>Meditasi Mendorong Keluar Semua Hal Negatif dalam Diri

>Anda pernah kenal istilah atau aktivitas “Meditasi Matahari Terbit”? Orang yang berada di belakang aktivitas meditasi yang kini ditekuni banyak orang tersebut adalah Drs. Gede Arsa Dana. Dalam rentang waktu yang panjang, penekun sejumlah ilmu tenaga dalam dan kanuragan ini banyak “menggali” hal-hal yang esensial dalam pengetahuan spiritual. Hingga suatu ketika ia menulis buku berjudul “Meditasi Matahari Terbit”. “Meditasi ini bertujuan untuk mendidik anak-anak hingga para siswa menjadi pandai, sehat dan berbudi luhur. Budi luhur ini merupakan tujuan setiap manusia. Ketika usia semakin lanjut, kepandaian dan ingatan mulai semakin merosot, kesehatan semakin mundur, yang tinggal hanya budi luhur yang terbawa sampai kematian menjemput,” paparnya. Berikut wawancara Bali Post dengan Gede Arsa Dana.

INI sebuah pertanyaan paling mendasar, mengapa orang perlu bermeditasi?
Pertama, karena tujuan meditasi itu adalah ke dalam yakni kepada Tuhan yang ada di dalam hati, atau yang terdekat di dalam batin. Tetapi, pengertian umum sekali, meditasi untuk meningkatkan konsentrasi. Dengan adanya konsentrasi, secara otomatis akan timbul ketenangan, lalu akan tercapai pikiran tenang, sehingga kesehatan itu bisa tercapai. Namun, yang paling utama adalah mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sementara ini ada pemahaman beberapa orang tentang meditasi sebagai sebuah kata yang mengerikan. Lalu bagaimana cara menghilangkan “image” itu?

Sebenarnya, meditasi itu sudah memasyarakat, hanya saja pemahaman orang-orang dan kebiasaan kita di Bali selalu mengarahkan meditasi itu untuk orang tua. Padahal, meditasi yang merupakan pemikiran yang terus menerus, secara mendalam itu tidak mesti kepada orang tua saja, melainkan anak-anak pun bisa. Cuma, masyarakat sudah terbiasa menganggap meditasi itu dilakukan sesudah pensiun. Bahkan dianggap menakutkan dan mistik. Justru karena itu, sekarang masyarakat harus diberi pemahaman bahwa meditasi itu bukan sesuatu hal mistik.

Nah, kini tugas kita bersama untuk mengubah image masyarakat terhadap meditasi itu. Dulu pernah ada kejadian, di salah satu sekolah TK diadakan pelajaran meditasi. Ketika didengar oleh salah satu orangtua murid, ia meminta anaknya berhenti sekolah. Mungkin pikiran orang, bermeditasi itu adalah belajar kesaktian, mistik, atau kekuatan. Kini kita lebih banyak tak menggunakan kata meditasi, melainkan duduk hening atau berdiri hening.

Jadi, meditasi itu sebenarnya “biasa-biasa” saja dan bisa dilakukan oleh siapa saja?
Meditasi itu seharusnya sederhana dan mudah dilakukan oleh siapa saja karena memang harus untuk semua orang. Di dalam Bhagawadgita tidak diterangkan umur berapa boleh bermeditasi atau tidak. Setiap orang boleh dan harus bermeditasi, memusatkan pikiran yang terus menerus secara mendalam dengan tujuan akhir untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Kalau dilihat secara panjang, tujuannya adalah moksa. Kalau sekarang membicarakan moksa rasanya terlalu dini.

Apa beda meditasi dengan semadi?
Menurut astana yoga jelas sekali, yaitu  
dharana adalah pemusatan pikiran,  
dhiyana adalah pemusatan pikiran yang terus menerus dan  
samadhi artinya tenggelam di dalam pemusatan pikiran itu sendiri.

Kini kadung sudah salah kaprah, orang kadang-kadang ingin menjadi langsung hebat. Jadi setiap mengheningkan pikiran dan setiap latihan yang berhubungan dengan batin selalu dianggap semadi. Padahal, untuk semadi itu diperlukan proses yang sangat panjang dan tidak seperti yang dibayangkan. Kita sendiri tidak berani menyinggung masalah semadi dalam artian yang benar. Tetapi, kalau semadi yang umum dilakukan itulah dhiyana yakni meditasi itu sendiri.

Bagaimana idealnya orang melakukan meditasi?
Semua itu tergantung dari segi waktunya. Kalau orang lanjut usia (lansia) atau orang dewasa, mungkin harus melakukan setengah jam atau 30 menit ke atas. Tetapi, kalau anak-anak, satu atau dua menit pun cukup. Anak SD kelas satu sampai kelas lima saya beri target waktu tiga menit. Kalau umur di atasnya paling sedikit diberi lima menit.

Bagi Anda, apa sisi esensial dari meditasi itu dan mengapa sampai anak-anak pun dianjurkan bermeditasi?
Sesudah lama menjalani dan sambil menyusun buku, makin lama saya makin mengetahui bahwa inti meditasi sebenarnya sebegitu saja. Kadang manusia ingin mencari sensasi yang nampak hebat, makin berbelit, makin ruwet, makin rahasia dan makin hebat. Tetapi, sesudah saya melihat dan jalani justru sederhana sekali, tak sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Sehingga saya yakin benar, anak-anak pun bisa memakainya. Misalnya, kundalini secara prinsip tujuannya adalah untuk pemarisuda — membersihkan badan, fisik, etorik, astral maupun mental. Dengan bersih ini, kundalini secara otomatis akan naik. Kalau kotor dipaksa naik, justru akan menyebabkan trauma atau sindrom-sindrom kundalini dan sebagainya. Namun, kita tidak akan mengarahkan anak-anak ke sana. Orangtua pun mestinya begitu, mereka tak boleh tanpa penyucian, tanpa pembersihan kundalini dipaksa naik. Kalau hal itu dipaksakan, berbahaya. Saya tetap melihat bahwa anak TK, SD, SMP sampai orang tua itu keheningannya atau intinya sama.

Apakah “rumusan” tersebut penemuan Anda?
Saya tidak berani mengatakan itu penemuan. Sebenarnya ini sudah ada sejak lama, mungkin istilahnya hanya menggali yang sudah ada. Seperti yang dimuat dalam Bhagawadgita, tidak ada batasan umur yang boleh membacanya. Anak-anak pun sepanjang sudah bisa membaca boleh melakukannya. Atau anak yang tak bisa membaca boleh mendengarkan. Apa yang dicantumkan dalam Bhagawadgita, itu berarti setiap orang boleh melakukannya. Memang, anak TK disuruh meditasi dengan posisi tertentu sekian menit tidak mampu. Hal itu berbeda dengan orang dewasa. Meditasi adalah duduk diam. Artinya, diam fisiknya, diam perasaannya dan diam mentalnya. Nah, untuk mencari proses diam inilah yang disebut dengan meditasi.

Apakah ada dampak nyata pada seseorang yang sering bermeditasi?
Orang yang sering bermeditasi akan lebih cepat menimbulkan reaksi daripada orang yang tidak melakukan meditasi. Hal ini sudah dibuktikan di Universitas Texas. Di Universitas California terbukti, pada orang yang sering bermeditasi, kemampuan mengingatnya, konsentrasi dan pengembangan memorinya lebih tinggi daripada orang yang tidak bermeditasi. Kedua fakultas ini secara serius menyelidiki dampak meditasi. Di Prancis, salah seorang dokter mengatakan, meditasi berdampak pada penyembuhan mental. Dicoba dengan memberikan gula pada salah seorang yang sakit, gula itu dilengkapi dengan perintah untuk menyembuhkan sakit. Ternyata, itu mampu menyembuhkan. Berarti pikiran orang itu sendiri yang memproses penyembuhan.

Meditasi kan berkaitan erat dengan pernapasan?
Ya, yang menonjol sekali adalah mengenai pernapasan. Orang yang bernapas lebih lambat adalah lebih sehat. Binatang pun juga demikian. Orang yang meditasi, pada saat tertentu napasnya lebih lambat daripada orang yang sedang tidur. Umumnya orang bernapas delapan kali per menit dan orang yang tidur bisa bernapas enam sampai delapan per menit. Tetapi kalau meditasi mungkin tiga atau empat kali per menit. Jadi sangat dalam sekali.

Meditasi pada manusia konon bisa diaplikasikan ke tanaman atau tumbuh-tumbuhan. Pendapat Anda?
Benar. Percobaan di Thailand membuktikan pengaruh meditasi terhadap tanaman. Tanaman yang diberi pikiran baik itu ternyata tumbuh lebih cepat dan baik sekali. Dalam percobaan itu, ada satu tanaman yang tumbuh di tiga tempat yang masing-masing diarahkan oleh mahasiswa. Tanaman yang satu tidak diberikan apa-apa, yang satu bagian diberi pikiran yang bagus, kasih sayang, dan kedamaian. Sedangkan yang satunya lagi diberi caci maki. Ternyata tanaman yang dicaci maki itu dalam beberapa hari menguncup seperti terbakar dan akhirnya mati. Tanaman yang biasa tumbuhnya juga biasa, sedangkan tanaman yang diberi pikiran kasih sayang itu pertumbuhannya sangat cepat dan sehat. Tanaman saja demikian hasilnya, apalagi manusia.

Apakah bisa terjadi sebaliknya, tanaman berefek pada manusia?
Bisa. Juga di Thailand, pernah ada kejadian lain, satu pohon dalam sekolah mengalami kekeringan, kemudian mati. Setelah diselidiki, ternyata ada seorang mahasiswa yang stres menumpahkan kemarahannya kepada pohon itu. Mungkin karena ia tidak bisa mencaci dosennya, maka ia tumpahkan pada pohon yang lamanya hampir 2-3 jam itu. Sehabis itu, mahasiswa tersebut juga sakit. Jadi efek kepada pohon itu sangat jelas dan efek pada manusianya juga jelas.

Anda pernah punya pengalaman sendiri terkait fenomena tadi?
Satu hal yang menarik pernah saya alami, suatu ketika, pada saat saya main bola. Kita tahu bahwa pohon-pohon pada siang hari mengeluarkan O2 yang kita perlukan. Saya memegang pohon itu dan berkata, “Oh pohon, kelebihan energimu tolong berikan pada saya, dan terima kasih sebelumnya”. Ternyata hal itu bisa meningkatkan kesehatan, vitalitas, dan spiritual saya. Kasih sayang meningkat banyak. Falsafah pohon itu kan selalu memberi, kepada orang jahat atau yang baik. Dalam percobaan-percobaan dengan tanaman ini, meditasi sangat jelas dan sudah banyak terbukti.

* * *
Sering terjadi, orang yang bermeditasi menjadi “kepeleset” jadi “kerauhan” atau kemasukan roh halus maupun roh jahat. Bagaimana hal itu sampai terjadi?

Ada beberapa hal yang menyebabkan orang kerauhan. Pertama, di Bali orang yang kerauhan itu seolah dipakai alat oleh makhluk-makhluk tinggi, sehingga orang itu menjadi bangga. Kalau kerauhan, manusia sepertinya sudah mempunyai karakter ingin nampak dan ingin kelihatan. Bayangkan saja, pada tempat yang ramai orang kerauhan sendiri misalnya, kan dia menjadi nampak dan menonjol. Jadi keinginan untuk menonjol ini sangat tinggi. Keinginan itu menjadi di bawah sadarnya, sehingga mudah sekali ia kerauhan. Kedua, seseorang kerauhan karena kepekaannya sendiri. Bukan kepekaan karena dia pandai, suci, atau spiritual, namun karena ia mudah menangkap getaran lain kemudian dirasakannya.

Artinya Anda tidak begitu percaya sepenuhnya perihal “kerauhan” itu?
Kalau kontak batin saya percaya, tetapi kalau kerauhan itu kelas dewa, yang dimasuki seberapa? Dalam pemahaman meditasi, kita berada pada jalur keheningan yang memang lain. Makhluk apa pun itu tidak boleh “masuk”. Kalau itu terjadi, berarti ada yang tidak benar.

Apakah ketika orang bermeditasi kemudian “kerauhan”, berarti orang tersebut gagal bermeditasi?
Dalam meditasi secara umum tidak ada istilah gagal. Yang gagal itu adalah proses perjalanan meditasinya. Ada istilah orang Bali, kalau bermeditasi harus bertempat di pasar, di tempat yang ramai. Namun sering terjadi, di tempat yang hening saja mereka tidak bermeditasi dengan baik, apalagi di pasar. Ada juga orang meditasi di hutan. Di satu segi mereka bagus mencari keheningan di hutan, tetapi kalau mereka terus-terusan demikian, dia tidak akan terlatih dalam hidup sehari-hari. Karena, hidup tidak segampang dan semulus jalan by-pass yang lurus tanpa hambatan.

Meditasi bisa menyembuhkan penyakit?
Perlu diingat, meditasi itu berhubungan dengan pikiran. Pikiran berhubungan dengan badan kasar dan fisik. Orang yang pikirannya tenang dan tenteram, akan mempengaruhi fisiknya yang lebih tenang dan tenteram serta mempengaruhi napasnya menjadi lebih lambat dan panjang. Dengan proses ini saja, sudah terjadi proses penyembuhan. Kedua, pada saat meditasi, seseorang akan menarik energi Ilahi, energi kosmik yang ditarik adalah dirinya. Hal itu akan mendorong keluar semua hal negatif dalam dirinya. Termasuk karakter yang buruk pun terdorong keluar. Kita tidak akan mengatakan apakah itu namanya black magic, penyakit, atau pikiran lain yang negatif. Tetapi, itu adalah energi negatif. Pada saat cahaya turun, semua kegelapan minggir karena rahmat Tuhan itu umumnya berbentuk cahaya. Kegelapan memang tidak bisa diusir, tetapi dengan masuknya cahaya, kegelapan menjadi minggir. Yang termasuk kegelapan adalah semisal penyakit, karakter, dan emosi yang negatif.

Apa hubungan meditasi dengan aura seseorang?
Aura terbentuk karena pikiran. Dengan proses itu, aura menjadi terbentuk karena aura itu adalah limpahan daripada daya pikir. Sekarang yang bisa ditangkap dengan foto itu adalah eterik, sedangkan mental sendiri belum mampu ditangkap dengan alat. Eterik ini dipengaruhi oleh pikiran, apakah itu tenang, kacau balau, atau lainnya. Jadi, kalau pikiran seseorang tenang, selalu mengarah ke atas, akan terjadi beberapa hal yaitu satu auranya berubah. Contoh, orang yang spiritualnya tinggi selalu bermeditasi, pikirannya ke hal-hal Tuhan melulu, maka auranya akan jadi putih. Jika aura berwarna ungu atau violet, itu sudah bagus. Orang yang suka mengabdi seperti dokter, perawat atau lainnya, karakternya akan membawa auranya berwarna biru. Sedangkan penyembuh auranya berwarna kehijauan. Lalu, orang-orang duniawi yang tidak memikirkan apa-apa — sering emosional, marah, dan ngamuk — auranya akan berwarna kemerah-kemerahan dan kadang berwarna hitam gelap.

Meditasi juga berpengaruh dari segi cakra-cakra. Pada saat seseorang bermeditasi, cakra yang di atas akan berkembang bagus seperti cakra jantung, tenggorokan, di tengah halus. Hal ini disebabkan konsentrasi orang itu ke atas. Selama ini, kita membayangkan Tuhan itu kan selalu di atas, tidak pernah di kaki. Hal inilah mendorong cakra-cakra di atas itu mengembang dan semakin besar.

Drs. Gede Arsa Dana

Meditasi pada Kedua Jantung 3

MENINGKATKAN KEKUATAN/DAYA PENYEMBUHAN SESEORANG

Bila orang berlatih Meditasi Pada Kedua Jantung setiap hari atau secara teratur, ukuran cakra mayor dan auranya akan bertambah, dan membuat tubuh energinya lebih dinamik dan kuat.

Anda dapat melakukan percobaan sederhana ini untuk membuktikan kebenarannya:

  1. Ajaklah seorang pakar meditasi atau yang telah berlatih meditasi selama paling sedikit dua atau tiga Minggu untuk melakukan percobaan ini bersama Anda.
  2. Telusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya sebelum melakukan mediatsi.
  3. Sementara orang itu bermeditasi, tunggulah tiga menit sebelum menelusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya. Perhatikan perbedaan ukuran sebelum dan selama meditasi.

Ketika menelusuri aura, secara bertahap melangkah liama meter atau lebih menjauhi subyek dan berusaha merasakan tubuh energinya. Anda akan merasa kesemutan atau sensasi ringan di tangan dan jari Anda. Orang lain mungkin merasakan semacam arus listrik ringan atau getaran.

Beberapa jam setelah meditasi, cakra dan aura secra bertahap akan kembali normal hampir keukuran semula. Akan tetapi, kalau meditasi ini dilakukan setiap hari selama setahun, ukuran setiap cakra akan meningkat dari bergaris tengah sebesar tiga atau empat inchi menjadi enam inci atau lebih sedangkan aura dalam akan membesar dari berjari-jari lima inchi menjadi satu meter atau lebih. Ini disebabkan pengaruh kumulatif dari meditasi yang dilakuan secara teratur.

Seorang penyembuh dengan cakra dan aura dalam yang besar akan sangat kuat dan dapat menyembuhkan penyakit ringan secara cepat dan seketika. Seorang penyembuh prana tingkat madya paling sedikit harus mempunyai jari-jari aura dalam sebesar satu meter sedangkan seoran penyembuh tingkat lanjut sekitar tiga meter. Seorang penyembuh prana master yang kuat dapat memiliki aura dalam jari-jari paling sedikit 50 meter. Orang dengan cakra dan aura dalam yang besar ibarat sebuah pompa yang besar sedangkan orang dengan cakra dan uara dalam yang kecil adlah seperti sebuah pompa mini. Jadi, sungguh bermanfaat untuk berlatih meditasi ini setiap hari atau secara teratur.

Tubuh energi yang kuat dan dinamik tidak hanya meningkatkan daya menyembuhkan melainkan juga meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja seseorang. Setelah mengajar banyak murid dan bertemunorang berhasil dan kaum eksekutif puncak biasanya mempunyai cakra yang lebih besar, yaitu kurang lebih lima atau enam inchi atau lebih dan aura dalam sekitar satu meter atau lebih. Orang yang memiliki kepribadian yang memikat atau berkarisma besar biasanya mempunyai cakra dan aura dalam yang lebih besar daripada oarng biasa dan cenderung mempunyai pengaruh yang kuat terhadap banyak orang.

Selanjutnya, orang yang bermeditasi secara teratur menjadi lebih cerdas dan intuitif. Bilamana ia menghadapi suatu msalah, ia akan mampu melihatnya secara langsung dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

Meditasi pada Kedua Jantung 2

PROSEDUR

1. Membersihkan Tubuh Eterik dengan Latihan Fisik
Lakukan latihan fisik sekitar 5 menit untuk membersihkan dan memeberikan energi kepada tubuh eterik. Bahan keabu-abuan atau prana yang bekas pakai dikeluarkan dari tubuh eterik dengan latihan fisik. Latihan fisik juga memperkecil kemungkinan kongesti prana (penumpukan prana yang berefek negatif pada tubuh) karena meditasi ini mengumpulkan sejumlah besar energi halus di dalam tubuh eterik.

2. Memohon Berkat Surgawi. (Anda dapat membuat doa sendiri)

Ini adalah contoh yang biasanya dipakai oleh pengarang:

Tuhan, dengan rendah hati saya memohon rahmatMu!
Untuk perlindungan, bimbingan, bantuan dan iluminasi!
Terima ksaih dan dengan keyakinan penuh !

Memohon berkat Tuhan atau Pembimbing Spiritual sangat penting. Setiap orang yang secara serius mengembangkan kemampuan spiritulanya biasanya mempunyai Pembimbing Spiritual apakah ia menyadarinya atau tidak. Doa itu diperlukan untuk memperoleh perlindungan, bantuan dan bimbingan. Tanpa berdoa, melakukan teknik meditasi lanjut dapat berbahaya.

3. Mengaktifkan Cakra Jantung – Memberkati Seluruh Bumi dengan Cinta Kasih
Tekanlah cakra jantung depan dengan selama beberapa detik. Ini untuk mempermudah kosentrasi pada cakra jantung. Lakukan kosentrasi pada cakra jantung depan dan berkatilah bumi dengan cinta-kasih. Ketika memberkati, Anda dapat memvisualisasikan bumi sebagai sangat kecil di depan Anda. Pengarang biasanya melakukan pemberkatan berikut ini:

MEMBERKATI BUMI DENGAN CINTA KASIH

Dari Hati Tuhan,
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan cinta kasih.
Biarkan seluruh bumi diberkati kegembiraan,
kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan pengertian,
keserasian, itikad baik dan kemauan berbuat baik.
Terjadilah!

Dari Hati Tuhan,
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
cinta kasih dan kebaikan surgawi.
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
kegembiraan, kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
Pengertian, keserasian, itikad baik dan
keinginan berbuat baik. Terima kasih,
Terjadilah!

Bagi para pemula, pemberkatan ini hanya dilakukan satu atau dua kali. Jangan melakukan pemberkatan ini secara berlebihan pada permulaan. Sebagian bahkan mungkin merasa kongesti prana ringan di sekitar daerah jantung. Ini karena tubuh eterik Anda tidak cukup bersih. Lakukan penyapuan setempat untuk menghilangkan kongesti tersebut.

Pemberkatan ini tidak boleh dilakukan secaa mekanis. Anda harus menghayati dan menyadari sepenuhnya pengertian tiap-tiap ucapan. Anda dapat pula menggunakan visualisasi. Bila memberkati bumi dengan cinta kasih, visualisasikan aura bumi menjadi berwarna merah muda kebiru-biruan yang mempesona. Bila memberkati bumi dengan kegembiraan, kebahagiaan dan damai; visualisasikan orang-orang yang bermasalah berat tersenyum, hati mereka terisi dengan kegembiraan, kepercayaan, harapan dan perdamaian. Visualisasikan masalah mereka menjadi lebih ringan dan wajah mereka lebih cerah. Bila memberkati bumi dengan keserasian , itikad baik dan kemauan berbuat baik; visualisasikan orang-orang atau negara-negara yang hampir berperang meletakkan senjata dan saling berpelukan. Visualisasikan mereka terisi dengan maksud baik dan berniat melaksanakan maksud baik tersebut. Pemberkatan ini dapat diarahkan ke suatu negara, keluarga atau sekelompok negara. Jangan mengarahkan pemberkatan kepada bayi, anak atau orang karena mereka dapat dibanjiri energi yang sangat kuat yang dihasilkan oleh meditasi ini.

4. Mengaktifkan Cakra Mahkota – Memberkati Bumi dengan Cinta Kasih
Tekan mahkota dengan jari Anda selama beberapa detik untuk mempermudah kosentrasi pada cakra mahkota dan berkati seluruh bumi dengan cinta kasih. Bila cakra mahkota cukup terbuka, sebagian antara Anda akan merasakan sesuatu sedang berkembang di puncak kepala atau merasa suatu tekanan pada mahkota. Setelah cakra mahkota diaktifkan, berkosentrasilah secara bersamaan pada cakra mahkota dan cakra jantung, dan berkati bumi dengan cinta kasih beberapa kali. Ini akan menggabungkan cakra jantung dan cakra mahkota; dengan demikian menjadikan berkat jauh lebih kuat.

5. Mencapai Iluminasi – Meditasi pada Cahaya, pada Aum dan jarak antara dua Aum
Untuk mencapai Iluminasi (perluasan kesadaran) visualisasikan suatu titik cahaya putih yang gemilang pada puncak kepala dan secara bersamaan mengucapkan mantra Aum dalam hati. Lakukan kosentrasi pada jarak waktu (saat hening) diantara dua Aum, sementara mempertahankan titik cahaya tersebut. Lakukan meditasi ini selama 10-15 menit. Kalau Anda dapat memusatkan pikiran sepenuhnya secara bersamaan pada titik cahaya dan jarak pada waktu antara dua Aum, Anda akan mengalami “ledakan cahaya didalam”. Seluruh tubuh Anda akan diisi dengan cahaya! Secara pertama kali! Untuk mengalami kesadaran Budha atau iluminasi adalah dengan mengalami dan mengerti makna yang dikatakan Yesus: “jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Lukas 11:34). “sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada didalam kamu” (Lukas 17:21).

Bagi beberapa orang, dibutuhkan bertahun-tahun sebelum mereka mengalami iluminasi pertama sekilas pandangan atau kesadaran Budha. Orang lain mungkin hanya membutuhkan beberapa bulan sementara yang lian hanya beberapa Minggu. Bagi sedikit orang, mereka mencapai awal perluasan kesadaran pada beberapa usaha pertama. Ini biasanya dilakkukan dengan bantuan seorarng Tua atau fasilitator.

Ketika melakukan meditasi ini Anda harus netral. Tidak boleh merasa obsesi akan hasil atau terlalu banyak berharap. Jika tidak, ia sebenarnya bermeditasi pada harapan atau hasil yang diharapkan bukannya pada titik cahaya, Aum dan jarak waktu antara dua Aum.

6. Melepas Kelebihan Energi
Sesudah bermeditasi, kelebihan energi harus dilepaskan dengan memberkati bumi dengan Cahaya, Cinta, Damai dan Kemakmuran selama beberapa menit sampaianda merasa tubuh Anda menjadi nornal. Kalau tidak, tubuh eterik akan mengalami kongesti dan Anda akan mengalami sakit kepala dan nyari dada. Tubuh fisik lama-kelamaan rusak karena terlalu banyak energi. Kelompok esoterik lain melepas kelebihan energi dengan memvisualisasikan cakra-cakra menyalurkan keluar kelebihan energi dan cakra menjadi lebih kecil dan redup, tetapi cara ini tidak menggunakan kelebihan energi untuk pemakaian yang konstruktif.

7. Berterima Kasih
Setelah bermeditasi, selalu berterima kasihlah kepada Tuhan dan Pembimbing Spiritual atas berkat surgawi.

8. Melepaskan Energi Berlebihan Lagi dan Memperkuat Tubuh Fisik Malalui Pijatan dan Latihan Fisik Lagi
Sesudah bermeditasi, pijatlah tubuh Anda dan lakukan latihan fisik sekitar lima menit untuk mengeluarkan prana bekas pakai dari tubuh dan melepaskan energi berlebihan, membersihkan dan memperkuat tubuh fisik. Ini juga mempermudah asimilasi energi prana dan energi spiritual; dengan demikian meningkatkan keindahan dan kesehatan praktisi. Pemijatan dan latihan fisik sesudah bermeditasi akan mengurangi kongesti prana dibagian-bagian tubuh tertentu yang dapat menjadi penyakit. Anda juga dapat menyembuhkan diri dari beberapa penyakit secara bertahap dengan melakukan latihan fisik sesudah melakukan “ Meditasi Pada Kedua Jantung”. Melakukan latihan fisik sesudah meditasi sangat penting; kalau tidak tubuh fisik akan melemah. Walaupun tubuh eterik akan menjadi sangat terang dan kuat, tubuh fisik akan menjadi lemah karena tidak mampu menahan kelebihan energi yang dihasilkan meditasi ini dalam jangka lama. Anda harus mengalaminya sendiri supaya dapat menghargai sepenuhnya apa yang dikatakan Pengarang.

Beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk tidak melakukan latihan fisik sesudah melakukan meditasi ini, melainkan terus menikmati keadaan bahagia tersebut. Kecenderungan ini harus ditanggulangi, kalau tidak kesehatan fisik Anda pada akhirnya akan terganggu.

Kadang-kadang bila seorang aspiran spiritual bermeditasi, ia dapat mengalami gerakan fisik yang tidak umum dalam jangka pendek. Ini sangat normal karena saluran eteriknya sedang dibersihkan.

Petunjuk yang diberikan tampaknya cukup panjang, namun meditasi ini sendiri sangat singkat, sederhana dan sangat efektif! Meditasi hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit diluar waktu yang dibutuhkan untuk latihan fisik.

Terdapat banyak tingkatan iluminasi. Seni “intuisi” atau “pengetahuan sintetik langsung” membutuhkan meditasi yang terus menerus untuk jangka waktu lama.

Memberkati bumi dengan cinta kasih dapat dilakukan secara berkelompok sebagai bentuk pelayanan dunia. Bila untuk tujuan tersebut dilakukan dalam kelompok, mula-mula berkati bumi bumi dengan cinta kasih melalui cakra jantung kemudian melalui cakra mahkota lalu melalui kedua cakra, mahkota dan jantung. Lepaskan kelebihan energi sesudah akhir meditasi. Bagian meditasi yang lain dihilangkan. Pemberkatan dapat diarahkan tidak hanya ke seluruh bumi melainkan juga ke suatu negara atau kelompok negara tertentu. Kekuatan pemberkatan ini meningkat berlipat ganda bila dilakukan dalam kelompok dibadingkan secara individual. Cara lain memberkati bumi dengan cinta kasih dalam kelompok adalah melalui siaran radio harian pada waktu yan sesuai bersama dengan beberapa atau banyak pendengar yang berpartisipasi.

Seperti halnya penyembuhan dengan prana dapat menyembuhkan penyakit sederhana dan berat secara “ajaib”, “meditasi pada kedua jantung” bila dilakukan sejumlah besar orang dapat menyembuhkan seluruh bumi secara ajaib; dengan demikian membuat seluruh bumi lebih serasi dan damai.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung 1

Tanpa meninggalkan rumah, orang mengetahui semua yang ada di surga dan di bumi. Tanpa mengintip dari jendela orang akan melihzt jalan surgawi. Mereka yang pergi keluar, semakin jauh perjalanannya semakin sedkit pengetahuannya. Karena itu orang bijaksana melihat semuanya tanpa pergi ke manapun, melihat semuanya tanpa melihat, tidak melakukan sesuatu namun mencapai (Tujuannya)!  (Tao Te Ching, Lao Tzu)

Meditasi harus diarahkan ke realisasi kebersatuan dengan Tuhan. Seluruh perhatian Anda harus diberikan kepada realisasi Tuhan, selalu mengingat bahwa kerajaan Tuhan ada dalam dirimu, bukan dimana-mana, melainkan dalam dirimu.  (Joel Goldsmith)

Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung adalah teknik mencapai kesadaran Budha atau kesadaran Kosmos atau iluminasi. Teknik ilumnasi juga merupakan bentuk pelayanan terhadap dunia karena dunia diharmoniskan hingga suatu tingkat tertentu dengan memberkati seluruh bumi dengan cinta-kasih.

Meditasi pada kedua jantung dilandasi prinsip bahwa beberapa cakra mayor adalah titik masuk atau pintu gerbang tingkat atau cakrawala kesadaran tertentu. Untuk mencapai iluminasi atau kesadaran kosmos, cakra mahkota perlu diaktifkan. Kedua jantung itu mengacu pada cakra jantung yang merupakan pusat emosional dan cakra mahkota yang merupakan pusat jantung surgawi.

Bila cakra mahkota cukup diaktifkan, kedua belas daun dalam membuka dan membalik keatas seperti sebuah cangkir emas, mahkota emas, bunga (teratai) emas untuk menerima energi spiritual yang dibagikan ke bagian tubuh lainnya. Ia juga dilambangkan sebagai Holy Grail (piala suci). Mahkota yang dipakai para raja dan ratu hanyalah tiruan atau simbol fisik yang jelek dari cakra mahkota gilang-gemilang yang tak tergambarkan dari orang sudah mengalami perkembangan spiritual sepenuhnya.

Mahkota emas yang berputar sangt cepat terlihat seperti cahaya yang gemerlap di puncak kepala seseorang. Ini dilambangkan dengan topi tinggi (mitre) yang dipakai oleh Paus, kardinal dan uskup.

Kalau cakra mahkota sangat aktif, akan tampak seperti halo di sekeliling kepala. Itulah sebabnya mengapa para orang kudus berbagai agama mempunyai halo di sekitar kepala mereka. Karena tingkat perkembangan spiritual berbeda-beda, maka ukuran besar dan kecermalangan halo pun bervariasi.

Bilamana seseorang bermeditasi pada kedua jantung, energi surgawi mengalir turun ke praktisi dan mengisinya dengan cahaya, kasih, dan kuasa surgawi. Praktisi kemudian menjadi saluran energi surgawi ini. Dalam Yoga aliran Taoisme, energi surgawi ini disebut “ki surgawi”. Dalam Kaballah disebut “tiang cahaya” mengacu pada apa yang dilihat oleh para pewaskita. Para yogi bangsa India menyebut tiang cahaya ini sebagai jembatan cahaya spiritual atau “antakharana”. Orang Kristen menyebutnya “turunnya Roh Kudus”, yang dilambangkan dengan tiang cahaya dan turunnya seekor burung merpati. Dalam kesenian Kristen, ini diperlihatkan dalam gambar-gambar Yesus atau para orang kudus dengan tiang cahaya putih diatas kepalanya disertai burung merpati putih yang terbang ke bawah. Ini melambangkan turunnya energi surgawi. Orang-orang yang mengembangkan kemampuan spiritualnya dan telah berlatih meditasi beberapa lama mungkin mengalami dikelilingi oleh cahaya yang menyilaukan atau kepalanya terisi dengan cahaya yang menyilaukan. Ini lazim dialami oleh para yogi tingkat lanjut serta orang kudus dari semua agama dan pengalaman mereka mirip satu dengan yang lain.

Cakra mahkota hanya dapat cukup teraktifkan bila cakra jantung sudah cukup diaktifkan terlebih dahulu. Cakra jantung adalah tiruan cakra mahkota. Bila Anda melihat cakra jantung, cakra tersebut tampak seperti cakra dalam dari cakra mahkota yang mempunyai dua belas daun emas. Cakra jantung merupakan persamaan yang lebih rendah dari cakra mahkota. Cakra mahkota adalah pusat iluminasi dan cinta surgawi atau persatuan dengan semua. Cakra jantung, merupakan pusat emosi yang lebih tinggi. Ia merupakan pusat perasaaan kasihan, kegembiraan, kasih sayang, perhatian, belas-kasihan, dan emosi halus yang lebih tinggi. Orang hanya dapat merasakan cinta surgawi dengan mengembangkan emosi halus yang lebih tinggi. Menerangkan cinta kasih dan iluminasi kepada orang biasa adalah seperti berusaha menerangkan warna pada orang buta.

Ada banyak cara mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota. Anda dapat memakai gerakan fisik atau hatha yoga, tekni pernapasan yoga, mantra atau doa dan teknik visualisasi. Semua teknik ini efektif tetapi tidak cukup cepat. Salah satu cara yang paling efektif dan cepat untuk mengaktifkan cakra ini adalah melakukan meditasi berdasarkan cinta kasih atau memberkati seluruh bumi dengan dengan cinta kasih. Dengan memakai cakra jantung dan cakra mahkota untuk memberkati bumi dengan cinta kasih, kedua cakra tersebut menjadi saluran energi spiritual; karena itu diaktifkan dalam proses ini. Dengan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda melakukan suatu bentuk pelayanan dunia. Dan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda sebaliknya akan diberkati berlipat ganda. Dalam memberkati Anda diberkati. Dengan memberi maka Anda menerima. Itulah Hukumnya!

Seseorang dengan cakra mahkota yang tidak cukup aktif, tidak perlu mencapai iluminasi karena ia masih harus mempelajari cara menggiatkan cakra mahkota untuk mencapai iluminasi. Ini seperti memiliki komputer canggih tanpa mengetahui cara menggunakannya. Kalau cakra mahkota telah cukup digiatkan, maka Anda harus melakukan pada cakra tersebut, mantra Aum, dan pada jarak waktu antara dua Aum. Kosentrasi kuat harus dipusatkan tidak hanya pada mantra Aum namun terutama pada jarak antara dua Aum. Dengan kosentrasi penuh dan kuat pada cahaya dan jarak waktu (saat hening) antara dua Aum, iluminasi atau samadi tercapai!

Pada sebagian besar orang, cakra-cakra lain sangat teraktifkan. Cakra dasar, cakra seks, dan cakra solar-plexus teraktifkan pada hampir semua orang. Pada mereka, naluri untuk bertahan hidup, dorongan seks dan kecenderungan bereaksi dengan emosi-emosi lebih rendah sangat aktif. Dengan merasuknya pendidikan modern dan pekerjaan yang membutuhkan penggunaan kemampuan mental, cakra ajna dan cakra tenggorok berkembang dalam banyak orang. Apa yang tidak berkembang pada sebagian besar orang adalah cakra jantung dan cakra mahkota. Sayangnya, pendidikan cenderung lebih menekankan pada perkembangan cakra tenggorok dan cakra ajna atau perkembangan pikiran kongkret dan pikiran abstrak. Perkembangan jantung diabaikan. Karena itu, Anda dapat menjumpai orang-orang yang sangat pandai dan mungkin “berhasil”,  hubungan antar manusianya sangat buruk, hampir-hampir tidak berkawan dan berkeluarga. Dengan  melakukan meditasi pada dua jantung, seseorang menjadilebih simbang secara harmonis. Ini berarti cakra-cakra mayor berkembang kurang lebih seimbang.

Apakah pikiran abstrak atau pikiran kongkret dipakai secara konstruktif atau destruktif tergantung pada perkembangan cakra jantung. Bila cakra solar-plexus berkembang secara berlebihan dan cakra jantung kurang berkembang atau bila emosi yang lebih rendah aktif dan emosi yang lebih tinggi kurang berkembang, maka kemungkinan pikiran akan dipakai secara destruktif. Tanpa perkembangan jantung sebagian besar orang, kedamaian dunia merupakan impian semata. Itulah sebabnya perkembangan jantung harus ditekankan dalam sistem pendidikan.

Orang-orang yang berusia di bawah dari delapan belas tahun tidak boleh berlatih meditasi pada kedua jantung karena tubuh mereka belum dapat menahan terlalu banyak energi halus. Bahkan pada akhirnya mungkin dapat bermanifestasi sebagai kelumpuhan fisik. Orang yang menderita sakit jantung, hipertensi atau glaukoma, juga tidak boleh melakukan meditasi ini karena dapat memperburuk penyakitnya. Penting bahwa mereka yang ingin berlatih meditasi pada kedua jantung secara teratur harus berlatih pemurnian diri atau pembentukan karater melalui renungan batin setiap hari. Meditasi pada kedua jantung tidak hanya mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota tetapi juga cakra-cakra lain. Karena itu, sifat-sifat positif maupun negatif orang akan akan diaktifkan atau diperbesar. Ini dengan mudah dapat diuji oleh praktisi sendiri dan melalui pengamatan waskita.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

>Meditasi pada Kedua Jantung 3

>MENINGKATKAN KEKUATAN/DAYA PENYEMBUHAN SESEORANG

Bila orang berlatih Meditasi Pada Kedua Jantung setiap hari atau secara teratur, ukuran cakra mayor dan auranya akan bertambah, dan membuat tubuh energinya lebih dinamik dan kuat.

Anda dapat melakukan percobaan sederhana ini untuk membuktikan kebenarannya:

  1. Ajaklah seorang pakar meditasi atau yang telah berlatih meditasi selama paling sedikit dua atau tiga Minggu untuk melakukan percobaan ini bersama Anda.
  2. Telusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya sebelum melakukan mediatsi.
  3. Sementara orang itu bermeditasi, tunggulah tiga menit sebelum menelusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya. Perhatikan perbedaan ukuran sebelum dan selama meditasi.

Ketika menelusuri aura, secara bertahap melangkah liama meter atau lebih menjauhi subyek dan berusaha merasakan tubuh energinya. Anda akan merasa kesemutan atau sensasi ringan di tangan dan jari Anda. Orang lain mungkin merasakan semacam arus listrik ringan atau getaran.

Beberapa jam setelah meditasi, cakra dan aura secra bertahap akan kembali normal hampir keukuran semula. Akan tetapi, kalau meditasi ini dilakukan setiap hari selama setahun, ukuran setiap cakra akan meningkat dari bergaris tengah sebesar tiga atau empat inchi menjadi enam inci atau lebih sedangkan aura dalam akan membesar dari berjari-jari lima inchi menjadi satu meter atau lebih. Ini disebabkan pengaruh kumulatif dari meditasi yang dilakuan secara teratur.

Seorang penyembuh dengan cakra dan aura dalam yang besar akan sangat kuat dan dapat menyembuhkan penyakit ringan secara cepat dan seketika. Seorang penyembuh prana tingkat madya paling sedikit harus mempunyai jari-jari aura dalam sebesar satu meter sedangkan seoran penyembuh tingkat lanjut sekitar tiga meter. Seorang penyembuh prana master yang kuat dapat memiliki aura dalam jari-jari paling sedikit 50 meter. Orang dengan cakra dan aura dalam yang besar ibarat sebuah pompa yang besar sedangkan orang dengan cakra dan uara dalam yang kecil adlah seperti sebuah pompa mini. Jadi, sungguh bermanfaat untuk berlatih meditasi ini setiap hari atau secara teratur.

Tubuh energi yang kuat dan dinamik tidak hanya meningkatkan daya menyembuhkan melainkan juga meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja seseorang. Setelah mengajar banyak murid dan bertemunorang berhasil dan kaum eksekutif puncak biasanya mempunyai cakra yang lebih besar, yaitu kurang lebih lima atau enam inchi atau lebih dan aura dalam sekitar satu meter atau lebih. Orang yang memiliki kepribadian yang memikat atau berkarisma besar biasanya mempunyai cakra dan aura dalam yang lebih besar daripada oarng biasa dan cenderung mempunyai pengaruh yang kuat terhadap banyak orang.

Selanjutnya, orang yang bermeditasi secara teratur menjadi lebih cerdas dan intuitif. Bilamana ia menghadapi suatu msalah, ia akan mampu melihatnya secara langsung dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

>Meditasi pada Kedua Jantung 2

>

PROSEDUR

1. Membersihkan Tubuh Eterik dengan Latihan Fisik
Lakukan latihan fisik sekitar 5 menit untuk membersihkan dan memeberikan energi kepada tubuh eterik. Bahan keabu-abuan atau prana yang bekas pakai dikeluarkan dari tubuh eterik dengan latihan fisik. Latihan fisik juga memperkecil kemungkinan kongesti prana (penumpukan prana yang berefek negatif pada tubuh) karena meditasi ini mengumpulkan sejumlah besar energi halus di dalam tubuh eterik.

2. Memohon Berkat Surgawi. (Anda dapat membuat doa sendiri)

Ini adalah contoh yang biasanya dipakai oleh pengarang:

Tuhan, dengan rendah hati saya memohon rahmatMu!
Untuk perlindungan, bimbingan, bantuan dan iluminasi!
Terima ksaih dan dengan keyakinan penuh !

Memohon berkat Tuhan atau Pembimbing Spiritual sangat penting. Setiap orang yang secara serius mengembangkan kemampuan spiritulanya biasanya mempunyai Pembimbing Spiritual apakah ia menyadarinya atau tidak. Doa itu diperlukan untuk memperoleh perlindungan, bantuan dan bimbingan. Tanpa berdoa, melakukan teknik meditasi lanjut dapat berbahaya.

3. Mengaktifkan Cakra Jantung – Memberkati Seluruh Bumi dengan Cinta Kasih
Tekanlah cakra jantung depan dengan selama beberapa detik. Ini untuk mempermudah kosentrasi pada cakra jantung. Lakukan kosentrasi pada cakra jantung depan dan berkatilah bumi dengan cinta-kasih. Ketika memberkati, Anda dapat memvisualisasikan bumi sebagai sangat kecil di depan Anda. Pengarang biasanya melakukan pemberkatan berikut ini:

MEMBERKATI BUMI DENGAN CINTA KASIH

Dari Hati Tuhan,
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan cinta kasih.
Biarkan seluruh bumi diberkati kegembiraan,
kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan pengertian,
keserasian, itikad baik dan kemauan berbuat baik.
Terjadilah!

Dari Hati Tuhan,
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
cinta kasih dan kebaikan surgawi.
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
kegembiraan, kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
Pengertian, keserasian, itikad baik dan
keinginan berbuat baik. Terima kasih,
Terjadilah!

Bagi para pemula, pemberkatan ini hanya dilakukan satu atau dua kali. Jangan melakukan pemberkatan ini secara berlebihan pada permulaan. Sebagian bahkan mungkin merasa kongesti prana ringan di sekitar daerah jantung. Ini karena tubuh eterik Anda tidak cukup bersih. Lakukan penyapuan setempat untuk menghilangkan kongesti tersebut.

Pemberkatan ini tidak boleh dilakukan secaa mekanis. Anda harus menghayati dan menyadari sepenuhnya pengertian tiap-tiap ucapan. Anda dapat pula menggunakan visualisasi. Bila memberkati bumi dengan cinta kasih, visualisasikan aura bumi menjadi berwarna merah muda kebiru-biruan yang mempesona. Bila memberkati bumi dengan kegembiraan, kebahagiaan dan damai; visualisasikan orang-orang yang bermasalah berat tersenyum, hati mereka terisi dengan kegembiraan, kepercayaan, harapan dan perdamaian. Visualisasikan masalah mereka menjadi lebih ringan dan wajah mereka lebih cerah. Bila memberkati bumi dengan keserasian , itikad baik dan kemauan berbuat baik; visualisasikan orang-orang atau negara-negara yang hampir berperang meletakkan senjata dan saling berpelukan. Visualisasikan mereka terisi dengan maksud baik dan berniat melaksanakan maksud baik tersebut. Pemberkatan ini dapat diarahkan ke suatu negara, keluarga atau sekelompok negara. Jangan mengarahkan pemberkatan kepada bayi, anak atau orang karena mereka dapat dibanjiri energi yang sangat kuat yang dihasilkan oleh meditasi ini.

4. Mengaktifkan Cakra Mahkota – Memberkati Bumi dengan Cinta Kasih
Tekan mahkota dengan jari Anda selama beberapa detik untuk mempermudah kosentrasi pada cakra mahkota dan berkati seluruh bumi dengan cinta kasih. Bila cakra mahkota cukup terbuka, sebagian antara Anda akan merasakan sesuatu sedang berkembang di puncak kepala atau merasa suatu tekanan pada mahkota. Setelah cakra mahkota diaktifkan, berkosentrasilah secara bersamaan pada cakra mahkota dan cakra jantung, dan berkati bumi dengan cinta kasih beberapa kali. Ini akan menggabungkan cakra jantung dan cakra mahkota; dengan demikian menjadikan berkat jauh lebih kuat.

5. Mencapai Iluminasi – Meditasi pada Cahaya, pada Aum dan jarak antara dua Aum
Untuk mencapai Iluminasi (perluasan kesadaran) visualisasikan suatu titik cahaya putih yang gemilang pada puncak kepala dan secara bersamaan mengucapkan mantra Aum dalam hati. Lakukan kosentrasi pada jarak waktu (saat hening) diantara dua Aum, sementara mempertahankan titik cahaya tersebut. Lakukan meditasi ini selama 10-15 menit. Kalau Anda dapat memusatkan pikiran sepenuhnya secara bersamaan pada titik cahaya dan jarak pada waktu antara dua Aum, Anda akan mengalami “ledakan cahaya didalam”. Seluruh tubuh Anda akan diisi dengan cahaya! Secara pertama kali! Untuk mengalami kesadaran Budha atau iluminasi adalah dengan mengalami dan mengerti makna yang dikatakan Yesus: “jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Lukas 11:34). “sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada didalam kamu” (Lukas 17:21).

Bagi beberapa orang, dibutuhkan bertahun-tahun sebelum mereka mengalami iluminasi pertama sekilas pandangan atau kesadaran Budha. Orang lain mungkin hanya membutuhkan beberapa bulan sementara yang lian hanya beberapa Minggu. Bagi sedikit orang, mereka mencapai awal perluasan kesadaran pada beberapa usaha pertama. Ini biasanya dilakkukan dengan bantuan seorarng Tua atau fasilitator.

Ketika melakukan meditasi ini Anda harus netral. Tidak boleh merasa obsesi akan hasil atau terlalu banyak berharap. Jika tidak, ia sebenarnya bermeditasi pada harapan atau hasil yang diharapkan bukannya pada titik cahaya, Aum dan jarak waktu antara dua Aum.

6. Melepas Kelebihan Energi
Sesudah bermeditasi, kelebihan energi harus dilepaskan dengan memberkati bumi dengan Cahaya, Cinta, Damai dan Kemakmuran selama beberapa menit sampaianda merasa tubuh Anda menjadi nornal. Kalau tidak, tubuh eterik akan mengalami kongesti dan Anda akan mengalami sakit kepala dan nyari dada. Tubuh fisik lama-kelamaan rusak karena terlalu banyak energi. Kelompok esoterik lain melepas kelebihan energi dengan memvisualisasikan cakra-cakra menyalurkan keluar kelebihan energi dan cakra menjadi lebih kecil dan redup, tetapi cara ini tidak menggunakan kelebihan energi untuk pemakaian yang konstruktif.

7. Berterima Kasih
Setelah bermeditasi, selalu berterima kasihlah kepada Tuhan dan Pembimbing Spiritual atas berkat surgawi.

8. Melepaskan Energi Berlebihan Lagi dan Memperkuat Tubuh Fisik Malalui Pijatan dan Latihan Fisik Lagi
Sesudah bermeditasi, pijatlah tubuh Anda dan lakukan latihan fisik sekitar lima menit untuk mengeluarkan prana bekas pakai dari tubuh dan melepaskan energi berlebihan, membersihkan dan memperkuat tubuh fisik. Ini juga mempermudah asimilasi energi prana dan energi spiritual; dengan demikian meningkatkan keindahan dan kesehatan praktisi. Pemijatan dan latihan fisik sesudah bermeditasi akan mengurangi kongesti prana dibagian-bagian tubuh tertentu yang dapat menjadi penyakit. Anda juga dapat menyembuhkan diri dari beberapa penyakit secara bertahap dengan melakukan latihan fisik sesudah melakukan “ Meditasi Pada Kedua Jantung”. Melakukan latihan fisik sesudah meditasi sangat penting; kalau tidak tubuh fisik akan melemah. Walaupun tubuh eterik akan menjadi sangat terang dan kuat, tubuh fisik akan menjadi lemah karena tidak mampu menahan kelebihan energi yang dihasilkan meditasi ini dalam jangka lama. Anda harus mengalaminya sendiri supaya dapat menghargai sepenuhnya apa yang dikatakan Pengarang.

Beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk tidak melakukan latihan fisik sesudah melakukan meditasi ini, melainkan terus menikmati keadaan bahagia tersebut. Kecenderungan ini harus ditanggulangi, kalau tidak kesehatan fisik Anda pada akhirnya akan terganggu.

Kadang-kadang bila seorang aspiran spiritual bermeditasi, ia dapat mengalami gerakan fisik yang tidak umum dalam jangka pendek. Ini sangat normal karena saluran eteriknya sedang dibersihkan.

Petunjuk yang diberikan tampaknya cukup panjang, namun meditasi ini sendiri sangat singkat, sederhana dan sangat efektif! Meditasi hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit diluar waktu yang dibutuhkan untuk latihan fisik.

Terdapat banyak tingkatan iluminasi. Seni “intuisi” atau “pengetahuan sintetik langsung” membutuhkan meditasi yang terus menerus untuk jangka waktu lama.

Memberkati bumi dengan cinta kasih dapat dilakukan secara berkelompok sebagai bentuk pelayanan dunia. Bila untuk tujuan tersebut dilakukan dalam kelompok, mula-mula berkati bumi bumi dengan cinta kasih melalui cakra jantung kemudian melalui cakra mahkota lalu melalui kedua cakra, mahkota dan jantung. Lepaskan kelebihan energi sesudah akhir meditasi. Bagian meditasi yang lain dihilangkan. Pemberkatan dapat diarahkan tidak hanya ke seluruh bumi melainkan juga ke suatu negara atau kelompok negara tertentu. Kekuatan pemberkatan ini meningkat berlipat ganda bila dilakukan dalam kelompok dibadingkan secara individual. Cara lain memberkati bumi dengan cinta kasih dalam kelompok adalah melalui siaran radio harian pada waktu yan sesuai bersama dengan beberapa atau banyak pendengar yang berpartisipasi.

Seperti halnya penyembuhan dengan prana dapat menyembuhkan penyakit sederhana dan berat secara “ajaib”, “meditasi pada kedua jantung” bila dilakukan sejumlah besar orang dapat menyembuhkan seluruh bumi secara ajaib; dengan demikian membuat seluruh bumi lebih serasi dan damai.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

>Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung 1

>

Tanpa meninggalkan rumah, orang mengetahui semua yang ada di surga dan di bumi. Tanpa mengintip dari jendela orang akan melihzt jalan surgawi. Mereka yang pergi keluar, semakin jauh perjalanannya semakin sedkit pengetahuannya. Karena itu orang bijaksana melihat semuanya tanpa pergi ke manapun, melihat semuanya tanpa melihat, tidak melakukan sesuatu namun mencapai (Tujuannya)!  (Tao Te Ching, Lao Tzu)

Meditasi harus diarahkan ke realisasi kebersatuan dengan Tuhan. Seluruh perhatian Anda harus diberikan kepada realisasi Tuhan, selalu mengingat bahwa kerajaan Tuhan ada dalam dirimu, bukan dimana-mana, melainkan dalam dirimu.  (Joel Goldsmith)

Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung adalah teknik mencapai kesadaran Budha atau kesadaran Kosmos atau iluminasi. Teknik ilumnasi juga merupakan bentuk pelayanan terhadap dunia karena dunia diharmoniskan hingga suatu tingkat tertentu dengan memberkati seluruh bumi dengan cinta-kasih.

Meditasi pada kedua jantung dilandasi prinsip bahwa beberapa cakra mayor adalah titik masuk atau pintu gerbang tingkat atau cakrawala kesadaran tertentu. Untuk mencapai iluminasi atau kesadaran kosmos, cakra mahkota perlu diaktifkan. Kedua jantung itu mengacu pada cakra jantung yang merupakan pusat emosional dan cakra mahkota yang merupakan pusat jantung surgawi.

Bila cakra mahkota cukup diaktifkan, kedua belas daun dalam membuka dan membalik keatas seperti sebuah cangkir emas, mahkota emas, bunga (teratai) emas untuk menerima energi spiritual yang dibagikan ke bagian tubuh lainnya. Ia juga dilambangkan sebagai Holy Grail (piala suci). Mahkota yang dipakai para raja dan ratu hanyalah tiruan atau simbol fisik yang jelek dari cakra mahkota gilang-gemilang yang tak tergambarkan dari orang sudah mengalami perkembangan spiritual sepenuhnya.

Mahkota emas yang berputar sangt cepat terlihat seperti cahaya yang gemerlap di puncak kepala seseorang. Ini dilambangkan dengan topi tinggi (mitre) yang dipakai oleh Paus, kardinal dan uskup.

Kalau cakra mahkota sangat aktif, akan tampak seperti halo di sekeliling kepala. Itulah sebabnya mengapa para orang kudus berbagai agama mempunyai halo di sekitar kepala mereka. Karena tingkat perkembangan spiritual berbeda-beda, maka ukuran besar dan kecermalangan halo pun bervariasi.

Bilamana seseorang bermeditasi pada kedua jantung, energi surgawi mengalir turun ke praktisi dan mengisinya dengan cahaya, kasih, dan kuasa surgawi. Praktisi kemudian menjadi saluran energi surgawi ini. Dalam Yoga aliran Taoisme, energi surgawi ini disebut “ki surgawi”. Dalam Kaballah disebut “tiang cahaya” mengacu pada apa yang dilihat oleh para pewaskita. Para yogi bangsa India menyebut tiang cahaya ini sebagai jembatan cahaya spiritual atau “antakharana”. Orang Kristen menyebutnya “turunnya Roh Kudus”, yang dilambangkan dengan tiang cahaya dan turunnya seekor burung merpati. Dalam kesenian Kristen, ini diperlihatkan dalam gambar-gambar Yesus atau para orang kudus dengan tiang cahaya putih diatas kepalanya disertai burung merpati putih yang terbang ke bawah. Ini melambangkan turunnya energi surgawi. Orang-orang yang mengembangkan kemampuan spiritualnya dan telah berlatih meditasi beberapa lama mungkin mengalami dikelilingi oleh cahaya yang menyilaukan atau kepalanya terisi dengan cahaya yang menyilaukan. Ini lazim dialami oleh para yogi tingkat lanjut serta orang kudus dari semua agama dan pengalaman mereka mirip satu dengan yang lain.

Cakra mahkota hanya dapat cukup teraktifkan bila cakra jantung sudah cukup diaktifkan terlebih dahulu. Cakra jantung adalah tiruan cakra mahkota. Bila Anda melihat cakra jantung, cakra tersebut tampak seperti cakra dalam dari cakra mahkota yang mempunyai dua belas daun emas. Cakra jantung merupakan persamaan yang lebih rendah dari cakra mahkota. Cakra mahkota adalah pusat iluminasi dan cinta surgawi atau persatuan dengan semua. Cakra jantung, merupakan pusat emosi yang lebih tinggi. Ia merupakan pusat perasaaan kasihan, kegembiraan, kasih sayang, perhatian, belas-kasihan, dan emosi halus yang lebih tinggi. Orang hanya dapat merasakan cinta surgawi dengan mengembangkan emosi halus yang lebih tinggi. Menerangkan cinta kasih dan iluminasi kepada orang biasa adalah seperti berusaha menerangkan warna pada orang buta.

Ada banyak cara mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota. Anda dapat memakai gerakan fisik atau hatha yoga, tekni pernapasan yoga, mantra atau doa dan teknik visualisasi. Semua teknik ini efektif tetapi tidak cukup cepat. Salah satu cara yang paling efektif dan cepat untuk mengaktifkan cakra ini adalah melakukan meditasi berdasarkan cinta kasih atau memberkati seluruh bumi dengan dengan cinta kasih. Dengan memakai cakra jantung dan cakra mahkota untuk memberkati bumi dengan cinta kasih, kedua cakra tersebut menjadi saluran energi spiritual; karena itu diaktifkan dalam proses ini. Dengan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda melakukan suatu bentuk pelayanan dunia. Dan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda sebaliknya akan diberkati berlipat ganda. Dalam memberkati Anda diberkati. Dengan memberi maka Anda menerima. Itulah Hukumnya!

Seseorang dengan cakra mahkota yang tidak cukup aktif, tidak perlu mencapai iluminasi karena ia masih harus mempelajari cara menggiatkan cakra mahkota untuk mencapai iluminasi. Ini seperti memiliki komputer canggih tanpa mengetahui cara menggunakannya. Kalau cakra mahkota telah cukup digiatkan, maka Anda harus melakukan pada cakra tersebut, mantra Aum, dan pada jarak waktu antara dua Aum. Kosentrasi kuat harus dipusatkan tidak hanya pada mantra Aum namun terutama pada jarak antara dua Aum. Dengan kosentrasi penuh dan kuat pada cahaya dan jarak waktu (saat hening) antara dua Aum, iluminasi atau samadi tercapai!

Pada sebagian besar orang, cakra-cakra lain sangat teraktifkan. Cakra dasar, cakra seks, dan cakra solar-plexus teraktifkan pada hampir semua orang. Pada mereka, naluri untuk bertahan hidup, dorongan seks dan kecenderungan bereaksi dengan emosi-emosi lebih rendah sangat aktif. Dengan merasuknya pendidikan modern dan pekerjaan yang membutuhkan penggunaan kemampuan mental, cakra ajna dan cakra tenggorok berkembang dalam banyak orang. Apa yang tidak berkembang pada sebagian besar orang adalah cakra jantung dan cakra mahkota. Sayangnya, pendidikan cenderung lebih menekankan pada perkembangan cakra tenggorok dan cakra ajna atau perkembangan pikiran kongkret dan pikiran abstrak. Perkembangan jantung diabaikan. Karena itu, Anda dapat menjumpai orang-orang yang sangat pandai dan mungkin “berhasil”,  hubungan antar manusianya sangat buruk, hampir-hampir tidak berkawan dan berkeluarga. Dengan  melakukan meditasi pada dua jantung, seseorang menjadilebih simbang secara harmonis. Ini berarti cakra-cakra mayor berkembang kurang lebih seimbang.

Apakah pikiran abstrak atau pikiran kongkret dipakai secara konstruktif atau destruktif tergantung pada perkembangan cakra jantung. Bila cakra solar-plexus berkembang secara berlebihan dan cakra jantung kurang berkembang atau bila emosi yang lebih rendah aktif dan emosi yang lebih tinggi kurang berkembang, maka kemungkinan pikiran akan dipakai secara destruktif. Tanpa perkembangan jantung sebagian besar orang, kedamaian dunia merupakan impian semata. Itulah sebabnya perkembangan jantung harus ditekankan dalam sistem pendidikan.

Orang-orang yang berusia di bawah dari delapan belas tahun tidak boleh berlatih meditasi pada kedua jantung karena tubuh mereka belum dapat menahan terlalu banyak energi halus. Bahkan pada akhirnya mungkin dapat bermanifestasi sebagai kelumpuhan fisik. Orang yang menderita sakit jantung, hipertensi atau glaukoma, juga tidak boleh melakukan meditasi ini karena dapat memperburuk penyakitnya. Penting bahwa mereka yang ingin berlatih meditasi pada kedua jantung secara teratur harus berlatih pemurnian diri atau pembentukan karater melalui renungan batin setiap hari. Meditasi pada kedua jantung tidak hanya mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota tetapi juga cakra-cakra lain. Karena itu, sifat-sifat positif maupun negatif orang akan akan diaktifkan atau diperbesar. Ini dengan mudah dapat diuji oleh praktisi sendiri dan melalui pengamatan waskita.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.