Makin Tua Makin Pintar

Pada saat lahir seorang bayi memiliki 1.000.000.000.000 sel otak (neuron). Bandingkan dengan jumlah penduduk bumi abad 21 sebanyak 6.000.000.000. Ini berarti dalam kepala bayi terdapat sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia yang tinggal di planet ini.

Tiap sel otak memiliki ratusan dan ribuan cabang atau tentakel yang mirip sekali dengan gurita yang berukuran mikro. Masing-masing tentakel ini berisi jamur atau spina dendrit yang mengandung ribuan zat kimia. Inilah yang membawa pesan diantara sel otak, semua informasi dalam setiap pikiran, setiap pengalaman belajar, dan setiap daya ingat yang dimiliki.

Contoh:
Ketika kita berpikir, sebuah gelombang elektromagnetis bergerak turun ke cabang sel otak, memicu zat kimia di dalam salah satu jamur, yang kemudian dengan cepat menyebrangi jarak pendek untuk memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Hal ini kemudian memicu respons elektromagnetis dari sel otak sebelahnya.

Proses ini berjalan terus sehingga membentuk jejak setapak yang menyerupai jejak setapak berliku-liku di dalam hutan besar. Dan kecepatan gerak zat kimia ini jika dilihat akan seperti air terjun Niagara.

Dan diselidiki jumlah jejak pikiran ini jika dibuat bentuk teks normal akan membentuk deretan angka sepanjang 10,5 juta km!

Dengan begitu banyaknya kemungkinan tersebut otak manusia, jika seumpama keyboard dapat memainkan ratusan juta juta melodi. Tidak seorangpun yang masih hidup yang pernah mendekati penggunaan otak secara maksimal. Kekuatan otak manusia ini tidak ada batasannya. (Petr Akhonin, Ilmuwan Otak).

Beda manusia normal dengan jenius…
“Rata-rata manusia menggunakan 3% kapasitas otaknya dan jenius menggunakan 4%”

Semua serangga, ikan, burung atau hewan memiliki sel otak yang sama dengan yang kita miliki. Hanya jumlahnya lebih sedikit. Jumlah sel otak yang dimiliki inilah yang menentukan kecerdasan satu makhluk hidup.

Bandingkan dengna seekor lebah…
Seekor lebah memiliki kurang dari 1.000.000 sel otak. (1/1000.000 jumlah yg dimiliki manusia).

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh seekor lebah adalah:
Terbang, berkelahi, melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan suhu, menghitung, melindungi, kemampuan bernavigasi, berjalan, berlari, mengingat, bermain, mengasuh, berkembang biak, bekerja secara konstruktif dan kooperatif dalam sebuah komunitas.

Jika seekor lebah dengan jumlah sel otak kurang dari satu juta dapat melakukan semua itu, pikirkan apa yang dapat dilakukan oleh manusia…???

Pada waktu kecil dalam otak kita terjadi suatu ledakan. Saat itu setiap sel otak (neuron) yang jumlahnya berjuta-juta mengeluarkan sejumlah serat yang sangat halus dan kecil ke segala arah, mencari dan membuat sambungan dengan ribuan sampai puluhan ribu sel otak lainnya. Ini yang dinamakan interkoneksi. Proses ini kemudian berlanjut seterusnya seumur hidup. Pada saat lahir jumlah sel otak kita tidak akan bertambah lagi. Yang akan bertambah adalah jumlah interkoneksi inilah.

Fakta penting…
Yang menentukan kecerdasan seseorang bukan jumlah sel otaknya. Sel otak kita sudah memiliki kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Namum, kecerdasan seseorang adalah jumlah interkonkesi sel otak ini. Jumlah interkoneksi ini sebagian besar ditentukan oleh mutu yang sangat baik dari Makanan Otak. Makanan Otak adalah Oksygen, Nutrisi, Kasih Sayang dan Informasi.
(Dari apa yang saya baca dibukunya TONY BUZAN “BRAIN CHILD”)

Makin Tua Makin Pintar
Usia yang bertambah umumnya membuat orang lebih mudah lupa. Memori menurun secara perlahan tapi pasti, memengaruhi segala kemampuan kita dalam beraktivitas.

Namun sebuah penelitian membuktikan bahwa pikiran kita sebenarnya meningkat saat usia kita bertambah. Bahkan, pada usia yang matang itulah terjadi puncak performa otak, demikian menurut buku The Secret Life of the Grown-Up Brain: The Surprising Talents of the Middle-Aged Mind karya Barbara Strauch. Strauch mengungkapkan bahwa menurunnya kemampuan otak pada usia paruh baya sebenarnya hanya mitos. Ia juga memberikan beberapa saran untuk melatih agar otak kita tetap tajam. Berikut tiga alasan yang dikemukakannya mengapa kita justru semakin pintar saat garis-garis halus di sudut mata atau bibir mulai terjadi.

1. Pikiran Anda berkembang.
Banyak yang bilang bahwa kita akan kehilangan ribuan sel-sel otak seiring bertambahnya usia. Namun penelitian menunjukkan bahwa otak kita sebenarnya terus menumbuhkan sel-sel otak saat memasuki usia 40 hingga 68 tahun. Hal ini terutama berlaku untuk lapisan saraf yang disebut myelin, yang membantu Anda memahami lingkungan di sekitar Anda.

Untuk meningkatkan kemampuan otak, Anda dianjurkan untuk berolahraga. Sebab dengan berkeringat, Anda akan meningkatkan aliran darah ke otak. Hal ini memicu regenerasi sel-sel dalam area otak yang dikaitkan dengan memori, kemampuan belajar, dan saraf-saraf lain. Latihan dalam bentuk apapun, seperti latihan kekuatan dan peregangan, akan bermanfaat. Bahkan aerobik pun dianggap lebih efektif dalam menumbuhkan saraf-saraf. Lakukan kardio seperti jalan cepat setidaknya 30 menit sehari, untuk melatih otak Anda.

2. Anda cenderung menggunakan kedua sisi otak.
Ternyata, bukan hanya pengalaman yang membuat orang menjadi lebih bijak saat usianya bertambah, tetapi juga karena perubahan di dalam otak. Tak seperti orang muda yang cenderung menggunakan satu sisi otak saja, pemetaan otak menunjukkan bahwa orang-orang di usia 40 tahun ke atas cenderung menggunakan otak kanan maupun kirinya. Dengan kebiasaan baru ini, Anda akan terbantu untuk menilai situasi dengan lebih baik, dan sampai ke inti perdebatan lebih cepat.

Perbaiki kondisi otak kanan dan kiri Anda dengan mengurangi makanan yang manis, dan konsumsi lebih banyak makanan yang melawan naiknya kadar gula darah. Contohnya, ubi dan gandum utuh.

3. Anda cenderung berpikir lebih kreatif. 
Bagian lobus frontal pada otak yang dikaitkan dengan konsentrasi pada akhirnya akan menurun sejalan bertambahnya umur. Artinya, perhatian Anda akan lebih mudah teralihkan, atau lebih sulit mendapatkan kembali informasi, seperti mengingat nama seseorang. Meski begitu, perhatian yang lebih luas dan kurang fokus bisa memberikan keuntungan dengan memungkinkan Anda menggali solusi yang lebih kreatif bila terjadi masalah. Menurut penelitian, pikiran yang kurang fokus bisa menjadi lebih kreatif karena lebih cenderung menemukan koneksi antara ide-ide yang tampaknya tidak saling berhubungan.

Nah, untuk menajamkan kemampuan Anda, cobalah melakukan kegiatan yang menantang secara mental untuk menjaga saraf-saraf tetap aktif, setidaknya satu kali seminggu. Orang-orang yang sering berpartisipasi dalam kegiatan yang membuat mereka harus memproses informasi, seperti kursus piano atau memelajari bahasa baru, kecenderungan untuk mengembangkan Alzheimer akan berkurang separuhnya.

Referensi : Kompas

Psycho Cybernetics [Manajemen Mind Power]

Seorang pemuda Indian bertanya kepada kakeknya mengapa dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya…

Sang kakek berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua ekor serigala. Serigala yang satu selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang serigala yang lain selalu berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua serigala ini selalu berkelahi.

Lalu siapakah yang menang? tanya si pemuda. Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang kakek.

Earl Nightinghale pernah menuliskan “KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN”. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan mengenai diri kita. Mengapa pikiran itu begitu dahsyat pengaruhnya. Ternyata pikiran-pikiran yang kita masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk watak, watak akan membentuk kebiasaan kita dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita. Jika Anda sering membaca buku-buku tentang motivasi, inti dari semua buku-buku tersebut adalah pada bagaimana kita mengelola pemikiran kita. Begitu banyak istilah yang kita dengar dari motivator-motivator handal, mulai dari Kekuatan Pikiran, Kekuatan Kata-Kata, Psycho Cybernetic, The Secret, dsb. Jika Anda telah membaca semua buku-buku tersebut, intinya hanya ada satu kata yaitu PIKIRAN.

Untuk itu mulai hari ini awalilah hidup kita dengan memasukkan pikiran-pikiran positif dalam diri kita juga pikiran-pikiran besar. Setiap pagi sebelum memulai hari katakan pada diri kita
SAYA BISA,
SAYA PASTI BISA…
SAYA PASTI BISA MELAKUKANNYA. 
TIDAK ADA HAMBATAN SEBESAR APAPUN YANG DAPAT MENGHENTIKAN SAYA.

Man Jadda Wajada (siapa yang bersungguh – sungguh akan berhasil), bisa kita jadikan Afirmasi kunci [Auto Sugesti Positif] untuk membangkitkan TEKAD. Tekad (DETERMINATION) adalah kemauan atau kehendak untuk berbuat sesuatu dengan sungguh-sungguh. Atau bisa juga dikatakan tekad sebagai kemauan yang teguh. Tak tergoyahkan oleh berbagai kesulitan. Tak kendor dengan hadangan masalah.
Ucapkan,

MAN JADDA WA JADA
TEKADKU SUKSES
BILA ORANG LAIN BISA
MAKA AKUPUN BISA

Resep dan Gambaran Kepribadian Sukses ala New Psycho-CyberneticsMaxwell Maltz dalam bukunya yang berjudul “The New Psycho-Cybernetics” (2004) memberi resep tentang gambaran kepribadian sukses, dengan rumusan akronim yang mudah diingat yaitu : SUCCESS. Berikut ini saripati resep yang diberikannya, yang mungkin akan berguna bagi Anda, dan tentunya sebagai bahan refleksi bagi saya sendiri.

1. Sense of Direction (Kesadaran akan Arah)
Carilah sasaran yang layak Anda capai. Lebih baik lagi kalau Anda tetapkan suatu proyek. Putuskanlah apa yang Anda inginkan dari satu situasi. Lihatlah ke depan, jangan ke belakang. Milikilah selalu sesuatu di depan Anda untuk dijadikan harapan.

Kembangkanlah “nostalgia masa depan” ketimbang masa lalu. “Nostalgia masa depan” itu bisa membuat awet muda. Bahkan tubuh Anda pun takkan berfungsi dengan baik, jika Anda tidak lagi menjadi seorang pencapai sasaran dan tidak mempunyai harapan apa-apa lagi. Karena alasan inilah seringkali seseorang meninggal tidak lama setelah pensiun.

Kalau Anda tidak berupaya mencapai sasaran, tidak memandang jauh ke depan, maka sesungguhnya Anda tidak benar-benar hidup.

Selain sasaran-sasaran murni pribadi Anda sendiri, milikilah setidaknya satu sasaran yang bukan pribadi, dimana Anda bisa menghubungkan diri. Berminatlah dalam proyek tertentu untuk membantu sesama, bukan karena wajib, melainkan atas kemauan Anda sendiri.

2. Understanding (Pengertian)
Pengertian bergantung kepada komunikasi yang baik. Anda tidak akan bereaksi tepat kalau informasi yang Anda tindaklanjuti itu keliru dalam mengartikannya.

Untuk mengatasi suatu masalah secara efektif Anda harus mengerti sifat sejatinya. Kebanyakan kegagalan kita dalam berhubungan antar manusia adalah karena salah pengertian. Kita berharap orang lain beraksi dan memberikan respons serta mencapai kesimpulan yang sama seperti kita dari serangkaian fakta atau keadaan.

Manusia bereaksi terhadap gambaran mental mereka sendiri, bukan terhadap segala apa adanya. Kebanyakan reaksi atau posisi orang lain itu bukanlah dimaksudkan untuk membuat kita menderita, sebagai keras kepala atau berniat jahat, melainkan karena mereka artikan dan mereka tafsirkan situasinya secara berbeda-beda. Mereka hanyalah bereaksi sesuai dengan apa yang –bagi mereka- tampaknya benar dalam situasinya.

Mengakui ketulusan orang lain ketika keliru, ketimbang menganggapnya sengaja atau berniat jahat, akan membantu melancarkan hubungan antar manusia dan melahirkan pengertian yang lebih baik diantara mereka.

Tanyakanlah kepada diri sendiri ”Bagaimanakah hal ini tampaknya bagi dia?” “Bagaimanakah ia menafsirkan situasi ini?” “Bagaimanakah perasaannya tentang hal ini?”. Cobalah mengerti mengapa ia bersikap seperti itu.

Seringkali kita ciptakan kebingungan ketika kita tambahkan opini kita sendiri terhadap fakta-fakta yang ada dan sampai pada kesimpulan yang keliru (fakta versus opini).

Fakta : Dua orang teman sedang berbisik-bisik dan berhenti ketika Anda datang
Opini : Pasti mereka sedang menggosipkan aku (reaksi negatif)

Jika Anda dapat menganalisa situasi secara tepat dan dapat memahami bahwa tindakan kedua teman Anda itu bukanlah dimaksudkan untuk menjengkelkan Anda, maka niscaya Anda pun dapat memilih respons yang lebih tepat dan produktif.

Kita harus dapat melihat kebenaran dan menerimanya, entah baik atau buruk. Seringkali kita warnai data yang diperoleh dengan ketakutan, kecemasan, atau hasrat kita sendiri.

Bertrand Russell pernah mengatakan bahwa salah satu alasan mengapa Hiltler kalah dalam Perang Dunia II adalah karena dia tidak sepenuhnya memahami situasinya. Para pembawa berita buruk dihukum. Tidak lama kemudian tak seorang pun berani mengatakan yang sebenarnya. (Mungkin hal ini pula salah satu faktor yang menyebabkan kejatuhan Soeharto dengan kebiasaan laporan Asal Bapak Senang-nya).

3. Courage (Keberanian)
Mempunyai sasaran serta memahami situasinya belumlah cukup. Anda harus mempunyai keberanian untuk bertindak, sebab hanya dengan tindakanlah, sasaran, hasrat, dan kepercayaan itu dapat dijabarkan menjadi kenyataan.

Seringkali perbedaan antara orang yang sukses dengan pecundang bukanlah karena kemampuan atau ide yang lebih baik, melainkan keberanian untuk bertaruh atas ide-idenya sendiri untuk mengambil resiko yang diperhitungkan dan untuk bertindak.

Kita sering membayangkan keberanian sebagai perbuatan kepahlawanan di medan pertempuran, ketika kapal kandas, atau dalam suatu krisis. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari pun sesungguhnya menuntut adanya keberanian.

Jangan berdiam diri yang hanya akan membuat Anda semakin terperangkap. Bersedialah membuat beberapa kesalahan, menderita sedikit kepedihan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Berlatihlah sikap berani dengan “hal-hal kecil”, jangan tunggu hingga Anda bisa menjadi pahlawan besar dalam krisis yang parah. Dengan melatih berani dalam hal-hal kecil, kita dapat mengembangkan kuasa dan talenta untuk bertindak berani dalam urusan-urusan yang lebih penting.

4. Charity (Amal/Belas kasih)
Kepribadian sukses ditandai adanya minat dan menghargai sesamanya. Mereka menghormati martabat, masalah, serta kebutuhan sesamanya. Mereka memperlakukan sesamanya sebagai manusia, ketimbang sebagai pion dalam permainan mereka sendiri. Mereka sadar bahwa setiap orang adalah makhluk Tuhan dan individu yang unik yang layak diberikan martabat dan penghormatan.

Adalah fakta psikologis bahwa perasaan kita tentang diri sendiri cenderung berhubungan dengan perasaan kita tentang orang lain. Kalau seseorang merasa beramal kepada orang lain, dia pasti mulai merasa beramal terhadap dirinya.

Orang-orang yang merasa bahwa manusia itu tidak penting, tidak mungkin menghormati dan menghargai dirinya sendiri.

Salah satu metode yang paling dikenal dalam mengatasi rasa bersalah adalah berusaha berhenti mengutuk, membenci, menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan mereka.

Anda akan mengembangkan citra diri yang lebih baik dan lebih memadai kalau Anda mulai merasa bahwa orang lain itu lebih berharga.

Memperlakukan semua orang dengan hormat adalah amal, oleh sebab itu tidaklah selalu dibalas secara individual dan seketika. Anda tidak bisa memandangnya sebagai transaksi tetapi harus memandangnya sebagai konstribusi Anda terhadap masyarakat pada umumnya.

5. Esteem (Harga Diri)
Dari segala perangkap serta kejatuhan dalam kehidupan ini, harga diri adalah yang paling mematikan, dan paling sulit diatasi karena hal itu adalah lubang dirancang dan digali oleh tangan kita sendiri, yang terangkum dalam ungkapan” Percuma, aku tak bisa melakukannya”

Waspadalah terhadap pencuri kebahagiaan yaitu kritikus di dalam diri sendiri. Ketika kritikus dalam diri sendiri mulai merendahkan kita hendaknya kita tidak ragu-ragu berteriak “Hentikan!” dan menyuruhnya kembali ke pojoknya yang gelap, pantas dihukum karena meragukan kita.

Berhentilah membawa-bawa gambaran mental tentang diri sendiri sebagai individu yang kalah mampu dibandingkan dengan yang lain. Rayakanlah kemenangan Anda, entah besar atau kecil, kenalilah dan pupuklah kekuatan-kekuatan Anda, dan terus ingatlah diri sendiri bahwa Anda bukanlah kesalahan-kesalahan Anda.

Kata “menghargai diri” secara harfiah menghargai nilai diri. Mengapa manusia takjub melihat bintang-bintang, bulan, luasnya samudera, indahnya bunga atau matahari terbenam, tetapi kenapa harus merendahkan diri sendiri? Bukankah semua itu karya Sang Khalik yang juga menciptakan kita?

Menghargai nilai diri sendiri bukanlah egoisme, kecuali Anda berasumsi bahwa Andalah yang berjasa menjadikan diri sendiri Janganlah rendahkan produk-Nya hanya karena Anda sendiri yang kurang tepat menggunakannya.

Jadi, rahasia terbesar dari membangun harga diri ini adalah mulailah dengan berusaha menghargai sesama, hormatilah manusia manapun sebagai makhluk Tuhan yang unik dan sungguh sangat berharga.

Latihlah memperlakukan sesama Anda sebagai manusia yang berharga maka harga diri Anda sendiri pun akan meningkat. Sebab harga diri sejati bukanlah berkat hal-hal yang hebat yang telah Anda perbuat, tetapi berkat menghargai diri sendiri apa adanya–sebagai makhluk Tuhan

6. Self Confidence (Kepercayaan Diri)
Kepercayaan diri dibangun atas pengalaman sukses. Ketika kita pertama kali memulai sesuatu, kemungkinan besar kepercayaan diri kita kecil karena kita belum belajar dari pengalaman bahwa kita bisa sukses. Ini berlaku entah belajar sepeda, berbicara di depan publik, atau dalam aktivitas lainnya.

Adalah benar sekali bahwa sukses melahirkan sukses. Sekecil apapun kesuksesan seseorang dapat digunakan sebagai batu loncatan untuk meraih sukses yang lebih besar.

Teknik penting untuk memupuk kepercayaan diri adalah dengan mengingat setiap kesuksesan yang dicapai di masa lalu dan berusaha melupakan kegagalan di masa lalu.

Tetapi apa yang seringkali dilakukan kebanyakan orang? Mereka justru seringkali menghancurkan kepercayaan dirinya, dengan mengingat kegagalan-kegagalan yang ditanamkan dalam emosinya, sementara kisah suksesnya terlupakan, sehingga akhirnya kepercayaan diri pun menghilang.

Tidak menjadi masalah seberapa sering Anda gagal di masa lalu, yang paling penting adalah upaya sukses yang seharusnya diingat, dikuatkan dan direnungkan.

Kalau kita amati kesuksesan orang lain, hampir semua kesuksesannya tidak pernah dilalui melalui jalan yang lempang, tetapi mereka justru menempuhnya secara zig-zag. Gunakanlah kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan sebagai cara untuk belajar, lalu singkirkanlah itu dari pikiran kita.

7. Self Acceptance (Penerimaan Diri)
Penerimaan diri artinya menerima diri kita sekarang secara apa adanya, dengan segala kesalahan, kelemahan, kekurangan, kekeliruan serta aset dan kekuatan-kekuatan kita. Kita harus menyadari kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan kita sebelum kita dapat mengoreksinya.

Orang yang paling nelangsa serta tersiksa di dunia ini adalah mereka yang terus berupaya meyakinkan diri sendiri mau pun orang lain bahwa mereka adalah lain dari apa yang sesungguhnya. Tak ada kelegaan atau kepuasan ketika Anda akhirnya menanggalkan segala kepura-puraan dan bersedia menjadi diri sendiri. Berusaha mempertahankan kepura-puraan bukan saja merupakan tekanan mental yang hebat, tetapi juga akan terus menerus menuntun pada kekecewaan dan frustrasi pada saat seseorang beroperasi di dunia nyata dengan keadaan diri yang fiktif.

Mengubah citra diri tidaklah berarti mengubah diri Anda, melainkan mengubah gambaran mental Anda, estimasi Anda, konsepsi Anda dan kesadaran Anda akan diri. Kita bisa mengubah kepribadian kita, tetapi tak dapat mengubah diri dasar kita.

Belajarlah diri Anda apa adanya dan mulailah dari sana. Belajarlah untuk secara emosional mentolerir ketidaksempurnaan pada diri Anda. Penting kita sadari secara intelektual kekurangan-kekurangan kita tetapi janganlah sampai kita membenci diri sendiri karenanya. Janganlah membenci diri sendiri karena Anda tidak sempurna. Tak ada seorang pun yang sempurna dan mereka yang pura-pura dirinya sempurna akan terkurung dalam kenelangsaan.

Sumber :
Maxwell Maltz. 2004. The New Psycho-Cybernetics. (alih bahasa:Arvin Saputra, editor Lyndon Saputra). Batam: Interaksara

GURU BESAR NAQS DNA
Edi Sugianto, C.H. C.Ht.
Alamat : Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah – Kabupaten Gresik
Jawa Timur – Indonesia
HP : +6281231649477
Telfon Rumah : (+6231)-3940577
RUTE ►
KOTA GRESIK ► MANYAR ► SEMBAYAT ► SEDAYU ► SEKAPUK.
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
DARI SURABAYA ;
DI TERMINAL BIS OSOWILANGON SURABAYA, CARILAH BIS ARMADA SHAKTI JURUSAN SEDAYU. BISA LANGSUNG TURUN DI SEKAPUK.
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16

THE POWER OF WIRID KEBIASAAN

Anda BISA karena BIASA.
Anda Luar Biasa karena sudah terbiasa.

Ada kebiasaan tertentu yang menyebabkan seseorang terus menerus sukses. Sedangkan kebiasaan lainnya mengakibatkan seseorang terus mengalami kegagalan. Kebiasaan sukses membawa kemajuan setiap harinya, sedangkan kebiasaan gagal menyebabkan seseorang mengalami kemunduran atau hanya berjalan di tempat.
Nah, kebiasaan mana yang ingin kita miliki?

Thomas H. Huxley, seorang penulis abad 19, mendefinisikan dengan baik sekali tentang kebiasaan orang-orang sukses, yaitu,” Kemampuan melakukan hal yang harus dilakukan, ketika itu memang perlu dilakukan, tidak peduli anda suka atau tidak dalam melakukannya.”

Jadi sebenarnya manusia adalah budak dari kebiasaannya, jika demikian mengapa kita tidak memilih menjadi budak dari kebiasaan yang baik. Maxwell Maltz yang terkenal sebagai bapak Psichocybernetic mengatakan bahwa untuk menciptakan sebuah kebiasaan dibutuhkan 21 hari. Artinya selama 21 hari ke depan kita memiliki kekuatan untuk menciptakan kebiasaan yang baik atau buruk, kebiasaan gagal atau sukses. Dan dibutuhkan usaha yang konsisten untuk menciptakan sebuah kebiasaan buruk seperti juga menciptakan kebiasaan baik. Kebiasaan yang konsisten ini dikenal sebagai disiplin diri.

Itulah landasan dasar kenapa siswa NAQS harus melatih diri selama 21 hari setelah menerima Attunement NAQS DNA. Yaitu agar kemampuan tersebut terinstall dengan baik ke dalam dirinya, dan menjadikannya sebagai sebuah kemampuan yang natural atau alamiah.

Pertama kita perlu melihat lagi arah tujuan yang kita inginkan. Kesehatan seperti apa yang kita ingin miliki setidaknya 1 tahun kedepan. Hanya mengurangkan satu sendok nasi dari porsi anda selama setahun akan mengakibatkan berat badan anda turun dua kilogram. Bangun lebih pagi dan berlatih SELF HEALING selama 15 menit akan memberikan 100 jam dalam setahun. Pikirkan peningkatan kesehatan kita dengan tambahan 100 jam berlatih SELF HEALING dalam setahun?

Meluangkan 15 menit tambahan untuk ber-MEDITASI/zikir akan menghasilkan 100 jam tambahan untuk anda mengembangkan relasi dengan pencipta anda, yang bisa menambah tingkat spiritual anda.

Meluangkan waktu khusus dua jam dengan keluarga setiap harinya akan memberikan 700 jam waktu berkualitas yang bisa membangun hubungan sangat luar biasa dengan keluarga anda.

Hal kecil bila dilakukan dengan disiplin sangat dahsyat akibatnya. Saya pernah melihat batu cadas yang keras menjadi berlubang hanya karena terus ditetesi air yang begitu lembut. Batu karang yang begitu keras terkikis oleh ombak di pantai.

Begitu pula impian anda yang mustahil bisa terwujud dengan disiplin harian yang sudah diperhitungkan perlu dilakukan untuk mencapai kesuksesan anda. Tindakan harian yang konsisten ini akan mengakibatkan anda memiliki kebiasaan sukses yang pada gilirannya akan menentukan nasib anda. Karena nasib adalah buah dari pohon kebiasaan, entah nasib baik atau buruk.

Tentu kita tidak bisa mengendalikan hal yang berada di luar kendali kita, namun orang sukses memilih untuk mengontrol apa yang bisa dikendalikan yaitu fikiran dan sikap di dalam diri sendiri. Karena sikap kita akan mengontrol tindakan kita yang nantinya membentuk kebiasaan yang pada saatnya akan merangkai nasib kita.

Aristoteles seorang filsuf yang hidup di masa lampau mengatakan bahwa manusia belajar paling efektif dengan belajar melakukan. Seorang belajar berjalan dengan berlatih berjalan setiap hari. Juga seorang atlet sepeda menjadi ahli dengan berlatih setiap hari.

Juga seorang perenang menjadi perenang yang handal dengan berlatih setiap hari selama berjam-jam. Begitu pula seorang astronot, juru masak, penulis, sampai pemusik menjadi pakar karena melakukan latihan setiap harinya selama bertahun-tahun. Begitu pula pemikir besar melatih pikirannya setia hari untuk berpikir hal yang bijaksana, sama seperti pemikir pecundang atau pemikir negatif yang melatih pikirannya setiap hari untuk mendapatkan hasil yang kecil atau nasib buruk.

Hati-hatilah mengontrol tindakan anda setiap harinya. Sadarilah apa yang anda plikirkan dan lakukan, apakah akan membawa kebaikan atau keburukan. Akan membawa anda ke tempat yang anda inginkan atau hanya diam di tempat.

Mulailah dengan akhirnya dalam pikiran anda, dan selamat untuk anda karena sekarang anda sudah memiliki alat yang begitu kuat yang bisa membawa anda ke tempat manapun anda ingin pergi atau menjadi. Bacalah pengetahuan ini setiap hari sampai semua pelajarannya meresap menjadi bagian diri anda dan mengubah anda selamanya. Sharingkan kepada orang yang anda kasihi. Dengan berbagi anda akan menjadi semakin berlimpah. Murah hati adalah bagian dari kebiasaan orang sukses. Dan anda akan memiliki lingkungan pemenang.

Ajak orang lebih banyak untuk mendapatkan kebijaksanaan secara teratur dari web ini. Dan jika anda telah mendapatkan hasil atau memiliki sesuatu untuk disharingkan, silahkan berbagi dengan teman lainnya dengan mengirim email.

Sukses Besar untuk anda, salam Great Life!

GURU BESAR NAQS DNA
Edi Sugianto, C.H. C.Ht.
Alamat : Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah – Kabupaten Gresik
Jawa Timur – Indonesia
HP : +6281231649477
Telfon Rumah : (+6231)-3940577
RUTE ►
KOTA GRESIK ► MANYAR ► SEMBAYAT ► SEDAYU ► SEKAPUK.
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
DARI SURABAYA ;
DI TERMINAL BIS OSOWILANGON SURABAYA, CARILAH BIS ARMADA SHAKTI JURUSAN SEDAYU. BISA LANGSUNG TURUN DI SEKAPUK.
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16

KEKUATAN OTAK

JELAJAHI KEKUATAN OTAK
Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi jenius. Idealnya memang harus dipersiapkan sejak kecil dengan mengaktifkan fungsi otak untuk mengembangkan kecerdasan-kecerdasan yang menunjang prses pembelajaran. Bagi kita yang telah memasuki usia remaja juga dapat memberdayakan otak secara optimal, untuk itu kita harus mengetahui terlebih dahulu cara kerja otak tersebut. Percayakah anda bahwa otak manusia lebih hebat dari komputer tercanggih pada saat ini. Pilih menu berikut untuk mengetahui lebih dalam tentang kekuatan otak kita.

Kekuatan Karakter Otak 

  1. Mengapa kita tidak menjadi pembelajar yang lebih baik padahal kita memiliki 200 miliar sel otak?
    ► Ini sama banyaknya dengan jumlah bintang di sejumlah galaksi.
  2. Mengapa kita tidak bias lebih baik dalam mengingat sesuatu hal padahal otak kita dapat menyimpan sekitar 100 miliar bit informasi ?
    ► Ini ekuivalen dengan 500 ensiklopedia.
  3. Mengapa kita tidak lebih baik dalam memahami sesuatu hal padahal otak kita mempunyai lebih dari 100 triliun kemungkinan koneksi/sambungan? Pelajari di artikel ini AKTIVASI DNA ULUL ALBAB.
    ► Ini akan menjadi computer yang paling canggih.
  4. Mengapa kita tidak lebih kreatif padahal kita rata-rata melakukan 4000 pemikiran setiap 24 jam
    ► Itu berarti Rp 400.000,-/hari apabila satu sen per pikiran,

Anda penasaran..?
Ingin tahu jawabannya..?
Jawabannya sederhana, kebanyakan dari kita mempunyai kebiasaan masuk ke dalam potongan kecil dari seluruh kemampuan otak kita. Menurut para ilmuwan di Sanford Research Institute kita hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otak kita. Dari 10 persen itu sebagian besar hanya mengoptimalkan belahan otak kiri. Nah, sekarang bias kita bayangkan mengapa akhir-akhir ini banyak kita dapati orang menjadi stress, sibuk memikirkan pelajaran, pekerjaan atau masalah-masalah lain. Hal ini disebabkan karena mereka hanya mengoptimalkan sbagian kecil dari fungsi otak sedangkan bagian yang lainnya tidak dimanfaatkan (90 persen potensi kemampuan otak tetap tidak dikeluarkan).

Struktur Otak

Otak Reptil (Satpamnya Otak)
Sistem pengamanan otak kita , utamanya dikendalikan oleh system atau otak reptile kita. Otak reptil ini terletak di lapisan paling dalam dari sel otak kita. Ia bekerja secara instinctive otomatis. Pada situasi aman ia bekerja dengan cara normal, seperti biasanya kita. Sedangkan dalam situasi berbahaya atau mengancam ia bekerja dengan cepat dan mengerahkan seluruh kekuatan untuk melawan bahaya atau melarikan diri menghindari bahaya.

Untuk keperluan belajar dan berpikir kreatif, mestinya otak reptile dikondisikan aman. Dalam kondisi aman, otak reptile mampu bekerja dengan baik dan mendukung bagian otak lain untuk belajar. Bahkan dalam kondisi aman ini, memungkinkan otak untuk lebih berani mengungkapkan ide-ide baru. Ide-ide baru yang mungkin belum pernah ditemukan orang, sehingga berkembanglah pemikiran-pemikiran kreatif. Sementara itu dalam situasi terancam otak reptile akan memberintak. Termasuk hal-hal yang mengancam otak reptile adalah takut pada guru, takut tidak lulus, cemas mendapatkan nilai jelek atau ketakutan lainnya.

 Limbik/Mamalian (Manajernya Otak)
Sebuah luar dari lapisan otak reptile terdapat lapisan otak mamalia –lymbic system-lapisan tengah. Otak mamalia berfungsi mengendalikan emosi dan perasaan kita. Peran emosi dalam kehidupan dan dan belajar telah diteliti dengan baik oleh Daniel Goleman, yang dikenal dengan Emotional Intelligence atau EQ.

Pada situasi yang membosankan dan jenuh, otak mamalia bekerja secara negative. Misalkan pada siang yang panas, kita diminta untuk membuat suatu karangan di dalam kelas. Apa yang kita rasakan?

Mungkin malas, bosan atau jenuh. Sebaliknya apabila otak mamalia kita dibuat tergugah, termotivasi, terpancing dan bersemangat maka kita akan mampu menyelesaikan beragam persoalan dengan lebih baik. Untuk contoh di atas apabila diberikan alternative penyelesaian yang lebih menarik, misalkan siswa boleh membuat karangan di mana saja yang dianggap nyaman. Boleh di taman, di perpustakaan, dan lain-lain. Bila otak mamalia sudah mendukung hasil belajar akan lebih optimal.

Neocortex (Direkturnya Otak)
Lapisan sebelah luar dari otak mamalia adalah lapisan otak neocortex. Lapisan terluar yang hanya dimiliki oleh manusia tidak oleh mahluk lain. Keberadaan otak neocortex menjadi keistimewaan manusia. Dengan neocortex manusia mampu membaca dan menulis puisi, mampu melakukan perhitungan yang rumit, menyusun rumus-rumus dan sebagainya. Tak ada satupun binatang yang mampu melakukannya.

Satu hal penting yang harus digarisbawahi adalah otak neocortex dapat bekerja secara optimal jika didukung oleh dua lapisan otak yang lebih bawah yaitu mamalia dan reptile. Neocortex dapat berpikir secara kreatif jika emosinya senang, bersemangat, termotivasi dan instinknya merasa aman. Sebaliknya otak neocortex tidak dapat bekerja dengan baik jika otak mamalia bosan dan otak reptile terancam.

Belahan Otak Kiri dan Kanan

Keberbakatan, kepandaian dan kreatifitas ditentukan oleh struktur otak. Cerebaral cortex otak dibagi dalam dua belahan, belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum.

Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan.

Respon, tugas dan fungsi belahan otak kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seseorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik. Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik (seperti untuk belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika). Jadi bagian otak ini yang digunakan untuk berpikir mengenai halhal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama.Belahan otak kanan berfungsi untuk berpikir holistic, spasial, metaphoric dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variable serta dimensi humanistic mistik.

Otak kanan ini mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukankreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warnawarni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.

Seseorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Karena itulah mereka yang terdidik untuk lebih dominant berpikir secara logis akan cenderung mengabaikan kemampuan kreativitasnya, sehingga akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk berpikir di luar batas rasional yang telah diajarkan padanya. Ia akan menjadi seseorang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan meyakini bahwa caranya tersebut adalah yang paling efektif.

Misalnya seseorang yang tidak pernah diajarkan untuk menggunakan pola piker yang logis dan rasional akan menjadi seorang pelukis dan desainer yang hebat, tetapi kurang terbiasa dengan gambar arsitektural yang memerlukan pemikiran logis dengan susunan dan perhitungan analitis.

Juga ditemukan fakta,bahwa salah satu sisi otak yang kurang dipergunakan tersebut diaktifkan, seringkali hasilnya akan menjadi jauh lebih efektif dibandingkan hanya salah satu bagian saja yang aktif. Ternyata, bila kedua sisi otak tersebut dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi maka akan terjadi suatu sinergi yang memberikan hasil akhir yang lebih baik. Pemberian beban yang sama kepada kedua dimensi pikiran ini, kita dapat berpikir lebih efektif dengan santai. Daripada hanya terbiasa dengan pola berpikir secara ilmiah atau imajinatif, tentu akan jauh lebih baik lagi bila kita mampu berpikir dengan kedua pola tersebut secara terpadu. Untuk memperoleh kemampuan tersebut, anda hanya perlu melatih pengembangan kekuatan otak anda seluruhnya, dan potensi tersebut terdapat pada diri setiap orang, termasuk ANDA!!!!!!!!!!!!

Mengoptimalkan Kerja Otak

A. Menghafal Cepat
Ada 6 tips kita dapat menghafal dengan cepat.

  1. Indera
    Keterampilan memperhatikan perlu kita pelajari, karena akan sulit mengingat sesuatu apabila kita tidak memperhatikan dari awal. Dengan menggunakan kombinasi penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah), akan menciptakan memori terkuat.
  2. Buat Kesan
    Untuk membuat sesuatu dapat diingat buat menjadi berkesan, buat kesan objek yang akan kita ingat secara imajinatif dan berlebih-lebihan.
  3. Mainkan Emosi
    Kesan yang bermuatan cinta, kebahagiaan, dan kesedihan mudah untuk diingat. Dengan menggunakan kesan dari perasaan hangat, perasaan yang membuat jantung kita berdegup kencang dan memancarkan kebahagiaan, akan membantu memori kita.
  4. Asosiasi dan Imajinasi
    Gunakan asosiasi dan imajinasi pribadi kita seperti anggota-anggota keluarga kita, rumah kita, kantor, teman-teman, peristiwa, dan hal-hal yang istimewa bagi kita.
  5. Repitisi
    Berkonsentrasilah secara penuh pada materi yang sedang dipelajari dan mengulangnya dengan cara yang berbeda dan kreatif seperti mengucapkannya keras-keras dan lebih baik bila dibuat peta pikiran.
  6. Buat Password
    Usahakan mengingat bagian pertama dan terakhir karena bagian tersebut paling mudah untuk diingat. Buat password untuk bagian-bagian tersebut dan jadikan keyword untuk mengingat bagian-bagian lain.

B. Memahami Bacaan dengan cepat
Langkah-langkah yang harus kita lakukan agar dapat memahami bacaan dengan cepat adalah sebagai berikut:

  1. Bacalah hanya kata-kata yang penting seperti judul, sub judul, kata bercetak tebal, bergaris miring dan buat peta pikiran.
  2. Renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama, hubungkan masing-masing sub judul dengan judul. Pikirkan dengan cara menerka-nerka apa yang kira-kira dibahas dalam judul. Dengan menerka-nerka berarti mengaktifkan fungsi kerja otak.
  3. Baca kembali kata-kata penting satu kalimat pertama untuk setiap paragraph, karena biasanya ide utama setiap paragraph ada di kalimat utama yaitu kalimat pertama masing-masing paragraph, terutama untuk tulisan karya ilmiah.
  4. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Biasanya kita telah memahami isi tulisan secara umum dan menyeluruh. Apabila muncul pertanyaan dalam tulisan yang sedang kit abaca untuk mengetahui lebih detil lagi, tebaklah jawaban-jawaban yang mungkin menurut kita. Benar atau salah tebakan kita bukan masalah yang jelas dengan menebak otak kita menjadi lebih aktif
  5. Bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik. Renungkan kembali apa yang telah kita peroleh. Ulangi langkah ini, lengkapi dengan membuat peta pikiran.

C. Berhitung Cepat
Ada banyak teknik berhitung cepat, berikut beberapa teknik yang dapat membantu kita untuk berhitung lebih cepat.

1. Kuadrat 2 angka
a. Bila angka satuannya berupa angka 5, kerjakan dengan cara sebagai berikut:
422 = 2025 dari 4x(4+1) = 20 dan 52 = 25 menjadi 2025
152 = 225 dari 1x(1+1) = 2 dan 52 = 25 menjadi 225
b. Bila angka puluhannya berupa angka 5,
562 = 3136 dari 52+6 = 31 dan 62 = 36 menjadi 3136
572 = 3249 dari 52+7 = 32 dan 72 = 49 menjadi 3249
c. Bila angkanya sembarang,
642 = 2.6.4 = 48 532 = 2.5.3 = 30
62.42 = 3616 52.32 = 25-9
= 4096 = 2509

2. Perkalian 11
12 x 11 = 132
Perhatikan angka 12 nya saja; dari kiri ke kanan, tambahkan kanannya;
2 + 0 = 2 dan 0 + 1 = 1
14 x 11 = 154
4 + 0 = 4 dan 1 + 4 = 5 dan 0 + 1 = 1

Setiap orang memiliki tingkat IQ yang berbeda dari yang lainnya. Namun, orang yang ber-IQ rendah tetap dapat meningkatkan kinerja otaknya. Berikut cara-caranya:

  1. Mengajarkan orang lain
    Dengan mengajarkan orang lain, kita tidak hany ahapal namun juga mengerti konsep karena kita akan mempersiapkan kalau saja ada pertanyaan.
  2. Menulis sebuah artikel
    Hal ini lebih efektif daripada anda hanya membaca buku karena Anda akan diajak menelusuri setiap hal yang berkaitan dengan topic yang Anda bahas di artikel tersebut.
  3. Memulai membuat sebuah bog
    Memulai blog dapat menstimulasi otak untuk memikirkan apa yang sudah terjadi dan memikirkan apa yang akan terjadi dengan artikel-artikel kita.
  4. Menjaga kesehatan tubuh
    Hal yang satu ini terdengar sepele padahal inilah yang terpenting. Bagaimanapun jika otak kekurangan asupan oksigen dan nutrisi semua hal untuk meningkatkan keampuan otak akan sia-sia saja.
    •   Makan setiap beberapa jam untuk mempertahankan gula darah anda pada level yang tinggi.
    •   Olahraga setiap hari.
    •   Melakukan relaksasi beberapa menit setiap hari.
    •   Tidur setidaknya tujuh jam setiap hari.
    •   Minum banyak air.
    •   Makan siang sedikit.

    Makan siang yang berlebih cenderung membuat orang menjadi ngantuk, gantilah dengan makan siang yang sedikit dan obrolan yang menarik.

  5. Mencoba untuk menggunakan kelima indera saat belajar.
    Sementara orang lain belajar dengan cara yang berbeda, kami memulai proses pembelajaran dengan melihat gambar dan menerjemahkannya menjadi ide. Dari buku bergambar, kami mencoba belajar dengan menggunakan indera penglihatan.
    Saat anda perlu mengerti suatu hal dengan cepat, indera penglihatan akan membantu anda membuat gambaran tentang suatu topik pada pikiran anda. Gambarkan juga pada selembar kertas. Anda bisa gambarkan apapun, sebuah tabel, grafik, atau hanya aliran waktu. Terus tambahkan gambar pada pikiran anda sementara anda belajar dan ciptakan terus gambar di pikiran anda selagi anda berpikir. Lebih baik lagi jika anda tidak membatasi diri anda dengan gambar visual. Belajarlah dengan kelima indera.
  6. Meningkatkan motivasi belajar
    Motivasi adalah alat yang handal untuk meningkatkan kemampuan otak. Apabila kita tidak ingin belajar misalnya, motivasi ini yang nantinya akan menggerakkan kita untuk belajar apapun yang terjadi. Anda dapat pula memberikan imbalan untuk Anda sendiri dalam mencapai sesuatu agar motivasi Anda terpacu.
  7. Belajar ketika Anda tidur
    Namun, sebuah bukti menunjukan bahwa anda dapat belajar pada masa tidur ringan, sebuah kondisi sebelum anda tertidur nyenyak.

Namun perlu diingat bahwa materi yang anda dengarkan tidak lebih dari fakta, tanggal, kosa kata, dan materi yang ringan lainnya. Anda tidak dapat mempelajari materi yang berat pada tahap tidur ringan.

Baru-baru ini, peneliti di jerman menemukan bahwa penggunaan stimulasi elektrik pada tahap tertentu dalam tidur dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengingat fakta.

Cara-cara di atas sangat mudah diterapkan yang terpenting adalah dilakukan secara teratur. Dengan begitu Anda dapat menyaingi si Jenius. Selamat mencoba!

Penutup
Setelah membaca rubrik ini anda sudah memiliki pengetahuan tentang bagaimana otak kita bekerja dan bagaimana cara mengoptimalkan kerjanya. Sekarang anda dapat membaca dan berhitung lebih cepat dan efisien, memecahkan masalah dengan lebih mudah, dan meningkatkan memori apabila anda mau mengaplikasikannya.

BAHAN BACAAN ; JELAJAHI KEKUATAN OTAK

VIRTUAL COMMUNITY SUCCESS NAQS DNA

Sahabat, lingkungan sangat kuat pengaruhnya terhadap pembentukan watak kita. Dan watak erat kaitannya dengan pola fikir dan perilaku yang juga erat kaitannya degan nasib kita. Bila lingkungan kita tidak kondusif untuk membina karakter sukses pada diri kita. Maka bentuklah lingkungan buatan kita sendiri. VIRTUAL COMMUNITY adalah lingkungan yang tepat untuk mengembangkan karakter sukses anda.

VIRTUAL COMMUNITY bisa kita bentuk di dunia maya, salah satu contohnya adalah membentuk group di fesbuk atau yahoo, dll.

Saya sudah membentuk Group QUANTUM TRANSFORMASI NAQS DNA di fesbuk dan yahoo, ini linknya ;silahkan klik gambar di bawah ini ;


Click to join NAQSDNA

Anda bisa membentuk group yang sesuai dengan selera dan minat anda sendiri………..

Perubahan merupakan suatu hal yang mutlak bagi manusia. Sudah fitrah nya bagi kita untuk berkembang karena sesuai dengan bertambahnya usia. Dan perkembangan itu didapat dari perubahan. Sesuai dengan usia, akan bertambah juga kebutuhan dan keinginan. Intinya, perubahan itu perlu dan tidak bisa dihindari.

Salah satu perubahan yang mendasar dalam hidup manusia adalah perubahan mindset atau cara berpikir. Mindset manusia perlu diubah apalagi ingin berkembang, baik dalam pengetahuan, skill maupun pengalaman. Salah satu pemincu untuk mengubah mindset adalah lingkungan. Lingkungan mempengaruhi sangat besar dalam membentuk karakter maupun mindset. Bisa ditebak sifat seseorang apabila kita tahu lingkungannya seperti apa.

Mindset dapat didefinisikan sebagai “driver” (penggerak) dari motivasi afektif (psikologis) dalam melakukan kegiatan psikomotorik sehari-hari. Dengan kuatnya motivasi psikologis tersebut, seseorang akan “sadar motif” sehingga ia mampu mencapai tujuan rasionalnya dengan langkah tepat.

Berbicara tentang “sadar motif” sebagai esensi mindset pemenang, maka hal tersebut bisa didapat melalui cara “ditumbuhkan” (by design) dan bisa melalui cara “menemukan sendiri” (by experiences).

Mindset yang ditumbuhkan tersebut akan sangat dipengaruh oleh nilai-nilai dan budaya keluarga serta lingkungan sosialnya. Mindset yang ditumbuhkan tersebut akan dapat ditransformasikan secara lebih cepat. Reportase tentang “para outliner”, yaitu orang dengan prestasi super, menunjukkan bahwa mereka sebenarnya mampu meraih prestasi puncak dibidangnya masing-masing adalah karena “keberuntungan” yang diciptakan oleh keluarganya. Keberuntungan ini didesain secara sadar oleh orang tua mereka, bukan berdasarkan wangsit, tetapi dengan menciptakan lingkungan kondusif bagi perkembangan anaknya dalam mencapai “mimpinya”. Jadi, “meskipun Bapaknya sopir angkot, anaknya bisa jadi pilot, meskipun Ibunya suster, anaknya bisa jadi dokter”.

Hal tersebut diatas berarti bahwa para orang tua mereka mampu menciptakan “success environment” hingga “winner environment” bagi anak-anaknya. Ketika budaya sukses dan pemenang telah melekat dalam diri mereka, maka mereka akan mampu melakukan “scanning” dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, termasuk “memilah” dan “memilih” teman sebagai komunitas untuk meningkatkan kesuksesan. Bila lingkungan pertemanan kita orang luar biasa, maka kita akan terimbas berpikir super luar biasa, begitu sebaliknya. Tidak salah bila seorang Nabi Besar mengatakan bahwa “Orang itu Tergantung (Jenis) Temannya”.

Adapun bila “sadar motif” dari mindset tersebut ditumbuhkan melalui cara “menemukan sendiri”, maka prosesnya bisa lama dan tidak efisien, meskipun punya keunggulan bahwa “esensi” sadar motif tersebut akan sangat kuat terpatri dalam ingatan karena hasil dari pengalaman langsung. Meskipun demikian, mengembangkan mindset dengan cara ditumbuhkan adalah lebih unggul karena cara tersebut akan mempercepat “kesadaran akan kebenaran” seseorang dalam menemukan sadar motif “by experiences”.

Pertanyaan terbesar adalah, bagaimana mengubah mindset dengan lingkungan yang tidak kondusif dengan melakukan perubahan itu sendiri. Pemikiran mudah dan sederhana adalah keluar dari lingkungan tersebut.

Tapi selayaknya manusia yang memilih kategori ”aman” adalah tetap bertahan di lingkungan tersebut. Layaknya quote ”Me Against The World”, seolah-seolah kita sendirian dalam melawan dunia untuk merubah mindset yang kita perlukan agar bisa berubah dan berkembang. Pada umumnya, manusia itu menyerah menghadapi lingkungannya dan memilih untuk ”stay” di mindset nya tersebut.

Ada beberapa tipikal manusia yang memilih untuk tetap mengubah mindset, salah satunya adalah keluar dari lingkungan sebelumnya lalu mengambil resiko-resiko disini adalah lingkungan baru yang dia pilih. Lingkungan baru yang penuh kejutan dan hal-hal yang tidak disangka-sangka beserta segala ketidakpastiannya. Namun, layaknya keluar dari ”comfort zone”, usaha masuk ke lingkungan baru merupakan salah satu upaya memperbesar ”comfort zone”-nya sendiri. Sebab dengan kondisi ”uncomfort zone” dan kemampuan adaptasi manusia yang mengagumkan, makin lama ”uncomfort zone” menjadi ”comfort zone” yang baru hasil perluasan.

Naluri alamiah manusia yang cenderung takut akan hal-hal yang baru dan tidak pasti. Sangat lumrah timbul ketakutan akibat ketidak tahuan. Seperti para motivator bilang, ketakutan hanyalah fantasi berlebih-lebihan yang kita ciptakan sendiri. Ketakutan yang timbul akibat terbatasnya kemampuan manusia.

Maka langkah yang termudah tanpa meninggalkan lingkungan kita yang ada, namun kita dapat melakukan restrukturisasi dan reprogramming pola fikir kita adalah melalui VIRTUAL COMMUNITY.

VIRTUAL COMMUNITY adalah lingkungan yang aman untuk tempat kita membentuk pola fikir sukses di dalam pikiran kita. VIRTUAL COMMUNITY adalah sebuah bentuk lingkungan masa depan. Kita dapat bertukar fikiran dan bergaul dengan berbagai manusia dari segala penjuru dunia tanpa meninggalkan rumah kita.

Dan dalam hal ini NAQS DNA telah hadir membentuk sebuah komunitas virtual dalam rangka menciptakan “success environment” hingga “winner environment” bagi anggota-anggotanya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Samuel Smiles mengawalinya dengan gagasan atau pikiran.
Tanamlah gagasan, petiklah tindakan.
Tanamlah tindakan, petiklah kebiasaan.
Tanamlah kebiasaan, petiklah watak.
Tanamlah watak, petiklah nasib.

Dimulai dari gagasan yang diwujudkan dalam tindakan, kemudian tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan yang dilakukan berkali-kali akan menjelma menjadi watak, dan watak inilah yang akhirnya mengantarkan kita kepada nasib. Jadi nasib kita, kita sendirilah yang menentukan. Nasib kita ada di tangan kita.

Pertama, kita membentuk kebiasaan, 
akhirnya, kebiasaan membentuk kita.
Kumpulan dari pikiran dan perasaan kita akan menjadi ucapan kita, 
kumpulan dari ucapan kita akan menjadi kebiasaan, 
kumpulan dari kebiasaan akan menjadi nasib kita.

Apakah Anda tahu foto siapa yang tercantum pada lembaran uang $100 USD. Siapa sebenarnya dia kok sampai dimuat pada uang lembaran tertinggi dalam mata uang dolar, orang pentingkah dia?, orang hebatkah dia?, tokoh apa sebenarnya dia?

Dia adalah Benjamin Franklin, Anak ke 15 dari 17 bersaudara, dari keluarga miskin pembuat lilin & sabun, hanya sekolah 2 tahun dan tidak lulus sekolah apapun.

Ternyata Benjamin Franklin mempunyai kebiasaan yang luhur dan luar biasa. Setiap bangun pagi berdo’a (selama 50 tahun) : “Oh Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Maha Pemurah, Pembimbing Yang Maha Pengampun, kumohon karunia kebijaksanaanMu agar kutemukan minat sejatiku. Kumohon teguhkan tekadku untuk menjalankan kebijaksanaanMu, kumohon terimalah pelayananku bagi hamba-hambaMu yang lain, sebagai satu-satunya balasanku atas kelimpahan berkahmu yang tak pernah henti”.

Setiap pagi selalu mengawal hari dengan bertanya kepada diri sendiri : “Perbuatan baik apa yang dapat kulakukan hari ini”. (otomatis otak akan fokus pada perbuatan baik)

Menutup hari dengan bertanya kepada diri sendiri : “Perbuatan baik apa yang telah kulakukan hari ini”.

Kebiasaan lain dari Benjamin Franklin adalah setiap hari ia mengambil 12 perbuatan luhur (misal jujur, selalu tersenyum manis pada orang lain, berbicara baik, dst) yang harus ia jalankan, ia tulis dalam notes (buku catatan suksesnya), dan membacanya setiap hari supaya selalu diingat hingga akhirnya terwujud dalam tindakan dan ucapannya, sehingga tindakan dan ucapannya menjadi kebiasaan dan kebiasaannya menjadi nasibnya.

Demikian juga orang-orang sukses lainnya, memiliki kebiasaan yang luar biasa yang menjadi nasibnya. Diantaranya :

1. Anthony Robbins, (Dulunya Seorang Kosek WC –pembersih WC-, Seorang yang lebih 30 tahun, telah mengabdikan hidupnya untuk memberi semangat pada orang lain, dan orang yang paling berhasil di dunia, telah menemukan dan disederhanakan perbedaan inti dan strategi yang dapat diterapkan segera untuk diukur meningkatkan kualitas hidup dan kesuksesan anda)

Setiap bangun tidur di pagi hari : membuat pertanyaan2 untuk diri sendiri :
– Apa yang saya syukuri hari ini,
– Siapa yang mencintai saya,
– Siapa yang saya cintai,
– Perbuatan kecil apa yang kalau saya lakukan bisa mengarah pada impian dan merubah hidup saya yang harus saya lakukan hari ini.

2. Tung Desem Waringin, adalah Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia (Majalah Marketing) dan masuk dalam salah satu tokoh The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 (Majalah SWA). Sebagai pembicara, Tung Desem Waringin telah berbicara lebih dari 100,000 orang di Dunia.

Setiap pagi hari, pas bangun tidur sebelum membuka matanya membiasakan diri untuk Tarik nafas panjang2, ngolet (bahasa jawa), oh…yes (sambil tersenyum manis) mengucapkan terima kasih tuhan, terus tarik nafas panjang-panjang lagi…dan mengucapkan terima kasih kepada istrinya, pada diri sendiri dan terima kasih tuhas atas kebijaksanaanmu, atas kesehatan yang engkau berikan, keluarga harmonis yang engkau lindungi dan engkau bimbing, dan atas kekayaan yang engkau berikan berlimpah, keceriaan yang menjadi kebiasaan. Hambamu berjanji untuk membuatnya berlimpah sehingga berarti untuk orang banyak.

Untuk mendukung kebiasaan-kebiasaan positif kita, bisa dengan melakukan Incantation. Incantation adalah menciptakan “Mantra” atau kalimat Afirmasi yang bisa dengan mudah diulang-ulang setiap saat.  [Umat Islam mengenalnya sebagai wirid atau dzikir]

In = Memasukkan, 
Can = Bisa, 
Tation = Ke Dalam Stasion. 
Artinya Memasukkan “Bisa” Ke Dalam Diri Kita. 
(Tung Desem Waringin).

Contoh Incantation:
– Orang lain bisa, saya pasti bisa;
– Tidak ada kata Gagal, yang ada hanya Sukses atau Belajar;
– Saya telah mencapai ………(isi tujuan anda)

Anthony Robbins, Melakukan Incantation setiap sebelum makan siang : “All I Need Is With In Me Now

Tung Desem Waringin, juga melakukan hal yang sama. Incantation yang dilakukan adalah : (Diucapkan tiap hari) :
“Tiap hari tambah sehat, tambah kuat, tambah kaya raya. Tiap hari tambah sehat, tambah kuat, tambah kaya raya. Tiap hari tambah sehat, tambah kuat, tambah kaya raya. Tak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar. Tak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar. Tak ada kata gagal, yang ada hanya sukses atau belajar.”

Lakukan hal-hal sederhana itu, dan Anda akan mengalami mukjizat dalam diri Anda. Action adalah segalanya, no action nothing happen, take action miracle happen.

Bergabunglah dengan group-group virtual community yang ada untuk mengembangkan diri anda, atau anda bisa memulainya dengan bergabung di group kami. Itu Bila anda suka dengan metode pengembangan diri yang berbasis Energi Pikiran dan hati nurani.

So…Saya ucapkan Selamat Datang di dunia masa depan, Dunia anda dan juga dunia saya. Sebuah dunia tanpa batas…… Untuk sebuah sukses yang tanpa batas…….. Keluarlah dari lingkungan sempit anda, dan jelajahilah dunia baru bersama kami….

CAN YOU SEE MY VISION…..

THE POWER OF REPETITION

Saya kira kita sering mendengar kalimat guyonan ini,”Anak kecil di Inggris itu pintar-pintar lho…. Seumuran SD bahkan TK sudah lancar Bahasa Inggrisnya….he…he…he…”

Menurut para ilmuwan, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata baru. Para ilmuwan melakukan penelitian, aktivitas otak mereka dimonitor selama mengikuti pengujian yang terdiri dari 2 tahap.

Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang tidak asing bagi mereka.
Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berkali-kali.Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata baru tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. Penelitian ini untuk membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan bicara. Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat.

Contoh seseorang bisa mengingat nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. “Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal. Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting.

Sampai detik ini ada kalanya saya sering berpikir, dunia ini heterogen sekali dalam masalah kesuksesan hidup. Ada yang hidup ekstra sukses, ada yang biasa saja, ada yang gagal total. Meskipun kesuksesan bisa dilihat dari banyak sudut, tanpa berkesan matre, mari samakan persepsi. Tulisan ini berfokus pada kesuksesan finansial. Kenapa seperti itu sebab biasanya kesuksesan finansial adalah dampak dari kesuksesan-kesuksesan lain seperti kesuksesan karir dan kesuksesan bisnis. Namun tentu saja ada juga yang finansial mentereng tapi ternyata didapat dari hasil korupsi. Mari kita coret contoh seperti itu dan kita doakan tikus-tikus semacam itu agar hangus di neraka.

Kembali ke topik posting, saya benar-benar sering berpikir kenapa ada variasi keberhasilan hidup seperti tadi. Tentu saya sangat sadar, dunia tidak akan indah jika semua sama rata. Jika semua kaya atau jika semua miskin. Jika semua cantik dan ganteng definisi cantik dan ganteng tidak akan ada lagi. Dunia memang secara otomatis menyeimbangkan diri. Memang tidak ada cara yang baik dan mudah untuk merubah yang tidak cantik menjadi cantik. Namun ada banyak cara yang nyata untuk berubah dari orang biasa menjadi orang luar biasa atau bahkan dari orang gagal menjadi 180 derajat sukses. Salah satu cara yang akan dibahas adalah repetisi atau pengulangan.

Tanpa bermaksud mendiskriminasi, saya ingin mengangkat sebuah pertanyaan, mengapa penghasilan supir angkot berbeda jauh dengan CEO sebuah perusahaan besar? Salah satu jawaban adalah sebab kedua pekerjaan tersebut mempunyai tingkat kesulitan, kebutuhan keahlian dan tanggung jawab yang berbeda. Supir angkot akan tetap menjadi supir angkot baik setelah 5, 10 atau 20 tahun, kecuali ada fase tertentu ketika si supir angkot tadi ingin berubah, misalnya berganti pekerjaan. Namun jika tidak maka hari ke hari hanya menyupir dan menyupir yang akan dia lakukan. Berbeda dengan CEO perusahaan besar. Pada awalnya dipastikan si CEO akan merangkak dari bawah. Namun dengan repetisi, penambahan pengalaman, perlahan orang ini akan naik ke posisi yang lebih tinggi. Menerima tanggung jawab baru, memecahkan tantangan sehingga akhirnya bisa tiba di posisi yang cukup tinggi. Dalam proses ini ada satu hal yang benar-benar harus diingat, repetisi, pengulangan. Seperti pisau dengan pengulangan manusia akan terasah menjadi lebih tajam. Ketika satu waktu gagal menghadapi sesuatu, kita harus melakukan evaluasi. Lalu mengulang kembali hingga bisa berhasil mencapai apa yang harus dicapai. Keahlian akan semakin tajam dengan terus melakukan pengulangan. Ini juga yang menjadi alasan bahwa pada kebanyakan pekerjaan, salah satu elemen penentu gaji adalah pengalaman kerja. Dengan pengalaman kerja yang lebih lama, diasumsikan orang telah memiliki keahlian yang lebih tajam karena keahlian tersebut telah ‘diulang’ banyak.

Lalu apa kaitan isi tulisan ini dengan petikan pertama di atas? Di usia saya yang hampir 40 tahun ini, saya masih gelagapan jika harus berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Padahal banyak rekan-rekan saya yang sangat fasih sekali berbicara Bahasa Inggris. Apa yang membedakan saya dan mereka? Salah satunya adalah tingkat pengulangan. Orang yang lebih fasih berbicara bahasa inggris pasti sudah lebih banyak berlatih dan mengulang-ngulang keahlian tersebut. Jadi logikanya jika mereka bisa, kita pun pasti bisa. Aturan ini juga berlaku untuk keahlian apa pun. Berbicara di depan umum, menulis, bisnis, dan sebagainya.

Sekarang seharusnya semakin nyata kenapa lebih banyak orang gagal dibandingkan orang sukses. Jawabannya tidak semua orang cukup kuat untuk pantang menyerah terus mengulang bangkit kembali ketika terjadi kegagalan. Pengusaha yang sukses biasanya telah jatuh berkali-kali terlebih dahulu. Dari tiap kejatuhannya si pengusaha bisa belajar sesuatu. Dari renungan ini juga saya akhirnya bisa sadar mengapa kehidupan saya cenderung stagnan. Saya tidak terlalu kuat untuk mau kukuh berlatih dan mengulang sesuatu. Sejak dulu saya ingin menjadi programmer handal. Menguasai Java luar dalam. Mempelajari Platform Android, belajar Python, mendalami JavaScript. Namun jangankan berepetisi untuk menjadi mahir, memulai saja tidak. Semoga post ini bisa menjadi renungan yang berharga untuk diri saya sendiri.

21 HARI PEMANTAPAN BENIH PIKIRAN
Apakah Anda pernah mendengar bahwa kita dapat melatih sebuah kebiasaan baru dengan melakukannya secara konsisten selama 21 satu hari berturut-turut?

Nah, apakah setelah 21 satu hari orang yang ingin kurus terus bisa menjaga pola makannya dan orang yang merokok bisa berhenti merokok dalam 21 hari ini?

Ada juga salah satu pelatihan yang mengajarkan kita untuk menuliskan afirmasi kita sebanyak 21 halaman A4 penuh dengan tulisan tangan tentunya dan harus dilakukan selama 21 hari berturut-turut. Saya juga salah satu orang yang melakukan ini dulunya.

Saya menuliskan apa yang saya inginkan terjadi dalam kehidupan saya. saya menuliskan 3 hal dalam setiap halaman dan diulang terus sampai halamannya penuh dan selama 21 hari syaratnya. namun saya tidak tahan karena banyaknya kegiatan lain dan juga sangat melelahkan. bayangkan berapa banyak waktu yang harus kita habiskan hanya untuk melakukan kegiatan ini?

Akhirnya hasil yang saya dapat juga tidak seberapa. tidak seperti yang telah dijanjikan orang yang mengajarkan teknik ini kepada saya dalam sebuah pertemuan interen pembelajaran bersama yang dulu pernah kami bentuk.

Namun ada juga partner saya dalam kelompok belajar yang kami sebuat sebagai Asosiasi Muslim Entrepreneur ini yang telah berhasil mencapai apa yang ditulisnya sebanyak 21 halaman selama 21 hari ini. dan memang dia telah menjalankan proses ini dengan sangat konsisten, saya sendiri sangat salut dengan sikapnya yang sangat konsisten ini.

Ternyata setelah saya banyak mencari cara menjadi orang yang lebih sukses dan lebih maju serta ingin membantu banyak orang, saya menemukan cara kerja pikiran dan bisa memprogram ulang pikiran, dan saya baru mengerti bahwa repetisi atau teknik pengulangan seperti contoh di atas hanyalah salah satu cara untuk membentuk atau melakukan programming pikiran.

Sahabat, Di bumi ini terdapat satu hukum yang dinamakan hukum petani atau hukum tanam dan panen. Apa yang kita tabur pasti akan kita tuai baik itu jahat atau buruk. Hidup kita hari ini adalah buah dari tanaman kita kemarin, Hidup kita di masa depan sangat tergantung dengan apa yang kita tabur hari ini. Ikhlaskan hati menerima pahitnya buah di hari ini, Dan fokus aja untuk menanam bibit kebajikan sebanyak mungkin.

Rasulullah bersabda, “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah diwaktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan dan kemudahan seiring dengan kesulitan”. [HR. Imam Tirmidzi]

Dalam sebuah hadist Qudsy tersurat : “Barang siapa disibukkan zikir kepada-Ku sehingga tidak sempat memohon dari-Ku maka Aku akan memberikan yang terbaik dari apa saja yang Ku berikan“.

Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi. Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan ‘saya akan’ dan ‘saya bisa’. Ini adalah pekerjaan pikiran.

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika benih fikiran, cita-cita, dan impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu. Memang tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di atas.

Tanpa pengulangan, hukum tarik menarik [THE LAW OF ATRACTION] tak akan mungkin terjadi. The Law of Repetition memegang peranan penting. Tanpa itu, otak tak akan sampai pada level “genius” dan otot tak akan sampai pada level “refleks istimewa” sisi kecepatan dan akurasinya. Inilah kekuatan hukum pengulangan. Sebuah solusi pamungkas bagi Anda yang sudah jenuh dan putus asa.

Kaidah Hukum Resonansi Energi Sukses

Alam semesta adalah lautan energi yang gelombangnya memantul kemana-mana, termasuk akan memantul kembali kepada kita sendiri. Itulah yang diajarkan Allah SWT dalam firman-Nya:“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

Kaidah resonansi mengatakan bahwa: setiap benda dan makhluk hidup di dunia ini memiliki gelombang getaran. Kita semua berkomunikasi melalui gelombang getaran itu. Melalui efek resonansi kita mengirimkan pesan-pesan kita berupa keinginan, cita-cita, impian, ketakutan, kecemasan kita, atau apapun, ke setiap sudut alam semesta melalui getaran pikiran kita. Apa yang kita kirimkan itulah yang akan kita tarik ke dalam hidup kita.

Setiap manusia, benda, atau kejadian, tidak mampu menolak getaran yang kita hasilkan jika mereka beresonansi dengan frekuensi kita. Kita berkomunikasi dengan orang lain, maupun dengan benda-benda di sekitar kita melalui efek resonansi. Telah ditemukan secara ilmiah bahwa DNA kita senantiasa berkomunikasi dengan DNA orang lain tanpa dibatasi waktu dan tempat. Dalam kaidah resonansi: anggaplah diri Anda sebagai stasiun pemancar yang mengirim dan menerima informasi baik dari orang lain maupun alam semesta.

Setiap benda bergetar dengan frekuensi yang berbeda. Ada beberapa yang bergetar dalam frekuensi yang sama atau hampir sama. Siapa pun tidak bisa menolak medan gelombang getaran yang kita hasilkan jika mereka beresonansi dengan frekuensi yang kita hasilkan.

Artinya semua yang mempunyai frekuensi sama dengan yang kita pancarkan, tidak akan bisa menolak untuk masuk ke dalam kehidupan kita. Baik itu berupa benda, manusia, maupun kejadian. Artinya semua pengalaman hidup kita baik yang berhubungan dengan karier, kekayaan, kepemimpinan, kehidupan sosia, kasih sayang, atau apapun yang kita miliki sekarang, merupakan hasil resonansi kita sendiri.

Kita bertanggung jawab terhadap resonansi kita. Kita sendiri yang menarik segala pengalaman untuk masuk kedalam hidup kita melalui resonansi yang kita kirimkan.

Apa yang menjadi sumber resonansi kita? Jawabnya adalah pikiran kita. Pikiran kita merupakan bentuk energi yang sangat halus, terus bergerak, dengan tingkatan frekuensi yang sangat tinggi. Pikiran kita akan menarik benda dan pengalaman sesuai dengan isi pikiran kita. Jika pikiran kita positif, resonansi kita positif. Jika pikiran kita negatif, maka resonansi kita negatif. Kita dapat mengatur resonansi kita dengan dengan mengatur pikiran kita. Resonansi kita menentuk jenis pengalaman kita.

Karena itu, sangat penting untuk mengetahui resonansi yang kita hasilkan. Caranya mengetahui resonansi kita antara lain dengan melihat siapa teman-teman sepergaulan kita atau melihat melihat kualitas hidup kita saat ini.

Kaya atau miskin, sedih atau bahagia, itulah cermin dari pikiran-pikiran yang kita resonansikan selama ini. Maka untuk meningkatkan kualitas hidup Anda, tingkatkanlah resonansi Anda dengan meningkatkan kualitas berpikir Anda. Anda tidak dapat mengubah hidup Anda sebelum mengubah pikiran Anda terlebih dahulu.

Berani dalam berbisnis
Dalam berbisnis mutlak diperlukan keberanian. Penentuan langkah awal untuk berbisnis merupakan perpaduan harmonis antara perhitungan matematis tentang laba/rugi, pengetahuan, naluri bisnis, dan KEBERANIAN. Bahkan yang terakhir, secara ekstrim bisa disebut “KENEKADAN”.

When you see a successful business, it means someone has made a courageous decision!” (Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani). Demikian pendapat begawan ekonomi, Peter Drucker.

Ada sebuah kekuatan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kekuatan itu adalah IMPIAN. The Power of Dream. Sebuah impian, harapan, cita-cita akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Setiap orang bisa dipastikan punya impian. Masalahnya, bisakah ia menjadikan impiannya itu sebagai sebuah kekuatan?

Setelah impian ditancapkan, langkah berikutnya kita harus bisa mengelola potensi diri kita. Hilangkan rasa takut gagal, kelemahan, kekecewaan, pesimisme dan berbagai hal negatif lainnya. Munculkan ENERGI POSITIF kita, semangat, kekuatan, optimisme, dsb. Di sinilah kita perlu memahami potensi diri kita secara mendalam. Manusia mengalami manifestasi yang bersesuaian dengan pemikiran, perasaaan, perkataan, dan tindakan yang dominan. Pemikiran seseorang (baik sadar maupun bawah sadar), emosi, kepercayaan, dan tindakan akan menarik kejadian yang bersesuaian, baik yang positif maupun negatif, melalui resonansi dari getaran energi tersebut. Dikatakan bahwa “kita mendapat apa yang kita pikirkan, pikiran kita menentukan nasib kita“. Jadi, berpikir positiflah selalu.

Berani adalah menjalani sesuatu yang ditakuti. Jika kita melakukan sesuatu yang ditakuti berarti kita: BERANI. Berbisnis, bagi sebagian besar orang Indonesia dianggap menakutkan. Kebanyakan orang tua biasanya enggan mengenalkan bisnis pada anak-anaknya semasa kecil. Dengan dalih gengsi, memalukan, kasihan, dsb. Orientasi mereka hanyalah sekolah setinggi mungkin dan mencari pekerjaan sebagus mungkin. (Tidak salah memang… tapi kalo sampai melarang anaknya belajar bisnis… hmm… sungguh tidak bijaksana).

Begitu pula, kebiasaan orang tua yang terlalu protektif dengan melarang anak untuk berkreasi (hal-hal yang positif), telah mengakibatkan anak-anak mereka menjadi anak-anak penakut. Tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. Mau ini takut, mau itu takut. Mau berkreasi pun takut.

Bagaimana cara menumbuhkan keberanian dalam berbisnis?

  • Pertama, tanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa dalam berbisnis, Allah telah membukakan 9 dari 10 pintu rezeki. Dengan kata lain, 90 persen pintu rezeki terdapat dalam dunia bisnis. Dengan demikian, kesempatan kita untuk mendapatkan rezeki sangatlah luas.
  • Kedua, tepis dan hapuslah anggapan bahwa para pelaku bisnis adalah orang-orang golongan kedua (setelah pekerjaan-pekerjaan lain). Pada dasarnya, bisnis merupakan bagian dari pekerjaan yang (kurang lebih) sama dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menjadi karyawan swasta, PNS, dll. Namun, akhir-akhir ini justru tren orang-orang (Indonesia) mulai banyak berubah, mereka beranggapan bahwa berbisnis justru lebih menjanjikan daripada menjadi karyawan. Dengan kata lain, “Menjadi TDA Lebih Mulia Daripada Menjadi TDB”.
  • Ketiga, hilangkan anggapan bahwa dalam berbisnis penuh resiko. Ingatlah bahwa resiko adalah bagian dari hidup. Resiko bukanlah hanya milik pebisnis. Dalam pekerjaan lain pun pasti ada resiko. Karyawan swasta, ada resiko perusahaannya collaps dan di-PHK, PNS bisa saja dimutasi atau diturunkan jabatan, dll.

Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa dalam berbisnis juga dikenal “Hukum Kekekalan Energi” seperti halnya dalam Ilmu Fisika. Kita berbisnis, jika sukses = kekayaan, jika gagal = pengalaman/ilmu. Jadi, pada hakekatnya, tidak ada kegagalan atau resiko, karena sebenarnya ia mengalami perubahan “energi” menjadi “pengalaman/ilmu” yang sama nilainya dengan modal yang kita investasikan.