Apakah Arti Parapsikologi?

Pengalaman luar biasa
Anda pernah mengalami hal-hal luar biasa dalam hidup Anda? Pengalaman itu benar-benar sangat berbeda dengan pengalaman Anda biasanya. Anda seperti berubah menjadi orang lain saat itu. Kadang, Anda seolah-olah berada di dunia yang berbeda.

Pengalaman luar biasa tidak eksklusif. Banyak orang mengalaminya. Mungkin, Anda juga. Anda bisa mengalami pengalaman luar biasa hampir dalam segala aspek dalam kehidupan. Misalnya saat jatuh cinta, Anda merasakan dunia yang luar biasa yang sangat berbeda dengan biasanya. Lalu saat membaca sebuah buku atau menonton film di mana Anda begitu terlarut di dalamnya. Seolah-olah Anda merupakan bagian ceritanya. Atau saat Anda menemukan ide kreatif yang mengejutkan Anda sendiri bahwa Anda bisa.

Salah satu pengalaman luar biasa yang sering dilaporkan orang adalah peningkatan performa. Biasanya performanya biasa-biasa saja, tiba-tiba menjadi sangat luar biasa. Misalnya saat Anda tiba-tiba bisa bermain sepakbola luar biasa dan tak kenal lelah padahal biasanya bermain 10 menit sudah ngos-ngosan. Begitu juga Anda bisa menulis karya hebat, mencipta musik fenomena, dan karya seni agung pada saat Anda mengalami pengalaman luar biasa itu. Dalam kondisi normal, Anda tidak mampu melakukannya.

Pengalaman luar biasa di atas masih merupakan pengalaman pada hal-hal yang normal. Namun mungkin Anda juga pernah mengalami pengalaman luar biasa seperti melihat hantu, bermimpi gempa ternyata ada gempa sungguhan, mengatakan akan ada yang datang dan tiba-tiba betul ada yang datang, atau yang lainnya. Pengalaman luar biasa itu sesuatu yang tidak normal. Berikut adalah pengalaman-pengalaman luar biasa tidak normal yang sering dilaporkan orang.

  • Mengaku melihat hantu dan bahkan mampu menggambarkan bentuk rupa hantu dalam lukisan.
  • Merasa akan bertemu seseorang dari masa lalu, ternyata betul-betul bertemu dengan teman saat sekolah dasar.
  • Mimpi terjadinya sesuatu, dan ternyata hal itu benar-benar terjadi
  • Tanpa tahu mengapa sangat terdorong untuk membatalkan kepergian naik alat transportasi tertentu, dan ternyata alat transportasi itu mengalami kecelakaan.
  • Menyembuhkan orang dari jarak jauh
  • Mampu membengkokkan sendok dengan pikiran dan mampu meramalkan headlines berita suratkabar (Dedi Corbuzier)
  • Ada yang mati suri, dan ketika hidup lagi mengaku telah mengalami alam kematian.

Fenomena luar biasa yang banyak dialami orang itu, mungkin termasuk Anda, disebut fenomena paranormal atau fenomena psi. Bagaimanapun, pengalaman luar biasa itu merupakan bagian dari pengalaman psikologis manusia. Oleh sebab itu, fenomena paranormal juga perlu diketengahkan. Dalam ilmu psikologi ada juga cabang tersendiri yang khusus mempelajari fenomena paranormal, yakni parapsikologi.

Apakah arti paranormal?
Anda pasti sering mendengar kata paranormal. Di negeri kita, kata tersebut lazim sekali digunakan untuk orang-orang yang dianggap memiliki kekuatan luar biasa atau menjadi kata lain untuk dukun. Beberapa di antaranya sangat terkenal, laiknya selebritis, seperti Ki Gendeng Pamungkas, Permadi, sampai Ki Joko Bodo. Mereka dianggap mampu melakukan hal-hal luar biasa yang tidak bisa dilakukan manusia biasa lainnya. Termasuk di antara kemampuan luar biasanya adalah kemampuan menyantet. Pada saat Presiden AS, George W. Bush datang ke Indonesia, Ki Gendeng Pamungkas muncul di TV dan menyatakan mau menyantet Presiden Bush.

Paranormal berasal dari bahasa Yunani. ‘Para’ artinya ‘di luar’ atau ‘melampaui’, dan normal. Jadi dari asal katanya, paranormal berarti sesuatu di luar normal atau melampaui hal-hal normal. Secara definitif, paranormal adalah istilah yang digunakan untuk segala jenis fenomena psikis, pengalaman atau kejadian yang terlihat memiliki hubungan dengan jiwa (psike) atau pikiran (mind), dan yang tidak dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip fisika.

Jadi, jika ki Gendeng Pamungkas, benar-benar mampu menyantet. Maka dia bukan paranormal. Mungkin lebih tepat jika Ki Gendeng Pamungkas disebut paranormalis. Santet itu sendiri yang dianggap paranormal. Salah satu bentuk santet yakni memasukkan jarum, lidi, ijuk ke dalam tubuh seseorang dari jarak jauh, tanpa pernah kontak dengan objeknya, tidak dapat diterangkan dengan hukum-hukum fisika saat ini.

Anda pernah menonton film Star Wars? Dalam film itu ditunjukkan bahwa orang bisa bepergian dari satu tempat ke tempat lain antar galaksi dalam bentuk cahaya. Jika mau berangkat merubah diri menjadi cahaya. Jika sudah sampai, lantas merubah diri lagi menjadi materi. Barangkali, santet bekerja dalam prinsip demikian itu. Ijuk sebagai materi berubah menjadi cahaya, begitu sampai di perut seseorang berubah lagi menjadi materi ijuk. Namun itu hanya kemungkinan penjelasan. Sampai saat ini tidak ada hukum fisika yang bisa menerangkan perubahan itu, bahkan hukum fisika yang diketahui saat ini menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi. Intinya, santet tidak dapat diterangkan dengan hukum fisika, dan oleh sebab itu santet adalah gejala paranormal.

Apakah arti psi?
Psi adalah kata lain untuk paranormal. Jadi, psi juga merupakan istilah untuk semua jenis fenomena psikis, pengalaman atau kejadian yang terlihat memiliki hubungan dengan jiwa (psike) atau pikiran (mind), dan yang tidak dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip fisika.

Selanjutnya, dalam buku ini akan digunakan istilah psi saja. Tidak digunakannya istilah paranormal karena pengertian populer di masyarakat tentang paranormal juga menyangkut orang yang melakukan tindak paranormal. Oleh sebab itu bisa menjadi rancu.

Ada istilah lain yang kadang digunakan untuk menjelaskan fenomena psi, yakni gaib atau anomali. Gaib atau anomali adalah fenomena luar biasa yang terjadi diluar nalar ilmu pengetahuan biasa. Dengan penjelasan biasa, Anda tidak bisa menerangkannya. Gaib dan psi sedikit berbeda. Gaib mencakup hal-hal di luar diri manusia yang tidak dapat diterangkan dengan nalar ilmu pengetahuan biasa, misalnya UFO (piring terbang), segitiga bermuda, monster di danau Lochness, bigfoot di Himalaya, dan lainnya. Sedangkan psi hanya jika sesuatu yang tidak dapat diterangkan nalar pengetahuan itu diperkirakan memiliki kaitan dengan pikiran atau jiwa seseorang.

Salah satu kejadian gaib adalah yang pernah saya alami sendiri saat SMA. “Suatu malam, BKKBN atau badan yang mengurusi Keluarga Berencana (KB), memutar film layar tancap di lapangan. Saya bersama orang sekampung menontonnya (kampung saya saat itu termasuk terpencil, jarak terdekat dengan kampung lain tidak kurang dari 3 km). Menjelang film usai, saya melihat cahaya meteor meluncur cepat dari atas langit. Ternyata, tidak seperti meteor umumnya, makin lama pergerakannya makin lambat. Terlalu lambat untuk sebuah meteor. Lebih mirip seperti gerakan pesawat yang melambat. Tampak jelas kalau ‘meteor’ itu akan jatuh tidak jauh dari lapangan. Lalu tiba-tiba, seperti kembang api, meteor itu meledakkan cahaya (tanpa suara ledakan) menjadi berwarna merah, kuning dan hijau dan menyinari cukup terang dedaunan rimbun di sebuah kebun yang berjarak hanya kira-kira 100 meter dari lapangan.”

Menurut Anda apakah mungkin itu meteor? Jika meteor, mengapa melambat dan kemudian memendarkan cahaya pelangi? Meteor tidak berperilaku seperti itu. Jika Anda menganggap kembang api, adakah kembang api yang meluncur seperti meteor dari langit jauh meluncur sampai ke bawah (tidak kurang dari 1 menit saya melihatnya)? Jika bukan meteor dan kembang api, lalu apa?

Semula saya berpikiran kalau saya salah lihat atau hanya halusinasi saja. Saya bertanya pada teman-teman apakah ada yang melihatnya juga. Ternyata, dari sekian banyak orang, ada beberapa yang mengaku melihatnya juga. Jadi, itu bukanlah halusinasi dan tidak mungkin salah lihat. Pertanyaannya, fenomena apakah itu? Sampai saat ini saya belum tahu jawabannya”

Buku ini tidak membahas hal-hal gaib. Buku ini adalah tentang fenomena psi manusia. Hal-hal gaib bisa saja merupakan fenomena psi. Namun sepanjang belum diketemukan adanya kaitan antara fenomena gaib itu dengan pikiran atau jiwa seseorang, maka belum bisa dikatakan fenomena psi. Hanya jika sesuatu yang gaib itu diperkirakan memiliki kaitan dengan pikiran atau jiwa, barulah yang gaib itu disebut psi.

Apa saja bentuk-bentuk psi? Secara garis besar ada dua jenis psi, yaitu psi-gamma dan psi-kappa. Psi-gamma adalah paranormal pikiran, yakni ESP (extra sensory perception) atau lebih dikenal di masyarakat sebagai indera keenam. Psi-kappa adalah paranormal tindakan. Contohnya membengkokkan sendok dengan pikiran, atau menyantet.

Secara keseluruhan ada banyak fenomena yang bisa digolongkan dalam fenomena psi. Beberapa di antara fenomena psi adalah telepati (koneksi antar pikiran), clairvoyance (perolehan informasi dari jarak jauh atau dari ruang dan waktu yang berbeda), precognition, psikokinesis, pengobatan psi (termasuk pengobatan jarak jauh), poltergeist, reinkarnasi, pengalaman sesudah mati (mati suri), pengalaman menjelang mati, dowsing, dan remote vieweing (secara lengkap akan dibahas di bab 2)

Apakah informasi psi?
Informasi psi adalah segala macam informasi yang Anda terima terkait dengan fenomena psi. Misalnya dorongan hati agar tidak jadi naik pesawat terbang yang ternyata kemudian jatuh ke laut. Lalu misalnya mimpi bertemu dengan teman yang berpamitan pada Anda, tahu-tahu besoknya teman Anda itu meninggal.

Bagaimana suatu informasi bisa disebut psi? Agar disebut psi, informasi itu memiliki hubungan yang secara kualitatif berbeda dengan cara normal manusia. Informasi itu mesti berbeda dengan komunikasi verbal maupun nonverbal yang biasa, berbeda sensasi dengan yang biasa dirasakan, berbeda juga dengan gerakan tubuh biasanya. Jika tidak berbeda, bukan psi namanya.

Misalkan Anda tertidur ketika menonton televisi. Jadi gantian, televisi yang kemudian menonton Anda. Nah, saat itu Anda bermimpi ada pembunuhan sadis. Pagi harinya, Anda mengetahui adanya pembunuhan sadis di kota Anda. Jadi, seolah-olah Anda telah meramalkan kejadiannya. Pertanyaannya, apakah Anda mengalami pengalaman psi?

Bisa jadi Anda mengalami pengalaman psi, bisa jadi tidak. Boleh jadi televisi tengah menayangkan berita tentang pembunuhan atau film tentang pembunuhan. Informasi yang Anda dengar dalam keadaan tidur itu masuk ke otak Anda dan lantas diolah otak menjadi mimpi. Hal itu sangat mungkin. Otak Anda memiliki kemampuan untuk tetap mengolah informasi yang masuk ke indera Anda. Misalnya saat orang ngelindur, tidak jarang bisa diajak bercakap-cakap. Itu bukti bahwa orang tidur bisa merespon. Dalam kasus ekstrim, orang yang mengalami koma dan hampir mati, ketika sadar bisa menerangkan kembali apa saja yang telah terjadi di sekelilingnya saat tidak sadar. Jadi, boleh jadi, informasi pembunuhan dalam mimpi yang Anda alami bukanlah psi.

Para ahli parapsikologi mengakui bahwa seseorang mungkin menerima lebih banyak informasi psi dari yang disadari. Semacam gunung es. Hanya sedikit informasi yang muncul di permukaan dan Anda sadari. Sebagian besar ada di bawah permukaan dan tidak Anda sadari. Informasi psi mungkin baru bisa Anda terima dalam keadaan tidak sadar, serta dalam kondisi tubuh dan pikiran rileks. Atas alasan ini, banyak ahli sedang berusaha meneliti kondisi-kondisi dan teknik-teknik yang membuat seseorang mampu mendeteksi lebih baik informasi psi yang diterima. Sampai saat ini dipercaya bahwa mimpi, relaksasi yang dalam, meditasi, dan hipnosis meningkatkan kepekaan terhadap informasi psi.

Yoga, salah satu teknik olah tubuh untuk membuat tubuh dan pikiran dalam kondisi rileks, dipercaya dapat juga meningkatkan kepekaan terhadap informasi psi. Pada jaman dulu, ada legenda yang menyebutkan bahwa untuk menjadi sakti seseorang harus bertapa menyepi dan puasa berbulan-bulan lamanya. Kadang kala malah bertahun-tahun. Boleh jadi, bertapa dan puasa itu merupakan teknik mereka untuk meningkatkan kepekaan terhadap informasi psi yang mereka terima.

Apakah kemampuan psi dimiliki semua orang?
Pertanyaan penting tentang psi adalah apakah psi dimiliki setiap orang atau hanya dimiliki oleh mereka yang diberkahi khusus? Pemahaman populer masyarakat menyebutkan bahwa psi hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki bakat istimewa saja. Apakah hal tersebut benar?

Sebuah penelitian, yang diberi nama ‘ganzfeld’ dirancang untuk membuktikan asumsi tersebut. Prosedur ganzfeld adalah sebuah prosedur penelitian yang dilakukan untuk membuktikan apakah seseorang bisa atau sanggup mendeteksi dan mengirimkan informasi psi. Penelitian tersebut dilakukan di Maimonides Hospital dan Psychophysical Research Laboratories di Princeton, Amerika Serikat.

“Ada dua kelompok orang yang diteliti, yakni pengirim pesan dan penerima pesan. Para penerima pesan dikondisikan untuk mengalami keadaan mirip mimpi. Mata para penerima pesan ditutupi bola pingpong yang digerakkan sehingga tercipta pola visual pada penerima pesan berupa terang-gelap. Pada saat bersamaan mereka mendengarkan suara berisik yang tidak berpola (dua suara dari dua radio FM). Dengan cara ini, penerima pesan dikelilingi oleh area sensorik yang sama, yang membuat mereka berada dalam keadaan antara jaga dan tidur.

Pengirim pesan berada dalam ruangan berbeda. Sang pengirim pesan memilih secara acak sebuah gambar atau video klip dari banyak pilihan yang tersedia. Pilihan itu secara langsung ditayangkan dalam layar monitor di ruangan lain. Hanya sang pengirim pesan yang tahu gambar atau video klip apa yang dipilihnya. Pengirim pesan berkonsentrasi pada gambar atau video klip pilihannya. Lalu penerima pesan diharapkan untuk mendeskripsikan apa yang ada dalam pikirannya. Penerima pesan mendeskripsikan dengan suara keras semua yang dipikirkannya dan semua bayangan yang diingatnya. Peneliti merekam semua yang dikatakan penerima pesan.

Pada akhir penelitian, empat gambar yang berbeda (salah satunya gambar yang dipilih pengirim pesan) ditampilkan dalam monitor di ruangan penerima pesan. Berdasarkan bayangan mental yang dialami, penerima pesan harus menyebutkan mana gambar yang dikirim oleh pengirim pesan. Penerima pesan hanya memiliki sekali kesempatan menyebutkan. Ternyata, penerima pesan jauh lebih sering mampu menyebutkan dengan benar pilihan pengirim pesan. Mereka cenderung benar. Kadang kala malah sangat akurat deskripsinya.”

Setelah ribuan orang mengikuti eksperimen tersebut dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, bukti-bukti semakin bertumpuk menguatkan pendapat bahwa semua orang memiliki kemampuan psi. Hanya saja ada yang mampu memaksimalkannya, dan sebagian besar yang lain hanya mendiamkannya saja. Mereka yang dianggap diberi bakat istimewa sangat dimungkinkan hanya karena mereka mampu memanfaatkannya lebih maksimal. Secara potensial, psi ada pada setiap manusia.

Ada sebuah temuan yang menarik dari beberapa penelitian, yakni bahwa orang lebih akurat menebak pada kesempatan pertama daripada kesempatan selanjutnya. Sepertinya, kesempatan pertama lebih bersih dari berbagai pengaruh pertimbangan sehingga lebih mungkin merupakan fenomena psi. Setidaknya itu juga diyakini masyarakat umum. Banyak penjudi nomor buntut bertanya pada sembarang orang nomor apa yang dipikirkan. Jawaban yang spontan dan pertama kali dari orang itu digunakan sebagai nomor taruhan. Adapun jawaban kedua atau yang dipikirkan dulu tidak akan dipakai. Jawaban pertama dan spontan dianggap masih bersih dan dinilai sebagai fenomena psi.

Apakah arti parapsikologi?
Parapsikologi adalah kajian ilmiah tentang fenomena psi. Dalam parapsikologi, fenomena psi betul-betul dipelajari dalam prosedur penelitian ilmiah yang ketat dan terukur. Berbagai pusat penelitian tentang psi ada di berbagai universitas di dunia, misalnya di Duke University, Amerika Serikat (pada tahun 1930-an berdiri laboratorium parasikologi pertama di dunia di universitas ini. Jb Rhine, pendirinya, kemudian dikenal sebagai bapak parapsikologi modern), dan di Edinburg University, Skotlandia. Bahkan universitas dunia, sekelas universitas Harvard dan Stanford, di Amerika Serikat, menawarkan juga studi tentang psi.

Kelompok studi tentang psi yang pertama kali berdiri adalah Society for Psychical Research, pada tahun 1882 di London, Inggris. Menyusul dua tahun kemudian berdiri kelompok studi serupa di Boston, Amerika Serikat. Sejak saat itu pula sampai hari ini, penelitian tentang psi masih belum meyakinkan banyak orang tentang keberadaannya. Bahkan sebagian ilmuwan jelas-jelas menolak bahwa psi itu ada. Namun meskipun masih kontroversial di kalangan ilmuwan, rakyat kebanyakan umumnya mempercayainya.

Meskipun, seperti kita ketahui ada banyak fenomena psi. Para ahli parapsikologi biasanya hanya berkonsentrasi mempelajari empat macam yang utama saja, yakni telepati, clairvoyance, prekognisi dan psikokinesis. Fenomena psi yang lain belum mendapatkan perhatian yang memadai. Bahkan meskipun diketahui bahwa fenomena psi ditemukan hampir di semua budaya. Boleh dibilang tidak ada budaya yang tidak mengenal psi. Di masyarakat, berkembang juga berbagai macam ilmu tentang astrologi, sihir, dan sulap. Namun, hal-hal tersebut bukan studi ilmiah sehingga harus dibedakan dengan parapsikologi.

SOURCE ; PSIKOLOGI ONLINE [psikologi-online.com/memahami-parapsikologi]

QUANTUM SUCCESS POWER

Rahasia sukses sesungguhnya sederhana.
sukses adalah tindakan.
Karena sukses adalah perjalanan
bukanlah tempat tujuan.

Jadi sukses adalah sebuah ACTION.
Apa yang memicu TINDAKAN ?
Jawabannya adalah PIKIRAN.
Ya .. 
Pikiran memicu PERKATAAN dan 
pikiran memicu TINDAKAN.

Bagaimana untuk bisa sukses jangka panjang?
Rahasianya adalah KEBIASAAN.

Jika anda memikirkan yang buruk dan negatif apa yang terjadi?
Tindakan saya akan buruk dan negatif. Jika ini terus berlangsung akhirnya akan terbentuk kebiasaan. Kebiasaan apa yang dihasilkan oleh mengulang tindakan buruk?
Ya betul… Kebiasaan BURUK yang akan menghasilkan kegagalan.

Bagaimana jika saya memikirkan pikiran baik dan positif?
Tindakan saya akan baik dan positif. Jika ini terus berlangsung akhirnya akan membentuk kebiasaan apa?
Ya .. kebiasaan BAIK yang akan menciptakan kesuksesan.

Jadi sederhananya sukses dan gagal adalah buah dari kebiasaan.
Dan kebiasaan adalah buah dari tindakan.
Tindakan adalah buah dari pikiran.

“BENANG MERAH KEHIDUPAN”
Coba bayangkan ada seutas benang merah yang menjuntai dan ujung-ujungnya terikat satu pada pohon beringin dan satunya lagi ke pohon kamboja.

Benang itu bisa saja terikat dengan tegang, sedikit menjuntai seperti kabel listrik dijalan-jalan, atau bahkan semerawut mengulung disana sini.

Tetapi yang pasti kedua ujungnya tetap dan pasti. Itulah kehidupan kita, kedua ujungnya pasti.

Lahir dan Mati.
Kelahiran dan kematian.
Tapi menjalankan hal diantaranya itulah yang membedakan satu orang dengan orang lain.

Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower
-Hans Christian Andersen

“Manusia biasa tidak akan berubah dari tabiatnya. Dia tidak akan meninggalkan berbagai kebiasaan yang disukai kecuali dengan latihan yang keras dan pengobatan yang terus-menerus. Maka barangsiapa yang tidak membiasakan jiwanya untuk menerima kebenaran, dia membutuhkan latihan dan pendidikan sehingga jiwanya mencintai al-haq (kebenaran) dan tunduk kepadanya.” (Al-Imam Al-Khaththabi : A’lamul Hadits, 1/218)

Aktivasi DNA ULUL ALBAB ; Kekuatan "Daya Pikir" [Potensi Ajaib Otak Manusia]

Synapsis [Koneksi sel saraf (‘neuron’) di dalam otak]

Perbedaan yang mendasar antara manusia dengan makhluk hidup lainnya di muka bumi ini adalah “akal”. Para filsafat mengartikan akal sebagai kemampuan manusia dalam mengoptimalkan “otak” yang menjadi pusat pengendali seluruh unsur di dalam tubuh manusia. Bahwa sesungguhnya “otak” yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan sel syaraf (neuron) yang terhubung secara komplek ternyata mengandung energi yang sangat luar biasa yang biasa disebut dengan “daya pikir”. QT NAQS DNA

Para ahli biasa membagi segmen otak menjadi “otak kanan” dan “otak kiri” yang konon menurut mereka sebagian digunakan untuk mengaktivasi “logika (fisika)” dan sebagian lagi digunakan untuk mengaktivasi “naluri/imajinasi (meta fisika)”. Di dunia metafisika lazim diistilahkan sebagai “daya cipta”.

Sekarang makin marak orang membicarakan atau bahkan mencoba-coba “mempraktekkan” apa yang dinamakan dengan ESQ (Emotional Spiritual Quotion) yang konon katanya adalah semacam teknik untuk “menyeimbangkan diri” sehingga nantinya diharapkan fungsi kerja “otak kanan” dan “otak kiri” bisa seimbang. Kita juga mengenal istilah “mentalist” yaitu orang yang mampu mengoptimalkan kekuatan “jiwa/mental” nya untuk melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan. Ada juga istilah “hypnotist” yaitu orang yang mampu mengoptimalkan kekuatan “daya pikir” nya untuk mempengaruhi orang-orang sekitarnya hingga pada batas hampir seperti mentalist. Adapun istilah “telepati” digunakan untuk para mentalist, hypnotist, atau sejenisnya untuk mengirimkan “sinyal” ke target secara jarak jauh.

Yang menarik di sini adalah baik mentalist, hypnotist, atau sejenisnya ternyata pada intinya mereka telah mampu mengoptimalkan “daya pikir” mereka hingga pada batas yang menurut orang biasa tidak lazim. Mereka meyakini bahwa secara logis telah dibuktikan otak yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan sel syaraf pada dasarnya mengandung kombinasi hubungan antar sel yang jumlahnya hampir tak terhingga. Terciptanya hubungan antar sel syaraf ternyata tergantung dari manusia itu sendiri bagaimana mengolahnya. Bila ada lebih dari satu sel syaraf yang terhubung maka terciptalah “synapsis” yang kemudian teraktivasi secara “unik” untuk menghasilkan “sesuatu” sesuai dengan maksud dan tujuannya. QT NAQS DNA

Bayangkan, bila setiap “synapsis” yang tercipta kemudian teraktivasi hingga menjadi “sesuatu”, sementara dengan jumlah sel syaraf yang ribuan bahkan jutaan yang mampu dikombinasi hingga menjadi “synapsis” maka akan tercipta pula kemungkinan terjadinya “sesuatu” yang hampir tak terhingga jumlahnya. Subhanallah …

NEURON

SECARA genetika, otak anak yang terlahir memang tidak bisa diubah lagi, namun bisa direkayasa oleh lingkungan sekitarnya. Dalam makalah yang ditulis Prof Dr Soemarmo Markam SpS, Dr Andre Mayza SpS, dan Dr Herry Pujiasuti SpS, dari bagian Neurologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, dijelaskan otak manusia bisa dimaksimalkan fungsinya dengan merekayasa lingkungan sekitarnya.

Menurut Prof Soemarmo, ketika bayi lahir berat otak kurang lebih 350 gram. Pada perkembangannya, terjadi penambahan berat otak bayi. Pada umur tiga bulan berat otak 500 gram, usia enam bulan 650 gram, umur sembilan bulan beratnya mencapai 750 gram, menginjak umur 12 bulan menjadi 925 gram, dan pada umur 18 bulan mencapai 1.000 gram.

Satuan yang membentuk otak ialah sel saraf yang merupakan neurochips, yang jumlahnya sedikitnya 100 miliar buah. Sel saraf ini mempunyai banyak synapsis (sambungan antarneuron). Semakin banyak synapsis, semakin banyak neuron yang menyatu membentuk unit-unit. Kualitas kemampuan otak dalam menyerap dan mengolah informasi tergantung pada banyaknya neuron yang membentuk unit-unit.

Setelah bayi lahir, jumlah sel sarafnys sendiri tidak bertambah lagi, karena sel saraf tidak dapat membelah diri lagi. Tetapi, synapsis–juluran, istilah awamnya mempunyai daya untuk bercabang-cabang dan membuat ranting-ranting hingga usia lanjut.

Keajaiban otak ini bila diprogram dengan cara belajar, maka cabang dan ranting juluran saraf akan tumbuh dan berkembang dan saling menjalin dan membentuk hubungan (networking)

Sebaliknya, apabila tidak digunakan, cabang-cabang ini akan melisut atau mengecil dan dapat menghilang hingga hubungan antarsel menjadi kurang rimbun, atau lebih gersang,” ujar Prof Soemarmo.

Fenomena yang menarik di sini adalah saat kapan manusia melakukan “kombinasi sel syaraf” nya hingga tercipta “sesuatu” dari synapsis yang teraktivasi ? Dengan pasti kita pun seharusnya mampu menjawabnya, dimulai dari pengamatan sederhana kita terhadap bagaimana seorang balita secara perlahan belajar beradaptasi dengan lingkungannya.

Segala sesuatu yang terjadi di alam ini selalu memerlukan apa yang dinamakan sebagai “inisiasi” atau “trigger/pemicu”. Hukum alam yang tidak bisa dihindari oleh manusia selama masih hidup di dunia adalah Hukum Sebab Akibat dan Aksi Reaksi.

  • Seorang bayi akan menangis bila lapar sehingga ia perlu asupan gizi/makanan.
  • Bayi tersebut menangis karena merasa lapar.
  • Ia merasa lapar karena cadangan makanan di tubuhnya sudah habis/mendekati minimal.
  • Cadangan makanan di tubuhnya sudah habis/mendekati minimal karena telah diolah menjadi sel-sel tubuh bagi perkembangan biologisnya.
  • Dan seterusnya.

Untuk lebih jelasnya ada baiknya kita bedah secara ringkas tentang “logika” dan “naluri”. Secara bebas, keduanya dapat diartikan seperti berikut :

Logika
Proses kompleks dan unik dari sekian banyak unsur kepastian yang menghasilkan suatu unsur kepastian juga. (Logis : pasti).

Naluri
Proses kompleks dan unik dari sekian banyak unsur ketidakpastian yang menghasilkan suatu unsur dugaan/perkiraan.

Jadi, logika lebih banyak difungsikan untuk memproses gejala-gejala yang mengandung unsur kepastian. Sedangkan naluri lebih banyak difungsikan untuk memproses gejala-gejala yang mengandung unsur ketidakpastian, ketidakmungkinan (mustahil) dan kemungkinan (probabilitas).

Ilustrasi singkat di bawah ini semoga bisa menjadi contoh yang mewakili makna dari kedua kata di atas.

  • Angka 9 dibagi 3 hasilnya 3. Karena 3 dikali 3 hasilnya 9.
  • Angka 10 dibagi 3 hasilnya 3 1/3 (dugaan hasil : 3,333…). Karena 3 dikali 3 1/3 hasilnya 10 (dugaan hasil : 9,999…).
  • Bila sebuah mata uang logam dilempar satu kali, maka kemungkinan yang keluar adalah “gambar” atau “angka”.
  • Dulunya orang berpikir sangatlah tidak mungkin manusia bisa terbang. Semenjak Wright bersaudara menciptakan pesawat terbang yang pertama, maka gugurlah pernyataan “manusia tidak mungkin terbang”.
  • Di jaman Nabi Muhammad SAW, kaum Qurais tidak percaya dengan berita Muhammad telah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsha (Iraq) dalam satu malam. Sekarang manusia telah mampu melintas antar benua hanya dalam beberapa jam saja dengan menggunakan pesawat jet.

Dari ilustrasi di atas membuktikan bahwa logika memiliki batas wilayah sejauh tangkapan pancaindera secara fisik. Sedangkan naluri/firasat memiliki batas wilayah sejauh tangkapan indera secara meta fisik. Artinya, apapun gejala metafisik yang mengandung unsur ketidakpastian dapat menjadi wilayah logika (fisik) pada saat tangkapan pancaindera telah mampu meluaskan wilayahnya.

Naluri/firasat yang dikembangkan hingga menjadi imajinasi, bila diteruskan dengan tahap-tahap pembuktian yang “cermat dan hati-hati” akan masuk pula ke wilayah logika. Sebaliknya, logika yang tidak diteruskan dengan tahap-tahap pembuktian yang “cermat dan hati-hati” akan menjadi sekedar sebuah imajinasi.

Mari kita coba mengamati perilaku bayi dari lahir hingga menjelang pasca balita. Semua akan mengakui bahwa bayi yang baru dilahirkan tentulah belum memiliki fungsi pancaindera yang sempurna. Bagaimana bayi bisa melewati masa pertumbuhannya ? Jawabannya : naluri. Dengan berjalannya waktu, naluri bayi akan secara perlahan (tapi pasti) mulai memasuki wilayah logika, seiring dengan mulai berfungsinya pancaindera.

Sayangnya, proses beralihnya wilayah naluri ke wilayah logika pada bayi telah diartikan salah oleh sebagian orang. Kata “beralih” bukan berarti “berkurang dari…” kemudian “menambah ke…”. Bila seperti demikian adanya bisa jadi suatu saat nanti entah di umur berapa, manusia akan kehilangan wilayah naluri oleh karena telah beralih ke wilayah logika. Bahwa pada hakekatnya Allah telah menitipkan segala pengetahuan bagi manusia dengan cara yang “multikompleks”. Bila disederhanakan dapatlah kita menganggap bahwa naluri adalah sebersih-bersihnya dan sesempurnanya indera bagi manusia (seperti layaknya bayi). Seiring berjalannya waktu, seharusnya manusia mampu menyeimbangkan potensi naluri dengan potensi logika, seperti proses bayi tumbuh dan berkembang. Bila kondisi ini berhasil dicapai maka tidak ada kata yang tidak mungkin. Maka layaklah hubungan antara otak kanan dan otak kiri kita sebut sebagai “akal jernih”.

“Hati- hatilah dengan firasat orang yang beriman, karena dia melihat dengan cahaya Allah. “(HR Tirmidzi,dalam Al Sunan, Kitab : Tafsir, Bab : Tafsir surat Al Hijr (hadits 3127).
“ Sesungguhnya pada peristiwa itu terdapat tanda- tanda bagi orang – orang yang “ Al Mutawassimin “ (QS Al Hijr: 75).

Al Mutawasimin menurut pengertian ulama adalah orang-orang yang mempunyai firasat, yaitu mereka yang mampu mengetahui suatu hal dengan mempelajari tanda-tandanya.

Sebagaimana firman Allah:
Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu benar- benar mengetahui mereka dengan tanda- tandanya.“ (QS Muhammad: 30).

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.“( QS Ali Imran : 190-191)

Sungguh sudah jelas sekali pertunjuk Allah di dalam Al-Quran, bahwa manusia yang paripurna dalam mengoptimalkan KEKUATAN DAYA PIKIR ATAU MIND POWER disebut sebagai ULUL ALBAB yaitu manusia yang mepunyai Kecerdasan yang sempurna karena berpadunya antara zikir dan fikir, yang ketika dia  memikirkan sesuatu selalu melahirkan zikir terhadap yang menciptakan sesuatu Yaitu Allah SWT.

Menurut Prof . Dr. M. Qurash Shihab Kata al-Alba adalah bentuk jamak dari kata “lub” yaitu “sari pati” sesuatu. Kata ulul albab dalam Al-Quran tergantung dalam penggunaannya, bisa mempunyai berbagai arti. Dalam A Corcodance of the Quran (Hanna E. Kassis, 1983), kata ini bisa mempunyai beberapa arti, antara lain:

  1. pertama, orang yang mempunyai pemikiran (mind) yang luas atau mendalam.
  2. Kedua, orang yang mempunyai perasaan (heart) yang peka, sensitif atau yang halus perasaannya.
  3. Ketiga, orang yang mempunyai daya pikir (intellect) yang tajam atau kuat.
  4. Kempat orang yang mempunyai pandangan alam atau wawasan (insight) yang luas, mendalam atau menukik.
  5. Kelima, orang memiliki pengertian (understanding) yang akurat, tepat atau luas. Dan
  6. Keenam, orang yang memiliki kebijakan (wisdom), yakni mendekati kebenaran, dengan pertimbangan-pertimbangan yang terbuka dan adil.

Dari berbagai arti ulul albab di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ulul albab yaitu orang yang berakal, memilki pikiran, perasaan dan hati. Namun bukan hanya sekedar memilikinya akan tetapi mau menggunakannya secara maksimal sehingga ia mampu mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas serta pandangan yang tajam terhadap sesuatu. Penggunaan akal, pikiran dan perasaan ini tentu saja dengan cara yang benar dan dengan tujuan yang baik. Karena banyak orang yang memiliki komponen-komponen ini, namun tidak mau menggunakannya secara maksimal. Begitu juga banyak orang yang menggunakannya namun tidak dengan cara yang benar dan bukan untuk kebaikan, seperti orang yang menggunakan akalnya hanya untuk akal-akalan mencari keselamatan di dunia.

Ulul albab yaitu orang, baik laki-laki mapun perempuan yang selalu berdzikir (mengingat Allah) dengan lisan mapun hati dalam setiap situasi dan kondisi, dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring, sedang bekerja, istirahat atau dalam keadaan apapun ia selalu mengingat Allah. Bukan sebatas ini saja, selain mengingat Allah ulul albab juga berfikir, yaitu memikirkan ayat-ayat Allah yang berupa alam semesta, langit bumi dan segala isinya serta dan perjalanannya yang melahirkan perubahan siang dan malam dan fenomena-fenomena alam lainnya. Setelah berpikir ulul albab akan mengambil kesimpulan dari fenomena-fenomena tersebut. Setelah mengambil hikmah ulul albab akan menjadikannya sebagai sarana untuk memperdalam keimanan dan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan bukan malah tenggelam di dalam fenomena tersebut.

Dari ayat di atas dapat kita ketahui bahwa obyek dzikir adalah Allah, sedangkan obyek fikir adalah makhluk-makhluk Allah berupa fenomena alam. Ini berarti bahwa pengenalan kepada Allah lebih banyak dilakukan oleh Qalbu, sedang pengenalan alam raya didasarkan pada penggunaan akal, yakni berpikir. Akal memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk memikirkan fenomena alam, tetapi ia memiliki keterbatasan dalam memikirkan zat Allah. Hal ini dapat dipahami dari sabda rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim melalui Ibnu Abbas: ”berpikirlah tentang makhluk Allah dan jangan berpikir tentang Allah”.

Semoga ciri-ciri ulul albab di atas sudah ada pada diri kita. Meskipun tidak seluruhnya setidaknya sebagiannya. Dan apabila memang belum ada, marilah melakukan aktivitas-aktivitas yang akan menjadikan kita manusia yang ulul albab yang akan mendapatkan balasan Jannatu ‘adn sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam Surat Al-Ra’d ayat 23.

سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ
Salamun ‘alaikum bima shabartum
Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.
( QS Ar Ra’d : 24 )

Menggali Potensi Pikiran Bawah Sadar Dengan Ilmu Hipnotis

Edi Sugianto, C.H. C.Ht.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…
Sahabat, Banyak yang meremehkan dan apriori atau anti terhadap ilmu hipnotis, tanpa tahu apa sebenarnya ilmu hipnotis tersebut. Apalagi menuduh sesat dan lain sebagainya. Hanya karena mendengar berita dan informasi yang berasal dari orang yang tidak jelas kompetensinya dan tidak tahu sama sekali ilmu hipnotis. Padahal Allah berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka lakukanlah tabayyun.” ( QS. An Nisa/4: 94)

Pengertian tabayyun dalam ayat tersebut bisa dilihat antara lain dalam Tafsir al Qur’an Departemen Agama, 2004. Kata itu merupakan fi’il amr untuk jamak, dari kata kerja tabayyana, masdarnya at-tabayyun, yang artinya adalah mencari kejelasan hakekat suatu atau kebenaran suatu fakta dengan teliti, seksama dan hati-hati. Perintah untuk tabayyun merupakan perintah yang sangat penting, terutama pada akhir-akhir ini di mana kehidupan antar sesama umat sering dihinggapi prasangka. Allah memerintahkan kita untuk bersikap hati-hati dan mengharuskan untuk mencari bukti yang terkait dengan isu mengenai suatu tuduhan atau yang menyangkut identifikasi seseoranag.

Belakangan ini seringnya gampang orang atau suatu kelompok berprasangka negatif terhadap kelompok lain, atau menuduh sesat golongan lain, dan kadang disertai hujatan, penghakiman secara sepihak, dan sebagainya. Berprasangka tanpa meneliti duduk perkaranya, adalah apriori atau masa bodoh. Mensikapi orang lain hanya berdasar pada sangkaan-sangkaan negatif atau isu-isu yang beredar atau bisikan orang lain. Sikap demikian adalah tidak tabayyun, atau tidak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi..

Perintah tabayyun atau mendalami masalah, merupakan peringatan, jangan sampai umat Islam melakukan tindakan yang menimbulkan dosa dan penyesalan akibat keputusannya yang tidak adil atau merugikan pihak lain. Di dalam al Qur’an, perintah tabayyun juga terdapat pada S. al Hujarat /49 ayat 6.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [al Hujurot ayat 6]

Dengan mengakomodir tafsir ke 94 Departemen Agama tersebut, tersirat suatu perintah Allah, bahwa setiap mukmin, yang sedang berjihad fi sabilillah hendaknya bersikap hati-hati dan teliti terhadap orang lain. Jangan tergesa-gesa menuduh orang lain, apalagi tuduhan itu diikuti dengan tindakan yang bersifat merusak atau kekerasan.

HIPNOSIS, NLP, DAN POTENSI PIKIRAN MANUSIA
Definisi hipnosis menurut Dave Elman dan sekaligus yang telah diakui oleh dunia dan paling banyak dipakai adalah ► bypass of critical faculty and establishment of selected thinking atau menembus pemikiran kritis dan menciptakan pemikiran yang dipilih. atau dengan kata lain adalah sebuah tekhnik untuk berkomunikasi atau mengakses kemampuan pikiran alam bawah sadar manusia… dimana potensi kemampuan pikiran atau MIND POWER MANUSIA itu 88 persen masih tersimpan di alam bawah sadar manusia…..

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar.

Tentu kita pernah mendengar nama besar Bill Clinton, Andre Aggasy, Lady Diana, Nelson Mandela, Ronald Reagen maupun juga Robert Kiyosaki. Dibalik kisah kesuksesan hidup mereka, ternyata mereka adalah orang-orang yang telah memprogram otak mereka sedemikian rupa untuk mencapai kesuksesan tersebut. Tidak hanya menggali kemampuan otak/pikiran yang berada pada kondisi normal (baca: pikiran sadar), mereka juga menggali dan mengoptimalkan potensi pikiran bawah sadar

“Potensi manusia itu ibarat sebuah fenomena gunung es. Sampai saat ini, kebanyakan orang masih menggunakan potensi dari kekuatan pikirannya hanya sebesar 12% untuk melakukan berbagai hal. Sisanya (88%) adalah pikiran bawah sadar (unconscious) yang masih dapat dimaksimalkan untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik, menampilkan kemampuan terbaik setiap saat dalam berbagai situasi, membalik problem & penghalang menjadi penunjang untuk meraih sukses, mempercepat kemampuan belajar dalam segala bidang, mengubah cara berpikir, merasakan dan bertindak, mendeteksi pola-pola perilaku positif dan perilaku yang perlu dihindari, meningkatkan kepekaan dan menggunakan pancaindera secara efisien serta mempelajari cara memodel karakter dan keunggulan dari orang-orang sukses atau menduplikasi keahlian seseorang”

Dapat diibaratkan otak sadar manusia adalah seorang nakhoda sedangkan otak bawah sadar adalah ruang mesin (robot) yang siap melakukan perintah nakhoda. Sungguh ajaib dan sangat menakjubkan potensi otak manusia. Berdasarkan suatu penelitian seorang yang jenius dapat mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya sebesar 5-6% dari kapasitas otak sadar manusia pada umumnya yaitu 12%. Salah satunya adalah Albert Einstein, seorang ilmuwan yang sangat tersohor, tapi jenis orang seperti ini tidak banyak hanya ± 100 manusia di dunia ini.

Menurut penelitian, Einstein lebih banyak menggunakan belahan otak kanannya (daya imajinasi yang kuat) sehingga Beliau dapat menghasilkan penemuan-penemuan yang spektakuler. Berdasarkan penelitian terbaru bahwa setiap sel otak yang tersambung dengan sel otak yang lainnya akan membantu proses berpikir. Semakin banyak sambungan sel dalam otak maka akan semakin cerdas otak kita. Dalam hal ini Albert Einstein telah melakukannya. Walaupun tidak ada data yang memastikanberapa banyak sel otaknya yang telah tersambung, yang pasti belum semua kapasitas dari otaknya digunakan. Tapi hasilnya sudah sangat luar biasa! Apalagi jika 100% dari kapasitas fungsi otaknya digunakan, pasti hasilnya lebih luar biasa, bukan?

Sedangkan manusia rata-rata hanya menggunakan kapasitas otak sadar kurang dari 4%. Apakah potensinya bisa ditingkatkan? Jawabannya sudah pasti bisa, asalkan tahu caranya dan mau melatihnya. Hanya ada satu juta orang di dunia ini yang mampu mengoptimalkan cara kerja otak sadarnya mencapai kapasitas 4%. Sudah pasti prestasi mereka sangatlah menakjubkan. Anda mau masuk golongan yang mana?

Bayangkan berat otak manusia pada umumnya hanya seberat 1,5 kg tapi kemampuannya sangat luar biasa. Otak manusia mampu memberikan perintah secara otomatis kepada fungsi syaraf mata untuk membedakan ± 10 juta warna yang ada di dunia ini, selain itu secara otomatis otak manusia mampu memerintah jantung untuk bekerja/memompa sebanyak ± 100.000 kali/hari, otak manusia mampu mengatur pasokan darah dari kerja jantung sehari total ± 25.000 liter sepanjang ± 100.000 km ke seluruh tubuh dengan tanpa kita sadari, dan masih banyak hal luar biasa yang dikerjakan secara otomatis oleh organ tubuh manusia atas perintah otak. Sungguh luar biasa bukan kemampuan otak manusia.

Secara alami Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna. Namun banyak diatara kita yang belum menyadari dan mampu mengoptimalkan cara kerja otak kita. Sesungguhnya manusia tidak ada yang bodoh, manusia sebenarnya hanya belum tahu cara mengoptimalkan cara kerja otaknya. Dengan fakta-fakta dan kondisi yang luar biasa ini masih pantaskah kita mengeluh dan terus mengeluh? Sudah sepantasnya kita bersyukur atas rahmat Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita.

Dewasa ini banyak pelatihan dan buku-buku yang membantu kalau kita ingin mempelajari cara kerja otak dan mengoptimalkan fungsinya. Salah satu ilmu pengetahuan yang sangat popular adalah Hipnotis, NLP (Neuro Language Program), dan Mind Power, bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut dapat mengikuti seminar-seminar yang berkaitan dengan topik di atas atau minimal Anda mempelajari secara otodidak dengan membaca buku.

Berikut ini perbedaan cara kerja otak kiri dan otak kanan manusia:

Dari sini terlihat jelas bahwa kalau kita cenderung menggunakan fungsi belahan otak kiri lebih dominan maka dalam kehidupan sehari-hari akan tercermin. Misalnya fungsi belahan otak kiri yang dominan biasanya pekerjaannya adalah Accounting atau Computer Programmer. Sebaliknya jika kita menggunakan fungsi belahan otak kanan lebih dominan mungkin profesi kita sebagai Marketing atau Public Relation. Ini hanya berdasakan survei tidak selalu berlaku demikian.

Otak kita merupakan hard ware layaknya seperti perangkat komputer. Yang menentukan kesuksesan hidup kita adalah soft warenya. Soft ware adalah program pikiran yang kita yakini. Memang hard ware perlu dijaga, dirawat dan kinerjanya ditingkatkan. Misalnya dengan latihan, melatih kedua fungsi otak kita. Tujuan melatih otak selain untuk meningkatkan kinerjanya juga untuk menyeimbangkan kerjanya. Jika otak dalam keadaan sehat maka fungsinya akan optimal. Fungsi otak manusia sangat luar biasa jika kita tahu bagaimana mengoptimalkannya. Cari tahu belahan otak mana yang lebih dominan dalam diri Anda dan cobalah uji kemampuan fungsi otak Anda.

Kalau berdasarkan hasil test, saya lebih cenderung menggunakan fungsi belahan otak kiri. Namun dalam keseharian saya senang dengan bidang pelatihan yang selalu bertemu orang banyak dan saya selalu berinteraksi layaknya seorang marketing yang selalu berinteraksi dengan pelanggan. Saya juga berusaha mengoptimalkan fungsi belahan otak sebelah kanan, saya belajar secara otodidak. Sebaiknya Anda juga dapat mengkombinasikan kedua fungsi belahan otak Anda. Tuhan menciptakan kita sedemikian rupa pasti ada maksud baiknya. Oleh sebab itu kalau kita tahu bagaimana mengoptimalkan fungsi otak kita, sukses bisa menjadi kenyataan yang indah.

Sebenarnya tidak ada rahasia dalam menggali potensi dari kekuatan pikiran kita. Kuncinya adalah apa yang masuk ke dalam pikiran kita. Karena apa yang masuk ke dalam pikiran, apa lagi secara berulang-ulang masuk ke dalam pikiran kita maka akan terprogram ke dalam pikiran bawah sadar, sehingga akan menjadi suatu keyakinan. Dalam bahasa lain disebut Believe System. Apa yang telah tertanam dalam otak bawah sadar akan terekam baik dalam memori otak kita. Karena apa yang telah tertanam di otak bawah sadar kita akan menjadi suatu keyakinan. Sebagai contoh kita meyakini kalau mencuri itu adalah perbuatan yang salah (dosa) karena sejak kecil kita diajarkan orang tua kita, begitu banyak ajaran-ajaran yang masuk ke dalam otak kita maka lama kelamaan kita menjadi yakin. Apapun ajarannya yang telah berulang-ulang kita terima dalam otak kita pada akhirnya kita akan meyakininya. Entah itu ajaran yang benar atau yang salah? (karena pada saat anak-anak kita belum dapat membedakannya) Celakanya jika ajaran itu salah atau keliru maka kita menjadi seorang yang mempunyai keyakinan yang keliru pula.

Dalam bahasa lain keyakinan yang keliru lazim disebut sebagai blocking mindset, selama blocking mindset ini tidak dibenahi maka cara pandang kita akan selamanya keliru. Tidak ada cara lain untuk membenahi kekeliruan tersebut selain dengan cara memasukkan terus informasi yang positif dan menghindari informasi negatif. Ingatlah apa yang masuk dalam pikiran kita akan diproses yang menghasilkan output seperti bahan bakunya. Sebagai contoh jika kita melihat orang asing yang bertampang sangar di jembatan penyebrangan ketika malam hari. Apa reaksi dari pikiran kita? Curiga, takut, atau berpikir positif? Saya yakin kecenderungan kita akan berpikir “ah jangan-jangan orang ini akan?” Kita lebih sering menerima berita negatif dibanding dengan berita postif sehingga tidak heran kalau hidup kita sudah terkondisikan degan hal-hal negatif. Akibatnya kita cenderung menjadi takut, curiga dan tidak mudah percaya kepada hal-hal baru. Kembali pada kejadian tadi, karena kita berpikir negatif bisa jadi orang yang bertampang sangar tadi menjadi berniat jahat terhadap kita. Mengapa? Jawabannya, mungkin memang ia benar-benar orang jahat, atau mungkin karena kita mengirim sinyal kepadanya, karena rasa takut kita. Entah apa namanya pikiran kita bisa mengirimkan suatu gelombang yang akan terpancar pada wajah kita. Sekarang terserah kepada Anda, mau bersikap negatif terus atau mau berubah.

Tentunya kita harus tetap waspada tetapi bukan berpikir negatif terus, pasti rugi dech dengan sikap tersebut. Satu tips dari saya kalau Anda terbiasa berpikir negatif silakan minimal Anda berpikiran netral dalam bahasa lainnya disebut Open Mind atau No Mind State. Dengan berpikiran netral diharapkan hidup Anda lebih baik, lebih Happy. Syukur kalau Anda melatih untuk terus berpikiran positif. Sukses diawali dari pikiran yang sehat, jernih dan positif. Jagalah pikiran kita agar tetap sehat, jernih dan positif agar kita juga dapat sukses.

Mempelajari HIPNOTIS dan NLP mirip dengan mempelajari manual cara kerja otak (baca: pikiran) manusia. NLP adalah varian terbaru dari ILMU HIPNOTIS. Dengan NLP tersebut, diharapkan agar kita bisa menjadi “tuan” atas otak kita dan bukan menjadi “budak”nya.

NLP merupakan sebuah integrasi dari berbagai macam disiplin ilmu yang meliputi neurologi, psikologi, linguistik (bahasa), cybernetics, dan teori-teori sistem.

  • NEURO merujuk pada otak, pikiran, proses berpikir, dan bagaimana cara mengorganisir nerid (bagian syaraf pada otak). 
  • LINGUISTIC merupakan bahasa serta cara berkomunikasi yang diharapkan mampu memberikan makna dan pengaruhnya terhadap kehidupan kita, sedang 
  • PROGAMMING adalah terkait dengan urutan proses modifikasi dalam rangka untuk mendapatkan pencapain terbaik.

Salah satu metode NLP adalah The Swish Pattern untuk menghilangkan problem atau perilaku yang negatif dalam diri manusia sehingga didapatkan kondisi yang ideal. Tekhniknya adalah dengan memvisualisasikan gambar diri mereka pada kondisi yang ideal. Kondisi tersebut kemudian ditutup dengan situasi negatif atau problem atau perilaku yang ingin dihilangkan. Kemudian, dalam gambar situasi negatif tersebut dibuat sebuah lubang kecil (semua dilakukan dalam pikiran dengan kondisi mata terpejam) untuk mengintip situasi positif yang diinginkan. Peserta diminta untuk membayangkan membuka mata (dengan kondisi riil mata masih terpejam) dan mevisualisasikan dengan cepat lubang kecil itu membesar dan “Swish!!!” gambar negatif itu hilang dan peserta melihat gambar positifnya tampak jelas. Peserta diminta untuk mengulanginya sebanyak 5-6 kali. Hal ini dengan mudah juga bisa dilakukan untuk menghilangkan kecanduan kita terhadap rokok misalnya. Visualisasikan secara terus menerus rokok tersebut dengan sesuatu yang paling menjijikkan/ penyakit paling berbahaya (misal paru-paru) secara berulang-ulang, sehingga saat kita akan mengambil/memegang rokok maka secara otomatis mata/pikiran akan terkoneksi dengan sesuatu benda menjijikkan/penyakit berbahaya yang tidak kita inginkan hadir dalam diri kita. Dengan demikian secara otomatis pula kita akan membatalkan niat untuk merokok.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam bishshowab.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh….

Menembus Batas Nasib Dan Membuka Dimensi Baru Kehidupan

Setiap manusia tentu ingin sukses dan hidup berbahagia, karena sukses dan hidup sejahtera adalah hak azazi manusia. Namun faktanya tidak semua manusia bisa meraihnya. Seakan ada sebuah tembok pembatas antara diri kita dan cita-cita kita. Ini adalah tembok ilusi yang mencengkram manusia untuk tidak bisa terlepas dari keterkungkungan dan keterpurukan nasibnya. Keadaan yang serba terbatas, minimnya aset dan kompetensi diri, serta kondisi makro yang tidak berfihak pada wong cilik bagaikan serangan mitraliur sugesti negatif yang terus menerus mengeroposkan pertahanan daya mental kita. Sehingga akhirnya kita bertekuk lutut dan menyerah pada nasib.

Eits, tunggu dulu…. Jangan buru-buru menyerah. Bila sukses yang kita bicarakan adalah hak azazi. Maka tentu setiap manusia berhak untuk meraihnya. Dan tentu setiap manusia sudah di bekali oleh Tuhan alat-alat yang cukup untuk mencapainya. Dunia boleh tidak berfihak pada kita, namun jangan jadi manusia yang tidak berfihak pada diri sendiri. Kita tidak akan kalah, selama kita tidak menerima kegagalan hidup sebagai suatu kekalahan. Kegagalan hidup kita hari ini, adalah sebuah pelajaran bagi kita mengenai sebuah jalan salah yang berbuah kegagalan. Yang tidak akan lagi kita lalui di masa kini dan masa mendatang. Jangan jadikan kegagalan kita di hari kemarin sebagai penjara mental bagi kita.

Penjara yang umum kita kenal adalah tempat untuk mengurung seseorang, untuk periode waktu tertentu, yang telah berbuat kesalahan atau kejahatan. Selama seseorang berada di penjara maka ia kehilangan kebebasan dan sebagian hak-haknya sebagai warga negara. Narapidana menjalani hidup yang monoton dan terisolasi dari dunia luar sampai masa hukumannya habis.

Penjara mental menjalankan fungsi yang sama. Namun sangat banyak orang yang secara sadar atau tidak sadar telah memasukkan diri mereka ke penjara yang tidak kasat mata, yang lebih mengerikan, dan dapat mengurung diri mereka seumur hidup. Satu-satunya cara untuk keluar dari penjara mental adalah dengan secara sadar menelaah setiap kepercayaan yang dipegang seseorang. Tidak ada kepercayaan yang baik atau buruk. Yang ada adalah kepercayaan yang mendukung dan menghambat.

Kepercayaan seseorang mengendalikan cara berpikir, sikap, perilaku, bagaimana ia menggunakan waktunya, siapa kawannya, buku apa yang ia baca, gaya hidup, penghasilan, dan masih banyak aspek lain.

Apapun kondisi nasib yang kita alami, itu hanyalah buah atau pancaran dari alam vibrasi quanta yang berada di dalam diri kita, yaitu kondisi hati dan fikiran kita. Oleh karena itu Saat mental block telah berhasil diatasi maka pikiran mampu bekerja dengan ”daya” maksimal dan kongruen. Dengan demikian The Law of Attraction dapat diarahkan untuk bekerja secara maksimal dalam membantu kita menarik hal-hal yang kita inginkan.

Pikiran mempunyai vibrasi. Dan apapun yang kita pikirkan akan dikirim ke semesta alam dalam bentuk sinyal yang akan menarik segala sesuatu yang sejalan dengan vibrasi pikiran kita. Likes attract likes. Dengan memahami hal ini maka apapun yang terjadi dalam hidup kita baik yang positif dan negatif adalah akibat dari hasil kerja LOA yang diaktifkan dan diarahkan oleh pikiran kita. Ini adalah hukum Alam atau sunnatullah.

“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : “Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Batas itu adalah pemisah antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Untuk menyebrang perbatasan diperlukan izin dan prosedur khusus, tidak mudah memang. Meskipun globalisasi terus merambah semua sektor kehidupan, namun batas-batas tetap eksis, sulit dihapus. Umat manusia memang ada kecenderungan untuk saling membatasi diri. Setiap individu manusia memang membentuk batas-batasnya sendiri, bahkan ada yang secara berlebihan.

Bayangkan menjalani kehidupan dengan batas-batas fiktif yang terus dibentuk, begitu pengap, sulit bernafas, susah berkembang. Konsekuensinya ruang gerak dan ruang hidup makin menyempit, sulit berbicara, sulit berekspresi, hanya jalan di tempat, bahkan menyusut.

Pembatasan diri disebabkan cara berpikir yang kisut, pesimis dan skeptis. Sumber segala keterpurukan memang dari cara dan proses berpikir. Cobalah berpikir indah maka hidup akan berasa indah. Cobalah berpikir horor maka hidup akan penuh dengan horor. Begitu pula, jika berpikir sempit maka hidup pun akan menjadi sempit. Ya, dari proses dan cara berpikir tertentu akan terbentuk sikap tertentu, lalu kebiasaan tertentu, karakter tertentu dan nasib tertentu. Bagaimana kondisi kehidupan kita sekarang, tidak lain merupakan akumulasi proses dan cara berpikir.

Mengubah kehidupan adalah beralih nasib, dari nasib X berubah menjadi nasib Y. Di antara kedua macam nasib itu tentu ada batas yang harus ditembus. Kemampuan menembus batas nasib sangat ditentukan oleh kekuatan mengubah cara berpikir. Kalau pikiran berkata “ya” maka proses menembus menjadi lebih mudah, sebaliknya kalau pikiran berkata “tidak” maka proses menembus nasib akan terasa sulit.

Setiap hari pikiran terus bekerja, siapapun pasti berpikir, meskipun entah apa yang dipikirkannya. Sebagaimana setiap hari setiap orang selalu bernafas, bahkan setiap sepersekian detik proses pernafasan selalu berlangsung. Begitu pula berpikir, setiap sepersekian detik proses per-pikir-an selalu terjadi. Menurut sebuah observasi, dalam 24 jam setiap orang menghasilkan 4.000 gagasan, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali, bahkan dalam tidur. Ya, ketika sedang tidur pulas pun proses berpikir tetap berlangsung.

Luar biasa memang, setiap manusia dianugerahi organ otak, sehingga memiliki kemampuan berpikir. Karena kemampuan itulah manusia dipercaya Tuhan Sang Maha Pencipta Alam Semesta (Allah SWT) sebagai pengelola (khalifah) di Planet Bumi. Jadi yang berhak memperbaiki kesejahteraan di Bumi adalah manusia, baik kesejahteraan diri sendiri, seluruh manusia, mahluk lain, bahkan Bumi itu sendiri. Begitu berat tugas manusia, yaitu sebagai pengelola Bumi. Dengan demikian cara berpikirnya harus sebesar misi dan visinya. Tugas manusia begitu mulia, mempertahankan kelangsungan Planet Bumi.

Dalam realisasinya banyak manusia yang tidak memahami visi dan misi dari proses penciptaannya. Milyaran manusia terpuruk karena keliru dalam berpikir. Setiap manusia dilengkapi organ otak, tetapi banyak yang tidak tahu cara menggunakannya. Potensi otak yang digunakan kebanyakan manusia sangat rendah, dan hanya sedikit saja yang melampaui 5 persen. Dengan kata lain, sekitar 95 persen dari otak kebanyakan manusia masih menganggur. Hal itulah yang menyebabkan beberapa wilayah di Planet Bumi terpuruk, karena secara individu manusianya “bermasalah” dengan dirinya sendiri, dan secara kolektif “bermasalah” dengan kelompoknya sendiri. Manusia memang cenderung berkelompok dalam satuan yang kecil sampai besar, satuan yang besar adalah negara. Banyak negara yang terpuruk karena secara kolektif manusia di dalamnya tidak bisa menembus batas nasib, secara kolektif tidak bisa mengubah cara berpikir. Untuk mereformasi cara berpikir kolektif memang diperlukan pemimpin yang mumpuni yang menjadi teladan dan panutan.

Menembus batas nasib manusia, baik secara individu atau kolektif harus dimulai dengan mengubah cara berpikir. Aspek pendidikan menjadi penting untuk mengubah cara berpikir secara kolektif . Bagaimanapun, penyebab utama dari banyaknya negara yang terpuruk ialah kegagalam sistem pendidikan. Pendidikan harus dimulai dengan upaya penekanan bagaimana cara menggunakan otak dan bagaimana proses berpikir yang baik dan benar.

Manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh keterbatasan. Secara fisik, spesies homo sapiens lebih lemah daripada beberapa spesies hewan terutama predator. Andaikata manusia berkelahi tangan kosong tanpa senjata melawan harimau atau beruang misalnya, kemungkinan manusia yang menang hampir mustahil.

Oleh karena itulah, di kamp-kamp pelatihan militer apalagi pasukan khususnya, anggotanya digenjot hingga sampai ke batas-batas fisiknya. Dengan begitu mereka menjadi lebih tangguh daripada kebanyakan manusia lainnya.

Dalam hidup, bagi kita yang bukan anggota militer, kerapkali latihan seperti di kamp itu tidak kita lakukan. Padahal, sejatinya hidup menggenjot kita lebih keras daripada itu. Batas-batas yang harus ditaklukkan bukan semata batas fisik semata, melainkan juga batas mental yang lebih sulit.

Mental atau biasa juga disebut sebagai pola pikir (mindset) oleh motivator, merupakan suatu kondisi kejiwaan yang mengantisipasi suatu kejadian tertentu. Di sini manusia berupaya senantiasa membuat mentalnya selalu dalam kondisi terbaik. Kelelahan mental tentu mengakibatkan gangguan kejiwaan. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat stress yang kemudian berlanjut ke depresi.

Penembusan batas-batas inilah kunci kesuksesan manusia dalam mengarungi hidup. Hanya mereka yang mampu menembus keterbatasan sebagai manusia saja yang menjadi pemenang. Banyak batas yang bisa ditembus dari berbagai sisi. Sebagai contoh, mereka yang menembus batas spiritual dan religiusnya akan memasuki dimensi baru sebagai seorang ‘tangan kanan’ Tuhan. Ia memiliki kemampuan yang terhitung sebagai di luar akal seperti memindahkan hujan bahkan berjalan di atas air. Seorang yang menembus batas kemampuan otot kakinya untuk berlari akan menjadi atlet yang memecahkan rekor kecepatan berlari. Mereka yang mampu mengalahkan batas gengsi menawarkan sesuatu kepada orang lain dengan resiko ditolak akan menjadi saudagar atau pengusaha sukses.

Itulah bedanya manusia dengan hewan. Meski kuat, harimau tidak akan tertarik untuk terbang seperti elang. Sementara manusia yang melihat burung bisa terbang pun terpincut ingin terbang. Karena itulah kita dikaruniai akal-budi untuk menembus keterbatasan kita sebagai manusia.

Di saat berupaya menembus batas itulah, pasti akan ada halangan yang muncul. Dan jelas itu tidak akan pernah ringan. Seperti yang selalu menjadi slogan yang diteriakkan dengan bentakan oleh instruktur di kamp pelatihan militer: “hari yang ringan adalah kemarin!” Jadi, jangan harap rintangan hari ini akan makin mudah. Setiap manusia yang telah bertekad menembus batas pasti menyadari beratnya rintangan. Namun seperti juga pelatihan militer pasti akan berakhir dengan pelantikan sebagai anggota, demikian pula dengan perjuangan dalam hidup.

Penembusan batas akan menjadi manis apabila kita terus hingga melewati batas itu dan menyadari betapa indahnya dunia di balik batas itu. Seperti halnya dialami siapa pun yang pernah naik gunung, kelelahan saat mendaki terbayar tuntas saat menikmati keindahan pemandangan dari puncak. Itulah batas gunung yang ditembus.

Maka, jadilah manusia yang selalu berupaya menembus batas. Tercapainya satu puncak gunung seharusnya tidak membuat kita berhenti mendaki. Karena batas itu ada di mana-mana. Sekali kita merasa puas, maka batas tak lagi kita tembus. Ada sebuah jurang baru lagi terbentuk di depan kehidupan kita saat kita berhenti menembus batas.

Jangan pernah lelah menembus batas. Karena kita manusia dianugerahi kemampuan untuk menembusnya!

PUSTAKA ;

  • filsafat.kompasiana.com/2011/01/16/menembus-batas-nasib-manusia
  • bhayu.net/?p=8

Kunci Quantum Success Power NAQS DNA (NIAT, BAIK SANGKA, SUGESTI)

Barang siapa yang ingin mendapatkan dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin mendapatkan akhirat harus dengan ilmu dan barang siapa yang ingin mendapatkan kedua-duanya maka kuncinya harus dengan ilmu

 Assalamu ‘alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..
Sahabat Sukses dengan NAQS DNA, selama ini saya amati dari evaluasi perkembangan siswa NAQS. Ternyata masih banyak yang belum memahami filosofi dasar dari keilmuan NAQS DNA, sehingga keilmuan yang mereka peroleh kurang berkembang secara maksimal dan kurang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi lingkungannya. Hal itu terutama dikarenakan mereka masih terikat kuat dengan Pola Fikir [MINDSET]lama yang telah ada dan tertanam kuat di dalam pikiran mereka.

Siswa yang berlatar belakang Ilmu Hikmah Dan Kanuragan, maka masih terlihat sibuk mencari amalan-amalan yang bisa menambah power kesaktian mereka. Angan-angan mereka dipenuhi seribu satu khayalan tentang Karomah dan kesaktian orang-orang zaman dulu.

Siswa yang berlatar belakang ilmu spiritual tradisional, maka akan suka bila di ajak mendongeng tentang alam-alam ghoib. Tiada hari tanpa membincangkan alam ghoib. Baik alam ghoib duniawi semacam alam jin, ratu kidul, dll. Ataupun alam ghoib langit, semacam alam makrifat, dll. Seakan mereka sudah tidak lagi suka makan nasi, dan lupa anak istri yang masih butuh perhatian mereka dan butuh nafkah dari mereka. Sedangkan siswa yang berlatar belakang ilmu spiritual modern, akan suka menenggelamkan diri pada khayalan tentang aura serta pencapaian-pencapian akan terbukanya cakra-cakra yang lebih tinggi, kundalini, dll.

Sesungguhnya itu semua tidak selaras dengan filosofi dasar dari NAQS. Inti dasar dari ilmu NAQS adalah ilmu makrifat, atau ilmu untuk menjadi seorang hamba Allah yang baik, yang setiap denyut nadi kehidupannya selalu dia abdikan untuk Allah semata. Ibarat air sungai yang tidak pernah terpisah dengan sumber mata airnya, ibarat cahaya yang tidak pernah lepas dari sumber inti cahaya, dan ibarat planet-planet yang tidak pernah lelah mengorbit mengikuti matahari. Ibarat partikel atom yang tiada lelah thowaf berputar mengelilingi inti atom, ibarat kehidupan yang berputar mengikuti inti kehidupan. ibarat badan yang mengikuti nyawa. Yang artinya, ketika sang hamba telah di tinggalkan Tuannya. Maka berakhirlah kehidupan sang hamba…. Karena hakekat sumber kehidupan dan kekuatannya adalah berasal dari sumber kehidupan tersebut. Inilah hakikat makna LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAH.

Seseorang yang telah konsisten menjadi hamba Allah, secara otomatis akan bisa seutuhnya menerima pancaran sifat-sifat terpuji [HAKIKAT MUHAMMADIYAH] dari Nur Allah yang tercermin dalam hidup kehidupannya. Secara vertikal dia berperan sebagai hamba, dan secara horisontal dia berperan sebagai Khalifatullah fil Ardl, Insan Ilahiah yang berjiwa pemimpin yang bisa memayu hayuning bawono atau Rahmatan lil ‘alamin. Kehadirannya menjadi berkat dan rahmat bagi semesta alam…..

Nah, bila filosofi dasar ini difahami dengan baik. Maka kita tidak akan terlalu banyak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Hanya karena memperturutkan angan-angan kosong serta memperturutkan hawa nafsu. Karena bila pikiran kita setiap hari hanya memikirkan topik yang sama terus menerus, maka itu semua akan tertanam secara kuat ke dalam alam bawah sadar kita. Dan selanjutnya pokok pikiran itu menjadi PROGRAM KEHIDUPAN DI DALAM PIKIRAN yang akan mengendalikan arah dan gerak kehidupan kita untuk menuju ke arah itu.

Perlu di fahami, bahwa segala sesuatu itu ada waktu dan masanya, sebuah ilmu yang positif dan bermanfaat di masa lalu. Belumlah tentu bermanfaat di masa kini. Zaman sekarang adalah zaman ilmu pengetahuan dan tekhnologi, apalah jadinya nasib generasi muda bila semuanya tenggelam di alam mistik. Adakah itu bermanfaat bagi kemajuan diri, bangsa, negara, dan juga agama. Apalagi bila ilmu mistik yang digeluti hanya sekedar sebagai pemuas dari khayalan mereka akibat terpengaruh oleh kuatnya ambisi dan hawa nafsu belaka…

Oleh karena itu, pelajarilah ilmu metafisika yang bernuansa duniawi ala kadarnya saja. Dan janganlah terlalu berlebihan, sehingga menghabiskan umur untuk tirakat dan riyadloh demi ilmu duniawi semata dan melupakan kehidupan akhiratnya.

Oleh karena itulah NAQS DNA Methode hadir memberikan solusi, agar kita tetap bisa memanfaatkan ilmu metafisika. Namun tetap tidak ketinggalan zaman serta menjadi pelopor dan trendsetter pembangunan di manapun kita berada. Rajin berkarya untuk alam semesta sebagai wujud dari rasa syukur dan pengabdian kita kepada sang MAHA PENCIPTA.

Langkah pertama dari methode NAQS DNA, adalah membuka kesadaran manusia akan adanya alam vibrasi energi [ENERGY AWARENES]. Dan kemudian memberikan AL-WASILAH yaitu sinyal transmitter di dalam Qalbu manusia agar pancaran gelombang FREKWENSI HATI NURANI DAN FIKIRAN manusia dapat langsung terhubung dengan pusat alam semesta yaitu Tuhan Semesta Alam. Sedangkan langkah selanjutnya yang menjadi tugas siswa adalah menjaga koneksinya [taqorrub] dengan Tuhan tetap terjaga dengan baik selama 24 jam penuh. Dengan senantiasa berdzikrullah dan menyadari keberadaan Nur Ilahi yang selalu beserta dia. Itulah makna kalimat BISMILLAHIRROHMANIRROHIM. BESERTA ASMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG. Itulah maqom kehambaan yang sebenar-benarnya…

Maka untuk selanjutnya berlakukah hukum Allah yang tertuang dalam hadits ini bagi dirinya….
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, “Barang siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding (mengerjakan) apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintai nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, menjadi tangannya yang dia gunakan memukul, serta menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku pasti memberinya, dan jika dia minta tolong kepada-Ku niscaya Aku pasti menolongnya.” (HR al-Bukhari)

Ketika seorang manusia yang hati dan fikirannya sudah terhubung dengan baik dengan ALLAH, maka untuk selanjutnya dia haruslah sangat berhati-hati dalam menjaga gerak hati, fikiran, kata-kata, dan perbuatannya. Karena apa yang ada di fikirannya, lambat atau cepat segera akan menjadi realita di dalam kehidupannya. Oleh karena itu fahamilah potensi kekuatan-kekuatan yang di anugerahkan Tuhan di dalam diri kita. Sehingga tidak terjebak pada kehidupan yang sia-sia, namun hidup menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan alam semesta.

Manajemen INNER POWER meliputi ;

MENGOLAH KEKUATAN PRASANGKA DAN NIAT[KEKUATAN HATI DAN FIKIRAN]
Niat menurut istilah syar’i adalah bermaksud kepada sesuatu yang disertai perbuatan. Jika bermaksud kepada sesuatu tetapi tidak disertai perbuatan maka ini dinamakan azzam.

Di dalam shahih Muslim disebutkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda : “Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Rasulullah shallahu a’lahi wa sallam bersabda :
“Tiada suatu amalanpun yang mendekat kesurga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan keneraka kecuali telah aku larang kalian darinya. Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rezekinya, Sesungguhnya jibril telah menyampaikan kepada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rezkinya. Maka bertakwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat , maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Alloh karena sesungguhnya keutamaan/karunia Alloh tidak akan didapat dengan maksiat.”

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafs ‘Umar ibnu Al-Khathab radhiyalallahu ta’ala ’anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia niatkan’” (HR. Bukhari dan Muslim)

MENGOLAH KEKUATAN KATA-KATA DAN PERBUATAN
Alam semesta adalah lautan energi yang gelombangnya memantul kemana-mana, termasuk akan memantul kembali kepada kita sendiri. Itulah yang diajarkan Allah SWT dalam firman-Nya:“Barang siapa berbuat kebaikan maka (hasilnya) untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa berbuat kejahatan maka (akibatnya) untuk dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sekali-kali tidaklah menganiaya hamba-hamba-Nya” (Q. S Fushilat (41): 46)

SUGESTI

Sugesti berasal dari bahasa inggris yaitu suggest yang berarti menasehati, membayangkan, menyarankan, mempengaruhi. Auto sugesti secara bahasa dapat diartikan mempengaruhi diri sendiri.

Auto sugesti adalah kemampuan diri kita dalam memberi pengaruh terhadap diri untuk memiliki keyakinan kuat atas keputusan atau pilihan-pilihan yang kita ambil. Auto sugesti sangat dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar yang kita miliki. Umumnya kita mengenal dua macam pikiran. Yaitu “pikiran sadar” dan “pikiran bawah sadar”.

Pikiran bawah sadar yang kita miliki dapat menjadi mekanisme pencapaian kesuksesan maupun mekanisme kegagalan. Apabila kita mengangankan sesuatu dan optimis untuk melakukan proses pencapaiannya maka secara otomatis pikiran bawah sadar yang kita miliki menjadi mekanisme kesuksesan. Sebaliknya ketika apa yang kita inginkan dihantui kekhawatiran, pesimis dan was-was akan gagal maka secara otomatis pikiran bawah sadar kita akan berfungsi sebagai mekanisme kegagalan.

Pikiran bawah sadar dalam diri kita merupakan bagian terpenting dalam memberikan sugesti sukses maupun sugesti gagal. Sebagai ilustrasi yang akan membantu kita mendapatkan gambaran tentang pikiran bawah sadar;

“Sepotong besi baja tidak akan mampu menarik dan mengangkat sepotong jarumpun tanpa diberi daya magnet. Namun ketika baja tersebut diberikan daya magnet maka baja tersbut akan mampu menarik dan mengangkat besi lain yang beratnya beberapa kali lipat besi baja tersebut. Pikiran bawah sadar itulah daya magnet yang harus kita asah dan kita latih agar mampu memberikan suplai energi positip untuk pencapaian tujuan yang kita miliki.

Aktivitas yang pernah kita lakukan, pengalaman yang kita lalui, maupun pekerjaan kita adalah merupakan reaksi pikiran bawah sadar. Seorang pengendara motor akan tahu seberapa cepat dia menarik gas untuk melampui beberapa kendaraan didepannya, seorang sopir tahu lebih cepat arah jalan yang harus ia pilih untuk mencapai target tujuan sebelum mobilnya melalui jalan yang ada dalam pikirannya. Seorang pasien akan merasa nyaman jika dihadapkan pada dokter spesialis “manjur” pilihannya atas dasar informasi pihak lain dibanding jika berhadapan pada dokter yang sama tanpa informasi ke”manjuran” pada tahap sebelumnya.

Mekanisme bawah sadar sangat memberikan pengaruh pada sugesti-sugesti yang kita ambil, karena itulah apapun yang kita inginkan tanpa adanya keinginan kuat yang diiringi dengan prasangka positip kepada diri, kepada orang lain dan kepada Allah SWT maka keinginan itu hanya akan menjadi awal kekecewaan kita, karena setiap kegagalan pada dasarnya selalu diawali oleh gagalanya perencanaan. Gagal merencanakan berarti juga merencanakan kegagalan.

Sejauh mana anda mampu membayangkan apa yang anda inginkan maka sejauh itu pula anda mampu menerjemahkan dalam kenyataan. Apa yang anda bayangkan tentang kesuksesan maka seperti itulah pada kenyataannya sukses bagi anda. Yang jadi masalah adalah ketika anda tidak mampu menerjemahkan kesuksesan seperti apakah yang anda inginkan, maka kesuksesanpun hanyalah angan kosong. Bila kita tidak tahu tujuan hidup kita, maka kehidupan kita menjadi tidak terarah.

Tujuan membuat Anda tetap FOKUS.
Tujuan memberi Anda sesuatu untuk DIRAIH.
Tujuan membuat ide-ide dan SOLUSI terus mengalir.
Tujuan membuat Anda ANTUSIAS.
Tujuan memberikan gambaran RUTE dalam kehidupan.
Tujuan memberikan ARTI dalam hidup Anda.
Tujuan membantu Anda untuk tetap PRODUKTIF.
Tujuan memberikan KEJELASAN dalam pembuatan keputusan.
Tujuan menyediakan ALAT UKUR dalam mempertimbangkan suatu ide.
Tujuan membantu Anda untuk tetap TERORGANISIR.
Tujuan membantu Anda untuk MEMPROMOSIKAN diri Anda kepada orang lain.
Tujuan membantu Anda MENILAI produktifitas dan efektifitas Anda.

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)
Allaahummanfa’nii bimaa ‘allamtanii, wa’allimnii maayanfa’unii, wazidnii ilman, walhamdu lillaahi ‘alaa kulli haal, wa a’uudzu billaahi min ‘adzaabin naar
Artinya ;
“Ya Allah, berikanlah kemanfaatan ilmu untukku dari apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku ilmu yang dapat memberi manfaat bagiku serta tambahkanlah ilmu untukku, segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan dan saya berlindung kepadaMu dari siksa api neraka.”
Amin ya robbal ‘alamin…..

Wallahu a’lam bishshowab
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

PUSTAKA ;

  • sedekah.net/web/artikel/146-berbaik-sangka-kepada-allah
  • sugestipower.com/artikel.php?id_berita=189

NB.

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا

Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarilah aku hal-hal yang akan bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah untukku ilmu.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t)

اللَّهُمَّ إِنِّـي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يـَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah puas/cukup, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim, Ahmad dan An-Nasa’i dari Zaid bin Arqam z)

Dalam sebuah Hadis Qudsy Allah berfirman, “Ana ‘inda dzonni ‘abdi bi (Aku menuruti saja persangkaan hamba-Ku).” = KALAU TIDAK MERASA SEBAGAI HAMBA ALLAH ALIAS INGKAR ALIAS KAFIR, BERARTI PERSANGKAANNYA TIDAK AKAN DITURUTI ALLAH SWT, JADI SEKEDAR ANGAN-ANGAN KOSONG BELAKA YANG TIDAK AKAN ADA REALISASINYA.

► Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti perSANGKAan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). ( QS. Al An’am 6:116 )

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali perSANGKAan saja. Sesungguhnya perSANGKAan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran [690]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

[690] Sesuatu yang diperoleh dengan praSANGKAan sama sekali tidak bisa mengantikan sesuatu yang diperoleh dengan keyakinan.
( QS. Yunus 10:36 )

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali praSANGKA belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
( QS. Yunus 10:66 )

Rahasia Ilmu Telepati Untuk Mempengaruhi Orang Dari Jarak Jauh

Seperti dinyatakan oleh Willy Wong dan Andri Hakim (2009:16) bahwa pola pikir kesadaran manusia dapat dibedakan sebagai pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind). Lebih lanjut dijelaskan bahwa pikiran sadar merupakan pikiran yang menggunakan akal sehat dan logika. Melalui pikiran ini, kita berpikir secara sadar dan secara logis untuk menetapkan sesuatu atau memutuskan pilihan tertentu, misalnya saat memilih pakaian yang kita senangi, buku yang kita baca, dan tempat tinggal yang kita diami.

Sebaliknya, pikiran bawah sadar merupakan pikiran yang menerima informasi yang telah dianalisis dan diterima oleh pikiran sadar secara serta merta. Pikiran bawah sadar tidak memikirkan alasan-alasan apa yang mendasari informasi tersebut, tidak menganalisis, dan hanya menerima informasi itu secara otomatis. Bagian ini berfungsi menyimpan memori jangka panjang, emosi, kebiasaan, intuisi, kreativitas, dan kepribadian.

Kekuatan Pikiran
Seperti dinyatakan di atas, dengan pikirannya manusia mampu melaksanakan berbagai hal untuk keperluan hidupnya sehari-hari. Namun, dalam menjalankan aktivitas rutin itu, seringkali kita menemui berbagai kesulitan dan hambatan seperti dalam meniti karir, berbisnis, hubungan keluarga, mendidik anak, mencari pasangan hidup, dan sebagainya. Ketika menghadapi persoalan-persoalan tersebut, seringkali pikiran kita menjadi buntu dan pada akhirnya bisa menimbulkan stres. Bagaimanakah cara untuk mengatasi berbagai poblem tersebut?

Salah satu cara yang belum banyak diketahui orang bahwa ternyata pikiran manusia itu menyimpan suatu potensi yang sangat dahsyat yang akan sangat bermanfaat kalau kita bisa membuka rahasianya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan salah satu rahasia besar itu adalah sebuah ilmu yang disebut dengan SUBJECTIVE COMMUNICATION. Ilmu ini pada dasarnya adalah berkenaan dengan metode dan teknik mempengaruhi pikiran orang lain dengan menggunakan kekuatan pikiran yang kita miliki.

Penggunaan teknik subjective communication ini merupakan suatu cara yang bisa dibuktikan secara ilmiah dan sama sekali bukan berupa kekuatan magis, sihir, jin, dan atau yang sejenisnya. Ketika menjelaskan hal ini, Tertius Lantigimo, seorang pakar di bidang subjective communication, menyatakan bahwa teknik subjective communication sesungguhnya dibangun di atas dasar fakta ilmiah mengenai kekuatan pikiran manusia, yakni pemanfaatan kekuatan dan potensi pikiran manusia. Beberapa tahun terakhir ini ada banyak penemuan mengenai potensi pikiran manusia dan salah satunya adalah mengenai teknik subjective communication ini.

Seperti yang akan dijelaskan nanti teknik subjective communication adalah teknik bagaimana menciptakan hubungan atau kontak pikiran antar manusia pada jarak jauh. Anda tidak perlu bertemu dengan yang bersangkutan untuk berkomunikasi. Cukup dari tempat tidur anda, anda memprogram pikiran anda untuk terjadi kontak pikiran atau kontak batin dan kemudian setelah kontak sudah terjadi anda melakukan komunikasi langsung. Dan dengan komunikasi ini anda mempengaruhi pikiran target anda.

Dengan subjective communication anda akan memanfaatkan segala potensi yang ada dalam pikiran anda. Dan juga anda akan memanfaatkan kekuatan yang ada di alam semesta ini. Karena pikiran manusia terhubung dengan alam semesta, seperti satelit yang menghubungkan stasiun TV atau radio dengan para pemirsa. Sama seperti sinyal telepon yang menghubungkan banyak orang di dunia ini.

Fakta Ilmiah
Beberapa fakta ilmiah mengenai kekuatan pikiran manusia, sebagaimana ditulis oleh Tertius, antara lain :

FAKTA #1
Otak manusia terdiri dari 30 milliar neuron atau syaraf otak yang bekerja dengan dahsyat melebihi kemampuan super komputer apapun di dunia ini.

Neuron inilah yang bekerja dengan dahsyat menciptakan keajaiban dalam hidup anda. Proses berpikir yang rumit sangat menentukan keadaan hidup manusia. Sukses atau gagal, kaya atau miskin, dan lain-lain, sesungguhnya ditentukan oleh neuron-neuron ini.

Sesungguhnya jika manusia mengerti bagaimana otak manusia bekerja dia dapat mengendalikan masa depannya, dan menjadi sukses. Seperti apa seseorang sesungguhnya ditentukan oleh cara berpikir. Seperti perkataan “You are what you think” (anda adalah apa yang anda pikirkan). Jadi sikap dan kondisi hidup anda menggambarkan seperti apa anda berpikir.

FAKTA #2
Memory otak manusia memilki kapasitas 30-70 triliun giga melebihi memory super komputer apapun di dunia.

 Semua yang kita lihat, dengar, rasakan, dan alami semua terekam dalam memori manusia yang berkapasitas super besar itu. Anda bisa bayangkan berapa besar ‘file’ yang anda simpan dalam memori anda selama puluhan tahun hidup anda. Semua hal baik yang positif maupun negatif akan terekam dalam memori anda. Dan pengalaman-pengalaman inilah yang akan menentukan sifat anda. Kalau memori anda merekam lebih banyak hal-hal yang negatif maka anda akan cenderung negatif. Anda akan selalu memiliki sifat “negative thinking”. Jika hal-hal positif yang lebih dominan maka anda akan memiliki sifat “positive thinking”. Anda dapat membuktikan sendiri, dengan siapa anda bergaul dan di lingkungan mana anda berada itulah yang akan menentukan sifat dan sikap anda seperti apa. Karena pengalaman di lingkungan anda itulah yang akan terekam kuat dalam pikiran bawah sadar anda dan mengendalikan cara berpikir, bertindak dan mengambil keputusan dalam hidup anda.

FAKTA #3
Pikiran manusia terhubung dengan alam semesta yang dalam bahasa psikology disebut UNIVERSAL CONCIOUSNESS (pikiran alam semesta) atau dalam bahasa biologi disebut MORPHOGENETIC FIELD (medan morfogenetika).

Memang penemuan bahwa pikiran manusia terbubung dengan alam semesta masih belum banyak diketahui orang, dan juga masih banyak yang belum begitu yakin. Akan tetapi 5-10 tahun terakhir bukti-bukti akurat yang memperkuat penemuan ini bermunculan, sehingga orang skeptik (orang tidak percaya) sekalipun tidak dapat mengelak.

Dr. Karl Pribram, seorang ahli bedah otak, menemukan bahwa otak manusia memuat bayangan alam semesta, hampir sama dengan proses holografik. Dia mengatakan bahwa pikiran manusia terhubung dengan konsep alam semesta dan menerima informasi dari alam semesta. Apa buktinya? Misalnya, Isaac Newton kira-kira mendapat teori gravitasinya dari mana? Siapa yang mengirim pesan itu ke pikirannya sehingga pada akhirnya dia menemukan teori gravitasi itu?

Ilmuwan Inggris, Jacob Boehm, juga mengemukakan penemuan yang serupa mengenai konsep holografik, dan temuan ini sudah dipublikasikan pada salah satu jurnal ilmiah terkenal di Inggris.

Dari temuan itu didapati bahwa alam semesta menghubungkan spesis-spesis atau mahluk hidup tertentu. Misalnya seekor tikus dilatih untuk menjelajahi suatu ‘maze’ atau labyrinth. Tikus yang lain juga akan mengetahui ini lebih cepat karena sudah satu ekor tikus yang memiliki ‘pengetahuan’ itu.

Hal yang serupa juga terjadi pada manusia. Jika salah seorang manusia menguasai suatu pengetahuan maka akan lebih mudah manusia lain untuk mempelajarinya. Artinya manusia sudah memiliki pengetahuan yang sama (shared intelligence). Mengapa? Karena alam semesta membantu memberikan informasi yang sama itu melalui pikiran universal atau pikiran bawah sadar. Dan temuan ini sudah dipublikasikan melalui tayangan BBC. Kemudian keterhubungan ini disebut “Morphogenetic Field” (medan morfogenetika).

Orang-orang genius yang menemukan banyak penemuan spektakuler seperti Copernicus, Galileo Galilei, Sir Isaac Newton, Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Graham Bell, dll, adalah orang-orang yang memiliki pikiran bawah sadar yang terkoneksi kuat dengan alam semesta sehingga mendapat ide atau informasi yang luar biasa. Kalau tidak dari mana mereka mendapat ‘hint’ atau ‘petunjuk’ dari penemuan itu? Ketika mereka sudah menemukan maka kita pun sesama species manusia sudah akan lebih mudah mempelajari temuan mereka. Mengapa? Karena pikiran kita saling terhubung.

Selanjutnya, seperti sudah disebutkan di atas, dalam otak manusia terdapat 30 miliar neuron atau syaraf otak. Dan luar biasanya dalam setiap neuron terdapat kumpulan atom yang besar yang beroperasi seperti komputer yang dapat berhubungan satu sama lain melalui jaringan otak. Otak manusia beroperasi seperti komputer tetapi dalam skala yang jauh lebih dahsyat.

Bandingkan dengan fakta berikut ini. Hampir semua komputer kantor saling terhubung dan mampu berkomunikasi dengan komputer lain di kota bahkan negara lain hanya karena satu modem yang menghubungkan semua jaringan. Misalnya data-data bank yang besar dapat diakses dari komputer lain pada kantor bank yang sama di kota yang berbeda atau negara lain. Karena komputer-komputer tersebut saling terhubung. Dan hal ini terjadi karena adanya jaringan internet.

Nah, pada saat-saat tertentu pikiran manusia juga memiliki keterhubungan dan kemampuan yang sama. Dengan kata lain pikiran manusia, seperti jaringan komputer, terhubung dengan pikiran manusia yang lain, dan keterhubungan itu dapat dipicu atau diciptakan melalui alam semesta. Psikolog ternama Karl Jung menyebut mysteri keterhubungan pikiran ini “universal conciousness” (kesadaran/pikiran alam semesta) dan ahli biologi Rupert Sheldrake menyebutnya “morphogetic field” (medan morfogenetika) dan kita menyebutnya “super mind”.

Penemuan yang serupa juga mengatakan bahwa semua mahkluk hidup memiliki “medan energy” (energy field) yang khas. Pada tahun 1940 Harold Burr, seorang neuroatomist dari Yale University, mengadakan penelitian mengenai “medan energy” tersebut. Dan dia menemukan bahwa semua mahluk hidup memiliki “medan energy” bahkan medan energy tersebut sudah dapat dideteksi pada tahap embrio.

Kesimpulannya adalah energi-energi inilah yang menghubungkan satu mahluk dengan mahkluk yang lain. Itulah sebabnya pada saat-saat tertentu akan terjadi kontak energy. Suatu penelitian di di Jepang diadakan terhadap seratus ekor monyet di suatu pulau yang terpencil. Seekor monyet yang dianggap paling pandai dari yang lain dipilih dan dilatih. Monyet itu dilatih bagaimana mencuci kentang. Setelah dicoba pada monyet-monyet lain ternyata mereka lebih cepat menguasai ‘keahlian’ itu karena satu ekor monyet tadi sudah terlebih memiliki ‘keahlian’ mencuci kentang.

Dan satu hal yang lebih mengejutkan adalah beberapa bulan kemudian kelompok monyet lain yang berada di pulau yang lain yang agak berjauhan, entah bagaimana, juga tahu bagaimana mencuci kentang seperti yang diajarkan pada kelompok monyet di pulau yang satu tadi. Sekali lagi hal ini membuktikan temuan “shared intelligence” (memiliki pikiran/inteligen yang sama) di atas. Medan energy monyet tersebut tertransfer ke kelompok yang lain sehingga mereka juga memiliki pengetahuan yang sama.

Pada manusia medan energy ini jauh lebih kuat, dan karena itu keterhubungan atau koneksi antar manusia itu jauh lebih kuat. Keterhubungan ini sering disebut dengan istilah ‘hubungan pikiran’ atau ‘hubungan batin’ (mental connection), dan hubungan ini akan lebih terasa oleh mereka yang memiliki hubungan darah seperi orang tua dan anak, adik kakak, atau saudara. Itulah sebabnya jika sesuatu terjadi pada saudara kita, kita akan merasakan sesuatu yang sering kita sebut “firasat”. Hal ini terjadi karena adanya ‘mental connection’ atau ‘hubungan batin’ tadi.

Darimana dan mengapa ada perasaan seperti itu? Seperti dikatakan di atas, kita merasakan semua itu karena ada alam semesta yang menghubungkan melalui medan energi tadi, seperti ‘sinyal’ yang menghubungkan pikiran yang satu dengan yang lain.

FAKTA #4
Pikiran manusia saling berinteraksi setiap saat tanpa disadari.

Tanpa disadari pada level pikiran bawah sadar terjadi komunikasi antar pikiran. Kita saling mengirim pesan baik itu positif maupun negatif tanpa sadar. Jika pesan positif yang diterima maka akan terjadi interaksi yang positif. Coba perhatikan ada orang yang baru saja bertemu tetapi rasanya sudah lama bertemu. Biasanya ada komentar seperti ini “Kok sepertinya kita sudah lama kenalan, padahal baru ketemu sekarang?”

Saya ingat ketika saya bertemu dengan seorang bapak di Irlandia pada suatu pertemuan. Kami baru bertemu pada hari itu. Tetapi entah mengapa percakapan kami berlangsung sangat akrab seolah-oleh kami sudah lama berteman. Ini tandanya bahwa ada komunikasi positif pada level pikiran bawah sadar.

Hal ini dapat juga dibuktikan pada fenomena yang satu ini. Pasti anda sudah tahu istilah “love at the first sight” (cinta pada pandangan pertama), bukan? Seseorang langsung saling tertarik atau jatuh cinta kepada orang yang lain pada pertemuan pertama. Mengapa demikian?

Hal yang sebaliknya juga dapat terjadi. Ada juga orang langsung tidak senang atau tidak menyukai sesorang pada pertemuan pertama tanpa alasan yang jelas. Mengapa? Seperti sudah disebutkan di atas karena telah terjadi komunikasi tanpa sadar pada level pikiran bawah sadar.

FAKTA #5
Pikiran manusia pada saat tertentu menjelajah di alam semesta.

Temuan lain yang menarik adalah bahwa pikiran manusia menjelajah pada saat-saat tertentu. Memang agak sulit untuk diterima oleh akal sehat. Tetapi sehubungan dengan apa yang disebut dengan pikiran alam semesta (universal conciousness) di atas maka ditemukan juga bahwa pada saat-saat tertentu pikiran manusia menjelajah lewat pikiran bawah sadarnya. Sudah pernah mendengar istilah “astral travel”? Teknik ini dapat membuat seseorang ‘membagi diri’, ‘berkelana’ atau ‘menjelajah’ ke mana saja dia inginkan. Anda perlu berlatih untuk menguasai teknik ini. Ketika kontes “the master” diadakan di RCTI Joe Sandy, yang sekarang sudah menjadi salah satu ‘the master’, membuktikan hal ini. Dua peserta dibuatnya mengalami ‘astral travel’ ke pantai di Bali sementara tubuh mereka berada di atas panggung studio RCTI. Sebagai bukti sepatu kedua peserta tersebut berisi pasir pantai. Dan para hadirin pun sangat terpukau.

Bagaimana dengan pengalaman pribadi anda? Mungkin anda juga kurang yakin. Saya mau tanya? Pernahkah anda bermimpi bertemu dengan seseorang yang anda tidak kenal atau orang yang anda tidak harapkan untuk masuk dalam mimpi anda? Pernah kan? Pertanyaan di sini adalah: Mengapa anda tiba-tiba saja memimpikan orang itu? Jawabannya adalah karena pikiran manusia menjelajah pada saat-saat tertentu. Pikiran anda bertemu dengan pikiran orang tersebut di alam semesta dan itu yang masuk ke dalam alam bawah sadar anda dan muncul sebagai mimpi. Ini adalah tandanya bahwa pikiran manusia terhubung satu sama lain.

Masih banyak fakta-fakta lain mengenai rahasia pikiran manusia dan segala potensinya, yang apabila mampu kita pahami akan sangat bermanfaat dalam memecahkan berbagai problem hidup sehari-hari.

Link Sumber: KekuatanPikiran.com

Hipnoterapi : Ego State Therapy [Memahami Kepribadian Lain Dalam Diri]

by. Adi W. Gunawan
Dalam hipnoterapi ada sangat banyak teknik intervensi klinis yang bisa digunakan untuk membantu klien mengatasi masalah mereka. Dari sekian banyak teknik, salah satunya yang sangat efektif adalah Ego State Therapy.

Ego State Therapy adalah terapi yang dilakukan pada Ego State. Untuk memahaminya kita perlu memahami Ego State. Apa sih Ego State itu?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas ijinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan pada anda. Pernahkah anda mengalami hal berikut:

  1. Sewaktu bangun di pagi hari anda merasa ada dua bagian dari diri anda yang “ribut”. Satu bagian ingin anda segera bangun dan yang satu lagi ingin anda melanjutkan tidur.
  2. Saat anda harus memilih atau membuat keputusan anda bingung karena ada beberapa bagian dari diri anda yang saling tidak setuju dengan keputusan anda.
  3. Anda merasa tidak nyaman atau ada perasaan bersalah setelah melakukan suatu tindakan. Padahal saat melakukannya anda merasa sangat yakin dengan tindakan anda.

Pembaca, bila anda mengalami salah satu saja dari tiga hal di atas maka sebenarnya ada telah mengalami Ego State. Dengan kata lain, Ego State sebenarnya adalah bagian dari diri kita yang aktif atau mengendalikan diri kita pada suatu saat tertentu.

Ego State, menurut Watkins dan Watkins, adalah sebuah sistem perilaku dan pengalaman yang terorganisir yang elemen-elemennya saling terhubung melalui beberapa prinsip yang sama tetapi saling dipisahkan oleh batas-batas yang dapat ditembus (permeabilitas) hingga derajat kedalaman dan fleksibilitas tertentu.

Ada berapa banyak Ego State dalam diri kita?
Tidak ada satupun pakar yang bisa menentukan secara pasti. Ini juga bergantung pada teori masing-masing pakar itu. Tansactional Analysis (TA) yang dikembangkan oleh Eric Berne mengatakan dalam diri kita ada lima ”diri”. Gestalt Therapy, yang dikembangkan oleh Frederick Perls berdasar Psychodrama-nya Jacob Moreno, tidak menetapkan suatu jumlah tertentu. Voice Dialogue dan Psychosynthesis mengatakan kita punya banyak ”diri”. Carl Jung juga mengatakan hal yang sama, tidak diketahui secara pasti ada berapa banyak ”diri” dalam diri kita.

Namun untuk lebih mudah memahami maka saya akan mengutip apa yang dikatakan oleh Rowan. Menurut Rowan kita punya antara empat sampai sembilan ”diri” atau ”bagian” yang masing-masing adalah tema besar yang menaungi ”sub-diri”. Masing-masing ”diri” mempunyai kehidupan, fungsi, kepribadian, dan tugas masing-masing. Mereka saling terhubung antara satu dengan yang lain.

Nah, itu sekilas tentang beberapa teori yang mirip dengan Ego State. Sekarang mari kita bahas sejarah dan perkembangan Ego State Therapy.

Orang pertama yang menulis tentang Ego State adalah Paul Federn, rekan sejawat Freud. Menurut teori yang dikembangkannya Federn mengatakan bahwa kepribadian seseorang tersusun atas sekelompok bagian yang ia sebut sebagai Ego State. Ego State yang aktif pada suatu saat tertentu menentukan kepribadian orang itu.

Walaupun Federn (1952) menetapkan dan menyusun teori tentang Ego State, ia tidak mengembangkan teknik terapi menggunakan dasar teori kepribadian ini. Federn melakukan praktik terapi psikoanalisa sejalan dengan orientasi terapi yang populer pada jamannya.

Sementara itu, di tahun 1957, Eloardo Weiss, seorang Italia yang sedang dalam proses menyelesaikan pendidikannya untuk menjadi seorang psikoanalis, belajar ke Paul Federn. Federn menceritakan pandangannya tentang kepribadian kepada Weiss.

Selanjutnya John Waktins mendapat pengetahuan ini pada saat belajar di bawah bimbingan Weiss sebagai bagian dari proses pendidikannya untuk menjadi seorang psikoanalis. Dari sinilah Ego State Therapy berkembang.

Dalam praktiknya sebagai psikolog utama di Welsh Convalescent Center membantu tentara yang kembali dari perang dunia kedua Waktins menemukan bahwa tentara yang diterapi dengan menggunakan hipnosis mengalami pertukaran kondisi emosi tertentu. Pada saat itu Watkins belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada tentara yang ia tangani. Barulah pada saat ia belajar ke Weiss dan mendapatkan informasi mengenai Ego State akhirnya Watkins bisa memahami dasar teori dari apa yang ia temukan.

Di pertengahan tahun 1970, Hilgard dan Hilgard menemukan bagian dari diri manusia yang mereka sebut dengan Hidden Observer atau Pengamat Tersembunyi. Mereka menemukan adanya Hidden Observer melalui eksperimen fenomena trance seperti negative auditory hallucination dan anesthesia.

Dalam eksperimen ini subjek penelitian seakan tidak bisa mendengar atau merasakan sakit namun ternyata ada bagian dari diri subjek yang sesungguhnya tetap mendengar dan merasakan semua ini.

John Waktins mengenali Hidden Observer sama dengan Ego State yang dikatakan oleh Federn dan Weiss. Untuk memastikan hal ini, John Watkins dan istrinya, Helen Watkins, mengulang eksperimen Hilgard dan menemukan bukti yang memvalidasi pemikiran mereka.

Sejak awal tahun 1970an John dan Helen Watkins mulai mempublikasikan hasil riset mereka mengenai Ego State di berbagai jurnal dan artikel. Dan pada tahun 1997 mereka menerbitkan buku dengan judul Ego States: Theory and Therapy.

Beberapa pakar yang juga menulis tentang Ego State Therapy dan dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal dan buku: Maggie Phillips, Clare Frederick, Shirley McNeal, Moshe Torem, Waltermade Hartman, Gordon Emmerson, Hunter, George Fraser, dan Michael Gainer. Di tahun 2003 diselenggarakan kongres dunia pertama Ego State Therapy di Bad Orb, satu kota dekat Frankfurt.

Bagaimana Ego State Terbentuk?

Menurut Watkins Ego State terbentuk karena tiga hal. 

  1. Pertama melalui normal differentiation yaitu anak belajar membedakan satu hal dengan yang lainnya, misalnya makanan yang ia suka dan tidak suka, orang yang baik dan tidak baik terhadap dirinya.
  2. Kedua adalah introjection of significant others yaitu anak menyerap energi positif atau negatif dari orang “penting” di sekitar anak, misalnya orangtua, guru, teman, atau siapa saja yang dianggap penting oleh anak, dan energi ini termanifestasi dalam diri anak dalam bentuk “Bagian Diri” yang dinamakan Introject. Dengan kata lain introject adalah manifestasi/perwujudan suatu figur yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan seseorang yang diadopsi/tersimpan dan “hidup” di dalam ingatan/mental/pikiran bawah sadar orang tersebut. Contoh introject antara lain sosok atau figur dari ayah, ibu, suami, istri, saudara, anak, tokoh agama, guru spiritual, dan lain-lain.
  3. Ketiga, Part atau bagian diri yang terbentuk akibat pengalaman traumatik. Saat anak mengalami suatu pengalaman traumatik dan tidak ada Ego State dalam dirinya yang mampu menangani trauma ini maka akan muncul atau tercipta Ego State baru yang khusus berfungsi menangani trauma ini.

Sedangkan menurut teori perkembangan otak, Ego State terbentuk sebagai akibat dari pengalaman atau kejadian yang dialami anak yang bersifat berkesinambungan atau berulang. Misalnya pada masa kecil seorang anak dibesarkan dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan mendukungnya maka akan muncul Ego State yang mempunyai sifat kasih sayang. Ego

State ini muncul karena anak mengalami pengalaman secara berulang (baca: stimulasi) sehingga di otak anak terjadi pembentukan jalur saraf yang terdiri dari koneksi axon dan dendrite yang mewakili pengalaman ini. Demikan pula bila anak dibesarkan dalam lingkungan yang keras maka akan muncul atau tercipta Ego State dengan sifat yang keras.

Klasifikasi Ego State

Surface dan Underlying Ego State
Dilihat dari seberapa sering suatu Ego State muncul atau aktif maka kita mengenal ada dua jenis Ego State yaitu Surface dan Underlying Ego State. Surface Ego State adalah Ego State yang sering muncul atau digunakan dalam menjalani hidup dan berinteraksi dengan lingkungan. Sedangkan Underlying Ego State adalah Ego State yang jarang muncul atau digunakan.

Saat seseorang mengalami suatu pengalaman hidup dengan menggunakan Ego State tertentu maka Ego State ini disebut sebagai Ego State yang executive atau yang memegang kendali. Secara umum dalam keseharian Surface Ego State yang aktif berkisar antara empat hingga lima.

Seseorang yang sedang mengendarai mobil menuju ke kantor atau tempat kerjanya menggunakan satu Surface Ego State. Sedangkan saat bekerja di kantor ia menggunakan Ego State lain. Saat ia membaca buku atau bermain bisa jadi ia menggunakan Ego State yang lain lagi.

Ego State saling berkomunikasi satu dengan yang lain. Umumnya yang paling mudah diajak berkomunikasi adalah Surface Ego State karena mereka mudah untuk berbagi informasi. Bisa juga terjadi ada Underlying Ego State yang tidak berkomunikasi dengan Surface Ego State. Bila demikian kondisinya kita tidak bisa mengakses informasi yang ada pada Underlying Ego State ini dengan menggunakan cara biasa.

Ego State dan Alter
Bila dilihat dari jalur komunikasinya maka kita mengenal dua jenis Ego State yaitu normal Ego State dan Alter. Normal Ego State mampu berkomunikasi dengan baik dengan Ego State lainnya. Sedangkan Alter adalah Ego State yang jalinan komunikasinya sangat buruk atau (hampir) terputus dengan Ego State lainnya.

Putusnya komunikasi ini mengakibatkan apabila Alter ini sedang executive maka apa yang ia lakukan tidak diketahui oleh Ego State lainnya. Kondisi ini dikenal dengan nama DID atau Dissociative Identity Disorder atau dulunya lebih terkenal dengan MPD (Multiple Personality Disorder). Alter terjadi karena anak mengalami pengalaman yang sangat traumatik (severe and chronic abuse) sehingga mekanisme pertahanan diri pikiran bawah sadar membuat anak “lupa” pada kejadian itu dengan cara memutus jalur komunikasi antara Alter (Ego State yang mengalami trauma) dan Ego State lainnya yang “sehat”.

Dari beberapa penelitian MPD (Kluft, Greaves, Bliss, Putnam, Lienhart, Schreiber, Loewenstein) yang saya pelajari dan dalami ternyata ada minimal 16 (enam belas) kelompok alter. Penanganan alter menggunakan strategi yang berbeda dengan penanganan Ego State.

Ego State Berdasar Sifat Dan Fungsinya

Ego State yang berfungsi normal, non-patologis, mempunyai peran yang konstruktif demi kemajuan Ego State lain dan juga si individu. Selain Ego State yang bekerja dan berfungsi normal, juga ada yang bersifat patologis yang dikenal dengan Ego State yang bersifat vaded, retro-functioning, conflicting, dan malevolent.

Vaded Ego State adalah Ego State yang tidak bisa lagi menjalankan fungsi mereka yang seharusnya karena mengalami trauma atau pengalaman yang negatif. Saat Ego State jenis ini tampil dan aktif atau executive maka individu akan mengalami kembali emosi negatif yang berhubungan dengan trauma. Kondisi ini yang oleh Freud disebut dengan situational neurosis. Vaded Ego State tidak selalu tampil dan aktif. Untuk bisa membuatnya berfungsi normal kembali maka Ego State ini harus dibuat tampil dan aktif sehingga emosi yang berhubungan dengan trauma yang ia alami dapat diproses tuntas.

Retro-functioning Ego State adalah Ego State yang menjalankan peran lama yang bertentangan dengan Ego State lainnya atau tidak mendukung kemajuan individu. Ego State jenis ini antara lain menampilkan simtom berupa kemarahan yang tidak terkendali, kebiasaan berbohong yang kronis, atau berbagai gejala psikosomatis. Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan negosiasi sehingga Retro-functioning Ego State bersedia menjalankan peran baru yang lebih positif dan konstruktif. Ego State bisa bersifat vaded dan retro-functioning.

Conflicting Ego State mempunyai tujuan yang positif bagi individu namun mengalami konflik kepentingan dan tujuan dengan Ego State lainnya. Contoh seseorang mengalami Conflicting Ego State adalah saat ia ingin melakukan sesuatu tetapi mendapat pertentangan dari dalam dirinya. Misalnya seseorang ingin berhenti merokok namun tidak bisa karena ada bagian dari dirinya yang sangat suka merokok. Dalam hal ini terdapat dua Ego State yang saling bertentangan. Konflik ini juga bisa muncul saat seseorang ingin diet namun tidak bisa menahan keinginan makannya.

Malevolent Ego State adalah Ego State yang bersifat keras, ganas, dan bahkan bisa sangat kejam, baik terhadap Ego State lain, diri individu, maupun orang lain. Ego State jenis ini yang biasanya membuat seseorang memukul atau menyiksa dirinya sendiri, bahkan bisa sampai mengakibat seseorang melakukan tindakan bunuh diri.

Dalam konteks terapi Malevolent Ego State adalah jenis Ego State yang paling sulit untuk bisa diajak berkomunikasi, negosiasi, bekerja sama, atau ditundukkan. Ego State ini jugalah yang selalu menghambat dan menghalangi proses terapi. Teknik terapi konvensional yang hanya mengandalkan pemberian sugesti pada klien tidak akan bisa berhasil selama Ego State ini belum berhasil ditundukkan.

Ego State Menurut Gender dan Usia
Ego State umumnya tercipta saat seseorang masih kecil atau di usia muda. Namun dalam diri klien juga bisa ditemukan Ego State janin, bayi, anak kecil, remaja, dewasa, atau orang tua. Ego State juga mempunyai jenis kelamin pria dan wanita.

Ego State ini bisa ada dalam diri baik klien pria maupun wanita. Dengan kata lain, dalam diri seorang wanita bisa ada Ego State berjenis kelamin baik pria maupun wanita, mulai yang usia muda hingga yang tua. Demikian juga dalam diri seorang pria.

Masing-masing Ego State biasanya mempunyai nama atau panggilan yang digunakan untuk berkomunikasi baik dengan sesama Ego State, dalam bentuk komunikasi internal,maupun dengan pihak luar melalui komunikasi eksternal.

Ego State dan Fisiologi
Setiap Ego State berperan sebagai “manusia” kecil di dalam diri seseorang. Ego State mempunyai karakter, logika berpikir, sikap, sifat, perilaku, memori, emosi, kebutuhan, dan tujuan sendiri.

Pada aspek fisik, saat satu Ego State tampil dan aktif maka individu akan mengalami perubahan fisik yang nyata. Bila Ego State mempunyai sifat percaya diri maka saat ia tampil dan aktif individu juga akan tampil percaya diri, berdiri tegak, berbicara dengan suara yang tegas, dan pandangan mata penuh keyakinan. Bila Ego State mengidap suatu penyakit tertentu maka saat ia tampil dan aktif penyakitnya akan muncul di fisik si individu.

Michael Gainer (1993) melaporkan bahwa seorang wanita yang mengidap penyakit reflex sympathetic dystrophy tidak menunjukkan gejala penyakit ini saat tiga Ego State lainnya tampil dan aktif. Dari temuan ini Grainer selanjutnya menggunakan Ego State Therapy dan berhasil menemukan Ego State, yang mengalami trauma, yang menyebabkan sakit pada wanita ini. Setelah trauma berhasil diselesaikan wanita ini sembuh total dari penyakit yang dideritanya.

Emmerson dan Farmer (1996) melakukan Ego State Therapy terhadap para wanita yang menderita menstrual migraine kronis dan berhasil mengurangi rata-rata jumlah hari migraine per bulan dari 12,2 menjai 2,5. Subjek penelitian juga menunjukkan berkurangnya depresi dan kemarahan secara signifikan.

Lokasi Ego State
Ego State bisa menempati lokasi di luar tubuh atau di dalam tubuh. Di luar tubuh bisa di depan, di atas, di bawah, atau di belakang. Sedangkan kalau di dalam tubuh bisa di satu lokasi tertentu, misalnya di dada, kepala, hati, tangan, punggung, perut, atau kaki, dan bisa juga menempati seluruh tubuh secara merata.

Apa Beda Ego State dan Introject?
Ego State dan Introject walaupun sama-sama disebut sebagai Part atau Bagian Diri namun berbeda menurut sumber terciptanya. Ego State berasal dari dalam diri individu sedangkan Introject berasal dari luar.

Introject adalah persepsi tentang seseorang yang terinternalisasi ke dalam pikiran bawah sadar. Dengan demikian bisa terdapat sangat banyak Introject dalam diri seseorang.

Dalam proses terapi, khususnya saat menggunakan teknik Ego State Therapy, untuk bisa memproses trauma, maka Ego State yang mengalami trauma perlu diaktifkan agar emosi yang tersimpan dalam Ego State ini bisa diproses.

Dalam upaya ini seringkali melibatkan Introject yang ada dalam diri klien. Dialog dengan Introject ini yang seringkali salah dimengerti oleh orang awam. Apalagi bila Introject ini adalah Part yang merupakan internalisasi persepsi terhadap orang yang telah meninggal. Mereka yang tidak mengerti mengira yang diajak bicara adalah roh orang yang telah meninggal.

Lebih jelasnya begini. Saat anak masih kecil muncul Introject, atau biasa sering disebut sebagai figur, Ayah dalam diri anak. Selama anak masih hidup, mulai kecil hingga usia tua, Introject ini akan terus “hidup” di dalam diri anak.

Misalnya setelah anak beranjak dewasa, si ayah meninggal dunia. Yang meninggal adalah si ayah yang sesungguhnya, namun Introject Ayah dalam diri anak tetap hidup atau ada. Sehingga pada saat proses Ego State Therapy dilakukan terhadap Introject Ayah, dalam diri anak, akan terjadi dialog seakan-akan terapis berbicara dengan si Ayah. Tujuan dialog ini untuk memproses emosi negatif yang masih tersisa dalam diri anak terhadap ayahnya atau sebaliknya.

Saya pernah membantu klien wanita, 37 tahun, yang melakukan aborsi hingga lima kali. Aborsi pertama dilakukan saat klien berusia 25 tahun. Saat membantu klien mengatasi berbagai emosi negatif yang berhubungan dengan aborsi yang ia lakukan, salah satu teknik yang saya gunakan adalah memproses emosi yang berhubungan Introject Janin yang ia gugurkan. Saat itu muncul lima Introject Janin yang digugurkan. Dan yang luar biasa lagi Introject dari janin yang pertama digugurkan, yang dipanggil dengan nama Michael, telah tumbuh dan besar, di dalam pikiran klien tentunya, hingga usia 11 tahun. Bila anda perhatikan usia klien saat melakukan aborsi, masa kehamilan sekitar 9 – 10 bulan, dan saat ia bertemu saya untuk terapi maka usia Introject Michael adalah benar 11 tahun.

Kasus menarik lainnya yang pernah ditangani murid saya adalah kasus wanita yang “kerasukan”. Wanita ini, katanya, “dirasuki” oleh “makhluk” halus dan tubuhnya menjadi kaku dan lumpuh.

Oleh murid saya, “makhluk” ini diajak bicara dan ditanya apa maunya. “Makhluk” ini minta diberi nama. Ternyata “makhluk” ini sebenarnya adalah Introject dari janin wanita ini yang keguguran. Setelah “makhluk” ini diberi nama, wanita ini langsung sembuh, bisa bangkit berdiri dan jalan normal.

Fenomena ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal-hal yang bersifat metafisis. Yang terjadi adalah Introject janin (baca: anak) wanita ini muncul dan minta nama. Tubuh wanita yang menjadi kaku dan lumpuh sebenarnya adalah indikasi bahwa ia berada dalam kondisi trance sangat dalam yang disebut dengan level Catatonic, dua level di bawah Profound Somnambulism.

Contoh lain lagi, biar lebih jelas mengenai Introject, saya pernah bertukar peran dengan seorang peserta seminar saya. Peserta ini, sebut saja Agung, saya sugestikan menjadi diri saya. Dan langsung Agung mengaku bernama Adi W. Gunawan. “Adi” ini lalu saya minta untuk melanjutkan presentasi saya (Adi yang asli) dan ia melakukannya dengan sangat baik. Yang terjadi adalah Introject Adi di dalam diri Agung tampil dan aktif dan berperan sebagai Adi melalui diri Agung.

Saat saya bertanya pada “Adi”, “Pak Adi, Bapak sudah menulis berapa buku?”

Pak “Adi” menjawab, “Saya sudah menulis delapan buku.”

Dari sini saya tahu kalau data jumlah buku yang telah ditulis pada Introject Adi belum diupdate. Saat itu saya, Adi yang asli, telah menulis 12 buku. Dan pola pikir “Adi” tentunya berbeda dengan saya, Adi yang asli. Pola pikir “Adi” atau Introject Adi adalah pola pikir berdasarkan persepsi Agung terhadap diri saya.

Obat Antidepresan dan Ego State
Klien yang mengalami depresi biasanya diberi obat antidepresan agar bisa tenang. Pemberian obat antidepresan sampai pada taraf tertentu sangat membantu klien untuk bisa stabil dan berinteraksi dengan lingkungannya walaupun masalah yang dialami klien belum diatasi.

Yang sesungguhnya terjadi adalah obat ini memblok atau menekan Ego State yang mengalami depresi sehingga tidak bisa muncul, dari surface menjadi underlying, dan klien merasa tidak ada masalah atau baik-baik saja, selama obatnya terus diminum. Jika klien berhenti minum obat maka kondisinya akan kembali menjadi tidak stabil karena Ego State yang tadinya tertekan kini muncul kembali dan aktif.

Saya pernah menangani klien yang sempat depresi karena pasangannya selingkuh. Klien selama 8 tahun minum obat dan merasa dirinya baik-baik saja. Dalam kondisi sadar normal klien mengatakan bahwa ia telah sembuh. Buktinya, ia sudah tidak lagi marah pada pasangannya. Bahkan saat bertemu dengan selingkuhan pasangannya ia juga biasa-biasa saja. Saya yakin kondisi klien yang tenang dan “sembuh” ini adalah karena pengaruh obat yang masih ia minum.

Selanjutnya saya melakukan pemeriksaan langsung ke pikiran bawah sadarnya, ternyata klien masih menyimpan perasaan terluka, marah, benci, dan dendam kepada pasangannya. Selama Ego State yang menyimpan emosi ini tidak diproses maka klien akan selalu bergantung obat untuk bisa tenang.

Kondisi ideal, bila memungkinkan, sebaiknya sebelum diberi obat klien dibantu dengan Ego State Therapy. Dalam kondisi ini klien dan terapis dapat mengakses Ego State yang mengalami depresi dan memproses emosinya dengan cepat dan tuntas sehingga klien tidak perlu harus minum obat.

Cara Mengakses Ego State
Dalam kondisi normal kita hanya bisa mengakses Surface Ego State. Namun bila kita ingin mengakses Underlying Ego State yang menyimpan trauma tertentu maka dibutuhkan teknik yang spesifik dengan prasyarat khusus.

Ada dua cara untuk mengakses Underlying Ego State. Pertama, dengan menggunakan rileksasi pikiran dan kedua, tanpa rileksasi pikiran. Umumnya buku atau literatur tentang Ego State Therapy mensyaratkan rileksasi pikiran sebagai sarana untuk mengakses Underlying Ego State. Dengan kondisi pikiran yang rileks dan penggunaan teknik yang tepat akan dicapai hasil terapi yang sangat luar biasa dalam waktu yang relatif singkat.

Level kedalaman rileksasi pikiran yang umumnya digunakan untuk bisa mengakses Underlying Ego State adalah profound somnambulism. Bila kurang dalam atau lebih dalam dari profound somnambulism, Ego State Therapy biasanya akan kurang efektif.

Dari eksperimen dan pengalaman praktik saya menemukan bahwa kita bisa mengakses Underlying Ego State tanpa harus merilekskan pikiran sama sekali. Hasil terapi yang dicapai juga sama efektifnya.

Masing-masing cara mengakses Underlying Ego State mempunyai kelebihan masing-masing dan digunakan dalam situasi yang berbeda.

Manfaat Ego State Therapy

Ego State Therapy bila dipelajari dengan mendalam, cermat, dan dikuasai dengan baik akan memberikan manfaat terapeutik yang sungguh sangat luar biasa. Dalam praktik profesional sebagai hipnoterapis, dengan menggunakan Ego State Therapy, saya berhasil membantu klien mengatasi masalah, antara lain:
•phobia
•trauma/luka batin
•tidak percaya diri
•kesulitan diet
•takut sukses
•takut gagal
•insomnia
•migraine
•masalah seks
•kecemasan
•stress
•depresi
•takut berbicara di depan umum
•konflik diri (inner conflict)
•pencapaian prestasi hidup rendah
•perilaku obsessive/compulsive
•perilaku adiktif
•berbagai penyakit psikosomatis
•sabotase diri
•dan masih banyak lagi.

LINK ; http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=260

Memahami Fenomena Kesurupan Dengan Ilmu Hipnoterapi

by. Adi W. Gunawan
Dalam setiap pelatihan, baik itu Quantum Life Transformation (QLT) maupun Quantum Hypnosis Indonesia (QHI), saya selalu mendapat satu pertanyaan yang cukup menggelitik rasa ingin tahu, “Apa sih sebenarnya kesurupan itu?”

Pertanyaan ini bisa dilihat dari dua kaca mata berbeda; dari sudut pandang metafisika dan dari sudut pandang ilmu hipnoterapi yang membahas mengenai pikiran, khususnya pikiran bawah sadar.

Dalam artikel ini saya tidak membahas kesurupan dari sudut pandang metafisika karena ini di luar ranah keilmuan saya. Kali ini saya khusus membahas kesurupan dari sudut ilmu hipnoterapi.

Menurut pemahaman masyarakat bila seseorang sedang kesurupan maka ia akan bertindak atau berperilaku bukan seperti dirinya yang biasa. Seakan-akan ada pribadi atau makhluk lain yang sedang menguasai orang ini. Pribadi atau mahkluk ini ada yang bisa diajak komunikasi. Ada juga yang tidak bisa. Ada yang punya nama dan ada juga yang tidak.

Biasanya akan terjadi perubahan yang jelas pada aspek fisik. Misalnya cara bicara, suara, bahasa tubuhnya berbeda dari biasanya. Sering terjadi, saat kesurupan, orang bisa berbicara dengan bahasa yang biasanya tidak pernah ia gunakan.

Fenomena kesurupan dalam ilmu hipnoterapi adalah suatu kondisi yang biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Yang terjadi pada diri seseorang yang kesurupan, sekali lagi ini dari sudut pandang ilmu hipnoterapi, adalah pada saat itu sebenarnya ia sedang deep trance dan ada satu, dua, atau lebih Ego State atau Part yang aktif dan mengendalikan kesadarannya.

Lho, apa itu Ego State atau Part? Kok bisa muncul?

Sebelum saya teruskan saya perlu menjelaskan terlebih dahulu apa itu trance atau kondisi hipnosis. Setiap hari sebenarnya kita beberapa kali masuk dan keluar kondisi hipnosis atau trance baik secara sadar maupun tidak. Semuanya terjadi secara alamiah. Ada yang bisa masuk ke kondisi deep trance dengan mudah. Ada juga yang membutuhkan upaya ekstra untuk bisa masuk trance.

Kondisi hipnosis bisa juga terjadi saat seseorang berada dalam tekanan mental yang melampaui ambang batas toleransi yang diijinkan pikiran bawah sadarnya. Saat seseorang berada di dalam tekanan mental, mengalami suatu peristiwa dengan muatan emosi negatif yang tinggi, maka pada saat itu hanya ada dua pilihan; fight (lawan) atau flight (lari).

Saat seseorang tegang maka adrenalin akan dipompa masuk ke dalam darah dan menyiapkan fisiknya untuk siap melakukan perlawanan. Hal ini bisa dirasakan dengan jantung yang berdegup semakin kencang, otot-otot tubuh menjadi kaku, dan seluruh sistem diri siap untuk menghadapi dan mengatasi bahaya atau sesuatu yang dipersepsikan sebagai bahaya.

Bahaya yang saya maksudkan di sini bisa berupa bahaya yang mengancam secara fisik maupun mental. Bila tekanan atau ancaman terlalu besar dan tidak mampu dilawan (fight) maka secara reflek pikiran akan memilih opsi kedua yaitu flight atau lari. Lari dalam hal ini bisa sungguh-sungguh melarikan diri, mengambil langkah seribu, atau bisa juga “melarikan diri” ke dalam. Saat seseorang lari ke dalam dirinya maka pada saat itu ia masuk ke kondisi trance atau hipnosis. Seringkali orang bisa masuk ke kondisi deep trance atau bahkan very deep trance.

Saya pernah menangani seorang klien wanita yang saat masih di SMP dan SMA seringkali pingsan. Dan kalau sudah pingsan sadarnya lama sekali. Berbagai cara sudah dilakukan untuk membangunkan klien ini tapi tidak berhasil. Bahkan sampai dibawa ke orang pintar dan dibacakan doa tetap nggak bisa bangun atau sadar. Nanti sadarnya terjadi tiba-tiba.

Mendengar kisah ini saya langsung berkata pada klien ini, “Sebenarnya anda tidak pingsan. Yang terjadi adalah anda mengalami begitu banyak tekanan mental, baik dari keluarga maupun dari sekolah, yang membuat anda tidak tahan, dan akhirnya anda memutuskan untuk lari dari keadaan ini. Benar atau tidak?”

“Benar. Lho, Pak Adi kok tahu kalau saat itu saya mengalami banyak tekanan?” jawab si klien.

“Lha iya lah…apa yang anda alami ini sebenarnya sesuatu yang sangat alamiah. Nah, saat anda “pingsan” anda tetap masih mendengar suara orang di sekitar anda, kan?” tanya saya lagi.

“Ya, Pak” jawab klien.

“Mengapa anda tidak mau keluar dari kondisi “pingsan” padahal anda mendengar orang-orang di sekitar anda memanggil-manggil nama anda?” kejar saya.

“Soalnya saat “pingsan” itu saya merasakan begitu nikmat, tenang, dan perasaan bahagia yang tidak terlukiskan. Sekarang saja kalau saya mau saya bisa masuk kembali ke kondisi ini” jawab klien saya.

Nah, pembaca, tahukah anda bahwa klien ini bukannya pingsan tapi ia berada dalam kondisi trance yang sangat-sangat dalam yang dikenal dengan level Esdaile atau Hypnotic Coma?

Saat seseorang masuk ke kondisi ini maka yang ia rasakan adalah suatu perasaan euphoria, bahagia yang luar biasa, tidak terlukiskan, sangat nyaman, dan orang biasanya tidak mau keluar dari kondisi ini. Inilah yang sebenarnya dialami oleh klien saya. Jadi ia bukannya pingsan tapi, karena tidak kuat melawan tekanan mental/psikis, memutuskan untuk flight (lari) dan masuk ke dalam dirinya sendiri, dan trance.

Di salah satu sesi terapi yang saya lakukan pada klien ini benar ia tidak mau keluar dari kondisi ini. Saya akhirnya menggunakan teknik tertentu untuk membuat ia keluar dan berhasil.

Pemahaman ini juga yang saya gunakan saat membangunkan atau menyadarkan 2 siswi SMA di Malang yang pingsan saat mengikuti pelatihan yang saya selenggarakan. Bayangkan, bagaimana nggak pingsan, lha aula diisi oleh lebih dari 1.500 orang peserta, semuanya siswa/siswi kelas 3 SMA/SMK, dan tidak ada AC (air conditioner). Yang dipake AC hemat listrik yaitu Angin Cendela…he…he. Bisa dibayangkan bagaimana panasnya.

Siswi pertama pingsan karena ketakutan saat saya mengeluarkan ular mainan yang biasa saya gunakan untuk demo mengatasi emosi dengan teknik Hypno-EFT. Begitu melihat ular saya, ular mainan maksud saya, anda jangan berpikir yang lain lho, siswi ini langsung pucat dan “memutuskan” untuk pingsan.

Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menyadarkan mereka berdua? Tidak lama. Masing-masing hanya butuh waktu sekitar 2 sampai 3 menit saja. Nggak pake doa, baca-baca, atau ritual tertentu.

Apa yang saya lakukan?

Ya, saya panggil nama mereka dan saya minta mereka bangun. Saya tahu mereka masih tetap bisa mendengar suara saya. Saya tahu bahwa mereka tidak benar-benar tidak sadarkan diri. Mereka hanya masuk ke kondisi deep trance. Jadi, ya saya bimbing mereka keluar dari kondisi trance seperti saat saya selesai menerapi orang. Mudah, kan?

Nah, kembali ke Ego State atau Part. Pada saat dalam kondisi deep trance ini bisa muncul banyak fenomena. Salah satunya adalah munculnya satu atau lebih Ego State/Part yang mengendalikan kesadaran seseorang.

Pertanyaanya sekarang, “Apa sih Ego State atau Part itu?”

Penjelasan agak detil bisa anda dapatkan dengan membaca artikel saya yang berjudul “Kita Punya Banyak Diri” (bisa dilihat di http://www.adiwgunawan.com) .

Singkatnya begini. Di dalam diri kita ada banyak “diri”. Masing-masing diri ini mempunyai kepribadian, karakter, nama, sikap, pola pikir, kebiasaan, memori, dan emosi. Jika anda bingung dengan hal ini coba anda ingat-ingat. Pernahkah, saat ingin memutuskan sesuatu, anda ragu atau bingung? Yang anda rasakan adalah ada dua atau lebih “Bagian” dari diri anda yang ribut sendiri. Akibatnya anda menjadi bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Nah, “Bagian” inilah yang disebut dengan Ego State atau Part.

Anda jelas sekarang?

Untuk lebih mudah memahami Ego State caranya begini. Di komputer mental kita, yaitu pikiran, khususnya pikiran bawah sadar, ada banyak folder. Setiap folder berisi data-data tertentu. Nah, saat folder ini aktif atau diakses dengan teknik tertentu, tentunya dalam kondisi trance, maka isi folder akan keluar. Pada saat inilah isi folder masuk ke pikiran sadar dan aktif. Ego State adalah folder ini.

Saya pernah, saat memberikan seminar di UGM, mensugestikan seorang peserta bahwa dia adalah saya, Adi W. Gunawan. Selanjutnya saya bertanya, “Bapak namanya siapa?”

“Adi W. Gunawan” jawabnya mantap.

“Bapak lagi ngapain di sini?” tanya saya lagi.

“Lagi kasih seminar” jawabnya tegas.

“Pak Adi, bisa tolong diteruskan seminarnya?” tanya saya.

Apa yang terjadi setelah itu?

Peserta ini langsung memegang mic dan bicara dengan mantap seperti saya. Ia memberikan seminar dan motivasi sangat mirip dengan yang saya lakukan.

Saat saya bertanya kepada peserta ini, “Pak Adi, anda punya berapa orang anak?”

“Tiga. Semuanya perempuan” jawabnya.

“Bapak sudah menulis berapa buku?” tanya saya lagi.

“Sudah delapan buku best seller” jawabnya mantap.

Nah, di sini saya tahu bahwa data jumlah buku di folder “Adi W. Gunawan” di dalam komputer mentalnya ternyata belum di-update. Delapan buku adalah data yang lama karena total buku yang sudah saya tulis semuanya dua belas.

Anda jelas sekarang?

Bagaimana Ego State bekerja dan apa yang perlu dilakukan untuk bisa berkomunikasi dengan Ego State saya ajarkan di kelas pelatihan hipnoterapi 100 jam QHI. Saya juga memberikan demonstrasi dengan live therapy di kelas sehingga peserta pelatihan bisa benar-benar mengerti apa itu Ego State.

Biasanya untuk menyelesaikan suatu masalah yang dialami klien minimal ada 2 Ego State yang kita panggil keluar dan diajak berkomunikasi. Masing-masing Ego State punya nama dan peran yang spesifik untuk diri klien. Bahkan ada Ego State yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Seorang peserta pelatihan yang berasal dari Palembang, yang kebetulan berprofesi sebagai seorang healer, setelah mengerti mengenai Ego State, sekarang kalau menangani kasus kesurupan, selalu menggunakan teknik Ego State Therapy. Dan hasilnya lebih cespleng. Dulu ia harus pake air putih dan baca doa tertentu.

Ok, kalau begitu, pertanyaannya, “Bagaimana dengan kesurupan masal yang sering diberitakan di media masa?”
Oh, ini jawabannya sama seperti penjelasan di atas. Coba anda amati. Yang seringkali mengalami kesurupan adalah murid kelas 3 SMP atau kelas 3 SMA dan biasanya wanita.

Mengapa kelas 3 SMP atau 3 SMA?

Ya, karena mereka takut dan sangat tertekan dengan tingginya beban akademis, jam pelajaran yang sangat panjang yang melelahkan fisik dan mental, muatan pelajaran dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dan ditambah lagi adanya UN atau Ujian Nasional.

Mereka semua ketakutan. Mereka secara terus menerus mengalami tekanan mental. Hingga pada satu saat, karena sudah melebihi ambang batas toleransi, murid-murid ini, karena tidak bisa melawan (fight), akhirnya memilih lari (flight). Begitu ada satu orang kesurupan maka secara cepat menyebar ke rekan-rekannya. Ini sebenarnya bentuk histeria masal.

Saat “kesurupan” ini, yang sebenarnya kondisi deep trance, maka terjadilah abreaction atau keluarnya emosi yang selama ini tertekan (repressed emotion).

Dari berita-berita di media massa diketahui bahwa kebanyakan pelajar yang mengalami kesurupan adalah pelajar wanita. Dugaan itu didukung kenyataan serupa, berdasar penelitian Gaw, Ding, Levine, dan Gaw (1998) di Tiongkok.

Sejauh ini anda pasti sudah cukup jelas dan mengerti kesurupan dari sudut pandang ilmu hipnoterapi.

Sebagai penutup saya ingin anda berpikir mengenai fenomena yang terjadi di sekitar anda. Saya yakin anda pasti pernah mendengar atau melihat langsung bagaimana seseorang yang “kesurupan” roh Harimau dan berperilaku persis seperti si Harimau.

Pertanyaannya adalah mengapa kok Harimau? Belum pernah kan anda membaca seseorang yang kesurupan Panda, Kuda Nil, atau Kanguru?

Demikian juga, kalau di desa, biasanya ada yang kesurupan Gatot Koco. Nggak pernah ada yang mengalami kesurupan Spiderman atau Hulk.

LINK ; http://www.adiwgunawan.com/awg.php?co=p5&mode=detil&ID=190

PELATIHAN QUANTUM TRANCEFORMATION NAQS DNA

Assalamu alaikum wr. wb .
Memperkenalkan
Quantum Tranceformation NAQS DNA
Nur Atomic Quanta System Deo Nadi Adham
Metode Transformasi Diri Menuju Insan Mulia Yang Rahmatan Lil ‘Alamin Sukes Mulia Abadi Dunia Akhirat
  • Aktivasi Potensi Hati Nurani
  • Focusing Your Mind Power
  • Sinergi Kekuatan Hati & Pikiran
  • Terapi Penyembuhan Energi Quantum Cahaya Ilahi
  • Spiritual Hipnoterapi & Meditasi
  • Aktivasi Inner Power, Indra ke enam & Intuisi
  • Pengembangan Diri Menuju Insan Kamil (Holistic Person)
  • Akselerasi Evolusi Spiritual

Untuk mencapai kemajuan, setiap orang harus merencanakan perubahan, dan perubahan itu harus datang dan dimulai dari diri sendiri. Perubahan sejatinya tidak dapat dipaksakan dari luar, tetapi merupakan revolusi kesadaran yang lahir dari dalam.

Namun, perubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan menuju kemajuan, tidak datang dari langit (given) atau datang secara cuma-cuma (taken for granted). Hal ini, karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubah diri mereka sendiri

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Al-Ra`d [13]: 11).

Sebuah Anugerah Tuhan Penyembuhan adalah nyata. Semua orang bisa melakukannya. Cinta dari semua orang bisa membawa dampak yang berharga. Cinta anda bisa membawa perubahan yang berarti. Kemampuan untuk menyembuhkan orang lain adalah karunia yang diberikan Tuhan bagi kita semua. Karunia ini ada dalam diri kita dan tinggal menemukannya. Kemampuan ini sudah kita dapatkan sejak lahir, ibaratnya seperti peralatan standar yang dimiliki semua manusia, diberikan secara alami sebagai bagian dari kemampuan kita.

Dibalik permukaan dari kesadaran kita, ada sebuah dunia vibrasi yang sangat luas. Sama seperti kumbang air yang sibuk meluncur dengan gesit kesana kemari diatas permukaan air danau, kita sering kali tidak menyadari dunia yang sangat luas yang terletak dibalik persepsi kita sehari-hari ini. Cinta adalah getaran universal yang memungkinkan orang yang satu untuk mentransfer energi penyembuhan kepada orang lain.

Kami dari QT NAQS DNA hanya membantu anda untuk menemukan kembali bakat anda yang hilang tersebut. Kami menuntun anda untuk mengaktifkan DNA anda sendiri. Karena sesungguhnya anda adalah Makhluk Mulia Yang Luar Biasa.

  • ” Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. ( QS. Al Israa’ 17:70 )

BIAYA PELATIHAN QT NAQS DNA ;

  1. PELATIHAN SECARA JARAK JAUH ► FREE [GRATIS].
  2. PELATIHAN PRIVATE JARAK DEKAT MAKA PERLU KIRANYA ANDA BERPARTISIPASI UNTUK MERINGANKAN BEBAN BIAYA OPERASIONAL MAJELIS DAN MENGISI DONASI KE KAS MAJELIS, MINIMAL RP. 1,5 juta. ATAU TERSERAH SESUAI KEMAMPUAN DAN KEIKHLASAN ANDA.

MENU PELATIHAN ;

  1. QUANTUM HUSADA, TEKHNIK PENYEMBUHAN DENGAN SPIRITUAL ENERGY HEALING THERAPY.
  2. QUANTUM SUCCESS POWER
  3. QUANTUM MAKRIFATULLAH

Kemampuan apa saja yang dilatih dalam pelatihan ?
Ada 10 kemampuan diri yang dilatih :

  1. Beladiri dengan Energi
  2. Pengobatan dengan Energi
  3. Kharismatik
  4. Meditasi
  5. Proteksi
  6. Deteksi
  7. Sugesti
  8. Transfer Enegi
  9. Telepati
  10. Intuisi

 Apa yang dimaksud dengan Beladiri dengan Energi?
Beladiri dengan Energi adalah membela diri dengan menggunakan Energi metafisika, tanpa memukul, menyentuh, melukai, membunuh atau menyakiti hati manusia, Cukup dengan membatalkan niat jahatnya saja. Dalam konsep Psychotronica musuh manusia adalah syetan, maka kita menjaga manusia agar tidak konflik, tidak saling merusak atau saling membunuh. Beladiri dengan energi menerapkan sikap kebijaksanaan .

Apa yang dimaksud dengan Pengobatan dengan Energi?
Upaya pengobatan dengan memanfaatkan energi murni gelombang tubuh agar dapat menstimulan atau merangsang  agar tubuh dapat revitalisasi atau memulihkan fungsi-fungsi tubuh. Tanpa obat dan jamu-jamuan cukup dengan energi metafisika yang selaras dengan energi ILAHI NURUN ‘ALA NUURIN.

Apa yang dimaksud dengan Kharismatik?
Kharismatik adalah pancaran wibawa yang terpancar dari dalam diri agar dapat  disegani, bukan ditakuti. Kharismatik dibutuhkan diri kita agar tidak dilecehkan, ditekan,disepelekan yang merendahkan martabat harga diri.

Apa yang dimaksudkan dengan Meditasi?
Meditasi adalah sikap tenang dalam diri dalam menghadapi pelbagai masalah, tanpa panik dan waswas, dengan ketenangan akan dapat menyelesaikan dengan hati yang tenang.

Apa yang dimaksud dengan Proteksi?
Proteksi adalah upaya untuk melindungi diri dan harta benda dari ancaman, pengambilan dngan cara semena-mena akibat dari kejahatan yang dilakukan orang lain.

Apa yang dimaksud dengan Deteksi?
Deteksi adalah upaya menganalisa secara metafisika tentang pancaran energi , misalnya : membaca karakter orang dll, sehingga kita dapat membedakan energi positif dan energi negative, sehingga kita dapat mengantisipasi dari pengaruh atau dampak energi negative

Apa yang dimaksud dengan Sugesti?
Sugesti adalah upaya mensugesti diri agar dapat merubah perilaku buruk diri menjadi positif ,baik kebiasaan yang dilakukan oleh fisik atau metafisik misalkan : kebiasaan marah, emosional, merokok,narkoba, judi,dll

Apa yang dimaksud dengan Transfer Energi?
Transfer Energi adalah kemampuan memindahkan energi metafisika, sifat energi metafisika tidak mengenal jarak,waktu & batas/tempat, hal ini dibutuhkan karena kejahatan sudah melampaui batas dengan menggunakan senjata api & santet. Kemampuan ini perlu untuk menghadapi kejahatan tersebut dengan kemampuan transfer energi.

Apa yang dimaksud dengan Telepati?
Telepati adalah kemampuan untuk menyampaikan perasaan dengan jarak jauh, misalkan : membuat perasaan rindu, menarik orang hilang dll, telepati berlaku yang memilki hubungan emosional yang kuat.

Apa yang dimaksud dengan Intuisi?
Intuisi adalah perasaan atau kepekaan yang dapat dirasakan lebih cepat dari lain yang tidak terlatih mis : menghindari kecelakaan, menghindari sesuatu yang merugikan diri dll

Metode Pelatihan  Quantum Tranceformation NAQS DNA   Cuma 8 Jam akan merubah Hidup
Metode Quantum Tranceformation NAQS DNA dilatih dalam waktu 8 jam, dimana peserta dilatih untuk dapat memiliki kemampuan diri yang akan dapat digunakan merubah hidup.

Apa yang dimaksud dengan merubah hidup?
Suatu perubahan mulai dari cara berfikir-bersikap dan bertindak yang akan dapat merubah perikehidupan sehari-sehari mengarah kyepada kehidupan yang lebih baik. Perubahan hidup hanya dapat dilakukan dengan kemampuan diri yang dimilki .

Apa syarat untuk ikut pelatihan  Quantum Tranceformation NAQS DNA ?
Syarat untuk mengikuti pelatihan :

  1. Niat yang sungguh-sungguh (yakin)
  2. Latihan yang rajin secara mandiri
  3. Aplikasikan dalam kehidupan
  4. Kembangkan manfaat untuk menunjang profesi Anda

Apa saja kurikulum metode Quantum Tranceformation NAQS DNA ?
Kurikulum metode  :

  1. Teori
  2. Latihan Dasar
  3. Uji Energi
  4. Aplikasi-aplikasi

Apa latar belakang dibentuknya metode Pelatihan Quantum Tranceformation NAQS DNA ?
Latar belakangnya adalah :

  1. Merupakan kebutuhan dalam peningkatan  Sumber Daya Manusia untuk meningkatkan kualitas diri 
  2. Banyak masyarakat yang tidak mampu menyelesaikan/ mengatasi problem kehidupannya
  3. Menanamkan Kemandirian dalam masyarakat.

Apa filosofis Quantum Tranceformation NAQS DNA ?
 “Melatih Kekuatan Otak & Hati nurani agar Hidup Selamat-Sehat & Sejahtera”

Sekian, terima kasih.
Wassalamu alaikum wr. wb .