”
  • “Isilah harimu dengan kasih, maka kau tak akan pernah salah. Kekuatan kasih itu, cahaya cinta itu akan menerangi pikiranmu dan mengarahkan setiap langkahmu.” 
  • “Awali harimu dengan cinta kasih, isilah harimu dengan cinta kasih, akhirilah harimu dengan cinta kasih, itulah jalan menuju Tuhan.”
  • “Kasih tidak mengharapkan imbalan. Kasih itu sendiri adalah imbalan. Kebahagiaan yang kau peroleh saat mengasihi itulah imbalan kasih.”

Cermin (Kaca Paesan)
Alam adalah salah satu wujud kasih Sri Krishna, juga merupakan cermin Sri Krishna. Manusia yang sadar dapat bercermin dari perilaku alam. Alam ini adalah cermin bagi diri, alam bersifat universal, tidak ‘pilih sih’, bertindak sama terhadap semua makhluk. Alam bersifat kasih, hanya memberi. Dalam hal ini cermin hampir mempunyai arti yang sama dengan gaung.

Beberapa wisdom tentang cermin dan gaung:

  • “Men-cahaya-i diri saja tidak cukup. Cahaya yang menerangi dirimu itu mesti dibagikan dengan setiap orang yang membutuhkannya. Yakinlah bila kau mampu melakukan hal itu.”
  • “Bertindaklah sebagai cermin dihadapan orang lain sehingga dia sadar akan wajah asli dirinya.”
  • “Tuhan adalah gaung jiwamu. Bila jiwamu masih berkarat, maka kau akan menggaungkan Tuhan yang berkarat. Kau akan menciptakan sosok Tuhan yang berkarat. Bersihkan jiwamu.”

Aji Pameling
Dia dapat memanggil dari jarak jauh, misalnya memanggil Hanuman yang bertapa di Gunung Kendalisada. Dalam bahasa meditasi lebih dekat dengan istilah transmisi.

Mereka yang berada pada gelombang yang sama dapat berkomunikasi tanpa suara, cukup dengan getaran pikiran. Mereka yang mencintai Sri Krishna akan dapat mendengar bisikannya.

Otak kita “mengerjakan” lebih dari 15 miliar sel dalam seluruh tubuh kita. Kurang lebih itulah jumlah sel dalam tubuh manusia. Setiap sel sesungguhnya adalah sebuah electric impulse, percikan listrik yang dapat berubah menjadi radio waves, gelombang suara.

Hanya orang-orang yang pribadinya sudah berkembang secara utuh yang dapat membantu kita untuk mengembangkan diri kita secara utuh. Berada dekat orang-orang seperti itu, kadang kita tidak perlu menunggu untuk disapa, untuk diajak bicara atau mendengar. Bila electric impulse dalam diri kita bergetar pada gelombang yang sama dengan manusia utuh itu, tanpa ucapan pun kita dapat menangkap pemikirannya.

Dalam tradisi kuno, ini yang disebut Shaktipaat/Attunement. DaIam tradisi Zen dikaitkan dengan transmisi-transmisi ajaran, transmisi kesadaran dari sang guru kepada siswa yang siap. Shaktipaat bukanlah sebuah ritual, tetapi suatu “kejadian” yang hanya terjadi bila guru dan siswa berada dalam gelombang yang sama; ketika keduanya sedang bergetar bersama. Kemudian, seorang guru tidak lagi membutuhkan kertas dan pena, atau media tulisan untuk menyampaikan pemikirannya. Sang siswa pun tidak membutuhkan sepasang telinga maupun mata untuk mendengarkan wejangan guru atau membaca tulisannya. Sungguh setajam apa pun pendengaran seorang siswa, sejernih apa pun penglihatannya, secerdas apa pun otaknya, sehebat apa pun pemahaman serta penangkapannya, dan semahir apa pun seorang guru menyampaikan apa yang hendak disampaikannya, ketika pikiran diterjemahkan menjadi ucapan atau tindakan, terjadilah “penurunan” kualitas; penurunan derajat; penurunan intensitas; penurunan kedahsyatan yang hanya ada dalam pikiran yang masih berupa electric impulse.

Aji Pangabaran
Untuk melumpuhkan musuh

Aji Kesawa
Kekuatan untuk mengubah wujud menjadi Raksasa. Dalam diri manusia terdapat potensi raksasa. Potensi luarbiasa yang terpendam dalam diri. Sri Krishna paham adanya potensi luar biasa dalam diri yang akan bermanfaat bagi alam semesta.

Beberapa wisdom terkait dengan Aji Kesawa:

  • “Kau adalah pusat dunia, bila kau berubah, dunia akan berubah. Fokuskan seluruh kesadaranmu pada perubahan diri. Jangan takut pada mereka yang menghalang-halangimu. Bila niatmu kuat dan keinginanmu untuk bekerja keras pun ada….. Maka, ketahuilah bahwa tiada sesuatu yang dapat menghalangimu untuk mewujudkan impianmu.” 
  • “Cukup sudah kau mengemis dan minta dikasihani. Sekarang berdirilah di atas kedua kakimu. Sepasang tangan dan kaki yang kau miliki itu hanya menunggu perintahmu untuk menggerakkan bukit-bukit dari tempatnya.” 

Sebetulnya kala Sri Krishna menggunakan Aji Kesawa, Dia ber-‘triwikrama’, meliputi tiga dunia.

Seorang meditator adalah seorang pencinta. Cinta tanpa syarat, tak terbatas. Dia seorang pengasih. Kasih sejati, kasih Ilahi. Kenikmatan tiga dunia pun sudah tidak bisa mengikat dirinya. Apa pula yang dimaksud dengan tiga dunia? dalam tradisi India kuno, alam semesta dibagi dalam 3 bagian utama. Bhu atau Bumi. Bhuvah atau alam di bawah tanah. Svaha atau alam di atas bumi, di luar bumi. Tiga bagian utama itu kemudian dibagi lagi dalam sekian sub-bagian. Tiga Loka atau tiga dunia, tiga alam, bisa juga diterjemahkan sebagai tiga masa – masa lalu, masa kini dan masa depan.

Oleh para leluhur triwikrama digambarkan berubah wujud sebagai raksasa yang besar sekali. Dengan ber Triwikrama tubuhnya menjadi besar dan tinggi bagai raksasa Kala Mercu bertangan seribu. Jagat yang besar dan luas dari ujung ke ujung ini hanya dicapai dengan Tiga Langkah saja. Jika melangkah jagat akan miring ke arah tempat kakinya berpijak sehingga betapa mudahnya jika ia ingin melumat jagat semudah membulak-balikkan telapak tangan. Tetapi karena pemiliknya terikat oleh konvensi hukum kemanusiaan sesuai tugasnya sebagai pemelihara perdamaian dan pengendali keadilan, senjata penghancur jagat itu tak boleh dipergunakan dengan sewenag-wenang, kecuali menghadapi kekuatan destruktif yang membahayakan keselamatan umat manusia.

Tetapi berbeda menurut pustaka Kresnayana, penampilan anak Basudewa itu lebih nampak sifat “Kemanusiannya” daripada sifat “Kewisnuannya”. Faktor penyebabnya, dalam kisah mahabarata jalan cerita lebih banyak didominasi oleh liku-liku kehidupan kaum Kurawa dan Pandawa. Pernah ciri Kewisnuannya ia perlihatkan ketika bertindak sebagai duta perdamaian ke negara Astina guna mencegah perang antara kaum Kurawa dan Pandawa mengenai tahta kerajaan Astina. Namun agaknya maksud baik sang duta dianggap merugikan kaum Kurawa sehingga timbul niat jahat untuk mencelakakannya.

Di saat itulah Kresna bertriwikrama nyaris melumat habis bangunan-bangunan mewah, jika saja rasa kesadaran tidak menggugahnya. Ia sadar bahwa neraca tulisan tuhan tidak akan mengubah apa yang telah ditentukan dari Lohmahfuznya, bahwa perang besar Baratayudha tidak dapat diubah lagi kepastiannya. Justru dalam perang itu Kresna akan berperan penting sebagai Sutradara pengatur laku pengendali keadilan dan walaupun ia berada di pihak Pandawa, tetapi tak boleh terlibat secara fisik melainkan sebatas hanya menjadi penasehat saja.

Triwikrama adalah tiga langkah “Dewa Wisnu” atau Atma Sejati (energi kehidupan) dalam melakukan proses penitisan. 

Awal mula kehidupan dimulai sejak roh manusia diciptakan Tuhan namun masih berada di alam sunyaruri yang jenjem jinem, dinamakan sebagai zaman kertayuga, zaman serba adem tenteram dan selamat di dalam alam keabadian. Di sana roh belum terpolusi nafsu jasad dan duniawi, atau dengan kata lain digoda oleh “setan” (nafsu negatif).

Dari alam keabadian selanjutnya roh manitis yang pertama kali yakni masuk ke dalam “air” sang bapa, dinamakanlah zaman tirtayuga. Air kehidupan (tirtamaya) yang bersemayam di dalam rahsa sejati sang bapa kemudian menitis ke dalam rahim sang rena (ibu).

Penitisan atau langkah kedua Dewa Wisnu ini berproses di dalam zaman dwaparayuga. Sebagai zaman keanehan, karena asal mula wujud sukma adalah berbadan cahya lalu mengejawantah mewujud menjadi jasad manusia. Sang Bapa mengukir jiwa dan sang rena yang mengukir raga. Selama 9 bulan calon manusia berproses di dalam rahim sang rena dari wujud badan cahya menjadi badan raga. Itulah zaman keanehan atau dwaparayuga. Setelah 9 bulan lamanya sang Dewa Wisnu berada di dalam zaman dwaparayuga.

Kemudian langkah Dewa Wisnu menitis yang terakhir kalinya, yakni lahir ke bumi menjadi manusia yang utuh dengan segenap jiwa dan raganya. Panitisan terakhir Dewa Wisnu ke dalam zaman mercapadha. Merca artinya panas atau rusak, padha berarti papan atau tempat. Mercapadha adalah tempat yang panas dan mengalami kerusakan. Disebut juga sebagai Madyapada, madya itu tengah padha berarti tempat. Tempat yang berada di tengah-tengah, terhimpit di antara tempat-tempat gaib. Gaib sebelum kelahiran dan gaib setelah ajal.

KIDUNG PANGURIPAN “SAKA GURU”
Nah, di zaman Madya atau mercapadha ini manusia memiliki kecenderungan sifat-sifat yang negatif. Sebagai pembawaan unsur “setan”, setan tidak dipahami sebagai makhluk gaib gentayangan penggoda iman, melainkan sebagai kata kiasan dari nafsu negatif yang ada di dalam segumpal darah (kalbu). Mercapadha merupakan perjalanan hidup PALING SINGKAT namun PALING BERAT dan SANGAT MENENTUKAN kemuliaan manusia dalam KEHIDUPAN SEBENARNYA yang sejati abadi azali. Para perintis bangsa di zaman dulu telah menggambarkan bagaimana keadaan manusia dalam berproses mengarungi kehidupan di dunia selangkah demi selangkah yang dirangkum dalam tembang macapat (membaca sipat). Masing-masing tembang menggambarkan proses perkembangan manusia dari sejak lahir hingga mati. Ringkasnya, lirik nada yang digubah ke dalam berbagai bentuk tembang menceritakan sifat lahir, sifat hidup, dan sifat mati manusia sebagai sebuah perjalanan yang musti dilalui setiap insan. Penekanan ada pada sifat-sifat buruk manusia, agar supaya tembang tidak sekedar menjadi iming-iming, namun dapat menjadipepeling dan saka guru untuk perjalanan hidup manusia.

Dari berbagai sumber.

>KRESNA TRIWIKRAMA

>

KRESNA TRIWIKRAMA

Kadya bledeg ngampar
Rinujit rujit manahipun
Enggal jumugrug sak gunung anakan ,gumreget
Sigro jumgkah hambrastha angkara
Nindaki jejering kautaman
Amrih jejeging nagri
Tumindak kang ngrusak kedah katumpes
Reksa rineksa lampah hamba,sinareng kekiatan paduka
Inggih,hamba mugi kapayungan qohar jabbar
Wahyu suci rumentah dhateng pundi Gusti
Ing pundi paugeran jati
Kagol tyasmami hanyumerapi lelakon puniki
Rasa wening musna ,mijil begejil candala
Agung tan ka junjung
Murka sangsaya ngremabaka
Adeg adeg ,hangadeg hamba ing marganing shangyang wikan

Artinya :
Kala petir menyambar gempar gempur
Rujit terujit hati
Egomu menciptaku menjadi sebesar gunung semangat
Segera gegas ku tebas angkara
Niat telah ku tancap,meniti hakiki
Agar ini nagri kembali berdiri
Tingkah polah kesewenangan mesti di tumpas
Reksa hamba,langkah ini di kekuatan paduka
Iring hamba di payung qohar jabbar
Wahyu suci ini mesti untuk siapa
Ini tanya resah,dimana aturan mesti
Kini buncah gundahku meraung raung
Rasa jernih ketulusan musnah,lahirlah kejahatan
Agung keagungan tak lagi di junjung
Murka kian menjamur
Aku akan tetap tegap berdiri dijalan sang maha adil

Para leluhur kita menghormati para Duta Kebenaran. Hanya para raksasa dan mereka yang berjiwa raksasa yang mengabaikan datangnya Duta Kebenaran. Hanuman adalah Duta ke negeri Alengka sebelum negeri umat raksasa dihancurkan Sri Rama. Prabu Kresna adalah Duta Kebenaran sebelum perang bharatayuda dimulai. Ada putaran cakra, ada waktu yang diberikan, ada jeda waktu untuk memilih Kebenaran yang sudah nampak jelas atau tetap memilih berkubang dalam kesesatan, sampai saat Kebenaran ditegakkan. Nabi Musa juga merupakan Duta Kebenaran bagi kaumnya Fir’aun, demikian pula Pesuruh Gusti lainnya sebagai pembawa peringatan terhadap kaumnya. Banyak umat yang mempertahankan ‘status quo’-nya tidak mau menerima perubahan dan tidak mau mendukung Kebenaran.

Senjata Sri Krishna

Sebagai Duta Hyang Widhi, Sri Krishna digambarkan mempunyai beberapa senjata. Pada hakikatnya, Sri Krishna tidak ada hubungan dengan pemujaan kelompok tertentu, Sri Krishna, Sang Duta Kebenaran berada di dalam diri, bersemayam di hati nurani.

Senjata Cakra
Panah berujud cakra bulat seperti roda dan bergerigi tajam di ujung-ujung giginya. Senjata tersebut adalah senjata pemahaman tentang adanya Hukum Sebab-Akibat yang akan mengejar siapa pun juga dan berada dimanapun juga. Tidak ada tempat untuk sembunyi dari Cakra Sri Krishna, meninggalkan dunia pun tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Beberapa wisdom tentang Hukum Sebab Akibat:

  • “Kebaikan yang kau lakukan pasti kembali padamu. Begitu juga dengan kejahatan. Kau dapat menentukan hari esokmu, penuh dengan kebaikan atau sebaliknya.”
  • “Kenapa mesti menangisi nasib? Kau adalah penentu nasibmu sendiri. Apa yang kau alami saat ini adalah akibat dari perbuatanmu di masa lalu. Apa yang kau buat hari ini menentukan nasibmu esok”

Sangka Pancajahnya
Berbentuk terompet/sasangkala

Bunga Wijaya Kusuma
Bunga cinta kasih yang jaya, puncak karya pohon kehidupan, yang bisa menyembuhkan penyakit batin dan menghidupkan orang yang telah mati jiwanya. Bagi mereka yang yakin kepada Sri Krishna, dia akan sembuh dari penyakit yang selama ini dialaminya, penyakit lupa diri karena hidup dalam dunia ilusi ‘mind’, maya. Bagi orang yang sadar, taubat, metanoia, Sri Krishna akan menghidupkan kembali jiwanya yang mati dan lahir penuh kasih. Mati dimaksudkan sebagai ego keras yang tidak dapat berubah. ‘Mind’ yang mengeras, sehingga sinar kasih Ilahi tak dapat diterimanya.

Beberapa wisdom tentang kasih:

  • “Dengan menganggap dirimu lahir dari dan dalam dosa, kau menghujat Tuhan. Dirimu lahir dari dan dalam cinta, dan cinta itulah Tuhan, Allah.”
  • “Isilah harimu dengan kasih, maka kau tak akan pernah salah. Kekuatan kasih itu, cahaya cinta itu akan menerangi pikiranmu dan mengarahkan setiap langkahmu.” 
  • “Awali harimu dengan cinta kasih, isilah harimu dengan cinta kasih, akhirilah harimu dengan cinta kasih, itulah jalan menuju Tuhan.”
  • “Kasih tidak mengharapkan imbalan. Kasih itu sendiri adalah imbalan. Kebahagiaan yang kau peroleh saat mengasihi itulah imbalan kasih.”

Cermin (Kaca Paesan)
Alam adalah salah satu wujud kasih Sri Krishna, juga merupakan cermin Sri Krishna. Manusia yang sadar dapat bercermin dari perilaku alam. Alam ini adalah cermin bagi diri, alam bersifat universal, tidak ‘pilih sih’, bertindak sama terhadap semua makhluk. Alam bersifat kasih, hanya memberi. Dalam hal ini cermin hampir mempunyai arti yang sama dengan gaung.

Beberapa wisdom tentang cermin dan gaung:

  • “Men-cahaya-i diri saja tidak cukup. Cahaya yang menerangi dirimu itu mesti dibagikan dengan setiap orang yang membutuhkannya. Yakinlah bila kau mampu melakukan hal itu.”
  • “Bertindaklah sebagai cermin dihadapan orang lain sehingga dia sadar akan wajah asli dirinya.”
  • “Tuhan adalah gaung jiwamu. Bila jiwamu masih berkarat, maka kau akan menggaungkan Tuhan yang berkarat. Kau akan menciptakan sosok Tuhan yang berkarat. Bersihkan jiwamu.”

Aji Pameling
Dia dapat memanggil dari jarak jauh, misalnya memanggil Hanuman yang bertapa di Gunung Kendalisada. Dalam bahasa meditasi lebih dekat dengan istilah transmisi.

Mereka yang berada pada gelombang yang sama dapat berkomunikasi tanpa suara, cukup dengan getaran pikiran. Mereka yang mencintai Sri Krishna akan dapat mendengar bisikannya.

Otak kita “mengerjakan” lebih dari 15 miliar sel dalam seluruh tubuh kita. Kurang lebih itulah jumlah sel dalam tubuh manusia. Setiap sel sesungguhnya adalah sebuah electric impulse, percikan listrik yang dapat berubah menjadi radio waves, gelombang suara.

Hanya orang-orang yang pribadinya sudah berkembang secara utuh yang dapat membantu kita untuk mengembangkan diri kita secara utuh. Berada dekat orang-orang seperti itu, kadang kita tidak perlu menunggu untuk disapa, untuk diajak bicara atau mendengar. Bila electric impulse dalam diri kita bergetar pada gelombang yang sama dengan manusia utuh itu, tanpa ucapan pun kita dapat menangkap pemikirannya.

Dalam tradisi kuno, ini yang disebut Shaktipaat/Attunement. DaIam tradisi Zen dikaitkan dengan transmisi-transmisi ajaran, transmisi kesadaran dari sang guru kepada siswa yang siap. Shaktipaat bukanlah sebuah ritual, tetapi suatu “kejadian” yang hanya terjadi bila guru dan siswa berada dalam gelombang yang sama; ketika keduanya sedang bergetar bersama. Kemudian, seorang guru tidak lagi membutuhkan kertas dan pena, atau media tulisan untuk menyampaikan pemikirannya. Sang siswa pun tidak membutuhkan sepasang telinga maupun mata untuk mendengarkan wejangan guru atau membaca tulisannya. Sungguh setajam apa pun pendengaran seorang siswa, sejernih apa pun penglihatannya, secerdas apa pun otaknya, sehebat apa pun pemahaman serta penangkapannya, dan semahir apa pun seorang guru menyampaikan apa yang hendak disampaikannya, ketika pikiran diterjemahkan menjadi ucapan atau tindakan, terjadilah “penurunan” kualitas; penurunan derajat; penurunan intensitas; penurunan kedahsyatan yang hanya ada dalam pikiran yang masih berupa electric impulse.

Aji Pangabaran
Untuk melumpuhkan musuh

Aji Kesawa
Kekuatan untuk mengubah wujud menjadi Raksasa. Dalam diri manusia terdapat potensi raksasa. Potensi luarbiasa yang terpendam dalam diri. Sri Krishna paham adanya potensi luar biasa dalam diri yang akan bermanfaat bagi alam semesta.

Beberapa wisdom terkait dengan Aji Kesawa:

  • “Kau adalah pusat dunia, bila kau berubah, dunia akan berubah. Fokuskan seluruh kesadaranmu pada perubahan diri. Jangan takut pada mereka yang menghalang-halangimu. Bila niatmu kuat dan keinginanmu untuk bekerja keras pun ada….. Maka, ketahuilah bahwa tiada sesuatu yang dapat menghalangimu untuk mewujudkan impianmu.” 
  • “Cukup sudah kau mengemis dan minta dikasihani. Sekarang berdirilah di atas kedua kakimu. Sepasang tangan dan kaki yang kau miliki itu hanya menunggu perintahmu untuk menggerakkan bukit-bukit dari tempatnya.” 

Sebetulnya kala Sri Krishna menggunakan Aji Kesawa, Dia ber-‘triwikrama’, meliputi tiga dunia.

Seorang meditator adalah seorang pencinta. Cinta tanpa syarat, tak terbatas. Dia seorang pengasih. Kasih sejati, kasih Ilahi. Kenikmatan tiga dunia pun sudah tidak bisa mengikat dirinya. Apa pula yang dimaksud dengan tiga dunia? dalam tradisi India kuno, alam semesta dibagi dalam 3 bagian utama. Bhu atau Bumi. Bhuvah atau alam di bawah tanah. Svaha atau alam di atas bumi, di luar bumi. Tiga bagian utama itu kemudian dibagi lagi dalam sekian sub-bagian. Tiga Loka atau tiga dunia, tiga alam, bisa juga diterjemahkan sebagai tiga masa – masa lalu, masa kini dan masa depan.

Oleh para leluhur triwikrama digambarkan berubah wujud sebagai raksasa yang besar sekali. Dengan ber Triwikrama tubuhnya menjadi besar dan tinggi bagai raksasa Kala Mercu bertangan seribu. Jagat yang besar dan luas dari ujung ke ujung ini hanya dicapai dengan Tiga Langkah saja. Jika melangkah jagat akan miring ke arah tempat kakinya berpijak sehingga betapa mudahnya jika ia ingin melumat jagat semudah membulak-balikkan telapak tangan. Tetapi karena pemiliknya terikat oleh konvensi hukum kemanusiaan sesuai tugasnya sebagai pemelihara perdamaian dan pengendali keadilan, senjata penghancur jagat itu tak boleh dipergunakan dengan sewenag-wenang, kecuali menghadapi kekuatan destruktif yang membahayakan keselamatan umat manusia.

Tetapi berbeda menurut pustaka Kresnayana, penampilan anak Basudewa itu lebih nampak sifat “Kemanusiannya” daripada sifat “Kewisnuannya”. Faktor penyebabnya, dalam kisah mahabarata jalan cerita lebih banyak didominasi oleh liku-liku kehidupan kaum Kurawa dan Pandawa. Pernah ciri Kewisnuannya ia perlihatkan ketika bertindak sebagai duta perdamaian ke negara Astina guna mencegah perang antara kaum Kurawa dan Pandawa mengenai tahta kerajaan Astina. Namun agaknya maksud baik sang duta dianggap merugikan kaum Kurawa sehingga timbul niat jahat untuk mencelakakannya.

Di saat itulah Kresna bertriwikrama nyaris melumat habis bangunan-bangunan mewah, jika saja rasa kesadaran tidak menggugahnya. Ia sadar bahwa neraca tulisan tuhan tidak akan mengubah apa yang telah ditentukan dari Lohmahfuznya, bahwa perang besar Baratayudha tidak dapat diubah lagi kepastiannya. Justru dalam perang itu Kresna akan berperan penting sebagai Sutradara pengatur laku pengendali keadilan dan walaupun ia berada di pihak Pandawa, tetapi tak boleh terlibat secara fisik melainkan sebatas hanya menjadi penasehat saja.

Triwikrama adalah tiga langkah “Dewa Wisnu” atau Atma Sejati (energi kehidupan) dalam melakukan proses penitisan. 

Awal mula kehidupan dimulai sejak roh manusia diciptakan Tuhan namun masih berada di alam sunyaruri yang jenjem jinem, dinamakan sebagai zaman kertayuga, zaman serba adem tenteram dan selamat di dalam alam keabadian. Di sana roh belum terpolusi nafsu jasad dan duniawi, atau dengan kata lain digoda oleh “setan” (nafsu negatif).

Dari alam keabadian selanjutnya roh manitis yang pertama kali yakni masuk ke dalam “air” sang bapa, dinamakanlah zaman tirtayuga. Air kehidupan (tirtamaya) yang bersemayam di dalam rahsa sejati sang bapa kemudian menitis ke dalam rahim sang rena (ibu).

Penitisan atau langkah kedua Dewa Wisnu ini berproses di dalam zaman dwaparayuga. Sebagai zaman keanehan, karena asal mula wujud sukma adalah berbadan cahya lalu mengejawantah mewujud menjadi jasad manusia. Sang Bapa mengukir jiwa dan sang rena yang mengukir raga. Selama 9 bulan calon manusia berproses di dalam rahim sang rena dari wujud badan cahya menjadi badan raga. Itulah zaman keanehan atau dwaparayuga. Setelah 9 bulan lamanya sang Dewa Wisnu berada di dalam zaman dwaparayuga.

Kemudian langkah Dewa Wisnu menitis yang terakhir kalinya, yakni lahir ke bumi menjadi manusia yang utuh dengan segenap jiwa dan raganya. Panitisan terakhir Dewa Wisnu ke dalam zaman mercapadha. Merca artinya panas atau rusak, padha berarti papan atau tempat. Mercapadha adalah tempat yang panas dan mengalami kerusakan. Disebut juga sebagai Madyapada, madya itu tengah padha berarti tempat. Tempat yang berada di tengah-tengah, terhimpit di antara tempat-tempat gaib. Gaib sebelum kelahiran dan gaib setelah ajal.

KIDUNG PANGURIPAN “SAKA GURU”
Nah, di zaman Madya atau mercapadha ini manusia memiliki kecenderungan sifat-sifat yang negatif. Sebagai pembawaan unsur “setan”, setan tidak dipahami sebagai makhluk gaib gentayangan penggoda iman, melainkan sebagai kata kiasan dari nafsu negatif yang ada di dalam segumpal darah (kalbu). Mercapadha merupakan perjalanan hidup PALING SINGKAT namun PALING BERAT dan SANGAT MENENTUKAN kemuliaan manusia dalam KEHIDUPAN SEBENARNYA yang sejati abadi azali. Para perintis bangsa di zaman dulu telah menggambarkan bagaimana keadaan manusia dalam berproses mengarungi kehidupan di dunia selangkah demi selangkah yang dirangkum dalam tembang macapat (membaca sipat). Masing-masing tembang menggambarkan proses perkembangan manusia dari sejak lahir hingga mati. Ringkasnya, lirik nada yang digubah ke dalam berbagai bentuk tembang menceritakan sifat lahir, sifat hidup, dan sifat mati manusia sebagai sebuah perjalanan yang musti dilalui setiap insan. Penekanan ada pada sifat-sifat buruk manusia, agar supaya tembang tidak sekedar menjadi iming-iming, namun dapat menjadipepeling dan saka guru untuk perjalanan hidup manusia.

Dari berbagai sumber.

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.

Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak.”

MUTIARA KATA PEMBUKA HATI

>Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

>

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.

Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, “Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri.” Tapi lelaki itu malah menjawab, “Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi.

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, “Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik.”

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati…terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata… Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti. Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak.”

MUTIARA KATA PEMBUKA HATI

>Lompatan Kuantum Nasib

>

Beranjak lebih dalam lagi, kita akan memasuki sebuah dimensi yang sungguh amat menganggumkan. Kita akan mengunjungi sebuah bagian yang bernama “halte perenungan”. Dinamakan halte perenungan karena di sinilah kita merenung sejenak, memanfaatkan menit-menit sebelum jemputan yang ditunggu datang, tentang hakikat kebaradaan diri kita di antara miliran galaksi dan triliunan bintang-bintang.by Nurrahman Effendi

Pada halte ini juga Anda akan memutuskan bus mana yang hendak Anda tumpangi. Saran saya, jangan memasrahkan kepada penjual tiket untuk memilihkan bus untuk Anda. Pilihlah bus eksekutif yang cepat dan nyaman, jangan mau kalau dikasih tiket bus kelas ekonomi. Mumpung Anda masih punya kesempatan untuk memilih. Kenapa tidak digunakan sebaik-baiknya?

Kelihatan sepintas agak rumit untuk merumuskan tentang konsep nasib. Apalagi membawasertakan kuantum. Bagai menggabungkan minyak dengan air. Berpijak dari asumsi inilah, saya beranikan diri untuk menulis sesuatu yang “sukar” menurut perkiraan Anda itu. Suatu yang perlu kita ketahui, manusia memang doyan berpikir sufistik dan kompleks. Padahal ada cara lain yang lebih simpel dan renyah. Untuk apa berumit-rumit ria kalau ada rumus gampangnya.

Coba perhatikan apa yang ada di sekitar Anda. Adakah sesuatu yang dapat Anda pegang? Ya, tidak usah jauh-jauh. Pegang buku yang ada di genggaman Anda ini kuat-kuat. Buku ini adalah contoh yang baik. Karena Anda sudah memiliki dan menggenggamnya, tidak ada orang yang marah kalau Anda ingin memperlakukannya sesuka hati Anda. Kecuali jika Anda meminjamnya dari teman atau perpustakaan, itu baru memancing masalah.

Perhatikan baik-baik buku ini. Anda akan sependapat dengan saya, bahwa inilah contoh benda yang kasatmata, sesuatu yang dapat dilihat, dipegang dan dijatuhkan (asal jangan disobek). Kalau kita membayangkan sebuah piramida struktur materi, benda adalah berada pada bagian pangkalnya. Kemudian menyusul molekul (senyawa), atom dan partikel. Urutan dari benda sampai partikel adalah materi yang tampak, yang merupakan hardward.

Kalau bisa kita analogikan, benda sama dengan nasib. Maka secara jelas, nasib masing-masing orang pasti tidak sama. Nyatanya, kembali ke buku, ada buku yang super tebal ribuan halaman dan tipis belasan halaman, berukuran besar, sedang dan mungil, jenis kertanya juga tidak sama sesuai dengan seberapa besar uang yang Anda serahkan kepada kasir sewaktu membelinya. Begitu juga dengan nasib dari masing-masing kita.

Perbedaan ini didasarkan pada berbedanya bahan-bahan penyusun benda (nasib) tersebut. Dalam hal ini, kita akan mempertanyakan sejauh mana kekuatan ikatan molekulnya. Orang akan membayar mahal untuk kayu jati dan cendana, karena kualitasnya nomor satu. Tapi tidak untuk kayu akasia yang lunak dan tidak tahan air, harganya hampir menyentuh tanah, yang hanya cocok dijadikan kayu chip untuk bubur kertas. Di sinilah letak perbedaan karakter (analogi dari molekul) antara orang kelas A (mental juara) dengan level D atau E (orang-orang tipekal minderan dan pesimistik).

Senyawa atau molekul tadi sepenuhnya ditentukan oleh atom (unsur) penyusunnya. Karakter yang baik dibangun dari kebiasaan-kebiasaan yang positif. Senyawa mewakili karakter, sedangkan unsur adalah analogi dari kebiasaan. Orang yang berkarekter juara sudah terbiasa menerima kekalahkan, akrab dengan dinamisasi proses untuk mendapatkan cara yang lebih baik dan sering terjatuh sebelum mampu berdiri mantap di kedua kakinya sendiri. Sedangkan orang yang pesimistik adalah mereka yang tidak terbiasa menerima kekalahan atau takut kalah sebelum bertanding. Kebiasaan bersumber dari tindakan dan prilaku yang dilakukan secara konsisten. Orang yang selalu menggunakan tangan kanannya untuk melakukan pekerjaan apapun, maka kebiasaannya menyuap makanan juga menggunakan tangan kanan. Kebiasaan bisa dilatih, misalnya Anda begitu sulit untuk shalat tahajud (shalat malam). Coba disiplinkan diri Anda bangun jam 3.30 dini hari setiap hari. Pada bulan ketiga, Anda tidak akan berat lagi untuk mendirikan shalat tahajud karena sudah terbiasa.

Nasib, karakter, kebiasaan dan tindakan atau prilaku merupakan bagian yang tampak dari luar, kasatmata. Kita menyebutnya sebagai faktor indrawi, yang bisa teramati oleh pancaindra kita atau yang bersifat badaniah. Bagian badaniah ini, sebenarnya tidak terlalu dominan untuk merubah kehidupan seseorang secara mendasar, misalkan dari orang miskin menjadi kaya. Karena tubuh fisik kita gerakannya lambat, dan bukan ia yang menentukan segalanya. Ada bagian lain, yang lebih dalam dan halus, dari tubuh kita yang sebenarnya pengendalikan semua kerja mekanis badaniah kita itu. Itulah perangkat softward tubuh kita, yang di dalamnya terangkai segenap sistem operasional dari tubuh kita (hardward). Dialah pikiran, perasaan dan hati (jiwa). Bagian inilah yang terletak dalam ruang-ruang hampa kuanta. Bagian inilah yang tidak tampak itu, tapi kedudukannya sangat vital. Di sinilah energi kehidupan yang luar biasa hebatnya itu bersemayam. Tugas Anda adalah untuk menggerakannya, mengubahnya dari gelombang menjadi sesuatu yang nyata.

Kalau kita mampu mengubah dan menggerakan energi vibrasi ini, kemungkinan besar kita dapat merubah semua perilaku, kebiasaan, karakter dan nasib kita. Sebenarnya ada dua cara untuk dapat merubah energi vibrasi itu, dengan tangan kita sendiri atau mengikutsertakan campur tangan kekuasaan yang Maha Berkehendak, Tuhan.

Dengan tangan kita sendiri, sudah sangat jelas maksudnya. Kerja apa saja yang kita lakukan sesuai dengan profesi kita atau yang kini sedang kita geluti adalah masuk kategori yang dimaksudkan di sini. Tingkatan kerja yang kita lakukan ini akan sangat mempengaruhi sebesar apa energi vibrasi yang bisa kita ubah. Perhatikan lalu renungkan ayat berikut ini.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Ar-Rad: 11)

Pada kalimat terakhir ayat di atas, bahwa sangat mudah bagi Allah untuk merubah keadaan suatu kaum (orang). Tapi posisi pertama tetap berada pada tangan orang yang bersangkutan, apakah dia ingin mengubah keadaan yang ada pada dirinya atau menerima saja apa yang ditakdirkan Allah atas hidupnya. Sama seperti seseorang yang menunggu di halte perenungan, apakah dia sendiri yang akan memilih bus atau dipilihkan oleh penjual tiket. Simpel saja, bukan?

Rumus sederhananya, jika Anda ingin mengubah nasib (realitas fisik) maka Anda harus mampu mengubah pikiran, perasaan dan hati (realitas kuantum) Anda terlebih dahulu. Pikiran, perasaan dan hati Andalah yang sebenarnya sebagai penyuplai energi yang tidak ada habisnya untuk mendukung kerja mekanis tubuh fisik Anda. Bukankah motivasi, optimisme, sensitifitas, emosional dan spiritualitas semuanya bersumber dari realitas kuantum ini?

Di sinilah letak bedanya antara seorang petani dengan salesman, seperti yang telah kita singgung pada bagian terdahulu. Seorang petani begitu sulit untuk kaya karena dalam pikirannya tertanam sebuah paradigma keliru, “Saya tidak mungkin kaya kalau cuma jadi petani.” Kenyataannya, apa yang terjadi persis sama dengan apa yang dia pikirkan. Ketika berpikir “tidak mungkin bisa”, maka energi vibrasi itu akan membentuk energi negatif sama persis dengan apa yang kita sketkan dalam pikiran kita.

Salesman tadi melihat dari sudut pandang yang berbeda, “Saya pasti bisa mencapai target penjualan.” Ketika dia berpikiran seperti itu, maka energi positif potensialnya akan bergerak ke arah sana. Kuanta akan mengubah dirinya menjadi optimisme sehingga mampu menggerakan anggota tubuh yang lain melakukan cara-cara kreatif untuk mendongkrak penjualan. Kuantanya lebih sensitif merasakan getaran vibrasi relasinya. Setiap kali dia hendak melakukan persentasi, selalu pada orang yang benar.

Sedangkan salesman yang tidak mampu memenuhi target, dia berpikiran tidak jauh beda dengan petani tadi, “Saya mungkin tidak bisa memenuhi target minggu ini.” Sehingga dia menjadi gugup dan tidak percaya diri. Dan mengambil langkah penyelamatan yang konyol, menawarkan produk kepada semua orang yang belum tentu berminat. Di sinilah, dia tidak dapat merasakan getaran kuantanya sendiri sehingga kesulitan menemukan pasangan gelombang kuanta pada orang lain (yang kemungkinan besar mau membeli produk yang ditawarkannya). Sedangkan mengenai pengemis tadi, sebentar lagi akan kita bincangkan di sini.

Ada sesuatu yang khas dari gelombang kuanta, dia akan berkecenderungan berkolaborasi dengan gelombang lain yang memiliki frekuensi yang sama. Realita yang tidak terbantahkan bahwa kita akan merasa nyaman ketika berada di dekat orang-orang yang memiliki kebiasaan, hobi, latar belakang, minat, cara pandang dan spiritualitas yang sama dengan kita. Sekarang urutkan nama-nama sahabat Anda, mulai dari paling akrab sampai cuma kenalan biasa. Semakin banyak kesamaan yang Anda miliki, maka semakin dekat persahabatan Anda dengan mereka. Rasulullah saw mengakatan bahwa ruh manusia (pada alam ruh) seperti tentara yang berbaris, dia akan mudah mengenali yang berbaju sama dengannya. Dan inilah sebuah fakta bahwa kita memiliki gelombang kuanta yang berfrekuensi sama dengan orang lain. Supaya pepatah lama mengatakan, birds with the same feathers flock together.

Sekarang kita akan ketuk pintu yang lain, pintu dari Sang Maha Berkehendak, Tuhan semesta alam. Ketika kita mengetuk pintu-Nya, Dia akan segera merespon apa yang kita inginkan. Tentunya ada trik tertentu yang harus kita lakukan. Pada tahapan ini, sebenarnya kita telah menyelam lebih dalam lagi. Setelah pikiran dan perasaan, sebenarnya ada lagi dimensi yang lebih halus dari itu, yakni hati (sumber spiritulitas tempat bersemayamnya God Spot). Kalau bisa dikatakan inilah bagian paling dalam dari bilik kuantum, yang menyimpan kebeningan dan juga kekeruhan sekaligus. Pemilahannya sepenuhnya berada di bawah kendali si empunya, yaitu Anda.

Rasulullah saw mengatakan bahwa hati inilah kunci penentu apakah seseorang baik atau tidak. Hati yang sehat akan mudah menangkap gelombang-gelombang ketauhidan. Sedangkan hati yang sakit, akan menjadi tumpul terhadap suara-suara kebaikan. Dan begitu sensitif untuk melakukan kemaksiatan dan dosa. Kalau saja Anda tidak menjaganya dengan baik, Anda akan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam diri Anda.

Kalau bisa digambarkan secara sederhana, hati adalah radio transmiter yang mampu menangkap gelombang kuanta. Gelombang kuanta ini berada pada frekuensi 99,0 AH. Jika radio transmiter Anda baik, maka putarlah tuningnya pada frekuensi 99,0 AH. Anda akan dapat mendengarkan pancaran energi kuanta alam raya. Sebenarnya energi kuanta itu selalu memancar setiap saat, masalahnya apakah Anda memutar cannelnya atau tidak.

Mekanisme inilah yang bekerja saat kita berdoa. Karena itulah, Allah mengajarkan kepada kita ketika memohon kepada-Nya untuk selalu berada pada frekuensi 99,0 AH ini. Allah memiliki Asma’ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma’ul Husna itu. (QS. Al-Araaf: 180)

Pada saat kita berdoa, pikiran sadar dan bawah sadar kita akan menimbulkan vibrasi yang sangat kuat. Frekuensi getarannya itu sangat ditentukan dengan tingkat iman seseorang. Besarnya energi vibrasi tersebut bisa diukur dengan alat-alat tertentu dan digolongkan dalam fase beta, alfa, delta, dan gamma. Saat yang paling khusyuk berdoa, otak memasuki fase delta, di mana otak bawah sadar kita bekerja dan mengaktifkan gelombang kuanta tubuh yang lain. Sudah dibuktikan dengan berbagai eksperimen, ketika seseorang yang sedang berdoa, energi vibrasi yang ‘dipancarkan’ otaknya bisa masuk ke frekuensi 99,0 AH ini. Dalam saat yang bersamaan, akan ada respon balik. Maka, sudah jadi jaminan bahwa Allah akan mengabulkan setiap permintaan hamba yang memohon kepada-Nya.

Pada waktu-waktu tertentu, sepertiga malam terakhir, adalah waktu paling mustazab dikabulkannya doa. Pada waktu inilah, frekuensi 99,0 AH paling bening. Sangat dianjurkan Anda bangun pada waktu ini lalu bermohon kepada Tuhan pada frekuensi ini. Yakinlah, doa Anda akan segera mendapat respon dan Allah mengabulkannya. Doa yang Anda kirimkan ini adalah semacam gelombang pengumpan untuk mengubah bentuk kuanta yang ada dalam diri Anda. Tapi yang melakukannya bukan diri Anda lagi tapi kekuasaan dari Yang Maha Berkehendak.

Sebagian besar radio transmiter (hati) manusia, senantiasa bermasalah. Penghalang tidak terkabulnya doa, ada di sini penyebabnya, yaitu diri kita sendiri. Dalam bahasa psikologis penghalang ini disebut psychological reversal atau mental block. Kalau Al-Qur’an menyebutnya dengan istilah hati yang berpenyakit. Sedangkan Al-Ghazali mengidentifikasi sebagai hati yang hampir mati, kalau sudah mati maka dia akan menolak kebaikan dan mencintai segala macam kemasiatan. Satu solusi yang ditawarkan Al-Ghazali untuk hati yang sudah mati, ganti dengan hati yang baru. Bagaimana cara mengganti hati?

Jawaban simpel saja, operasi hati. Bagaimana caranya?
Anda harus memiliki keberanian lebih untuk mengoperasi hati Anda itu dengan banyak-banyak berzikir dan berdoa. Namun sebelumnya Anda harus mengamputasinya dengan tobat sebenar-benar tobat (tobat nasuha). Untuk selanjutnya, Anda biasakan untuk banyak berzikir, berdoa dan juga bersedekah. Sedakah juga bisa dijadikan sebagai terapi penyakit hati.

Cara lain untuk dapat menangkap frekuensi 99,0 AH adalah dengan banyak-banyak bersyukur. Pada setiap saat kita dianjurkan mengucapkan hamdalah (Alhamdulillah), secara otomatis otak kita akan masuk pada fase khusyuk. Hati kita menjadi tentram dan lapang sehingga geteran vibrasinya sangat kuat.

Begitu juga dengan sedekah, ini adalah sebuah mekanisme yang sangat mengagumkan untuk menambah potensial energi vibrasi kuanta kesuksesan Anda. Allah akan memberikan balasan yang teramat cepat dari setiap sedekah yang Anda keluarkan. Kuanta dari apa yang Anda sedekahkan itu sebenarnya tidak berkurang tapi malah bertambah. Tanpa Anda duga-duga, kuanta itu akan kembali kepada Anda dalam jumlah yang jauh lebih besar. Dengan kekuatan yang besar itu, sangat memungkinkan untuk merubah nasib Anda dalam waktu yang amat cepat. Inilah bukti kekuasaan Allah yang langsung dipertunjukkan di hadapan hidung Anda. Beberapa keajaiban sedekah ini akan saya sajikan dalam bab keempat dan kelima.
Buku ini saya dedikasikan untuk membuktikan sebuah “keajaiban” yang benar-benar ada itu. Dan, banyak orang yang telah mengalaminya termasuk saya sendiri. Sedekah adalah cara yang paling jitu untuk menggambarkan bahwa Tuhan turut serta mengubah takdir Anda melalui kekuatan energi kuanta yang luar biasa. Sejatinya sedekah itu adalah menambah energi kuanta Anda sendiri bukan menguranginya.

Dalam realitas kuantum, tak ada benda yang benar-benar padat (kita misalkan sebagai uang) semuanya hanya ruang hampa. Energi kuanta yang tak pernah diam itu akan bertambah besar bila volumenya diperbesar. Sedekah akan memperbesar volume kuanta yang Anda miliki. Dengan volume yang besar, tentunya di dapat mengubah apa saja termasuk nasib Anda. Sedekah adalah modal nyata untuk menumpuk kekayaan material dan spiritual dalam diri Anda. Ketika Anda membuka lembaran-lembaran setelah bab ini, Anda akan menemukan sesuatu yang mengagumkan, sesuatu yang dapat mengubah hidup Anda untuk selamanya. Dan sesuatu itu adalah nyata dalam realitas kuantum yang mengagumkan.

Dikuti dari buku Quantum Sedekah: Trik Jitu Melejitkan Kekayaan dan Spiritual, karya Nurrahman Effendi, Terbitan Grafindo, November 2008

Super Human DNA – CITRA MANUSIA

Citra manusia adalah sebuah implikasi psikologis, karena manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah yang cenderung menganut agama yang lurus.

Mereka memiliki kecenderungan untuk mengenal Tuhan, berpihak pada kebenaran, berbuat kebajika, Fitrah diungkap dalam Al-qur’an sebanyak 20 kali yang tergelar di dalam 17 surat, antara lain yang terdapat dalam surat Ar-rum ayat 30 yang artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetapkan atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya.

Firman tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT menurut fitrahnya. Fitrah ini merupakan citra manusia yang penciptaannya tidak ada perubahan, sebab jika berubah maka eksistensi manusia menjadi hilang. Namun secara aktual, citra itu dapat berubah sesuai dengan kehendak dan pilihan manusia sendiri.

Dengan adanya fitrah, maka manusia dapat memilih dan memilah antara kebenaran dan kesalahan serta antara kebaikan dan keburukan. Adapun yang dimaksud citra di sini adalah gambaran tentang diri manusia yang berhubungan dengan kualitas-kualitas asli manusiawi yang merupakan sunnatullah yang dibawa sejak ia dilahirkan.

Adapun potensinya antara lain adalah :

  1. Manusia adalah khalifah Tuhan di bumi.
  2. Manusia mempunyai kapasitas intelegensi yang paling tinggi dibandingkan dengan semua makhluk yang lain.
  3. Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan.
  4. Manusia dikaruniai pembawaan yang mulia dan martabat.
  5. Manusia tidaklah semata-mata tersentuh oleh motivasi duniawi saja.

Adapun citra manusia dalam psikologi Islam dapat disederhanakan sbb :

  1. Manusia dilahirkan dengan citra yang baik, seperti membawa potensi suci, ber-Islam, bertauhid dan menjadi khalifah di muka bumi.
  2. Manusia memiliki ruh yang berasal dari Tuhan yang mana menjadi esensi kehidupan manusia.
  3. Bahwa pusat tingkah laku manusia adalah Qalbu, bukan otak atau jasad manusia; manusia memperoleh pengetahuan tanpa diusahakan, seperti pengetahuan intuitif dalam bentuk wahyu dan ilham; serta tingkat kepribadian manusia tidak hanya sampai pada humanitas atau sosialitas, tetapi sampai pada berketuhanan

Pandangan tentang Manusia dan Pembinaan Suara Hati

Islam menegaskan bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Pelihara saja dasar itu, tidak usah ditambahi dan dikurangi. Meminjam istilah Dante Alegieri dalam bukunya Divina Comedia, menurut Islam manusia itu dilahirkan dalam fitrah yang suci. Sehingga seorang bayi, hidup dalam alam paradiso (kalau mati dalam Islam dianggap langsung masuk ke surga). Dalam perkembangan selanjutnya—dalam istilah keagamaan—karena kelemahannya sendiri, sang bayi yang tumbuh pelan-pelan menjadi dewasa ini lalu tergoda, karena tarikan kehidupan dunia, sehingga sedikit demi sedikit ia masuk ke alam inferno: “neraka dunia” (metafor untuk mereka yang menjauhi diri dari suara hatinya yang suci). Karena dosanya hatinya pun menjadi kotor. Kemudian dalam suatu keadaan yang disebut penyucian, seorang manusia dilatih kembali untuk lepas dari inferno-nya, dari neraka dirinya. Inilah proses ke alam purgatorio, alam pembersihan diri, dimana dari sini akan terbuka kembali alam kefitrahannya, yang pada dasarnya setiap manusia dilahirkan dalam kefitrahan ini: keadaan hati yang ada dalam kecemerlangannya. Sebenarnya fitrah ini bukanlah sesuatu yang didapatkan atau diusahakan, tetapi sesuatu yang “ditemukan kembali.” Itu sebabnya istilah yang dipakai (seperti misalnya dalam Idul Fitri kita minggu depan) adalah “kembali ke fitrah” yang secara simbolik artinya adalah merayakan kembalinya diri kita kembali ke alam paradiso—surga diri, alam kefitrahan manusia, “kembali kepada kecemerlangan suara hati”; asal dari penciptaannya. “Maka hadapkanlah wajahmu benar-benar kepada agama; menurut fitrah Allah yang atas pola itu Ia menciptakan manusia. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah, itulah agama yang baku; tetapi kebanyakan manusia tidak tahu.” (Q. s. al-Rûm/30:30).

Lawan dari fitrah ini, adalah dosa. Apa itu dosa? Al-Qur’an menyebut orang yang berdosa itu sebagai zhâlim –yang sudah menjadi bahasa Indonesia, zalim, lalim— dan sering diterjemahkan dengan arti aniaya. Secara harafiah, zhâlim artinya orang yang menjadi gelap. Dosa dalam bahasa Arab, zhulmun, kegelapan, artinya membuat hati yang gelap (suara hati yang tertutup). Kalau seseorang banyak berdosa, maka hati (suara hati)-nya tidak lagi bersifat nûrânîy (bersifat cahaya [bandingkan istilah bahasa Indonesia suara-hati [kata-hati] dengan hati-nurani ini, yang sama-sama sering dipakai sebagai terjemahan dari conscience]).

Dahsyatnya Metodologi Islam
Satu demi satu manusia yang ada di sekitar Rasulullah SAW berubah. Mereka mengalami proses rekonstruksi (pembangunan ulang) visi dan pandangan hidup mereka tentang diri mereka sendiri sebagai manusia, tentang alam raya yang mengitari mereka, tentang misis kehidupan mereka di dunia. Dan itu menjadi awal perubahan besar yang terjadi dalam skala kepribadian mereka. Dan tiba-tiba gurun jazirah Arab dipenuhi oleh orang-orang besar yang siap memimpin dunia. Bagaimana bisa terjadi seperti itu? Mungkinkah proses spektakuler itu berulang kembali saat itu, pada kondisi peradaban manusia yang tidak berarah ini?

Ternyata Islam memiliki konsep tentang pengembangan diri seorang muslim. Seorang muslim yang memiliki karakter kuat sehingga ia muncul menjadi ‘manusia baru’, dan menjadi model manusia muslim yang mempesona. Dan model manusia seperti inilah yang akan mampu mengemban misi peradaban Islam yang mulia.

Islam tidak hanya mengajarkan manusia bagaimana masuk syurga, namun sebenarnya Islam lebih dari itu. Ada sebuah proses pengembangan diri yang diperhatikan dalam Islam, proses rekonstruksi dari manusia setelah masa Rasulullah di medan revolusi peran manusia di dunia. Konsep-konsep pengembangan diri dalam Islam berorientasi pada pembentukan pribadi muslim yang berkarakter kuar, lahir sebagai manusia baru yang membawa pencerahan pada peradaban Islam.

Untuk menjadi manusia yang bisa diandalkan pada abad ke -21 harus memenuhi ketiga kualifikasi yaitu afiliasi, partisipasi dan kontribusi. Afiliasi adalah manusia diharapkan mempunyai kecenderungan terhadap sesuatu yaitu wilayah nilai Islam sehingga menjadi pribadi shaleh. Saleh secara pribadi dapat dibentuk oleh akidah, metodologi, sikap dan akhlak. Setelah mendapatkan saleh secara pribadi, memberikan partisipasinya. Manusia dapat mensalehkan orang lain karena telah mampu mensalehkan dirinya. Kemudian memberikan kontribusi yakni mempunyai spesialisasi dalam keprofesian maupun bidang ilmu tertentu. Yakni spesialisasi dalam bidang keprofesionalan, kepemimpinan, pemikiran dan keuangan.

Selain itu, untuk menjadi manusia yang bisa diandalkan pada abad ke 21 perlu memiliki konsep diri. Sehingga mempunyai orientasi dalam pengembangan konsep diri. Ungkapan Ibnu Qayyim bahwa untuk memahami diri diperlukan ma’rifatullah dan ma’rifatunnas. Dengan pengetahuan ini manusia mempunyai orientasi / tujuan hidup dan mengetahui cara menggapainya.

Untuk menjadi manusia muslim abad 21 perlu merencanakan pengembangan diri. Sehingga tantangan dakwah sekeras dan seberat apapun dapat diatasi. Berbekal pada pemahaman diri dengan berlandaskan pada pemahaman syariat akan melahirkan kemampuan untuk mengembangkan diri secara optimal. Dalam Q.S.Al Hasyr : 1 didefinisikan sebagai perintah untuk merencanakan hari esok yang diiringi dengan ketakwaan, sebagai landasan syar’I untuk pengembangan diri.

Analisis SWOT untuk diri sendiri menjadi sesuatu hal yang penting untuk setiap manusia agar memahami titik kekuatan dan kelemahan sekaligus peluang unruk diambil dan ancaman yang harus diantispasi. Hal yang cukup berpengaruh dalam proses pengembangan diri adalah motivasi dan kemauan untuk menujunya. Kemauan sebagai tenaga jiwa sehingga untuk membangun kemauan hanya butuh kemauan tenaga. Bagaimana mengumpulkan tenaga, menggunakan dan mengembalikan tenaga yang telah digunakan.

Proses pengembangan diri berlanjut pada mengembangkan kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir merupakan salah satu dari nilai-nilai dasar untuk menjadi orang multidimensi disamping mentalitas yang luar biasa, karakter seimbang dan kondisi fisik yang luar biasa. Dengan mengembangkan kemampuan berpikir, manusia dapat hidup dimana-mana.

6 MODEL MANUSIA

PERTAMA:
model manusia yang hidup di dunia tapi tidak mengerti keinginan dan tujuan hidupnya. tujuan hidupnya hanya memenuhi kebutuhan makan dan minum secukupnya. walau demikian ia selalu mengeluhkan kesulitan hidup yang ia alami

KEDUA:
model manusia yang mengerti keinginannya, tapi ia tidak tahu cara menggapai keinginannya itu. ia hanya menunggu orang yang datang dan menolongnya. model manusia seperti ini lebih menderita daripada model manusia yang pertama.

KETIGA:
model manusia yang tahu tujuan hidupnya dan tahu cara mewujudkan tujuan hidupnya. hanya saja, ia tidak memiliki rasa percaya diri. ia memulai langkah untuk mewujudkan tujuan hidupnya tapi tidak menyempurnakan langkahnya. ia membeli buku, tapi tidak membacanya. begitu seterusnya. ia tidak pernah memulai langkah di jalan kesuksesan. jika melangkah, ia tidak pernah menyempurnakan model manuisa seperti ini lebih menderita daripada 2 model manusia sebelumnya.

KEEMPAT:
model manusia yang mengerti akan keinginannya,tahu cara menggapai keinginan, dan memiliki rasa percaya diri hanya saja ia sering terpengaruh oleh orang lain. setiap kali ia menyelesaikan 1 pekerjaan, ia akan mendengar orang lain kepadanya, “caramu tidak berguna”. anda harus menyelesaikan urusan ini dengan cara yang lain. demikianlah jadinya, ia akan selalu menghancurkan sesuatu yang ia sudah bangun hanya karena pendapat yang berbeda dari orang lain. berbagai pendapat yang ia dengar membuatnya tidak pernah merasa mantap dalam satu kondisi. manusia seperti ini tidak pernah merasa puas dengan pikirannya sendiri. ia akan selalu ketika ia berhadapan dengan berbagai pendapat yang berbeda. dengan demikian ia menjadi model manusia yang lebih sengsara di banding model-model manusia sebelumnya.

KELIMA:
model manusia yang mengerti keinginannya, tahu cara menggapai keinginan, memiliki rasa percaya diri, dan tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain kecuali yang positif. ia berhasil menggapai kesuksesan kerja dan kesiksesan materi. tetapi setelah menggapai kesuksesan, ia mengalami masa kelesuan hingga tidak mampu berpikir kreatif dan tidak mampu meningkatkan kesuksesannya.
Kesuksesan yang ia telah ia capai bisa jadi merupakan kunci untuk menggapai kesuksesan yang lain. Seorang atlet yang bertujuan mempertahankan prestasi puncaknya lebih baik daripada atlet yang hanya bertujuan menggapai prestasi puncak. Setelah menggapai prestasi puncaknya, ia enggan berlatih serius hinnga prestasinya menurun.

Bisa jadi kita telah mendapatkan kesuksesan material. Tapi,ia kehilangan kesuksesan immaterial dan penghormatan moral. Akhirnya, ia akan kehilangan kesuksesan material yang pernah ia gapai. Akibatnya ia akan di tikam oleh berbagai asumsi dan tekanan jiwa.ia mengalami penderitaan yang membuatnya kehilangan keseimbangan jiwa. Contoh:seseorang yang selalu beruntung dan selalu mendapatkan harta yang banyak.tetapi,walau demikian ia selalu gundah dan tidak mendapatkan ketenangan. Ia kehilangan nikmat kesuksesan materi karena kehidupan pribadi dan keluarganya terguncang

KEENAM:
model manusia yang mengerti keinginan, mengerti cara menggapai keinginan, percaya bahwa telah memberikan berbagai kekuatan dan potensi kepadanya, mendengarkan berbagai pendapat orang lain kemudian menimbangnya untuk mendapatkan yang terbaik, dan tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Setelah mengarahkan segala kemampuan dan usaha, yang mengarahkan segalanya (tawakkal) kepada allah ia berhasil menggapai kesuksesan demi kesuksesan obsesinya tidak hanya berhenti pada batas tertentu dengan menggunakan kekuatan mental, berbagai potensi fisik serta otak, dan umur adalah sarana yang membuat manusia dapat melakukan berbagai keajaiban yang terpentingnya adalah memulai langkah dan selalu bersikap tawakkal kepada tuhan universal bagi yang meyakininya.