Memindahkan Penyakit Ke Telur atau Kambing

Antara Fakta Ilmu Metafisika Dan Penipuan Berkedok Ilmu Metafisika.
Seorang pasien datang ke ‘orang pintar’. Dia mengeluhkan sakit perut yang lama di deritanya. Sesaat si dukun memeriksa, disimpulkanlah bahwa pasien terkena santet. Terapi di mulai. Si dukun mengambil telur ayam lalu menggelindingkan telur berkali-kali ke perut pasien sambil berkomat-kamit. Sesaat kemudian, si dukun menyediakan baskom dan memecah telur di hadapan pasien. Ajaib, di dalam telur terdapat paku, pines, jarum, maupun pecahan silet. “Nih, santetnya sudah aku keluarkan, kamu sudah sembuh!” katanya.

Kasihan, pasien ini telah ditipu oleh dukun dengan trik murahan. Memang dukun konsisten dengan semboyannya, “kebodohan kamu adalah keuntungan kami.”

Mari kita ‘bedah’ trik dukun yang masih laris di pasaran ini.

Sejatinya dukun itu tidak bisa memindah penyakit dari perut ke telur. Benda-benda tajam yang terdapat dalam telur itu sengaja dimasukkan dengan proses kimiawi. Caranya, telur direndam ke dalam cuka selama lebih kurang 1 jam. Kulit telur akan lembek dan lunak, sehingga bisa dimasuki jarum, atau paku atau duri atau silet atau bahkan bisa disuntik dengan darah ayam segar. Setelah diangkat dari air cuka dan didiamkan, kulit kembali mengeras, lalu lobang bekas memasukkan barang tersebut ditutup dengan sabun yang memiliki warna paling mirip dengan warna kulit telur. Inilah rahasia di balik keanehan itu. Selebihnya, tinggal keluwesan dukun dalam bersandiwara, dan kelengahan pasien yang gampang percaya.

Mungkin ada pertanyaan, kenapa pasien kadang-kadang sembuh dan kadang juga tidak berhasil sembuh..? Apa yang sebenarnya yang terjadi…??
Proses kesembuhan yang terjadi sebenarnya bukan karena faktor telurnya semata, tapi karena :

1. Efek Sugesti : kuatnya sugesti pasien yang melihat dengan mata kepala, bahwa penyakit telah ‘berpindah’ ke dalam telur.

2.Efek Terapi Energi : Prinsip Dasar Penyembuhan dengan energi adalah bahwa metode terapi energi apapun, baik yang dilakukan oleh dukun sakti ataupun kyai top, ataupun oleh praktisi energi QUANTUM HUSADA (REIKI) NAQS DNA yang baru level 1. Ini semua bersifat sebagai sebuah TERAPI, yang artinya tidak semua penyakit cukup dengan sekali sesi terapi terus langsung sembuh. Bahkan ada penyakit yang membutuhkan jangka waktu terapi intensif yang cukup lama baru bisa sembuh total. Nah, inilah yang menjadi pokok permasalahannya. Kebanyakan prinsip ini tidak di fahami oleh para dukun tradisional. Sehingga merugikan fihak pasien, yang menjadi ketergantungan kepada Sang Dukun. Apalagi bila biaya/tarif yang ditetapkan cukup mahal. Atau bila menggunakan media kambing, maka si pasien akan menghabiskan beberapa ekor hingga puluhan ekor kambing.

Seharusnya ilmu metafisika apapun alirannya adalah seperti juga ilmu yang lainnya, haruslah bisa memberikan pencerahan kepada semua orang dan bisa mencerdaskan praktisi dan juga pasiennya. Jangan sampai si terapis yang makin pinter atau makin kaya, tapi si pasien selamanya bodoh dan dibodohin dan hartanya habis terkuras oleh oknum dukun nakal tersebut..

Oleh karena itulah kami (NAQS DNA) hadir untuk mencetak sebanyak mungkin praktisi terapi dan juga Master Energi sehingga tekhnik terapi Energi yang sangat bermanfaat ini bisa juga dimanfaatkan oleh masyarakat dengan seluas-luasnya. Dan kalau perlu, setiap pasien juga dilatih untuk bisa melakukan terapi untuk dirinya sendiri.

Dengan semakin banyaknya terapis NAQS yang terkumpul di dalam suatu daerah, diharapkan para praktisi membentuk sebuah Forum Silaturahmi atau sebuah komunitas sebagai tempat untuk berbagi pengalaman juga sebagai sebuah tempat bakti sosial untuk melakukan terapi massal kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berbagai Variasi Aplikasi Metode Pengobatan Terapi Quantum Husada NAQS DNA dalam Menyembuhkan Penyakit :

1. Dengan mengalirkan Energi Penyembuhan ke tubuh pasien yang sakit. Hal itu akan memperlancar aliran darah dan menghancurkan sumbatan-sumbatan yang mengganggu. Dengan lancarnya aliran darah, suplai oksigen ke organ-organ tubuh menjadi maksimal atau optimal. Secara bertahap, organ tubuh yang lemah atau sakit menjadi pulih dan sehat kembali. Pengapuran digempur, asam urat dinetralisir, reumatik diusir pergi, pegal-pegal, pusing atau sakit kepala akan lenyap dan tubuh terasa segar, bersemangat dan lebih kuat.

2. Dengan totok Jari ke titik energi tertentu, sehingga dapat memprogram ulang seluruh organ dan sel tubuh yang berubah fungsi atau gagal fungsi, kembali ke fungsi aslinya yaitu membentuk sel tubuh yang sehat. Sel tubuh yang berubah menjadi tumor, kanker, kista, mioma, gondok, benjolan akan kembali menjadi sel yang sehat. Organ tubuh yang tidak berfungsi menjadi berfungsi kembali, seperti gagal ginjal, kencing manis, jantung koroner, darah tinggi, dsbnya. Bahkan syaraf-syaraf motorik yang rusak akibat stroke maupun benturan bisa diaktifkan lagi, sehingga fungsinya normal kembali. Sebagai contoh, yang lumpuh dapat bergerak lagi.

3. Tekhnik Programming Energi untuk Menguras racun-racun, penyakit di dalam organ tubuh yang sakit dan lemah, dan membuangnya melalui darah, kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui saluran pembuangan seperti saluran kencing, saluran hadas besar, keringat, dsb. Perbedaannya dengan dunia medis adalah penggunaan darah sebagai indikator dan menjaga agar darah normal secara klinis (pemeriksaan laboratorium) tanpa mempedulikan apakah organ tubuh rusak karenanya. Misalnya penyuntikan insulin untuk penderita diabetes menyebabkan rusaknya kelenjar tubuh yang biasanya memproduksi insulin. Hal ini mengakibatkan ketergantungan insulin dari luar (harus suntik insulin selama sisa hidupnya). Tetapi dengan Terapi Quantum Husada NAQS DNA akan mengaktifkan kembali kelenjar Pankreas agar kembali memproduksi Insulin secara normal.

Telur Ayam Berisi
Energi Negatif Penyakit
Menjadi Busuk

4. Menggunakan teknik menyedot energi negatif penyakit untuk penyembuhan dengan media telur. Bila Santet dan Teluh mengirim masuk benda-benda dan energi negatif penyakit ke dalam tubuh seseorang, terapi Quantum Husada NAQS DNA justru malah mengambil dan memindahkan energi negatif penyakit atau energi jahat dari santet/sihir ke sebutir telur.

Ini benar-benar nyata, bila telur tersebut di pecah maka kualitas telur tersebut akan berubah menjadi jelek, telur menjadi rusak dan berbau busuk. Yang perlu di ingat, bahwa yang kita pindah hanyalah energi negatifnya dan tidak perlu benda santet tersebut kita materialisasikan (wujudkan) kembali dalam bentuk benda. Karena tekhnik merubah energi menjadi benda ataupun sebaliknya merubah benda menjadi energi, pada hakikatnya termasuk ke dalam ilmu sihir yang melibatkan kekuatan Khodam jin. Sedangkan kami di NAQS DNA sangat anti untuk memanfaatkan jin serta berkolaborasi dengan Jin.

Sebenarnya inilah yang terjadi, Ketika energi negatif ini masuk ke dalam media telur, maka akan merubah struktur molekul dari telur tersebut sehingga struktur molekulnya menjadi rusak atau busuk. Untuk referensi ILMIAHNYA-nya silahkan baca artikel saya yang BERJUDUL : Air Hexagonal Therapy

Prinsipnya : Bila Energi positif dan doa dapat meningkatkan kualitas sel dan molekul menjadi lebih baik dan positif, maka akan berlaku juga hukum sebaliknya. Yaitu energi negatif akan merusak struktur sel dan molekul menjadi rusak.

Tekhnik ini dapat ditingkatkan keahliannya dengan media ayam, lalu kemudian kambing. Prinsip kerjanya sama saja. Yaitu memindahkan energi negatif penyakit ke dalam media yang dikehendaki. Namun menurut saya, bila ada tekhnik yang lebih murah, mengapa menggunakan tekhnik yang mahal…???

5. Terapi Psikis, Energi penyembuhan Quantum Husada NAQS DNA mampu menembus ke dalam otak, syaraf-syaraf yang halus, ke dalam perasaan dan hati seseorang, bahkan membersihkan jiwa, raga, hati maupun pikiran seseorang yang kalut, stress, depresi dan menenangkannya serta menyembuhkannya. Karena sifat energi NAQS DNA yang termasuk berjenis Energi Kultivasi yang tingkat kehalusan energinya sangat halus sehingga akan bisa meresap ke dalam inti sel.

6. Menghadapi Makhluk Gaib yang Negatif/Jahat. Energi penyembuhan Quantum Husada NAQS DNA dapat mengusir mahluk-mahluk jahat yang bersarang dalam diri seseorang, membuang sifat-sifat jahat, membuang hawa kegelapan yang mengganggu, membuang unsur-unsur hewani, yang mengakibatkan penderitaan dan kesusahan bagi umat manusia. Mahluk jahat mengobok-obok hati manusia agar menjadi hyper-sensitive, pemarah, penyedih, pemurung, bahkan mempengaruhi untuk berbuat jahat.

Kesimpulan :

  • Munculnya benda gaib (rambut, jimat, paku, silet, jarum, dll) secara ajaib saat terapi adalah disebabkan oleh dua hal yaitu : MURNI ILMU SULAP (Semacam keahlian yang dimiliki oleh para pesulap di televisi. Contohnya oleh, dedy corbuzier, dll) atau menggunakan ILMU SIHIR (Ilmu Metafisika yang bekerja sama dengan kekuatan syetan, khodam jin, dll). Sedangkan terapi energi pada umumnya tidak akan menimbulkan fenomena seperti itu, kecuali Allah swt memang menghendaki demikian.
  • Jadi, pada prinsipnya energi negatif itu bisa langsung dinetralisir di sumber penyakitnya. atau bisa juga disedot dan dipindah ke media semacam air garam, telor, ayam, kambing, dll. Tingkat efektifitasnya sama saja. Jadi pilihlah yang terbaik dan terjangkau oleh pasien. Dan jangan memberatkan fihak pasien.

Demikianlah sedikit penjabaran mengenai fenomena penyembuhan dengan media telur atau kambing, semoga bermanfaat. Dan memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai fenomena tersebut.

Wallahu A’lam..

Iklan

Marhaban Ya Ramadhan

Ya Allah……
Perkayalah Saudara-saudaraku ini dengan ILMU
Hiasi hatinya dengan kesabaran
Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan
Perindahlah jasmaninya dengan kesehatan
Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam
Marhaban Ya Ramadhan..
Mohon maaf lahir dan bathin…..

DARI : MAS EDI SUGIANTO & KELUARGA BESAR NAQS DNA

Menuju Hidup Yang Lebih Baik

SKALA PRIORITAS
Suatu hari, di sebuah university di sebuah kota San Fransisco, seorang ahli ‘Management Waktu’ berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.

Ketika dia berdiri di hadapan siswanya dia mengeluarkan toples berukuran galon yang bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam toples.

Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya,

dia bertanya:” Apakah toples ini sudah penuh?”
Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah!”

Kemudian dia berkata, ” Benarkah?”
Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat di antara celah-celah batu-batu itu.

Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi:” Apakah toples ini sudah penuh?”

Kali ini para siswanya hanya tertegun. “Mungkin belum!”, salah satu dari siswanya menjawab.

” Bagus!” jawabnya. Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong di antara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?”
“Belum!” serentak para siswanya menjawab
Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air itu ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: “Apakah maksud dari ilustrasi ini?”

Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!”

“Bukan!”, jawab si Ahli Manajemen Waktu tersebut, “Bukan itu maksudnya.”

Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa:
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.

Sahabatku,
“Apakah batu-batu besar dalam hidup Anda? Mungkin anak-anak Anda , suami/istri Anda, orang-orang yg Anda sayangi, persahabatan Anda, kesehatan Anda atau mimpi-mimpi Anda?

Batu-batu besar ialah Hal-hal yg Anda anggap paling berharga dalam hidup Anda. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yang pertama, atau Anda tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika Anda mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktu Anda, maka Anda hanya memenuhi hidup ini dengan hal-hal yang kecil, Anda tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidup Anda”.

Sahabatku, Hidup ini hanya satu kali saja, isilah hidup ini dengan lakukan hal-hal yang terpenting, prioritaskan hal-hal besar dalam hidup Anda dan jadilah yang terbaik.

Satu hal yang tidak akan pernah bisa kembali adalah WAKTU.

Sahabat,
Sejatinya di dunia ini “prestasi spektakuler” di bidang apapun, tercipta dari orang-orang yang merasa bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi, dan mereka berani menjalankannya dengan komitmen 100 persen!

Saat ini…kesempatan sukses masih terbentang luas di hadapan kita.
Harapan dan prestasi menunggu kita untuk segera bertindak!
Hanya dengan berani bertindak, semua mimpi bisa menjadi nyata!

If you can do better, please do it!
~Andrie Wongso~

Dari Syadad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT. (Imam Turmudzi)

Gambaran Umum Hadits
Hadits diatas menggambarkan mengenai urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari sebuah planing dan misi besar seorang hamba, yaitu menggapai keridhaan Rab-nya. Dan dalam menjalankan misi tersebut, seseorang tentunya harus memiliki visi (ghayah), perencanaan (ahdaf), strategi (takhtith), pelaksanaan (tatbiq) dan evaluasi (muhasabah). Hal terakhir merupakan pembahasan utama yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits ini. Bahkan dengan jelas, Rasulullah SAW mengaitkan evaluasi dengan kesuksesan ( الكيس ), sedangkan kegagalan ( العاجز ) dikaitkan dengan mengikuti hawa nafsu dan banyak angan.

Indikasi Kesuksesan dan Kegagalan
Hadits di atas dibuka Rasulullah SAW dengan sabdanya, ( الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت ) ‘oarng yang pandai (sukses) adalah orang yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.’

Ungkapan sederhana di atas sungguh menggambarkan tentang sebuah visioner yang harus dimiliki seorang muslim. Sebuah visi yang membentang bahkan menembus batas dimensi kehidupan dunia, yaitu visi hingga pada kehidupan setalah kematian.

Seorang muslim tidak seharusnya hanya berwawasan sempit dan terbatas, sekedar pemenuhan keinginan untuk jangka waktu sesaat. Namun lebih dari itu, seorang muslim harus memiliki visi & planing untuk kehidupannya yang lebih kekal abadi.

Muhasabah atau evaluasi atas visi inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai kunci pertama dari kesuksesan ( الكيس ). Karena sekali lagi, orang yang sukses akan selalu mengevaluasi dari kinerja pribadi yang telah dilakukannya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan kunci kesuksesan yang kedua, yaitu action after evaluation. Artinya setelah evaluasi harus ada aksi perbaikan. Dan hal ini diisyaratkan oleh Rasulullah SAW dengan sabdanya dalam hadits di atas dengan ( وعمل لما بعد الموت )’dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian.’ Potongan hadits yang terakhir ini diungkapkan Rasulullah SAW langsung setelah penjelasan tentang muhasabah. Karena muhasabah juga tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya tindak lanjut atau perbaikan.

Terdapat hal menarik yang tersirat dari hadits di atas, khususnya dalam penjelasan Rasulullah SAW mengenai kesuksesan. Tersirat dari hadits di atas, orang yang pandai senantiasa evaluasi terhadap amalnya, serta beramal untuk kehidupan jangka panjangnya yaitu kehidupan akhirat. Dan evaluasi tersebut dilakukan untuk kepentingan dirinya, dalam rangka peningkatan kepribadiannya sendiri.

Sementara banyak sekali pribadi-pribadi maupun institusi yang mengevaluasi kinerja atau aktivitasnya lantaran orang lain, atau agar dinilai ‘baik’ oleh pihak lain. Di sinilah perbedaan mendasar evaluasi Islami dengan evaluasi non Islami. Evaluasi Islam adalah mengevaluasi demi perbaikan diri dan agar mendapatkan cinta Allah SWT. Maka konsekewnsinya adalah, beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sementara evaluasi non Islami, evaluasinya dilakukan agar dinilai pihak lain baik, profesional dan kompetebel.

Sementara kebalikan dari hal tersebut yaitu kegagalan, yang disebut oleh Rasulullah SAW dengan ( العاجز ) ‘orang yang lemah’, memiliki dua ciri mendasar yaitu yang pertama adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya ( من اتبع نفسها هواها ). Membiarkan hidupnya tidak memiliki visi, tidak memiliki planing, tidak ada action dari planingnya, terlebih-lebih memuhasabahi perjalanan hidupnya. Dan orang yang seperti ini sudah akan terukur kegagalannya. Sedangkan yang kedua adalah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, ( وتمنى على الله )’berangan-angan terhadap Allah.’

Maksud berangan-angan terhadap Allah SWT adalah sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, sebagai berikut : Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Sahabat, ingatkah anda dengan Rumah Masa Depan Kita yg bertype 21.
Asesoris apa yg bisa kita rencanakan untuk mendekorasi Rumah kita tsb.?
Bukankah Ternyata tak ada toko yang menjual ornamen dekorasi rumah masa depan kita tersebut. Karena hanya energi positif yg bersifat spiritual (Pahala), yg bisa memperindahnya. Nah, bagaimana merubah energi duniawi menjadi energi spiritual..?

Saat kita mati dan berada di alam kubur, maka diri jasmani kita sudah hancur lebur menyatu dengan tanah. kita kembali ke wujud asli kita yaitu energi. Dan energi hanya akan memperoleh daya hidup dari energi pula… Bila tabungan energi positif kita kecil, maka itu artinya masa depan kita di alam energi akan seperti orang yg bangkrut dan miskin, bagaikan pengemis terlantar yg terlantar di pinggir jalan….

Kunci untuk merubah energi duniawi atau energi materi menjadi energi positif spiritual adalah dengan memBangun dan meng-instal sebuah sistem software IKHLAS ke dalam CPU kita. Installah software ikhlas tersebut ke dalam hati dan otak kita…. Maka seketika itu juga semua output yg keluar dari sistem diri kita yg berupa segala amal dan perbuatan akan berubah nilainya menjadi ibadah sehingg berbuah energi positif yg bersifat spiritual (pahala). motif perbuatan dan amal kita hanya akan terjadi karena Allah semata. Allah menjadi tujuan dan motif utama perbuatan/amal kita. dan hanya Tuntunan Allah yg kita jadikan pedoman dalam kehidupan kita…………

Kesuksesan bukanlah milik seorang pemimpi (dreamer)…
Tetapi kesuksesan adalah milik seseorang yang berani memulai untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, walaupun mimpinya tersebut adalah mimpi yang di luar jangkauan imajinasi orang banyak alias ~ORA UMUM~. he..he..he..
So, Stop Dreaming Start Action…

Wallahu a’lam bisshowab

Rumus Sukses : Give & Learn

“Giving is Rich”
Rasulullah bersabda :
Tiap muslim wajib bersodaqoh.
Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?
Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.
Mereka bertanya lagi.“Bagaimana kalau dia tidak mampu? 
Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya”
Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?”
Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf (Kebajikan).”
Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?”
Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Anda tidak perlu menunggu sampai Anda kaya untuk bisa memberi sesuatu kepada oranng lain. Memberi tidak harus dalam bentuk uang. Jika Anda tidak punya uang, Anda bisa member dalam bentuk waktu, pikiran, ide dan masih banyak yang lain. “Untuk menjadi sukses, tidak ada cara yang lebih baik daripada membantu orang lain untuk menjadi sukses.”

Jadilah malaikat, jangan jadi ‘tuyul’

Tahukah Anda makhluk yang disebut ‘tuyul’?
Tuyul adalah makhluk yang konon wujudnya seprti seorang anak kecil dengan kepala gundul yang pekerjaannya adalah mencuri uang. Saya menggunakan istilah ‘tuyul’ untuk menggambarkan sosok orang yang selalu berpikir “Apa yang bisa saya dapatkan dari orang lain?” Selalu berpikir tentang diri sendiri dan selalu berpikir apa yang bisa diambil dari orang lain.

Malaikat adalah istilah yang saya gunakan untuk menggambarkan sosok orang yang selalu berpikir memberi, memberi dan memberi. Dia tidak berpikir apa yang bisa dia dapatkan dari orang lain melainkan apa yang bisa dia berikan kepada orang lain.

Rasulullah bersabda :
Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR. Ahmad)

Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh.” (HR. Al-Baihaqi)

Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain.” (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

Ciri Orang Sukses adalah selalu :

  • Open Mind,
  • Open Heart, dan
  • Open hands.
  • serta mempunyai spirit belajar yg sangat tinggi….

Semangat Pembelajar dan Entrepreneurship
Oleh: Putu Adnyana
[www.pembelajar.com]

Para pakar dan peneliti perilaku manusia menyatakan bahwa 77% dari apa yang kita pikirkan bersifat negatif, kontraproduktif, dan melawan diri kita sendiri. Akibatnya banyak penyakit yang diderita oleh manusia berasal dari kondisi pikiran negatif.

Menjadi pribadi sukses merupakan dambaan setiap manusia, meskipun tidak setiap orang mampu mewujudkannya. Salah satu perjuangan secara intelektual untuk meraihnya adalah dengan mengikuti seminar, membaca buku-buku dahsyat, mendengarkan kaset/CD, menonton DVD, hingga mencari mentor pribadi. Saat ini tidak sedikit program-program seminar yang ditawarkan tentang bagaimana cara cepat meraih kesuksesan dengan menyajikan topik- topik seperti pengembangan pribadi, pengelolaan keuangan, rahasia agar tahan banting menghadapi segala macam krisis yang terjadi belakangan ini sehingga mampu eksis menghadapi ancaman yang ada, bahkan cerdik menangkap peluang bila perlu. Tema-tema tersebut sangat menggugah karena berupaya menawakarkan angin perubahan kualitas hidup seusai mengikutinya. Apalagi narasumbernya adalah tokoh yang karismatik dan pebisnis sukses di bidangnya.

Tayangan video serta ilustrasi musik yang pas membuat isi tema semakin menarik. Saking mantapnya, kita dibuat begitu yakin bahwa setelah keluar dari ruangan seminar, apa yang menjadi obsesi kita selama ini, target penjualan yang sebelumnya terasa bagai bumi dan langit menjadi semudah membalikkan telapak tangan.
.
Namun apakah kenyataan selalu begitu? Tidak. Malah kalau boleh dikatakan, harapan tadi hanyalah ilusi tanpa batas. Karena jangankan untuk menerapkan segala petuah yang di dapat dalam ruangan seminar, nyatanya daya ingat kita semakin menurun seiring berlalunya waktu. Dan lucunya bila kita ditanya tentang isi seminar tersebut pada bulan berikutnya, sering kali kita berujar, ”Apa ya……..? Sudah lupa tuh…………”.

Jujur, sayapun sering mengalami kondisi ini pada awalnya, termasuk rekan-rekan saya. Dan saya yakin Andapun pernah mengalaminya juga. Kalau begitu, di manakah salahnya?

Disadari atau tidak, banyak pesan yang disampaikan oleh pembicara memiliki respon yang berbeda di objek audiensnya. Jika kita terbakar hanya karena topik yang dibawakan atau disebabkan hanya rasa simpati besar kita kepada pembicaranya, atau terhanyut oleh suasana, apalagi sekedar ikut-ikutan teman, maka semangat dan keyakinan diri yang diterima akan semu sifatnya, yang lambat-laun akan terkikis.

Seyogyanya ketertarikan dan manfaat akan hal tersebut dirasakan di dalam diri, dan dirasakan dengan hati, bukan hanya dalam logika layaknya baju luar yang kita pakai selama ini. Kemampuan untuk mengintegrasikan apa yang kita pelajari ke dalam pikiran bawah sadar, tanpa menimbulkan konflik diri harus ditingkatkan. Akan lebih efektif lagi bila ada komitmen diri untuk mengaplikasikan semua ilmu yang didapat.

Makanya tidaklah salah kalau untuk menjadi pribadi sukses, salah satu motivator sukses Indonesia, Andrias Harefa, memperkenalkan istilah “pembelajar “. Beliau menawarkan konsep jiwa pembelajar kepada kita. Menurutnya, Manusia Pembelajar adalah setiap insan yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting, yaitu:

Pertama, : Berusaha mengenali hakikat, potensi, dan bakat terbaiknya dirinya dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial seperti: siapakah Aku ini? Darimana Aku datang? Kemana Aku akan pergi? Apa yang menjadi tanggung jawabku dalam hidup ini? Kepada siapa Aku percaya?

Kedua: Berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya, mengekspresikan, dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang bukan dirinya.

Bahkan orang super kaya dari Indiapun, Mr.Mukesh Ambani berpendapat bahwa: “ketika Kita dibiarkan melakukan apa yang Kita inginkan, kita akan menemukan potensi sejati Kita“.

Pada awal perjalanan untuk belajar berwiraswasta, saya melakoninya dengan sebuah proses yang tidak begitu rumit. Saya hanya menyambut ajakan lima orang rekan untuk membuka sebuah rumah makan dengan sistim patungan. Karena belum punya pengalaman berwiraswasta sebelumnya, keputusan saya ambil tanpa banyak analisa. Syukurnya bisnis tersebut bisa jalan dengan dengan lancar bahkan semakin baik, walaupun akhirnya usaha itu menjadi milik kami berdua karena partner kami yang lain memutuskan untuk berkonsentrasi kepada bisnis keluarga mereka.

Yang menarik untuk diceritakan adalah jauh hari sebelumnya. Pada suatu sore saya sempat ngobrol dengan seorang karib tentang cara berbisnis. Dari sekian isi pembicaraan kami, saya teringat teman saya berujar, ”Kalau kita buka bisnis nanti, maka usaha tersebut seharusnya yang idenya fresh dan tidak ada saingan“. Benar, soalnya payah juga seperti yang kita lihat selama ini, setiap ada usaha baru yang sukses, pasti tak berselang akan muncul orang lain yang mengikuti usaha tersebut.

Dua tahun kemudian, sebuah acara mempertemukan kami, dan ternyata kondisi teman saya tidak berubah karena Dia masih setia dengan paham lamanya. Sebaliknya saya merasa bersyukur karena sudah take action duluan. Kami berbicara banyak tentang kondisi terakhir kami masing-masing. Dan karena merasa masih ada ganjalan di hati teman saya, dia pun mengundang saya untuk makan siang melanjutkan obrolan yang tanggung tersebut.

Satu pertanyaan diajukan kepada saya, “Mengapa saya belum menemukan ide bisnis yang bagus dan orisinil?” Akhirnya saya menjawab, “Ya teman. Bagaimana mungkin kamu bisa menciptakan usaha yang tanpa saingan atau murni ide sendiri, sementara kamu sendiri belum pernah mengunjungi pulau lain, apalagi negara orang lain. Terus ide dari mana?”
“Terus bisnis apa yang bagus saat ini?“ tanya dia lagi.
“Bisnis yang bagus adalah bisnis yang langsung dibuka dan dijalani.” jawabku.

“Tapi modal saya belum siap,“ tegas Dia lagi.

Sesungguhnya modal utama yang sangat diperlukan untuk memulai adalah semangat dan keberanian untuk mengambil resiko. Para mentor kami sering menyarankan agar kami menambahkan keberanian untuk mengambil keputusan dengan menggunakan otak kanan. Entrepreneur adalah seseorang yang menyukai perubahan, menerapkan inovasi dan temuan baru yang membedakan dirinya dengan orang lain, serta menciptakan nilai tambah dan memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain. Semangat dan karya yang dihasilkan entrepreneur adalah berkelanjutan, bukan ledakan sesaat.

Kita bisa memulai sebuah usaha yang hanya membutuhkan modal kecil. Hitung-hitung sebagai pembelajaran dan kalau ada modal. Kalau tidak, kita bisa menggunakan jurus guru saya yaitu BODOL (Bisnis Optimis Duit Orang Lain), maksudnya kita bisa meminjam dari nenek, ipar, mertua, atau siapa saja.

Bila tidak memiliki ide bisnis yang akan dibuka, maka gunakan jurus berikutnya: BOIOL (Bisnis Optimis Ide Orang Lain). Selain itu, juga ada ada jurus BOTOL (Bisnis Optimis Tenaga Orang Lain) kalau belum punya karyawan atau BOKOL (Bisnis Optimis Kantor Orang Lain), dan seterusnya.

Untuk memperkecil resiko kegagalan, maka sebelum membuka usaha ada baiknya mempertimbangkan dua pertanyaan berikut, yaitu:
1. Dengan cara apa atau bagaimana usaha tersebut nantinya mendapatkan uang?
2. Dengan cara bagaimana menggunakan uang yang telah diperoleh tersebut ?

Permasalahan akan selalu ada. Tidak hanya di awal usaha, tapi juga pada saat usaha sedang berjalan. Masalah bisa berupa persoalan manajemen usaha, manajement keuangan, permasalahan SDM, pengembangan usaha, dan lainnya. Diperlukan sebuah formula agar usaha tetap eksis oleh persaingan, kondisi, dan waktu. Harapannya tentu saja usaha ini nanti bisa diwariskan ke anak cucu. Ini memang tidak gampang sehingga ada pemeo yang mengatakan, “generasi pertama membangun, generasi kedua menikmati, generasi ketiga menghancurkan.“

Permasalahan klasik yang menimpa perusahaan yang sukses dan berumur adalah munculnya sifat egoisme aristocracy, merasa diri hebat tanpa tandingan, cepat berpuas diri atau jenuh hingga merasa tidak perlu berinovasi lagi. Sementara perubahan zaman memaksa kita untuk beradaptasi. Sebab kalau tidak, tak heran perusahaan akan berada dalam titik deklinasi dan pasti akan jatuh.

Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan seseorang pemimpin yang berjiwa entrepreneur yang mampu membangun dan menyebarkan semangat kewirausahaan dalam budaya perusahaanya. Lihat saja perusahaan Stora (Swedia) yang sudah berumur 700 tahun lebih, atau Sumitomo berumur 400 tahun. Sedangkan di Indonesia, ada sederet nama seperti Astra, Kompas Gramedia, serta Konimex yang diyakini mampu mengikuti sukses mereka.

Seseorang yang bersemangat entrepreneur sejati akan mampu mengilhami bawahan. Dia bagaikani sebuah besi sembrani yang mampu menyebarkan aura positif, sehingga di tangannyalah perusahaan terus berkembang. Jiwa seorang entrepreneur akan lebih mapan lagi bila dilandasi dengan semangat jiwa pembelajar.

Teman saya manggut-manggut penuh semangat seakan setuju dengan pemaparan saya.

Pada pertengahan perjalanan kami menuju kota Denpasar, tanpa sengaja di sepanjang jalan By pass Kuta, saya melihat teman saya tadi duduk depan di sebuah ruko. Karena sudah lama, tiga tahun, tidak pernah bertemu, tanpa pikir panjang saya putar haluan untuk menghampirinya. Ternyata ruko tersebut adalah miliknya sendiri yang dibangun 2,5 tahun lalu. Sayangnya semenjak dibuka hingga saat ini belum pernah ada usaha di tempat tersebut. Setelah saya tanya mengapa, Dia katakan, “ruko ini sebenarnya saya bikin sendiri untuk berwiraswasta, namun tak kunjung terwujud karena saya takut kalau usaha saya nanti gagal.”

Knowing is nothing … Applying what you know is every thing. (Bruce Lee)

Keberanian & Kesederhanaan
Sahabat, saya yakin setiap orangg mempunyai peluang dan potensi untuk meraih apa yang menjadi cita-citanya. Asal dia benar-benar berNIAT untuk itu,Percaya bahwa segala sesuatu adalah MUNGKIN bisa terjadi, Mencari Ilmu dan metode yg tepat, Bertindak dengan tepat sesuai dg Ilmu yg tepat, sadar resiko (bahwa kesuksesan itu ada harganya), dan yang terakhir adalah Ikhlas (berserah diri & bersandar kepada Tuhan). ► NIAT, IMAN, ILMU, AMAL, IKHLASSUKSES

Sahabat, Pujangga Inggris yang terkenal, Shakespeare, pernah bilang: “Pengecut mati berkali-kali sebelum mati beneran, sementara jagoan cuma mati sekali” (terjemahan bebas dari cowards die many times before their deaths; The valiant never taste of death but once). Tapi kalo Benyamin Sueb alias Bang Ben bilang,”Kagak ada matinye!” he..he..he…

Kesederhanaan merupakan salah satu spirit yang menjiwai kehidupan. Namun kesederhanaan harus dimaknai dengan benar dan proporsional. Sederhana berarti wajar (al ma’ruf) dan sesuai kebutuhan, bukan berarti melarat atau miskin dan serba kekurangan.

Mengapa jiwa sederhana? Karena dibalik jiwa ini terdapat jiwa besar, jiwa berani menghadapi kesulitan hidup, siap berkorban dan berjuang dengan segala resikonya, pantang menyerah, dinamis dan kreatif, mampu hidup dalam segala situasi dan kondisi.

Kebalikan jiwa sederhana adalah jiwa yang selalu dalam kemewahan dan kemudahan mereka akan mudah patah semangat saat kekurangan, tidak berani mengambil resiko dalam perjuangan, enggan berkorban bahkan maunya dilayani dan dicukupi. Mengutip pendapat K.H.Imam Zarkasyi mengatakan “ jangan menjadi manusia cengeng, yang suka mengeluh dan sedikit-sedikit mati. Makan tidak enak, mengeluh mati aku, bekerja berat sedikit, mengeluh mati aku, manusia cengeng seperti ini berapa kali mati setiap hari…???”.

Sejarah membuktikan bahwa pemimpin besar di masyarakat adalah mereka yang masa mudanya ditempa dengan kebiasaan survive, bekerja keras, prihatin dan sederhana. Kehidupan yang seperti ini yang membentuk kepribadian tegar, pantang menyerah dan terus optimis berjuang.

Salam Pemberani
Ya Jabbar ya Qohar Ya Qowiyyu Ya Matin…
wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sukses Bersyukur

Di kala impian belum terwujud, kita selalu banyak memohon dan terus bersabar menantinya. Namun di kala impian sukses tercapai, kadang kita malah lupa daratan dan melupakan Yang Di Atas yang telah memberikan berbagai kenikmatan. Oleh karenanya, apa kiat ketika kita telah mencapai hasil yang kita idam-idamkan? Itulah yang sedikit akan kami kupas dalam tulisan sederhana ini.

Akui Setiap Nikmat Berasal dari-Nya
Inilah yang harus diakui oleh setiap orang yang mendapatkan nikmat. Nikmat adalah segala apa yang diinginkan dan dicari-cari. Nikmat ini harus diakui bahwa semuanya berasal dari Allah Ta’ala dan jangan berlaku angkuh dengan menyatakan ini berasal dari usahanya semata atau ia memang pantas mendapatkannya. Coba kita renungkan firman Allah Ta’ala,
“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushshilat: 49). Atau pada ayat lainnya,
“Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.” (QS. Fushshilat: 51)

Inilah tabiat manusia, yang selalu tidak sabar jika ditimpa kebaikan atau kejelekan. Ia akan selalu berdo’a pada Allah agar diberikan kekayaan, harta, anak keturunan, dan hal dunia lainnya yang ia cari-cari. Dirinya tidak bisa merasa puas dengan yang sedikit. Atau jika sudah diberi lebih pun, dirinya akan selalu menambah lebih. Ketika ia ditimpa malapetaka (sakit dan kefakiran), ia pun putus asa. Namun lihatlah bagaimana jika ia mendapatkan nikmat setelah itu? Bagaimana jika ia diberi kekayaan dan kesehatan setelah itu? Ia pun lalai dari bersyukur pada Allah, bahkan ia pun melampaui batas sampai menyatakan semua rahmat (sehat dan kekayaan) itu didapat karena ia memang pantas memperolehnya. Inilah yang diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala,
“Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: “Ini adalah hakku.”(QS. Fushshilat: 50)

Sifat orang beriman tentu saja jika ia diberi suatu nikmat dan kesuksesan yang ia idam-idamkan, ia pun bersyukur pada Allah. Bahkan ia pun khawatir jangan-jangan ini adalah istidroj (cobaan yang akan membuat ia semakin larut dalam kemaksiatan yang ia terjang). Sedangkan jika hamba tersebut tertimpa musibah pada harta dan anak keturunannya, ia pun bersabar dan berharap karunia Allah agar lepas dari kesulitan serta ia tidak berputus asa.[1]

Ucapkanlah “Tahmid”
Inilah realisasi berikutnya dari syukur yaitu menampakkan nikmat tersebut dengan ucapan tahmid (alhamdulillah) melalui lisan. Ini adalah sesuatu yang diperintahkan sebagaimana firman Allah Ta’ala,
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).” (QS. Adh Dhuha: 11)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Membicarakan nikmat Allah termasuk syukur, sedangkan meninggalkannya merupakan perbuatan kufur.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahih Al Jaami’ no. 3014).

Lihat pula bagaimana impian Nabi Ibrahim tercapai ketika ia memperoleh anak di usia senja. Ketika impian tersebut tercapai, beliau pun memperbanyak syukur pada Allah sebagaimana do’a beliau ketika itu,
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. ” (QS. Ibrahim: 39).

Para ulama salaf ketika mereka merasakan nikmat Allah berupa kesehatan dan lainnya, lalu mereka ditanyakan, “Bagaimanakah keadaanmu di pagi ini?” Mereka pun menjawab, “Alhamdulillah (segala puji hanyalah bagi Allah).”[2]

Oleh karenanya, hendaklah seseorang memuji Allah dengan tahmid (alhamdulillah) atas nikmat yang diberikan tersebut. Ia menyebut-nyebut nikmat ini karena memang terdapat maslahat dan bukan karena ingin berbangga diri atau sombong. Jika ia malah melakukannya dengan sombong, maka ini adalah suatu hal yang tercela.[3]

Memanfaatkan Nikmat dalam Amal Ketaatan
Yang namanya syukur bukan hanya berhenti pada dua hal di atas yaitu mengakui nikmat tersebut pada Allah dalam hati dan menyebut-nyebutnya dalam lisan, namun hendaklah ditambah dengan yang satu ini yaitu nikmat tersebut hendaklah dimanfaatkan dalam ketaaatan pada Allah dan menjauhi maksiat.

Contohnya adalah jika Allah memberi nikmat dua mata. Hendaklah nikmat tersebut dimanfaatkan untuk membaca dan mentadaburi Al Qur’an, jangan sampai digunakan untuk mencari-cari aib orang lain dan disebar di tengah-tengah kaum muslimin. Begitu pula nikmat kedua telinga. Hendaklah nikmat tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan lantunan ayat suci, jangan sampai digunakan untuk mendengar lantunan yang sia-sia. Begitu pula jika seseorang diberi kesehatan badan, maka hendaklah ia memanfaatkannya untuk menjaga shalat lima waktu, bukan malah meninggalkannya. Jadi, jika nikmat yang diperoleh oleh seorang hamba malah dimanfaatkan untuk maksiat, maka ini bukan dinyatakan sebagai syukur.

Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Katsir berkata, sebagai penduduk Hijaz berkata, Abu Hazim mengatakan, “Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.”[4]

Mukhollad bin Al Husain mengatakan, “Syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.”[5]
Intinya, seseorang dinamakan bersyukur ketika ia memenuhi 3 rukun syukur: [1] mengakui nikmat tersebut secara batin (dalam hati), [2] membicarakan nikmat tersebut secara zhohir (dalam lisan), dan [3] menggunakan nikmat tersebut pada tempat-tempat yang diridhoi Allah (dengan anggota badan).

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah mengatakan, “Syukur haruslah dijalani dengan mengakui nikmat dalam hati, dalam lisan dan menggunakan nikmat tersebut dalam anggota badan.”[6]

Merasa Puas dengan Rizki Yang Allah Beri
Karakter asal manusia adalah tidak puas dengan harta. Hal ini telah diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai haditsnya. Ibnu Az Zubair pernah berkhutab di Makkah, lalu ia mengatakan,

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438)

Inilah watak asal manusia. Sikap seorang hamba yang benar adalah selalu bersyukur dengan nikmat dan rizki yang Allah beri walaupun itu sedikit. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)

Dan juga mesti kita yakini bahwa rizki yang Allah beri tersebut adalah yang terbaik bagi kita karena seandainya Allah melebihkan atau mengurangi dari yang kita butuh, pasti kita akan melampaui batas dan bertindak kufur. Allah Ta’alaberfirman,

Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Seandainya Allah memberi hamba tersebut rizki lebih dari yang mereka butuh, tentu mereka akan melampaui batas, berlaku kurang ajar satu dan lainnya, serta akan bertingkah sombong.” Selanjutnya Ibnu Katsir menjelaskan, “Akan tetapi Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.”[7]

Patut diingat pula bahwa nikmat itu adalah segala apa yang diinginkan seseorang. Namun apakah nikmat dunia berupa harta dan lainnya adalah nikmat yang hakiki? Para ulama katakan, tidak demikian. Nikmat hakiki adalah kebahagiaan di negeri akhirat kelak. Tentu saja hal ini diperoleh dengan beramal sholih di dunia. Sedangkan nikmat dunia yang kita rasakan saat ini hanyalah nikmat sampingan semata. Semoga kita bisa benar-benar merenungkan hal ini.[8]

Jadilah Hamba yang Rajin Bersyukur
Pandai-pandailah mensyukuri nikmat Allah apa pun itu. Karena keutamaan orang yang bersyukur amat luar biasa. Allah Ta’ala berfirman,
Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imron: 145)
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.” (QS. Ibrahim: 7)

Ya Allah, anugerahkanlah kami sebagai hamba -Mu yang pandai bersyukur pada-Mu dan selalu merasa cukup dengan segala apa yang engkau beri.

Diselesaikan atas taufik Allah di Pangukan-Sleman, 23 Rabi’ul Akhir 1431 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Source : http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/syukur-di-kala-meraih-sukses.html

  • [1] Lihat Taysir Al Karimir Rahman, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 752, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, tahun 1420 H dan Tafsir Al Jalalain, hal. 482, Maktabah Ash Shofaa.
  • [2] Lihat Mukhtashor Minhajil Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, hal. 262, Darul Aqidah, cetakan pertama, tahun 1426 H.
  • [3] Lihat Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, hal. 202, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah, cetakan tahun 1424 H.
  • [4] Jaami’ul Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab, 294, Darul Muayyid
  • [5] ‘Iddatush Shobirin, hal. 49, Mawqi’ Al Waroq
  • [6] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 11/135, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H.
  • [7] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 12/278, Muassasah Qurthubah.
  • [8] Lihat Mukhtashor Minhajil Qoshidin, hal. 266.

Psycho Cybernetics [Auto Success Mechanism]

Cara Kerja Otak kita mirip dengan cara kerja seperangkat komputer. Komputer pada hakekatnya bisa dipakai untuk dua hal penting yaitu:

  1. Mendapatkan jawaban dari persoalan yang ingin dipecahkan (contohnya: pencarian maupun perhitungan).
  2. Mengarahkan kepada sasaran yang dituju dengan tepat (contohnya: peluru kendali, automatic landing system yang ada di pesawat terbang)

Psycho Cybernetics mengajarkan bahwa kita sebagai manusia mempunyai komputer bahkan lebih canggih dari computer, yang berada dalam otak kita maupun mekanisme lainnya dalam tubuh kita. Masalahnya kita tidak pernah tahu bagaimana cara menggunakan dengan tepat untuk mencapai tujuan atau goal dalam kehidupan kita.

Karena kita mempunyai prinsip kerja komputer, prinsip yang paling dasar pada komputer adalah garbage in =  garbage out. GIGO – QIQO yang merupakan kepanjangan dari Garbage In = Garbage Out dan Quality In = Quality Out.

Istilah GIGO – QIQO pertama kali dipergunakan oleh para programmer komputer dimana istilah GIGO – QIQO ini merupakan karakter dari komputer itu sendiri yang notabene memodel dari cara kerja otak manusia. Komputer merupakan perangkat lunak yang sangat tergantung dengan siapa user nya. Apabila sang user adalah seorang ilmuwan maka komputer akan diisi dengan segala macam data-data pengetahuan, rumus-rumus dan segala yang berhubungan dengan bidang keilmuan si ilmuwan, sehingga apabila komputer kita buka maka yang dikeluarkan oleh komputer adalah segala macam data pengetahuan tersebut. Apabila sang user adalah seorang mania seks maka komputer tersebut akan diisi dengan segala hal yang berhubungan dengan seks, gambar-gambar porno, video porno dan sebagainya, begitu pula apabila kita buka komputernya maka yang dikeluarkan adalah data-data tentang seks.

Ini berlaku juga pada diri kita, kalau kita selalu memasukkan data yang negatif kedalam diri kita yang keluar berupa kata-kata maupun tindakan yang kita lakukan pasti akan negatif yang menjauhkan kita dari apa yang kita inginkan oleh karena itu buku ini mengajarkan jangan sekali-kali memasukkan data negatif kedalam otak kita maupun perasaan kita, akibatnya bisa ditebak sendiri perbuatan dan perilaku kita menjadi negatif.

Begitulah cara kerja otak manusia yang dibuat modelnya dalam bentuk komputer. Apa yang Anda masukkan ke dalam otak Anda akan memberikan hasil yang sama persis dengan apa yang Anda masukkan. Kalau yang Anda masukkan sampah maka yang keluar juga sampah dan kalau yang Anda masukkan hal-hal yang berharga maka yang keluar juga hal-hal yang berharga.

Kemudian kita juga bisa menggunakan cara kerja komputer sebagai pengendali peluru kendali untuk mencapai apa yang kita inginkan dengan mengunakan apa yang dinamakan “Mekanisme Sukses” dalam diri kita, karena kalau kita mengalami kegagalan yang terus menerus yang bekeja dalam diri kita adalah “Mekanisme Kegagalan”.

Caranya seperti sistem pengendali peluru kendali. Sebetulnya peluru tersebut sudah tahu sasaran tembaknya dengan jelas, mekanisme elektronika yang ada didalam peluru kendali hanya menggunakan feedback system (sistem umpan balik) yang berupa data dari sasaran yang dituju, sehingga mekanisme dalam peluru kendali bisa melakukan koreksi terus menerus sampai sasaran bisa terkena dengan tepat.

Begitu juga “mekanisme sukses” dalam diri manusia punya cara kerja persis dengan cara kerja peluru kendali dengan ketepatan dan kecepatan yang tidak kalah dengan peluru kendali. Yang dilakukann oleh kita pertama-tama hanya memperjelas sasaran apa yang kita inginkan dengan gambaran yang sejelas-jelasnya bahkan kalau bisa se-olah-olah kita sudah mendapakannya dan yang kedua keyakinan bahwa kita pasti bisa/sukses mendapatkannya. Karena bagimanapun juga kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin bisa mendapatkan.

Seperti mekanisme peluru kendali, sukses mekanisme dalam diri kita secara otomatis akan mengolah feedback (umpan balik) terhadap keinginan atau sasaran yang sudah digambarkan secara jelas dan melakukan koreksi terhadap tindakan-tindakan kita sehingga sasaran itu tercapai dengan waktu yang kita bisa terkejut dengan hasilnya karena dalam banyak hal kita terlalu under estimate kemampuan diri kita sendiri padahal kita punya mekanisme sukses yang bekeja otomatis untuk diri kita 24 jam sehari tanpa henti, bahkan pada saat kita tidur otak kita masih terus bekerja.

Sebuah “ilmu” bisa didefiniskan sebagai sebuah sistem pengetahuan yang telah dites dan terbutkti yang bisa dgunakan untuk menghasilkan hasil yang bisa ditebak dan akurat. Ilmu navigasi membuat kita bisa menghitung apa saja dimanapun kita berada dan dengan akurat memprediksikan kemana tujuan kita dan kapan kita akan sampai disana. Ilmu kmia memungkinkan beberapa komposisi dan produk baru yang mempengaruhi kesehatan, nutrisi, keselamatan – seluruh bagian dari hidup kita.

Melalui sebuah tulang, ilmu arkeologi bisa merekonstruksi dunia dan kehidupan sebuah binatang yang mati jutaan tahun lalu. Ilmu aeronautika dan komputer memungkinkan pergerakan sebuah kapal antariksa sekauh jutaan mil dengan akurat tanpa ada manusia di dalamnya dan memproyeksikan catatan fotografi yang detail dari perjalannya. Jadi sebuah ilmu bisa dilhat sebagai sebuah sistem informasi yang sangat bisa dipercaya kebenranya dan bisa digunakan untuk membuat hidup lebih baik.

Psycho-Cybernetics adalah ilmu pengembangan manusia yang pertama – sebuah sistem pengetahuan yang menyebabkan anda mampu membuat perubahan yang akurat dan dapat ditebak dalam pemikiran anda, perasaan anda, hal-hal yang anda lakukan, dan jumlah kesuksesan dan kesenangan yang anda dapat dari hidup. Psycho-Cybernetics mengeluarkan pengembangan manusia dari bidang berharap, berdoa, dan teknik yang tidak bisa dipercaya ke bidang yang bisa ditebak, dan memiliki hasil yang positif.

Anda tidak akan menemukan harapan dan doa di Psycho-Cybernetics. Psycho-Cybernetics berakar dari ilmu sains tentang bagaimana otak manusia dan sistem saraf bekerja bersama untuk menghasilkan pemikiran, sikap, dan kelakuan. Pringsip-prinsip yang terdapat di dalamnya telah dites dan dibuktikan melalui percobaan-percobaan yang tidak terhitung di laboratorium dan institusi penelitian di sluruh dunia. Dan praktek Psycho-Cybernetics telah terbukti sukses melalui jutaan orang yang telah menggunakannya untuk merubah hidup mereka dengan cara yang luar biasa dalam 20 tahun terakhir ini.

Psycho-Cybernetics bekerja di level fundamental dan perubahan yang dibawanya mempengaruhi semua aspek kehidupan. Psycho-Cybernetics berfungsi untuk pengembangan diri di seluruh aspek kehidupan. Semakin anda belajar untuk menguasai teknik Psycho-Cybernetics, semakin anda terlatih untuk :

  1. Membangun citra diri yang kuat dan positif yang mengekspresikan diri anda yang sebenarnya, diri anda yang terbaik.
  2. Membuat tujuan-tujuan yang jelas dan mampu mencapainya.
  3. Berhenti memandang kesalahan anda sebagai kegagalan dan menggunakan kesalahan tersebut sebagai masukan yang berharga dalam menetapkan tujuan anda.
  4. Menjadi lebih produktif dan sukses secara finansial dalam karir anda.
  5. Memaafkan orang lain dan diri anda sendiri dan menghilangkan penyesalan yang bisa mengambil kebahagiaan dalam hidup.
  6. Belajar untuk santai dan tetap santai
  7. Belajar untuk mengatasi kemarahan, dan menggunakan kemarahan secara kreatif.
  8. Belajar untuk berpikir lebih jernih
  9. Merasa baik dengan diri anda dan hidup anda sepanjang waktu.
  10. Belajar memperbaiki hubungan dengan semua orang di hidup anda – seperti dengan keluarga, teman, teman kerja, dan terutama diri anda sendiri.
  11. Merasakan kepuasan, rasa terpenuhi, dan kedamaian yang sepenuhnya karena anda bisa mengeluarkan yang terbaik dari diri anda setiap hari.

Psycho-Cybernetics tidak akan menghasilkan perubahan tersebut dalam semalam. Butuh waktu untuk mempelajari cara baru dalam berpikir dan bertindak dan membiasakan diri dengannya. Tapi anda akan mulai merasakan hasil positifnya dengan dengan cepat.

Psycho-Cybernetics itu mudah. Anda akan lihat bahwa teknik ini tidak menggunakan kekuatan atau usaha yang sulit. Latihan dan metode Psycho-Cybernetics mempekerjakan pikiran anda dengan cara yang santai dan menyenangkan. Psycho-Cybernetics mudah untuk dipelajari dan menyenangkan untuk dilakukan dan, seperti kecakapan yang lain, kecapan untuk menjadi diri anda yang terbaik tumbuh lebih mudah melalui latihan.

Kata “cybernetics” berasal dari kata dalam bahasa yunani yang berarti “pengemudi, orang yang mengemudikan kapal ke pelabuhan.” Ilmu cybernetics mempelajari sistem pandu otomatis seperti sistem yang mampu memandu rudal menemukan targetnya, komputer yang memecahkan masalah sulit, atau robot yang melakukan perintah sulit secara ototmatis.

Ilmu cybernetics memberikan kita cara yang efektif untuk melihat ke dalam otak manusia dan sistem syaraf. Pikiran bawah sadar kita sebenarnya terdiri dari susunan mekanisme syaraf yang berfungsi memenuhi tujuan, dengan kata lain sistem pandu manusia yang bekerja secara otmatis. Psycho-Cybernetics adalah ilmu dari sistem pandu manusia ini.

Mekanisme sistem syaraf memiliki akses kepada semua hal yang telah kita lihat atau lakukan, baui, rasakan, dan pelajari. Semuanya terekam dalam otak kita. Jika anda memasukkan tujuan anda ke dalam mekanisme sistem syaraf ini, secara otomatis ia akan memikirkan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Jadi manusia adalah secara natural adalah mahluk cybernetic, atau makhluk pencari tujuan. Begitulah kita diciptakan. Mekanisme sistem syaraf lah yang menyebabkan anda bisa mengikat sepatu anda, membuat sarapan dan mengemudikan mobil anda melalui jalan yang berliku ke kantor, dan pada saat bersamaan memikirkan hal-hal lainnya.

Mekanisme sistem syaraf ini tidak terbentuk sendiri. Ia bekerja sesuai dengan apa yang kita programkan ke dalamnya. Mekanisme ini adalah sebuah alat yang sangat kuat yang berada di bawah perintah alam sadar kita. Apabila anda menteapkan tujuan yang positif dan sukses, ia akan menghasilkan hasil yang positif dan sukses juga. Ia akan berubah menjadi mekanisme yang sukses. Jika anda mengrimkan sinyal kegagalan, ia akan berfungsi sebagai mekanisme kegagalan dan menghasilkan kegagalan pula.

Pentingnya Mekanime Koreksi Kesalahan Otomatis
Semua sistem pandu otomatis mencapai tujuannya dengan terus mengkoreksi kesalahan. Sebuah rudal yang berada dalam jalan menuju targetnya memiliki sensor yang mendeteksi pergerakan target tersebut. Mekanisme penuntun rudal tersebut kemudian membuat penyesuaian yang dibutuhkan dan melanjutkan tujuannya. Hal ini terjadi ribuan kali dalam perjalan tersebut. Rudal tersebut bergantung pada feedback ini untuk memandunya kepada tujuan. Tanpa feedback tersebut, sebuah rudal tidak tahu kemana tujuannya dan tidak akan pernah mencapai target. Hal ini sama dengan mekanisme sistem syaraf manusia. Sangat disayangkan kebanyakan dari kita mengartikan kesalahan sebagi kegagalan dan merasa frustasi dan gagal saat sebenarnya kesalahan yang kita buat adalah informasi yang dibutuhkan mekanisme sistem syaraf kita untuk mengkoreksi kita dalam rangka pencapaian tujuan. Mekanisme sistem syaraf anda tidak memiliki opini yang lain tentang kesalahan. Mekanisme tersebut hanya menggunakan informasi yang didapat untuk memandunya kepada tujuan. Apa yang kita sebut “kesalahan” sebenarnya adalah pelajaran berharga untuk mencapai kesuksesan. Bagian penting dari Psycho-Cybernetics adalah belajar menggunakan kesalahan secara kreatif dan menghilangkan perasaan negatif yang ditimbulkan kesalahan.

Citra Diri
Arah atau tujuan dari rudal adalah sebuah program yang terkoordinasi dengan komputernya. Tujuan yang memprogram mekanisme sistem syaraf kita adalah citra mental, gambaran mental, suara dan perasaan yang kita ciptakan melalui imajinasi kita. Gambaran mental yang paling dasar dan penting dalam pemrograman mekanisme sistem syaraf kita adalah citra diri. Citra diri kita adalah blue print mental atau gambaran mental dari diri kita. Kita biasanya tidak memperhatikannya secara sadar, tetapi hal itu ada di dalam kesadaran kita secara detail.

Citra diri adalah konsep kita tentang “orang seperti apa saya ini.” Citra diri dibentuk melalui pemikiran kita tentang diri kita sendiri, pemikiran yang secara tidak sadar terbentuk melalui pengalaman masa lalu, kemenangan dan kegagalan, sukses dan kekcewaan yang kita raih, dan juga melalui observasi kita tentang bagaimana orang bereaksi terhadap kita, khususnya di masa kecil ktia. Dari semua informasi mentah ini, kita membuat sebuah “diri”, “siapa diri kita”, citra diri kita. Ketika ide atau pemikiran tentang diri kita ini menjadi bagian dari citra diri kita, kita menganggapnya benar. Kita tidak pernah berpikir untuk mempertanyakannya sehingga kita bertindak seperti hal itu benar. Citra diri kita menentukan perasaan, pemikiran, tindakan, bahkan apa yan kita pikir mampu kita lakukan. Citra diri mengontrol jumlah kesuksesan, kesenangan, kebahagiaan, dan kepuasan yang kita miliki. Hidup seperti apa yang kita miliki, bahkan dunia seperti apa yang kita tinggali menurut pemikiran kita, ditentukan melalui citra diri kita.

Citra diri menjelaskan mengapa pemikiran positif sangat dibutuhkan. Citra diri menjelaskan mengapa tekad itu sangat tidak efektif dan susah untuk dipertahankan. Karena tekad dan pikiran positif yang kita miliki tidak akan efektif apabila hal-hal tersebut tidak sesuai dengan citra diri kita.

Citra diri kita terus memprogram mekanisme kreatif kita. Jika anda mencitrakan diri anda sebagai seorang yang gagal, mekanisme sistem syaraf anda akan menemukan cara untuk menyampaikan hasil tersebut kepada and. Jika anda mencitrakan diri anda sebagai korban dari keadaan, hal itu akan tampak di hidup anda. Tapi di sisi lain, jika anda mencitrakan diri anda sebagai seorang yang mampu dan sukses, mekanisme kreatif anda akan menghasilkan hasil tersebut. Ilmu Psycho-Cybernetics mengajarkan anda untuk berubah dan membuat citra diri yang kuat, peduli, produktif, dan mampu. Citra diri yang realistis dan masuk akal, dan mengekspresikan diri anda yang terbaik, diri anda yang sebenarnya.

Dan inilah citra diri anda yang sebenarnya dan yang seharusnya ;
Dan sesungguhnya telah Kami MULIAkan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan dil autan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70).

Allah menciptakan manusia sama dengan segala potensinya. Kita sama dengan orang lain, Jika orang lain bisa melakukan hal yang luar biasa, maka Anda pun bisa melakukannya. Psycho Cybernetics menunjukan bahwa kita bisa melakukan apa pun yang kita ingin lakukan. Apa lagi jika sudah ada orang lain yang pernah melakukannya. Yang seringkali menghambat kita untuk melakukan hal yang sama dengan orang lain, karena justru pikiran kita sendiri. Atau apa yang kita lakukan, belum sama dengan orang lain. Jika kita seolah tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain, sesungguhnya karena kita belum tahu caranya secara akurat. Mungkin kita baru melakukannya sebagian. Dan belum sepenuhnya belajar dan berusaha.
 

QUANTUM TRANCEFORMATION NAQS DNA
Dipersembahkan oleh ;
Edi Sugianto, C.H. C.Ht.
Alamat : Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
Kecamatan Ujung Pangkah – Kabupaten Gresik
Jawa Timur – Indonesia
HP : +6281231649477
Telfon Rumah : (+6231)-3940577
RUTE ►
KOTA GRESIK ► MANYAR ► SEMBAYAT ► SEDAYU ► SEKAPUK.
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16
DARI SURABAYA ;
DI TERMINAL BIS OSOWILANGON SURABAYA, CARILAH BIS ARMADA SHAKTI JURUSAN SEDAYU. BISA LANGSUNG TURUN DI SEKAPUK.
Desa Sekapuk Rt: 02 / Rw : 01 No. 16

Percaya Diri, Sombong, Atau Rendah Diri

Masih ada salah pengertian antara beda makna percaya diri dan sombong. Apa yang menjadi perbedaan antara percaya diri dan sombong? Apakah orang sombong itu menunjukan kepercayaan diri yang tinggi atau justru lemah? Apakah orang yang memiliki cita-cita melebihi cita-cita kita bisa disebut sombong? Pertanyaan ini perlu dijawab dengan tuntas agar kita terhindar dari sikap sombong, tetapi bisa meraih manfaat percaya diri.

Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi) nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri“. (QS.An Naml:30-31)

Dari Iyadl Ibnu Himar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri, sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain dan tidak ada yang bersikap sombong terhadap orang lain.” (HR.Riwayat Muslim.)

Dari ayat dan hadits di atas, ada satu kata yang mengikuti kata sombong, yaitu terhadap… Artinya kata sombong bersifat komparatif, yaitu membandingkan dengan orang (makhluq) lainnya. Artinya kesombongan bermakna dalam hal merasa lebih tinggi, lebih baik, atau lebih lainnya dengan orang atau makhluq lainnya. Dia merasa lebih hebat daripada orang lain. Bahkan banyak yang merasa lebih hebat dibanding Nabi, sehingga tidak mendengar apa yang dikatakan oleh para Nabi.

Jika sombong lebih kepada membandingkan dengan orang lain, maka Percaya Diri [PeDe] justru sebaliknya. Percaya Diri lebih berfokus pada kesamaan antara manusia. Orang akan percaya diri jika dia merasa sama dengan orang lain. Merasa memiliki perbedaan, justru akan menimbulkan sikap negatif. Merasa lebih rendah disebut rendah diri. Sementara orang yang merasa lebih baik disebut sombong.

Rendah diri ada yang positif dan ada yang negatif. Rendah diri dihadapan Allah adalah rendah diri yang positif, sementara rendah diri di hadapan manusia adalah perbuatan tercela. Tidak ada makhluq yang lebih mulia di sisi Allah, kecuali karena ketaqwaanya. Artinya manusia itu sama, sehingga yang menentukan nanti di akhirat hanyalah ketaqwaanya. Bukan pangkat, pendidikan, jabatan, dan harta kekayaan. Kita tidak perlu merasa rendah diri dihadapan siapa pun, kecuali di hadapan Allah.

Allah SWT menciptakan manusia sama derajatnya sebagaimana tertuang dalam surat al-Hujarat ayat 13 yang artinya:
Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertakwa”.

Justru, jika kita yakin bahwa kita sama dengan orang lain, akan muncul suatu sikap percaya diri. Jika orang lain bisa melakukan hal yang luar biasa, maka Anda pun bisa melakukannya. Teknologi NLP sudah banyak menunjukan bahwa kita bisa melakukan apa pun yang kita ingin lakukan. Apa lagi jika sudah ada orang lain yang pernah melakukannya. Yang seringkali menghambat kita untuk melakukan hal yang sama dengan orang lain, karena justru pikiran kita sendiri. Atau apa yang kita lakukan, belum sama dengan orang lain.

Intinya, kepercayaan diri menganut prinsip kesamaan antara kita dengan orang lain. Allah menciptakan manusia sama dengan segala potensinya. Jika kita seolah tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain, sesungguhnya karena kita belum tahu caranya secara akurat. Mungkin kita baru melakukannya sebagian. Namun disayangkan, kita sering terburu-buru mengubur potensi diri kita sendiri.

Saat ada orang lain yang memiliki cita-cita tinggi. Bahkan jauh lebih tinggi dibanding keyakinan kita. Anda tidak perlu menyebutnya sombong. Anda sendiri bisa memiliki cita-cita dan kemampuan untuk meraihnya seperti orang lain. Yang Anda perlukan ialah bagaimana memompa pikiran Anda agar memiliki keyakinan yang sama dengan orang lain. Jadi, sebelum mengatakan orang lain sombong, mungkin kitanya yang rendah diri.

Sering kali, kita hanya melihat orang lain. Kita dengan mudah mengatakan orang lain sombong, padahal bisa jadi kesombongan sebenarnya begitu melekat dalam diri kita.

Mudah-mudahan artikel tentang kesombongan ini bisa menjadi bahan instropeksi diri. Kita, termasuk diri saya yang tidak mustahil memiliki sikap sombong yang tidak terasa. Yuk, kita sama-sama instropeksi atau muhasabah diri.

Kesombongan yang paling utama adalah merasa tidak perlu Allah. Terutama orang-orang yang berfahamkan materialis. Mereka mengatakan bahwa mereka sukses karena usaha mereka sendiri. Tidak pernah menyebutkan Siapa yang ada dibalik kesuksesan tersebut. Bahkan banyak yang mengatakan semua yang ada dunia ini adalah hasil pemikiran manusia. Memang parah, tetapi ajaran seperti perlu kita cermati dalam konsep-konsep pengembangan diri modern saat ini.

Tentu saja, Anda yang membaca situs ini tidaklah seperti itu. Saya yakin, Anda (umat Islam) mengakui peran Allah dalam kesuksesan diri kita. Kita perlu Allah, kita perlu ijin, bantuan, dan pertolongan Allah untuk sukses. Tapi, kita perlu mewaspadai tindakan tanpa kita sadari dimana kita bertindak seolah kita bisa sukses hasil usaha diri sendiri saja. Banyak orang yang “lupa” berdo’a sebelum bertindak. “Lupa” meminta pertolongan sebelum kita melakukan sesuatu. Ini juga bentuk kesombongan. Seolah kita tidak perlu Allah, kita mengalir saja.

Kita hanya ingat Allah saat kita mengalami kegagalan. Saat kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi, baru ingat Allah. Kenapa tidak dari awal meminta petunjuk Allah bagaimana cara bertindak dengan benar? Inilah bentuk kesombongan. Mungkin tidak sesombong orang lain yang sama sekali tidak mengakui peran Allah, tetapi tetap saja sombong.

Mudah-mudahan sejak saat ini, kita selalu menyertakan Allah dalam setiap tindakan kita. Tunjukan kalau kita itu butuh pertolongan Allah. Berdo’a dan bertawakal sebelum bertindak, saat bertindak, dan setelah selesai bertindak.

Bentuk kedua kesombongan adalah tidak butuh orang lain atau merasa lebih baik dibandingkan orang lain. Semuanya dikerjakan sendiri. Merasa pekerjaannya yang paling baik. Tidak percaya orang lain, tidak mau bekerja sama orang lain. Mau sich “kerja sama”, tetapi orang lain yang harus mengikuti dia. Dia sendiri tidak mau mengikuti orang lain.

Kedua bentuk kesombongan ini jelas akan menggelincirkan kita dari jalan menuju sukses. Bukan hanya menjauhkan kita dari sukses dunia, juga dari sukses akhirat. Kita berlindung kepada Allah, agar kita dijauhkan dari kesombongan ini. Mudah-mudahan kita juga diampuni atas kesombongan kita di masa lalu.

Percaya diri memegang peranan sangat penting dalam keberhasilan seseorang. Kita bisa melewatkan berbagai kesempatan bagus jika kita tidak percaya diri. Krisis percaya diri adalah salah satu penghambat terbesar dalam bertindak. Bukan hanya ragu bertindak, bahkan tidak bertindak sama sekali. Pertanyaanya ialah, apakah Anda percaya diri? Berikut adalah ciri-ciri orang yang tidak percaya diri, silahkan periksa diri Anda.

Membicarakan Kejelekan Orang Lain
Saat seseorang merasa dirinya “jelek” dia akan berusaha mencari teman dan membuat orang lain supaya terlihat tidak lebih baik darinya. Oleh karena itu dia akan membicarakan kejelakan orang lain supaya terkesan tidak ada yang lebih baik darinya. Jika orang lain sudah terungkap kejelekannya maka dia merasa bahwa dia tidak menjadi orang yang paling jelek. Jelek disini bukan dalam masalah fisik tetapi tingkah laku dan kemampuan. Jika Anda sering berhadapan dengan orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain, waspadalah suatu saat Anda akan mendapat giliran untuk dibicarakan.

Tidak Menghargai Karya Orang Lain
Karena dia merasa tidak bisa menghasilkan karya yang bagus maka karya orang lain tidak pernah dihargai. Sekali lagi dia takut orang lain dianggap lebih baik darinya. Dia hanya mau menghargai karya seseorang yang sudah diakui secara umum. Sebagai contoh nyanyian temannya tidak dia hargai sementara dia hanya mau menghargai nyanyian seorang artis terkenal, padahal bisa saja nyanyian temannya lebih bagus.

Sebenarnya masih banyak ciri-ciri yang lain, tetapi dua ciri ini cukup menonjol yang sering kita jumpai. Intinya ciri orang yang krisis percaya diri ialah tidak mau orang lain dianggap lebih baik darinya. Sementara hati kecilnya mengakui kalau dia itu tidak lebih baik, maka jalan keluarnya ialah dengan menjatuhkan orang lain atau karya orang lain.

Seseorang yang percaya diri, dia tidak akan peduli bagaimana karya orang lain atau apa yang dilakukan oleh orang lain, karena dia sendiri merasa mampu berbuat yang sama atau yang lebih baik. Orang yang percaya diri akan mampu mengakui kehebatan orang lain dalam satu bidang, sebab dia yakin bahwa dia juga memiliki suatu kelebihan dibidang lain.

Yang penting ialah janganlah kita menjadi sombong. Percaya diri berbeda dengan sombong. Orang yang tidak percaya diri sering menuding orang yang percaya diri dengan sombong, padahal keduanya berbeda. Sombong adalah merasa dirinya lebih baik dari orang lain, sementara percaya diri ialah yakin bahwa dirinya memiliki potensi luar biasa pemberian Allah.

by. MOTIVASI ISLAMI