Meditasi pada Kedua Jantung 3

MENINGKATKAN KEKUATAN/DAYA PENYEMBUHAN SESEORANG

Bila orang berlatih Meditasi Pada Kedua Jantung setiap hari atau secara teratur, ukuran cakra mayor dan auranya akan bertambah, dan membuat tubuh energinya lebih dinamik dan kuat.

Anda dapat melakukan percobaan sederhana ini untuk membuktikan kebenarannya:

  1. Ajaklah seorang pakar meditasi atau yang telah berlatih meditasi selama paling sedikit dua atau tiga Minggu untuk melakukan percobaan ini bersama Anda.
  2. Telusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya sebelum melakukan mediatsi.
  3. Sementara orang itu bermeditasi, tunggulah tiga menit sebelum menelusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya. Perhatikan perbedaan ukuran sebelum dan selama meditasi.

Ketika menelusuri aura, secara bertahap melangkah liama meter atau lebih menjauhi subyek dan berusaha merasakan tubuh energinya. Anda akan merasa kesemutan atau sensasi ringan di tangan dan jari Anda. Orang lain mungkin merasakan semacam arus listrik ringan atau getaran.

Beberapa jam setelah meditasi, cakra dan aura secra bertahap akan kembali normal hampir keukuran semula. Akan tetapi, kalau meditasi ini dilakukan setiap hari selama setahun, ukuran setiap cakra akan meningkat dari bergaris tengah sebesar tiga atau empat inchi menjadi enam inci atau lebih sedangkan aura dalam akan membesar dari berjari-jari lima inchi menjadi satu meter atau lebih. Ini disebabkan pengaruh kumulatif dari meditasi yang dilakuan secara teratur.

Seorang penyembuh dengan cakra dan aura dalam yang besar akan sangat kuat dan dapat menyembuhkan penyakit ringan secara cepat dan seketika. Seorang penyembuh prana tingkat madya paling sedikit harus mempunyai jari-jari aura dalam sebesar satu meter sedangkan seoran penyembuh tingkat lanjut sekitar tiga meter. Seorang penyembuh prana master yang kuat dapat memiliki aura dalam jari-jari paling sedikit 50 meter. Orang dengan cakra dan aura dalam yang besar ibarat sebuah pompa yang besar sedangkan orang dengan cakra dan uara dalam yang kecil adlah seperti sebuah pompa mini. Jadi, sungguh bermanfaat untuk berlatih meditasi ini setiap hari atau secara teratur.

Tubuh energi yang kuat dan dinamik tidak hanya meningkatkan daya menyembuhkan melainkan juga meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja seseorang. Setelah mengajar banyak murid dan bertemunorang berhasil dan kaum eksekutif puncak biasanya mempunyai cakra yang lebih besar, yaitu kurang lebih lima atau enam inchi atau lebih dan aura dalam sekitar satu meter atau lebih. Orang yang memiliki kepribadian yang memikat atau berkarisma besar biasanya mempunyai cakra dan aura dalam yang lebih besar daripada oarng biasa dan cenderung mempunyai pengaruh yang kuat terhadap banyak orang.

Selanjutnya, orang yang bermeditasi secara teratur menjadi lebih cerdas dan intuitif. Bilamana ia menghadapi suatu msalah, ia akan mampu melihatnya secara langsung dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

Meditasi pada Kedua Jantung 2

PROSEDUR

1. Membersihkan Tubuh Eterik dengan Latihan Fisik
Lakukan latihan fisik sekitar 5 menit untuk membersihkan dan memeberikan energi kepada tubuh eterik. Bahan keabu-abuan atau prana yang bekas pakai dikeluarkan dari tubuh eterik dengan latihan fisik. Latihan fisik juga memperkecil kemungkinan kongesti prana (penumpukan prana yang berefek negatif pada tubuh) karena meditasi ini mengumpulkan sejumlah besar energi halus di dalam tubuh eterik.

2. Memohon Berkat Surgawi. (Anda dapat membuat doa sendiri)

Ini adalah contoh yang biasanya dipakai oleh pengarang:

Tuhan, dengan rendah hati saya memohon rahmatMu!
Untuk perlindungan, bimbingan, bantuan dan iluminasi!
Terima ksaih dan dengan keyakinan penuh !

Memohon berkat Tuhan atau Pembimbing Spiritual sangat penting. Setiap orang yang secara serius mengembangkan kemampuan spiritulanya biasanya mempunyai Pembimbing Spiritual apakah ia menyadarinya atau tidak. Doa itu diperlukan untuk memperoleh perlindungan, bantuan dan bimbingan. Tanpa berdoa, melakukan teknik meditasi lanjut dapat berbahaya.

3. Mengaktifkan Cakra Jantung – Memberkati Seluruh Bumi dengan Cinta Kasih
Tekanlah cakra jantung depan dengan selama beberapa detik. Ini untuk mempermudah kosentrasi pada cakra jantung. Lakukan kosentrasi pada cakra jantung depan dan berkatilah bumi dengan cinta-kasih. Ketika memberkati, Anda dapat memvisualisasikan bumi sebagai sangat kecil di depan Anda. Pengarang biasanya melakukan pemberkatan berikut ini:

MEMBERKATI BUMI DENGAN CINTA KASIH

Dari Hati Tuhan,
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan cinta kasih.
Biarkan seluruh bumi diberkati kegembiraan,
kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan pengertian,
keserasian, itikad baik dan kemauan berbuat baik.
Terjadilah!

Dari Hati Tuhan,
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
cinta kasih dan kebaikan surgawi.
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
kegembiraan, kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
Pengertian, keserasian, itikad baik dan
keinginan berbuat baik. Terima kasih,
Terjadilah!

Bagi para pemula, pemberkatan ini hanya dilakukan satu atau dua kali. Jangan melakukan pemberkatan ini secara berlebihan pada permulaan. Sebagian bahkan mungkin merasa kongesti prana ringan di sekitar daerah jantung. Ini karena tubuh eterik Anda tidak cukup bersih. Lakukan penyapuan setempat untuk menghilangkan kongesti tersebut.

Pemberkatan ini tidak boleh dilakukan secaa mekanis. Anda harus menghayati dan menyadari sepenuhnya pengertian tiap-tiap ucapan. Anda dapat pula menggunakan visualisasi. Bila memberkati bumi dengan cinta kasih, visualisasikan aura bumi menjadi berwarna merah muda kebiru-biruan yang mempesona. Bila memberkati bumi dengan kegembiraan, kebahagiaan dan damai; visualisasikan orang-orang yang bermasalah berat tersenyum, hati mereka terisi dengan kegembiraan, kepercayaan, harapan dan perdamaian. Visualisasikan masalah mereka menjadi lebih ringan dan wajah mereka lebih cerah. Bila memberkati bumi dengan keserasian , itikad baik dan kemauan berbuat baik; visualisasikan orang-orang atau negara-negara yang hampir berperang meletakkan senjata dan saling berpelukan. Visualisasikan mereka terisi dengan maksud baik dan berniat melaksanakan maksud baik tersebut. Pemberkatan ini dapat diarahkan ke suatu negara, keluarga atau sekelompok negara. Jangan mengarahkan pemberkatan kepada bayi, anak atau orang karena mereka dapat dibanjiri energi yang sangat kuat yang dihasilkan oleh meditasi ini.

4. Mengaktifkan Cakra Mahkota – Memberkati Bumi dengan Cinta Kasih
Tekan mahkota dengan jari Anda selama beberapa detik untuk mempermudah kosentrasi pada cakra mahkota dan berkati seluruh bumi dengan cinta kasih. Bila cakra mahkota cukup terbuka, sebagian antara Anda akan merasakan sesuatu sedang berkembang di puncak kepala atau merasa suatu tekanan pada mahkota. Setelah cakra mahkota diaktifkan, berkosentrasilah secara bersamaan pada cakra mahkota dan cakra jantung, dan berkati bumi dengan cinta kasih beberapa kali. Ini akan menggabungkan cakra jantung dan cakra mahkota; dengan demikian menjadikan berkat jauh lebih kuat.

5. Mencapai Iluminasi – Meditasi pada Cahaya, pada Aum dan jarak antara dua Aum
Untuk mencapai Iluminasi (perluasan kesadaran) visualisasikan suatu titik cahaya putih yang gemilang pada puncak kepala dan secara bersamaan mengucapkan mantra Aum dalam hati. Lakukan kosentrasi pada jarak waktu (saat hening) diantara dua Aum, sementara mempertahankan titik cahaya tersebut. Lakukan meditasi ini selama 10-15 menit. Kalau Anda dapat memusatkan pikiran sepenuhnya secara bersamaan pada titik cahaya dan jarak pada waktu antara dua Aum, Anda akan mengalami “ledakan cahaya didalam”. Seluruh tubuh Anda akan diisi dengan cahaya! Secara pertama kali! Untuk mengalami kesadaran Budha atau iluminasi adalah dengan mengalami dan mengerti makna yang dikatakan Yesus: “jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Lukas 11:34). “sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada didalam kamu” (Lukas 17:21).

Bagi beberapa orang, dibutuhkan bertahun-tahun sebelum mereka mengalami iluminasi pertama sekilas pandangan atau kesadaran Budha. Orang lain mungkin hanya membutuhkan beberapa bulan sementara yang lian hanya beberapa Minggu. Bagi sedikit orang, mereka mencapai awal perluasan kesadaran pada beberapa usaha pertama. Ini biasanya dilakkukan dengan bantuan seorarng Tua atau fasilitator.

Ketika melakukan meditasi ini Anda harus netral. Tidak boleh merasa obsesi akan hasil atau terlalu banyak berharap. Jika tidak, ia sebenarnya bermeditasi pada harapan atau hasil yang diharapkan bukannya pada titik cahaya, Aum dan jarak waktu antara dua Aum.

6. Melepas Kelebihan Energi
Sesudah bermeditasi, kelebihan energi harus dilepaskan dengan memberkati bumi dengan Cahaya, Cinta, Damai dan Kemakmuran selama beberapa menit sampaianda merasa tubuh Anda menjadi nornal. Kalau tidak, tubuh eterik akan mengalami kongesti dan Anda akan mengalami sakit kepala dan nyari dada. Tubuh fisik lama-kelamaan rusak karena terlalu banyak energi. Kelompok esoterik lain melepas kelebihan energi dengan memvisualisasikan cakra-cakra menyalurkan keluar kelebihan energi dan cakra menjadi lebih kecil dan redup, tetapi cara ini tidak menggunakan kelebihan energi untuk pemakaian yang konstruktif.

7. Berterima Kasih
Setelah bermeditasi, selalu berterima kasihlah kepada Tuhan dan Pembimbing Spiritual atas berkat surgawi.

8. Melepaskan Energi Berlebihan Lagi dan Memperkuat Tubuh Fisik Malalui Pijatan dan Latihan Fisik Lagi
Sesudah bermeditasi, pijatlah tubuh Anda dan lakukan latihan fisik sekitar lima menit untuk mengeluarkan prana bekas pakai dari tubuh dan melepaskan energi berlebihan, membersihkan dan memperkuat tubuh fisik. Ini juga mempermudah asimilasi energi prana dan energi spiritual; dengan demikian meningkatkan keindahan dan kesehatan praktisi. Pemijatan dan latihan fisik sesudah bermeditasi akan mengurangi kongesti prana dibagian-bagian tubuh tertentu yang dapat menjadi penyakit. Anda juga dapat menyembuhkan diri dari beberapa penyakit secara bertahap dengan melakukan latihan fisik sesudah melakukan “ Meditasi Pada Kedua Jantung”. Melakukan latihan fisik sesudah meditasi sangat penting; kalau tidak tubuh fisik akan melemah. Walaupun tubuh eterik akan menjadi sangat terang dan kuat, tubuh fisik akan menjadi lemah karena tidak mampu menahan kelebihan energi yang dihasilkan meditasi ini dalam jangka lama. Anda harus mengalaminya sendiri supaya dapat menghargai sepenuhnya apa yang dikatakan Pengarang.

Beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk tidak melakukan latihan fisik sesudah melakukan meditasi ini, melainkan terus menikmati keadaan bahagia tersebut. Kecenderungan ini harus ditanggulangi, kalau tidak kesehatan fisik Anda pada akhirnya akan terganggu.

Kadang-kadang bila seorang aspiran spiritual bermeditasi, ia dapat mengalami gerakan fisik yang tidak umum dalam jangka pendek. Ini sangat normal karena saluran eteriknya sedang dibersihkan.

Petunjuk yang diberikan tampaknya cukup panjang, namun meditasi ini sendiri sangat singkat, sederhana dan sangat efektif! Meditasi hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit diluar waktu yang dibutuhkan untuk latihan fisik.

Terdapat banyak tingkatan iluminasi. Seni “intuisi” atau “pengetahuan sintetik langsung” membutuhkan meditasi yang terus menerus untuk jangka waktu lama.

Memberkati bumi dengan cinta kasih dapat dilakukan secara berkelompok sebagai bentuk pelayanan dunia. Bila untuk tujuan tersebut dilakukan dalam kelompok, mula-mula berkati bumi bumi dengan cinta kasih melalui cakra jantung kemudian melalui cakra mahkota lalu melalui kedua cakra, mahkota dan jantung. Lepaskan kelebihan energi sesudah akhir meditasi. Bagian meditasi yang lain dihilangkan. Pemberkatan dapat diarahkan tidak hanya ke seluruh bumi melainkan juga ke suatu negara atau kelompok negara tertentu. Kekuatan pemberkatan ini meningkat berlipat ganda bila dilakukan dalam kelompok dibadingkan secara individual. Cara lain memberkati bumi dengan cinta kasih dalam kelompok adalah melalui siaran radio harian pada waktu yan sesuai bersama dengan beberapa atau banyak pendengar yang berpartisipasi.

Seperti halnya penyembuhan dengan prana dapat menyembuhkan penyakit sederhana dan berat secara “ajaib”, “meditasi pada kedua jantung” bila dilakukan sejumlah besar orang dapat menyembuhkan seluruh bumi secara ajaib; dengan demikian membuat seluruh bumi lebih serasi dan damai.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung 1

Tanpa meninggalkan rumah, orang mengetahui semua yang ada di surga dan di bumi. Tanpa mengintip dari jendela orang akan melihzt jalan surgawi. Mereka yang pergi keluar, semakin jauh perjalanannya semakin sedkit pengetahuannya. Karena itu orang bijaksana melihat semuanya tanpa pergi ke manapun, melihat semuanya tanpa melihat, tidak melakukan sesuatu namun mencapai (Tujuannya)!  (Tao Te Ching, Lao Tzu)

Meditasi harus diarahkan ke realisasi kebersatuan dengan Tuhan. Seluruh perhatian Anda harus diberikan kepada realisasi Tuhan, selalu mengingat bahwa kerajaan Tuhan ada dalam dirimu, bukan dimana-mana, melainkan dalam dirimu.  (Joel Goldsmith)

Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung adalah teknik mencapai kesadaran Budha atau kesadaran Kosmos atau iluminasi. Teknik ilumnasi juga merupakan bentuk pelayanan terhadap dunia karena dunia diharmoniskan hingga suatu tingkat tertentu dengan memberkati seluruh bumi dengan cinta-kasih.

Meditasi pada kedua jantung dilandasi prinsip bahwa beberapa cakra mayor adalah titik masuk atau pintu gerbang tingkat atau cakrawala kesadaran tertentu. Untuk mencapai iluminasi atau kesadaran kosmos, cakra mahkota perlu diaktifkan. Kedua jantung itu mengacu pada cakra jantung yang merupakan pusat emosional dan cakra mahkota yang merupakan pusat jantung surgawi.

Bila cakra mahkota cukup diaktifkan, kedua belas daun dalam membuka dan membalik keatas seperti sebuah cangkir emas, mahkota emas, bunga (teratai) emas untuk menerima energi spiritual yang dibagikan ke bagian tubuh lainnya. Ia juga dilambangkan sebagai Holy Grail (piala suci). Mahkota yang dipakai para raja dan ratu hanyalah tiruan atau simbol fisik yang jelek dari cakra mahkota gilang-gemilang yang tak tergambarkan dari orang sudah mengalami perkembangan spiritual sepenuhnya.

Mahkota emas yang berputar sangt cepat terlihat seperti cahaya yang gemerlap di puncak kepala seseorang. Ini dilambangkan dengan topi tinggi (mitre) yang dipakai oleh Paus, kardinal dan uskup.

Kalau cakra mahkota sangat aktif, akan tampak seperti halo di sekeliling kepala. Itulah sebabnya mengapa para orang kudus berbagai agama mempunyai halo di sekitar kepala mereka. Karena tingkat perkembangan spiritual berbeda-beda, maka ukuran besar dan kecermalangan halo pun bervariasi.

Bilamana seseorang bermeditasi pada kedua jantung, energi surgawi mengalir turun ke praktisi dan mengisinya dengan cahaya, kasih, dan kuasa surgawi. Praktisi kemudian menjadi saluran energi surgawi ini. Dalam Yoga aliran Taoisme, energi surgawi ini disebut “ki surgawi”. Dalam Kaballah disebut “tiang cahaya” mengacu pada apa yang dilihat oleh para pewaskita. Para yogi bangsa India menyebut tiang cahaya ini sebagai jembatan cahaya spiritual atau “antakharana”. Orang Kristen menyebutnya “turunnya Roh Kudus”, yang dilambangkan dengan tiang cahaya dan turunnya seekor burung merpati. Dalam kesenian Kristen, ini diperlihatkan dalam gambar-gambar Yesus atau para orang kudus dengan tiang cahaya putih diatas kepalanya disertai burung merpati putih yang terbang ke bawah. Ini melambangkan turunnya energi surgawi. Orang-orang yang mengembangkan kemampuan spiritualnya dan telah berlatih meditasi beberapa lama mungkin mengalami dikelilingi oleh cahaya yang menyilaukan atau kepalanya terisi dengan cahaya yang menyilaukan. Ini lazim dialami oleh para yogi tingkat lanjut serta orang kudus dari semua agama dan pengalaman mereka mirip satu dengan yang lain.

Cakra mahkota hanya dapat cukup teraktifkan bila cakra jantung sudah cukup diaktifkan terlebih dahulu. Cakra jantung adalah tiruan cakra mahkota. Bila Anda melihat cakra jantung, cakra tersebut tampak seperti cakra dalam dari cakra mahkota yang mempunyai dua belas daun emas. Cakra jantung merupakan persamaan yang lebih rendah dari cakra mahkota. Cakra mahkota adalah pusat iluminasi dan cinta surgawi atau persatuan dengan semua. Cakra jantung, merupakan pusat emosi yang lebih tinggi. Ia merupakan pusat perasaaan kasihan, kegembiraan, kasih sayang, perhatian, belas-kasihan, dan emosi halus yang lebih tinggi. Orang hanya dapat merasakan cinta surgawi dengan mengembangkan emosi halus yang lebih tinggi. Menerangkan cinta kasih dan iluminasi kepada orang biasa adalah seperti berusaha menerangkan warna pada orang buta.

Ada banyak cara mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota. Anda dapat memakai gerakan fisik atau hatha yoga, tekni pernapasan yoga, mantra atau doa dan teknik visualisasi. Semua teknik ini efektif tetapi tidak cukup cepat. Salah satu cara yang paling efektif dan cepat untuk mengaktifkan cakra ini adalah melakukan meditasi berdasarkan cinta kasih atau memberkati seluruh bumi dengan dengan cinta kasih. Dengan memakai cakra jantung dan cakra mahkota untuk memberkati bumi dengan cinta kasih, kedua cakra tersebut menjadi saluran energi spiritual; karena itu diaktifkan dalam proses ini. Dengan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda melakukan suatu bentuk pelayanan dunia. Dan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda sebaliknya akan diberkati berlipat ganda. Dalam memberkati Anda diberkati. Dengan memberi maka Anda menerima. Itulah Hukumnya!

Seseorang dengan cakra mahkota yang tidak cukup aktif, tidak perlu mencapai iluminasi karena ia masih harus mempelajari cara menggiatkan cakra mahkota untuk mencapai iluminasi. Ini seperti memiliki komputer canggih tanpa mengetahui cara menggunakannya. Kalau cakra mahkota telah cukup digiatkan, maka Anda harus melakukan pada cakra tersebut, mantra Aum, dan pada jarak waktu antara dua Aum. Kosentrasi kuat harus dipusatkan tidak hanya pada mantra Aum namun terutama pada jarak antara dua Aum. Dengan kosentrasi penuh dan kuat pada cahaya dan jarak waktu (saat hening) antara dua Aum, iluminasi atau samadi tercapai!

Pada sebagian besar orang, cakra-cakra lain sangat teraktifkan. Cakra dasar, cakra seks, dan cakra solar-plexus teraktifkan pada hampir semua orang. Pada mereka, naluri untuk bertahan hidup, dorongan seks dan kecenderungan bereaksi dengan emosi-emosi lebih rendah sangat aktif. Dengan merasuknya pendidikan modern dan pekerjaan yang membutuhkan penggunaan kemampuan mental, cakra ajna dan cakra tenggorok berkembang dalam banyak orang. Apa yang tidak berkembang pada sebagian besar orang adalah cakra jantung dan cakra mahkota. Sayangnya, pendidikan cenderung lebih menekankan pada perkembangan cakra tenggorok dan cakra ajna atau perkembangan pikiran kongkret dan pikiran abstrak. Perkembangan jantung diabaikan. Karena itu, Anda dapat menjumpai orang-orang yang sangat pandai dan mungkin “berhasil”,  hubungan antar manusianya sangat buruk, hampir-hampir tidak berkawan dan berkeluarga. Dengan  melakukan meditasi pada dua jantung, seseorang menjadilebih simbang secara harmonis. Ini berarti cakra-cakra mayor berkembang kurang lebih seimbang.

Apakah pikiran abstrak atau pikiran kongkret dipakai secara konstruktif atau destruktif tergantung pada perkembangan cakra jantung. Bila cakra solar-plexus berkembang secara berlebihan dan cakra jantung kurang berkembang atau bila emosi yang lebih rendah aktif dan emosi yang lebih tinggi kurang berkembang, maka kemungkinan pikiran akan dipakai secara destruktif. Tanpa perkembangan jantung sebagian besar orang, kedamaian dunia merupakan impian semata. Itulah sebabnya perkembangan jantung harus ditekankan dalam sistem pendidikan.

Orang-orang yang berusia di bawah dari delapan belas tahun tidak boleh berlatih meditasi pada kedua jantung karena tubuh mereka belum dapat menahan terlalu banyak energi halus. Bahkan pada akhirnya mungkin dapat bermanifestasi sebagai kelumpuhan fisik. Orang yang menderita sakit jantung, hipertensi atau glaukoma, juga tidak boleh melakukan meditasi ini karena dapat memperburuk penyakitnya. Penting bahwa mereka yang ingin berlatih meditasi pada kedua jantung secara teratur harus berlatih pemurnian diri atau pembentukan karater melalui renungan batin setiap hari. Meditasi pada kedua jantung tidak hanya mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota tetapi juga cakra-cakra lain. Karena itu, sifat-sifat positif maupun negatif orang akan akan diaktifkan atau diperbesar. Ini dengan mudah dapat diuji oleh praktisi sendiri dan melalui pengamatan waskita.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

>Meditasi pada Kedua Jantung 3

>MENINGKATKAN KEKUATAN/DAYA PENYEMBUHAN SESEORANG

Bila orang berlatih Meditasi Pada Kedua Jantung setiap hari atau secara teratur, ukuran cakra mayor dan auranya akan bertambah, dan membuat tubuh energinya lebih dinamik dan kuat.

Anda dapat melakukan percobaan sederhana ini untuk membuktikan kebenarannya:

  1. Ajaklah seorang pakar meditasi atau yang telah berlatih meditasi selama paling sedikit dua atau tiga Minggu untuk melakukan percobaan ini bersama Anda.
  2. Telusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya sebelum melakukan mediatsi.
  3. Sementara orang itu bermeditasi, tunggulah tiga menit sebelum menelusuri cakra-cakra mayor, aura dalam dan aura luarnya. Perhatikan perbedaan ukuran sebelum dan selama meditasi.

Ketika menelusuri aura, secara bertahap melangkah liama meter atau lebih menjauhi subyek dan berusaha merasakan tubuh energinya. Anda akan merasa kesemutan atau sensasi ringan di tangan dan jari Anda. Orang lain mungkin merasakan semacam arus listrik ringan atau getaran.

Beberapa jam setelah meditasi, cakra dan aura secra bertahap akan kembali normal hampir keukuran semula. Akan tetapi, kalau meditasi ini dilakukan setiap hari selama setahun, ukuran setiap cakra akan meningkat dari bergaris tengah sebesar tiga atau empat inchi menjadi enam inci atau lebih sedangkan aura dalam akan membesar dari berjari-jari lima inchi menjadi satu meter atau lebih. Ini disebabkan pengaruh kumulatif dari meditasi yang dilakuan secara teratur.

Seorang penyembuh dengan cakra dan aura dalam yang besar akan sangat kuat dan dapat menyembuhkan penyakit ringan secara cepat dan seketika. Seorang penyembuh prana tingkat madya paling sedikit harus mempunyai jari-jari aura dalam sebesar satu meter sedangkan seoran penyembuh tingkat lanjut sekitar tiga meter. Seorang penyembuh prana master yang kuat dapat memiliki aura dalam jari-jari paling sedikit 50 meter. Orang dengan cakra dan aura dalam yang besar ibarat sebuah pompa yang besar sedangkan orang dengan cakra dan uara dalam yang kecil adlah seperti sebuah pompa mini. Jadi, sungguh bermanfaat untuk berlatih meditasi ini setiap hari atau secara teratur.

Tubuh energi yang kuat dan dinamik tidak hanya meningkatkan daya menyembuhkan melainkan juga meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja seseorang. Setelah mengajar banyak murid dan bertemunorang berhasil dan kaum eksekutif puncak biasanya mempunyai cakra yang lebih besar, yaitu kurang lebih lima atau enam inchi atau lebih dan aura dalam sekitar satu meter atau lebih. Orang yang memiliki kepribadian yang memikat atau berkarisma besar biasanya mempunyai cakra dan aura dalam yang lebih besar daripada oarng biasa dan cenderung mempunyai pengaruh yang kuat terhadap banyak orang.

Selanjutnya, orang yang bermeditasi secara teratur menjadi lebih cerdas dan intuitif. Bilamana ia menghadapi suatu msalah, ia akan mampu melihatnya secara langsung dan menemukan jalan keluar yang tepat.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

>Meditasi pada Kedua Jantung 2

>

PROSEDUR

1. Membersihkan Tubuh Eterik dengan Latihan Fisik
Lakukan latihan fisik sekitar 5 menit untuk membersihkan dan memeberikan energi kepada tubuh eterik. Bahan keabu-abuan atau prana yang bekas pakai dikeluarkan dari tubuh eterik dengan latihan fisik. Latihan fisik juga memperkecil kemungkinan kongesti prana (penumpukan prana yang berefek negatif pada tubuh) karena meditasi ini mengumpulkan sejumlah besar energi halus di dalam tubuh eterik.

2. Memohon Berkat Surgawi. (Anda dapat membuat doa sendiri)

Ini adalah contoh yang biasanya dipakai oleh pengarang:

Tuhan, dengan rendah hati saya memohon rahmatMu!
Untuk perlindungan, bimbingan, bantuan dan iluminasi!
Terima ksaih dan dengan keyakinan penuh !

Memohon berkat Tuhan atau Pembimbing Spiritual sangat penting. Setiap orang yang secara serius mengembangkan kemampuan spiritulanya biasanya mempunyai Pembimbing Spiritual apakah ia menyadarinya atau tidak. Doa itu diperlukan untuk memperoleh perlindungan, bantuan dan bimbingan. Tanpa berdoa, melakukan teknik meditasi lanjut dapat berbahaya.

3. Mengaktifkan Cakra Jantung – Memberkati Seluruh Bumi dengan Cinta Kasih
Tekanlah cakra jantung depan dengan selama beberapa detik. Ini untuk mempermudah kosentrasi pada cakra jantung. Lakukan kosentrasi pada cakra jantung depan dan berkatilah bumi dengan cinta-kasih. Ketika memberkati, Anda dapat memvisualisasikan bumi sebagai sangat kecil di depan Anda. Pengarang biasanya melakukan pemberkatan berikut ini:

MEMBERKATI BUMI DENGAN CINTA KASIH

Dari Hati Tuhan,
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan cinta kasih.
Biarkan seluruh bumi diberkati kegembiraan,
kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan seluruh bumi diberkati dengan pengertian,
keserasian, itikad baik dan kemauan berbuat baik.
Terjadilah!

Dari Hati Tuhan,
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
cinta kasih dan kebaikan surgawi.
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
kegembiraan, kebahagiaan dan damai surgawi
Biarkan hati semua makhluk berperasaan diisi dengan
Pengertian, keserasian, itikad baik dan
keinginan berbuat baik. Terima kasih,
Terjadilah!

Bagi para pemula, pemberkatan ini hanya dilakukan satu atau dua kali. Jangan melakukan pemberkatan ini secara berlebihan pada permulaan. Sebagian bahkan mungkin merasa kongesti prana ringan di sekitar daerah jantung. Ini karena tubuh eterik Anda tidak cukup bersih. Lakukan penyapuan setempat untuk menghilangkan kongesti tersebut.

Pemberkatan ini tidak boleh dilakukan secaa mekanis. Anda harus menghayati dan menyadari sepenuhnya pengertian tiap-tiap ucapan. Anda dapat pula menggunakan visualisasi. Bila memberkati bumi dengan cinta kasih, visualisasikan aura bumi menjadi berwarna merah muda kebiru-biruan yang mempesona. Bila memberkati bumi dengan kegembiraan, kebahagiaan dan damai; visualisasikan orang-orang yang bermasalah berat tersenyum, hati mereka terisi dengan kegembiraan, kepercayaan, harapan dan perdamaian. Visualisasikan masalah mereka menjadi lebih ringan dan wajah mereka lebih cerah. Bila memberkati bumi dengan keserasian , itikad baik dan kemauan berbuat baik; visualisasikan orang-orang atau negara-negara yang hampir berperang meletakkan senjata dan saling berpelukan. Visualisasikan mereka terisi dengan maksud baik dan berniat melaksanakan maksud baik tersebut. Pemberkatan ini dapat diarahkan ke suatu negara, keluarga atau sekelompok negara. Jangan mengarahkan pemberkatan kepada bayi, anak atau orang karena mereka dapat dibanjiri energi yang sangat kuat yang dihasilkan oleh meditasi ini.

4. Mengaktifkan Cakra Mahkota – Memberkati Bumi dengan Cinta Kasih
Tekan mahkota dengan jari Anda selama beberapa detik untuk mempermudah kosentrasi pada cakra mahkota dan berkati seluruh bumi dengan cinta kasih. Bila cakra mahkota cukup terbuka, sebagian antara Anda akan merasakan sesuatu sedang berkembang di puncak kepala atau merasa suatu tekanan pada mahkota. Setelah cakra mahkota diaktifkan, berkosentrasilah secara bersamaan pada cakra mahkota dan cakra jantung, dan berkati bumi dengan cinta kasih beberapa kali. Ini akan menggabungkan cakra jantung dan cakra mahkota; dengan demikian menjadikan berkat jauh lebih kuat.

5. Mencapai Iluminasi – Meditasi pada Cahaya, pada Aum dan jarak antara dua Aum
Untuk mencapai Iluminasi (perluasan kesadaran) visualisasikan suatu titik cahaya putih yang gemilang pada puncak kepala dan secara bersamaan mengucapkan mantra Aum dalam hati. Lakukan kosentrasi pada jarak waktu (saat hening) diantara dua Aum, sementara mempertahankan titik cahaya tersebut. Lakukan meditasi ini selama 10-15 menit. Kalau Anda dapat memusatkan pikiran sepenuhnya secara bersamaan pada titik cahaya dan jarak pada waktu antara dua Aum, Anda akan mengalami “ledakan cahaya didalam”. Seluruh tubuh Anda akan diisi dengan cahaya! Secara pertama kali! Untuk mengalami kesadaran Budha atau iluminasi adalah dengan mengalami dan mengerti makna yang dikatakan Yesus: “jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu” (Lukas 11:34). “sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada didalam kamu” (Lukas 17:21).

Bagi beberapa orang, dibutuhkan bertahun-tahun sebelum mereka mengalami iluminasi pertama sekilas pandangan atau kesadaran Budha. Orang lain mungkin hanya membutuhkan beberapa bulan sementara yang lian hanya beberapa Minggu. Bagi sedikit orang, mereka mencapai awal perluasan kesadaran pada beberapa usaha pertama. Ini biasanya dilakkukan dengan bantuan seorarng Tua atau fasilitator.

Ketika melakukan meditasi ini Anda harus netral. Tidak boleh merasa obsesi akan hasil atau terlalu banyak berharap. Jika tidak, ia sebenarnya bermeditasi pada harapan atau hasil yang diharapkan bukannya pada titik cahaya, Aum dan jarak waktu antara dua Aum.

6. Melepas Kelebihan Energi
Sesudah bermeditasi, kelebihan energi harus dilepaskan dengan memberkati bumi dengan Cahaya, Cinta, Damai dan Kemakmuran selama beberapa menit sampaianda merasa tubuh Anda menjadi nornal. Kalau tidak, tubuh eterik akan mengalami kongesti dan Anda akan mengalami sakit kepala dan nyari dada. Tubuh fisik lama-kelamaan rusak karena terlalu banyak energi. Kelompok esoterik lain melepas kelebihan energi dengan memvisualisasikan cakra-cakra menyalurkan keluar kelebihan energi dan cakra menjadi lebih kecil dan redup, tetapi cara ini tidak menggunakan kelebihan energi untuk pemakaian yang konstruktif.

7. Berterima Kasih
Setelah bermeditasi, selalu berterima kasihlah kepada Tuhan dan Pembimbing Spiritual atas berkat surgawi.

8. Melepaskan Energi Berlebihan Lagi dan Memperkuat Tubuh Fisik Malalui Pijatan dan Latihan Fisik Lagi
Sesudah bermeditasi, pijatlah tubuh Anda dan lakukan latihan fisik sekitar lima menit untuk mengeluarkan prana bekas pakai dari tubuh dan melepaskan energi berlebihan, membersihkan dan memperkuat tubuh fisik. Ini juga mempermudah asimilasi energi prana dan energi spiritual; dengan demikian meningkatkan keindahan dan kesehatan praktisi. Pemijatan dan latihan fisik sesudah bermeditasi akan mengurangi kongesti prana dibagian-bagian tubuh tertentu yang dapat menjadi penyakit. Anda juga dapat menyembuhkan diri dari beberapa penyakit secara bertahap dengan melakukan latihan fisik sesudah melakukan “ Meditasi Pada Kedua Jantung”. Melakukan latihan fisik sesudah meditasi sangat penting; kalau tidak tubuh fisik akan melemah. Walaupun tubuh eterik akan menjadi sangat terang dan kuat, tubuh fisik akan menjadi lemah karena tidak mampu menahan kelebihan energi yang dihasilkan meditasi ini dalam jangka lama. Anda harus mengalaminya sendiri supaya dapat menghargai sepenuhnya apa yang dikatakan Pengarang.

Beberapa orang mempunyai kecenderungan untuk tidak melakukan latihan fisik sesudah melakukan meditasi ini, melainkan terus menikmati keadaan bahagia tersebut. Kecenderungan ini harus ditanggulangi, kalau tidak kesehatan fisik Anda pada akhirnya akan terganggu.

Kadang-kadang bila seorang aspiran spiritual bermeditasi, ia dapat mengalami gerakan fisik yang tidak umum dalam jangka pendek. Ini sangat normal karena saluran eteriknya sedang dibersihkan.

Petunjuk yang diberikan tampaknya cukup panjang, namun meditasi ini sendiri sangat singkat, sederhana dan sangat efektif! Meditasi hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit diluar waktu yang dibutuhkan untuk latihan fisik.

Terdapat banyak tingkatan iluminasi. Seni “intuisi” atau “pengetahuan sintetik langsung” membutuhkan meditasi yang terus menerus untuk jangka waktu lama.

Memberkati bumi dengan cinta kasih dapat dilakukan secara berkelompok sebagai bentuk pelayanan dunia. Bila untuk tujuan tersebut dilakukan dalam kelompok, mula-mula berkati bumi bumi dengan cinta kasih melalui cakra jantung kemudian melalui cakra mahkota lalu melalui kedua cakra, mahkota dan jantung. Lepaskan kelebihan energi sesudah akhir meditasi. Bagian meditasi yang lain dihilangkan. Pemberkatan dapat diarahkan tidak hanya ke seluruh bumi melainkan juga ke suatu negara atau kelompok negara tertentu. Kekuatan pemberkatan ini meningkat berlipat ganda bila dilakukan dalam kelompok dibadingkan secara individual. Cara lain memberkati bumi dengan cinta kasih dalam kelompok adalah melalui siaran radio harian pada waktu yan sesuai bersama dengan beberapa atau banyak pendengar yang berpartisipasi.

Seperti halnya penyembuhan dengan prana dapat menyembuhkan penyakit sederhana dan berat secara “ajaib”, “meditasi pada kedua jantung” bila dilakukan sejumlah besar orang dapat menyembuhkan seluruh bumi secara ajaib; dengan demikian membuat seluruh bumi lebih serasi dan damai.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

>Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung 1

>

Tanpa meninggalkan rumah, orang mengetahui semua yang ada di surga dan di bumi. Tanpa mengintip dari jendela orang akan melihzt jalan surgawi. Mereka yang pergi keluar, semakin jauh perjalanannya semakin sedkit pengetahuannya. Karena itu orang bijaksana melihat semuanya tanpa pergi ke manapun, melihat semuanya tanpa melihat, tidak melakukan sesuatu namun mencapai (Tujuannya)!  (Tao Te Ching, Lao Tzu)

Meditasi harus diarahkan ke realisasi kebersatuan dengan Tuhan. Seluruh perhatian Anda harus diberikan kepada realisasi Tuhan, selalu mengingat bahwa kerajaan Tuhan ada dalam dirimu, bukan dimana-mana, melainkan dalam dirimu.  (Joel Goldsmith)

Teknik Iluminasi atau Meditasi pada Kedua Jantung adalah teknik mencapai kesadaran Budha atau kesadaran Kosmos atau iluminasi. Teknik ilumnasi juga merupakan bentuk pelayanan terhadap dunia karena dunia diharmoniskan hingga suatu tingkat tertentu dengan memberkati seluruh bumi dengan cinta-kasih.

Meditasi pada kedua jantung dilandasi prinsip bahwa beberapa cakra mayor adalah titik masuk atau pintu gerbang tingkat atau cakrawala kesadaran tertentu. Untuk mencapai iluminasi atau kesadaran kosmos, cakra mahkota perlu diaktifkan. Kedua jantung itu mengacu pada cakra jantung yang merupakan pusat emosional dan cakra mahkota yang merupakan pusat jantung surgawi.

Bila cakra mahkota cukup diaktifkan, kedua belas daun dalam membuka dan membalik keatas seperti sebuah cangkir emas, mahkota emas, bunga (teratai) emas untuk menerima energi spiritual yang dibagikan ke bagian tubuh lainnya. Ia juga dilambangkan sebagai Holy Grail (piala suci). Mahkota yang dipakai para raja dan ratu hanyalah tiruan atau simbol fisik yang jelek dari cakra mahkota gilang-gemilang yang tak tergambarkan dari orang sudah mengalami perkembangan spiritual sepenuhnya.

Mahkota emas yang berputar sangt cepat terlihat seperti cahaya yang gemerlap di puncak kepala seseorang. Ini dilambangkan dengan topi tinggi (mitre) yang dipakai oleh Paus, kardinal dan uskup.

Kalau cakra mahkota sangat aktif, akan tampak seperti halo di sekeliling kepala. Itulah sebabnya mengapa para orang kudus berbagai agama mempunyai halo di sekitar kepala mereka. Karena tingkat perkembangan spiritual berbeda-beda, maka ukuran besar dan kecermalangan halo pun bervariasi.

Bilamana seseorang bermeditasi pada kedua jantung, energi surgawi mengalir turun ke praktisi dan mengisinya dengan cahaya, kasih, dan kuasa surgawi. Praktisi kemudian menjadi saluran energi surgawi ini. Dalam Yoga aliran Taoisme, energi surgawi ini disebut “ki surgawi”. Dalam Kaballah disebut “tiang cahaya” mengacu pada apa yang dilihat oleh para pewaskita. Para yogi bangsa India menyebut tiang cahaya ini sebagai jembatan cahaya spiritual atau “antakharana”. Orang Kristen menyebutnya “turunnya Roh Kudus”, yang dilambangkan dengan tiang cahaya dan turunnya seekor burung merpati. Dalam kesenian Kristen, ini diperlihatkan dalam gambar-gambar Yesus atau para orang kudus dengan tiang cahaya putih diatas kepalanya disertai burung merpati putih yang terbang ke bawah. Ini melambangkan turunnya energi surgawi. Orang-orang yang mengembangkan kemampuan spiritualnya dan telah berlatih meditasi beberapa lama mungkin mengalami dikelilingi oleh cahaya yang menyilaukan atau kepalanya terisi dengan cahaya yang menyilaukan. Ini lazim dialami oleh para yogi tingkat lanjut serta orang kudus dari semua agama dan pengalaman mereka mirip satu dengan yang lain.

Cakra mahkota hanya dapat cukup teraktifkan bila cakra jantung sudah cukup diaktifkan terlebih dahulu. Cakra jantung adalah tiruan cakra mahkota. Bila Anda melihat cakra jantung, cakra tersebut tampak seperti cakra dalam dari cakra mahkota yang mempunyai dua belas daun emas. Cakra jantung merupakan persamaan yang lebih rendah dari cakra mahkota. Cakra mahkota adalah pusat iluminasi dan cinta surgawi atau persatuan dengan semua. Cakra jantung, merupakan pusat emosi yang lebih tinggi. Ia merupakan pusat perasaaan kasihan, kegembiraan, kasih sayang, perhatian, belas-kasihan, dan emosi halus yang lebih tinggi. Orang hanya dapat merasakan cinta surgawi dengan mengembangkan emosi halus yang lebih tinggi. Menerangkan cinta kasih dan iluminasi kepada orang biasa adalah seperti berusaha menerangkan warna pada orang buta.

Ada banyak cara mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota. Anda dapat memakai gerakan fisik atau hatha yoga, tekni pernapasan yoga, mantra atau doa dan teknik visualisasi. Semua teknik ini efektif tetapi tidak cukup cepat. Salah satu cara yang paling efektif dan cepat untuk mengaktifkan cakra ini adalah melakukan meditasi berdasarkan cinta kasih atau memberkati seluruh bumi dengan dengan cinta kasih. Dengan memakai cakra jantung dan cakra mahkota untuk memberkati bumi dengan cinta kasih, kedua cakra tersebut menjadi saluran energi spiritual; karena itu diaktifkan dalam proses ini. Dengan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda melakukan suatu bentuk pelayanan dunia. Dan memberkati bumi dengan cinta kasih, Anda sebaliknya akan diberkati berlipat ganda. Dalam memberkati Anda diberkati. Dengan memberi maka Anda menerima. Itulah Hukumnya!

Seseorang dengan cakra mahkota yang tidak cukup aktif, tidak perlu mencapai iluminasi karena ia masih harus mempelajari cara menggiatkan cakra mahkota untuk mencapai iluminasi. Ini seperti memiliki komputer canggih tanpa mengetahui cara menggunakannya. Kalau cakra mahkota telah cukup digiatkan, maka Anda harus melakukan pada cakra tersebut, mantra Aum, dan pada jarak waktu antara dua Aum. Kosentrasi kuat harus dipusatkan tidak hanya pada mantra Aum namun terutama pada jarak antara dua Aum. Dengan kosentrasi penuh dan kuat pada cahaya dan jarak waktu (saat hening) antara dua Aum, iluminasi atau samadi tercapai!

Pada sebagian besar orang, cakra-cakra lain sangat teraktifkan. Cakra dasar, cakra seks, dan cakra solar-plexus teraktifkan pada hampir semua orang. Pada mereka, naluri untuk bertahan hidup, dorongan seks dan kecenderungan bereaksi dengan emosi-emosi lebih rendah sangat aktif. Dengan merasuknya pendidikan modern dan pekerjaan yang membutuhkan penggunaan kemampuan mental, cakra ajna dan cakra tenggorok berkembang dalam banyak orang. Apa yang tidak berkembang pada sebagian besar orang adalah cakra jantung dan cakra mahkota. Sayangnya, pendidikan cenderung lebih menekankan pada perkembangan cakra tenggorok dan cakra ajna atau perkembangan pikiran kongkret dan pikiran abstrak. Perkembangan jantung diabaikan. Karena itu, Anda dapat menjumpai orang-orang yang sangat pandai dan mungkin “berhasil”,  hubungan antar manusianya sangat buruk, hampir-hampir tidak berkawan dan berkeluarga. Dengan  melakukan meditasi pada dua jantung, seseorang menjadilebih simbang secara harmonis. Ini berarti cakra-cakra mayor berkembang kurang lebih seimbang.

Apakah pikiran abstrak atau pikiran kongkret dipakai secara konstruktif atau destruktif tergantung pada perkembangan cakra jantung. Bila cakra solar-plexus berkembang secara berlebihan dan cakra jantung kurang berkembang atau bila emosi yang lebih rendah aktif dan emosi yang lebih tinggi kurang berkembang, maka kemungkinan pikiran akan dipakai secara destruktif. Tanpa perkembangan jantung sebagian besar orang, kedamaian dunia merupakan impian semata. Itulah sebabnya perkembangan jantung harus ditekankan dalam sistem pendidikan.

Orang-orang yang berusia di bawah dari delapan belas tahun tidak boleh berlatih meditasi pada kedua jantung karena tubuh mereka belum dapat menahan terlalu banyak energi halus. Bahkan pada akhirnya mungkin dapat bermanifestasi sebagai kelumpuhan fisik. Orang yang menderita sakit jantung, hipertensi atau glaukoma, juga tidak boleh melakukan meditasi ini karena dapat memperburuk penyakitnya. Penting bahwa mereka yang ingin berlatih meditasi pada kedua jantung secara teratur harus berlatih pemurnian diri atau pembentukan karater melalui renungan batin setiap hari. Meditasi pada kedua jantung tidak hanya mengaktifkan cakra jantung dan cakra mahkota tetapi juga cakra-cakra lain. Karena itu, sifat-sifat positif maupun negatif orang akan akan diaktifkan atau diperbesar. Ini dengan mudah dapat diuji oleh praktisi sendiri dan melalui pengamatan waskita.

Sumber : Meditasi Pada Kedua Jantung ini juga dapat dibaca di buku Choa Kok Sui berjudul “Ilmu dan Seni Penyembuhan dengan Tenaga Prana – Sebuah Tuntunan Praktis” (terbitan PT. Elex Media Komputindo).

Tenaga Dalam – NEN

Dalam anime, kita sering melihat karakter yang memiliki kekuatan atau tenaga dalam yang dapat dihasilkan oleh tubuh. Salah satu contohnya, di dalam anime dragon ball, Songoku mampu mengeluarkan jurus kamehame. Dalam Dragon Ball, energi semacam itu disebut energi Ki, dalam naruto kita mengenal chakra, kemudian dalam bleach disebut reiatsu, dan lain-lain. Nah, di dalam Hunter X Hunter, energi semacam itu disebut Nen.

Tapi, secara definisi, nen merupakan serangkaian/sekumpulan teknik yang digunakan untuk mengendalikan aura (medan energi) yang terdapat dalam tubuh seseorang sehingga dapat digunakan/dimanfaatkan lebih lanjut. Contohnya, mengendalikan aura sehingga dapat meningkatkan efisiensi/kekuatan pada tubuh seseorang.

Dibanding dengan anime lain, nen merupakan sistem pengaturan energi yang paling terstruktur. Berbeda dengan anime lain yang karakternya dapat menghasilkan serangan sesukanya tanpa ada batasan-batasan, nen memiliki batasan dan aturan dalam penggunaannya. Oleh karena itu kekuatan yang dihasilkan pun terbatas pada aturan-aturan teknik nen sehingga setiap kekuatan yang dibuat dapat dijelaskan (bagaimana kekuatan tersebut dibuat).

Dalam Hunter x Hunter, nen berbentuk seperti asap yang berada di sekitar tubuh.

Pada setiap manusia, aura yang dimiliki tidaklah aktif atau dapat dikatakan masih “tertidur”. Hal tersebut karena shouko (pintu aura keluar-masuk aura) pada tubuh kita dalam keadaan tertutup. Oleh karena itu, pada dasarnya manusia tidak dapat merasakan ataupun mengendalikan aura mereka.

Ada 2 cara untuk membuka shouko. Cara yang pertama adalah dengan berlatih untuk merasakan keadaan tubuh dengan cara meditasi dan mencari shouko sendiri. Hal tersebut membutuhkan kepekaan dan tingkat sensitivitas yang tinggi. Bagi orang biasa (yang tidak memiliki bakat), latihan semacam ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Zushi saja, yang dikatakan berbakat membutuhkan waktu 3 bulan hanya untuk membuka shoukonya. Cara kedua adalah cara instan dengan metode yang disebut Gehou (metode stimulasi/memberi rangsangan). Cara melakukan hal ini adalah dengan mengirimkan/menyalurkan gelombang hatsu (salah satu teknik nen) ke dalam tubuh seseorang. Cara ini termasuk cara yang kasar dan lebih berssifat menyerang seseoran dengan aura daripada menyalurkan aura karena shouko dari orang tersebut dibuka secara paksa.

Dengan cara ini, seseorang juga harus segera menguasai ten (teknik paling dasar mengendalikan aliran aura) karena jika tidak, aura akan terus mengalir keluar dari tubuh seseorang secara tidak beraturan dan dapat membuat orang tersebut kelelahan dan pingsan. Yang perlu diperhatikan, jika orang yang membangunkan nen tidak menguasai nen dengan baik atau mempunyai maksud jahat, orang yang nen nya akan dibangunkan bisa mati.

Pembaptisan : Adalah cara membangunkan nen yang lain tapi masih serupa dengan gehou. Namun, cara ini terbilang berbahaya. Orang yang membangunkan nen biasanya memukul targetnya dengan nen. Kekuatan nen yang mengenai targetnya itu kemudian dapat mengaktifkan soko target itu. Orang yang membangunkan nen pun juga tidak peduli dengan targetnya apakah akan bisa bertahan atau mati. Di menara celestial, hisoka melakukan pembaptisan pada kastro.

Info : Orang yang tidak dapat menggunakan nen tidak dapat melihat aura/nen orang lain karena pada daerah mata, shoukonya belum terbuka (tidak ada aura di sekitar mata).

Salah satu bentuk dari kemampuan Nen adalah menggunakan aura untuk menakuti lawan sebelum bertarung. Oleh karena itu, efek yang dihasilkan tidak berpengaruh ke kondisi fisik seperti terluka. Namun efeknya mempengaruhi pikiran dan mental seseorang. Hal ini sangat penting karena jika mental lawan menurun sebelum bertarung, maka kita akan lebih mudah untuk melawannya.

Dalam hal ini, nen memiliki arti/filosofi yaitu untuk mengobarkan semangat atau memperkuat keinginan seseorang. Untuk melakukan ini, ada beberapa dasar yang harus dipelajari yaitu :

  1. Ten yang diartikan sebagai “Maksud/tujuan” – yaitu mengonsentrasikan jiwa dan pikiran pada satu hal, memilih tujuan/sasaran dimana kita akan menggunakan nen kita
  2. Zetsu yang diartikan sebagai “bahasa” – yaitu mengubah apa yang kita pikirkan ke dalam kata-kata
  3. Ren yang diartikan sebagai “finishing” – yaitu memperkuat/memperbesar keinginan kita
  4. Hatsu yang diartikan sebagai “proyeksi” – yaitu mengubah semua yang telah dilakukan menjadi suatu tindakan yang dapat mempengaruhi objek lain.

Ilustrasi :

Pertama kita melakukan ten dengan berkonsentrasi pada 1 hal pada lawan, misal : “Mati”

Kemudian dengan zetsu, kita mengubahnya menjadi serangkaian kata : “Aku akan membunuhmu”. Katakata tersebut tidak harus diucapkan, yang penting kata-kata tersebut harus kita pikirkan terus secara jelas.

Setelah itu, gunakan Ren, yaitu memperbesar keinginan kita tersebut sehingga pikiran “aku akan membunuhmu” menjadi semakin kuat.

Terakir adalah hatsu, yaitu memproyeksikan semua hal tadi lewat energi spiritual yang dikeluarkan dari tubuh kita ke orang lain sehingga mereka dapat merasakan maksud dan kesungguhan kita.

Dalam melakukan intidmidasi dengan nen, seseorang harus memiliki tujuan yang kuat. Jika tujuan kita goyah, maka kita akan gagal.

Untuk mengatasi serangan ini, kita harus melawannya dengan cara yang sama dan menunjukkan bahwa kita lebih unggul dibanding lawan kita. Contoh, kita bisa menggunakan kata : “Aku dapat melawanmu”.

Untuk mempelajari nen, ada beberapa tekik dasar yang harus dikuasai. Teknik ini merupakan kemampuan yang pertama yang diajarkan dan harus dimiliki seseorang yang ingin mendalami nen. Bagi seorang pemula, konsentrasi yang sangat tinggi dibutuhkan untuk dapat mempelajari teknik dasar ini. Akan tetapi, bagi pengguna nen yang sudah mahir, teknik ini sudah dianggap menjadi kemampuan alami mereka sehingga dapat digunakan dengan sendirinya tanpa perlu konsentrasi dan usaha ekstra. Contohnya, seorang pemula akan perlu konsentrasi tinggi dalam menggunakan teknik Ten karena mereka harus dapat mengendalika aliran auranya dengan baik. Namun bagi yang sudah mahir, dalam keadaan tidur pun, Ten mereka akan aktif.

Teknik dasar dalam nen dibagi menjadi berikut :

Ten (terjemahan : membungkus)

Ten merupakan teknik untuk mengatur aliran aura yang keluar dari tubuh saat shouko seseorang telah terbuka. Jika seseorang tidak dapat menggunakan ten saat shouko mereka terbuka, aura yang keluar dari tubuh mereka akan lepas/menghilang begitu saja. Jika hal itu terus terjadi, orang tersebut bisa kehabisan energi dalam tubuh. Oleh karena itu, seseorang harus bisa mengendalikan aliran auranya agar agar tidak lepas namun tetap mengalir di seputar tubuhnya.

Ten merupakan teknik pertahanan paling dasar seseorang dalam bertarung melawan pengguna nen lain. Oleh karena itu, saat bertarung dengan pengguna nen lain, Ten harus terus aktif.

Ten juga dapat memperlambat proses penuaan seseorang. Hal tersebut karena pengguna Ten dapat mengatur airan auranya sehingga tidak mengalir keluar secara percuma.

Zetsu (terjemahan : menekan)

Zetsu merupakan teknik untuk menghentikan semua aliran aura yang keluar dari tubuh. Walaupun shouko seseorang tidak terbuka, aura seseorang masih dapat keluar dari tubuh namun jumlahnya tidak besar. Dengan zetsu, seseorang dapat benar-benar menghentikan aliran aura di sekitar tubuhnya. Oleh karena itu, pengguna nen lain tidak akan dapat merasakan aura orang tersebut. Teknik ini biasanya digunakan saat mengikuti seseorang ataupun menyembunyikan diri dari seseorang.

Zetsu dapat digunakan untuk memulihkan tenaga seseorang karena dengan melakukan zetsu, tidak ada sedikitpun aura yang keluar dari tubuh orang yang menggunakannya.

Menggunakan zetsu berarti orang tersebut dalam keadaan tidak memiliki pertahanan sama sekali terhadap serangan nen sehingga walaupun orang tersebut diserang dengan nen yang lemah, dampaknya bisa sangat fatal.

Ren (terjemahan : memperhalus)

Ren merupakan teknik yang digunakan untuk mengeluarkan lebih banyak aura di sekitar tubuh penggunanya. Teknik ini adalah lanjutan dari Ten. Ten digunakan untuk mengendalikan aura agar tetap berada di sekitar tubuh, dan Ren digunakan untuk memperluas ukuran dan intensitas aura di sekitar tubuh. Dengan melakukan Ren, kekuatan fisik dan daya tahan tubuh seseorang akan meningkat. Oleh karena itu, serangan seseorang yang tidak menggunakan nen terhadap orang yang menggunakan ren tidak akan memberikan efek apa-apa.

Hatsu
Hatsu merupakan teknik khusus sehingga aura dapat memiliki kegunaan/kemampuan tertentu. Hatsu merupakan latihan akir setelah menguasai ten, ren dan zetsu. Hatsu dibagi menjadi 5 teknik yaitu Kyouka, Henka, Gugenka, Shousa dan Houshitsu. Selain kelima teknik tadi, seseorang dapat mengembangkan suatu teknik yang tidak termasuk dalam 5 teknik tadi yang disebut Tokushitsu sehingga totalnya ada 6 kategori/teknik. Dengan menggunakan salah satu atau lebih teknik tersebut, seseorang dapat membuat suatu kemampuan/jurus nen tertentu.

Hatsu merupakan cerminan dari seseorang karena tiap orang memiliki tingkat penguasaan teknik yang berbeda. Orang yang memiliki tingkat penguasaan 100% terhadap salah satu teknik dikatakan memiliki tipe nen yang merupakan teknik nen tersebut. Dan tiap orang hanya bisa menguasai satu teknik hingga 100%.

Hatsu dibagi menjadi 6 kategori/teknik :

Kyouka/Reinforcement

Teknik untuk meningkatkan kemampuan alami seseorang/suatu benda. Teknik ini sebenarnya bukan teknik khusus karena pada dasarnya, jika seseorang menggunakan nen (ten, ren, ken, dll), secara otomatis kemampuan alami (kekuatan fisik, penyembuhan diri, stamina) mereka akan meningkat. Contoh : saat menggunakan nen, maka daya tahan tubuh menjadi lebih kuat.
Kyouka digolongkan sebagai hatsu karena tiap orang memiliki perbandingan tingkat penguasaan yang berbeda. Misal, si A bertipe nen kyouka dan B tidak bertipe nen kyouka. Sebenarnya, kekuatan fisik mereka sama. Namun setelah menggunakan nen, kekuatan fisik A akan lebih besar daripada B karena A bertipe kyouka dan B tidak.Oleh karena itu, secara fisik, orang bertipe nen kyouka cenderung lebih kuat daripada yang tidak.

Tipe Latihan

Latihan tingkat pertama yang biasa dilakukan untuk mengembangkan teknik ini adalah dengan memecahkan 1000 batu kecil dengan sebuah batu lain. Teknik ini sebenarnya merupakan shu karena mengalirkan aura ke sebuah batu untuk memecahkan batu lain.

Contoh Kemampuan Nen :

Big Bang Impact (Ubogin) : Ubogin adalah orang bertipe nen kyouka. Jika ia menggunakan 100% kekuatannya, pukulan menggunakan nen-nya bisa sekuat ledakan bom misil.

Janken-Rock (Gon) : Pukulan Kou oleh orang bertipe kyouka dan memiliki tenaga yang sangat kuat.

Dengan memusatkan nen pada bagian tertentu, kurapika dapat menyembuhkan lengannya yang patah dalam sekejap.

Henka/Transformation

Henka adalah teknik untuk megkopi sifat-sifat kimia suatu benda ke dalam aura orang tersebut. Teknik ini bukanlah teknik untuk mengubah aura menjadi sesuatu tetapi hanya mengkopi/meniru sifat-sifat suatu benda seperti kelengketan, kekerasan, bentuk, kelenturan. Oleh karena itu, kemampuan nen yang dihasilkan akan tetap terlihat seperti aura biasa. Orang yang tidak dapat menggunakan nen tidak dapat melihatnya.
Seseorang yang menggunakan teknik ini dapat mengontrol gerakan maupun tingkatan/kekuatan dari sifat yang ia kopi/tiru. Misal, si A mengkopi salah satu sifat api yaitu panas ke dalam auranya. Maka aura yang ia keluarkan akan terasa panas. Jika telah menguasainya, maka si A dapat mengatur tingkat kepanasan dari auranya.

Tipe Latihan :

Pada tingkat awal, latihan yang dilakukan adalah latihan mengubah bentuk nen. Dengan kata lain, mengkopi bentuk dari suatu benda ke aura. Untuk tahap ini, seseorang harus dapat membentuk auranya menjadi angka-angka. Jika ia dapat membentuk angka 0 – 9 secara berurutan dalam waktu kurang dari 1 menit, maka ia lulus latihan tahap awal. Yang perlu diperhatikan adalah, angka yang terbentuk haruslah memiliki outline dan bentuk yang rapi.

Contoh kemampuan nen :

Bungee Gum (Hisoka) : Hisoka mengkopi beberapa sifat benda yaitu kelenturan dan kelengketan ke dalam auranya.

Killua dapat mengopi sifat listrik (gelombang dan sengatan) sehingga auranya terlihat seperti aliran listrik.

Janken-Scissors : Gon mengkopi bentuk dari pedang ke dalam auranya (sifat ketajaman) sehingga bentuk aura yang ia hasilkan seperti pedang dan tajam.

Gugenka/Materialization

Gugenka adalah teknik untuk membuat suatu benda dari nen. Benda yang dihasilkan dengan teknik ini bukan aura seperti yang dihasilkan teknik lain seperti henka. Oleh karena itu, benda yang dibuat ini dapat dilihat oleh orang biasa (yang tidak dapat menggunakan nen). Gugenka merupakan teknik yang cukup rumit dan cakupannya luas karena benda yang dibuat bisa berupa apa saja dan tidak terbatas pada benda-benda yang sudah ada. Pengguna tipe nen ini bisa membuat benda dengan bentuk dan fungsi sesuai yang ia inginkan.
Biasanya, benda yang dibuat dengan teknik ini memiliki fungsi/kemampuan yang unik yang bisa melebihi kemampuan dari benda lain yang serupa. Contohnya, kita membuat sebuah pedang. Pedang biasanya hanya bisa digunakan untuk memotong/menusuk/dan sejenisnya. Namun pedang yang kita buat bisa mengeluarkan api jika kita mengibaskannya.

Walaupun benda yang dibuat bisa tidak terbatas kemungkinannya, pengguna nen ini tidak bisa membuat benda yang melebihi kapasitas nen/auranya. Misalnya orang dengan kapasitas nen yang rendah tidak akan mampu membuat gunung. Namun, orang yang memiliki nen yang sangat amat besar, mungkin saja dapat membuatnya. Selain itu, sekuat apapun benda yang dibuat, tetap saja benda tersebut dapat dihancurkan/dirusak.

Setelah menguasai kemampuan untuk membuat suatu benda tertentu, seseorang dapat memanggil/memunculkan atau menghilangkan (un-materialize) benda yang dihasilkan dengan sesuka hati.

Tipe Latihan :

Latihan tingkat pertama adalah melatih membayangkan suatu benda yang ingin dibuat. Namun, kita tidak hanya membayangkan bentuk/penampilan luar benda tersebut. Kita pun juga harus bisa benar-benar membayangkan setiap detil suara, pergerakkan, fisik, rasa, bau, dan semua tentang benda tersebut secara sempurna. Misalkan kita ingin membuat rantai, kita harus bisa membayangkan dengan sempurna segala hal yang berkaitan dengan keadaan rantai tersebut secara sempurna. Oleh karena itu, untuk mempermudah dalam latihan ini, seseorang akan mengamati bentuk rantai, mendengar suaranya, mengukur tingkat kekerasan, rasa, bau, pergerakan, atau dengan kata lain, hidup dengan rantai.
Karena sulitnya melatih teknik ini, seseorang cenderung hanya membuat 1 benda saja yang sesuai dengan kepribadiannya.

Contoh kemampuan nen tipe gugenka :

Kurapika dapat membuat rantai dari auranya. Rantai yang ia buat tidak hanya dapat digunakan seperti rantai pada umumnya, namun memiliki kemampuan yang lain seperti untuk menyembuhkan luka.

Dame-Chan (Shizuku) : Shizuku mampu membuat vacum cleaner. Vacum cleaner yang dibuat memiliki kemampuan untuk mengurai benda mati dan menghisapnya. Daya tampung dari vacum cleaner ini pun tidak terbatas. Selain itu, vacum cleaner ini juga dibuat seolah-olah vacum cleaner ini memiliki nyawa/hidup. Sehingga memiliki kepribadian/sifat dan bisa mengeluarkan suara serta melihat.

Sousa/Manipulation

Sousa merupakan teknik menggunakan aura untuk mengendalikan suatu benda. Benda yang dapat dikendalikan dengan teknik ini meliputi benda mati, makhluk hidup, bahkan aura sendiri. Cara menggunakan teknik ini adalah dengan menyuntikan/memasukkan aura pada benda yang akan kita kendalikan. Namun, untuk mengendalikan suatu benda, tidak dapat dilakukan dengan semudah itu. Biasanya sebelum dapat mengendalikan orang lain dengan auranya, seseorang harus melakukan beberapa syarat/kondisi yang telah ia buat sendiri. Misal, kita dapat mengedalikan benda mati. Namun syaratnya hanya benda yang dikendalikan harus berbentuk bulat dan kita harus menyentuhnya secara langsung selama 5 detik. Baru ia dapat mengendalikan benda itu.

Tipe Latihan : tidak diketahui

Contoh kemampuan nen tipe Sousa :

Illumi dapat mengendalikan struktur tubuhnya sehingga ia dapat mengubah bentuk tubuhnya menjadi sama seperti orang lain.

Shalnark dapat mengendalikan orang lain dengan menusukkan sebuah antena kecil pada orang tersebut.

Houshutsu/Emission

Houshutsu merupakan teknik untuk melepaskan nen dari tubuh dan mempertahankan kekuatannya (walaupun tidak terkoneksi dengan tubuh). Pada dasarnya, jika aura/nen dilepaskan dari tubuh atau tidak terhubung dengan tubuh pemiliknya, nen akan menghilang. Namun, dengan teknik ini, seseorang dapat mempertahankan nen tersebut sehingga kekuatan yang ada pada nen tersebut tidak hilang. Oleh karena itu, dengan teknik ini, seseorang dapat menembakkan auranya dan mempertahankan kekuatan auranya itu (aura tidak akan menghilang). Tanpa teknik ini, seseorang tidak dapat melakukannya.
Saat aura masih terhubung dengan tubuh, seseorang bisa mengendalikan aliran/gerakannya. Namun, jika seseorang menggunakan teknik ini, aura yang telah lepas dari tubuh tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, untuk mengendalikannya, seseorang juga menggunakan sousa.

Tipe latihan :

Tingkat 1 : seseorang harus dapat membuat bola nen kemudian melepaskannya/menembakkannya. Jarak untuk level ini adalah 10 meter. Kemudian, untuk naik ke level selanjutnya, seseorang harus meningkatkan ukuran, kecepatan dan kekuatan nen yang dilepaskan tadi.

Tingkat 5 : Seseorang mengambil posisi handstand (dengan satu tangan). Kemudian dari tangan yang digunakan untuk tumpuan, dilepaskan aura. Jika berhasil, maka tekanan dari aura yang keluar dapat mengangkat tubuh orang tersebut dan membuatnya melayang di udara. Semakin besar kekuatannya, semakin tinggi dan lama orang tersebut dapat terangkat.

Contoh kemampuan nen tipe Houshutsu :

Seseorang dapat menembakkan nen yang berbentuk seperti peluru dengan kecepatan yang sangat tinggi. Karena kekuatannya, peluru tersebut nyaris bisa menembus semua benda. (Franklin)

Note : Houshutsu diperkirakan juga merupakan teknik untuk menghubungkan 2 tempat melalui dimensi nen. Dengan houshutsu, seseorang dapat melepaskan nen di 2 tempat sebagai pintu yang keduanya terhubung melalui suatu dimensi lain yang sering disebut dimensi nen. Karena penghubungnya merupakan dimensi nen, jarak antar 2 pintu nen tadi mungkin berbeda antara jarak di dunia nyata dan dimensi nen. Aplikasi teknik ini biasanya digunakan untuk melakukan teleportasi (jarak nen dimensi sangat dekat, padahal jarak aslinya jauh).

Tokushitsu/Specialization

Tokushitsu adalah teknik khusus yang tidak dapat dijelaskan oleh 5 teknik nen di atas. Oleh karena itu, kemungkinan teknik yang dapat dilakukan bisa bermacam-macam tergantung siapa orang yang lahir dengan nen tipe ini. Namun biasanya orang yang bertipe nen ini hanya memiliki 1 teknik/kemampuan saja.
Setiap orang memiliki peluang untuk lahir dibawah tipe nen standar (kyouka, henka, gugenka, sousa, atau houshitsu) dan juga tokushitsu sehingga orang tersebut memiliki 2 tipe nen. Namun, biasanya seseorang tidak mengetahuinya. Seperti contoh, kurapika. Ia memiliki tipe nen gugenka. Namun, ternyata ia tidak hanya memiliki tipe nen gugenka, namun juga tokushitsu hingga akirnya ia melatih nennya saat matanya berubah menjadi merah. Seseorang dapat mengetahui bahwa ia juga memiliki tipe nen tokushitsu dari suatu proses panjang termasuk pengalaman dan hal-hal yang terjadi dalam hidupnya.

Langsung masuk ke contoh saja:

Neon nostrad, memiliki tipe nen ini. Dengan auranya, ia dapat memunculkan semacam makhluk dari nen di tangannya dan dapat digunakan untuk memprediksi kejadian di masa akan datang dengan akurat. Teknik ini tidak dapat dijelaskan oleh kelima teknik lainnya. Oleh karena itu, teknik semacam ini digolongkan ke dalam Tokushitsu.

Contoh lain adalah kurapika. Saat matanya merah, ia dapat dapat menggunakan 5 tipe nen standar hingga batas maksimum. Dengan kata lain, ia memiliki 5 tipe nen, padahal tiap orang biasanya hanya memiliki satu saja. Teknik semacam itu juga tidak dapat dijelaskan oleh 5 teknik standar lainnya. Oleh karena itu, teknik tersebut adalah tokushitsu.

Teknik Lanjutan Nen

Teknik dasar dari nen yang telah dikuasai dapat ditingkatkan lagi dan dibagi menjadi beberapa teknik lanujutan yang tentu saja lebih sulit dilakukan namun memiliki efek yang lebih besar. Teknik-teknik tersebut adalah sebagai berikut :

En
Teknik untuk memperluas jangkauan aura di sekitar tubuh. Teknik ini merupakan perkembangan dan kombinasi dari Ren dan Ten. Awalnya seseorang melakukan ren dengan kekuatan yang lebih besar sehingga aura yang dihasilkan pun jauh lebih besar. Kemudian dengan ten, aliran aura yang dihasilkan dijaga agar tidak menghilang dan (biasanya) dibentuk bulat (seperti bola).

Kegunaan teknik ini adalh untuk mendeteksi keberadaan benda-benda yang ada dalam jangkauan aura tersebut. Seseorang yang menggunakan En dapat membedakan tiap benda dalam jangkauan En-nya berdasar dari gerakan dan bentuk benda tersebut.

Karena harus menggunakan banyak sekali aura, maka untuk melakukan En sangatlah melelahkan. Orang yang telah menguasai En dapat memperluas jangkauan En-nya hingga radius 50m. Namun, ada beberapa orang yang mempunyai bakat kusus dalam melakukan En seperti Zeno Zoldick (kakek Killua) yang mampu menggunakan En hingga radius 300m dan juga Nefelpitou (Royal Guards Chimera Ant) yang memiliki bentuk En seperti amuba yang dapat berubah-ubah bentuk. Karena dapat dengan mudah mengubah bentuk En-nya, jangkauan terpanjang En nefelpitou bahkan mencapai 2 mil.

In
In adalah teknik kelanjutan dari zetsu. Jika dengan zetsu seseorang menghentikan aliran aura keluar tubuh sehingga benar-benar tidak terlindung dari serangan nen, namun dengan In, orang tersebut masih tetap dapat menggunakan nen. Namun, keberadaan orang tersebut berdasar auranya tidak dapat terdeteksi. Dengan In, pengguna nen juga dapat membuat serangan nen atau benda yang dihasilkan dari nen tersembunya/tidak terlihat.

Gyou
Gyou merupakan teknik untuk mengonsentrasikan sebagian besar aura ke bagian tubuh tertentu. Karena memiliki jumlah aura yang lebih besar, kemampuan bagian tubuh tersebut akan menjadi lebih besar. Namun kemampuan bagian tubuh lain akan berkurang karena hanya mendapat sedikit aura. Dengan teknik ini, seseorang dapat memperkuat pertahanan maupun serangan yang dilakukan oleh bagian tubuh tertentu.

Contoh :
Jika aura diletakkan pada mata, maka kita dapat melihat aura orang lain. Dengan gyou, kemampuan mata untuk melihat aura akan emnjadi lebih besar sehingga kita dapat melihat aura yang disembunyikan dengan In. 
Gyou pada tangan kita akan membuat tangan kita lebih kuat dibanding hanya dengan mengaktifkan nen (Ten dan Ren).

Kou
Kou merupakan teknik untuk mengonsentrasikan SEMUA aura ke bagian tubuh tertentu. Kou merupakan versi paling kuat dari gyou. Teknik ini menggunakan ren dan zetsu dengan bersamaan. Dengan ren, seluruh aura pada tubuh dikeluarkan dan dikonsentrasikan pada bagian tubuh tertentu. Untuk menghindari aliran aura pada bagian tubuh lain, maka digunakan zetsu.

Kou ini biasanya khusus digunakan untuk melakukan serangan sepeti memukul dengan kou. Kekuatan yang dihasilkan akan SANGAT besar, namun teknik ini sangat berisiko karena bagian tubuh lain sama sekali tidak terlindungi dari serangan nen.

Ken
Ken adalah teknik untuk mempertahankan ten dan ren pada seluruh bagian tubuh saat bertarung. Fungsi teknik ini adalah untuk pertahanan. Walaupun pertahanan yang dilakukan tidak sekuat gyou, ken merupakan teknik paling efektif untuk bertahan. Hampir sama dengan En, teknik ini cukup melelahkan.

Shu
Shu adalah teknik untuk menyalurkan nen ke suatu benda. Teknik ini sebenarnya adalah ren yang kemudian disalurkan ke suatu benda sehingga seolah-olah juga merupakan bagian tubuh kita dan dapat melakukan ren. Karena benda tersebut dialiri nen, kemampuan fisik benda tersebut juga meningkat. 
Contoh : Hisoka mengalirkan nen pada kartu nya sehingga menjadi keras dan dapat digunakan untuk memotong benda. 

Ryu
Merupakan teknik untuk mengubah konsentrasi aura secara berulang-ulang pada berbagai bagian tubuh. Atau dapat diartikan menggerakkan gyou dari satu atau beberapa bagian tubuh ke bagian yang lainnya secara terus-menerus. Teknik ini adalah teknik yang sangat penting dalam pertarungan. Denga melatih teknik ini, pertahanan maupun serangan kita dapat terorganisir dengan baik.

Diagram Hatsu
Sudah dijelaskan bahwa hatsu terbagi menjadi 6 tipe. Tipe tersebut memiliki hubungan/kecocokan satu sama lain. Untuk lebih mudah dalam menggambarkan hubungan antara tipe-tipe hatsu, digunakan diagram berikut : 

Tipe hatsu biasanya disusun berurutan seperti gambar di atas. Orang yang memiliki tingkat penguasaan suatu hatsu hingga 100% dikatakan memiliki tipe nen hatsu tersebut. Misalnya, gon memiliki tingkat penguasaan kyouka hingga 100%, oleh karena itu, gon memiliki tipe nen kyouka. Untuk selanjutnya, kita menyebut tingkat penguasaan hatsu dengan istilah efisiensi.

Tiap orang hanya memiliki 1 tipe nen. Namun, orang tersebut bisa mempelajari tipe nen lain (kecuali tikushitsu). Hanya saja, efisiensi dari tipe nen yang ia pelajari tidak akan setinggi tipe nen yang ia miliki. Persentasi efisensi untuk tipe nen kyouka digambarkan sebagai berikut :

Perhitungan efisiensinya adalah dengan mengurangkan 20% setiap bergeser 1 langkah baik ke kanan ataupun ke kiri. Perhitungan berhenti sampai di tipe nen yang terletak berlawanan dengan tipe nen kita. Oleh karena itu, efisiensi terkecil yang dimiliki adalah 40%. Contoh lain adalah misal kita bertipe nen Sousa. Oleh karena itu, efisiensi yang kita miliki untuk tipe nen lain adalah :

Terkhusus untuk Tokushitsu, efisiensi yang dimiliki adalah 0. Atau dengan kata lain kita tidak dapat mempelajari tokutshitsu kecuali jika kita sendiri bertipe nen tokushitsu. Oleh karena itu, efisiensi untuk orang bertipe nen tokushitsu tidak diketahui dan tergantung teknik yang ia miliki.

Efisiensi Hatsu dalam Aplikasinya

Sebenarnya dalam aplikasinya, efisiensi tipe nen lebih tepat digunakan sebagai perbandingan yang menunjukkan seberapa mudah orang mempelajari tipe nen tertentu karena sulit untuk mengukur tingat kemampuan maksimum seseorang menguasai hatsu.

Contoh :
Gon bertipe nen Kyouka dan Killua Henka. Keduanya ingin mempelajari houshitsu. Perbandingan efiensi houshitsu gon dan killua berturut-turut adalah 80%:60%= 4 : 3. Oleh karena itu, jika diasumsikan kondisi (kekuatan, bakat, kesehatan, dll) keduanya sama, maka Gon akan 4/3 atau 1,3 kali lebih mudah untuk mempelajari houshitsu daripada killua.

Efisiensi dari hatsu hanya dapat digunakan jika kondisi dari orang yang akan kita bandingkan sama. Jika kondisi orang tersebut berbeda, maka efisiensi hatsu kurang tepat digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang menguasai nen. Contoh :

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi tingkat penguasaan nen adalah bakat seseorang mempelajari nen. Gon bertipe nen kyouka dan leorio bertipe nen houshitsu. Dalam hal ini, gon memiliki bakat yang jauh di atas leorio dalam mempelajari nen. Misal keduanya ingin mempelajari houshitsu. Perbandingan tingkat kemudahan gon dan leorio mempelajari houshitsu adalah 80%:100% = 4:5. Artinya Leorio seharusnya akan lebih mudah untuk berlatih houshitsu. Misal gon membutuhkan waktu 5 hari untuk menembakkan bola nen. dan leorio membuthkan waktu hanya 4 hari untuk melakukan hal yang sama. namun karena bakat gon mempelajari nen jauh di atas leorio, gon lah yang lebih dahulu dapat menembakan bola nen. Namun, jika gon dan leorio memiliki kondisi yang sama, maka leoriolah yang berhasil menembakan bola nen terlebih dahulu.

Membuat Kemampuan/Jurus Nen

Hatsu biasanya digunakan untuk membuat kemampuan nen (jurus nen). Oleh karena itu kesesuaian hatsu dengan kemampuan nen yang akan dibuat sangat penting. Kemampuan nen yang dibuat sesuai dengan tipe nen yang dimiliki seseorang dapat menghasilkan kemampuan nen yang kuat dan efektif. Namun, kemampuan nen seseorang biasanya dibuat sesuai dengan karakter orang tersebut sehingga kemampuan nen yang dibuat cukup rumit dan membutuhkan beberapa tipe nen lain, bahkan kemampuan nen ada yang dibuat dengan menggunakan tipe nen yang bukan tipe nen dari orang tersebut. Contoh :

Kastro memiliki tipe nen kyouka. Namun salah satu kemampuan nennya dibuat dengan menggabungkan tipe gugenka dan sousa sehingga kemampuan yang dimilikinya itu lemah dan tidak stabil walaupun cukup efektif dalam menyerang musuh.

Ditulis dalam Aura. 1 Comment »

AURA – MEDAN ENERGI TUBUH MANUSIA

Pengertian tentang medan energi pada tubuh manusia menjadi sangat penting setelah ditemukan bukti-bukti ilmiah sebagai hasil eksperimen para ilmuwan pada saat ini. Medan energi manusia telah terbukti berhubungan dengan kesehatan tubuh fisik dan kesehatan emosional seseorang. Untuk itu anda perlu untuk mengetahui cara bekerja medan energi manusia untuk dapat mempergunakan energi tersebut bagi kesehatan, penyembuhan atau menciptakan sesuatu yang baru bagi anda. Selain itu anda juga harus mengetahui hubungan antara energi-energi pada tubuh anda dan aliran-aliran energi universal yang berproses didalah tubuh. Melalui medan energi kehidupan inilah situasi kehidupan seseorang, pengalaman-pengalaman dan dunia materi tercipta. Tabel 1 menunjukan referensi sejarah dari medan energi universal yang dimulai sejak 5000 tahun sebelum masehi.

Medan energi yang berhubungan dengan tubuh manusia telah berhasil diukur dengan alat seperti electroencephalograph (EEG), electrocardiograph (EKG) dan superconducting quantum interference device (SQUID, magnetometer yang amat sensitif). Secara ilmilah medan energi pada tubuh manusia ini disebut sebagai bio energi. Pada saat ini, bio energi seluruh tubuh manusia telah dapat dicetak diatas selembar kertas dengan menggunakan sebuah alat berupa kamera yang dihubungkan dengan sebuah komputer dan sebuah printer. Sudah terdapat beberapa institusi yang menyewakan alat tersebut di Jakarta sehingga anda dapat mengetahui bio energi tubuh anda dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

REFERENSI SEJARAH TENTANG MEDAN ENERGI UNIVERSAL

        Tahun         Tempat/Orang              Nama

        5000 SM        India                               prana

        3000 SM        China                              chi
                                                                    yin/yang

        500   SM        Yunani                            vital energy
                              Pythagoras

        1500  M         Eropa                             iliaster
                              Paracelsus

        1600  M         Gottfriedmonads           monads
                             Wilhelm von Leibnitz             

        1700  M         Franz Anton                   magnetic  fluid
                             Mesmer
 
        1800  M         Wilhelm von                   odic force
                             Reichenbach
 

Sementara para penyembuh baik penyembuh Prana maupun penyembuh Reiki menamakannya sebagai aura. Aura hanya dapat dilihat oleh seseorang yang mempunyai kemampuan khusus atau biasa disebut sebagai indera keenam atau ESP (Extra Sensory Perception) dan ada pula yang menamakannya HSP (Higher Sense Perception). Tingkat keakuratan pembacaan aura amat tergantung dari tingkat kemampuan ESP pembaca aura yang bersangkutan. Pada dasarnya hasil pembacaan aura dengan ESP mempunyai korelasi yang kuat dengan hasil pengu-kuran bio energi.

Hasil studi kasus pada medan bio energi menunjukan bahwa dari kelemahan pada medan bio energi dapat meramalkan penyakit fisik yang akan diderita dikemudian hari dan bahwa perubahan pola energi dan kekuatan medan energi selalu berubah-ubah sesuai dengan keadaan psikologi seseorang. Hasil dari sebuah riset menunjukan bahwa terdapat hubungan langsung antara frekwensi dan pola gelombang energi pada permukaan tubuh dengan warna-warna spesifik yang dilihat oleh pembaca aura yang menggunakan ESP. Pada kasus ini, untuk setiap warna yang terbaca berhubungan dengan bentuk gelombang yang spesifik dan pola energi tertentu.

Medan energi manusia atau aura merupakan kendaraan manusia yang membawa energi. Medan energi manusia merupakan stuktur matrik energi darimana sel-sel tumbuh atau dengan kata lain medan energi terbentuk lebih dahulu sebelum tubuh fisik terbentuk. Fenomena hantu anggota tubuh mendukung pendapat ini. Hantu anggota tubuh muncul ketika seseorang yang kehilangan salah satu anggota tubuhnya ternyata masih dapat merasakan adanya anggota tubuh yang telah hilang tersebut.

Salah seorang pasien yang mengalami efek hantu anggota tubuh secara terus menerus merasakan kakinya yang hilang terikat dibelakang tubuhnya maka setiap ia duduk ia merasakan duduk diatasnya. Jika dilihat dengan HSP ternyata Medan aura anggota tubuh pasien yang telah diamputasi tersebut menekuk kebelakang persis pada posisi yang dirasakan oleh pasien tersebut. Kemudian penyembuh berkonsutasi dengan ahli bedah yang mengamputasi pasien tersebut. Ternyata ahli bedah mengikat kaki pasien tersebut pada posisi tersebut pada saat operasi. Setelah medan aura tangan yang diamputasi tersebut diluruskan pada posisi berjalan yang normal, gejala tersebut hilang.

Ini berarti struktur energi anggota tubuh yang hilang tetap berada disana maka dapat disimpulkan medan energi terbentuk lebih dahulu sebelum tubuh fisik terbentuk. Ini secara fundamental berbeda dengan pendapat banyak periset ilmiah. Mereka berpendapat bahwa medan energi ini memancar dari tubuh fisik. Jika medan energi tersebut terbukti ada sebelum tubuh fisik, ini menunjukan bahwa pada suatu saat kita dapat meregenerasi anggota tubuh yang hilang.

Medan energi menjadi lebih penting bagi kesehatan dan proses pertumbuhan dari yang diduga sebelumnya. Tubuh fisik muncul dari tubuh energi, ketidak seimbangan atau gangguan pada tubuh energi dapat mengakibatkan penyakit pada tubuh fisik. Maka menyembuhkan ketidak seimbangan pada medan energi dapat menghasilkan penyembuhan pada tubuh fisik. Teknik penyembuhan adalah belajar bagaimana cara menyembuhkan medan energi dengan merestrukturisasi, menyeimbangkan dan memberikan energi.

Ditulis dalam Aura. Leave a Comment »

Aura – Energy Field around The Body

Setiap mahluk hidup atau benda-benda tertentu akan mempunyai aura / sinar yang memancar keluar dari tubuh atau benda yang mempunyai pengaruh baik ke dalam tubuh/benda itu sendiri dan keluar. Secara khusus disini hanya dibahas tentang aura tubuh manusia. Pancaran sinar (yang mengandung potensi energi) dari dalam tubuh akan membentuk medan elektromagnetik yang melingkupi seluruh tubuh fisik manusia. Aura terbagi menjadi beberapa layer (lapisan) yang oleh para ahli disebut sebagai tubuh Bio-plasmic.

a. Aura luar (Etheric Body)
Aura ini jauh di luar tubuh fisik ± 2 meter. Aura luar ini bentuknya mirip sangkar ayam atau telur ayam yang terbalik dengan sinar sangat tipis. Aura ini adalah pintu gerbang sekaligus tameng bagi tubuh fisik kita. Secara umum aura ini lebih banyak bersifat kepribadian yang lebih halus. Misalnya seseorang yang mempunyai pengaruh besar dalam pergaulannya sehari-hari atau para pejabat yang berpengaruh besar, memiliki aura luar yang baik.

b. Aura Kesehatan
Kesehatan seseorang sangat ditentukan oleh aura kesehatan yang dimilikinya. Aura ini berada di dalam aura luar. Warna sinar aura ini bercampur baur karena tergantung kesehatan tiap-tiap Organ / Chakra di dalam tubuh, semuanya mengeluarkan warna sinar yang berbeda-beda melalui pori-pori dan bercampur di daerah aura kesehatan. Bila ada suatu gangguan / penyakit maka aura inilah yang terlebih dahulu mengalami gangguan atau penyakit kemudian baru mengenai tubuh fisik.

c. Aura Dalam.
Ini merupakan aura yang sangat penting untuk diketahui dalam teknik penyembuhan. Seperti namanya aura ini terletak paling dalam dari aura lainnya (diluar tubuh fisik). Bila diamati secara waskita akan terlihat warna-warni di luar tubuh kita. Aura ini mudah dikenali karena bentuk sinarnya mengikuti postur tubuh kita dengan ketebalan sinar yang paling terang sekitar 1 – 3 Cm dan pancaran sinarnya yang dirasakan saat penelusuran pada kebanyakan orang antara 20 – 50 Cm. Dalam ketebalan inipun terdapat lapisan-lapisan lagi. Apabila Aura Dalam yang sehat maka warna yang terlihat lebih terang dan bersih. Sekarang telah ada peralatan teknologi modern dimana semua aura dapat difoto (dengan foto kirlian ) untuk dapat mengetahui warna dan bentuk aura yang nantinya dapat dijadikan acuan untuk menilai kondisi kesehatan, sifat seseorang atau tingkat spiritualnya.

Sebagian ahli juga membagi aura menjadi 4 layer mulai dari tubuh fisik mengarah ke luar, yaitu :

  1. Etheric Body. Yang memberikan supply energi bagi tubuh fisik.
  2. Astral Body. Disebut juga emotional body.
  3. Mental Body. Yaitu pikiran.
  4. Casual Body. Jiwa (atma).

Aura – Energi
Tubuh kita terdiri dari dua aliran Energi yaitu Energi Kasar dan Energi Halus. Energi Kasar sifatnya lebih mendekati kearah yang lebih nyata. Energi Kasar identik dengan Tenaga Dalam yang dapat dipergunakan untuk melindungi diri dari ancaman–ancaman secara kenyataan. Energi ini biasanya tersimpan di daerah Chakra Pusar (Manipura) tepatnya dua jari di bawah Chakra Manipura. Disini terdapat penyimpanan dan pengolahan Energi yang sangat elastis, yang disebut Tan Tien (samudera kehidupan). Energi alam semesta ditarik masuk melalui chakra Manipura atau melaui chakra mini di sekitar tangan / telapak kaki selanjutnya disimpan pada Tan Tien. Tan Tien menampung, menyimpan serta mengolah energi tersebut hingga tiba saatnya dikeluarkan dan dipergunakan untuk keperluan tertentu. Hal ini dapat dilakukan dengan tekhnik latihan tenaga dalam secara khusus. Sedangkan Energi yang sifatnya halus bekerja tidak nyata atau gaib.

Keberadaan Energi Halus agak sulit untuk dirasakan. Untuk merasakannya hanya berdasarkan keyakinan dan kepercayaan yang tebal dan latihan yang tekun. Latihan paling penting adalah menyesuaikan energi tubuh kita dengan energi halus dengan cara mengontrol energi yang lebih kasar. Mengontrol dalam artian mengurangi pengaruh energi kasar terutama yang ke arah negatif. Aliran Energi Halus dapat diumpamakan seperti frekwensi gelombang Radio atau peralatan Komunikasi lainnya.

Bentuk gelombang tubuh kita mirip seperti gelombang air di saat menjatuhkan batu kecil ke air tenang, maka air membentuk gelombang lingkaran, dari awalnya kecil terus membesar sampai menghilang. Seberapa banyak bentuk gelombang dapat dihitung sampai batasan menghilang. Hal ini menunjukkan jumlah getaran atau frekwensi. Gelombang serta frekwensi yang ada pada tubuh kita sangat bervariasi tergantung berbagai faktor. Faktor yang paling mempengaruhi adalah pikiran yang sedang aktif bekerja secara berubah-ubah sesuai dengan apa yang sedang dipikirkan. Bila memikirkan hanya satu obyek tertentu ini menyebabkan gelombang pikiran melemah dan semakin terfokus sedangkan frekwensi bisa tetap atau ikut berubah tergantung seberapa kuat daya panca pikiran. Semakin jauh daya pancarnya maka frekwensi semakin tinggi. Demikian juga semakin tinggi frekwensinya semakin kuat, jauh dan halus sifatnya.

Ditulis dalam Aura. Leave a Comment »

>Tenaga Dalam – NEN

>

Dalam anime, kita sering melihat karakter yang memiliki kekuatan atau tenaga dalam yang dapat dihasilkan oleh tubuh. Salah satu contohnya, di dalam anime dragon ball, Songoku mampu mengeluarkan jurus kamehame. Dalam Dragon Ball, energi semacam itu disebut energi Ki, dalam naruto kita mengenal chakra, kemudian dalam bleach disebut reiatsu, dan lain-lain. Nah, di dalam Hunter X Hunter, energi semacam itu disebut Nen.

Tapi, secara definisi, nen merupakan serangkaian/sekumpulan teknik yang digunakan untuk mengendalikan aura (medan energi) yang terdapat dalam tubuh seseorang sehingga dapat digunakan/dimanfaatkan lebih lanjut. Contohnya, mengendalikan aura sehingga dapat meningkatkan efisiensi/kekuatan pada tubuh seseorang.

Dibanding dengan anime lain, nen merupakan sistem pengaturan energi yang paling terstruktur. Berbeda dengan anime lain yang karakternya dapat menghasilkan serangan sesukanya tanpa ada batasan-batasan, nen memiliki batasan dan aturan dalam penggunaannya. Oleh karena itu kekuatan yang dihasilkan pun terbatas pada aturan-aturan teknik nen sehingga setiap kekuatan yang dibuat dapat dijelaskan (bagaimana kekuatan tersebut dibuat).

Dalam Hunter x Hunter, nen berbentuk seperti asap yang berada di sekitar tubuh.

Pada setiap manusia, aura yang dimiliki tidaklah aktif atau dapat dikatakan masih “tertidur”. Hal tersebut karena shouko (pintu aura keluar-masuk aura) pada tubuh kita dalam keadaan tertutup. Oleh karena itu, pada dasarnya manusia tidak dapat merasakan ataupun mengendalikan aura mereka.

Ada 2 cara untuk membuka shouko. Cara yang pertama adalah dengan berlatih untuk merasakan keadaan tubuh dengan cara meditasi dan mencari shouko sendiri. Hal tersebut membutuhkan kepekaan dan tingkat sensitivitas yang tinggi. Bagi orang biasa (yang tidak memiliki bakat), latihan semacam ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Zushi saja, yang dikatakan berbakat membutuhkan waktu 3 bulan hanya untuk membuka shoukonya. Cara kedua adalah cara instan dengan metode yang disebut Gehou (metode stimulasi/memberi rangsangan). Cara melakukan hal ini adalah dengan mengirimkan/menyalurkan gelombang hatsu (salah satu teknik nen) ke dalam tubuh seseorang. Cara ini termasuk cara yang kasar dan lebih berssifat menyerang seseoran dengan aura daripada menyalurkan aura karena shouko dari orang tersebut dibuka secara paksa.

Dengan cara ini, seseorang juga harus segera menguasai ten (teknik paling dasar mengendalikan aliran aura) karena jika tidak, aura akan terus mengalir keluar dari tubuh seseorang secara tidak beraturan dan dapat membuat orang tersebut kelelahan dan pingsan. Yang perlu diperhatikan, jika orang yang membangunkan nen tidak menguasai nen dengan baik atau mempunyai maksud jahat, orang yang nen nya akan dibangunkan bisa mati.

Pembaptisan : Adalah cara membangunkan nen yang lain tapi masih serupa dengan gehou. Namun, cara ini terbilang berbahaya. Orang yang membangunkan nen biasanya memukul targetnya dengan nen. Kekuatan nen yang mengenai targetnya itu kemudian dapat mengaktifkan soko target itu. Orang yang membangunkan nen pun juga tidak peduli dengan targetnya apakah akan bisa bertahan atau mati. Di menara celestial, hisoka melakukan pembaptisan pada kastro.

Info : Orang yang tidak dapat menggunakan nen tidak dapat melihat aura/nen orang lain karena pada daerah mata, shoukonya belum terbuka (tidak ada aura di sekitar mata).

Salah satu bentuk dari kemampuan Nen adalah menggunakan aura untuk menakuti lawan sebelum bertarung. Oleh karena itu, efek yang dihasilkan tidak berpengaruh ke kondisi fisik seperti terluka. Namun efeknya mempengaruhi pikiran dan mental seseorang. Hal ini sangat penting karena jika mental lawan menurun sebelum bertarung, maka kita akan lebih mudah untuk melawannya.

Dalam hal ini, nen memiliki arti/filosofi yaitu untuk mengobarkan semangat atau memperkuat keinginan seseorang. Untuk melakukan ini, ada beberapa dasar yang harus dipelajari yaitu :

  1. Ten yang diartikan sebagai “Maksud/tujuan” – yaitu mengonsentrasikan jiwa dan pikiran pada satu hal, memilih tujuan/sasaran dimana kita akan menggunakan nen kita
  2. Zetsu yang diartikan sebagai “bahasa” – yaitu mengubah apa yang kita pikirkan ke dalam kata-kata
  3. Ren yang diartikan sebagai “finishing” – yaitu memperkuat/memperbesar keinginan kita
  4. Hatsu yang diartikan sebagai “proyeksi” – yaitu mengubah semua yang telah dilakukan menjadi suatu tindakan yang dapat mempengaruhi objek lain.

Ilustrasi :

Pertama kita melakukan ten dengan berkonsentrasi pada 1 hal pada lawan, misal : “Mati”

Kemudian dengan zetsu, kita mengubahnya menjadi serangkaian kata : “Aku akan membunuhmu”. Katakata tersebut tidak harus diucapkan, yang penting kata-kata tersebut harus kita pikirkan terus secara jelas.

Setelah itu, gunakan Ren, yaitu memperbesar keinginan kita tersebut sehingga pikiran “aku akan membunuhmu” menjadi semakin kuat.

Terakir adalah hatsu, yaitu memproyeksikan semua hal tadi lewat energi spiritual yang dikeluarkan dari tubuh kita ke orang lain sehingga mereka dapat merasakan maksud dan kesungguhan kita.

Dalam melakukan intidmidasi dengan nen, seseorang harus memiliki tujuan yang kuat. Jika tujuan kita goyah, maka kita akan gagal.

Untuk mengatasi serangan ini, kita harus melawannya dengan cara yang sama dan menunjukkan bahwa kita lebih unggul dibanding lawan kita. Contoh, kita bisa menggunakan kata : “Aku dapat melawanmu”.

Untuk mempelajari nen, ada beberapa tekik dasar yang harus dikuasai. Teknik ini merupakan kemampuan yang pertama yang diajarkan dan harus dimiliki seseorang yang ingin mendalami nen. Bagi seorang pemula, konsentrasi yang sangat tinggi dibutuhkan untuk dapat mempelajari teknik dasar ini. Akan tetapi, bagi pengguna nen yang sudah mahir, teknik ini sudah dianggap menjadi kemampuan alami mereka sehingga dapat digunakan dengan sendirinya tanpa perlu konsentrasi dan usaha ekstra. Contohnya, seorang pemula akan perlu konsentrasi tinggi dalam menggunakan teknik Ten karena mereka harus dapat mengendalika aliran auranya dengan baik. Namun bagi yang sudah mahir, dalam keadaan tidur pun, Ten mereka akan aktif.

Teknik dasar dalam nen dibagi menjadi berikut :

Ten (terjemahan : membungkus)

Ten merupakan teknik untuk mengatur aliran aura yang keluar dari tubuh saat shouko seseorang telah terbuka. Jika seseorang tidak dapat menggunakan ten saat shouko mereka terbuka, aura yang keluar dari tubuh mereka akan lepas/menghilang begitu saja. Jika hal itu terus terjadi, orang tersebut bisa kehabisan energi dalam tubuh. Oleh karena itu, seseorang harus bisa mengendalikan aliran auranya agar agar tidak lepas namun tetap mengalir di seputar tubuhnya.

Ten merupakan teknik pertahanan paling dasar seseorang dalam bertarung melawan pengguna nen lain. Oleh karena itu, saat bertarung dengan pengguna nen lain, Ten harus terus aktif.

Ten juga dapat memperlambat proses penuaan seseorang. Hal tersebut karena pengguna Ten dapat mengatur airan auranya sehingga tidak mengalir keluar secara percuma.

Zetsu (terjemahan : menekan)

Zetsu merupakan teknik untuk menghentikan semua aliran aura yang keluar dari tubuh. Walaupun shouko seseorang tidak terbuka, aura seseorang masih dapat keluar dari tubuh namun jumlahnya tidak besar. Dengan zetsu, seseorang dapat benar-benar menghentikan aliran aura di sekitar tubuhnya. Oleh karena itu, pengguna nen lain tidak akan dapat merasakan aura orang tersebut. Teknik ini biasanya digunakan saat mengikuti seseorang ataupun menyembunyikan diri dari seseorang.

Zetsu dapat digunakan untuk memulihkan tenaga seseorang karena dengan melakukan zetsu, tidak ada sedikitpun aura yang keluar dari tubuh orang yang menggunakannya.

Menggunakan zetsu berarti orang tersebut dalam keadaan tidak memiliki pertahanan sama sekali terhadap serangan nen sehingga walaupun orang tersebut diserang dengan nen yang lemah, dampaknya bisa sangat fatal.

Ren (terjemahan : memperhalus)

Ren merupakan teknik yang digunakan untuk mengeluarkan lebih banyak aura di sekitar tubuh penggunanya. Teknik ini adalah lanjutan dari Ten. Ten digunakan untuk mengendalikan aura agar tetap berada di sekitar tubuh, dan Ren digunakan untuk memperluas ukuran dan intensitas aura di sekitar tubuh. Dengan melakukan Ren, kekuatan fisik dan daya tahan tubuh seseorang akan meningkat. Oleh karena itu, serangan seseorang yang tidak menggunakan nen terhadap orang yang menggunakan ren tidak akan memberikan efek apa-apa.

Hatsu
Hatsu merupakan teknik khusus sehingga aura dapat memiliki kegunaan/kemampuan tertentu. Hatsu merupakan latihan akir setelah menguasai ten, ren dan zetsu. Hatsu dibagi menjadi 5 teknik yaitu Kyouka, Henka, Gugenka, Shousa dan Houshitsu. Selain kelima teknik tadi, seseorang dapat mengembangkan suatu teknik yang tidak termasuk dalam 5 teknik tadi yang disebut Tokushitsu sehingga totalnya ada 6 kategori/teknik. Dengan menggunakan salah satu atau lebih teknik tersebut, seseorang dapat membuat suatu kemampuan/jurus nen tertentu.

Hatsu merupakan cerminan dari seseorang karena tiap orang memiliki tingkat penguasaan teknik yang berbeda. Orang yang memiliki tingkat penguasaan 100% terhadap salah satu teknik dikatakan memiliki tipe nen yang merupakan teknik nen tersebut. Dan tiap orang hanya bisa menguasai satu teknik hingga 100%.

Hatsu dibagi menjadi 6 kategori/teknik :

Kyouka/Reinforcement

Teknik untuk meningkatkan kemampuan alami seseorang/suatu benda. Teknik ini sebenarnya bukan teknik khusus karena pada dasarnya, jika seseorang menggunakan nen (ten, ren, ken, dll), secara otomatis kemampuan alami (kekuatan fisik, penyembuhan diri, stamina) mereka akan meningkat. Contoh : saat menggunakan nen, maka daya tahan tubuh menjadi lebih kuat.
Kyouka digolongkan sebagai hatsu karena tiap orang memiliki perbandingan tingkat penguasaan yang berbeda. Misal, si A bertipe nen kyouka dan B tidak bertipe nen kyouka. Sebenarnya, kekuatan fisik mereka sama. Namun setelah menggunakan nen, kekuatan fisik A akan lebih besar daripada B karena A bertipe kyouka dan B tidak.Oleh karena itu, secara fisik, orang bertipe nen kyouka cenderung lebih kuat daripada yang tidak.

Tipe Latihan

Latihan tingkat pertama yang biasa dilakukan untuk mengembangkan teknik ini adalah dengan memecahkan 1000 batu kecil dengan sebuah batu lain. Teknik ini sebenarnya merupakan shu karena mengalirkan aura ke sebuah batu untuk memecahkan batu lain.

Contoh Kemampuan Nen :

Big Bang Impact (Ubogin) : Ubogin adalah orang bertipe nen kyouka. Jika ia menggunakan 100% kekuatannya, pukulan menggunakan nen-nya bisa sekuat ledakan bom misil.

Janken-Rock (Gon) : Pukulan Kou oleh orang bertipe kyouka dan memiliki tenaga yang sangat kuat.

Dengan memusatkan nen pada bagian tertentu, kurapika dapat menyembuhkan lengannya yang patah dalam sekejap.

Henka/Transformation

Henka adalah teknik untuk megkopi sifat-sifat kimia suatu benda ke dalam aura orang tersebut. Teknik ini bukanlah teknik untuk mengubah aura menjadi sesuatu tetapi hanya mengkopi/meniru sifat-sifat suatu benda seperti kelengketan, kekerasan, bentuk, kelenturan. Oleh karena itu, kemampuan nen yang dihasilkan akan tetap terlihat seperti aura biasa. Orang yang tidak dapat menggunakan nen tidak dapat melihatnya.
Seseorang yang menggunakan teknik ini dapat mengontrol gerakan maupun tingkatan/kekuatan dari sifat yang ia kopi/tiru. Misal, si A mengkopi salah satu sifat api yaitu panas ke dalam auranya. Maka aura yang ia keluarkan akan terasa panas. Jika telah menguasainya, maka si A dapat mengatur tingkat kepanasan dari auranya.

Tipe Latihan :

Pada tingkat awal, latihan yang dilakukan adalah latihan mengubah bentuk nen. Dengan kata lain, mengkopi bentuk dari suatu benda ke aura. Untuk tahap ini, seseorang harus dapat membentuk auranya menjadi angka-angka. Jika ia dapat membentuk angka 0 – 9 secara berurutan dalam waktu kurang dari 1 menit, maka ia lulus latihan tahap awal. Yang perlu diperhatikan adalah, angka yang terbentuk haruslah memiliki outline dan bentuk yang rapi.

Contoh kemampuan nen :

Bungee Gum (Hisoka) : Hisoka mengkopi beberapa sifat benda yaitu kelenturan dan kelengketan ke dalam auranya.

Killua dapat mengopi sifat listrik (gelombang dan sengatan) sehingga auranya terlihat seperti aliran listrik.

Janken-Scissors : Gon mengkopi bentuk dari pedang ke dalam auranya (sifat ketajaman) sehingga bentuk aura yang ia hasilkan seperti pedang dan tajam.

Gugenka/Materialization

Gugenka adalah teknik untuk membuat suatu benda dari nen. Benda yang dihasilkan dengan teknik ini bukan aura seperti yang dihasilkan teknik lain seperti henka. Oleh karena itu, benda yang dibuat ini dapat dilihat oleh orang biasa (yang tidak dapat menggunakan nen). Gugenka merupakan teknik yang cukup rumit dan cakupannya luas karena benda yang dibuat bisa berupa apa saja dan tidak terbatas pada benda-benda yang sudah ada. Pengguna tipe nen ini bisa membuat benda dengan bentuk dan fungsi sesuai yang ia inginkan.
Biasanya, benda yang dibuat dengan teknik ini memiliki fungsi/kemampuan yang unik yang bisa melebihi kemampuan dari benda lain yang serupa. Contohnya, kita membuat sebuah pedang. Pedang biasanya hanya bisa digunakan untuk memotong/menusuk/dan sejenisnya. Namun pedang yang kita buat bisa mengeluarkan api jika kita mengibaskannya.

Walaupun benda yang dibuat bisa tidak terbatas kemungkinannya, pengguna nen ini tidak bisa membuat benda yang melebihi kapasitas nen/auranya. Misalnya orang dengan kapasitas nen yang rendah tidak akan mampu membuat gunung. Namun, orang yang memiliki nen yang sangat amat besar, mungkin saja dapat membuatnya. Selain itu, sekuat apapun benda yang dibuat, tetap saja benda tersebut dapat dihancurkan/dirusak.

Setelah menguasai kemampuan untuk membuat suatu benda tertentu, seseorang dapat memanggil/memunculkan atau menghilangkan (un-materialize) benda yang dihasilkan dengan sesuka hati.

Tipe Latihan :

Latihan tingkat pertama adalah melatih membayangkan suatu benda yang ingin dibuat. Namun, kita tidak hanya membayangkan bentuk/penampilan luar benda tersebut. Kita pun juga harus bisa benar-benar membayangkan setiap detil suara, pergerakkan, fisik, rasa, bau, dan semua tentang benda tersebut secara sempurna. Misalkan kita ingin membuat rantai, kita harus bisa membayangkan dengan sempurna segala hal yang berkaitan dengan keadaan rantai tersebut secara sempurna. Oleh karena itu, untuk mempermudah dalam latihan ini, seseorang akan mengamati bentuk rantai, mendengar suaranya, mengukur tingkat kekerasan, rasa, bau, pergerakan, atau dengan kata lain, hidup dengan rantai.
Karena sulitnya melatih teknik ini, seseorang cenderung hanya membuat 1 benda saja yang sesuai dengan kepribadiannya.

Contoh kemampuan nen tipe gugenka :

Kurapika dapat membuat rantai dari auranya. Rantai yang ia buat tidak hanya dapat digunakan seperti rantai pada umumnya, namun memiliki kemampuan yang lain seperti untuk menyembuhkan luka.

Dame-Chan (Shizuku) : Shizuku mampu membuat vacum cleaner. Vacum cleaner yang dibuat memiliki kemampuan untuk mengurai benda mati dan menghisapnya. Daya tampung dari vacum cleaner ini pun tidak terbatas. Selain itu, vacum cleaner ini juga dibuat seolah-olah vacum cleaner ini memiliki nyawa/hidup. Sehingga memiliki kepribadian/sifat dan bisa mengeluarkan suara serta melihat.

Sousa/Manipulation

Sousa merupakan teknik menggunakan aura untuk mengendalikan suatu benda. Benda yang dapat dikendalikan dengan teknik ini meliputi benda mati, makhluk hidup, bahkan aura sendiri. Cara menggunakan teknik ini adalah dengan menyuntikan/memasukkan aura pada benda yang akan kita kendalikan. Namun, untuk mengendalikan suatu benda, tidak dapat dilakukan dengan semudah itu. Biasanya sebelum dapat mengendalikan orang lain dengan auranya, seseorang harus melakukan beberapa syarat/kondisi yang telah ia buat sendiri. Misal, kita dapat mengedalikan benda mati. Namun syaratnya hanya benda yang dikendalikan harus berbentuk bulat dan kita harus menyentuhnya secara langsung selama 5 detik. Baru ia dapat mengendalikan benda itu.

Tipe Latihan : tidak diketahui

Contoh kemampuan nen tipe Sousa :

Illumi dapat mengendalikan struktur tubuhnya sehingga ia dapat mengubah bentuk tubuhnya menjadi sama seperti orang lain.

Shalnark dapat mengendalikan orang lain dengan menusukkan sebuah antena kecil pada orang tersebut.

Houshutsu/Emission

Houshutsu merupakan teknik untuk melepaskan nen dari tubuh dan mempertahankan kekuatannya (walaupun tidak terkoneksi dengan tubuh). Pada dasarnya, jika aura/nen dilepaskan dari tubuh atau tidak terhubung dengan tubuh pemiliknya, nen akan menghilang. Namun, dengan teknik ini, seseorang dapat mempertahankan nen tersebut sehingga kekuatan yang ada pada nen tersebut tidak hilang. Oleh karena itu, dengan teknik ini, seseorang dapat menembakkan auranya dan mempertahankan kekuatan auranya itu (aura tidak akan menghilang). Tanpa teknik ini, seseorang tidak dapat melakukannya.
Saat aura masih terhubung dengan tubuh, seseorang bisa mengendalikan aliran/gerakannya. Namun, jika seseorang menggunakan teknik ini, aura yang telah lepas dari tubuh tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, untuk mengendalikannya, seseorang juga menggunakan sousa.

Tipe latihan :

Tingkat 1 : seseorang harus dapat membuat bola nen kemudian melepaskannya/menembakkannya. Jarak untuk level ini adalah 10 meter. Kemudian, untuk naik ke level selanjutnya, seseorang harus meningkatkan ukuran, kecepatan dan kekuatan nen yang dilepaskan tadi.

Tingkat 5 : Seseorang mengambil posisi handstand (dengan satu tangan). Kemudian dari tangan yang digunakan untuk tumpuan, dilepaskan aura. Jika berhasil, maka tekanan dari aura yang keluar dapat mengangkat tubuh orang tersebut dan membuatnya melayang di udara. Semakin besar kekuatannya, semakin tinggi dan lama orang tersebut dapat terangkat.

Contoh kemampuan nen tipe Houshutsu :

Seseorang dapat menembakkan nen yang berbentuk seperti peluru dengan kecepatan yang sangat tinggi. Karena kekuatannya, peluru tersebut nyaris bisa menembus semua benda. (Franklin)

Note : Houshutsu diperkirakan juga merupakan teknik untuk menghubungkan 2 tempat melalui dimensi nen. Dengan houshutsu, seseorang dapat melepaskan nen di 2 tempat sebagai pintu yang keduanya terhubung melalui suatu dimensi lain yang sering disebut dimensi nen. Karena penghubungnya merupakan dimensi nen, jarak antar 2 pintu nen tadi mungkin berbeda antara jarak di dunia nyata dan dimensi nen. Aplikasi teknik ini biasanya digunakan untuk melakukan teleportasi (jarak nen dimensi sangat dekat, padahal jarak aslinya jauh).

Tokushitsu/Specialization

Tokushitsu adalah teknik khusus yang tidak dapat dijelaskan oleh 5 teknik nen di atas. Oleh karena itu, kemungkinan teknik yang dapat dilakukan bisa bermacam-macam tergantung siapa orang yang lahir dengan nen tipe ini. Namun biasanya orang yang bertipe nen ini hanya memiliki 1 teknik/kemampuan saja.
Setiap orang memiliki peluang untuk lahir dibawah tipe nen standar (kyouka, henka, gugenka, sousa, atau houshitsu) dan juga tokushitsu sehingga orang tersebut memiliki 2 tipe nen. Namun, biasanya seseorang tidak mengetahuinya. Seperti contoh, kurapika. Ia memiliki tipe nen gugenka. Namun, ternyata ia tidak hanya memiliki tipe nen gugenka, namun juga tokushitsu hingga akirnya ia melatih nennya saat matanya berubah menjadi merah. Seseorang dapat mengetahui bahwa ia juga memiliki tipe nen tokushitsu dari suatu proses panjang termasuk pengalaman dan hal-hal yang terjadi dalam hidupnya.

Langsung masuk ke contoh saja:

Neon nostrad, memiliki tipe nen ini. Dengan auranya, ia dapat memunculkan semacam makhluk dari nen di tangannya dan dapat digunakan untuk memprediksi kejadian di masa akan datang dengan akurat. Teknik ini tidak dapat dijelaskan oleh kelima teknik lainnya. Oleh karena itu, teknik semacam ini digolongkan ke dalam Tokushitsu.

Contoh lain adalah kurapika. Saat matanya merah, ia dapat dapat menggunakan 5 tipe nen standar hingga batas maksimum. Dengan kata lain, ia memiliki 5 tipe nen, padahal tiap orang biasanya hanya memiliki satu saja. Teknik semacam itu juga tidak dapat dijelaskan oleh 5 teknik standar lainnya. Oleh karena itu, teknik tersebut adalah tokushitsu.

Teknik Lanjutan Nen

Teknik dasar dari nen yang telah dikuasai dapat ditingkatkan lagi dan dibagi menjadi beberapa teknik lanujutan yang tentu saja lebih sulit dilakukan namun memiliki efek yang lebih besar. Teknik-teknik tersebut adalah sebagai berikut :

En
Teknik untuk memperluas jangkauan aura di sekitar tubuh. Teknik ini merupakan perkembangan dan kombinasi dari Ren dan Ten. Awalnya seseorang melakukan ren dengan kekuatan yang lebih besar sehingga aura yang dihasilkan pun jauh lebih besar. Kemudian dengan ten, aliran aura yang dihasilkan dijaga agar tidak menghilang dan (biasanya) dibentuk bulat (seperti bola).

Kegunaan teknik ini adalh untuk mendeteksi keberadaan benda-benda yang ada dalam jangkauan aura tersebut. Seseorang yang menggunakan En dapat membedakan tiap benda dalam jangkauan En-nya berdasar dari gerakan dan bentuk benda tersebut.

Karena harus menggunakan banyak sekali aura, maka untuk melakukan En sangatlah melelahkan. Orang yang telah menguasai En dapat memperluas jangkauan En-nya hingga radius 50m. Namun, ada beberapa orang yang mempunyai bakat kusus dalam melakukan En seperti Zeno Zoldick (kakek Killua) yang mampu menggunakan En hingga radius 300m dan juga Nefelpitou (Royal Guards Chimera Ant) yang memiliki bentuk En seperti amuba yang dapat berubah-ubah bentuk. Karena dapat dengan mudah mengubah bentuk En-nya, jangkauan terpanjang En nefelpitou bahkan mencapai 2 mil.

In
In adalah teknik kelanjutan dari zetsu. Jika dengan zetsu seseorang menghentikan aliran aura keluar tubuh sehingga benar-benar tidak terlindung dari serangan nen, namun dengan In, orang tersebut masih tetap dapat menggunakan nen. Namun, keberadaan orang tersebut berdasar auranya tidak dapat terdeteksi. Dengan In, pengguna nen juga dapat membuat serangan nen atau benda yang dihasilkan dari nen tersembunya/tidak terlihat.

Gyou
Gyou merupakan teknik untuk mengonsentrasikan sebagian besar aura ke bagian tubuh tertentu. Karena memiliki jumlah aura yang lebih besar, kemampuan bagian tubuh tersebut akan menjadi lebih besar. Namun kemampuan bagian tubuh lain akan berkurang karena hanya mendapat sedikit aura. Dengan teknik ini, seseorang dapat memperkuat pertahanan maupun serangan yang dilakukan oleh bagian tubuh tertentu.

Contoh :
Jika aura diletakkan pada mata, maka kita dapat melihat aura orang lain. Dengan gyou, kemampuan mata untuk melihat aura akan emnjadi lebih besar sehingga kita dapat melihat aura yang disembunyikan dengan In. 
Gyou pada tangan kita akan membuat tangan kita lebih kuat dibanding hanya dengan mengaktifkan nen (Ten dan Ren).

Kou
Kou merupakan teknik untuk mengonsentrasikan SEMUA aura ke bagian tubuh tertentu. Kou merupakan versi paling kuat dari gyou. Teknik ini menggunakan ren dan zetsu dengan bersamaan. Dengan ren, seluruh aura pada tubuh dikeluarkan dan dikonsentrasikan pada bagian tubuh tertentu. Untuk menghindari aliran aura pada bagian tubuh lain, maka digunakan zetsu.

Kou ini biasanya khusus digunakan untuk melakukan serangan sepeti memukul dengan kou. Kekuatan yang dihasilkan akan SANGAT besar, namun teknik ini sangat berisiko karena bagian tubuh lain sama sekali tidak terlindungi dari serangan nen.

Ken
Ken adalah teknik untuk mempertahankan ten dan ren pada seluruh bagian tubuh saat bertarung. Fungsi teknik ini adalah untuk pertahanan. Walaupun pertahanan yang dilakukan tidak sekuat gyou, ken merupakan teknik paling efektif untuk bertahan. Hampir sama dengan En, teknik ini cukup melelahkan.

Shu
Shu adalah teknik untuk menyalurkan nen ke suatu benda. Teknik ini sebenarnya adalah ren yang kemudian disalurkan ke suatu benda sehingga seolah-olah juga merupakan bagian tubuh kita dan dapat melakukan ren. Karena benda tersebut dialiri nen, kemampuan fisik benda tersebut juga meningkat. 
Contoh : Hisoka mengalirkan nen pada kartu nya sehingga menjadi keras dan dapat digunakan untuk memotong benda. 

Ryu
Merupakan teknik untuk mengubah konsentrasi aura secara berulang-ulang pada berbagai bagian tubuh. Atau dapat diartikan menggerakkan gyou dari satu atau beberapa bagian tubuh ke bagian yang lainnya secara terus-menerus. Teknik ini adalah teknik yang sangat penting dalam pertarungan. Denga melatih teknik ini, pertahanan maupun serangan kita dapat terorganisir dengan baik.

Diagram Hatsu
Sudah dijelaskan bahwa hatsu terbagi menjadi 6 tipe. Tipe tersebut memiliki hubungan/kecocokan satu sama lain. Untuk lebih mudah dalam menggambarkan hubungan antara tipe-tipe hatsu, digunakan diagram berikut : 

Tipe hatsu biasanya disusun berurutan seperti gambar di atas. Orang yang memiliki tingkat penguasaan suatu hatsu hingga 100% dikatakan memiliki tipe nen hatsu tersebut. Misalnya, gon memiliki tingkat penguasaan kyouka hingga 100%, oleh karena itu, gon memiliki tipe nen kyouka. Untuk selanjutnya, kita menyebut tingkat penguasaan hatsu dengan istilah efisiensi.

Tiap orang hanya memiliki 1 tipe nen. Namun, orang tersebut bisa mempelajari tipe nen lain (kecuali tikushitsu). Hanya saja, efisiensi dari tipe nen yang ia pelajari tidak akan setinggi tipe nen yang ia miliki. Persentasi efisensi untuk tipe nen kyouka digambarkan sebagai berikut :

Perhitungan efisiensinya adalah dengan mengurangkan 20% setiap bergeser 1 langkah baik ke kanan ataupun ke kiri. Perhitungan berhenti sampai di tipe nen yang terletak berlawanan dengan tipe nen kita. Oleh karena itu, efisiensi terkecil yang dimiliki adalah 40%. Contoh lain adalah misal kita bertipe nen Sousa. Oleh karena itu, efisiensi yang kita miliki untuk tipe nen lain adalah :

Terkhusus untuk Tokushitsu, efisiensi yang dimiliki adalah 0. Atau dengan kata lain kita tidak dapat mempelajari tokutshitsu kecuali jika kita sendiri bertipe nen tokushitsu. Oleh karena itu, efisiensi untuk orang bertipe nen tokushitsu tidak diketahui dan tergantung teknik yang ia miliki.

Efisiensi Hatsu dalam Aplikasinya

Sebenarnya dalam aplikasinya, efisiensi tipe nen lebih tepat digunakan sebagai perbandingan yang menunjukkan seberapa mudah orang mempelajari tipe nen tertentu karena sulit untuk mengukur tingat kemampuan maksimum seseorang menguasai hatsu.

Contoh :
Gon bertipe nen Kyouka dan Killua Henka. Keduanya ingin mempelajari houshitsu. Perbandingan efiensi houshitsu gon dan killua berturut-turut adalah 80%:60%= 4 : 3. Oleh karena itu, jika diasumsikan kondisi (kekuatan, bakat, kesehatan, dll) keduanya sama, maka Gon akan 4/3 atau 1,3 kali lebih mudah untuk mempelajari houshitsu daripada killua.

Efisiensi dari hatsu hanya dapat digunakan jika kondisi dari orang yang akan kita bandingkan sama. Jika kondisi orang tersebut berbeda, maka efisiensi hatsu kurang tepat digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang menguasai nen. Contoh :

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi tingkat penguasaan nen adalah bakat seseorang mempelajari nen. Gon bertipe nen kyouka dan leorio bertipe nen houshitsu. Dalam hal ini, gon memiliki bakat yang jauh di atas leorio dalam mempelajari nen. Misal keduanya ingin mempelajari houshitsu. Perbandingan tingkat kemudahan gon dan leorio mempelajari houshitsu adalah 80%:100% = 4:5. Artinya Leorio seharusnya akan lebih mudah untuk berlatih houshitsu. Misal gon membutuhkan waktu 5 hari untuk menembakkan bola nen. dan leorio membuthkan waktu hanya 4 hari untuk melakukan hal yang sama. namun karena bakat gon mempelajari nen jauh di atas leorio, gon lah yang lebih dahulu dapat menembakan bola nen. Namun, jika gon dan leorio memiliki kondisi yang sama, maka leoriolah yang berhasil menembakan bola nen terlebih dahulu.

Membuat Kemampuan/Jurus Nen

Hatsu biasanya digunakan untuk membuat kemampuan nen (jurus nen). Oleh karena itu kesesuaian hatsu dengan kemampuan nen yang akan dibuat sangat penting. Kemampuan nen yang dibuat sesuai dengan tipe nen yang dimiliki seseorang dapat menghasilkan kemampuan nen yang kuat dan efektif. Namun, kemampuan nen seseorang biasanya dibuat sesuai dengan karakter orang tersebut sehingga kemampuan nen yang dibuat cukup rumit dan membutuhkan beberapa tipe nen lain, bahkan kemampuan nen ada yang dibuat dengan menggunakan tipe nen yang bukan tipe nen dari orang tersebut. Contoh :

Kastro memiliki tipe nen kyouka. Namun salah satu kemampuan nennya dibuat dengan menggabungkan tipe gugenka dan sousa sehingga kemampuan yang dimilikinya itu lemah dan tidak stabil walaupun cukup efektif dalam menyerang musuh.

Ditulis dalam Aura. 1 Comment »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.