Reiki dan Islam

Berubahnya pola makanan, pola hidup dan kehidupan menyebabkan manusia merasakan sakit yang berkepanjangan. Mulai dari penyakit yang sangat ringan sampai penyakit yang berat. Jika manusia sakit tentu ia akan mendatangi dokter untuk berobat dan menyembuhkan penyakitnya. Ada yang bisa disembuhkan melalui medis tapi tak jarang juga tidak kunjung sembuh. Berbagai upaya dilakukan agar penyakitnya segera hilang dan sembuh total.

Sementara Allah berjanji dalam firmannya, “Apabila kamu sakit, AKU akan sembuhkan”. Bagi yang tidak sembuh penyakitnya mencoba mendatangi pengobat alternatif yang dianggap mampu menyembuhkan penyakitnya. REIKI adalah salah satu penyembuhan penyakit yang saat ini semakin diminati generasi tua dan muda dalam upaya mencari kesembuhan. Penyembuhan melalui Reiki tidak memerlukan banyak biaya. Namun bagaimana sebenarnya Reiki dilihat dari Hukum Islam? Apakah dibolehkan berobat dengan Reiki atau tidak?

Pertanyaan itu sering muncul di kalangan umat Islam untuk berobat melalui Reiki. Sebelum menjawab pertanyaan itu digambarkan lebih dulu apa itu Reiki. Reiki berasal dari bahasa Jepang yang artinya REI adalah alam semesta, sedangkan KI berarti energi. Karenanya REIKI adalah energi alam semesta dan jika dikatakan berobat dengan Reiki berarti memasukkan enegi alam semesta ke dalam diri sendiri dan orang lain. Lantas siapa yang berperan memasukkan energi alam semesta itu ke pasien? Jawabannya adalah Praktisi Reiki.

Energi ini sangat efektif untuk penyembuhan karena dapat langsung mencapai sasaran tanpa harus melalui benda-benda atau bagian tubuh lainnya, baik jarakdekat atau jarak jauh. Energi ini juga tidak bisa dihalangi perjalanannya ketempat organ tubuh manusia yang sakit. Tetapi Reiki tidak dapat digunakan perlindungan diri dari serangan phisik orang lain. Hanya dengan membuat bola energi simbol Cho Ku Rai saja perisai diri bagi seseorang yang perlu perlindungan dapat dibuat agar niat, pikiran, kehendak jahat seseorang dapat ditangkal dan diredam.

Setiap makluk hidup membutuhkan energi. Pada manusia energi masuk dan keluar melalui gerbang energi yang disebut chakra. Selain itu juga ada jalur yang menghubungkan chakra-chakra tersebut sehingga terjadi sirkulasi energi. Energi negative (penyakit) didorong keluar tubuh keluar melalui chakra telapak kaki kanan atau kiri masuk ke bumi dan energi positif masuk tubuh pasien sebagai penyembuh penyakitnya.

Jalur energi ini bukan berbentuk fisik namun berada dalam tubuh manusia, yakni disekeliling jalur syaraf dan pembuluh darah. Sedangkan jalur energi terbesar didaerah sumsum tulang belakang. Jalur ini dalam Reiki disebut jalur Shusumna. Chakra merupakan pusat energi kehidupan yang berarti roda putaran. Dalam Reiki dikenal 7 chakra utama, di samping ada chakra mayor dan minor. Chakra berasal dari Tibet (bahasa Shansekerta) yang membagi chakra menjadi 9 chakra terdiri atas 7 chakra utama, kedelapan adalah ruh dan kesembilan jiwa.

Tujuh chakra yang dimaksud adalah chakra dasar, sex, solar pleksus, jantung, tenggorokan dan mahkota. Reiki mengalir masuk melalui chakra mahkota dan terus merambat ke chakra lainnya yang aktif dan terus aktif melalui meditasi (muasabah). Dari penjelasan ini kelihatannya pendekatan Reiki lebih dekat kepada ilmu tasawuf di dalam Islam, bukan pendekatan fiqih (hukum Islam). Ilmu tasawuf pada dasarnya bagaimana mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah sedekat mungkin, sehingga tidak ada penghalang antara hamba dengan Allah. Karenanya energi hamba seluruhnya tercurah kepada Allah.

Pendekatan kepada Tuhan inilah yang dicoba oleh seorang Sufi. Karenanya dari segi agama, Reiki dalam istilah alam semesta yang ditarik masuk dan keluar tubuh manusia dapat diterima. Penyembuhan dengan Reiki adalah penemuan baru yang tidak ada salahnya dicoba. Tuhan menciptakan obat-obatan dari alam dan tinggal manusia mencarinya. Bila sudah ketemu tinggal mengolahnya dan mendayagunakan penemuannya ini untuk kesejahteraan umat manusia.

Untuk mengaktifkan chakra agar selalu bersih aktif dapat ditempuh cara muasabah (meditasi). Pertama mencari tempat yang jauh dari manusia lainnya. Artinya seseorang harus berada dalam kesendirian yang tidak bisa diganggu orang lain atau alam sekitar. Lalu kedua seseorang menghilangkan semua hasrat, nafsu, keinginan dan harapan. Ketiga memusatkan konsentrasi ke pusat chakra mahkota sebagai gerbang pengendali spiritual manusia. Disebut energi alam semesta atau energi Ilahi karena masuk ke tubuh manusia melalui Chakra Mahkota.

Seiring berjalannya energi dari Chakra Mahkota lalu energi digerakkan menuju Chakra Ajna, Tenggorokan, Jantung, Solar Flexus, Sex dan terakhir Chakra Dasar. Jika proses memindahkan energi dari chakra satu ke chakra lainnya dilalui dengan baik, seseorang ini telah mampu menyalurkan energi ke tubuhnya melalui meditasi. Sensasi yang diterima orang ini adalah timbulnya getaran energi yang merambat menimbulkan rasa hangat, panas dan dingin bahkan sejuk di sekujur tubuhnya.

Meditasi dalam tasawuf sebenarnya sama dengan meditasi dalam Reiki. Meditasi dalam tasawuf bertujuan mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin dengan mengerahkan energi ke arah sifat sabar, tawakal, zahid dan taubat. Khusus dalam mencapai tingkatan zahid seseorang bermeditasi bertahun-tahun, persis seperti yang dilakukan Mikao Usui ketika bermeditasi dalam Reiki, yang memakan waktu 5 tahun hanya untuk mengaktifkan chakra-chakra dalam dirinya. Setelah belajar Sutra di Tibet dan kembali ke Jepang Mikao Usui menuju Gunung Kuri untuk menyempurnakan meditasi dan puasa selama 21 hari. Di hari ke-21 inilah Mikao Usui mendapatkan attunement yang memungkinkan dirinya mampu mengakses energi alam semesta untuk penyembuhan penyakit manusia.

Dilihat dari tata cara bacaan yang dilakukan saat mulai menggunakan Reiki tentunya disesuaikan dengan keyakinan praktisi Reiki itu sendiri. Jika ia muslim maka tata cara dan bacaan disesuaikan dengan ajaran Islam, misalkan berdzikir, berdoa, minta ampun kepada Allah. Demikian pula agama lain menurut keyakinan dan iman masing-masing praktisinya. Sekalipun Reiki pertama kali datangnya dari Tibet namun istilah yang digunakan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Ulama juga mengatakan, “Tidak ada masalah dengan perbedaan istilah asal tidak substansialnya yang berbeda.”

Rasulullah SAW menyatakan, ” Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri China.” ini artinya yang sifatnya ilmu dari manapun datangnya boleh diambil asalkan itu baik bagi umat manusia. Adapun jika terdapat menyalahi syariat Islam maka harus dihindarkan oleh setiap muslim sehingga masalah aqidah tidak terganggu. Diharapkan Reiki sebagai salah satu alternatif penyembuhan penyakit dapat berjalan dengan baik berjalan sejajar dengan medis kedokteran juga metode penyembuhan lainnya misalnya Prana, Chikung, Akupresuer dan Akupuntur.

Untuk menambah wawasan tentang Reiki Anda dapat membaca buku Hidup Sehat dengan Reiki dan Energi-Energi Non Reiki karya Prof.Dr.Sutan Remy Sjahdeini, S.H juga buku Mukjizat Tasawuf Reiki karya Syamsul Bakri. Bagaimana pendapat Anda tentang Reiki? Silahkan berikan komentar artikel ini, terima kasih.

Oleh : Prof. Dr. H. Nasrun Haroen, M.A. Ketua Majelis Ulama Indonesia propinsi Sumatera Barat dan Guru Besar IAIN Padang, Agustus 2003.
(Referensi Buku : Meraih Sukses dg Pencerahan Diri Oleh Tjiptadinata Effendi)

Ditulis dalam Islam. Leave a Comment »

>Reiki dan Islam

>

Berubahnya pola makanan, pola hidup dan kehidupan menyebabkan manusia merasakan sakit yang berkepanjangan. Mulai dari penyakit yang sangat ringan sampai penyakit yang berat. Jika manusia sakit tentu ia akan mendatangi dokter untuk berobat dan menyembuhkan penyakitnya. Ada yang bisa disembuhkan melalui medis tapi tak jarang juga tidak kunjung sembuh. Berbagai upaya dilakukan agar penyakitnya segera hilang dan sembuh total.

Sementara Allah berjanji dalam firmannya, “Apabila kamu sakit, AKU akan sembuhkan”. Bagi yang tidak sembuh penyakitnya mencoba mendatangi pengobat alternatif yang dianggap mampu menyembuhkan penyakitnya. REIKI adalah salah satu penyembuhan penyakit yang saat ini semakin diminati generasi tua dan muda dalam upaya mencari kesembuhan. Penyembuhan melalui Reiki tidak memerlukan banyak biaya. Namun bagaimana sebenarnya Reiki dilihat dari Hukum Islam? Apakah dibolehkan berobat dengan Reiki atau tidak?

Pertanyaan itu sering muncul di kalangan umat Islam untuk berobat melalui Reiki. Sebelum menjawab pertanyaan itu digambarkan lebih dulu apa itu Reiki. Reiki berasal dari bahasa Jepang yang artinya REI adalah alam semesta, sedangkan KI berarti energi. Karenanya REIKI adalah energi alam semesta dan jika dikatakan berobat dengan Reiki berarti memasukkan enegi alam semesta ke dalam diri sendiri dan orang lain. Lantas siapa yang berperan memasukkan energi alam semesta itu ke pasien? Jawabannya adalah Praktisi Reiki.

Energi ini sangat efektif untuk penyembuhan karena dapat langsung mencapai sasaran tanpa harus melalui benda-benda atau bagian tubuh lainnya, baik jarakdekat atau jarak jauh. Energi ini juga tidak bisa dihalangi perjalanannya ketempat organ tubuh manusia yang sakit. Tetapi Reiki tidak dapat digunakan perlindungan diri dari serangan phisik orang lain. Hanya dengan membuat bola energi simbol Cho Ku Rai saja perisai diri bagi seseorang yang perlu perlindungan dapat dibuat agar niat, pikiran, kehendak jahat seseorang dapat ditangkal dan diredam.

Setiap makluk hidup membutuhkan energi. Pada manusia energi masuk dan keluar melalui gerbang energi yang disebut chakra. Selain itu juga ada jalur yang menghubungkan chakra-chakra tersebut sehingga terjadi sirkulasi energi. Energi negative (penyakit) didorong keluar tubuh keluar melalui chakra telapak kaki kanan atau kiri masuk ke bumi dan energi positif masuk tubuh pasien sebagai penyembuh penyakitnya.

Jalur energi ini bukan berbentuk fisik namun berada dalam tubuh manusia, yakni disekeliling jalur syaraf dan pembuluh darah. Sedangkan jalur energi terbesar didaerah sumsum tulang belakang. Jalur ini dalam Reiki disebut jalur Shusumna. Chakra merupakan pusat energi kehidupan yang berarti roda putaran. Dalam Reiki dikenal 7 chakra utama, di samping ada chakra mayor dan minor. Chakra berasal dari Tibet (bahasa Shansekerta) yang membagi chakra menjadi 9 chakra terdiri atas 7 chakra utama, kedelapan adalah ruh dan kesembilan jiwa.

Tujuh chakra yang dimaksud adalah chakra dasar, sex, solar pleksus, jantung, tenggorokan dan mahkota. Reiki mengalir masuk melalui chakra mahkota dan terus merambat ke chakra lainnya yang aktif dan terus aktif melalui meditasi (muasabah). Dari penjelasan ini kelihatannya pendekatan Reiki lebih dekat kepada ilmu tasawuf di dalam Islam, bukan pendekatan fiqih (hukum Islam). Ilmu tasawuf pada dasarnya bagaimana mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah sedekat mungkin, sehingga tidak ada penghalang antara hamba dengan Allah. Karenanya energi hamba seluruhnya tercurah kepada Allah.

Pendekatan kepada Tuhan inilah yang dicoba oleh seorang Sufi. Karenanya dari segi agama, Reiki dalam istilah alam semesta yang ditarik masuk dan keluar tubuh manusia dapat diterima. Penyembuhan dengan Reiki adalah penemuan baru yang tidak ada salahnya dicoba. Tuhan menciptakan obat-obatan dari alam dan tinggal manusia mencarinya. Bila sudah ketemu tinggal mengolahnya dan mendayagunakan penemuannya ini untuk kesejahteraan umat manusia.

Untuk mengaktifkan chakra agar selalu bersih aktif dapat ditempuh cara muasabah (meditasi). Pertama mencari tempat yang jauh dari manusia lainnya. Artinya seseorang harus berada dalam kesendirian yang tidak bisa diganggu orang lain atau alam sekitar. Lalu kedua seseorang menghilangkan semua hasrat, nafsu, keinginan dan harapan. Ketiga memusatkan konsentrasi ke pusat chakra mahkota sebagai gerbang pengendali spiritual manusia. Disebut energi alam semesta atau energi Ilahi karena masuk ke tubuh manusia melalui Chakra Mahkota.

Seiring berjalannya energi dari Chakra Mahkota lalu energi digerakkan menuju Chakra Ajna, Tenggorokan, Jantung, Solar Flexus, Sex dan terakhir Chakra Dasar. Jika proses memindahkan energi dari chakra satu ke chakra lainnya dilalui dengan baik, seseorang ini telah mampu menyalurkan energi ke tubuhnya melalui meditasi. Sensasi yang diterima orang ini adalah timbulnya getaran energi yang merambat menimbulkan rasa hangat, panas dan dingin bahkan sejuk di sekujur tubuhnya.

Meditasi dalam tasawuf sebenarnya sama dengan meditasi dalam Reiki. Meditasi dalam tasawuf bertujuan mendekatkan diri kepada Allah sedekat mungkin dengan mengerahkan energi ke arah sifat sabar, tawakal, zahid dan taubat. Khusus dalam mencapai tingkatan zahid seseorang bermeditasi bertahun-tahun, persis seperti yang dilakukan Mikao Usui ketika bermeditasi dalam Reiki, yang memakan waktu 5 tahun hanya untuk mengaktifkan chakra-chakra dalam dirinya. Setelah belajar Sutra di Tibet dan kembali ke Jepang Mikao Usui menuju Gunung Kuri untuk menyempurnakan meditasi dan puasa selama 21 hari. Di hari ke-21 inilah Mikao Usui mendapatkan attunement yang memungkinkan dirinya mampu mengakses energi alam semesta untuk penyembuhan penyakit manusia.

Dilihat dari tata cara bacaan yang dilakukan saat mulai menggunakan Reiki tentunya disesuaikan dengan keyakinan praktisi Reiki itu sendiri. Jika ia muslim maka tata cara dan bacaan disesuaikan dengan ajaran Islam, misalkan berdzikir, berdoa, minta ampun kepada Allah. Demikian pula agama lain menurut keyakinan dan iman masing-masing praktisinya. Sekalipun Reiki pertama kali datangnya dari Tibet namun istilah yang digunakan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Ulama juga mengatakan, “Tidak ada masalah dengan perbedaan istilah asal tidak substansialnya yang berbeda.”

Rasulullah SAW menyatakan, ” Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri China.” ini artinya yang sifatnya ilmu dari manapun datangnya boleh diambil asalkan itu baik bagi umat manusia. Adapun jika terdapat menyalahi syariat Islam maka harus dihindarkan oleh setiap muslim sehingga masalah aqidah tidak terganggu. Diharapkan Reiki sebagai salah satu alternatif penyembuhan penyakit dapat berjalan dengan baik berjalan sejajar dengan medis kedokteran juga metode penyembuhan lainnya misalnya Prana, Chikung, Akupresuer dan Akupuntur.

Untuk menambah wawasan tentang Reiki Anda dapat membaca buku Hidup Sehat dengan Reiki dan Energi-Energi Non Reiki karya Prof.Dr.Sutan Remy Sjahdeini, S.H juga buku Mukjizat Tasawuf Reiki karya Syamsul Bakri. Bagaimana pendapat Anda tentang Reiki? Silahkan berikan komentar artikel ini, terima kasih.

Oleh : Prof. Dr. H. Nasrun Haroen, M.A. Ketua Majelis Ulama Indonesia propinsi Sumatera Barat dan Guru Besar IAIN Padang, Agustus 2003.
(Referensi Buku : Meraih Sukses dg Pencerahan Diri Oleh Tjiptadinata Effendi)

Reiki Dalam Pandangan Ulama

Oleh : Ustadz Toto Yati Iskandar
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikam Lembang,
Ketua Majelis Ulama Indonesia Cisarua Lembang

Alam semesta beserta seluruh misteri di dalamnya adalah simbol kemaha adaan Allah Sang Khaliq Yang Maha Ada, Maha Pencipta yaitu Tuhan kita Allah SWT, semakin direnung dan difikirkan maka akan semakin terasa kebesaran Allah serta menjadi pelajaran yang sangat berharga, Allah berfirman dalam surat Albaqoroh: 164

Sesungguhnya tentang kejadian langit dan bumi, peredaran malam dan siang, kapal yang berlayar dilautan membawa barang-barang yang berfaedah bagi manusia, hujan yang diturunkan Allah dari langit yang dengannya (dengan air hujan tersebut) dihidupkanNya dengannya bumi yang telah mati dan berkeliaran atasnya tiap-tiap yang melata , angin yang bertiup dan awan yang terbentang antara langit dan bumi, Sesungguhnya semua itu merupakan ayat-ayat / simbol-simbol/ tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Manusia adalah sebuah alam dari seluruh alam ciptaanNya.hanya kepada manusialah Allah menyerahkan seluruh alam semesta ciptaanNya untuk diolah, dimanfaatkan karena manusia adalah makhluk yang termulia di muka bumi ini.

Sebagai makhluk termulia dan sebagai pengemban amanat Ilahi di atas alam ini, banyak pekerjaan yang harus dikerjakan manusia beserta seluruh persoalannya,.Dari kemuliaannya menghadapi persoalan yang harus diselesaikan, banyak sekali nilai hidup yang suit diucapkan dengan (simbol berupa) kata-kata,banyak aktifitas hidup dan kehidupan yang sulit dinyatakan dengan indera kita, tetapi mudah dilukiskan dalam bentuk simbol.

“Manusia adalah makhluk yang bersimbol, makhluk yang pandai menggunaaakan simbol untuk menyatakan perasaannya.” ( Depag : Hkmah Ibadah Haji : Halaman 6)

Sebagai contoh : negara-negara di dunia ini mempunyai bendara, lambang negara dst, bila ada yang mengatakan bahwa simbol-simbol termasuk bendera adalah musyrik, maka izinkan saya bertanya, adakah benda yang musyrik? Syirik adalah sifat yang melekat pada seseorang, musyrik adalah subjeknya, dan yang bisa musyrik itu manusianya, bukan benda, bahkan Ka`bah bagi umat Islam merupakan simbol persatuan dan kesatuan , Huruf hijaiyah merupakan hasil budi daya manusia (ciptaan manusia) dan bila dituliskan Alif lam Lam Ha menjadi nama yang sangat berarti bagi kaum muslimin di seluruh dunia , semuanya merupakan simbol, apakah ini musyrik ?

Selain itu, dalam ajaran tasawwuf ada tatacara tawajjuh dengan wuquf qolbi, kesemuanya merupakan riyaddloh atau ajang pelatihan hati menuju kejernihan hati, dan kesemuanya menggunakan meditasi, simbol, dan visualisasi, untuk lebih jelasnya kami akan kutip buku Ilmu Ketuhanan karya KH.Haderamie HN, hal 89-94 :

“ Siapa yang menghadapkan (tawajjuh) ( fokus/konsentrasi) pada dirinya sendiri niscaya akan terbuka baginya apa yang ada pada Hidrat keTuhanan dari segala rahasia.Maka ia akan sampai kepada ma`rifat Tuhannya dengan ma`rifat Syuhudi (penyaksian akan keagungan Ilahi / seperti saat Musa pingsan melihat “cahaya “Alah) karena pada hekekatnya ruh – kemanusiaan adalah cermin bagi Hidrat keTuhanan itu yang padanya terdapat quwwatul aqliyyah (kekuatan fikiran murni) yang merupakan Jauhar Ilahi……..dst

Cara melaksanakan Wukuf Qolbi : Seorang Salik harus kosongkan dahulu semua pemikiran-pemikiran kemudian melemaskan seluruh kekuatannya dan pengindraannya dari semua alat pengindraan .Lalu melepaskan nafsunya untuk menggerakan organ tubuh.Setelah itu pandangan mata hatinya berhadap kepada hakekat hati menurut ajaran istighroq (tenggelam) istihlak (sirna) secara terus menerus, maka kita tawajjuhnya meningkat kepada hakekat hati itu, bertambah pulalah ma`rifat kepada Tuhan Yang Maha Suci.

Cara yang lain tentang wukuf Qolbu: seorang salik bertawajjuh (mengarahkan pandangan mata hatinya ) pada daerah hati (menyadari keberadaan hati.pen),setelah ia mengosongkan segala macam kesibukan, keruwetan, lalu memeandang/ mengamati tubuhnya, dari daerah hati, bayangkan cahaya seperti bola, dan selanjutnya dia khaaayalkan ruhnya menembus lapisan-lapisan langit dan bumi……………..dst

…………..Seseorang salik berhadap kepada hatinya sendiri kemudian tergambar ruhnya pada hatinya berupa cahaya putih, bersih cemerlang tiada terhingga , tergambar pula pada hakekat ruhnya berupa cahaya (sampai)kepada rupa alam seperti burung diudara, ………..”

Dari kutipan di atas difahami bahwa seorang sufi untuk musyahadah (penyaksian) diawal dengan kaifiyah(tata cara) latihan musyahadah yaitu : pertama mengosongkan keinginan/fikiran/ pengindraan, kemudian konsentrasi, berikutnya membuat gambaran (visualisasi) sebuah atau beberapa simbol (cahaya, bola putih, burung, dst), kemudian dia pasrah/ membiarkan dari akibat kaifiyah tersebut.

Pengertian REIKI menurut buku panduan Reiki Kriya Semesta adalah terdiri dari dua kata : Rei yang artinya alam semesta, dan Ki yang artinya Energi, Jadi Reiki adalah sebuah ilmu untuk mengakses energi alam semesta menjadi sebuah alat yang terkontrol dan terkoordinir melalui beberapa tanda /simbol sebagai penghubung dengan beberapa karakter tenaga alam semesta untuk mencapai tujuan yang bermaslahat bagi ummat manusia .

Reiki ditemukan bukan oleh seorang muslim, tetapi karena Reiki merupakan ilmu ( lahir dari teori kemudian eksperimen-eksperiense, pelatihan,dst) , maka kedudukan Reiki bersifat Netral, tergantung siapa yang menggunakan.

Dalam hal ini sebuah Hadis menyatakan ,” Diriwayatkan dari Auf bin Malik Al Anshory ra. “Kami biasa menggunakan mantera (ruqyah) pada masa jahiliyah, kemudian kami bertanya kepada Rasulullah, “ Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang mantera?” beliau menjawab,” Peragakan kepadaku manteramu itu!”kemudian beliau menjawab,” Mantera tidak ada salahnya selagi tidak mengandung syirik!” (H.R.Muslim hadist nomor 2063)

Kemudian hadist lainnya, dari Jabir r.a. katanya ,” Ya Rasulullah, keluarga kami mempunyai mantera untuk gigitan kalajengking tetapi (kami mendengar) anda melarang mantera, bagaimana itu ?” Lalu mereka memperagakan mantera mereka dihadapan Rasulullah.Sabda beliau,” Tidak ada jeleknya, siapa yang sanggup diantara kalian memanfaatkan mantera untuk menolong saudaranya, hendaklah dimanfaatkan.” “ (H.R. Muslim, hadist nomor 2062)

Hadist senada Diriwatakan oleh Jabir bin Abdulah r.a. katanya,” Rasululah membolehkan keluarga Hazm memanterai bekas gigitan ular.” Dan beliau bertanya kepada Asma` binti Umais,” kelihatannya tubuh anak saudaraku ini kurus kering.Apakah mereka kurang makan?” Jawab Asma`,” Tidak ! mereka terkena penyakit pengaruh pandangan mata” Sabda nabi padaku,” Manterailah mereka!” Lalu kuminta agar nabilah yang memanterai mereka, tetapi beliau mengatakan,” manterailah mereka oleh kalian!” (H.R.Muslim, Hadist nomor 2060)

Hadist lainnya, dari Aisyah r.a. katanya,” Apabila seseorang mengadukan suatu penyakit yang dideritanya kepada Rasulullah s.a.w seperti bisul, kudis atau luka maka nabi berucap sambil menggerakan anak jarinya seperti ini- sufyan meletakan telunjuknya ke tanah, kemudian mengangkatnya- sambil membaca ,’ Dengan nama
Allah tanah bumi kami, dengan sebagian air ludah kami, semoga sembuhlah penyakit kami dengan izin Allah.” ( H.R.Muslim , Hadist nomor ; 2056)

Hadist senada diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi pernah memantrai orang sakit dengan debu, tanah, dan air ludah ( H.R Bukhari Hadist nomr 1922, )

Jadi, alam semesta merupakan anugrah dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT, semuanya untuk kemasahatan umat manusia bagi Ulul Albab/ Ahlil Fikri, dan bukankah manusia itu sendiri bagian kecil dari alam semesta, yang kesemuanya itu merupakan ayat-ayat Allah (simbol-simbol) yang hanya dapat di”baca” dan dimengerti oeh kaum yang berfkir, lalu mengapa tidak kita sebagai kholifah fil ardli (penguasa alam semesta) mengadakan kontak/ hubungan dengan alam semesta dalam rangka ibadah kepada Allah?Bukankah Allah memerintahkan kita untuk tadabur pada alam kemudian akhirnya tasyakur ?

Perhatikan firman Allah dalam Alqur`an Surat al anfal ayat 17:
Bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar tetapi sesungguhnya Allahlah yang melempar………………………………”

Dari ayat tersebut nampaklah bahwa perbuatan manusia hanyalah mazzhar (objek perbuatan) Allah, yang pada hakekatnya mazzhar itu hanyalah bayangan semata-mata.
Berkenaan dengan ayat tersebutTafsir Ibnu Kasir dan dapat pula dilihat dalam kitab Asbabun Nuzul Imam Suyuthi ,” Ibnu Abbas berkata bahwa ketika perang badar, Rasulullah berdoa ,” Ya Tuhan, jika Engkau binasakan rombongan ini, maka tidak akan disembah lagi Engkau di muka bumi ini untuk selama-lamanya, “ Kemudian Jibril berkata ,” Ambilah segenggam tanah dan lemparkanlah pada mereka!” Maka Nabi mengambil segenggam tanah dan melemparkannnya,”

Itulah hadist yang menjadi Asbabunnuzul turunnya Surat Al Anfal ayat 17, sehingga menjadi pedoman bagi kita bahwa semua yang ada di alam semesta bisa dijadikan media untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan sudah tentu semua itu bagi orang yang bertauhid tidak menjadi syirik.

Ditulis di Cisarua Lembang,2007
http://kriyasemestafoundation.blogspot.com

Ditulis dalam Islam. 4 Comments »

>Memancarkan Gelombang Energi Ta’awudz

>

Oleh : Akbar Kuspriadi, Garnd Master of Reiki
Dan jika engkau membaca al-Qur’an,
hendaklah engkau berlindung kepada Allah dari setan-setan ar-rajim
An-Nahl (16 : 98)
Aku memohon perlindungan untuknya serta anak- anak keturunannya
kepada (pemeliharaan dan pendidikan) Engkau dari setan-setan ar-rajim
Ali Imran (3 : 36)

Sebuah pesan singkat ( SMS) saya baca melalui HP saya, dari seorang teman, isinya kurang lebih tentang kebingungannya menjawab sebuah pertanyaan dari seseorang yang katanya mendalami sebuah tarekat, sebuah pertanyaan sederhana namun cukup sulit dijawab, tentang mengapa harus ta’awudz (mohon perlindungan pada Allah dari godaan Syetan)bila kita sudah bersama Allah.

Membaca SMS tersebut, saya jadi teringat kembali pernyataan salah seorang rekan yang juga katanya mendalami sebuah tarekat tertentu,Dalam sebuah diskusi di rumahnya daerah Buah batu Bandung, mahasiswa asal kalimantan itu berujar” Bukankah Innallaha ma’ana (Allah bersama kita), kalau sudah bersama Allah , masa sih setan berani mendekat, dan bukankah kita harus yakin bahwa Allah melindungi kita selama kita bersamaNya, artinya selama kita bersama Allah mengapa kita masih harus ragu akan perlindungan Allah dari segala bentuk godaan.Jadi untuk apa lagi kita ta’awudz bila kita sudah bersama Allah Dan kita harus yakin akan penjagaan Allah.”

Dalam hati saya berkata , Itulah sebabnya barangkali mengapa Imam Ali Khamenei mengharamkan mengikuti Tharekat, karena selain mayoritas tarekat yang berkembang sudah melenceng dari tujuan sebenarnya, banyaknya kesimpangsiuran pemikiran yang berkembang, sebagian menjurus ke kesesatan dan kebingungan.barangkali itupula sebabnya mengapa Nahdhatul Ulama membatasi diri dengan hanya membolehkan pengikutnya untuk mempelajari tarekat-tarekat yang mu’tabarah saja.

Ta’awudz adalah sebuah lafadz doa yang biasa dibacakan terutama sebelum membaca Qur’an ,lafadz tersebut berbunyi ” A’udzubillahi minassyaithonirrojim” artinya kurang lebih “Aku melindungkan diriku pada Allah dari (segala bentuk pengaruh atau gangguan )syetan yang terkutuk.Ta’awudz Asal katanya `aa’uudzu – ya’uwdzu – `uwdzan – `iyaadzan – ma’aadzan Arti nya Berlindung, minta terpelihara artinya berlindung atau bernaung, seperti seorang yang bernaung atau berlindung pada rimbunnya pohon dari sengatan matahari, seorang yang berta’awudz harus menyadari bahwa dirinya sedang berlindung pada sesuatu dari sesuatu yang ia hindari.

Ta`awudz artinya berlindung dari syetan yaitu segala kekuatan atau pengaruh yang menjauhkan kita dari kebenaran ,asal kata syetan-syaithon = Syathana – yasythunu – syathnan = menyalahinya / menjauhi dari kebenaran atau orang / sesuatu yang jahatDalam konteks batin ( emosional-mental-spiritual), seorang yang berta’awudz melindungkan keterbatasan atau kekurangan dirinya pada kesempurnaan atau kecukupan dari Yang maha Sumber, dengan jalan mengucapkan nama-nama Ilahi .Saat berta’awudz misalnya seseorang yang sedang gelisah melindungkan dirinya pada ketentraman Ilahi, dengan ataupun tanpa ia sadari Getaran Spiritual dari nama Allah yang ia sebutkan akan menghilangkan gelombang-gelombang energi kegelisahannya, hati pun menjadi tentram.Saat seorang sedang pesimis, berkecil hati, kemudian berta’awudz , getaran spiritual dari lafadz Allah yang ia ucapkan akan memancarkan gelombang energi positif yang akan menghilangkan getaran-getaran negatif dalam diri pembacanya hingga hati pun terasa lapang.

Dalam True Power of Waternya Dr.Masaru Emoto, ada disebutkan bahwa fikiran-fikiran atau perasaan buruk memancarkan gelombang energi buruk .Bila kita sering memancarkan gelombang energi negatif hasil bentukan fikiran dan perasaan negatif, lambat laun kita akan diliputi oleh gelombang energi negatif yang akan merusak sistem energi kita, dan menurut ilmuwan Jepang yang satu ini,organ-organ tubuh manusia pun akan terganggu karena endapan-endapan energi negatif tersebut.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa kata-kata positif itu memiliki Hado yang memancarkan gelombang energi positif. menurut Dr.Masaru Emoto, Orang yang sering marah harus sering mengucapkan kata-kata yang berlawanan dengan marah yaitu Sabar. Menurutnya , sabar memancarkan getaran energi yang panjang gelombangnya sesuai untuk menetralisir gelombang energi buruk dari kemarahan. Demikian pula dengan gelisah atau takut, dapat dinetralisir dengan banyak-banyak mengucapkan kata Tentram atau tenang atau aman.pun demikian dengan Dendam misalnya, saat seseorang menyimpan atau dikuasai oleh dendam , dengan banyak-banyak menyebut kata Maaf ( memafkan) atau pengampunan , gelombang energi negatif dari dendam yang menguasai dan merusak tubuh, fikiran singkatnya sistem energi pendendam tersebut akan ternetralisir dengan kata Maaf.

Dalam tradisi Islam ada dikenal dengan istilah Asma ulhusna, Asmaul husna merupakan nama-nama Tuhan yang bermakna positif.Kata-kata positif saperti Maaf, sabar , keluasan hati, dst , ada di dalam Asma ulHusna.Al Afuwu dalam Asma ulHusna bermakna yang maha memaafkan, Al Ghafur dalam asma ulhusna bermakna yang maha mengampuni , Asshobur dalam Asma-ul Husna bermakna Yang maha sabar, Allathief dalam asma ul husna bermakna kelembutan, dan seterusnya.Dengan kata lain, Memaafkan, Kesabaran, Kelapangan hati, dan sifat-sifat positif lainnya adalah bersumber dari Dia yang Esa, sang Penyebab segala sebab.Dengan menyebut salah satu dari namaNya atau dengan menyebut namaNya, , ALLAH

Ada lagi rekan-rekan disebagian tarekat yang menyatakan bahwa kita sudah tidak perlu berdoa atau meminta karena segala sudah Tuhan berikan di dalam diri kita , dengan mengambil ayat berikut,” dan ketika kami telah sempurnakan bentuk kejadiannya, kemudian Aku tiupkan ruhKu. (Q.S 15: 29) ” Menurut mereka bahwa ruh Tuhan sudah ada dalam diri kita, rezeki sudah diberikan, semuanya sudah lengkap, atas dasar itu , untuk apa kita meminta.Menurut Selanjutnya untuk apa kita mohon perlindungan pada Allah, bukankah Allah sudah melindungi kita.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya akan mengambil analogi komputer,manusia ibarat sebuah komputer super canggih yang super lengkap, di dalamnya sudah dipersiapkan segala sesuatunya oleh penciptanya, termasuk untuk menangkal dan memprotek dirinya dari serangan virus sudah disiapkan perangkat antivirus .Tetapi sehebat apa pun anti virus yang ada dalam komputer tersebut, kita harus sering-sering mengupdatenya , dan saat virus menyerang kita, kita harus mengaktifkannya, menscan lalu menghancurkan virusnya, tanpa itu semua apa gunanya anti virus.

Demikian pula dengan diri manusia, Sang Pencipta melengkapi kita dengan peralatan super canggih, kita memiliki perangkat detektor yang bernama hati, kita diliputi oleh aura yang akan melindungi kita dari gelombang-gelombang negatif eksternal.Saat kita menyebut namaNya, berta’awudz, sebenarnya kita sedang mengaktifkan sistem antivirus yang Tuhan simpan dalam diri kita agar aktif bekerja.Dengan alat EEG bisa dibuktikan bahwa gelombang otak manusia yang tadinya kacau tidak beraturan dapat kembali tenang ( 4-8 Hertz )beberapa saat setelah seseorang berdzikir, artinya antivirus tersebut memang benar-benar bekerja saat kita menyebut namaNya.

Dalam menghadapi samudera kehidupan, tidak jarang virus-virus atau getaran-getaran energi negatif (syaithoni) menyerang dan merusak sistem pertahanan kita.Pada saat virus-virus atau getaran-getaran kasar syetan tersebut masuk, hati sebagai radarnya akan dapat menangkap keberadaan virus tersebut, biasanya muncul rasa tidak nyaman dalam hati kita.Dan saat kita berta’awudz , gelombang energi positif yang halus akan muncul dari lubuk hati kita, semakin lama semakin kuat, gelombang-gelombang energi negatif diahalau keluar dan getaran-getaran halus dari “sifat-sifat” Ilahi akan menormalisir kembali getaran-getaran halus hati kita sehingga jernih murni lagi seperti sediakala.

Saya punya sebuah cerita lain yang barangkali akan menguatkan kembali argumen tentang mengapa harus berta’awudz, sebuah kisah tentang seorang anak yang berjalan dengan ayahnya yang Arif.dalam perjalanan mereka ke suatu tempat, anak itu melihat sebuah batu yang tergeletak di jalan yang dilewatinya.” Aku ingin menyingkirkan batu itu karena bisa membuat orang yang sedang lewat tersandung, terjatuh atau bahkan terluka.” Kata anak tersebut pada sang ayah.”Silakan nak, bila kau sanggup.”jawab ayahnya.

Anak kecil itu kemudian berusaha mengangkat batu itu, ia berjuang keras, berkeringat mengeluarkan seluruh tenaganya. Akhirnya ia gagal mengangkat batu itu.Denga kesal ia berkata pada ayahnya,” Aku telah berusaha melakukan yang terbaik dan yang kulakukan ini pun adalah hal yang baik, tapi mengapa aku gagal.”

Sang ayahnya yang bijaksana ini menjawab,”tapi dimana usaha terbaikmu? Bukankah ayah berdiri disampingmu, ayah ada didekatmu, yang kau butuhkan adalah berbalik dan meminta campurtangan ayah untukmembantumu mengangkat batu itu, maka kekuatan ayah menjadi kekuatanmu, usaha ayah menjadi usahamu, dan kamu akan mengangkat batu tersebut dengan mudah bersama ayah.”

Ya, Dia memang selalu bersama kita sepanjang waktu ,tanpa meminta perlindungan padaNya dari segala godaan keberadaanNya disisi kita barangkali tidak berarti apa-apa, kita hanya tinggal berbalik dan meminta padaNya kekuatanNya akan menjadi kekuatan kita, bersama kekuatanNya segala batu yang mengganggu dan merintangi akan dienyahkan dari hidup kita.

Selanjutnya, ta’awudz ( berlindung pada Allah) Dalam perspektif sosial, bisa berarti melindungkan diri pada keteraturan Ilahi, melindungkan diri dari perselisihan pada cinta kasih antar sesama manusia, dari perpecahan pada persatuan Ummat , dari kekacauan pada Wilayah atau kepemimpinan , dari kerusakan moral pada akhlaqul karimah, singkatnya dari hal-hal negatif pada hal-hal positif.

( dari naskah saya yang berjudul : Menggali Potensi Tak Terbatas dalam Diri Manusia dengn KEKUATAN KATA – http://kriyasemestafoundation.blogspot.com )

>Reiki Dalam Pandangan Ulama

>Oleh : Ustadz Toto Yati Iskandar
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikam Lembang,
Ketua Majelis Ulama Indonesia Cisarua Lembang

Alam semesta beserta seluruh misteri di dalamnya adalah simbol kemaha adaan Allah Sang Khaliq Yang Maha Ada, Maha Pencipta yaitu Tuhan kita Allah SWT, semakin direnung dan difikirkan maka akan semakin terasa kebesaran Allah serta menjadi pelajaran yang sangat berharga, Allah berfirman dalam surat Albaqoroh: 164

Sesungguhnya tentang kejadian langit dan bumi, peredaran malam dan siang, kapal yang berlayar dilautan membawa barang-barang yang berfaedah bagi manusia, hujan yang diturunkan Allah dari langit yang dengannya (dengan air hujan tersebut) dihidupkanNya dengannya bumi yang telah mati dan berkeliaran atasnya tiap-tiap yang melata , angin yang bertiup dan awan yang terbentang antara langit dan bumi, Sesungguhnya semua itu merupakan ayat-ayat / simbol-simbol/ tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Manusia adalah sebuah alam dari seluruh alam ciptaanNya.hanya kepada manusialah Allah menyerahkan seluruh alam semesta ciptaanNya untuk diolah, dimanfaatkan karena manusia adalah makhluk yang termulia di muka bumi ini.

Sebagai makhluk termulia dan sebagai pengemban amanat Ilahi di atas alam ini, banyak pekerjaan yang harus dikerjakan manusia beserta seluruh persoalannya,.Dari kemuliaannya menghadapi persoalan yang harus diselesaikan, banyak sekali nilai hidup yang suit diucapkan dengan (simbol berupa) kata-kata,banyak aktifitas hidup dan kehidupan yang sulit dinyatakan dengan indera kita, tetapi mudah dilukiskan dalam bentuk simbol.

“Manusia adalah makhluk yang bersimbol, makhluk yang pandai menggunaaakan simbol untuk menyatakan perasaannya.” ( Depag : Hkmah Ibadah Haji : Halaman 6)

Sebagai contoh : negara-negara di dunia ini mempunyai bendara, lambang negara dst, bila ada yang mengatakan bahwa simbol-simbol termasuk bendera adalah musyrik, maka izinkan saya bertanya, adakah benda yang musyrik? Syirik adalah sifat yang melekat pada seseorang, musyrik adalah subjeknya, dan yang bisa musyrik itu manusianya, bukan benda, bahkan Ka`bah bagi umat Islam merupakan simbol persatuan dan kesatuan , Huruf hijaiyah merupakan hasil budi daya manusia (ciptaan manusia) dan bila dituliskan Alif lam Lam Ha menjadi nama yang sangat berarti bagi kaum muslimin di seluruh dunia , semuanya merupakan simbol, apakah ini musyrik ?

Selain itu, dalam ajaran tasawwuf ada tatacara tawajjuh dengan wuquf qolbi, kesemuanya merupakan riyaddloh atau ajang pelatihan hati menuju kejernihan hati, dan kesemuanya menggunakan meditasi, simbol, dan visualisasi, untuk lebih jelasnya kami akan kutip buku Ilmu Ketuhanan karya KH.Haderamie HN, hal 89-94 :

“ Siapa yang menghadapkan (tawajjuh) ( fokus/konsentrasi) pada dirinya sendiri niscaya akan terbuka baginya apa yang ada pada Hidrat keTuhanan dari segala rahasia.Maka ia akan sampai kepada ma`rifat Tuhannya dengan ma`rifat Syuhudi (penyaksian akan keagungan Ilahi / seperti saat Musa pingsan melihat “cahaya “Alah) karena pada hekekatnya ruh – kemanusiaan adalah cermin bagi Hidrat keTuhanan itu yang padanya terdapat quwwatul aqliyyah (kekuatan fikiran murni) yang merupakan Jauhar Ilahi……..dst

Cara melaksanakan Wukuf Qolbi : Seorang Salik harus kosongkan dahulu semua pemikiran-pemikiran kemudian melemaskan seluruh kekuatannya dan pengindraannya dari semua alat pengindraan .Lalu melepaskan nafsunya untuk menggerakan organ tubuh.Setelah itu pandangan mata hatinya berhadap kepada hakekat hati menurut ajaran istighroq (tenggelam) istihlak (sirna) secara terus menerus, maka kita tawajjuhnya meningkat kepada hakekat hati itu, bertambah pulalah ma`rifat kepada Tuhan Yang Maha Suci.

Cara yang lain tentang wukuf Qolbu: seorang salik bertawajjuh (mengarahkan pandangan mata hatinya ) pada daerah hati (menyadari keberadaan hati.pen),setelah ia mengosongkan segala macam kesibukan, keruwetan, lalu memeandang/ mengamati tubuhnya, dari daerah hati, bayangkan cahaya seperti bola, dan selanjutnya dia khaaayalkan ruhnya menembus lapisan-lapisan langit dan bumi……………..dst

…………..Seseorang salik berhadap kepada hatinya sendiri kemudian tergambar ruhnya pada hatinya berupa cahaya putih, bersih cemerlang tiada terhingga , tergambar pula pada hakekat ruhnya berupa cahaya (sampai)kepada rupa alam seperti burung diudara, ………..”

Dari kutipan di atas difahami bahwa seorang sufi untuk musyahadah (penyaksian) diawal dengan kaifiyah(tata cara) latihan musyahadah yaitu : pertama mengosongkan keinginan/fikiran/ pengindraan, kemudian konsentrasi, berikutnya membuat gambaran (visualisasi) sebuah atau beberapa simbol (cahaya, bola putih, burung, dst), kemudian dia pasrah/ membiarkan dari akibat kaifiyah tersebut.

Pengertian REIKI menurut buku panduan Reiki Kriya Semesta adalah terdiri dari dua kata : Rei yang artinya alam semesta, dan Ki yang artinya Energi, Jadi Reiki adalah sebuah ilmu untuk mengakses energi alam semesta menjadi sebuah alat yang terkontrol dan terkoordinir melalui beberapa tanda /simbol sebagai penghubung dengan beberapa karakter tenaga alam semesta untuk mencapai tujuan yang bermaslahat bagi ummat manusia .

Reiki ditemukan bukan oleh seorang muslim, tetapi karena Reiki merupakan ilmu ( lahir dari teori kemudian eksperimen-eksperiense, pelatihan,dst) , maka kedudukan Reiki bersifat Netral, tergantung siapa yang menggunakan.

Dalam hal ini sebuah Hadis menyatakan ,” Diriwayatkan dari Auf bin Malik Al Anshory ra. “Kami biasa menggunakan mantera (ruqyah) pada masa jahiliyah, kemudian kami bertanya kepada Rasulullah, “ Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu tentang mantera?” beliau menjawab,” Peragakan kepadaku manteramu itu!”kemudian beliau menjawab,” Mantera tidak ada salahnya selagi tidak mengandung syirik!” (H.R.Muslim hadist nomor 2063)

Kemudian hadist lainnya, dari Jabir r.a. katanya ,” Ya Rasulullah, keluarga kami mempunyai mantera untuk gigitan kalajengking tetapi (kami mendengar) anda melarang mantera, bagaimana itu ?” Lalu mereka memperagakan mantera mereka dihadapan Rasulullah.Sabda beliau,” Tidak ada jeleknya, siapa yang sanggup diantara kalian memanfaatkan mantera untuk menolong saudaranya, hendaklah dimanfaatkan.” “ (H.R. Muslim, hadist nomor 2062)

Hadist senada Diriwatakan oleh Jabir bin Abdulah r.a. katanya,” Rasululah membolehkan keluarga Hazm memanterai bekas gigitan ular.” Dan beliau bertanya kepada Asma` binti Umais,” kelihatannya tubuh anak saudaraku ini kurus kering.Apakah mereka kurang makan?” Jawab Asma`,” Tidak ! mereka terkena penyakit pengaruh pandangan mata” Sabda nabi padaku,” Manterailah mereka!” Lalu kuminta agar nabilah yang memanterai mereka, tetapi beliau mengatakan,” manterailah mereka oleh kalian!” (H.R.Muslim, Hadist nomor 2060)

Hadist lainnya, dari Aisyah r.a. katanya,” Apabila seseorang mengadukan suatu penyakit yang dideritanya kepada Rasulullah s.a.w seperti bisul, kudis atau luka maka nabi berucap sambil menggerakan anak jarinya seperti ini- sufyan meletakan telunjuknya ke tanah, kemudian mengangkatnya- sambil membaca ,’ Dengan nama
Allah tanah bumi kami, dengan sebagian air ludah kami, semoga sembuhlah penyakit kami dengan izin Allah.” ( H.R.Muslim , Hadist nomor ; 2056)

Hadist senada diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi pernah memantrai orang sakit dengan debu, tanah, dan air ludah ( H.R Bukhari Hadist nomr 1922, )

Jadi, alam semesta merupakan anugrah dari Sang Maha Pencipta, Allah SWT, semuanya untuk kemasahatan umat manusia bagi Ulul Albab/ Ahlil Fikri, dan bukankah manusia itu sendiri bagian kecil dari alam semesta, yang kesemuanya itu merupakan ayat-ayat Allah (simbol-simbol) yang hanya dapat di”baca” dan dimengerti oeh kaum yang berfkir, lalu mengapa tidak kita sebagai kholifah fil ardli (penguasa alam semesta) mengadakan kontak/ hubungan dengan alam semesta dalam rangka ibadah kepada Allah?Bukankah Allah memerintahkan kita untuk tadabur pada alam kemudian akhirnya tasyakur ?

Perhatikan firman Allah dalam Alqur`an Surat al anfal ayat 17:
Bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar tetapi sesungguhnya Allahlah yang melempar………………………………”

Dari ayat tersebut nampaklah bahwa perbuatan manusia hanyalah mazzhar (objek perbuatan) Allah, yang pada hakekatnya mazzhar itu hanyalah bayangan semata-mata.
Berkenaan dengan ayat tersebutTafsir Ibnu Kasir dan dapat pula dilihat dalam kitab Asbabun Nuzul Imam Suyuthi ,” Ibnu Abbas berkata bahwa ketika perang badar, Rasulullah berdoa ,” Ya Tuhan, jika Engkau binasakan rombongan ini, maka tidak akan disembah lagi Engkau di muka bumi ini untuk selama-lamanya, “ Kemudian Jibril berkata ,” Ambilah segenggam tanah dan lemparkanlah pada mereka!” Maka Nabi mengambil segenggam tanah dan melemparkannnya,”

Itulah hadist yang menjadi Asbabunnuzul turunnya Surat Al Anfal ayat 17, sehingga menjadi pedoman bagi kita bahwa semua yang ada di alam semesta bisa dijadikan media untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dan sudah tentu semua itu bagi orang yang bertauhid tidak menjadi syirik.

Ditulis di Cisarua Lembang,2007
http://kriyasemestafoundation.blogspot.com

>Tebarkan Kata-Kata Yang Baik

>

Dalam teori DNA Kuantum disebutkan bahwa menebar kata-kata yang baik sama halnya menebarkan gelombang positif pada alam semesta yang akibatnya akan kembali pada diri kita; dan sebaliknya menebar kata-kata yang negatif. Termasuk ke dalam hal ini menebar senyum dan wajah yg kecut, sikap respontif dan sikap tak perduli, isyarat dan ucapan, prilaku dan tindakan terhadap sesama muslim dan mukmin. Semua itu terekam secara otomatis dalam DNA sebagai Database kehidupan manusia.

Tentang hal ini secara detail kita bisa membacanya dalam buku Rahasia DNA, Law of Attraction, Law of Resonance, dan buku2 lainnya. Lalu bagaimana pernyataan Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) tentang hal ini? Mari kita simak hadis-hadis berikut:

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membahagiakan seorang mukmin, ia telah membahagiakanku. Dan barangsiapa yang membahagiakanku ia membahagiakan Allah.” (Jami’us Sa’adat 2: 226).

Cobalah kita buat kesimpulan dalam hati kita tentang akibat membahagiakan Allah dan RasulNya!

Rasulullah saw juga bersabda:
“Sesungguhnya amal yang paling dicintai oleh Allah azza wa jalla adalah membahagiakan orang-orang mukmin.” (Jami’us Sa’adat 2: 226).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Barangsiapa yang memberi pertolongan kepada saudaranya sesama mukmin dalam kondisi yang sangat haus dan menderita, kemudian meringankan beban penderitaannya dan membantu untuk memperoleh hajatnya, Allah swt mencatat baginya tujuh puluh dua rahmat dari Allah, mempercepat proses perbaikan urusan penghidupannya, dan memberi kemudahan baginya tujuh puluh satu rahmat untuk menghadapi hal-hal yang paling menakutkan di hari kiamat.” (Jami’us Sa’adat 2: 226).

Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
Barangsiapa yang membahagiakan seorang mukmin, Allah akan membahagiakannya pada hari kiamat.” (Jami’us Sa’adat 2: 226 ).

Akibat Menghina orang-orang mukmin
Allah swt berfirman:
Orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Al-Ahzab: 58)

Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa yang menyakiti seorang mukmin, ia telah menyakitiku. Dan barangsiapa yang menyakitiku, ia telah menyakiti Allah, dan ia dilaknat di dalam kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.” (Jami’us Sa’adat 2: 215).

Cobalah kita buat kesimpulan dalam hati kita tentang akibat menyakiti Allah dan RasulNya!

Rasulullah saw juga bersabda:
Tidak dihalalkan bagi seorang muslim mengisyatkan pada saudaranya dengan pandangan yang menyakitkan.” (Jami’us Sa’adat 2: 215).

Rasulullah saw juga bersabda:
Bukankah aku telah memberitakan kepada kalian tentang seorang mukmin! Seorang mukmin adalah orang yang memberi rasa aman terhadap jiwa dan harta orang-orang mukmin yang lain. Bukankah aku sudah memberitakan kepada kalian tentang seorang muslim! Seorang muslim adalah orang dimana orang-orang muslim yang lain merasa selamat dari lisan dan tangannya. Seorang mukmin haram hukumnya menzalimi orang mukmin yang lain, menghina atau mengumpatnya…” (Jami’us Sa’adat 2: 215).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Barangsiapa yang menghina orang mukmin yang miskin atau yang tidak miskin, Allah azza wa jalla akan selalu menghinakannya dengan murka-Nya, sehingga ia kembali kepada-Nya dalam keadaan dihinakan oleh-Nya.” (Jami’us Sa’adat 2: 215).

Akibat Mencemaskan hati orang mukmin
Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa yang memandang seorang mukmin dengan pandangan yang menakutkan, Allah akan menakutkannya pada hari tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya.”
(Jami’us Sa’adat 2: 225).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Barangsiapa yang membahagiakan seorang mukmin, maka ia telah membahagiakan Rasulullah saw. Barangsiapa yang membahagiakan Rasulullah saw, maka ia telah membahagiakan Allah; demikian juga orang yang membuat sedih orang mukmin.” (Jami’us Sa’adat 2: 225).

Mari kita akses DNA kita secara kuantum! Sebelum kita mengaksesnya di alam Barzakh dan alam akhirat. Agar kita dapat menghapusnya data2 dalam database kehidupan kita, file2 yang menyebabkan kita sengsara dalam kehidupan di dunia dan akhirat nanti.

KHASIAT BISMILLAH 7, 6 & 5

”AMALAN BISMILLAH PITU/TUJUH – Padepokan ” NUR LANGIT” ”

Amalan khusus ini ijazah langung dari Kyai Khairul Huda, ARM

Pengasuh Ponpes “AL BARAKAH & Kajian NAHDLATUL JUHALAA’ “ GRESIK-Jatim (Cucu Eyang Prabu Brawijaya V & Eyang Kanjeng Sunan Giri). Apabila dulur dan sahabat semua berminat ijazah khusus silahkan menghubungi/sowan pada beliau. semoga amalan ini bermanfaat dunia sampai akherat. Bi’idznillah. Padepokan ” NUR LANGIT”

BISMILLAH 6
  1. Bismillaahis samii’il bashiir, alladzii laisa kamitslihii sya-un wahuwa bikulli syai-in ‘alim.
  2. Bismillahil khallaqil’aliim, alladzii laisa kamitslihii syai-un wahuwal fattaahul ‘aliim.
  3. Bismillaahil ladzii laisa kamitslihii syai-un wahuwal ‘aliimul qaBiir
  4. Bismillaahil ladzii laisa kamitslihii syai-un wahuwal ‘aliimul qadiir.
  5. Bismillaahil ‘aziizil kariim, alladzii laisa kamitslihii syai-un wahuwal ‘aziizul kariim.
  6. Bismillaahil ghafuurir rahiim, alaadzii laisakamits lihii sya-un wahuwal ghafuurur rahiim. Fallaahu khairun haafizhan wahuwa arhamur rahimiin.

Artinya :

  1. Dengan nama Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Allah dengan segala sesuatu itu Maha itu Maha Mengetahui.
  2. Dengan nama Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Pembuka rahmat lagi Maha Mengetahui.
  3. Dengan nama Allah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.
  4. Dengan nama Allah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
  5. Dengan nama Allah Yang Maha Bijak sana lagi Maha Pemurah, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Bijaksana lagi Maha Pemurah.
  6. Dengan nama Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dzat yang tiada sesuatu pun yang serupa denganNya, dan Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, maka Allah itu sebaik baik Tuhan yang memelihara dan Dia-lah Maha Rahim”

*KHASIAT (Doa) BISMILLAH 6*

  1. Makbul segala hajat dan cita-cita.
  2. Luas rezkinya.
  3. Jika ditiup kepada perempuan nescaya kasih ia kepada kita.
  4. Menang dalam peperangan.
  5. Penerang hati.
  6. Dijauhkan dari segala penyakit.
  7. Dibaca 70 kali tiap-tiap hari aman dari ancaman raja-raja dan pembesar yang zalim yang hendak membunuhnya.
  8. Dibaca ditempat yang suci nescaya dapat melihat malaikat, jin dan syaitan.
  9. Dibaca dimalam jumaat 20 kali boleh melihat orang didalam kubur.
  10. Aman daripada binatang2 buas.
  11. Air laut menjadi tawar.
  12. Terlepas daripada terkena bunuh jika dibaca kepada tubuh badan.
  13. Jika ditulis dan dijadikan azimat atau dibaca pada sawah aman daripada ancaman babi, tikus atau burung.
  14. Terselamat daripada bahaya musuh dan seteru.
  15. Terselamat dari karam dilaut.
  16. Jika dibaca pada minyak malam jumaat tiga kali boleh memudahkan perempuan beranak jika meminumnya.
  17. Orang yang pekak jika dibaca pada telinganya selam 7 hari nescaya mendengar.
  18. Orang gila atau yang dirasuk oleh iblis apabila dibaca ditelinga tiga kali insyaallah lari iblisnya.
  19. Boleh tawarkan segala jenis bisa termasuk bisa sengat binatang seperti lebah, ular dan ikan.
  20. Boleh tawarkan segala jenis racun dan santau, seperti yang diperbuat daripada miang rebung, ulat buku mati beragan, hempedu katak dan sebagainya.
  21. Terkeluar daripada penjara apabila dibaca bersungguh-sungguh.
  22. Dijadikan jampi untuk menghalau jin dan syaitan.
Cara untuk merawat pesakit yang menderita kerana perkara diatas; letakkan tangan ditempat yang sakit, tahan nafas dan baca 24-al-Fathihah dan juga ayat Bismillah Enam ini. Tiup tempat tersebut dah urut sedikit. Baca juga ayat ini pada air untuk disapukan pada tempat yang sakit dan untuk di minum. Angin akan keluar daripada pesakit dan diikuti oleh muntah, insyaallah.

Doa ini juga boleh digunakan kepada binatang yang termakan rumput yang diracun atau yang dipatuk ular. Kaedah rawatannya adalah dengan memberi makan rumput dan meminum air yang telah dibacakan dengan doa diatas.

AMALLAH BISMILLAH ENAM INI KERANA IANYA MENJADIKAN SEGALA JENIS RACUN AKAN TAWAR DAN TIDAK MEMBERI MUDHARAT KEPADA PENGAMAL KALAU TERMINUM. GELAS YANG MENGANDUNGI RACUN AKAN PECAH KALAU DIPEGANG OLEH PENGAMAL BISMILLAH ENAM. INSYAALLAH

Wallahu’alam

BISMILLAH 5

“Bismillaahir rohmaanir rohiim, Bismillaahisy syafi, bismillaahil kaafi bismillaahil mu’aafi, Bismillaahil la-dzi laa ya-dhur-ru ma’asmihi syai-un fil ardhi walaa fis-samaa’i wahuwas samii’ul aliim

  1. Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang
  2. Dengan nama Allah yang menyembuhkan
  3. Dengan nama Allah yang mencukupi
  4. Dengan nama Allah yang memberi kesejahteraan
  5. Dengan nama Allah, yang bersama namaNya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi maupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui

Di antara khasiatnya:

  • boleh tawarkan segala jenis racun, santau dan bisa binatang
  • menghalang jin dan syaitan
  • terpelihara dari bahaya dan musuh

ALLAH adalah sebaik-baik Pemelihara, dan DIA maha mengasihani dari segala-galanya. Dan telah berselawatlah ALLAH ke atas penghulu kami nabi Muhammad SAW juga ke atas kaum keluarga dan sahabatnya.

Ditulis dalam Islam, METAFISIKA. 2 Comments »