Terimalah Kebenaran Walau dari Orang Kafir dan Ahli Bid’ah

Tanya:
Apakah pendapat orang kafir—juga ahli bid`ah—harus ditolak secara mutlak? Bolehkah mengambil kebenaran dari mereka?

Jawab:
Allah Ta’ālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Māidah)

Termasuk keadilan yang sangat utama adalah mengatakan kebenaran sebagai kebenaran dan menerimanya. Dari manapun datangnya. Sekalipun dari musuh dan orang yang dibenci. Serta mengatakan kesalahan sebagai kesalahan dan menolaknya. Dari manapun datangnya. Sekalipun dari sahabat dan orang yang dicintai. Demikianlah manhaj dan sunnah Nabi ` beserta para Sahabat. Inilah keadilan yang mungkin sangat sulit direalisasikan pada zaman ini, dimana semangat fanatisme kelompok (hizbiyyah) tengah melanda banyak kaum muslimin.

Disebutkan bahwa Yahudi mendatangi Nabi ` dan berkata, “Kalian melakukan kesyirikan dan menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah!” Nabi ` bertanya, “Mengapa bisa demikian?” Yahudi menjawab, “Kalian berkata, ‘Demi Ka’bah!’ Dan kalian juga berkata, ‘Atas kehendak Allah dan kehendak Fulan!’” Maka Nabi ` memerintahkan kepada para Sahabat apabila bersumpah agar mengucapkan: ‘Demi Rabb Ka’bah!’ Serta agar mereka mengatakan: ‘Atas kehendak Allah kemudian atas kehendakmu.”” [Riwayat an-Nasā’i VII/6/3773 dan lain-lain. Dinyatakan valid oleh Syaikh al-Albāni]

Disebutkan pula bahwa seorang rahib Yahudi pernah mendatangi Nabi ` dan berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya kami mendapati bahwa Allah menjadikan (dalam riwayat lain: menahan) seluruh langit atas satu jari, seluruh bumi atas satu jari, pepohonan atas satu jari, air dan tanah atas satu jari, dan seluruh makhluk atas satu jari, lalu Dia berkata, ‘Akulah Sang Raja!’” Maka tertawalah Nabi ` sampai tampak geraham beliau karena membenarkan ucapan rahib tadi. Kemudian beliau membaca firman Allah:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعاً قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّماوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha suci Dia lagi maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS.Az-Zumar: 67) [Riwayat al-Bukhāri IV/1812/4553, dari Ibn Mas’ūd]

Demikian pula terdapat kisah masyhur dari Abū Hurairah yang diajari oleh setan untuk membaca Ayat Kursi sebelum tidur agar mendapat penjagaan dari Allah sampai pagi hari. Ketika ia menyampaikan hal tersebut kepada Nabi `, beliau berkata, “Dia jujur mengabarkan kebenaran kepadamu, padahal ia (setan itu) adalah pendusta.” [Riwayat al-Bukhari secara mu’allaq II/812/2187, dan disambungkan oleh an-Nasā’i, al-Ismā’ili dan Abū Nu’aim, sebagaimana disebutkan oleh Ibn Hajar dalam Fathu’l Bārī. Lihat: Mafātīhu’l Fiqh fi’d Dīn hal. 99]

Diriwayatkan dari ‘Ali Ibn Abī Thālib, bahwa beliau berkata,

لاَ تَعْرِفِ الْحَقَّ بِالرِّجَالَ اعْرِف الْحَقّ تَعْرِفْ أَهْلَه

“Janganlah mengenal kebenaran itu berdasarkan individu-individu tertentu. Kenalilah kebenaran itu niscaya engkau akan mengenal pemiliknya.” [Ihyā’ ‘Ulūmi’d Dīn, vol. I, hal. 53]

Dari Ibn Mas’ūd, beliau berkata,

مَنْ جَاءَكَ بِالْحَقِّ فَاقْبَلْ مِنْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا بَغِيْضًا وَمَنْ جَاءَكَ بِالْبَاطِلِ فَارْدُدْ عَلَيْهِ وَإِنْ كَانَ حَبِيْبًا قَرِيْبًا



“Barangsiapa yang datang kepadamu dengan kebenaran maka terimalah kebenaran itu darinya, meskipun ia adalah orang yang jauh dan dibenci. Dan barangsiapa yang datang kepadamu dengan kebatilan maka tolaklah, meskipun ia adalah orang yang dicintai dan dekat.” [Lihat: Shifah ash-Shafwah, vol. I, hal. 419; dan al-Fawā’id, hal. 148]

Beliau juga berkata,

الْحَقّ ثَقِيْلٌ مَرِيْءٌ وَالْبَاطِلُ خَفِيْفٌ وَبِيْءٌ

“Kebenaran itu berat namun berakibat baik, sedangkan kebatilan itu ringan namun berakibat buruk.” [Shifah ash-Shafwah, vol. I, hal. 419-420]

Imam asy-Syāfi`i berkata, “Tidaklah seseorang bersikeras menentangku dan menolak kebenaran melainkan ia jatuh dalam pandanganku, sedangkan tidaklah seseorang menerima kebenaran tersebut melainkan aku menghormatinya dan yakin untuk mencintainya.” [Siyar A’lām an-Nubalā’, vol. X, hal. 33]

Syaikh Ibn `Utsaimin berkata, “Apa yang dikatakan oleh Syaikhu’l Islām adalah benar, yakni bahwa kita (harus) menerima kebenaran dari kelompok manapun, baik dari Mutashawwifah (kaum Sufi), pelajar fiqh maupun ulama syariah. Adapun kita tidak menerima apapun dari mereka dan mengatakan bahwa segala sesuatu yang mereka lakukan adalah kesalahan, maka hal ini tidak benar. Dahulu, Imam Ahmad (terkadang) duduk kepada sebagian kaum Sufi untuk melembutkan hati beliau. Artinya, pada kaum Sufi terdapat hal-hal berupa pelembutan hati dan keberpalingan dari dunia yang tidak terdapat pada selain mereka…. Ambillah kebenaran dari insan manapun itu, baik dari kaum Sufi, pelajar fiqh atau selain mereka!

Kemiripan sebagian umat ini terhadap Yahudi dan Nasrani adalah, bahwa ulama syariah memandang kaum Sufi tidak ada apa-apanya, sementara kaum Sufi juga memandang bahwa ulama syariah tidak ada apa-apanya.

Mengenai perkara belajar dan berguru (ta`līm) kepada kaum Sufi, maka bisa jadi hal itu membuat mereka (semakin) terperosok dan menjadikan mereka terus bertahan di atas hal-hal (kesalahan) yang mereka lakukan, dan sekaligus juga dapat membuat orang lain terperdaya dan berkata, “Fulan (saja) belajar dan mengambil ilmu dari Sufi….”

Adapun menerima kebenaran, maka terimalah kebenaran dari insan manapun, bahkan dari Yahudi, Nasrani, setan atau orang-orang musyrik sekalipun.”

Sekian kutipan dari Syaikh. [Lihat Fathu’l Mu`īn fi’t Ta`līq `alā Iqtidhā’ish Shirāthi’l Mustaqīm, hal. 32.]

Menolak kebenaran termasuk kesombongan (kibr). Padahal, sekecil dzarrah dari kesombongan menyebabkan pelakunya tidak masuk surga. Nabi ` bersabda,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قالَ رَجلٌ: إنَّ الرّجلَ يُحبُّ أنْ يَكوْنَ ثوْبُه حسنًا ونَعْلَه حَسَنَةُ. قال: إنّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبّ الجَمالَ، الْكِبْر بَطَرُ الْحَقّ وَغَمْطُ النّاس

“Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya memiliki semisal dzarrah dari kesombongan.” Ada yang bertanya, “Sesungguhnya ada orang yang suka mengenakan baju dan pakaian yang bagus.” Nabi ` menjawab, “Sesungguhnya Allah itu maha indah dan menyukai keindahan. (Yang dimaksud dengan) kesombongan adalah menolak kebenaran dan melecehkan manusia.” [Riwayat Muslim I/93/91, Abū Dāwūd II/457/4092, dan lain-lain]

Kesombongan inilah yang menyebabkan Iblis dikeluarkan dari surga karena menolak perintah sujud kepada Adam. Iblis menolak kebenaran bahwa Adam diciptakan dengan sebaik-baik penciptaan (QS. At-Tīn: 4) dan justru melecehkan Adam melalui ucapannya:

أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

“Aku lebih baik darinya; Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah!” (QS. Al-A’rāf: 12 dan Shād: 76)

Pada umumnya, tidaklah seseorang itu menolak kebenaran melainkan karena ia melecehkan atau berburuk sangka. Ia menganggap bahwa dirinya lebih dari orang lain, baik dari sisi kecerdasan, kedudukan, harta dan sebagainya, atau ia merasa bahwa orang lain hanyalah penebar kesesatan dan syubhat sementara dirinya lebih mendapat hidayah dalam perkara kebenaran yang ditolaknya. WaLlāhu’l musta’ān.

Dijawab oleh Ustadz Adni Kurniawan, Lc.
Artikel : Salafiyunpad.wordpress.com

Iklan

Mengenal Meditasi Vipassana

Shiddarta Gautama Budha

Setiap orang mencari damai dan harmonis, karena inilah yang kurang dalam kehidupan kita. Dari saat ke saat kita mengalami kegelisahan, kejengkelan, ketidak harmonisan, penderitaan. Saat seorang gelisah, ia juga menyebarkan penderitaan tersebut kepada orang lain – kegelisahan merembes keluar dari orang yang menderita ke sekelilingnya. Sehingga setiap orang yang berhubungan dengannya ikut menjadi jengkel dan gelisah. Tentu ini bukan cara hidup yang baik.

Seorang harus hidup damai dgn dirinya sendiri dan juga dengan yang lain .Bagaimanapun manusia adalah makluk sosial, ia hrs hidup dan berhubungan dengan masyarakat. Bagaimana kita bisa hidup damai, bisa tetap harmonis dengan diri sendiri dan juga masyarakat sekitarnya, sehingga yang lain bisa hidup damai dan harmonis ?

Seseorang sedang gelisah. Untuk keluar dari kegelisahan, seorang harus mengetahui alasan dasarnya, sebab dari penderitaan. Bila ia menyelidiki masalah tersebut, akan jelas bahwa saat ia mulai membangkitkan kekotoran dalam batin, ia pasti menjadi gelisah. Suatu negatifitas dalam batin dan batin yang tidak murni, tidak bisa hadir bersamaan dengan kedamaian dan keharmonisan.

Bagaimana seorang membangkitkan kekotoran batin? Sekali lagi dengan menyelidiki. Menjadi jelas, saya menjadi tidak senang saat melihat seorang berkelakuan dengan cara yang tidak saya sukai, atau sesuatu terjadi tidak seperti apa yang saya inginkan, atau sesuatu yang saya harapkan tidak terjadi. Dan saya membuat ketegangan dalam diri saya. Sepanjang hidup, hal yang tidak diharapkan selalu terjadi, hal yang diharapkan bisa terjadi bisa tidak. Setiap reaksi yang dibangkitkan terhadap kejadian-kejadian tersebut membuat simpul-simpul baru – simpul-simpul Gordian – dalam batin yang membuat seluruh struktur mental dan jasmani menjadi tegang, penuh negatifitas, yang membuat hidup menderita.

Satu cara untuk menyelesaikan masalah adalah mengatur agar hal yang tidak diharapkan tidak terjadi dan semuanya terjadi seperti apa yang saya inginkan. Maka saya harus mengembangkan kesaktian atau orang lain yang mempunyai kesaktian atas permintaan bisa datang membantu saya agar sesuatu yang tak kuingini tidak terjadi, dan agar semua yang kuingini dapat terjadi. Tapi ini tidak mungkin. Tidak ada seorang -pun di dunia ini yang keinginannya bisa selalu terpenuhi, bahwa sepanjang hidup orang itu, semuanya terjadi sesuai dengan keinginannya, tanpa ada suatupun yang tak diingini terjadi padanya. Terus menerus saja terjadi hal-hal yang berlawanan dengan harapan dan keinginan kita. Jadi timbul pertanyaan bagaimana agar saya tidak bereaksi buta terhadap hal-2 yang tidak saya sukai ? Bagaimana agar saya tidak membuat ketegangan ? Bagaimana menjaga tetap damai dan harmoni ?

Di India, juga negara lain, para bijaksana telah mempelajari masalah ini – masalah penderitaan manusia – dan menemukan solusinya: Bila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dan seorang mulai bereaksi dengan membangkitkan kemarahan, ketakutan atau negatifitas apa saja, secepatnya ia harus mengalihkan perhatiannya ke hal-hal lain. Misalnya, berdiri, mengambil segelas air, mulai minum. Kemarahannya tidak akan berlipatganda dan ia akan keluar dari kemarahan. Atau Ia boleh mulai menghitung: satu, dua, tiga, empat. Atau mengulang-ulang sebuah kata, kalimat atau mantra, mungkin mengulang nama-nama dewa dewi yang dipujanya maka pikiran akan dapat dialihkan dan dalam batas tertentu anda akan dapat keluar dari negatifitas, keluar dari kemarahan.

Solusi ini dapat membantu. Ia berjalan dan akan tetap berjalan. Dengan mempraktekkan ini, batin merasa bebas dari kegelisahan. Tapi sebenarnya solusi ini hanya bekerja pada lapisan sadar. Sesungguhnya dengan mengalihkan perhatian seseorang menekan negatifitas jauh ke dalam alam bawah-sadar dan pada lapisan ini ia terus membangkitkan dan menggandakan kekotoran yang sama. Pada permukaan terdapat lapisan ketenangan dan harmonis, tapi pada kedalaman batin terdapat gunung berapi yang tertidur berisi negatifitas-negatifitas yang tertekan itu yang cepat atau lambat akan meletus dengan hebat.

Sebagian penjelajahi kebenaran batin yang lain melanjutkan pencariannya : Dengan mengalami realita dari batin-materi dalam diri mereka. Mereka mendapatkan bahwa mengalihkan perhatian hanyalah menghindari diri dari masalah. Menghindar bukanlah solusi: orang harus menghadapinya. Saat negatifitas timbul dalam batin, amati saja, hadapi saja. Segera setelah seseorang mulai mengamati kekotoran mentalnya, kekotoran mentalnya mulai kehilangan kekuatannya. Dengan perlahan kekotoran batin akan layu dan tercabut.

Ini solusi yang baik : Ia menghindari baik kebebasan bereaksi atau penekanan yang ekstrim. Menyimpan kekotoran di dalam alam bawah-sadar tidak akan mengikisnya dan membiarkannya menjelma dalam bentuk tindakan fisik atau vokal hanya akan menimbulkan masalah lebih banyak. Tapi bila seorang hanya mengamati, maka kekotoran akan berlalu dan negatifitas tercabut. Ia terbebas dari kekotoran batin.

Ini kedengarannya bagus, tapi apakah ini benar-benar praktis ? Untuk rata-rata manusia biasa, apakah mudah menghadapi kekotoran batin? Saat kemarahan timbul, begitu cepat ia menguasai kita sehingga tidak sempat memperhatikannya. Dikuasai oleh kemarahan, kita akan melakukan tindakan-tindakan tertentu, baik fisik maupun vocal yang merugikan kita dan orang lain. Kemudian saat amarah telah berlalu, kita mulai menyesal, meminta ampun dari orang ini dan itu atau dari Tuhan: “Oh, saya telah membuat kesalahan, mohon ampuni saya !” Tapi saat berikutnya, kita berada dalam situasi yang sama, sekali lagi kita bereaksi dengan cara yang sama. Semua penyesalan-penyesalan itu sama sekali tidak menolong.

Kesulitannya adalah saya tidak menyadari saat kekotoran timbul. Itu dimulai dari jauh di dalam tingkat bawah-sadar pikiran dan saat ia mencapai tingkat pikiran sadar, ia telah mendapatkan kekuatan yang begitu besar yang bisa menguasai saya dan saya tidak dapat mengamatinya.

Jadi saya harus mempunyai seorang sekretaris pribadi sehingga saat kemarahan timbul, dia akan berkata ‘Lihat Tuan, kemarahan timbul !’.Karena saya tidak tahu kapan amarah timbul,saya harus punya tiga sekretaris pribadi untuk berjaga bergantian selama 24-jam !. Umpama saya mampu melakukannya, saat amarah timbul dan segera sekretarisku mengatakan: ‘Tuan lihat, kemarahan timbul ‘, hal pertama yang akan saya lakukan adalah menamparnya dan memakinya: ‘Bodoh kamu ! Apakah kamu dibayar untuk mengajari aku ‘? “Saya sudah dikuasai oleh kemarahan, tidak ada nasihat yang baik yang bisa membantu.

Bahkan umpama kebijaksanaan menang dan saya tidak menamparnya, sebaliknya saya berkata :’Terima kasih banyak’. Sekarang saya harus duduk dan mengamati kemarahanku.” Namun apakah itu mungkin ? Segera setelah saya pejamkan mata saya dan mencoba mengamati kemarahan, segera objek kemarahan masuk ke pikiran saya – orang atau kejadian yang membuatku marah-. Jadi saya tidak mengamati kemarahan itu sendiri, saya hanya mengamati rangsangan luar dari emosi. Ini hanya akan menggandakan kemarahan. Ini bukan solusi. Adalah sangat sulit untuk mengamati negatifitas serta emosi yang abstrak, terpisah dari objek luar yang menyebabkannya .

Bagaimanapun jua seseorang yang telah mencapai kebenaran ultima telah menemukan solusi yang nyata. Beliau mendapatkan bahwa pada saat suatu kotoran timbul di dalam batin, secara bersamaan dua hal terjadi pada tingkat fisik. Yang pertama adalah nafas kehilangan iramanya yang normal. Kita mulai bernafas cepat saat negatifitas masuk dalam batin. Ini mudah diamati. Pada tingkat yang lebih halus, semacam reaksi biokimia terjadi didalam tubuh – semacam sensasi. Setiap kekotoran akan membangkitkan satu dan lain sensasi pada satu bagian tubuh atau lainnya.

Ini adalah solusi yang praktis. Orang awam tidak bisa mengamati kekotoran batin yang abstrak- katakutan, kemarahan atau emosi yang abstrak. Tapi dengan latihan dan praktek yang tepat, adalah mudah untuk mengamati pernafasan dan sensasi tubuh – keduanya langsung berhubungan dengan kekotoran batin.

Pernafasan dan sensasi tubuh akan membantu saya dalam dua hal. Pertama sebagaimana layaknya sekretaris pribadi. Segera setelah kekotoran timbul dalam batin saya, nafas saya akan berubah tidak normal. Ia akan mulai berteriak ‘Lihat ada sesuatu yang salah ‘. Saya tidak bisa menampar nafasku ; saya harus menerima “peringatan” tersebut. Demikian pula, sensasi-sensasi tubuh memberitahu saya bahwa sesuatu ada yang salah. Kemudian setelah menerima peringatan-peringatan tersebut, saya mulai mengamati nafas saya dan sensasi tubuh saya dan saya segera mendapatkan kekotoran berlalu.

Fenomena materi-batin ini seperti dua sisi dari sebuah mata uang logam. Pada satu sisi adalah apapun pikiran atau emosi yang timbul didalam batin. Sisi lainnya adalah nafas dan sensasi-sensasi dalam tubuh. Setiap pikiran atau emosi, setiap kekotoran mental mewujudkan diri dalam nafas dan sensasi tubuh pada saat itu. Jadi dengan mengamati nafas atau sensasi tubuh, saya sebetulnya sedang mengamati kekotoran batin. Sebaliknya daripada menghindari diri dari masalah, saya menghadapi kenyataan sebagaimana adanya. Kemudian saya mendapatkan bahwa kekotoran kehilangan kekuatannya. Saya tidak lagi bisa dikuasai seperti dulu. Bila saya bertahan, kekotoran akhirnya lenyap seluruhnya dan saya tetap damai dan bahagia.

Dengan cara ini, teknik pengamatan diri memperlihatkan kepada kita kenyataan dalam dua aspek : yaitu di dalam dan di luar. Sebelumnya, orang selalu melihat dengan mata terbuka lebar, melewatkan kebenaran di dalam. Saya selalu melihat keluar untuk mencari sebab dari ketidakbahagiaanku, saya selalu menyalahkan dan mencoba merubah realitas di luar. Karena ketidaktahuan saya akan realita di dalam, saya tidak pernah mengerti bahwa penyebab dari penderitaan berada di dalam, di dalam reaksi buta saya terhadap sensasi-sensasi tubuh yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.

Sekarang dengan berlatih, saya bisa melihat sisi lain dari mata uang. Saya bisa sadar akan nafas saya dan juga apa yang terjadi di dalam diri saya. Apakah itu nafas atau sensasi tubuh, saya belajar hanya mengamatinya tanpa kehilangan keseimbangan batin. Saya berhenti bereaksi, berhenti memperbanyak penderitaan., sebaliknya saya biarkan kekotoran mewujudkan diri dan berlalu.

Semakin sering seseorang berlatih teknik ini, semakin cepat ia keluar dari negatifitas. Secara berangsur batin akan bersih dari kekotoran dan menjadi murni. Batin yang murni selalu penuh dengan cinta – kasih yang tanpa pamrih- untuk semuanya ; penuh kasih sayang kepada penderitaan orang lain ; penuh kegembiraan atas sukses dan kebahagiaan orang lain ; penuh keseimbangan dalam menghadapi segala situasi.

Saat seseorang mencapai tahap ini, seluruh pola kehidupannya mulai berubah. Tak mungkin lagi ia melakukan tindakan fisik atau vokal yang akan mengganggu kedamaian serta kebahagiaan orang lain. Sebaliknya batin yang seimbang tidak saja membuatnya damai dalam dirinya, tapi juga membantu orang lain menjadi damai. Atmosfir sekeliling orang itu akan terisi dengan Damai dan harmoni, dan ini akan mulai mempengaruhi orang-orang lain di sekelilingnya.

Dengan belajar tetap seimbang dalam menghadapi semua yang dialami dalam tubuhnya, orang akan juga mampu mengembangkan ketidakmelekatan terhadap semua situasi eksternal yang ia jumpai. Bagaimanapun, ketidakmelekatan ini bukanlah malarikan diri atau sikap tak peduli terhadap masalah duniawi. Seorang meditator Vipassana menjadi lebih sentitif terhadap penderitaan orang lain, dan berusaha sebisanya untuk meringankan penderitaan mereka – tidak dengan kegelisahan tapi dengan batin yang penuh cinta kasih, kasih sayang dan keseimbangan. Ia belajar ketidakmelekatan suci yakni bagaimana dapat terlibat penuh dalam membantu orang lain, sambil pada saat bersamaan menjaga keseimbangan batinnya. Dengan cara ini ia tetap damai dan bahagia, sewaktu bekerja untuk kedamaian dan kebahagiaan orang lain.

Inilah yang diajarkan oleh Sang Buddha : suatu Seni Hidup. Beliau tidak pernah membentuk atau mengajarkan suatu agama atau aliran. Beliau tidak pernah memerintahkan pengikutnya melakukan ritus atau ritual suatu formalitas kosong atau buta. Sebaliknya beliau hanya mengajarkan untuk mengamati alam sebagaimana adanya dengan mengamati realita di dalam tubuh. Karena ketidaktahuan, orang selalu bereaksi dengan cara-cara yang membahayakan dirinya dan juga orang lain. Tapi saat kebijaksanaan timbul – kebijaksanaan mengamati realita sebagai mana adanya – ia keluar dari kebiasaan bereaksi ini. Saat seorang berhenti bereaksi secara buta, ia mampu bertindak benar – tindakan yang keluar dari batin yang seimbang, batin yang melihat dan mengerti kebenaran. Tindakan demikian hanya bisa positif, kreatif, membantu dirinya dan juga orang lain.

Apa yang diperlukan sekarang adalah mengenal diri Anda sendiri – demikian nasihat para bijaksana. Seorang harus mengenal diri sendiri tidak hanya pada tingkat intelek, tingkat wacana dan teori, bukan juga pada tingkat emosi ataupun kebaktian yang hanya menerima secara buta apa yang didengar atau dibaca. Pengetahuan yang demikian tidak cukup. Seorang harus mengenal realita pada tingkat nyata. Orang harus mengalami langsung realita dari fenomena materi-batin ini. Hanya ini yang akan membantu kita keluar dari kekotoran, keluar dari penderitaan.

Pengalaman langsung atas realita dalam diri seseorang, teknik mengamati diri sendiri inilah yang disebut ‘Meditasi Vipassana’.Dalam bahasa India pada masa Sang Buddha , passana berarti melihat dengan mata terbuka seperti biasa, vipassana adalah mengamati sesuatu sebagai mana adanya, tidak sebagai apa yang terlihat. Kebenaran yang terlihat harus ditembus sampai seorang mencapai kebenaran akhir dari seluruh struktur materi-batin. Saat seorang mengalami kebenaran ini, ia akan berhenti bereaksi secara buta, berhenti menimbulkan kekotoran-kekotoran – dan secara alami, kekotoran lama akan berangsur tercabut. Orang itu akan keluar dari semua penderitaan dan merasakan kebahagiaan.

Terdapat tiga langkah dalam Kursus Meditasi Vipassana. 
Pertama tidak melakukan tindakan fisik atau ucapan yang mengganggu kedamaian serta keharmonisan orang lain. Seseorang tidak bisa membebaskan diri dari kekotoran batinnya bila ia terus melakukan perbuatan-perbuatan yang hanya memperbanyak kekotoran. Jadi aturan moral ini adalah penting sebagai langkah awal dari latihan. Kemudian orang berjanji tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berhubungan sex, tidak berbohong dan tidak mabuk. Dengan mematuhi aturan-aturan tersebut di atas dan menghindari diri dari perbuatan-perbuatan tersebut di atas, seseorang bisa menenangkan batinnya untuk melakukan tugas-tugas selanjutnya.

Langkah berikutnya adalah mengembangkan penguasaan atas pikiran yang liar dengan melatih untuk fokus tetap pada satu objek : Pernafasan. Seseorang mencoba memusatkan perhatian pada pernafasan selama mungkin. Ini bukanlah latihan pernafasan nafas : orang tidak mengatur pernafasan, sebaliknya nafas yang alami diamati sebagaimana adanya sewaktu nafas masuk dan keluar. Dengan cara ini pikiran/batin ditenangkan sehingga tidak lagi dapat dikuasai oleh negatifitas yang ganas. Pada waktu yang sama, pikiran dipusatkan, membuatnya menjadi tajam dan menembus, mampu untuk melakukan tugas-tugas pencerahan ke dalam diri.

Dua langkah pertama, yakni kehidupan yang bermoral dan penguasaan pikiran, adalah sangat penting dan bermanfaat. Tapi keduanya hanya akan membawa pada penekanan diri, kecuali jika seseorang mengambil langkah ketigamemurnikan pikiran dari kotoran dengan mengembangkan pencerahan ke dalam diri seseorang. Ini adalah Vipassana : mengalami realita diri sendiri melalui pengamatan yang tenang dan sistimatis dari fenomena materi-batin yang selalu berubah yang terwujud sebagai sensasi-sensasi yang timbul dalam tubuh. Ini adalah puncak dari ajaran Sang Buddha: pemurnian diri melalui pengamatan diri.

Ini bisa dilakukan oleh semua orang. Setiap orang mengalami penderitaan, itu adalah penyakit universal yang memerlukan pengobatan universal. Bukan pengobatan sektarian. Bila seseorang menderita karena kemarahan, ini bukan kemarahan milik Buddhis, Hindu atau Kristen. Kemarahan adalah kemarahan ketika seseorang teragitasi sebagai akibat dari kemarahannya, maka agitasi tidaklah memandang apakah ia Kristen, Hindu atau Buddhist. Penyakit ini adalah universal. Obatnyapun harus universal.

Vipassana adalah obat yang dimaksud. Tak akan ada orang yang berkeberatan dengan Tata Tertib menjalani Hidup yang menghormati kedamaian dan keharmonisan orang lain. Tak kan ada yang berkeberatan dengan pengembangan penguasaan terhadap pikiran, tak kan ada pula yang berkeberatan terhadap pengembangan pencerahan ke dalam diri sendiri, yang memungkinkan seseorang untuk membebaskan pikiran dari negatifitas-negatifitas.

Vipassana adalah jalan universal.
Mengamati realita sebagai mana adanya melalui pengamatan kebenaran dalam tubuh – ini adalah mengenal diri sendiri pada tingkat kenyataan dan tingkat pengalaman. Dengan berlatih seseorang dapat keluar dari penderitaan yang diakibatkan oleh kekotoran batin. Dimulai dari kebenaran yang kasar, eksternal dan kasat mata, orang mulai menembus kepada kebenaran akhir dari materi-batin, kemudian orang akan dapat meningkatkan diri sedemikian rupa sehingga ia akan mengalami suatu kebenaran yang melampaui materi-batin, melampaui ruang dan waktu ; melampaui bidang kenisbian yang terkondisi : Suatu kebenaran dari pembebasan total atas semua kekotoran, semua ketidakmurnian dan semua penderitaan. Nama apapun yang diberikan pada kebenaran ultima ini tidaklah relevan ; ini adalah tujuan akhir dari semua orang.

Semoga semua mengalami kebenaran akhir ini.Semoga semua orang keluar dari kekotorannya, penderitaannya. Semoga mereka menikmati kebahagian sejati, kedamaian sejati, keharmonisan sejati.

SEMOGA SEMUA MAHLUK BERBAHAGIA

Text diatas adalah berdasarkan ceramah yang diberikan oleh Mr. S.N. Goenka di Berne, Switzerland.
Source : http://www.indonesian.dhamma.org/art.htm

Sorga Shambala ataukah Kerajaan Dajjal Ya’juj wa Ma’juj

Shambala/ Shangri-La Sorga di Bumi
Dongeng tentang surga yang berada di bumi merupakan mitos paling abadi. Mulai dari epik bangsa Sumeria sampai kepulauan blest dalam literatur bangsa Celtic. Tema ini begitu melegenda dan berulang-ulang diangkat selama berabad-abad.

Maka tidak mengejutkan orang yang sudah modern pun memimpikan surga yang hilang dimana kesengsaraan hilang, manusia hidup dengan harmonis dengan alam dan ketika pengetahuan mengenai planet ini tersimpan secara abadi untuk generasi berikutnya. Dengan kata lain sampai ke Shangri-La.

Cerita tentang Shangri-La itu sendiri merupakan cerita modern yang diceritakan oleh seorang novelis terkenal dari Inggris, James Hilton dalam novelnya yang berjudul Lost Horizon pada tahun 1933. Di ceritakan dengan latar belakang Perang Dunia Kedua, buku ini memaparkan sebuah komunitas biara yang terdiri dari biksu Tibet (Lama) di lembah Tibet yang hilang yang disebut Shangri-La, memisahkan diri dari dunia dan waktu.

Semua pengetahuan manusia terkandung di tempat ini, barang-barang warisan budaya tersimpan secara rapi dan dalam benak orang-orang yang berkumpul ditempat ini siap untuk mengahadapi kiamat yang tak terelakkan.

Buku ini begitu sangat terkenal dan mendapatkan sukses besar karena penjualannya yang begitu meledak. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya manusia merindukan suatu tempat yang tenang seperti surga di bumi ini.

Sebenarnya James Hilton mendapatkan inspirasi menulis Shangri-La dari mitos yang Shambala yang berasal dari Tibet itu sendiri. Dalam tradisi Buddha Tibet, Shambala merupakan sebuah kerajaan rahasia yang tersembunyi yang berada dibalik puncak es pegunungan Himalaya.

Shambala disebut-sebut dalam berbagai teks kuno termasuk Kalachakra dan teks budaya kuno Zhang Zhung yang muncul sebelum Buddha Tibet berada di wilayah barat Tibet. Literatur suci Bon yang ditulis tangan oleh bangsa Tibet kuno juga menyebutkan tempat yang hampir serupa namun diberi nama Olmolungring.

Shambala diambil dari dua kata Sanksekerta yakni “swayam” dan “bhala” yang bila digabung berarti “pemberdayaan diri”. Shambala secara umum dianggap sebagai sebuah tempat dimana kedamaian, ketenangan, kebahagiaan bertahta. Terkadang juga dipercaya sebagai suatu komunitas yang telah mendapatkan pencerahan dalam tradisi umat Buddha. Dikatakan juga Shambala memiliki ibukota yang bernama Kalapa.

Kerajaan rahasia ini dipimpin oleh raja-raja yang dikenal dengan sebutan raja-raja Kulika atau Kalki. Pemimpin tampuk pemerintahan bertanggung jawab untuk tetap menjunjung tinggi ajaran Kalachakra Tantra, sebuah ajaran dengan konsep “kala”atau waktu dan “chakra” atau putaran.

Ajaran ini mengajarkan konsep siklus planet, siklus pernapasan, praktek kerja energi yang paling halus sehingga mampu mencapai pencerahan. Kerajaan ini digambarkan begitu indah, disana penduduknya tidak ada yang mengenal apa itu kejahatan dan peperangan.

Terdapat ramalan dalam Kalachakra Tantra yang mengatakan ketika saatnya tiba, dimana dunia telah jatuh kepada kehancuran, perang dan ketamakan, Kalki ke-25 akan turun ke bumi membawa pasukan yang besar untuk mengalahkan kejahatan yang merajalela dan membawa ke era baru, era perdamaian dan ketenangan.

Menurut konsep Vajrayana Buddha esensi Shambhala memiliki pengertian luar, dalam, dan arti yang rahasia. Pengertian luar menjelaskan bahwa Shambala merupakan sebuah tempat yang berada di suatu tempat secara fisik, walaupun demikian hanya beberapa orang yang memiliki karma sesuai yang dapat menemukannya. Pengertian dalam dan rahasa menjelaskan tentang pemahaman inti tentang apa sebenarnya yang diwakili oleh Shambala.

Lokasi Shambala tetap menjadi tanda tanya yang besar dan masih terus diperdebatkan, termasuk dengan pemahaman tentang Shambala merupakan tempat yang tidak memiliki fisik namun hanya bisa dicapai oleh pikiran yang suci. Menurut teks kuno Zhang Zhung tertulis letak Shambala berada di Lembah Sutlej Valley di wilayah Himachal Pradesh. Orang mongol mengatakan Shambala berada di lembah-lembah yang berada di bagian selatan Siberia.

Tidak hanya orang biasa yang berusaha mengidentifikasi dimana sebenarnya Shambala, bahkan tokoh seperti Adolf Hitler dan Josef Stalin penasaran dan melakukan ekspedisi ekslusif untuk menemukan dimana sebenarnya letak Shambala. Apakah Anda juga demikian?
sumber ; https://www.facebook.com/photo.php?fbid=204183952973039&set=at.192226580835443.49408.100001443088929.100000780833275&type=1&theater

Akhir Zaman
Munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal
(End of Time and the Appearance of Gog and Magog and anti-Christ)
Peringatan Terakhir Bagi Orang Beriman dan Manusia Pada Umumnya

Pendahuluan
Banyak hadits-hadits yang menerangkan tanda-tanda tibanya akhir zaman sebagai nubuwatan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebelum terjadinya Hari Qiamat yang menjelaskan keprihatinan Nabi terhadap akibat yang akan menimpa umatnya dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam tulisan ini hanya akan disinggung beberapa hadits yang berkaitan dengan objek kajian, yaitu munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal serta akibat-akibat yang ditimbulkannya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam penglihatan kenabiannya telah memberikan peringatan bahwa dalam perjalan sejarahnya umat Islam akan melewati suatu periode yang disebut: Sa’ah yang artinya ‘titik waktu’ 1) yang dalam bahasa Inggris disebut moment. Akan tetapi bila kita renungkan hadits-hadits mengenai akhir zaman, ternyata kata sa’ah merupakan sebuah sinyalemen krusial berupa bencana. Bencana yang akan menimpa umat manusia pada umumnya, termasuk umat Islam sebelum terjadinya Hari Qiamat. Memang kata sa’ah juga disebutkan al-Qur’an dengan pengertian Qiamat. Pada masa Sa’ah itu terjadi hal-hal yang tingkat kegawatannya sangat serius. Kejadian itu menurut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah munculnya al-Masih ad-Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini:

“Sesungguhnya tidak ada fitnah dimuka bumi ini semenjak Allah menciptakan Adam sampai kedatangan masa Sa’ah yang lebih besar tingkat kegawatannya, yaitu fitnah Dajjal”.2)

Fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, Nabi pun mengajarkan kepada umatnya agar pada tiap shalat berdo’a kepada Allah Azza wa Jalla untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, yaitu: “Ya Allah, aku mohon perlindungan Engkau dari fitnahnya al-Masih ad-Dajjal”. Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnah Dajjal. 3)

Dajjal disebutkan berulangkali dalam hadits, sedangkan Ya’juj wa-Ma’juj bukan saja disebutkan dalam hadits, tetapi juga di dalam al-Qur’an, kita temui dalam Surat al-Kahfi ayat 94 yang artinya

“ … sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi …”

dan dalam Surah al-Anbiya ayat 96 yang artinya:

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Kedua ayat al-Qur’an tersebut dengan sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa pada waktu al-Qur’an diturunkan sosok Ya’juj dan Ma’juj sudah ada, hanya saja mereka masih ‘terpenjara’ sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya: “Laa ilaaha illa-llaah. Celakalah bangsa Arab dari bahaya yang telah dekat. Pada hari ini dinding Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sebesar ini”. Beliau bersabda demikian sambil melingkarkan dua jari beliau: ibu jari dan telunjuk. Zainab bertanya, “Rasulullah, apakah kita akan binasa, padahal ditengah-tengah kita terdapat orang-orang shaleh?. “Ya, jika maksiat banyak dilakukan,” jawab beliau. 4)

Definisi Ya’juj wa Ma’juj
Kata Ya’juj dan Ma’juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-‘Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan. Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Ya’juj wa Ma’uj adalah dari keturunan Adam. 5). Dalam bahasa Inggris disebut dengan Gog and Magog.

Dalam Bibel, Gog dan Magog disebut dengan jelas dan tidak perlu diragukan lagi apa yang menjadi ciri-cirinya, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat berikut dari Bibel Inggris (Oxford Cambridge University Press, 1970).

“Inilah kata-kata Tuhan kepadaku: Hai, lihatlah ke arah Gog, Ratu dari Rosh, Meshech dan Tubal, di tanah Magog, dan meramalkan tentang dia. Katakan, semuanya ini adalah kata-kata Tuhan; Aku musuhmu Gog, Ratu Rosh, Meshech, dan Tubal, Aku akan berpaling darimu, menempatkan sabit di rahangmu.” (Ezekiel = Yehezkiel 38 : 1 – 4).

Di sini Gog disebut dengan jelas, dan Gog ini sama dengan yang tercantum dalam Al-Qur’an yang disebut Ya’juj. Dia disebut sebagai “Ratu Rosh, Meshech, dan Tubal”. Dan Magog (Ma’juj), hanya tanah air yang disebut dari Magog.

Definisi al-Masih ad-Dajjal
Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-‘Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi. Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut sebagai Anti-Christ.

Masih artinya Messiah, penyampai, pembawa, nama yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Isa a.s. sebagaimana tersebut dalam al-Qur’an. Dajjal melaksanakan tugas dan fungsinya atas nama Nabi Isa a.s., tapi dalam keadaan yang bertentangan sama sekali dengan ajaran agama Nashrani. 6) yang benar-benar merupakan messiah. Dalam Bibel. 7) dijelaskan bahwa “Ketahuilah (olehmu bahwa) waktu yang akan datang tentang persembahan kepada Tuhan, Tuhanmu, dan hanya Dia akan engkau layani.” (Matius, 4 : 10).

Dajjal meletakkan Messiah dalam posisi sebagai Tuhan, padahal Messiah yang benar berpikir bahwa seluruh nabi Allah datang ke dunia tanpa dosa, melaksanakan tugas-tugasnya sampai mati tanpa dosa, sedangkan Dajjal akan mengatakan salah, semuanya ini sebagai yang nyata-nyata berdosa dalam khutbah-khutbahnya. Messiah yang benar juga berkhotbah bahwa setiap manusia akan berdiri di hadapan Tuhan, dan akan diganjar atau dihukum menurut apa yang telah mereka kerjakan. Tapi Dajjal akan berkhutbah bahwa anak Maryam menderita dengan disalib, karena untuk mencuci dosa-dosa manusia di seluruh dunia. Bahkan Maryam, wanita Suci ibu Jesus, tidak bebas dari umpatan kebohongan Dajjal dan inilah yang dimaksudkan dengan mengatakan Dajjal sebagai anti Kristus. 8)

Berdirinya Kekhalifahan Islam Kelima
Sebagai indikator bahwa Hari Qiamat belum segera akan tiba, artinya umat Islam dan umat manusia seluruhnya harus melewati periode sa’ah yaitu munculnya Ya’juj wa Ma’juj dan al-Masih ad-Dajjal, khusus untuk umat Islam periode ini merupakan ujian yang maha berat dan sekaligus kesempatan emas untuk memperoleh surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam kaitan ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan harapan dengan sabdanya:

“Adalah fase kepemimpinan nubuwah ada pada kalian apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia mengangkatnya” “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah itu, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya“ “Kemudian akan ada raja yang menggigit, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Dia menghendaki untuk mengangkatnya“, “Kemudian akan ada (pemegang) kekuasaan diktator, maka terjadilah apa yang Allah kehendaki terjadi. Kemudian Allah mengangkatnya manakala Allah menghendaki untuk mengangkatnya“ “Kemudian akan ada khilafah di atas manhaj nubuwah (metode kenabian)“9).

Dari hadits tersebut tergambar periodisasi kepemimpinan umat manusia sampai menjelang hari Qiamat, pertama dalam masa kehidupan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Madinah, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, setelah itu oleh raja-raja dan dilanjutkan oleh para diktator dunia. Setelah berakhirnya masa kediktatoran dunia maka kekhilafahan akan kembali berdiri tegak melaksanakan keadilan Islam. Inilah yang dimaksud dengan kesempatan emas bagi umat Islam karena masa seperti ini hanya dialami sekali dan puncaknya terjadipada waktu kita hidup dewasa ini. Oleh karena itu kita diundang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban Islam untuk melaksanakan perintah Allah Azza wa Jalla untuk menegakkan keadilan Islam dengan cara-cara damai, karena Islam adalah agama perdamaian dan sudah pasti menentang terorisme, karena tindakan teroris bukanlah jalan fii sabilillah, tapi fii sabilithaghut.

Yahudi, Nashrani dan Islam
Al-Qur’an menjelaskan kepada kita bahwa Allah Azza wa Jalla telah menurunkan agama langit yang wajib diketahui yaitu agama Yahudi yang diturunkan kepada Bani Israel melalui Nabi Musa a.s. dan dengan kitab suci Taurat. Kemudian masih kepada Bani Israel yang meneruskan ajaran Nabi Musa a.s. berupa agama Nashrani melalui Nabi Isa a.s. dengan kitab suci Injil. Hal ini disebutkan dengan jelas dalam Matius 17-18 sbb:

“Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Terakhir kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berupa agama Islam sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya dan sebagai petunjuk yang lurus untuk umat manusia seluruhnya yang bersifat rahmatan lil ‘alamin dengan kitab suci al-Qur’an, sebagaimana disebutkan dalam surah al-Maidah ayat 3 ” … Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu…”. Disamping ketiga agama samawi tersebut, al-Qur’an juga menyebutkan agama budaya yang kita kenal dengan sebutan Sabi’in, kelompok penyembah bintang dan Majusi, kelompok penyembah api.

Dalam perjalanan sejarah umat manusia yang panjang, kelima agama tersebut di atas saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain sesuai kondisi zaman masing-masing yang mengakibatkan jumlahnya bertambah banyak serta mengalami distorsi. Menurut David Barrett et al, editor dari “World Christian Encyclopedia: A comparative survey of churches and religions – AD 30 to 2200,” terdapat 19 agama utama dunia dan terbagi lagi menjadi 270 aliran agama.10).
sumber : http://www.akhirzaman.info/islam/la-syarkiyyah-la-gharbiyyah/35-munculnya-yajuj-wa-majuj-dan-al-masih-ad-dajjal.html

Pertarungan Abadi Antara Agen Tuhan Dan Agen Iblis (Wali Allah VS Wali Syetan)

Film ”Constantine”
Kisah Unik Detektif Pembasmi Setan

Misteri Tombak Takdir
KALIMAT penutup itu diucapkan dengan datar oleh John Constantine (Keanu Reeves), setelah berhasil menggagalkan kelahiran Menmon ke muka bumi. Menmon dikisahkan sebagai putra setan yang berhasil ditumpas Constantine melalui pertarungan hidup mati yang sangat menegangkan. Film yang dibuat berdasarkan karakter komik Hellblazer terbitan DC Comics/Vertigo ini dapat digolongkan dalam genre action-drama. Dengan kekuatan pada sudut gambar yang sangat beragam, sutradara Francis Lawrence berhasil menyuguhkan sebuah tontonan yang apik. Barangkali skenario yang ditulis Kevin Brodbin dan Frank Cappello memudahkan menjadikan Lawrence untuk memvisualkan kisah mistik gaya Amerika tersebut. Pesona Reeves yang mencuat lewat film Speed memang menjadi jualan utama film Constantine.

John Constantine. Sosok jagoan yang terbilang unik dan berbeda. Constantine adalah detektif yang ditakuti setan atau iblis dan keturunannya, yang selalu mencoba masuk ke dunia manusia. Ia bukan rohaniawan, bukan pula pastor, rahib atau orang suci. Hanya ia punya kelebihan, karena pernah nyaris meninggal akibat bunuh diri, yang membuatnya sempat “mengunjungi” neraka — tempat di mana jiwa berdosa korban bunuh diri dijebloskan.

Konon Constantine sudah mulai bisa merasakan bahkan melihat kehadiran setan juga malaikat di bumi ini sejak masih kanak-kanak. Memang, setan dan malaikat tidak bisa langsung turun ke bumi. Mereka merasuk, meminjam raga manusia. Karenanya sering disebut ”peranakan”. Menginjak remaja, saat benar-benar merasa tertekan dengan kelebihan indra keenamnya, Constantine mencoba bunuh diri. Risikonya sudah jelas, sesuai kepercayaan Katolik, mereka yang bunuh diri, jiwanya langsung dijebloskan ke neraka. Hampir saja Constantine menjadi penghuni api neraka yang panas membara. Namun karena berhasil diselamatkan dari kematian karena bunuh diri, jiwanya pun kembali ke bumi setelah sempat “bertamasya” ke neraka.

Kembali ke bumi, bagi Constantine tak ubahnya sebuah hukuman, sekaligus pengampunan bersyarat. Ia akan bebas dari hukuman menjadi penghuni neraka, kalau di bumi bisa menjadi anak baik. Untuk itu ia punya “tugas” mengawasi peranakan setan yang berkeliaran di bumi, dan mengembalikannya ke neraka kalau melanggar batas aturan. Hingga akhirnya ia bertemu dengan polisi wanita Angela Dobson, yang dilanda duka juga penasaran setelah saudara kembarnya Isabel ditemukan tewas bunuh diri.

Angela tak yakin kalau saudaranya sebagai penganut Katolik yang taat nekad bunuh diri. Ia menduga ada sesuatu yang mendorong saudaranya melakukan itu, utamanya semacam bisikan gaib atau pengaruh setan. Maka, Constantine menjadi harapan bagi Angela untuk menguak misteri ini. Bukan hanya bagi si polwan, terkuatnya misteri kematian Isabel, pertanda akan munculnya Mammon, keturunan setan neraka yang bakal melintasi bumi, juga menjawab teka-teki besar bagi Constantine. Siapa dalang di balik semua peristiwa aneh, ternyata juga menyangkut kehidupannya yang diinginkan neraka, ditolak surga, namun dibutuhkan di bumi itu.

Sebagai sosok yang dianugerahi kemampuan untuk dapat melihat mahkluk lain selain manusia, Constantine mempunyai tugas yang tidak ringan. Betapa tidak, anugerah yang dimilikinya sebagai manusia setengah malaikat setengan setan, membuatnya menghadapi dua pilihan tinggal di neraka atau surga setelah mati. Jika pilihan kedua yang dikehendaki, dia harus membayarnya dengan menumpas setiap makhluk setengah malaikat setengah setan yang cenderung bertindak batil. Bisa ditebak, nyaris setiap saat kerja Constantine bergelut dengan setan yang berbentuk aneka rupa.

Hingga pada saatnya, datanglah seorang detektif Angela Dodson (Rachle Weisz) ke rumahnya. Dengan maksud menyelidiki kematian Isabel, saudari kembarnya (juga diperankan Rachel Weisz), yang misterius. Angela ingin menguak segala misteri kematian Isabel yang dilaporkan sebagai bunuh diri. Sementara itu, di pelosok Mexico City, seorang gelandangan menemukan kembali sebuah Tombak Takdir. Seperangkat mata tombak yang dipercaya menyebabkan kematian Yesus Kristus di kayu salib. “Yang membuat mati Yesus bukan karena ia disalib, melainkan karena Tombak Takdir yang ditikamkan di tubuhnya,” ujar Constantine. Tombak takdir (spear of destiny), itu sebenarnya adalah pusaka yang sudah hilang sejak perang dunia 2. Konon, siapapun yang memegang pusaka itu maka dapat menguasai bumi. Ngeri ‘kan kalo sampai dikuasai oleh gerombolan iblis itu… Selanjutnya, Tombak Takdir yang telah menuju Los Angeles pun siap menebarkan terornya. Dan Constantine, sebagaimana tokoh lakon, tidak tinggal diam untuk menggagalkan kelahiran kembali anak setan. Penonton tidak harus mengamini logika cerita film ini, namun sebagaimana keyakinan Constantine, dalam banyak perkara Tuhan memang bekerja dengan misterius.

Bagi gw, hal yang paling menarik dari film ini adalah muatan yang terkandung dalam dialog-dialog dan elemen-elemen pendukung sepanjang film. Sekilas sepertinya semuanya sarat dengan muatan-muatan kepercayaan dari agama tertentu (meskipun Constantine di sini berbeda dengan tokoh bernama sama dalam sejarah agama itu). Tetapi kalau diperhatikan lebih lanjut, sebenarnya di sisi lain tidak sedikit muncul sindiran-sindiran yang malah mempertanyakan sejumlah konsep dari kepercayaan tersebut.

Dan ini tidak terbatas dalam dialognya saja. Misalnya, soal mengusir iblis pengganggu yang tidak mempan hanya dengan menggunakan simbol-simbol tertentu, soal orang bunuh diri yang gak bisa diupacarakan secara terhormat, Constantine yang menolak anjuran Gabriel untuk cukup percaya saja kepada ‘seseorang’ biar masuk surga, Constantine yang menolak mengkambinghitamkan iblis sebagai penyebab adiknya Angela bunuh diri, masuk surga atau neraka bukan sudah ditentukan terlebih dahulu tetapi tergantung tindakan seseorang (Constantine yang dari awal dicap Gabriel menjadi penghuni neraka tiba-tiba bisa masuk surga karena tindakannya yang rela berkorban), hingga dugaan konspirasi adanya taruhan terhadap nasib manusia. Masih ada contoh-contoh lain. Muatan yang cukup berat namun membuat film ini jadi ‘berisi’.

Dan pesan terpenting yang saya tangkap dari Film ini adalah adanya sebuah realitas mengenai adanya sebuah pertarungan abadi antara Agen Tuhan Dan Agen Iblis. Yang bisa kita lihat dalam kehidupan nyata kita sehari-hari. Anda hanya perlu sedikit lebih jeli & obyektif saja dalam mengamati fenomena di sekitar anda, melihat manusia. Mana Agen Iblis dan mana Agen Tuhan….??? Karena terkadang kebenaran dan kedzaliman menjadi sebuah realitas yang absurd…. Ketika semuanya mengKlaim Diri sebagai Fihak Yang Paling benar…

Agen Tuhan (Wali Allah) dan Agen Iblis (Wali Syetan)
Ketika disebut kata wali maka yang langsung terbayang dalam benak kita adalah suatu keanehan, ke-nyleneh-an, dan kedigdayaan. Itulah yang dapat ditangkap dari pemahaman masyarakat terhadap wali ini. Maka bila ada orang yang bertingkah aneh, apalagi kalau sudah dikenal sebagai kyai, mempunyai indera keenam sehingga mengerti semua yang belum terjadi, segera disebut sebagai wali. Bahkan ada juga yang disebut sebagai wali, padahal sering meninggalkan shalat wajib. Ketika ditanyakan, dia menjawab : “Kami kan sudah sampai tingkat ma’rifa,t jadi tidak apa-apa tidak mengerjakannya. Sedangkan shalat itu bagi yang masih taraf syari’at.” Lalu siapakah wali Allah yang sebenarnya ?

Wali Allah
Secara etimologi, kata wali adalah lawan dari ‘aduwwu (musuh) dan muwaalah adalah lawan dari muhaadah (permusuhan). Maka wali Allah adalah orang yang mendekat dan menolong (agama) Alloh atau orang yang didekati dan ditolong Allah. Definisi ini semakna dengan pengertian wali dalam terminologi Al Qur’an, sebagaimana Allah berfirman

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (64)

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang beriman dan selalu bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus : 62 – 64).

Dari ayat tersebut, Wali Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan apa yang datang dari-Nya yang termaktub dalam Al Qur’an dan terucap melalui lisan Rasul-Nya, memegang teguh syariatnya lahir dan batin, lalu terus menerus memegangi itu semua dengan dibarengi muroqobah (terawasi oleh Allah), kontinyu dengan sifat ketaqwaan dan waspada agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang dimurkai-Nya berupa kelalaian menunaikan wajib dan melakukan hal yang diharomkan. (lihat Muqoddimah Karomatul Auliya’, Al-Lalika’i, Dr. Ahmad bin Sa’d Al-Ghomidi, 5/8)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, “Allah Ta’ala menginformasikan bahwa para wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Siapa saja yang bertaqwa maka dia adalah wali Allah.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/384)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin no.96, bahwa wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Mereka merealisasikan keimanan di hati mereka terhadap semua yang wajib diimani, dan mereka merealisasikan amal sholih pada anggota badan mereka, dengan menjauhi semua hal-hal yang diharamkan seperti meninggalkan kewajiban atau melakukan perkara yang harom. Mereka mengumpulkan pada diri mereka kebaikan batin dengan keimanan dan kebaikan lahir dengan ketaqwaan, merekalah wali Allah.

Wali Allah adalah yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Furqon Baina Auliya’ir Rohman wa Auliya’us Syaithon mengatakan, “Bukan termasuk wali Alloh melainkan orang yang beriman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beriman dengan apa yang dibawanya, dan mengikuti secara lahir dan batin. Barangsiapa yang mengaku mencintai Allah dan wali-Nya, namun tidak mengikuti beliau maka tidak termasuk wali Allah bahkan jika dia menyelisihinya maka termasuk musuh Allah dan wali setan. Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.(QS. Ali Imron : 31)

Hasan Al Bashri berkata : “Suatu kaum mengklaim mencintai Allah, lantas Allah turunkan ayat ini sebagai ujian bagi mereka”. Allah sungguh telah menjelaskan dalam ayat tersebut, barangsiapa yang mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka Allah akan mencintainya. Namun siapa yang mengklaim mencintai-Nya tapi tidak mengikuti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak termasuk wali Allah. Walaupun banyak orang menyangka dirinya atau selainnya sebagai wali Allah, tetapi kenyataannya mereka bukan wali-Nya.

Dari uraian di atas, terlihat bahwa cakupan definisi wali ini begitu luas, mencakup setiap orang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan. Maka wali Allah yang paling utama adalah para nabi. Para nabi yang paling utama adalah para rasul. Para Rasul yang paling utama adalah ‘ulul azmi. Sedang ‘ulul azmi yang paling utama adalah Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka sangat salah suatu pemahaman yang berkembang di masyarakat kita saat ini, bahwa wali itu hanya monopoli orang-orang tertentu, semisal ulama, kyai, apalagi hanya terbatas pada orang yang memiliki ilmu yang aneh-aneh dan sampai pada orang yang meninggalkan kewajiban syari’at yang dibebankan padanya.

Ingat sekali lagi, standar seseorang termasuk wali Allah adalah bertakwa dan beriman. Jika ia malah memiliki ilmu-ilmu aneh dan tidak pernah mengerjakan shalat sama sekali, ini bukan wali Allah tetapi wali setan.

Wali Syetan
Orang Muslim beriman, bahwa syetan mempuyai wali-wali dari kalangan manusia. Syetan berkuasa atas mereka, kemudain membuat mereka lupa dzikir kepada Allah Ta’ala, membujuk mereka kepada keburukan, dan menyodorkan kebatilan kepada mereka, menulikan mereka dari mendengar kebenaran, dan membutakan mereka dari melihat bukti-bukti kebenaran.

Mereka tunduk kepada syetan, dan taat kepada perintah-perintanya. Syetan merayu mereka dengan keburukan, dan menjerumuskan mereka ke dalam kerusakan dengan tazyin (menghias sesuatu sehingga terlihat sebaliknya), hingga ia kenalkan kemungkinan kepada mereka, dan mereka pun mengenalnya. Syetan membuat menghias kebaikan sebagai kemungkaran kepada mereka, dan mereka memungkiri kebaikan tersebut. Mereka adalah musuh-musuh wali-wali Allah Ta’ala dan perang selalu meledak di antara kedua kelompok.

Wali-wali Allah Ta’ala setia kepada Allah Ta’ala, sedang mereka memusuhinya. Wali-wali mencintai Allah Ta’ala, dan membuat-Nya ridha, sedang mereka membuat-Nya marah, dan murka kepada mereka. Maka, kutukan Allah Ta’ala atas mereka, kendati banyak sekali kejadian-kejadian luar biasa terjadi pada mereka. Seperti, mereka bisa terbang ke langit atau berjalan di atas air. Sebab, itu tidak lain adalah istidraj dari Allah Ta’ala bagi orang yang memusuhi-Nya, atau menjadi penolong syetan dalam menghadapi orang-orang yang setia kepada-Nya. Orang muslim meyakini itu semua karena dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal.

Dalil-Dalil Wahyu
1. Penjelasan Allah Ta’ala tentang wali-wali syetan dalam firman-firman-Nya, seperti firman-firman-Nya berikut ini.

  • “Dan orang-orang yang kafir, wali-wali mereka ialah syetan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka ini penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah: 257)
  • “Sesungguhnya syetan membisikkan kepada wali-walinya, agar mereka membantah kamu dan jika kalian menuruti mereka, sesungguhnya kalian tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.” (Al-An’am: 121)
  • “Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpun mereka semuanya (dan Allah berfirman), ‘Hai golongan jin, sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia’, lalu berkatalah wali-wali mereka dari golongan manusia, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami’. Allah berfirman, ‘Neraka itulah tempat diam kalian, sedang kalian kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)’.” (Al-An’am: 128)
  • “Barang siapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan). Maka, syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syetan-syetan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Az-Zukhruf: 36-37)
  • “Sesungguhnya Kami telah menjadikan syetan-syetan sebagai wali-wali bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27)
  • “Sesungguhnya mereka menjadikan syetan-syetan sebagai wali-wali selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Al-A’raaf: 30)
  • “Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka.” (Fushshilat: 25)
  • “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai wali-wali selain Aku, padahal mereka musuh kalian?” (Al-Kahfi: 50)

2. Penjelasan Rasulullah saw. tentang wali-wali syetan dalam sabda-sabdanya, misalnya dalam sabda-sabdanya berikut ini.

  • Sabda Rasulullah saw. ketika beliau melihat salah satu bintang dilempar, kemudian bersinar, “Apa yang kalian katakan tentang hal ini pada masa jahiliyah?” Para sahabat menjawab, “Dulu kami berkata bahwa (bintang dijatuhkan) itu karena orang penting telah meninggal dunia, atau orang penting telah lahir”, Rasulullah saw. bersabda, “Bintang dilempar (dijatuhkan) tidak karena kematian seseorang atau karena kehidupanya. Namun, jika Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala telah memutuskan sesuatu, maka para malaikat pemikul Arasy bertasbih, kemudian seluruh penghuni sesudah mereka bertasbih, kemudian diteruskan malaikat-malaikat sesudah mereka hingga tasbih memenuhi seluruh penghuni langit. Penghuni langit bertanya kepada malaikat-malaikat pemikul Arasy, ‘Apa yang difirmankan Tuhan kita?’ Malaikat-malaikat pemikul Arasy menjelaskan kepada penghuni langit apa yang difirmankan Allah, kemudian penghuni setiap langit meminta penjelasan (tentang apa yang Allah menyebar ke seluruh penghuni langit dunia, kemudian syetan-syetan mencuri wahyu tersebut, kemudian mereka dilempar (dengan bintang tersebut), kemudian mereka memberikannya kepada wali-wali mereka. Apa yang mereka dalam bentuk aslinya adalah benar, namun mereka memberi tambahan ke dalamnya.” (Diriwayatkan Muslim, Ahmad dan lain-lain).
  • Sabda Rasulullah saw. ketika beliau ditanya tentang dukun, “Mereka tidak ada apa-apanya”. Para sahabat berkata, “Ya, namun mereka kadang-kadang mengatakan sesuatu pada kami, kemudian sesuatu tersebut menjadi benar.” Rasulullah saw. bersabda, “Perkataan tersebut adalah kebenaran yang dicuri jin. Ia mendengarkannya ke telinga wali-walinya, kemudian wali-walinya menambahkan status kebohongan di perkataan tersebut.” (Diriwayatkan Al-Bukhari)
  • “Tidak ada salah seorang dari kalian, melainkan ia didampingi teman dari jin.” (Diriwayatkan Muslim).
  • “Sesungguhnya syetan mengalir di peredaran darah anak keturunan Adam. Oleh karena itu, himpitlah dia di peredarannya dengan puasa.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

3. Apa yang disaksikan puluhan ribuan manusia, berupa kondisi-kondisi kesyetanan yang aneh di semua zaman, dan semua tempat yang terjadi pada wali-wali syetan. Di antara wali-wali syetan, ada orang yang didatangi syetan dengan beraneka ragam makanan dan minuman. Ada di antara mereka yang diajak bicara syetan dengan ghaib dan syetan memperlihatkan padanya batin, segala sesuatu, dan rahasia-rahasianya. Ada di antara mereka yang didatangi syetan yang menjelma dalam bentuk salah seorang shalih. Ketika orang tersebut meminta pertolongan kepadanya, syetan ingin menipunya, menyesatkannya, dan membawanya kepada syirik kepada Allah, dan maksiat kepada-Nya. Di antara mereka ada yang dibawa syetan ke tempat yang jauh, atau syetan menghadirkan padanya orang-orang atau barang-barang dari tempat yang jauh. Dan kejadian-kejadian lain yang didukung syetan, jin-jin pembangkang.

Kejadian-kejadian kesyetanan di atas terjadi karena keburukan ruh manusia akibat melakukan berbagai keburukan, kerusakan, kekafiran, kemaksiatan yang jauh dari orang yang mempunyai kebenaran dan kebaikan, jauh dari iman, dan jauh dari keshalihan hingga kebutuhan ruh tersebut menyatu dengan ruh syetan-syetan yang dicetak di atas keburukan. Dan sebagian dari mereka mengabdi kepada sebagian yang lain sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Oleh karena itu, dikatakan kepada mereka pada hari kiamat, “Hai golongan jin (syetan), sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia”. Wali-wali jin (syetan) dari manusia berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain).” (Al-An-am: 128).

Adapun perbedaan antara karamah Rabbaniyah wali-wali Allah dengan kejadian-kejadian kesyetanan itu bisa dilihat pada perilaku seseorang dan kondisi dirinya. Jika orang tersebut termasuk orang beriman, orang bertakwa yang berpegang teguh kepada Syari’at Allah secara lahir dan batin, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah karamah dari Allah Ta’ala untuknya. Jika orang tersebut termasuk orang brengsek, buruk, jauh dari ketakwaan, dan tenggelam dalam berbagai kemaksiatan, kekafiran, dan kerusakan, maka kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi padanya adalah sejenis istidraj, atau pengabdian syetan untuknya, atau bantuan syetan padanya.

TIGA TUBUH GURU SEJATI

Murid : Guru apa saja tiga tubuh dari guru sejati?
Guru :Seorang guru sejati harus memiliki 3 tubuh yaitu:

1.Tubuh jelmaan
Tubuh jelmaan diciptakan untuk menjaga muridnya baik jauh dan dekat sehingga muridnya dapat dilindungi dari bahaya dalam berlatih rohani seperti jebakkan iblis.Tubuh jelmaan wujudnya sangat indah dan menabjubkan,karena ia dapat mewujudkan menjadi apa saja sesuai keinginan murid.Tubuh jelmaan ini juga diciptakan untuk mengajar dialam2 rohani yg tidak terlihat oleh mata biasa.Sehingga Buddha sakyamuni dikenal sebagai guru manusia dan para dewa demikianlah semua guru sejati dapat melakukannya.Waktu muridnya bermeditasi mengunjungi alam2 rohani ia melihat gurunya mengajar dialam tersebut.Tubuh jelmaan tercipta karena welas asih agung untuk menolong semua mahkluk yang menderita.Hanya sedikit orang saja yang memiliki tubuh jelmaan dan orang itu kita kenal dengan julukkan Buddha atau guru sejati.

2.Tubuh kebenaran
Tubuh kebenaran ini wujudnya adalah cahaya.Cahaya ini ada dimana2.Cahaya ini bersemayam dalam batin semua makhluk.Cahaya rohani ini hanya dapat dilihat oleh orang2 yg mata kebijaksanaanya terbuka.Jika seseorang bermeditasi dapat melihat cahaya rohani ini maka ia telah melihat tubuh dharma dan orang ini telah mencapai penerangan.Cahaya ini dikenal sebagai sifat Ketuhanan atau sifat Buddha.Hanya guru sejati saja yang dapat membuat anda melihat cahaya ini.Tanpa guru sejati tidak ada jalan bagi manusia untuk mencapai penerangan.

3.Tubuh jasmani
Guru sejati yang ingin menolong manusia dan mahkluk lain harus mempunyai tubuh jasmani,karena melalui tubuh jasmani ini digunakan untuk mengajar manusia,dan dapat menanggung karma murid2nya dan mahkluk lain.Jika ingin menolong manusia harus menanggung karmanya.Inilah hukum alam.Tubuh guru sejati yang hidup lebih berguna dari tubuh guru sejati yang telah meninggal.Jadi tanpa tubuh jasmani guru sejati yang hidup tidak dapat menolong makhluk yang menderita.Dokter yang telah meninggal tak bisa mengobati orang sakit tapi dokter yang hidup saja yang dapat mengobati orang sakit.

Blog Budha

>TIGA TUBUH GURU SEJATI

>

Murid : Guru apa saja tiga tubuh dari guru sejati?
Guru :Seorang guru sejati harus memiliki 3 tubuh yaitu:

1.Tubuh jelmaan
Tubuh jelmaan diciptakan untuk menjaga muridnya baik jauh dan dekat sehingga muridnya dapat dilindungi dari bahaya dalam berlatih rohani seperti jebakkan iblis.Tubuh jelmaan wujudnya sangat indah dan menabjubkan,karena ia dapat mewujudkan menjadi apa saja sesuai keinginan murid.Tubuh jelmaan ini juga diciptakan untuk mengajar dialam2 rohani yg tidak terlihat oleh mata biasa.Sehingga Buddha sakyamuni dikenal sebagai guru manusia dan para dewa demikianlah semua guru sejati dapat melakukannya.Waktu muridnya bermeditasi mengunjungi alam2 rohani ia melihat gurunya mengajar dialam tersebut.Tubuh jelmaan tercipta karena welas asih agung untuk menolong semua mahkluk yang menderita.Hanya sedikit orang saja yang memiliki tubuh jelmaan dan orang itu kita kenal dengan julukkan Buddha atau guru sejati.

2.Tubuh kebenaran
Tubuh kebenaran ini wujudnya adalah cahaya.Cahaya ini ada dimana2.Cahaya ini bersemayam dalam batin semua makhluk.Cahaya rohani ini hanya dapat dilihat oleh orang2 yg mata kebijaksanaanya terbuka.Jika seseorang bermeditasi dapat melihat cahaya rohani ini maka ia telah melihat tubuh dharma dan orang ini telah mencapai penerangan.Cahaya ini dikenal sebagai sifat Ketuhanan atau sifat Buddha.Hanya guru sejati saja yang dapat membuat anda melihat cahaya ini.Tanpa guru sejati tidak ada jalan bagi manusia untuk mencapai penerangan.

3.Tubuh jasmani
Guru sejati yang ingin menolong manusia dan mahkluk lain harus mempunyai tubuh jasmani,karena melalui tubuh jasmani ini digunakan untuk mengajar manusia,dan dapat menanggung karma murid2nya dan mahkluk lain.Jika ingin menolong manusia harus menanggung karmanya.Inilah hukum alam.Tubuh guru sejati yang hidup lebih berguna dari tubuh guru sejati yang telah meninggal.Jadi tanpa tubuh jasmani guru sejati yang hidup tidak dapat menolong makhluk yang menderita.Dokter yang telah meninggal tak bisa mengobati orang sakit tapi dokter yang hidup saja yang dapat mengobati orang sakit.

Blog Budha

>Mantra Budha Dan Mantra Harry Potter

>

Mantra Aum atau Om dalam aksara Dewanagari.

Mantra adalah bunyi, suku kata, kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu “menciptakan perubahan” (mis. perubahan spiritual). Jenis dan kegunaan mantra berbeda-beda tergantung mahzab dan filsafat yang terkait dengan mantra tersebut.

Mantra (Dewanagari: मन्त्र; ,IAST: mantra, मन्त्र) berasal dari tradisi Weda di India, kemudian menjadi bagian penting dalam tradisi Hindu dan praktek sehari-hari dalam agama Buddha, Sikhisme, dan Jainisme. Penggunaan mantra sekarang tersebar melalui berbagai gerakan spiritual yang berdasarkan (atau cabang dari) berbagai praktek dalam tradisi dan agama ketimuran.

Khanna (2003: hal. 21) menyatakan hubungan mantra dan yantra dengan manifestasi mental energi sebagai berikut:

Mantra-mantra, suku kata Sanskerta yang tertulis pada yantra, sejatinya merupakan ‘perwujudan pikiran’ yang merepresentasikan keilahian atau kekuatan kosmik, yang menggunakan pengaruh mereka dengan getaran suara.

Mantra-mantra Budha :

Mantra “Kala Chakra Vajra”

OM HA KSA MA LA VA RA YA SVAHA

atau

OM HA KSA MA LA VA RA YAM SVAHA

Mantra Hati “Bairhava”

“OM DAM SIRTA TO KATA BAIRAVHA YA SANG SANG SANG RU RU RU HUNG HUNG HUNG PHAT SOHA”

Keterangan Singkat:
Bairhava adalah salah satu pelindung Dharma, banyak dipercaya sebagai salah satu bentuk penjelmaan dari Guru Padmasambhava. Dibaca sebelum memulai puja-bhakti, sebagai pelindung para umat dalam beribadah dari segala halangan.

Mantra “Hanuman”

“Om Sri Hanumate Namah(a)”

Mantra Hati “Mahakala”

“OM SHRI MAHAKALA YAK KHYA BE TA LI HUNG DZA”

Keterangan Singkat:
Mahakala adalah salah satu pelindung Dharma, banyak dipercaya sebagai salah satu bentuk murka dari penjelmaan Avalokiteshvara. Dibaca setiap saat atau sebelum memulai puja-bhakti, sebagai pelindung para umat dalam beribadah dari segala halangan.

Mantra Hati “Vajra Kilaya”

“OM VAJRA KILI KILAYA SARVHA BHEGANEN BAM HUM PHAT:”

Keterangan Singkat:
Vajra Kilaya adalah salah satu pelindung Dharma.
Dapat setiap saat atau dibaca sebelum memulai puja-bhakti, sebagai pelindung para umat dalam beribadah dari segala halangan.

Mantra “Yamantaka”

OM YAMANTAKA HUM PHAT

Keterangan Singkat:
Yamantaka sebagai pelindung Dharma bagi para pembina spiritual, sebagai pemakan segala karma buruk dan segala kekotoran/halangan yang ada di tubuh, ucapan, dan pikiran.

Dibaca setiap saat atau sebelum memulai puja-bhakti atau meditasi, sebagai pembersih tubuh, ucapan, dan pikiran.

Visualisasi Yamantaka juga digunakan pada mantra 100 Suku Kata, sebagai pemakan segala karma dan kekotoran yang ada di tubuh, ucapan, dan pikiran.

Mantra Hati “Vajrasattva”

“OM VAJRA SATTO HUNG:”

atau panjangnya:

“Om Sumbhani Sumbha Hara Chara Maha Pasha Maruda Amoga Vajrasattva Svaha”

Keterangan:
Vajrasattva merupakan Mahluk Suci pemegang vajra, yang menghancurkan segala kesombongan, keangkuhan, keterperdayaan, halangan.
Pembayangan:
Vajrasattva memancarkan sinar putih ketubuh, sehingga tubuh menjadi putih bersih bercahaya. Mantra dibaca sebanyak 7x atau 21x putaran mala.

Mantra “Maha Karuna Dharani”
( Mantra Dewi Avalokitesvara 1000 tangan )

Namo Ratna Tra Ya Ya
Nama Arya Jhana Sagara
Vairochana Vyuha RajaYa
TathagataYa
Nama Sarva Tathagate Byah
Arhate Byah Samyak Sam Buddha Byah.

Nama Arya Avalokiteshvara
Bodhi Sattvaya
Maha Sattvaya
Maha Karuni Kaya


Tadyatha
Om Dhara-Dhara
Dhiri-Dhiri Dhuru-Dhuru
Itte Vatte Chale-Chale
Prachale-Prachale
Kusume-Kusuma Vare
Ile Mili
Chiti Jhalam
Apanaye Svaha:

“Tata Cara Singkat Membaca Mantra Suci”

Membaca mantra bermanfaat dalam proses pembinaan spiritual, dan sekaligus menerima berkah dari para Mahluk Suci. Seperti halnya pembinaan spiritual lainnya, membaca mantra mempunyai berbagai macam tingkatan tergantung dari tingkat kehidupan spiritual masing-masing para mahluk. Atas petunjuk dari Guru, kami hanya dapat menayangkan cara singkat yang sangat mudah bagi para pemula yang ingin membaca mantra.

  • Kedua tangan harus dibersihkan dengan air bersih.
  • Mulut harus dikumur bersih dengan air bersih.
  • Sebaiknya meminum segelas air putih bersih.
  • Jika memungkinkan ambil posisi lotus (meditasi).
  • Ambil nafas dalam-dalam hingga keperut, lalu hembuskan perlahan-lahan hingga habis. Ulangi 3x.
  • Letakan mala ditangan kiri, pegang dengan 4 jari (kecuali ibu jari).
  • Bayangkan Kehadiran Mahluk Suci dihadapkan kita memancarkan sinar hingga menyinari seluruh tubuh kita.
  • Ibu jari lalu menarik satu butir mala kedalam sambil mengucapkan mantra dalam hati, dan seterusnya hingga beberapa putaran mala.

Perhatian:

  • Bagi para pemula, jangan membaca mantra terlalu cepat.
  • Jaga irama tempo yang seirama, sehingga dapat dihayati maknanya satu persatu.
  • Usahakan jangan berhenti ditengah putaran mala, selesaikan dahulu putaran mala hingga selesai.

Mantra Harry Potter Magic Spells
Dunia sihir dalam kisah Harry Potter adalah dunia yang ada di dunia kita sekarang tapi juga sekaligus terpisah sama sekali secara sihir. Kalau diperbandingkan, dalam kisah fantasi Narnia dunia sihirnya merupakan dunia alternatif, sementara dalam Lord of the Rings Bumi-Tengah merupakan dunia mite pada masa lampau. Lingkungan sihir Harry Potter dikisahkan berada di tengah-tengah dunia kita saat ini, dengan benda-benda sihir yang mirip dengan benda-benda di lingkup non-sihir. Lembaga-lembaga dan lokasi-lokasinya pun mirip atau malah sama dengan yang berada di dunia nyata, seperti London. Lingkungan sihir sama sekali tidak dapat terlihat oleh populasi non-sihir (atau Muggle, misalnya: Keluarga Dursley).

Bakat sihir adalah kemampuan alami yang telah ada sejak lahir, tidak dapat muncul karena dipelajari. Mereka yang memiliki bakat sihir harus mengikuti pelajaran di sekolah-sekolah seperti Hogwarts untuk dapat menguasai dan mengontrolnya. Namun demikian, ada kemungkinan anak-anak yang lahir di keluarga penyihir yang hanya memiliki sedikit bakat sihir atau malah tidak ada sama sekali (disebut “Squibs”, misalnya Mrs. Figg, Argus Filch). Para penyihir belum tentu dilahirkan dalam keluarga penyihir, dan banyak dari mereka yang dilahirkan dari orang tua (para Muggle) yang sama sekali tidak mengenal sihir. Mereka yang murni berdarah penyihir seringkali tidak terbiasa dengan dunia Muggle, malah terasa lebih aneh bagi mereka ketimbang kita memandang dunia mereka. Namun demikian, dunia sihir dan elemen-elemennya yang menakjubkan itu digambarkan sebagai dunia-yang-sangat-mirip-dengan-dunia-nyata. Salah satu tema utama dalam novel ini adalah keberadaan dunia sihir dan dunia biasa; di mana para tokohnya hidup dalam lingkungan yang memiliki masalah-masalah yang “normal”, sekalipun mereka hidup di antara sihir.

Mantra Harry Potter Magic Spells
  1. Accio : memanggil tongkat sihir
  2. Aguamenti : semprotan jet air
  3. Alohomora : membuka pintu
  4. Anapneo : memperjelas target penglihatan atau tujuan sihir
  5. Aparecium : memperlihatkan tinta tak nampak
  6. Avada Kedavra : sinar hijau atau biru untuk membunuh musuh
  7. Avis : mengeluarkan sekawanan burung dari tongkat sihir
  8. Avis oppugno : pertahanan dari serangan dengan sekawanan burung
  9. Cave Inimicum : pertahanan melingkupi diri dari serangan musuh
  10. Colloportus : menutup dan mengunci pintu
  11. Confringo : meledakkan target sihir
  12. Confundo : membuat target menjadi kebingungan
  13. Crucio : sakit yang tak tertahankan
  14. Defodio : membuat lubang di batu atau besi
  15. Deletrius : melepaskan diri dari kekuatan sihir, diikuti dengan Prior Incantato
  16. Densaugeo : menumbuhkan gigi menjadi super besar
  17. Deprimo : melepaskan diri dari jerat
  18. Descendo : mengecilkan suatu objek sihir
  19. Diffindo : merobek atau memotong
  20. Dissendium : membuka sesuatu, terutama pada pintu rahasia
  21. Duro : mengeraskan suatu objek sihir
  22. Engorgio : membengkakkan suatu objek sihir
  23. Episkey : mengobati luka kecil
  24. Erecto : mengejangkan/menegangkan suatu benda
  25. Evanesco : menghilangkan objek
  26. Excelsiosempra : menerbangnkan/mengangkat musuh ke udara, dilawan dengan Accio
  27. Expecto Patronum : intinya memberi semangat terhadap serangan Dementor
  28. Expelliarmus : menghasilkan pancaran sinar merah untuk menghilangkan mantra musuh
  29. Expulso : membuat objek meledak
  30. Ferula : menghasilkan perban
  31. Finite Incantatem : menghilangkan mantra musuh
  32. Flagrate : membuat tongkat sihir terbang dengan bunga api
  33. Furnunculus : memerangkap musuh dalam mangkok
  34. Geminio : menggandakan suatu objek
  35. Glisseo : membuat tangga menjadi datar sehingga jadi terpeleset
  36. Homenum Revelio : melepaskan pegangan tongkat sihir di tangan musuh
  37. Impedimenta : menjatuhkan, mengikat, memukul, menghambat musuh.
  38. Imperio : mengabaikan perintah tongkat sihir
  39. Impervius : membuat objek kuat dan bertahan dan tidak tembus air
  40. Incarcerous : mengikat
  41. Incendio : menghasilkan api dan bara api
  42. Langlock : membuat lidah musuh lekat ke dinding atas mulut
  43. Legilimens : untuk dapat memasuki alam pikiran orang lain
  44. Levicorpus : lawan dari Liberacorpus, orang menjadi tergantung terbalik pada salah satu kaki
  45. Liberacorpus : membatalkan mantra menggantung terbalik (levicorpus)
  46. Locomotor : mengangkat/menerbangkan objek berkeliling penyihir
  47. Locomotor Mortis : membuat objek tidak bisa berjalan, kaku di tempat
  48. Lumos : membuat lampu kecil di tongkat sihir sebagai penerang
  49. Meteolojinx Recanto : merubah efek cuaca
  50. Mobiliarbus : mengangkat/menerbangkan lalu memindahkan pohon
  51. Mobilicorpus : mengangkat/menerbangkan lalu memindahkan tubuh
  52. Morsmordre : memberi tanda kematian
  53. Muffliato : mendekatkan diri untuk mendengar percakapn oranglain tanpa ketahuan
  54. Nox : lawan mantra Lumos, mematikan sinar diujung tongkat sihir
  55. Obliviate : menghilangkan ingatan suatu kejadian
  56. Obscuro : menutup mata musuh
  57. Oppugno : menjadikan suatu objek dapat menyerang musuh
  58. Orchideous : mengeluarkan sebuah buket bunga
  59. Pack : mengemas suatu tas, kopor, kotak
  60. Peskipiksi Pesternomi : menghilangkan/membatalkan mantra
  61. Petrificus Totalus : membuat teganng tubuh musuh lalu jatuh
  62. Piertotum Locomotor : membuat patung bergerak dan menjalankan perintah
  63. Point Me : membuat tongkat sihir menunjukkan arah bagai kompas
  64. Portus : mengembalikan suatu objek ke alam semula
  65. Prior Incantato : mengembalikan/membalikkan mantra musuh, bagai cermin
  66. Protego : pertahanan diri terhadap serangan
  67. Protego Horribilis : pertahanan diri dari sihir jahat, musuh besar
  68. Protego Totalum : pertahanan diri dan sekitarnya
  69. Quietus : mengecilkan suara yang telah dibuat besar sebelumnya Sonorus
  70. Reducio : mengecilkan suatu objek, lawan dari Engorgio
  71. Reducto : meledakkan suatu objek keras
  72. Relashio : memberikan suatu kekuatan pada objek untuk lepas ikatan, tidak terkena tembakan
  73. Rennervate : menyadarkan orang dari pingsan
  74. Reparo : memperbaiki objek yang rusak
  75. Repello Muggletum : mennghilangkan ingatan para Muggle
  76. Rictusempra : membuat orang geli seperti digelitik
  77. Riddikulus : membuat pikiran tukang sihir menjadi kenyataan terhadap objek, misalnya menjadi berpakaian nenek-nenek, umumnya mantra ini menjadi lucu
  78. Salvio Hexia : perlindungan terhadap kutukan, guna-guna
  79. Scourgify : membersihkan suatu objek
  80. Sectumsempra : menghasilkan luka sabetan pedang pada musuh
  81. Serpensortia : memunculkan ular
  82. Silencio : menghilangkan suara seketika
  83. Sonorus : membesarkan suara
  84. Specialis Revelio : mengeluarkan benda-benda/peralatan sihir orang lain
  85. Stupefy : membuat musuh kebingungan
  86. Tarantallegra : membuat kaki musuh bergerak menari tak terkontrol
  87. Tergeo : menyedot objek bagai vacuum cleaner
  88. Waddiwasi : memunculkan suatu objek kecil di udara dekat tongkat
  89. Wingardium Leviosa : mengangkat dan menerbangkan objek. Kalimat ini muncul pertama kali pada seri The Philosopher’s Stone saat Harry, Ron, Hermione duduk di kelas tahun pertama.