Menembus Dimensi Ruang & Waktu seri 3 (LORONG WAKTU)

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” 
( QS. Al Baqarah 2:255 )

LORONG WAKTU
Teori Wormhole (lubang cacing) merupakan teori jalan pintas melewati ruang dan waktu. Istilah Wormhole diperkenalkan oleh John Archibald Wheeler pada tahun 1957. Teori ini bermula dari teori relativitas Albert Einstein. Dimana, ruang dan waktu adalah entitas tunggal, dalam 4 dimensi, dan gravitasi yang cukup kuat akan melekukkan ruang-waktu.

Melalui suatu model lorong, struktur ruang-waktu yang tertekuk dapat menghubungkan dua tempat dari ruang-waktu yang sangat jauh. Hal ini mencari penjelasan dari partikel fundamental dalam ruang-waktu.

Teori Wormhole dapat terbagi dua, yaitu Intra-universe dan Inter-universe. Intra-universe, yaitu kita dapat masuk ke jalan pintas dan keluar pada tempat lain yang masih berada pada semesta kita, sedangkan Inter-universe, kita dapat masuk ke jalan pintas dan keluar pada tempat yang berada di semesta lain (sesuai teori many world interpretation/Dunia Multi Dimensi).

Tidak ada yang datar atau solid. Jika diperhatikan maka semua materi pasti memiliki lubang atau kerutan di dalamnya. Hal tersebut merupakan prinsip dasar dan bahkan bisa diterapkan pada waktu. Ada kebenaran tentang dimensi keempat, dalam waktu ada sisi kosong, kerutan, lubang maupun celah.

Dengan skala yang amat sangat kecil bahkan lebih kecil dari molekul dan atom, ada sebuah tempat yang disebut dengan buih kuantum, di dalam sanalah keberadaan wormhole. Terowongan kecil atau jalan pintas untuk melewati kanal dan bentuk ruang dan waktu. Dengan tiba-tiba bisa menghilang masuk ke dalam dunia kuantum dan karena terhubung dengan lokasi dan waktu lainnya, maka akan muncul di sana.

[pakar.blogsome.com] Star Trek adalah satu contoh dari sekian banyak Science Fiction Film (film fiksi pengetahuan-ilmiah). Film ini disutradarai oleh Gene Roddenberry, dan bercerita tentang pengembaraan manusia dengan sebuah pesawat super canggih yang secara tidak sengaja masuk ke dalam area kehidupan baru. Pesawat tersebut adalah USS Enterprise dengan beberapa awak di dalam siap mengemban misi kemanusiaan menemukan celah-celah kehidupan.

Suatu ketika, pesawat USS Enterprise terjebak dalam suatu gangguan atau fluktuasi ruang-waktu subspace yang membuatnya memasuki suatu wilayah nan eksotik dan nostalgis: masa lalu. Sedemikian menggetarkannya peristiwa itu, karena USS Enterprise bertemu dengan USS Enterprise generasi sebelumnya yang dalam buku sejarah disebutkan telah hancur lebur dalam suatu peperangan, namun saat itu dalam keadaan utuh. Belum lagi hal mengejutkan lainnya, yakni perjumpaan para awak dengan officer wanita muda, Letnan Tasha Yarr, yang telah mati, tetapi saat itu dalam keadaan sehat-sehat saja alias masih hidup. Luar biasa! USS Enterprise kembali ke masa lalu, bahkan berjumpa dengan orang-orang yang telah mati. Ia telah melakukan perjalanan menembus kematian!

Tentu timbul pertanyaan dalam benak kita, benarkah kita dapat melakukan perjalanan ke masa lalu dan bertemu dengan para nenek moyang kita yang sudah meninggal, mungkin untuk menanyakan kebenaran sejarah yang ditulis saat ini? Atau, apa yang terjadi sekiranya kita dapat kembali ke masa lalu, kemudian membunuh kakek-nenek kita (namun tentu jangan dilakukan) yang belum sempat melahirkan kedua orang tua kita? Adakah kita tetap dalam bentuk seperti sekarang ini? Bukankah tali silsilah telah kita potong? Bagaimana ini, sebab-akibat sedemikian kacaunya!

Biarlah Gene Roddenberry dengan Star Treknya. Toh siapa tahu hal itu dapat terbukti kelak di masa depan. Namun, baiklah kita melihat sisi ilmiah dari satu sampel pemikiran gila ini. Dan bagaimana bila pemikiran ini dikembangkan ke arah kemungkinan-kemungkinan yang lain. Mungkinkah itu terjadi?

EINSTEIN DAN TEORI RELATIVITAS
Dimensi yang selama ini kita kenal sebatas tiga track-sebut saja ruang berdimensi tiga. Namun Albert Einstein dengan pengembaraan otaknya menambahkan sebuah dimensi baru yakni dimensi waktu. Dengan demikian kini dimensi kehidupan fisis alam semesta ini tidak sebatas tiga, tetapi empat dimensi-tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu. Hakekat waktu merupakan satu bagian dari kajian rumit dalam teori relativitas Einstein. Dan untuk memahami sekelumit teori relativitas Einstein, ada baiknya kita menengok beberapa pertanyaan sederhana berikut ini:

  1. Apakah kita melihat dunia ini menurut hakekatnya ?
  2. Apakah langit itu betul-betul biru..?
  3. Benarkah ladang-ladang itu hijau..?
  4. Benarkah rasa madu itu manis..? dan pare itu pahit ..?
  5. Apakah air itu cair dan es itu padat ?
  6. Benarkah kayu itu benda padat seperti yang indera kita rasakan ?
  7. Benarkah kaca itu benda bening tembus cahaya, dan dinding itu tidak tembus cahaya ?
  8. Dapatkah kita meyakinkan bahwa sebuah benda bergerak sementara benda yang lain diam ?

Menurut khayalan kita, semua pertanyaan di atas pasti dapat kita jawab dengan gamblang, dan para sarjana sejak dulu mengira bahwa hal-hal seperti ini sudah tidak menjadi persoalan lagi. Tetapi, sekarang semua itu berobah menjadi suatu teka-teki. Keyakinan ilmiah ini telah berantakan. Palu godam yang menghancurkan keyakinan ini dan menyingkapkan bahwa seperti ini hanyalah buih adalah otak jenius Einstein..dengan teorinya yang merobah pandangan fondamental tenang alam, teori relativitas.

Teori relativitas, semenjak dicetuskannya tahun 1905 sampai sekarang telah berkembang di atas menara gading yang tak dapat dicapai kecuali oleh sarjana-sarjana tertentu. Mendengar teori relativitas, orang biasa akan merasa ngeri seolah-olah mendengar cerita gaib yang penuh rahasia atau seperti momok, tak berani mendekatinya. Dr. Mousyirifa mengatakan bahwa di dunia ini tak ada manusia yang bisa memahami teoori ini kecuali 10 orang.

Sejarah telah melihat bahwa dengan teori relativitas manusia mampu menciptakan bom atom. Relativitas tidak lagi merupakan sekadar teori, tetapi telah diterapkan; dengan bahayanya yang mengancam wujud umat manusia dan masa depannya di permukaan bumi ini. Toeri relativitas telah keluar dari lingkaran hypotesis dan rumus-rumus matematika, berobah menjadi kenyataan yang menakutkan. Dengan demikian setiap individu perlu mengetahuinya.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh para sarjana untuk menyederhanakan teori ini hingga mudah dimengerti. Eddington, James Jean, Edward Berhand, Russel, bahkan Einstein sendiripun telah berusaha untuk menyederhanakan bagian-bagian yang rumit dari teorinya. Dia berpendapat bahwa informasi yang kurang dan hanya dikuasasi oleh sejumlah kecil sarjana, walaupun dengan alasan spesialisasi dan pendalamanan, hanya akan membawa kepada terisolisirnya ilmu pengetahuan, akan melenyapkan roh filsafat rakyat banyak. Einstein membenci pendewaan ilmu dan ilmiah, penyelubungan ilmu dengan teori yang berbelit-belit, tabu ilmiah. Einstein selalu mengatakan bahwa hakekat itu adalah sederhana.

Usahanya terakhir yang diselesaikan tahun 1949 adalah mencari satu hukum terakhir dengan hukum mana dapat deijelaskan seluruh hubungan yang di jagad raya ini. Teori relativitas bukanlah semata-mata merupakan rumus-rumus tetapi juga mengandung segi filsafat. Tentang rumus-rumus matematika, Einstein mengatakan bagwa rumus-rumus itu muncul di otaknya sebagai akibat dari pengembaraan pemikiran dimana dia berusaha menggambarkan bentuk yang dari alam ini.

Baiklah kita berhenti sejenak pada point pengembaraan filsafat ini. Dan rumus-rumus matematika kita serahkan saja kepada yang ahli. Kita mulai dari awal, dari sebelum Einstein, dari soal-soal yang kita sebutkan di permulaan:

Apakah kita betul-betul melihat dunia ini menurut hakekatnya ?
Tidak, kesemuanya itu bukanlah hakekat, semua itu adalah yang kita lihat, kita rasa tapi bukan hakekat. Cahaya putih kita lihat berwarna putih, kalau cahaya putih itu kita lewatkan pada prisma kaca, akan terurai menjadi tujuh warna, yaitu warna spektrum : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu (violet).

Kalau kita pelajari apa sebenarnya warna-warna itu kita tidak akan memjumpai apa dia, yang ada hanyalah perbedaan panjang gelombang, perbedaan frekuensi, tidak kurang tidak lebih. Tetapi mata kita tidak mampu melihat gelombang ini sebagi gelombang, tidak sanggup merasakan getaran-getaran sebagai gelombang. Yang terjadi adalah, sel-sel syaraf di selaput jala kita terpengaruh oleh macam-macam getaran ini dengan cara berbeda-beda menurut jenis getaran. Pusat syaraf mata di otak akan menerjemahkan berita dari syaraf ini dalam bentuk warna-warna. Tetapi gelombang cahaya itu bukanlah warna, semata-mata gelombang dan getaran, dan otak kita deengan bahasanya sendiri, untuk membedakan satu dari yang lain, memberikan definisi-definisi dalam bentuk tanggapan-tanggapan, itulah warna.

Ladang-ladang yang kita pandang berwarna hijau bukanlah hijau, yang terjadi adalah daun-daun tumbuhan menyerap semua gelombang cahaya kecuali panjang gelombang tertentu yang masuk ke mata kita, mempengaruhi sel-sel mata; pengaruh itu menurut bahasa otak berarti hijau. Demikian pula warna-warna yang lain, sebenarnya bukan warna. Tidak lebih dari pada berkas-berkas sinar yang dianalisa oleh otak, dengan bahasanya sendiri, otaklah yang menyatakan itu adalah warna.

Kekacaubalauan (chaos) ini akan lebih jelas lagi kalau kita lihat contoh yang kedua, yaitu madu. Madu bagi kita terasa manis, namun bagi sejenis cacing tertentu ia terasa lain. Jadi rasa manis bukanlah sifat mutlak yang melekat pada madu, tetapi hanya sifat nisbi, tergantung pada syaraf perasa yang terdapat pada lidah kita dan diterjemahkan menurut istilah khusus sebagai akibat dari pengaruh molekul madu pada lidah kita. Mungkin saja pengaruh pada alat perasa ini antara binatang satu dengan lainnya memberikan rasa yang berbeda-beda, madu dapat terasa pahit.

Kalau kita contoh ketiga dan kita bertanya betulkah air itu cair, dan es itu padat? Persoalannya akan lebih jelas lagi. Air, es dan uap air mempunyai unsur dan susunan kimia yang sama (perbandingan Hidrogen dan Oksigen = 2 : 1). Perbedaannya, bukanlah perbedaan hakekat, hanyalah perbedaan dalam cara. Jika air diletakkan di atas api, berarti kita memberinya panas, atau lebih tepat dikatakan kita memberinya energi. Gerak partikel-partikelnya akan lebih cepat, selanjutnya partikel-partikel itu akan terpisah jauh satu dengan yang lainnya.

Jadilah ia gas (uap air). Jika energi yang diambil dari api itu hilang, maka gerak partikel-partikel itu kembali menjadi pelan dan lemah; satu sama lain akan saling berdekatan sampai pada suatu batas, dimana indera kita mengatakan bahwa partikel-partikel itu sekarang berobah membentuk cairan. Kalau energi itu kita keluarkan lagi, kita dinginkan terus-menerus, maka gerak partikel makin pelan, partikel-partikel lebih berdekatan sampai kepada suatu batas di mana indera kita mengatakan bahwa ia sekarang berbentuk padat (es). Ketiga tingkat wujud zat, gas, cair, dan padat hanyalah berbeda dalam gejala bentuk, berbeda pada jauh dekatnya letak paertikel-partikel dari zat yang satu yaitu air.

Beningnya air dan baurnya salju tidak lain dari letak partikel-partikel air sedemikian rupa sehingga pandangan kita dapat melewati ruang-ruang antar partikel. Itu tidak berarti bahwa partikel-partikel es itu melekat satu sama lain; antar partikel itu tetap terdapat jarak, hanya lehih dekat. Demikian pula partikel atau molekul setiap zat, walaupun zat besi, tetap mempunyai ruang antar moekul, malah molekul-molekul terrdiri dari atom-atom dengan ruang antar atom. Setiap atom tersusun lagi dari proton-proton dan elektron-elektron yang satu dengan lainnya mempunyai jarak yang relatif jauh, seperti jauhnya matahari dari planet-planet tata surya. Benda-benda itu sebenranya kosong, terdiri dari ruang hampa yang di sana-sini bertebaran atom-atom. Sekiranya indera penglihatan kita sempurna, maka pandangan kita akan dapat menembus dinding, karena susunannya yang berlobang, seperti jaring-jaring ayak.

Kalau kita saling melihat dengan mempergunakan sinar-X, bukan dengan sinar biasa, kita akan melihat bahwa tubuh kita ini hanya terdiri dari kerangka, karena sinar-X dapat menembus ruang antar molekul daging, daging akan terlihat bening seperti kaca. Jadi penglihatn kita yang kurang sempurnalah yang menyebabkan pandangan tak bisa menembus dinding, padahal yang sebenarnya bukan dimikian. Dinding itu mempunyai ruang-ruang kosong, tetapi kemampuan organ kita terbatas dan sinar yang dipakai tidak dapat menembusnya, sinat itu malah memantul kembali dipermukaannya,, lalu kita menanggapi sebagai dinding yang membatasi penglihatan kita.

Seluruh tanggapan kita sifatya relatif dan nisbi, jadi bukan hakekat. Alam yang kita lihat bukanlah alam yang sebenarnya, semata-mata istilah yang kita berikan sendiri. Di situ kita hidup dan terkembang oleh rumus-rumus yang diciptakan oleh otak kita sendiri, menggiring kita kepada suatu yang kita tidak mengetahui hakekatnya.

MATERI TERCEPAT
Albert Einstein dalam teori relativitasnya menunjukkan bahwa tak ada objek di alam ini yang dapat mencapai kecepatan cahaya. Kecepatan gerak cahaya sebesar 3 x 108 m/second. Secara teoritik dapat diturunkan, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan cahaya, maka benda tersebut haruslah bergerak di masa kini dan masa depan, tak akan pernah ia bergerak ke masa lalu.

Suatu benda akan kita ketahui keberadaanya dari suatu informasi yang datang daripadanya. Informasi tersebut biasanya dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang bergerak dengan kecepatan cahaya. Informasi yang berasal dari benda yang bergerak dengan kecepatan yang lebih kecil dari kecepatan cahaya akan sampai ke kita lebih awal dari kedatangan benda. Namun informasi yang datang dari benda yang memiliki kecepatan lebih tinggi dari kecepatan cahaya akan datang belakangan, benda sampai lebih dahulu. Tetapi karena kita baru mengetahui keberadaan benda itu berdasar informasi yang datang darinya, maka benda itu tak pernah ada bagi kita.

Ilmuwan menamakan sebuah partikel yang mampu bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya sebagai tachyon..George Sudharsan punya pendapat kontroversial tentang hal ini. Sekalipun Einstein mengatakan bahwa tak ada objek materi yang dapat mencapai kecepatan cahaya, namun teori relativitas Einstein tidak mengatakan bahwa tak ada apapun yang mampu bergerak lebih cepat dari cahaya. Logika Einstein hanya begini; karena tak ada objek yang dapat mencapai kecepatan cahaya, maka tak ada objek apapun yang mempu melebihi kecepatan cahaya. Lalu apa yang terjadi jika sebuah objek telah bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya sejak objek itu tercipta? Bukankah ia tak pernah muncul dalam realitas – yang kita istilahkan sebagai ‘tak pernah ada’? Maka tachyon pun tak pernah mencapai kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya tak pernah dicapai olehnya, karena terlalu pelan baginya.

Di lain pihak, tachyon memiliki massa imajiner. Artinya jika bilangan yang menunjukkan massa tachyon kita kuadratkan, maka hasilnya akan merupakan bilangan negatif-ini sungguh tal cocok dengan realitas. Yang lebih gila lagi, tachyon ini dapat melanggar arah waktu, sehingga dua pengamat bisa tidak sependapat terhadap dua kejadian tachyon yang terjadi lebih dulu. Ini yang disebut sebagai kekacauan sebab-akibat, mana sebab mana akibat.

Sudharsan mengajukan tiga alasan mengapa para fisikawan begitu bersemangat memburu partikel hipotetis ini. Pertama, tak ada alasan untuk percaya bahwa tachyon tak ada. Dia membandingkan alasan ini dengan Paul Dirac yang menghipotesiskan eksistensi partikel dengan energi negatif yang kemudian diketemukan oleh Carl Anderson sebagai positron. Kedua, tachyon tetap muncul dalam penghitungan matematis yang merupakan jantung fisika teori. Ketiga, tachyon dapat memberikan informasi yang dapat mebantu pengungkapan pelbagai misteri dalam fisika partikel, fisika antariksa, dan kosmologi, jika ia muncul. Sesungguhnya, pemunculan tachyon akan banyak menyingkap misteri tentang arah waktu, dan juga imajinasi dalam Star Trek di atas.

Aharon Davidson dari Universitas Ben-Gurion mendapati dalam perhitungannya bahwa semua partikel elementer yang kita kenal dalam alam semesta ‘tiga dimensi’ kita akan menjadi tachyon bila diamati dari sudut pandang ‘empat dimensi’. Davidson juga mendapati bahwa tachyon dimensi tinggi ini juga memberikan penalaran tentang sifat-sifat dimensi keempat yang biasanya hanya berupa asumsi. Dia juga mengatakan bahwa kita tidak mengetahui apa arti kausalitas (hukum sebab-akibat) di dunia ‘empat dimensi’ karena mungkin hal itu bukanlah problem penting seperti di dunia ‘tiga dimensi’ kita.

Namun dunia tachyon ini pulalah yang sering merepotkan para ahli yang menggeluti teori superstring yang saat ini begitu populer sebagai kemungkinan cikal-bakal suatu Theory of Everything. Tachyon dianggap sebagai pembunuh potensial bagi kebanyakan ahli superstring seperti halnya pembagian dengan bilangan nol dalam aljabar atau dalam proses komputasi. Namun ada pula sebagian ahli yang menyimak kemungkian bahwa tachyon merupakan sebuah konsekuensi penting dari teori string ketimbang sebagai suatu penyakit. Hal ini mungkin saja seperti Einstein yang tidak menyadari bahwa teori relativitas umumnya telah mengimplikasikan semesta yang mengembang -tidak statik- sehingga perlu memasukkan tetapan kosmologi agar persamaannya cocok bagi semesta yang statik (maklumlah saat itu orang tidak tahu bahwa alam semesta mengambang, hingga Hubble menginformasikan penemuannya). Einstein pun kemudian mengatakan bahwa pelibatan tetapan kosmologi yang hipotetis itu merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Seluruh tanggapan kita sifanya adalah relatif, jadi bukan hakekat. Alam yang kita lihat bukanlah alam yang sebenarnya, semata-mata istilah yang kita berikansendiri. Di situ kita hidup dan terkembang oleh rumus-rumus yang diciptakan oleh otak kita sendiri, menggiring kita kepada suatu yang kita tidak mengetahui hakekatnya. Benarlah apa yang dilakukan oleh pelukis-pelukis abstrak, mereka berusaha untuk mengekspresikan apa yang mereka lihat. Menurut cara-cara mereka dengan instinknya mereka merasa bahwa apa yang dilihat oleh mata, bukanlah yang sebenarnya, jadi mereka tak merasa terikat, mereka dapat merasakan hakekat sesuatu, bukan dengan mata tetapi dengan akal. Mungkin dengan akal bathin, atau intuisinya, atau rohnya. Sarjana mempunyai cara yang berbeda dengan seniman. Ia memakai rumus-rumus dan hitungan-hitungan, dengan hipotesa dan teori, kemudian membuktikannya dengan percobaan-percobaan.

Sebagian besar dari rumus-rumus yang ditulis Einstein adalah abstrak, jauh dari kenyataan dalam bentuk angka-angka dan rumus-rumus matematika. Usaha sungguh-sungguh dari seorang sarjana yang ingin menghancurkan dan melenyapkan sintesa dan analisa tradisional, menggantinya dengan pandangan tentang hakekat yang tadinya tersembunyi di balik selubung kebiasaan dan tradisi.

Lalu bagaimana dengan terbolak-baliknya sebab-akibat dalam Star Trek di atas? Mungkinkah kita menembus ‘dinding kematian’? Tampaknya dalam dunia ‘tiga dimensi’ kita, hal itu tak mungkin dilakukan. Ada ‘dinding kecepatan cahaya’ yang selalu menghadang. Namun tidak tertutup kemungkinan pelanggaran kausalitas bila kita telah berada dalam dunia ‘empat dimensi’. Hanya sayangnya, hukum sebab-akibat mungkin tak penting lagi dalam dunia ‘empat dimensi’. Imaji tentu bebas mengembara ke wilayah yang ‘belum pernah dikunjungi’, meskipun tetap ada constraint yang tetap harus kita sadari. Tampaknya imajinasi kadang lebih penting dari sains, seperti yang pernah dikatakan Einstein. Paling tidak bagi Gene Roddenberry. Tetapi bagaimanapun kita harus tuduk pada satu hal yang telah pasti, bila kita tidak yakin akan mampu menembus kematian, yakinlah bahwa kematian akan menembus dan menjemput kita walau kita berada di ufuk alam semesta yang yang paling jauh sekalipun.

Demikian kitab suci mengisyaratkan. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di ujung galaksi yang paling jauh…” QS.4:78.

Wallahu a’lam bish-shawabi
Iklan

Menembus Dimensi Ruang & Waktu seri 2 (Merubah Masa Lalu)

MERUBAH JEJAK MASA LALU
MENITI MASA KINI
MERAJUT MASA DEPAN

Apa yang terjadi hari ini adalah buah dari perbuatan kita di masa lalu.
Dan apa yang terjadi besok adalah buah dari perbuatan kita di masa kini.
Inilah Lingkaran Karma Kehidupan.
Karena pada umumnya manusia bertindak atas dasar kondisi yang ada saat ini, maka langkah di masa lalu bisa mempunyai efek permanen hingga mempengaruhi masa depan.
Maka terjadilah lingkaran kehidupan yang disebut “Lingkaran Setan” atau “Lingkaran Neraka”  dan “Lingkaran Malaikat” atau “Lingkaran Surga“.

Masa muda adalah masa yang indah untuk berbuat semaunya, tanpa berfikir apa akibatnya di hari depannya nanti. Dan ketika darah muda yang menggejolak lepas tidak terkendali, maka banyak perbuatan negatif atau perbuatan sia-sia yang terjadi di masa  itu. Dan sebagai akibatnya di masa kini adalah kita akan terjebak pada “Lingkaran Neraka” kehidupan yang tidak menentu, terhempas kesana-kemari oleh gelombang kehidupan. Hanya karena kurangnya persiapan dan salah langkah di masa muda.

Nah….Bagaimana kita mau merajut masa depan bila keputusan hari ini ternayata masih juga salah karena bekas masa lalu masih mempengaruhi kita dalam melangkah. Maka cara terbaik adalah kita harus mematahkan lingkaran setan itu dengan merubah peristiwa di masa lalu kita. Bahkan segala peristiwa sejak kita di lahirkan. Dan memulai sebuah lingkaran baru yang positif yaitu Lingkaran Surgawi. Tapi mungkinkah itu bisa dilakukan…???

Mengubah kejadian yang sudah berlalu, jelas tidak mungkin bisa dilakukan. Tapi menghapus jejak negatif atau energi negatif buah masa lalu tentu masih bisa dilakukan. Sehingga jejak negatif  dan pahitnya masa lalu tersebut tidak sampai memunculkan buah yang pahit pula di masa kini & masa depan. Caranya Yaitu dengan memasuki “ZONA KUANTUM ENERGI” dimana batasan Ruang dan waktu menjadi hilang.

Namun anda jangan mengartikan memasuki zona kuantum dengan Perjalanan Astral Ke masa lalu. Karena perjalanan astral tersebut tidak ada pengaruhnya apapun terhadap perbaikan karma negatif. Yang saya maksud adalah kita cukup meresonansikan Energi Ilahi ke masa lalu dan masa depan kita untuk meningkatkan vibrasi energi serta memurnikan keseluruhan jejak energi yang terekam di dalam buku kehidupan kita. Sehingga diperoleh Medan Energi yang tepat untuk bergerak di Lingkaran Malaikat” atau “Lingkaran Surga“.

Jejak Energi atau Karma masa lalu di sebut juga dengan PAHALA & DOSA. 
Jejak Energi Negatif disebut dengan DOSA. 
Dan jejak energi positif disebut dengan PAHALA.

Tekhnik Merubah Karma Negatif ‘Ala Rasulullah SAW :
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Sholat lima waktu dan (sholat) Jum’at ke (sholat) Jum’at serta dari Ramadhan ke Ramadhan semua itu menjadi penghabus (dosanya) antara keduanya selama ia tidak terlibat dosa besar.” (HR Muslim 2/23)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan ‘ Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir‘ seratus kali akan memperoleh ganjaran sebagaimana membebaskan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatatkan atasnya, dan seratus dosa akan dihapuskan dari catatan amalnya, dan ucapan tadi akan menjadi perisai baginya dari Syaithan pada hari itu hingga malam hari, dan tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan amal kebaikannya kecuali orang yang melakukan amal yang lebih baik darinya.” [Shahih Bukhari]

Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” [Shahih Muslim]

“Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Al Bukhori)

Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Ahmad dan dihasankan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no. 144).

Puasa hari Arafah ( 9 Dzulhijjah ) menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang dan puasa Asyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat.” (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah)

KISAH MENEMBUS RUANG & WAKTU DI ZAMAN RASULULLAH
Ketika Nabi Muhammad saw selesai bermi’raj, beliau menceritakan kejadian2 yang baru saja dialami. Banyak pengalaman dan pemandangan di dimensi lain, dimensi yang ruang dan waktunya berbeda dengan dimensi yang beliau alami. Bagaimana mungkin Nabi yang masih hidup berjumpa dengan Nabi Adam as, Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as dan seluruh Nabi2 yang terdahulu. Semuanya dilakukan hanya dengan memakan waktu satu malam. Menurut logika memang tidak mungkin. Tapi beliau kan Nabi, apa saja boleh terjadi sesuai dengan kehendak dan izin Allah swt, Dzat yang menguasai seluruh dimensi yang ada di jagat raya ini.

Selesai bercerita, sahabat yang percaya kepada Nabi terus saja mengatakan bahwa kejadian itu benar adanya. Bahkan Abu Bakar ra mengatakan bahwa dia percaya lebih daripada itu. Sedangkan kelompok Abu Jahal, Abu Lahab dan konco2nya menolak kejadian itu telah berlaku pada diri Nabi Muhammad saw.

Ada seorang sahabat yang merasa ragu tentang kejadian isra’ mi’raj ini. Tetapi dia diam saja tak memberi komentar apa2. Tuhan telah memberi cobaan pada dia. Ceritanya begini :

Sesampainya di rumah, didapatinya istrinya sedang memasak untuk makan malam. Maka si sahabat ini pun minta izin untuk pergi mandi. Sesampainya di tempat pemandian ia pun terkejut, ia sudah berada di dimensi yang lain, dimensi yang ruang dan waktunya berbeda dengan yang biasa ia alami bersama istrinya. Suasana pemandian begitu terasa asing, tetapi indah dan nyaman.

Tiba2 pula ia telah berubah keadaan tubuhnya. Tubuhnya yang laki2 itu telah diubah oleh Allah menjadi seorang wanita yang cantik dan molek. Singkat cerita akhirnya ia dikawin oleh pemuda di sana di dimensi yang lain itu. Dari perkawinannya itu ia mendapat dua orang anak yang lucu2.

Suatu petang ia pun kembali hendak mandi ditempat yang sama dengan kejadian awal dia datang. Tiba2 suasana pun berubah lagi seperti kejadian yang lama. Kain dan alat mandinya pun masih tersimpan ditempat yang lama juga.

Kemudian ia pun pulang ke rumahnya yang lama. Didapatinya istrinya masih memasak. Apa kata istrinya ? Cepat benar mandinya Bang ! Si suami diam saja, kejadian yang baru di alaminya tidak diceritakan kepada siapapun termasuk kepada istrinya, tidak juga diceritakan kepada Nabi Muhammad saw.

Begitulah cara Allah memberi tahu kepada orang yang meragukan kejadian isra’ mi’raj nya Nabi saw.

Pada suatu ketika ada majelis ta’lim di mesjidnya Nabi Muhammad saw. Tiba2 saja ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi, bagaimana rasa sakitnya seorang perempuan melahirkan anak . Dengan senyum Nabi menyilahkan lelaki yang baru dapat pengalaman di dimensi lain menjadi seorang wanita untuk bercerita.

Maka lelaki inipun dengan terpaksa menceritakan pengalaman yang baru dialaminya. Ia meninggalkan istrinya sekitar 10 menit saja, tetapi Allah telah membuat banyak kejadian pada dirinya di dimensi yang lain. Dalam waktu 10 menit ia merasakan waktu sekitar 3 tahun sampai ia melahirkan 2 orang anak.

Betapa banyak dimensi ruang dan waktu yang ada di jagat raya ini hanya Allah yang Maha Tahu. Mungkinkah setiap orang akan mempunyai dimensi ruang dan waktu yang berbeda sesuai dengan amalan masing2. Hanya Allah yang tahu. Ada yang merasa di alam kubur itu hanya semalam saja, ada yang merasa ribuan tahun berada di alam kubur.

Begitu juga di surga nanti, seorang lelaki penduduk surga izin keluar sebentar saja dari bilik istrinya. Di luar bilik, ia bermain2 sampai ratusan tahun, tetapi sekembalinya ia ke bilik istrinya. Kata istrinya, kenapa sebentar sekali ia berjalan2 di surga yang luasnya seluas langit dan bumi ?

Apakah Catatan Amal dan Filsafat Keberadaannya?
[www.telagahikmah.org] Dalam surat Al-Isra’ [17], ayat 13 disebutkan, “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya [sebagaimana tetapnya kalung] pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. ‘Bacalah kitabmu ….’”

Pertanyaannya, apakah catatan amal ini dan apakah tujuan dari diadakannya?
Dari kumpulan ayat-ayat dan riwayat-riwayat dapat dipahami bahwa seluruh amal manusia secara detail akan tercatat dengan baik di dalam catatan amal mereka. Dan di Hari Kiamat, sekiranya ia telah berbuat kebaikan, ia akan menerima catatan amalnya dengan tangan kanan, dan apabila ia telah melakukan keburukan, ia akan menerima catatan amalnya dengan tangan kiri.

Tanpa syak, catatan amal ini bukan dari jenis kitab dan buku biasa. Oleh karena itu, sebagian mufassir berkata bahwa catatan amal ini tidak lain adalah Ruh Insan yang merekam seluruh amal dan perbuatan manusia.[1] Sebab, setiap amal yang kita perbuat, mau tidak mau, akan menyisakan kesan pada ruh kita. Atau, catatan amal ini adalah anggota tubuh kita, bahkan kulit kita, bahkan tanah, udara, dan ruangan yang di dalamnya kita melakukan amal dan perbuatan. Karena amal kita yang telah lalu berperan pada raga kita dan seluruh atom badan kita, lalu bereaksi pada tanah dan udara. Kendati kesan ini bukanlah sesuatu yang dapat dirasakan, namun jelas sekali bagaiman kuatnya kesan tersebut. Dan kita kelak pada suatu hari dapat melihat dan membacanya.

Kata “membaca” jangan sampai menyelewengkan kita dari apa yang disebutkan oleh tafsir di atas. Sebab, membaca juga memiliki pengertian yang luas; mencakup setiap jenis penyaksian. Umpamanya, dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap berkata: “Dari matanya, aku membaca keputusan apa yang akan diambil”, atau ”Aku melihat dampak amalan yang dilakukan si fulan itu”. Dalam konteks ini, kita juga menggunakan kata membaca. Begitu pula, kini kata ini digunakan umum dalam pengambilan foto dari orang sakit.

Berangkat dari sini, kita membaca di dalam Al-Qur’an bahwa tulisan-tulisan catatan amal ini sama sekali tidak dapat dinegasikan. Karena, semua itu adalah dampak hakiki dan kausal dari amal itu sendiri, ibarat suara manusia atau gambar yang telah direkam dan diambil, atau dampak dari sidik jarinya.

Filsafat Catatan Amal
Tak syak lagi bahwa penjelasan yang luas ihwal catatan amal yang terdapat dalam berbagai ayat dan riwayat, khususnya yang berkaitan dengan seluruh rincian perbuatan, ucapan, dan niat, tercatat secara utuh di dalamnya. Maksud utama dari catatan amal semua itu adalah efek edukatif. Berulang kali telah kami katakan bahwa Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa seluruh ajaran-ajaran hak ini digunakan sebagai media tahdzîb al-Nafs, penyempurnaan ruh, penguatan fondasi-fondasi moral dan takwa. Selain itu, catatan amal juga memberikan peringatan kepada manusia untuk berhati-hati atas ucapan dan perbuatannya, karena segala sesuatunya tercatat, dan kelak pada Hari Kiamat akan ditunjukkan kepadanya secara lengkap dan utuh.

Benar bahwa kekuasan ilmu Tuhan berada di atas semua ini. Barangsiapa yang memiliki iman yang sempurna terhadap kekuasaan ilmu Tuhan dan kehadiran wujud-Nya di segala ruang dan waktu, niscaya ia tidak memerlukan kepada catatan amal. Akan tetapi pada umumnya manusia, hal itu dapat menjadi efek yang positif baginya.

Seseorang yang mengetahui bahwa tape recorder senantiasa menyertai langkahnya, dan sebuah kamera yang senantiasa meneropong dan mengambil gambarnya, baik ketika sepi dan ramai, lahir dan batin, luar dan dalam dirinya, dan akhirnya, seluruh film dan kaset itu menjadi dokumentasi yang hidup dan tidak dapat diingkari, serta akan dibeberkan pada mahkamah besar keadilan, niscaya ia akan selalu berhati-hati dalam ucapan dan perbuatannya. Dengan ini, kekuatan takwa akan berkuasa pada wujudnya, secara lahir maupun batin.

Meyakini adanya catatan amal yang akan mencatat segala perbuatan yang besar dan kecil, iman kepada para malaikat yang siang dan malam bertugas merekam dan mencatat amal perbuatan manusia, dan iman kepada realitas bahwa di Mahsyar, catatan amal ini akan dibentangkan di hadapan seluruh penduduk Masyhar sehingga seluruh dosa yang tersembunyi akan nampak jelas dan hal itu akan mempermalukannya di hadapan kawan dan lawan, iman kepada semua itu dapat menjadi faktor pencegah yang luar biasa terhadap perbuatan dosa.

Sebaliknya, catatan amal orang-orang yang melakukan kebaikan akan menjadi penyebab kehormatan dan kewibawaan mereka. Bahkan, dari perumpamaan kaset dan film yang disebutkan di atas, hal itu lebih utama, tinggi, dan lebih berpengaruh. Motivasi penting semacam ini akan menjadi pendorong perbuatan baik. Akan tetapi, terkadang iman lemah dan terkadang juga hijab lalai akan menjadi penyebab jauhnya manusia dari realitas penting ini. Kalau tidak, iman terhadap kaidah Al-Qur’an ini sudahlah memadai untuk mendidik manusia.[2]

[1] Tafsir ash-Shâfî.
[2] Tafsir Payâm-e Qur’ân, jilid 6, hal. 107.

PUASA HARI LAHIR (PUASA WETON)
Sahabat, ada yang Faham Dengan Puasa Weton ndak…?
Dalam falsafah Jawa, Setiap weton atau hari lahir mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk menetralkan sifat negatif dan membuang “senggkala” atau kesialan dalam kehidupan yang terkait dengan weton kita itulah maka puasa weton dilakukan.

Nabi ditanya tentang puasa hari Senin lalu beliau menjawab, “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan hari dimana aku diutuskan sebagai Nabi, atau dimana diturunkannya wahyu pertama padaku”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i, sanadnya shahih).

Dalam bahasa Jawa “Weton” berasal dari kata dasar “Wetu” yang bermakna “keluar” atau lahir. Kemudian mendapat akhiran –an yang membentuknya menjadi kata benda. Yang disebut dengan weton adalah gabungan antara hari dan pasaran saat bayi dilahirkan kedunia. Misalnya Senin Pon, Rabu Wage, Jumat Legi atau lainnya. Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon adalah nama-nama pasaran.

Jadi pengertian Puasa Weton adalah puasa yang dilakukan pada hari kelahiran berdasarkan perhitungan kalender Jawa yang berputar selama 35 hari. Artinya diperingati setiap 35 hari sekali. Berbeda dengan acara ulang tahun yang diperingati setahun sekali.

Di kalangan masyarakat muslim dan pesantren, puasa weton ini biasanya dilakukan lebih dari 1 hari, ini untuk memberi solusi bagi mereka yang wetonnya jatuh pada hari-hari yang dilarang berpuasa di hari-hari tertentu seperti hari Jumat tanpa disertai puasa hari yang lain (Al Hadist). Dan itu sah-sah saja. Tidak ada sesepuh yang melarangnya. Selama suatu tradisi membawa manfaat baik, memang harus dilestarikan.

Manfaat Ritual Weton
Dari penghayatan dan pengamalan ritual weton yang luhur ini tentu akan membawa dampak baik bagi para pengamalnya. Antara lain :

  1. Sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME dan rasa terimakasih kepada kedua orang tua. Meningkatkan iman kepada Tuhan, dan berbakti kepada orang tua.
  2. Sebagai salah satu momen untuk berintropeksi diri, bermuhasabah mengenal diri sendiri, ingat kembali kepada kodrat dan tugas sebagai manusia di muka bumi.
  3. InsyaAllah, dari pengalaman telah terbukti dapat membawa dampak baik bagi kerejekian para pengamalnya. Akan membuka pintu rejeki yang luas dari segala penjuru mata angin.
  4. Diberikan keselamatan dari segala macam bahaya yang nyata maupun magis (sihir).
  5. Sebagai penebus dosa dan pembebas karma negatif yang pernah dilakukan semasa hidupnya sejak dia mulai dilahirkan.
  6. Dan berbagai manfaat positif lainnya sesuai dengan penghayatan yang bisa dicapai oleh para pengamalnya.
  7. Semua bisa terjadi bila semata-mata ada rahmat dari Tuhan Yang Maha Welas Asih.

►CONTOH AMALAN PUASA WETON
ASMA’ KURUNG ► Amalan Puasa WETON (hari kelahiran)
yang berkhasiat untuk Anti Sihir dan Kejahatan Magis lainnya

Sihir adalah perbuatan yang diluar dari adat kebiasaan yang sengaja dikerjakan dengan jalan bermacam-macam cara (diluar ajaran agama) dengan mendayagunakan bantuan dari JIN dan syetan.

Sihir bisa pula berarti tipuan atau khayalan yang hakekatnya tidak ada sama sekali, sebagaimana yang biasa dikerjakan oleh para tukang sulap. Sedangkan “santet” merupakan bagian dari sihir. Istilah santet lebih dikenal sebagai perbuatan untuk menyakiti atau membinasakan orang lain melalui ilmu ghaib.

Tak sedikit orang yang celaka akibat kekuatan jahat ini. Sehingga bagi orang awam, sihir dan santet dipandang sebagai sesuatu yang sangat ditakuti. Namun karena sihir dan santet adalah batil / sesat / jahat, maka ia dapat ditangkal dengan sesuatu yang Haq (benar) yang datang dari Allah SWT.

Agar kita terhindar dari pengaruh sihir dan kejahatan magis lainnya, selain terus beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan YME, anda dapat melakukan amalan Asma Kurung yang disertai Puasa Weton.

Maksud Puasa Weton adalah puasa yang dilakukan pada hari kelahiran anda berdasarkan kalender Jawa. Misalnya Senin Pon, Rabu Wage, Jumat Legi atau lainnya. Untuk selengkapnya bisa anda simak di Kajian Puasa Weton.

AMALAN ASMA’ KURUNG

  • Lakukan Puasa saat tiba Weton anda.
  • Pada malam harinya, tidak boleh tidur hingga terbit matahari (tetapi boleh makan apa saja).
  • Setelah sholat Subuh, bacalah Ayat suci berikut ini (Quran S. At Taubah ayat 128-129) terus menerus hingga matahari terbit :

“Laqod jaa-akuum rosulum min anfusikum Aziizun Alaihi maa Anittum Hariishun Alaikum bil mu’miniina Ro-uufur rohim.
Fain tawallaw faqul Hasbiyallahu la ilaha illa Huwa alaihi tawakaltu wa huwa Robul Arsyil Azhiim.”

Karena khasiat yang dirasakan oleh para pengamal ayat suci ini ternyata dapat mengurungkan segala niat jahat. Maka amalan ini lalu dikenal sebagai Asma Kurung.

Contoh mengamalkan :
Misalnya Weton anda jatuh Selasa Kliwon. Maka pada hari Senin sore (sebelum Maghrib) anda bersuci dengan cara mandi Jinabat (mandi besar). Kemudian terhitung mulai Maghrib itu sampai Matahari terbit dihari Selasa diusahakan tidak tidur. Tetapi boleh makan-minum dan bersahur. Isilah malam tersebut dengan memperbanyak ibadah, dzikir atau tafakur (semedi). Kemudian hari Selasa itu anda berpuasa seperti puasa Ramadhan.

Catatan :

  • Di hari-hari selanjutnya ayat tersebut cukup dibaca 7 kali di Pagi dan Sore (setelah Subuh dan Maghrib).
  • Arti ayat diatas : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.
  • Bagi anda yang nonmuslim Rafal Doa Keselamatan bisa diganti lafal doa sesuai ajaran agama anda masing-masing.
  • Jika diamalkan secara rutin, kita akan dijauhkan dan terlindungi dari sihir dan kejahatan magis. Dikaruniai ketentraman dan keharmonisan keluarga serta diberi umur panjang yang barokah. InsyaAllah.
Wallahu a’lam bish-shawabi

Menembus Dimensi Ruang & Waktu seri 1

Dari masa lalu yang sudah tetap sampai masa kini yang nyata dan masa depan yang belum pasti, seolah-olah waktu mengalir tanpa bisa ditawar. 
Tapi itu ilusi.
Persepsi kita memberitahu bahwa waktu mengalir: yakni, bahwa masa lalu sudah tetap, masa depan tidak bisa dipastikan, dan realitas hidup di masa kini. Tapi, berbagai argumen fisika dan filsafat menyiratkan sebaliknya. Aliran waktu barangkali adalah ilusi. Kesadaran mungkin melibatkan termodinamika atau proses quantum yang memberi kesan momen demi momen yang hidup.

SETELAH ruang ada lagi ruang.
Panjang, lebar dan tinggi, tiga dimensi yang membentuk ruang. Jika ditambah dengan satu satuan lagi maka akan terbentuk dimensi keempat. Dimensi ”Zona Quantum” ini dipercaya eksistensinya oleh para pakar fisika teori. Mereka menyebutnya hyperspace atau hiperspasial.

Ada juga yang menyebut dimensi keempat ini sebagai dimensi kelima. Ini karena waktu dianggap sebagai dimensi keempat dalam realita hidup ini. Namun waktu sejauh ini bersifat linier atau berada pada garis lurus yang tidak akan pernah kembali lagi. Waktu pun tidak membentuk ruang baru yang bisa ditempati oleh entitas yang memiliki dimensi (tiga saja tentunya).

Hiperspasial ini sudah sejak abad 19 dibicarakan para pemikir fisika. Baru pada abad 20 pendapat berbobot mengenai ini dikemukakan oleh ahli matematika Prusia, Theodore Kaluza. Pada tahun 1919, Kaluza menulis surat kepada Albert Einstein yang mengungkapkan bahwa seharusnya ada dimensi keempat. Ia memberi alasan bahwa gravitasi dan radiasi gelombang elektromagnetik merupakan manifestasi yang sama dari suatu entitas ke ruangan yang sama. Baru tiga tahun kemudian Einstein membalas surat Kaluza itu dengan persetujuannya.

Bukti

Bagi masyarakat awam, di luar Einstein dan kawan-kawannya, lebih mudah mengadaptasi konsep gaib dibandingkan teori fisika yang rumit. Kita hanya akan mengamini saja ”alam gaib” dimensi keempat itu, cukup hanya percaya bahwa alam itu ada dan tidak terlihat.

Para pemikir pun setuju bahwa dimensi keempat tidak bisa dilihat oleh kita yang berada dalam tiga dimensi. Ini dijelaskan mereka melalui pengandaian keberadaan kita dalam suatu dimensi. Jika Anda adalah titik dalam suatu garis maka Anda hanya bisa bergerak dari satu ujung garis ke ujung lainnya. Jadi kesadaran Anda mengatakan hanya ada dua titik ekstrem dalam dunia Anda. Begitu pula jika Anda berada dalam dunia dua dimensi, panjang dan lebar. Sebagai titik, Anda bisa bergerak ke luar, ke daerah lebar dan dari sana Anda bisa melihat dimensi pertama yakni garis panjang tadi.

Begitu pula jika berada dalam tiga dimensi di mana terdapat panjang, lebar dan tinggi. Dari dimensi itu suatu titik bisa bergerak ke berbagai arah dan mengamati satu dimensi, dan juga dua dimensi serta menyadari adanya tiga dimensi. Ia bisa melihat bentuk garis, bentuk bidang datar dan bentuk piramida atau kubus. Ini seperti manusia berada dalam ruang dan melihat benda-benda lain, serta bergerak untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.

Bagi para pakar teori fisika ini sudah bukti yang cukup. Titik dalam garis yang hanya menyadari adanya dua ekstrem bukanlah bukti bahwa batasan dunianya hanya garis saja. Titik dalam bidang datar bukan berarti dunianya hanya panjang dan lebar. Begitu pula kita yang berada dalam tiga dimensi, bukan berarti tidak ada dimensi keempat.

Itulah mengapa gravitasi dan gelombang elektromagnetik, suatu entitas yang ada dan bergerak di berbagai lokasi ruang, merupakan bukti. Sumber dan sebab gravitasi dan gelombang elektromagnetik belum diketahui dalam realita ruang tiga dimensi yang dikenal sekarang.

Titik pengandaian kita tadi yang berada dalam tiga dimensi bisa bergerak ke dalam dua dimensi dan ke dalam satu dimensi, titik kita itu bisa menjadi bagian dari bidang datar atau dari garis lurus. Kita, manusia yang berada dalam ruang tiga dimensi bisa merangkai diri menjadi garis atau bidang datar. Jadi suatu entitas yang berada dalam empat dimensi tentu bisa bergerak ke tiga dimensi, atau ke dimensi yang lebih rendah. Itulah gelombang elektromagnetik dan gravitasi yang diajukan Theodore Kaluza pada Albert Einstein.

Gurame Gila
Dr. Michio Kaku, profesor fisika teori pada City University di New York memiliki penjelasan ikan gurame terhadap hiperspasial. Michio Kaku lulus summa cum laude dalam ilmu fisika dari Harvard pada tahun 1968 dan mendapatkan doktornya dari Berkeley University tahun 1972. Buku teks untuk tingkat S3 karangannya menjadi bacaan wajib pada laboratorium fisika berbagai universitas.

Michio Kaku mengandaikan, jika seekor gurame dalam kolam menjadi ilmuwan dan dia mulai berteori tentang dunia langit di atas dunia air maka tentu saja si gurame ini akan dibilang gila. Namun ketika hujan turun akan ada lingkaran gelombang akibat tetes air yang bisa disaksikan dari dalam kolam, dunianya para gurame.

Inilah jalan untuk pembuktian teori dunia langit atau dimensi di luar dunia yang mereka lihat itu. Dalam dunia manusia, menurut Dr. Michio Kaku, sinar dan gravitasi merupakan lingkaran gelombang yang berasal dari dimensi keempat yang bisa kita buktikan keberadaanya di dimensi kita.

Seperti apa bentuk hiperspasial masih menjadi perdebatan para pemikirnya. Pada tahun 1926 ahli matematika Swedia, Oskar Klein mengajukan jawaban pragmatis. Menurut dia dimensi keempat ini bentuknya sangat kecil hingga tidak terdeteksi oleh manusia. Gabungan unit keruangan seperti itu disebut botol Kaluza-Klein dan menjadi dasar dari wacana mutakhir yang disebut Teori Benang.

Bayangkan seekor semut hidup di atas benang. Ia hanya akan mengetahui dunianya di depan dan belakangnya saja. Jika melihat benang ini secara rinci maka akan terlihat bagian benang yang menggulung. Di dalamnya terdapat ruang yang tidak akan disadari oleh si semut. Ruang yang tergulung ini yang disebut hiperspasial menurut Kaluza dan muridnya Klein.

Ruang gulungan berupa benang ini jika bergerak akan menghasilkan getaran yang bisa dirasakan di seluruh ruang. Ini sama dengan dawai digetar dan resonansi suara bergetar di seluruh ruang. Getar benang hiperspasial ini adalah gravitasi dan gelombang elektromagnetik.

Kebalikan dari ruang yang sangat kecil ini adalah ruang dimensi keempat yang sangat besar. Ini seperti bertolak belakangnya upaya fisika untuk menjelaskan fisika kuantum dan teori relativitas Einstein. Kuantum berbicara tentang entitas yang makin mengecil, sedangkan teori relativitas menjelaskan tentang sesuatu yang sangat besar, seperti galaksi, kuasar, lubang hitam dan teori Ledakan Akbar.

Dalam hiperspasial, para penghuni dimensi ketiga menjadi tidak sadar karena besar dan bentuknya yang melengkung hingga yang disadari hanya bidang datar di sekelilingnya saja. Ini sama seperti pandangan bahwa bumi itu datar bukannya bulat. Biasanya lengkungan luar biasa besar ini yang menjadi bahan cerita dalam kisah fiksi ilmiah. Ingat pergerakan Starship Entreprise ke hyperspace dengan warp speed? Ini pengejewantahan teori menjadi fiksi.

Fiksi atau ilmiah menjadi dimensi yang tidak berbatas dengan jelas. Jules Verne berkisah tentang kapal selam dan perjalanan ke bulan seratus tahun sebelum benda ini berhasil diciptakan dunia ilmu pengetahuan. Einstein berbicara tentang lengkungan dalam ruang dan waktu yang menghasilkan gravitasi dan gelombang elektromagnetik dalam Teori Relativitas.

Dimensi keempat atau hiperspasial sekarang jadi wahana pakar fisika teori untuk menghasilkan rumus pamungkas yang bisa menjelaskan dari inti atom hingga terbentuknya alam raya. Rumus ini adalah teori tentang segalanya dan segalanya adalah penciptaan alam. Jika kita bisa keluar dari keterbatasan pandangan kita dan melihat dunia luar yang kerap kita sebut gaib, maka pertanyaan besar tentang kreasi alam mungkin bisa terjawab.

Sumber : Cydonia.Knight (kaskus.us)

Wallahu a’lam bish-shawabi

>Re-code Your Change DNA

>

* Judul Buku: Re-code Your Change DNA
* Pengarang: Rhenald Kasali
* Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007
* Jumlah halaman: 270
* Penulis Resensi: Meisia Chandra

Setelah cHaNgE!, Rhenald Kasali kembali dengan buku yang semakin dalam mengurai proses perubahan.

Re-code Your Change DNA adalah buku yang harus dibaca siapa pun yang ingin melakukan perubahan dalam hidupnya. Untuk beranjak dari satu titik tempat kita sedang berada ke tempat yang kita inginkan, maka kita harus berubah. Apa yang diperlukan dalam proses perubahan itu?

Berdasarkan pengalamannya, perjalanannya, buku-buku dan riset yang dipelajarinya, Rhenald Kasali yang saat ini adalah staf pengajar UI dan menjabat Ketua Program Magister (MM) universitas yang sama menyusun sebuah teori tentang bagaimana terjadinya sebuah perubahan.

Dengan teori yang diajukannya –dari Re-code individu, Re-code leader, Re-code pikiran, Re-code organisasi, hingga Re-code the critical mass– Rhenald sepertinya akan kembali berkeliling dari seminar ke seminar, dan dari organisasi ke organisasi, untuk mengajarkan langsung teorinya itu. Sebelumnya, hal yang sama terjadi setelah cHaNge! terbit dan mendapat sambutan yang sangat baik dari pembaca.

Menurut Rhenald, agar tetap unggul dalam dunia bisnis yang kompetitif, setiap organisasi harus adaptif terhadap perubahan. Organisasi yang adaptif didukung oleh SDM dengan kadar Change DNA yang tinggi. Change DNA adalah sifat-sifat dasar yang membentuk diri seseorang sehingga ia mampu melihat dan bergerak melakukan perubahan.

Unsur-unsur pembentuk sifat perubahan (Change DNA) itu dapat disingkat menjadi OCEAN, yang terdiri dari Openness to experience, Conscientiousness, Extroversion, Agreeableness, dan Neuroticism. Buku ini juga menyediakan tes untuk mengukur kadar OCEAN Anda, sehingga Anda bisa mengetahui bagian mana yang perlu Anda benahi untuk menjadi seorang penggerak perubahan.

Rhenald memberi ilustrasi beberapa individu yang dianggapnya mempunya Change DNA yang unggul, yaitu Muhammad Yunus yang mendirikan bank untuk pengemis, Paul Otellini yang membuat perubahan besar-besaran di Intel, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum yang mengubah Dubai dari sebuah padang pasir menjadi Hongkong-nya Timur Tengah, dan juga Martin Luther King yang memperjuangkan hak-hak kaum kulit hitam.

Cerita-cerita di atas disampaikan dengan cara yang menarik dan sangat inspiratif. Tidak ketinggalan, disertai juga foto-foto yang menarik, yang mewarnai seluruh buku ini. Buku ini adalah buku manajemen yang disampaikan dengan cara yang “ngepop”. Setiap bab dilengkapi dengan foto, ilustrasi, kutipan, kesimpulan, komentar penulis, dan bahkan foto-foto penulis sendiri dalam berbagai ekspresi.

Tidak hanya cerita tentang tokoh-tokoh dunia seperti disebutkan di atas, dalam buku ini juga terdapat cerita dari organisasi-organisasi di Indonesia, seperti Citibank, BCA, dan terutama dalam pemerintahan kita. Betapa Rhenald sang guru ingin melihat perubahan dalam bangsa ini. Perubahan itu harus dimulai dengan adanya pemimpin yang memiliki Change DNA unggul. Karena itu dalam buku ini juga diuraikan banyak teori tentang kepemimpinan.

Bila Anda ingin organisasi Anda berubah, maka mulailah dengan me-re-code Change DNA Anda sendiri.

>Aktifkan DNA Tuhan

>

Dalam setiap training-training motivasi, sering kita mendengar tentang “positive thinking”, “energi positif” atau jika kita berpikir bisa, maka kita pasti bisa !. Jadi sebenarnya benarkah pikiran bisa mempengaruhi keberhasilan? Hm…ternyata …that’s right…hasil riset secara ilmiah menunjukkan bahwa pikiran positif mempengaruhi nyalanya gen-gen positif yang mungkin gen-gen tersebut awalnya dalam keadaan dorman atau tidak aktif, yang tentu saja akan mempengaruhi mekanisme kerja tubuh kita sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Penjelasan lebih detail tentang hal ini bisa dibaca di dalam buku “The Divine Message of the DNA” karya Kazuo Murakami, Ph.D (ahli genetika Jepang terkemuka, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996).

sebuah buku yang sangat mengagumkan, menjelaskan bagaimana peranan dan fungsi sebuah gen dengan materi-materi dalam tubuh manusia yang menunjukan kekuasaan yang maha dahsyat diluar kemampuan manusia berdasarkan sebuah riset yang panjang yang dilakukan sang penulis.

Buku ini mengupas banyak tentang sistem materi dalam tubuh manusia. namun uniknya buku ini, juga menjelaskan bagaimana peranan lingkungan diluar materi manusia yang dapat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kerja sistem materi manusia. dibagian awal penulis menjelaskan tentang gen, dna, enzim, dll.

selain itu juga, sang penulis memberikan contoh-contoh berdasarkan pengalamannya untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara materi dalam tubuh manusia dengan potensi-potensi manusia untuk menjadi sosok yang sukses dalam kehidupan.

Kazuo Murokami, peneliti dari jepang yang dengan luar biasa mampu menjelaskan hal-hal tersebut diatas dengan buah karya tulisannya ini, sehingga mampu diserap dengan mudah oleh pembaca.

Dengan membaca buku karya nya ini, kita akan mengerti bagaimana kerja materi dalam tubuh kita memiliki hubungan erat dengan materi diluar tubuh kita, yaitu lingkungan selam kita menjalani kehidupan. dan kita juga akan tersadarkan bahwa dalam diri setiap manusia memiliki potensi-potensi yang sangat mengagumkan yang dapat kita aktifasi sehingga menjadi sesuatu yang berguna bagi diri kita maupun orang lain.

Hasil karya ini menceritakan bagaimana penulis berkutat di tengah-tengah eksperimennya sehingga berhasil mencapai kesuksesan, ia mengungkapkan segala kesan yang ditemui seperti ketakjuban meneliti DNA yang begitu luar biasa hingga membawanya menuju perenungan-perenungan filosofis.

Buku ini berbicara tentang pengalaman-pengalaman dan pelajaran terdalam dari kekuatan manusia yang kerap terabaikan, sangat sarat dengan makna dan mampu membangunkan potensi yang selama ini jauh dari pikiran.

Berdasarkan penelitiannya, Murakami berkali-kali menekankan kalau manusia dilahirkan untuk membuat keajaiban, tergantung dari keinginannya untuk mengaktifkan gen-gen yang positif dan memadamkan gen-gen negatif. Manusia bisa menjadi lebih superior selama ia mau memanfaatkan potensi-potensi yang tersembunyi didalam gennya sendiri.

Lalu ? Bagaimana caranya mengaktifkan dan memadamkan gen ?

Dipaparkan pendapat seperti terus berfikir positif, mengambil sisi-sisi kebaikan dari setiap kejadian, merasa tergerak dan terinspirasi secara mendalam, melatih memberi dan memberi serta membiarkan diri terdesak terbukti mampu menyalakan gen-gen manusia yang memiliki potensi besar.

Lingkungan juga digolongkan sebagai faktor yang berpengaruh kuat, disaat seseorang berada dalam lingkungan yang penuh dengan kompetisi, gen-gen didalam diri yang tadinya berorientasi pada sifat-sifat malas mau tidak mau mesti berubah sesuai komunitasnya bila tidak ingin tersingkir dalam persaingan.

Banyak pelajaran bisa diambil dari buku ini, terutama pengetahuan tentang kecerdasan, intuisi, bakat dan kemampuan dasar manusia untuk memotivasi hidup agar lebih bermakna.

Jika mengacu pada referensi yang lainnya, boleh dikatakan setali tiga uang jika dibaca bersambung dengan Quantum Learning dan RE-Code Your Change Dna nya Rhenald Kasali yang membahas lebih mendalam tentang perubahan gen manusia.

Bukti bahwa terdapat gen-gen dorman (padam) yang baru akan nyala (aktif) jika dirangsang oleh pikiran dan lingkungan adalah hasil penelitian Francois Jacob dan Jacques Monod, dua orang ilmuwan yang bekerja di Institut Pasteur di Paris. Meeka menemukan sebuah fungsi yang mirip dengan tombol nyala padam saat bereksperimen dengan E. coli, bakteri yang biasa hidup di dalam usus.

Bakteri E. coli pada umumnya mengkonsumsi glukosa. Dalam lingkungan yang memiliki baik laktosa maupun glukosa, bakteri ini hanya akan memilih glukosa. Dalam eksperimen tersebut,bakteri ini sama sekali tidak bereaksi terhadap laktosa saat zat tersebut diberikan bersamaan dengan glukosa. Dalam langkah berikutnya mereka hanya diberi laktosa. Pada awalnya bakteri-bakteri tersebut tidak makan apapun, namun dalam waktu singkat, mereka mulai mengkonsumsi laktosa dan mulai berkembang biak.

Bagi seorang awam hal ini mungkin wajar, namun bagi ilmuwan ini adalah pencerahan. Dari eksperimen tersebut, Jacob dan Monod berharap dapat menentukan apakah kemampuan mencerna laktosa baru didapat setelah bakteri-bakteri tersebut mulai menerima laktosa atau sudah ada sejak awal. Setelah penyelidikan yang mendalam, mereka menyimpulkan bahwa kemampuan tersebut telah ada sejak awal dan bukan didapat belakangan. Dengan kata lain, bakteri E.coli paa dasarnya telah memiliki kemampuan untuk memproduksi enzim pengurai laktosa (lactase). Bila glukosa ditemukan alam lingkungan itu, maka gen yang memproduksi enzim tersebut pun dipadamkan, namun saat hanya laktosa yang tersedia maka bakteri tersebut harus mencernanya agar dapat bertahan hidup, dan gen tersebut diaktifkan. Maka ini bukanlah sebuah kemampuan yang sebelumnya tidak ada lalu muncul secara spontan, melainkan sebuah kemampuan yang memang sudah ada tetapi dalam keadaan dorman (padam).

Fakta bahwa beberapa kemampuan tertentu tidak muncul secara spontan melainkan tersimpan secara laten di dalam gen kita adalah sebuah penemuan yang revolusioner. Untuk menjelaskan fenomena ini, Jacob dan Monod mengajukan sebuah hipotesis bahwa ada gen struktural yang membentuk protein dan gen regulator yang menyalakan atau memadamkan gen tersebut, yang kemudian dikenal dengan teori operon….untuk lebih jelasnya silakan baca bukunya.

Jadi jangan jadikan bakat sebagai alasan untuk tidak menjadi apa yang kita mau. Siapa bilang penulis berangkat dari bakat, siapa bilang bicara di depan umum berangkat dari bakat, siapa bilang jadi politisi berangkat dari bakat, siapa bilang jadi pengusaha berangkat dari bakat. Jika kita mau, ternyata kita punya kesempatan yang sama untuk mengaktifkan gen-gen yang mungkin masih dorman, dan hanya kita sendiri yang mampu mengaktifkannya. Ingat !!! Allah memberi modal berupa potensi dan waktu yang sama untuk kita, yang membuat beda hasilnya adalah bagaimana kita mengelola modal itu. Terlepas apapun kekurangan kita sebagai manusia, ternyata Allah juga menciptakan kelebihan tertentu untuk kita, dan seperti kata Harun Yahya, tak ada satupun yang kebetulan di dunia ini, termasuk ketika Allah menciptakan setiap kita dengan keunikannya masing-masing. Selamat berjuang untuk menunjukkan siapa dirimu di hadapan dunia.

>DNA atau Deoxyribonukleic acid

>

DNA atau Deoxyribonukleic acid adalah sejenis asam nukleat yang menjadi “cetak biru” sebuah organisme yang tersusun dari Gugus Fosfat, Gula deoksiribosa, dan Basa Nitrogen yang terdiri dari Adenin, Timin, Guanin, dan Sitosin. Kombinasi dari seluruh elemen di atas membentuk serangkaian Kromosom yang terletak dalam Inti sel ( kecuali pada beberapa jenis Virus ).

DNA pertama kali di ekstrak oleh seorang Ilmuwan Swiss yang bernama Friedrich Miescher pada tahun 1868. Hingga kini penelitian mengenai DNA masih terus dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia. Berikut ini fakta unik mengenai DNA :

  1. DNA berukuran mikroskopik dan memiliki berat hanya satu per 200 miliar gram dan lebar hanya 1/500.000 milimeter untuk setiap sel namun jika direnggangkan, akan memiliki panjang sekitar tigameter. sebuah sel ternyata menyimpan semua informasi lengkap tentang organisme.
  2. Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.
  3. Seandainya setiap orang di dunia menyumbang satu sel berisi DNA dan dikumpulkan, maka ukuran DNA keseluruhan tidak lebih dari ukuran sebutir BERAS.
  4. Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.
  5. Kanker merupakan penyimpangan DNA paling mematikan yang pernah diketahui, hal ini terjadi karena jumlah sel yang mengalami penyimpangan DNA lebih banyak daripada yang dapat ditanggulangi oleh tubuh.
  6. DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.
  7. Dalam sebuah molekul DNA tunggal milik manusia, terdapat cukup informasi untuk mengisi kira-kira sejuta halaman ensiklopedia.
  8. Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Menyelami dunia sel tak ubahnya menemukan sebuah super komputer yang masih belum dapat dikenali dan dikendalikan sepenuhnya bahkan setelah jutaan tahun keberadaan manusia. Tapi dengan pengetahuan kita saat ini, meski belum seluruhnya dan masih dalam penelitian lanjut, kita dapat menyelami samudera rahasia yang justeru ada dalam diri kita dan lebih sering kita abaikan untuk menemukan hasil karya seni yang agung ini.

Tips 3 Langkah Aplikasi The Law of Attraction (The Secret)

The Secret dibuat dengan format “kuliah” dari para master dalam bidang filsafat, spiritualitas, motivasi, pengusaha, ahli keuangan, ahli fisika kuantum, dsb. Diselingi dramatisasi singkat atas topik yang diulas. The Secret di Amerika Serikat cukup ramai dibicarakan. Selain mendapat ulasan yang luas di media, the Secret juga antara lain pernah tampil pada acara Larry King November lalu, dan awal Februari 2007 ini akan tampil pada acara Oprah.

Film ini diawali dengan adegan seorang wanita yang sedang mengalami masalah hidup, kalau tidak salah diperankan Rhonda Byrne sendiri. Kemudian dia menemukan sebuah buku yang mengungkapkan rahasia terbesar sepanjang jaman. Yang merupakan jawaban atas segala persoalan yang sedang dia alami. Kemudian, karena penasaran, dimulailah pencarian akan the Secret itu sendiri, yang ternyata di masa lalu dikuasi oleh orang-orang yang telah memberikan sumbangan besar kepada dunia, seperti Newton, Emerson, Beethoven, Edison, Einstein, dsb. Byrne kemudian menemukan beberapa Secret Teacher masa kini, yang akan membeberkan rahasia tersebut.

Kemudian tampil-lah Bob Proctor memberikan pengantar tentang the Secret. Kemudian satu per satu Secret Teacher yang lain tampil memberikan penjelasan dari berbagai sudut pandang. Diantaranya John Assaraf, Rev. Michael Beckwith, John Demartini, Jack Canfield, James Arthur Ray, Joe Vitale, Lee Brower, Marie Diamond, Mike Dooley, Bob Doyle, Hale Dwoskin, Cathy Goodman, Morris E. Goodman, John Gray, John Hagelin, Bill Harris, Esther Hicks, Ben Johnson, Loral Langemeier, Lisa Nichols, David Schirmer, Marci Shimoff, Denis Waitley, Neale Donald Walsch, dan Fred Alan Wolf. Lengkap.

Jadi apakah sebenarnya the Secret yang konon di masa lalu dikubur, disembunyikan, bahkan dilarang untuk diedarkan ke publik itu? Rahasia terbesar itu adalah bahwa ternyata pikiran manusia akan membentuk realitas yang akan dia alami. Konsep ini disebut juga Law of Attraction. Bahwa pikiran kita sendiri yang selama ini menarik kejadian-kejadian yang kemudian kita alami. Like attracts like. Pikiran yang positif akan menarik hal-hal yang positif. Pikiran yang negative akan menarik hal-hal yang negative. Inilah rahasia terbesar itu. Kedengaran nya sederhana, namun membawa dampak yang luar biasa. Jika hal ini benar, maka kita akan dapat dengan mudah menentukan masa depan kita dengan mengatur pikiran kita. Pertanyaan nya bagaimana kita dapat mengatur pikiran kita. Perhatikan saja, dalam keseharian kita, betapa kita lebih sering berpikiran negatif dari pada positif. Betapa sering pikiran kita ada dalam kondisi “autopilot“, mengawang-awang, melayang-layang entah kemana. Memikirkan ketakutan-ketakutan akan masa depan, memikirkan penyesalan di masa lalu, yang akhirnya hal-hal negatif yang kita khawatirkan akan “ditarik“ ke dalam hidup kita. Manusia berpikir ribuan kali dalam sehari. Sebagian besar dilakukan tanpa kesadaran. Padahal setiap pikiran kita akan membawa “buah“ nya.

Lantas bagaimana menjaga agar kita selalu memiliki pikiran yang akan membawa hal-hal yang baik dalam hidup kita? Dalam hal ini perasaan memegang peran sangat penting. Misalnya pikiran yang membawa perasaan-perasaan marah akan membawa hal-hal yang menyebabkan rasa marah. Sementara pikiran yang membawa perasaan cinta, akan membawa hal-hal yang membuat kita tetap memiliki rasa cinta. Latar belakang “ilmiah” dari Law of Attraction ini adalah bahwa pikiran kita adalah gelombang, sebagaimana setiap partikel yang menyusun semesta ini. Sehingga pikiran kita selalu membangkitkan getaran yang akan direspon oleh semesta. Dalam fisika kuantum juga dikemukakan ide bahwa kejadian di luar sana hanyalah samudera kemungkinan-kemungkinan, yang menjadi “realitas” setelah dibentuk oleh pikiran. Jadi pikiranlah yang membentuk “dunia” kita.

Lantas bagaimana memanfaatkan the Secret? Sesederhana Aladdin menggunakan lampu wasiat nya. Kisah Aladdin adalah metafora interaksi antara manusia (Aladdin) dan semesta (digambarkan sebagai Jin). Disaat manusia sudah memutuskan permintaanya, maka semesta akan menjawab dengan: “Your wish is my command!”.

Untuk itu proses kreatif yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Ask. Tentukan apa yang kita “minta”. Apa yang kita inginkan untuk wujudkan. 
  2. Believe. Percaya bahwa apa yang kita inginkan sudah dikabulkan. Percaya total diluar apa yang saat ini kita sedang lihat ada alami. 
  3. Receive. Yaitu Take Action untuk menerima apa yang semesta berikan kepada kita. Proses ini dapat menjadi lebih powerful dengan menerapkan dua hal, yaitu:  Gratitude, rasa syukur atas apa yang telah kita dapatkan. Dan Visualisasi, yaitu melakukan visualisasi atas apa yang kita inginkan dalam bentuk gambaran mental yang kuat, dan disertai perasaan yang mendalam.

Baca selengkapnya »