Super Human DNA

Alhamdulillah, sudah hampir 5 bulan pelatihan NAQS DNA diluncurkan sejak november akhir tahun kemarin. Dan dari keseluruhan siswa, banyak yang sudah memunculkan potensi DNA supernya yang selama ini masih terpendam. Secara fitrah manusia adalah sebaik-baik makhluk, manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan seluruh makhluk Allah.

Sesungguhnya Allah mencipta Adam berdasarkan citra-Nya / image-Nya”(Hadist Qudsi)

“Demi diri (manusia) dengan segala kesempurnaannya,” (QS. Asy-Syams, 91:7)

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” .(QS. At Tiin, 95 ; 4 )

“Fithrah Allah, yang Dia mencipta manusia berdasarkan fithrah itu.” (QS. Ar-Ruum, 30:30)

Namun manusia banyak yang kehilangan akses untuk dapat menumbuh kembangkan dirinya sesuai dengan blue print Ilahi tersebut. Hal itu dikarenakan karakter manusia adalah hasil bentukan dari lingkungannya. Banyak belief system yang tertanam di dalam fikiran manusia itu malah tumbuh menjadi mental blocking yang menghambat pertumbuhannya untuk menemukan jati dirinya. Sehingga DNA Super Human yang masih tidur (Dorman) tersebut menjadi tidak tersentuh untuk selamanya. Sungguh sangat disayangkan bukan, bila ada seorang samurai mati dalam pertempuran dan belum sempat mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya.

Oleh karena itulah diperlukan sebuah upaya yang secara sadar dilakukan untuk menumbuhkan kembali bakat terpendam manusia tersebut. Sehingga dapat menjadi bekalnya dalam menempuh kehidupan di dunia dan akhirat dengan sempurna. Disinilah NAQS DNA hadir memberikan sebuah nuansa baru pelatihan holistik untuk menumbuh kembangkan potensi manusia yang masih terpendam tersebut.

Potensi manusia berpusat pada qalbu, dan di dalam qalbu manusia sudah ada potensi-potensi yang merupakan format dasar kemanusiaan. Maka kalau saja manusia selalu mengikuti suara qalbunya, itu pun sudah cukup menyelamatkan diri dan kehidupannya.

Bukankah Rasulullah SAW berpesan kepada Wabishah: ‘istafti nafsaka (qalbak)!’ -

Wahai Wabishah, mintalah fatwa pada dirimu (qalbumu) sendiri; suatu kebajikan adalah apa yang menenteramkan qalbumu, dan engkaupun tenteram dengannya. Suatu kejahatan adalah apa yang menggelisahkan qalbumu, dan mengguncang dirimu, meskipun orang lain sudah membenarkanmu”.

Masalahnya sekarang adalah qalbu manusia sering lengah dan lalai sehingga mudah terdorong sesat ketika dipengaruhi oleh gejolak hawa nafsu dan terseret oleh godaan iblis/setan. Untuk itulah Allah SWT menurunkan para rasul dengan membawa ajaran agama sebagai pengingat bagi yang lengah, petunjuk bagi yang bingung, penegas bagi yang ragu. Sumber ilmu (informasi) keagamaan adalah kitab suci, tapi faktor utama dalam proses keber-Agama-an seorang manusia adalah Qalbu.

Qalbu inilah yang menjadi sentral obyek yang dilatih di dalam NAQS DNA. Untuk menghubungkan kembali manusia  dengan Blue Print dirinya sebagai Insan Kamil. Qalbu adalah lubb bagi ruh. Intinya ruh adalah qalbu, intinya qalbu adalah fu’ad, dan intinya fuad adalah sirr. Sirr adalah inti dari segala inti, yang mengandung rahasia dari segala rahasia, sehingga disebut Sirr al-Asrar (secret of the secrets).

Diri (nafs) kita yang hakiki dalah diri yang berwujud ruh (jiwa). Tubuh biologis kita hanyalah cangkang atau wadah bagi diri kita yang sesungghnya, yaitu ruh. Di dalam rûh ada qalbu, di dalam qalbu ada fuâd dan di dalam fuad ada sirr. Sirr adalah rahasia. Sirr berisi rahasia-rahasia Allah untuk orang itu berupa sifat-sifat Allah, rencana dan takdir Allah. Sirr terhubung langsung dengan Allah SWT.

Menjadi Manusia “Super Dahsyat”

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. 2: 249)

Mungkinkah manusia memiliki kekuatan sepuluh kali lipat? Mungkin saja. Dalam pembahasan ini kita tidak berbicara tentang kekuatan dari ilmu-ilmu kesaktian yang beraroma syirik, tapi kita bicara tentang kekuatan yang bisa dimiliki oleh manusia tanpa harus berbuat syirik.Dan kekuatan ini hendaknya kita semua memilikinya, karena jika kita memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka hasilnya akan sepuluh kali lipat pula. Dan jika kita ingin meningkatkan perolehan hasil, maka tingkatkanlah kekuatan yang kita miliki itu. Lalu bagaimana caranya? Untuk mendapatkan kekuatan yang dahsyat itu, Allah SWT telah membeberkan rahasianya. Simaklah ayat berikut ini!

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS.Al Anfaal:65)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan pada kita bahwa jika kita ingin memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka harus bekerja dengan sabar. Dalam perang seseorang yang sabar bisa mengalahkan sepuluh orang tentara musuh. Artinya seorang mukmin yang sabar memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dibanding dengan kekuatan orang yang tidak sabar. Bahkan dengan sabar Allah juga menjanjikan pahala yang tiada terbatas kepada mereka yang sukses menetapi kesabaran.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar sajalah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” ( QS. Az Zumar 10 ).

Dengan membaca ayat-ayat tersebut, menjadi jelaslah bahwa kekuatan itu terletak pada kesabaran. Dan dengan kesabaran, kita tidak hanya mendapatkan kekuatan yang berlipat-lipat, tapi juga mendapatkan banyak keutamaan diantaranya meraih pahala yang sifatnya tidak terbatas. Subhanallah… Sungguh beruntung sekali jika kita bisa mendapatkannya.

Seharusnya hal ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bisa jadi selama ini kita telah menyia-nyiakan potensi kekuatan yang dahsyat itu di dalam diri kita karena kita tidak sabar.

Sabar telah mendapat perhatian yang sangat besar di dalam al Qur’an, disebutkan sekitar 90 tempat dalam berbagai ayat. Hal ini menunjukkan betapa sabar memiliki keutamaan yang sangat banyak dan menjadi wajib hukumnya untuk dipraktekan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita meningkatkan kesabaran demi kehidupan yang lebih baik.

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan” “Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya” Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib

Kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti.

Seperti halnya sebuah atom, sebuah atom terjadi karena adanya keseimbangan gaya tarik menarik dan tolak menolak yang seimbang, keseimbangan tersebutlah yang kemudian menghasilkan perputaran elektron mengelilingi inti atom, sebuah perputaran yang tanpa henti.Kesabaran yang sejati akan menghasilkan pergerakan indah yang tanpa henti, menari berputar bersama semesta, dalam tasbih pujian pada Ilahi.

Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabaran, karena merupakan pancaran dari Ilahi YANG MAHA SABAR. Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.

Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.

Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :” Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. “Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.

Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.

Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.

Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan Ilahi SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. Di ayat lain Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)

Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan kesabaran menrupkan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Sabar adalah menikmati prosesnya tanpa terganggu hasil akhir. Orang yang sabar adalah orang yang menjalani prosesnya. Yang lebih nikmat dalam hidup ini adalah prosesnya bukan hasilnya. Jangan terpaku pada hasil, karena hasil itu di luar kita, itu adalah urusan Tuhan. Sabar jangan hanya saat susah tapi saat senang juga. Orang sabar pasti kaya, minimal kaya bathin.

Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara rasa syukur, optimisme dan persistensi. Rasa syukur dapat mengkonversi kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan.
Optimisme adalah kemampuan kita menciptakan harapan.
Dan Persistensi adalah kesadaran diri untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang.

Sabar adalah tetap melakukan apa yang harus kita lakukan. Jika kita tetap melakukan apa yang harus kita lakukan dengan penuh kesabaran, maka kekuatan kita akan berlipat ganda. Kita akan menjadi manusia yang super dahsyat Insya Allah!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”( QS. Ali Imran 3:200 )
بَلَى إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” ( QS. Ali Imran 3:125 )
Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”( QS. Ali Imran 3:120 )
سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” ( QS. Ar Ra’d 13:24 )
Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.

>Super Human DNA

>

Alhamdulillah, sudah hampir 5 bulan pelatihan NAQS DNA diluncurkan sejak november akhir tahun kemarin. Dan dari keseluruhan siswa, banyak yang sudah memunculkan potensi DNA supernya yang selama ini masih terpendam. Secara fitrah manusia adalah sebaik-baik makhluk, manusia adalah makhluk yang sempurna dibandingkan seluruh makhluk Allah.

Sesungguhnya Allah mencipta Adam berdasarkan citra-Nya / image-Nya”(Hadist Qudsi)

“Demi diri (manusia) dengan segala kesempurnaannya,” (QS. Asy-Syams, 91:7)

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” .(QS. At Tiin, 95 ; 4 )

“Fithrah Allah, yang Dia mencipta manusia berdasarkan fithrah itu.” (QS. Ar-Ruum, 30:30)

Namun manusia banyak yang kehilangan akses untuk dapat menumbuh kembangkan dirinya sesuai dengan blue print Ilahi tersebut. Hal itu dikarenakan karakter manusia adalah hasil bentukan dari lingkungannya. Banyak belief system yang tertanam di dalam fikiran manusia itu malah tumbuh menjadi mental blocking yang menghambat pertumbuhannya untuk menemukan jati dirinya. Sehingga DNA Super Human yang masih tidur (Dorman) tersebut menjadi tidak tersentuh untuk selamanya. Sungguh sangat disayangkan bukan, bila ada seorang samurai mati dalam pertempuran dan belum sempat mengeluarkan pedang dari sarung pedangnya.

Oleh karena itulah diperlukan sebuah upaya yang secara sadar dilakukan untuk menumbuhkan kembali bakat terpendam manusia tersebut. Sehingga dapat menjadi bekalnya dalam menempuh kehidupan di dunia dan akhirat dengan sempurna. Disinilah NAQS DNA hadir memberikan sebuah nuansa baru pelatihan holistik untuk menumbuh kembangkan potensi manusia yang masih terpendam tersebut.

Potensi manusia berpusat pada qalbu, dan di dalam qalbu manusia sudah ada potensi-potensi yang merupakan format dasar kemanusiaan. Maka kalau saja manusia selalu mengikuti suara qalbunya, itu pun sudah cukup menyelamatkan diri dan kehidupannya.

Bukankah Rasulullah SAW berpesan kepada Wabishah: ‘istafti nafsaka (qalbak)!’ -

Wahai Wabishah, mintalah fatwa pada dirimu (qalbumu) sendiri; suatu kebajikan adalah apa yang menenteramkan qalbumu, dan engkaupun tenteram dengannya. Suatu kejahatan adalah apa yang menggelisahkan qalbumu, dan mengguncang dirimu, meskipun orang lain sudah membenarkanmu”.

Masalahnya sekarang adalah qalbu manusia sering lengah dan lalai sehingga mudah terdorong sesat ketika dipengaruhi oleh gejolak hawa nafsu dan terseret oleh godaan iblis/setan. Untuk itulah Allah SWT menurunkan para rasul dengan membawa ajaran agama sebagai pengingat bagi yang lengah, petunjuk bagi yang bingung, penegas bagi yang ragu. Sumber ilmu (informasi) keagamaan adalah kitab suci, tapi faktor utama dalam proses keber-Agama-an seorang manusia adalah Qalbu.

Qalbu inilah yang menjadi sentral obyek yang dilatih di dalam NAQS DNA. Untuk menghubungkan kembali manusia  dengan Blue Print dirinya sebagai Insan Kamil. Qalbu adalah lubb bagi ruh. Intinya ruh adalah qalbu, intinya qalbu adalah fu’ad, dan intinya fuad adalah sirr. Sirr adalah inti dari segala inti, yang mengandung rahasia dari segala rahasia, sehingga disebut Sirr al-Asrar (secret of the secrets).

Diri (nafs) kita yang hakiki dalah diri yang berwujud ruh (jiwa). Tubuh biologis kita hanyalah cangkang atau wadah bagi diri kita yang sesungghnya, yaitu ruh. Di dalam rûh ada qalbu, di dalam qalbu ada fuâd dan di dalam fuad ada sirr. Sirr adalah rahasia. Sirr berisi rahasia-rahasia Allah untuk orang itu berupa sifat-sifat Allah, rencana dan takdir Allah. Sirr terhubung langsung dengan Allah SWT.

Menjadi Manusia “Super Dahsyat”

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. 2: 249)

Mungkinkah manusia memiliki kekuatan sepuluh kali lipat? Mungkin saja. Dalam pembahasan ini kita tidak berbicara tentang kekuatan dari ilmu-ilmu kesaktian yang beraroma syirik, tapi kita bicara tentang kekuatan yang bisa dimiliki oleh manusia tanpa harus berbuat syirik.Dan kekuatan ini hendaknya kita semua memilikinya, karena jika kita memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka hasilnya akan sepuluh kali lipat pula. Dan jika kita ingin meningkatkan perolehan hasil, maka tingkatkanlah kekuatan yang kita miliki itu. Lalu bagaimana caranya? Untuk mendapatkan kekuatan yang dahsyat itu, Allah SWT telah membeberkan rahasianya. Simaklah ayat berikut ini!

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS.Al Anfaal:65)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memberitahukan pada kita bahwa jika kita ingin memiliki kekuatan sepuluh kali lipat, maka harus bekerja dengan sabar. Dalam perang seseorang yang sabar bisa mengalahkan sepuluh orang tentara musuh. Artinya seorang mukmin yang sabar memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dibanding dengan kekuatan orang yang tidak sabar. Bahkan dengan sabar Allah juga menjanjikan pahala yang tiada terbatas kepada mereka yang sukses menetapi kesabaran.

Sesungguhnya hanya orang-orang yang sabar sajalah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” ( QS. Az Zumar 10 ).

Dengan membaca ayat-ayat tersebut, menjadi jelaslah bahwa kekuatan itu terletak pada kesabaran. Dan dengan kesabaran, kita tidak hanya mendapatkan kekuatan yang berlipat-lipat, tapi juga mendapatkan banyak keutamaan diantaranya meraih pahala yang sifatnya tidak terbatas. Subhanallah… Sungguh beruntung sekali jika kita bisa mendapatkannya.

Seharusnya hal ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Bisa jadi selama ini kita telah menyia-nyiakan potensi kekuatan yang dahsyat itu di dalam diri kita karena kita tidak sabar.

Sabar telah mendapat perhatian yang sangat besar di dalam al Qur’an, disebutkan sekitar 90 tempat dalam berbagai ayat. Hal ini menunjukkan betapa sabar memiliki keutamaan yang sangat banyak dan menjadi wajib hukumnya untuk dipraktekan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Oleh karena itu marilah kita meningkatkan kesabaran demi kehidupan yang lebih baik.

“Kedudukan sabar di dalam iman seperti kedudukan kepala di dalam tubuh. Jika kepala berpisah dari tubuh, maka rusaklah tubuh. Jika Sabar berpisah dari urusan, maka rusaklah urusan” “Barang siapa membuang kesabaran, maka kecemasan akan menghancurkannya” Amirul mu`minin `Ali bin Abi Tholib

Kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian “nrimo”, ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan, diam pasif dan menunggu. Sabar dalam konteks ini adalah kekuatan mental yang tidak menyerah begitu saja pada kenyataan.

Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Seseorang yang menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja, tidak dapat disebut sabar. Sabar merupakan keseimbangan antara sikap aktif dan pasif, sabar adalah pergerakan tanpa henti.

Seperti halnya sebuah atom, sebuah atom terjadi karena adanya keseimbangan gaya tarik menarik dan tolak menolak yang seimbang, keseimbangan tersebutlah yang kemudian menghasilkan perputaran elektron mengelilingi inti atom, sebuah perputaran yang tanpa henti.Kesabaran yang sejati akan menghasilkan pergerakan indah yang tanpa henti, menari berputar bersama semesta, dalam tasbih pujian pada Ilahi.

Segala hal di alam semesta ini pun merupakan wujud dari kesabaran, karena merupakan pancaran dari Ilahi YANG MAHA SABAR. Induk ayam tidak akan dapat menetaskan telurnya kecuali setelah melewati waktu tertentu, butuh waktu dalam mengerami telur-telurnya agar telurnya dapat menetas. Seekor ulat harus melalui proses “sabar” dengan menjalani fase kepompongnya terlebih dahulu sebelum akhirnnya dapat terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.Seorang murid tidak akan mencapai derajat tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kecuali setelah bersabar selama bertahun-tahun dalam belajar.

Sabar bukanlah berarti berhenti, bila seorang penyabar terlihat tidak bergerak, maka tidak bergeraknya ini bukanlah berhentinya ia dari pergerakan tetapi menunggu saat yang tepat untuk bergerak, atau mengambil ancang-ancang, bersiap sesaat untuk ke proses berikutnya.

Tentang sabar ini, Imam Ali pun pernah berkata :” Bahwa itu ada dua, pertama adalah sabar dengan hal-hal yang disukai, yang kedua adalah sabar dengan hal-hal yang tidak disukai. “Dalam konteks ini sabar adalah kekuatan pantang menyerah dalam kondisi apapun, orang yang sabar itu tetap bergerak dalam kondisi suka maupun duka.

Sabar juga memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.

Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah “Shobaro”, yang membentuk infinitif (masdar) menjadi “shabran”. Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Secara definitive sabar berarti Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah Sabar berarti pula tidak lari dari kenyataan, tidak lari dari medan perjuangan hidup.

Dalam konteks di atas sabar bisa diartikan sebagai focus, yakni pengarahan energi kearah pencapaian tujuan secara terus menerus dan konsisten.Keluh kesah , marah terhadap keadaan adalah penghamburan energi yang tidak terarah, semua ini merupakan bentuk dari ketidak sabaran.Orang yang sabar dapat menahan darinya dari segala bentuk penghamburan energi, energinya ia fokuskan kearah tujuan.

Saat sabar sesungguhnya seluruh sel-sel tubuh kita kita menyerap energi positif, fikiran dan perasaan kita terhubung dengan Ilahi SANG MAHA SABAR.Allah menggambarkan pula dalam Qur`an bahwa hambaNya yang sabar terhubung dengan pertolongan Ilahi, perhatikan ayat berikut : “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar QS.2: 1534. Di ayat lain Allah SWT berfirman : “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar (3: 146)

Saat kita tidak sabar, konektifitas kita dengan Ilahi terputus, sel-sel tubuh kita menyerap energi negative yang kian lama kian merusak system tubuh kita.Dalam penyembuhan kesabaran menrupkan kunci sukses menuju kesembuhan.seorang pasien yang sabar akan lebih cepat sembuhnya ketimbang pasien yang tidak sabaran dan gampang menyerah.

Sabar adalah menikmati prosesnya tanpa terganggu hasil akhir. Orang yang sabar adalah orang yang menjalani prosesnya. Yang lebih nikmat dalam hidup ini adalah prosesnya bukan hasilnya. Jangan terpaku pada hasil, karena hasil itu di luar kita, itu adalah urusan Tuhan. Sabar jangan hanya saat susah tapi saat senang juga. Orang sabar pasti kaya, minimal kaya bathin.

Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara rasa syukur, optimisme dan persistensi. Rasa syukur dapat mengkonversi kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan.
Optimisme adalah kemampuan kita menciptakan harapan.
Dan Persistensi adalah kesadaran diri untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang.

Sabar adalah tetap melakukan apa yang harus kita lakukan. Jika kita tetap melakukan apa yang harus kita lakukan dengan penuh kesabaran, maka kekuatan kita akan berlipat ganda. Kita akan menjadi manusia yang super dahsyat Insya Allah!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.”( QS. Ali Imran 3:200 )
بَلَى إِن تَصْبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَـذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ آلافٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُسَوِّمِينَ
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” ( QS. Ali Imran 3:125 )
Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”( QS. Ali Imran 3:120 )
سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“(sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” ( QS. Ar Ra’d 13:24 )
Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.

Kebangkitan INTI NAQS

Reiki NAQS adalah sebuah revolusi di bidang spiritualitas yang dapat membantu meningkatkan spiritualitas seseorang dengan cara yang mudah dan cepat. Karena energi spiritual yang diberikan adalah bukan hasil karya cipta manusia, namun merupakan sebuah Energi Ilahiah yang berasal dari Sumbernya langsung yaitu Tuhan itu sendiri.

Bola Energi Alam Semesta

Energi ini merupakan energi asal mula dan sumber kejadian makhluk hidup dan alam semesta. Di awal penciptaan alam semesta, Tuhan menciptakan sebuah Bola Energi Awal yang di sebut Telur Jagad (ANTIGA) dan ada yang menyebutnya dengan Nur Muhammad. Bola Energi ini kemudian memancar dalam sebuah spektrum cahaya (Energi) yang mempunyai getaran dan frekwensi yang berlapis-lapis. Dan terciptalah Alam Semesta dengan tingkat spektrum energi yang bertingkat ( 7 lapis langit dan 7 lapis bumi). Dan lapisan yang terluar (Kulit/Residu) atau paling bawah dari spektrum energi ini adalah Dunia Fisik (Alam Materi) tempat kita berada saat ini.

Nur Muhammad adalah Inti Energi alam semesta, baik alam makrokosmos maupun alam mikrokosmos. Inti dari sel dan atom, yang keberadaannya masih belum bisa dideteksi oleh tekhnologi modern. Sehingga masih tergolong dimensi alam ghaib, karena baru diketahui secara metafisik.

Walaupun asal kejadian kita adalah dari Energi Awal ini, tidak serta merta kita bisa merasakan keberadaan tingkat tertinggi dari Hirarki Spektrum Energi ini. Karena sedemikian kuatnya lapisan mantel hijab duniawi kita yang diakibatkan oleh tertutupnya kesadaran kita.

Kesadaran manusia sejak lahir telah terbiasa dengan alam materi, nalurinya telah mengajarkannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya. Inilah kesadaran primitive manusia. Kesadaran untuk menyadari adanya kekuatan yang lebih tinggi dan lebih besar dari dirinya diperoleh ketika dia telah dewasa.

Filosofi Alif Laam Miim ( الم )

Perlu digaris bawahi bahwa, Filosofi ini adalah sekedar tafsiran menurut bahasa kami, Arti yang sebenarnya hanya Tuhanlah yang Maha Tahu.

Simbol ini adalah landasan filosofi dari Reiki NAQS. Menggambambarkan anatomi struktur alam semesta dan hubungan antara manusia, alam semesta dan Tuhan. Alif melambangkan eksistensi Tuhan. Dan lingkaran bulat mim, melambangkan inti semesta atau Nur Muhammad. Inti ini mempunyai dua sayap, yaitu ke atas menjangkau langit. Dan ke bawah menjangkau bumi.

Lam adalah sayap mim yg menjangkau ke langit. Mim tanpa lam maka hanya bersifat duniawi. Namun ketika lam ditempelkan dg mim, maka mim bisa menjangkau langit. Lam adalah simbol pemusnahan sifat material semesta yg terungkap dalam kalimah la ilaha ilallah dan la haula wala quwwata illa billah.

Dalam literatur lain dijelaskan juga bahwa "Alif" adalah Allah, "Lam" adalah JibriL dan "Mim" adalah Muhammad.Atau "Alif" misalnya dari kata Allah, "Lâm" dari kata "Lathif", "Mîm" dari "Majid"(www.mail-archive.com/gorontalomaju2020@yahoogroups.com/msg05376.html)

MAKNA LAM 

Hakikat Penghambaan
Bila Nur Muhammad adalah inti orbit dari Dzat Materi maka Nur Allah adalah inti orbit dari Nur Muhammad. Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau ~ “ Nur Illahi beriring dengan Nur Muhammad, yang diberikan-Nya pada orang-orang yang dikehendakiNya”

Hakikat penghambaan adalah tetapnya manusia di dalam garis edar orbit yang sebenarnya. Yaitu berpusat kepada inti orbitnya. Sebagaimana partikel atom yamg mengorbit pada inti atom, ketidakpatuhan terhadap hukum ini menyebabkan kehancuran dan terurainya susunan partikel sel. Orang yang mengingkari (kafir) terhadap realitas ini maka dia tidak lebih daripada berusaha untuk mempersulit dirinya sendiri dan terjebak pada suatu perbuatan yang sia-sia.

Hakikat Kepasrahan
( لاَ ) Lam Alif dalam kalimah La Ilaha Illallah dan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh. Menunjukkan adanya huruf Alif yang mensifati huruf Lam, ini artinya bahwa daya kepasrahan manusia tak akan ada artinya bila tanpa petunjuk dan hidayah dari Tuhan. Semua tekhnik dan metode buatan manusia yang ditujukan untuk mememperoleh keadaan pasrah dan berserah diri (Rileksasi dan Meditasi) tidak akan membawa hasil yang maksimal, bila tanpa adanya campur tangan Tuhan di dalamnya.

Laa adalah nafiyah lil jins (Meniadakan keberadaan semua jenis kata benda yang datang setelahnya). Misalnya perkataan orang Arab “Laa rojula fid dari” (Tidak ada laki-laki dalam rumah) yaitu menafikan (meniadakan) semua jenis laki-laki di dalam rumah. Sehingga laa dalam kalimat tauhid ini bermakna penafian semua jenis penyembahan dan peribadahan yang haq dari siapapun juga kecuali kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (Ustâdz Hammâd Abû Mu’âwiyah @www.scribd.com/doc/12771717/Makna-Sebenarnya-Dari-Kalimat-Tauhid-La-Ilaha-Illallah)

 Filosofi Alif Lam Ro' الَر

Risalah ( الَر )
Tanpa adanya pertolongan dari Tuhan, maka mustahil manusia dapat menemukan kembali jalan untuk kembali. Oleh karena itulah Tuhan menurunkan para nabi dan Rasul sebagai penyampai risalah petunjuk bagi umat manusia. Untuk memberikan peringatan, mengingatkan kembali kepada manusia tentang hakikat jati dirinya.

Tanpa adanya Risalah petunjuk Tuhan maka manusia akan berada di tempat kegelapan, mereka akan tetap di alam primitive mereka. Sedangkan Nuraninya menuntut dia untuk mencari jawab atas Kekuatan Rahasia dibalik alam semesta.  Maka merekapun mencari-cari di sekitarnya apa yang patut mereka jadikan sesembahan, maka terjadilah animisme dan dinamisme, penyembahan terhadap roh dan benda mati.

Ro' mengandung makna Risalah dan Rasulullah (Utusan Allah, Sang Pembawa Risalah).
Tuhan kita memiliki nama Ar Rasyid atau Allah Yang Maha Tepat Tindakan-Nya. Kata ar-rasyid tersusun dari huruf ra', syin, dan dal, yang makna dasarnya adalah ketepatan dan lurusnya jalan. Dari makna ini lahirlah kata rusyd atau manusia yang sempurna akal dan jiwanya. Dengan kesempurnaan ini, ia mampu bertindak dan bersikap secara tepat. Susunan huruf ini melahirkan pula kata mursyid yang artinya memberikan bimbingan atau petunjuk dengan cara tepat. Jadi ada yang disebut mursyid, maka ia adalah orang yang tepat untuk menunjukkan ke jalan yang tepat dengan cara yang tepat pula.

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. ( QS. Ibrahim 14:1 )

Energi Ilahiah Nuurun 'Ala Nuurin

Sekarang apa yang dibawa oleh Sang Pembawa Risalah..?

1. Cahaya & Kitab
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)

 Tetapi Kami menjadikan Al Qur'an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. (QS-Asy Syuura 42; 52)

Bagi yang tidak mendalami konsep energi metafisika, maka cahaya ini di artikan sekedar sebagai sebuah petunjuk atau Hidayah yang datang dari Tuhan. Namun bagi kami para ilmuwan Metafisika, tidaklah berpandangan demikian.  Cahaya yang dimaksud itu adalah sebuah energi Ilahiah yang Sumber Cahayanya berasal dari Cahaya Abadi yaitu Nur Allah. Kesimpulannya, Tuhan menurunkan dua jenis kitab. Yaitu kitab yang tidak berhuruf dan kitab yang berhuruf. Kitab yang tidak berhuruf itulah Cahaya Ilahiah Nuurun 'ala Nuurin.

Cahaya Ilahiah inilah yang menjadi sarana bagin seorang manusia  untuk mendapatkan akses kembali kepada inti dirinya yaitu Nur Muhammad. Menjadi jembatan penghubung antara lapisan terluar dari Spektrum Energi dengan Inti Energi.Cahaya Ilahiah ini adalah sebuah energi murni, di dalamnya terkandung semua kualitas terbaik dari 99 jenis Cahaya Alam semesta.Cahaya Ilahiah ini jugalah yang mempunyai kemampuan untuk memurnikan tubuh manusia. Oleh karena itulah energi ini sangat tepat digunakan untuk kultivasi energi.

2. Cahaya Al-Furqon
Dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia, Al-Furqan diartikan sebagai pembeda; yang membedakan antara hak dan batil. Pada beberapa buku tafsir dijelaskan bahwa Al-Furqan ini merupakan sifat yang mempunyai potensi atau kemampuan membedakan sesuatu secara terperinci sehingga ia dapat mengungkapkan dengan jelas rahasia yang tersembunyi di balik sesuatu itu. Kalau boleh dikatakan, dia bukan saja mampu membedakan hal yang sudah jelas, misalnya antara hitam dengan putih, tetapi dia mampu membedakan yang mirip atau samar bagi kita, karena semuanya sudah terungkap dengan jelas dan terperinci sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal dan terabaikan.

Untuk mendapatkan makna yang hakiki dari suatu kitab suci tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan nalar dan intelektual saja, tetapi lebih dari itu, ia memerlukan perenungan yang sangat dalam. Perenungan itu tidak bisa dilampaui manusia biasa, sekalipun ia seorang professor. Manusia yang mampu melampaui perenungan itu adalah orang-orang yang memiliki maqam yang sudah melampaui batas ambang tertentu. Sampai ke tingkat para Nabi yang memiliki nilai-nilai kesucian spiritual yang sangat tinggi. Merekalah yang bisa menembus alam tempat para malaikat berkumpul sambil bersujud dan bertasbih memuji kebesaran Penciptanya.

Dengan nilai spiritual inilah, kemampuan mengungkapkan rahasia-rahasia kitab suci yang kita sebut Al-Furqan ini dapat dicapai. Al-Qur’an mengungkapkannya dalam surat Al-Baqarah ayat 53

Dan ketika Kami (Allah) berikan kepada Musa Al-Kitab dan Al-Furqan, semoga kamu mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah ayat 53)
Telah kami (Allah) berikan kepada Musa dan Harun Al-Furqan. (QS. Al-Anbiya: 48).

Kita mengetahui bahwa kitab yang diberikan kepada Nabi Musa as adalah kitab taurat. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kepada Nabi Musa pun diberikan senjata Al-Furqan untuk mengungkapkan isi Taurat tersebut secara benar dan dapat kita buktikan dengan melihat akhir ayat ini yang diakhiri dengan kata semoga kamu dapat petunjuk. Hal ini menunjukkan bahwa seorang Nabi atau Rasul memerlukan senjata Al-Furqan untuk mengungkapkan risalahnya (yaitu kitab suci) secara benar dan hakiki

Ayat yang lebih spesifik lagi berkenaan dengan Nabi Muhammad Saw, yaitu dalam ayat:

Dia (Allah) turunkan kepada engkau (Muhammad Saw) Al-Kitab (Al-Qur’an) dengan haq yang membenarkan apa yang terdahulu dan Dia menurunkan Taurat dan Injil sebelumnya sebagai petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al-Furqan. (QS. Ali Imran: 3-4).

Dengan bergabungnya ketiga nilai ini (Nabi, Kitab Suci, dan Al-Furqan), maka sempurnalah nilai suatu kenabian. Ketiga nilai ini, kalau mau diperumpamakan, boleh jadi ia merupakan “jembatan” atau transmitter antara alam manusia dengan alam malakut; alam dunia dengan alam gaib. Sesungguhnya apabila umat manusia ingin diantarkan untuk mencapai kesempurnaan ibadahnya, maka jembatan inilah yang akan membawa dengan selamat dalam perjalan kembali menuju Allah SWT.

Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa Al-Furqan merupakan kata kunci dalam pengungkapan semua ini. Dapat dikatakan dengan senjata Al-Furqan ini, siapapun dapat mengungkapkan segala rahasia apapun yang terkandung dalam risalah terakhir ini, baik yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah Saw itu sendiri.

Dengan kebijaksanaan Allah SWT dan keadilan-Nya, walaupun tidak ada lagi pengutusan seorang Rasul, Allah tetap menurunkan Al-Furqan ini sampai hari kiamat kepada orang-orang yang dikehendaki. Artinya, tidak sembarang orang mendapatkan keistimewaan ini. Hanya orang-orang tertentu yang maqamnya sudah mencapai tingkat para nabilah yang mampu. Orang-orang ini dikenal dalam Islam dengan manusia-manusia sica atau wali-wali Allah yang disebut dengan manusia “takwa” sebagaimana yang dinyatakan Al-Qur’an: Sesungguhnya wali-wali Allah tidaklah mereka itu merasa takut dan tidak pula mereka itu bersedih, (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka itu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63).

Manusia takwa inilah yang berhak mendapatkan keistimewaan menerima Al-Furqan. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an:  Hai orang yang beriman, jikalau kamu bertakwa kepada Allah, (Dia) akan menjadikan untuk kamu Al-Furqan. (QS. Al-Anfa: 29).

Tradisi Attunement
Di dalam praktek Spiritualisme Islam, Attunement atau penyelarasan getaran energi pribadi dengan Getaran Energi Ilahiah disebut dengan Tawajjuh. Yang dilakukan secara rutin seminggu sekali atau seminggu dua kali. Atau minimal 40 hari sekali. Jadi attunement tidak hanya dilakukan di saat pertama kali mengikuti Majelis Dzikir. Tradisi ini di dalam REIKI NAQS dilakukan dengan cara komunikasi jarak jauh via telfon atau bersilaturahmi langsung denngan pengasuh.

Perkembangan reiki dewasa ini sebenarnya telah jauh menyimpang dari konsep aslinya. Reiki sebenarnya adalah tradisi olah spiritual dari kaum Budhis Tibet. Dan attunement atau penyelarasan energi spiritual aslinya di sebut sebagai reiju, yang artinya "menerima energi/spirit".  Reiju ini dilakukan oleh seorang Master atau siswa senior terhadap siswa yunior setelah menyelesaikan sebuah sesi latihan olah spiritual. Jadi REIJU tidak diberikan sekali seumur hidup, tetapi diberikan setiap selesai berlatih.

Sedangkan tradisi reiki modern memberikan Attunement hanya ketika terjadi kenaikan tingkat dan di saat pertama kali mengikuti reiki. Yang bila di hitung tidak lebih dari 3 kali. Kesalahan yang lain adalah, reiki modern lebih menitik beratkan pada praktek healing dan bukan pada praktek meditasinya itu sendiri.

Dari hal di atas, maka kualitas vibrasi getaran dari para praktisi reiki yang ada menjadi patut dipertanyakan. Benarkah itu sebuah energi Ilahiah ataukah hanya sekedar energi tenaga dalam saja..?

BIBIT CAHAYA IMAN
Di saat pertama kali siswa NAQS memperoleh attunement, bibit cahaya Ilahiah telah ditanamkan di dalam Qalbunya. Dan menjadi tugas siswa yang bersangkutan untuk merawat dengan baik bibit tersebut sehingga dapat tumbuh dan bertunas.

Ketika getaran Energi Ilahiah sudah mulai bisa ditangkap oleh kesadarannya, maka kejadian inilah yang disebut kelahiran  NAQS awal atau bibitnya telah bertunas. Namun intensitas getarannya masih lemah serta terkadang masih timbul tenggelam. Oleh karena itu siswa harus semakin rajin untuk melatih meditasi  dzikirnya sehingga getarannya semakin meningkat intensitasnya serta dapat terjaga selama 24 jam penuh.

Namun bagi siswa yang masih juga belum terlahir NAQS awalnya, tidaklah perlu bersedih hati dan berputus asa. Namun bersikaplah ikhlas menerima keadaan itu, serta serahkan sepenuhynya hal itu kepada Tuhan. Serta sering-seringlah berkomunikasi dengan pengasuh.

Lambatnya kelahiran NAQS AWAL itu biasanya disebabkan oleh adanya suatu penyakit di dalam diri, sehingga energi Ilahiah lebih fokus untuk menyembuhkan kesehatan dari siswa. Energi Ilahiah adalah sebuah energi murni yang bersifat belum terpolarisasi. Sehingga ketika dia masuk ke dalam tubuh, maka dia akan menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh serta menyeimbangkan kondisi kesehatan siswa secara holistik lahir dan batin.

SISTEM KULTIVASI
Inti dari Reiki NAQS adalah membangun sistem kultivasi di dalam diri manusia, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dirinya lahir bathin serta meningkatkan derajat spiritualitasnya. Oleh karena itu fokus dari REIKI NAQS adalah pada upaya latihan kultivasinya. Sedangkan untuk aplikasi penyembuhan bagi dirinya sendiri baru dapat di lakukan setelah NAQS awal telah muncul. Sedangkan penyembuhan untuk orang lain baru boleh dilakukan ketika telah berlatih Meditasi Kultivasi 1.

Secara keseluruhan, waktu yang dibutuhakan untuk menyelesaikan PELATIHAN REIKI NAQS adalah sekitar 3 minggu s/d 1 bulan. Yang untuk selanjutnya siswa dapat melanjutkan latihannya secara mandiri.

Reiki Tingkat Master saat ini belum dibuka. Karena energi kultivasi bukanlah energi tenaga dalam atau energi natural yang lainnya. Hanya siswa yang telah teruji kualifikasinya saja yang dapat mengikuti latihan tingkat master. Lagipula Reiki NAQS tidak menjadikan tingkatan sebagai sebuah tujuan. Namun berbuat dan berkarya yang terbaik bagi umat manusia demi terwujudnya sebuah dunia yang penuh Cinta Kasih dan perdamaian. Dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri mulai saat ini juga.

Langkah untuk menumbuhkan Kedamaian Diri :
1. Memaafkan diri sendiri dan orang lain.
2. Ikhlas menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya.
3. Mengembalikan semua urusan kepadaNya.
4. Pasrah sepenuhnya kepadaNya untuk perbaikan dari situasi dan keadaan yang dialami.
5. Bersabar dalam menjalani proses pemulihan diri.
6. Bersyukur untuk setiap kemajuan yang di alami, walaupun cuma sedikit.

"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

Baca selengkapnya »

>Kebangkitan INTI NAQS

>

Reiki NAQS adalah sebuah revolusi di bidang spiritualitas yang dapat membantu meningkatkan spiritualitas seseorang dengan cara yang mudah dan cepat. Karena energi spiritual yang diberikan adalah bukan hasil karya cipta manusia, namun merupakan sebuah Energi Ilahiah yang berasal dari Sumbernya langsung yaitu Tuhan itu sendiri.

Bola Energi Alam Semesta

Energi ini merupakan energi asal mula dan sumber kejadian makhluk hidup dan alam semesta. Di awal penciptaan alam semesta, Tuhan menciptakan sebuah Bola Energi Awal yang di sebut Telur Jagad (ANTIGA) dan ada yang menyebutnya dengan Nur Muhammad. Bola Energi ini kemudian memancar dalam sebuah spektrum cahaya (Energi) yang mempunyai getaran dan frekwensi yang berlapis-lapis. Dan terciptalah Alam Semesta dengan tingkat spektrum energi yang bertingkat ( 7 lapis langit dan 7 lapis bumi). Dan lapisan yang terluar (Kulit/Residu) atau paling bawah dari spektrum energi ini adalah Dunia Fisik (Alam Materi) tempat kita berada saat ini.

Nur Muhammad adalah Inti Energi alam semesta, baik alam makrokosmos maupun alam mikrokosmos. Inti dari sel dan atom, yang keberadaannya masih belum bisa dideteksi oleh tekhnologi modern. Sehingga masih tergolong dimensi alam ghaib, karena baru diketahui secara metafisik.

Walaupun asal kejadian kita adalah dari Energi Awal ini, tidak serta merta kita bisa merasakan keberadaan tingkat tertinggi dari Hirarki Spektrum Energi ini. Karena sedemikian kuatnya lapisan mantel hijab duniawi kita yang diakibatkan oleh tertutupnya kesadaran kita.

Kesadaran manusia sejak lahir telah terbiasa dengan alam materi, nalurinya telah mengajarkannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya. Inilah kesadaran primitive manusia. Kesadaran untuk menyadari adanya kekuatan yang lebih tinggi dan lebih besar dari dirinya diperoleh ketika dia telah dewasa.

Filosofi Alif Laam Miim ( الم )

Perlu digaris bawahi bahwa, Filosofi ini adalah sekedar tafsiran menurut bahasa kami, Arti yang sebenarnya hanya Tuhanlah yang Maha Tahu.

Simbol ini adalah landasan filosofi dari Reiki NAQS. Menggambambarkan anatomi struktur alam semesta dan hubungan antara manusia, alam semesta dan Tuhan. Alif melambangkan eksistensi Tuhan. Dan lingkaran bulat mim, melambangkan inti semesta atau Nur Muhammad. Inti ini mempunyai dua sayap, yaitu ke atas menjangkau langit. Dan ke bawah menjangkau bumi.

Lam adalah sayap mim yg menjangkau ke langit. Mim tanpa lam maka hanya bersifat duniawi. Namun ketika lam ditempelkan dg mim, maka mim bisa menjangkau langit. Lam adalah simbol pemusnahan sifat material semesta yg terungkap dalam kalimah la ilaha ilallah dan la haula wala quwwata illa billah.

Dalam literatur lain dijelaskan juga bahwa “Alif” adalah Allah, “Lam” adalah JibriL dan “Mim” adalah Muhammad.Atau “Alif” misalnya dari kata Allah, “Lâm” dari kata “Lathif”, “Mîm” dari “Majid”(www.mail-archive.com/gorontalomaju2020@yahoogroups.com/msg05376.html)

MAKNA LAM 

Hakikat Penghambaan
Bila Nur Muhammad adalah inti orbit dari Dzat Materi maka Nur Allah adalah inti orbit dari Nur Muhammad. Nuurun alaa Nuurin Yahdillahu li Nuurihi mayya syau ~ “ Nur Illahi beriring dengan Nur Muhammad, yang diberikan-Nya pada orang-orang yang dikehendakiNya”

Hakikat penghambaan adalah tetapnya manusia di dalam garis edar orbit yang sebenarnya. Yaitu berpusat kepada inti orbitnya. Sebagaimana partikel atom yamg mengorbit pada inti atom, ketidakpatuhan terhadap hukum ini menyebabkan kehancuran dan terurainya susunan partikel sel. Orang yang mengingkari (kafir) terhadap realitas ini maka dia tidak lebih daripada berusaha untuk mempersulit dirinya sendiri dan terjebak pada suatu perbuatan yang sia-sia.

Hakikat Kepasrahan
( لاَ ) Lam Alif dalam kalimah La Ilaha Illallah dan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh. Menunjukkan adanya huruf Alif yang mensifati huruf Lam, ini artinya bahwa daya kepasrahan manusia tak akan ada artinya bila tanpa petunjuk dan hidayah dari Tuhan. Semua tekhnik dan metode buatan manusia yang ditujukan untuk mememperoleh keadaan pasrah dan berserah diri (Rileksasi dan Meditasi) tidak akan membawa hasil yang maksimal, bila tanpa adanya campur tangan Tuhan di dalamnya.

Laa adalah nafiyah lil jins (Meniadakan keberadaan semua jenis kata benda yang datang setelahnya). Misalnya perkataan orang Arab “Laa rojula fid dari” (Tidak ada laki-laki dalam rumah) yaitu menafikan (meniadakan) semua jenis laki-laki di dalam rumah. Sehingga laa dalam kalimat tauhid ini bermakna penafian semua jenis penyembahan dan peribadahan yang haq dari siapapun juga kecuali kepada Allah ‘Azza wa Jalla. (Ustâdz Hammâd Abû Mu’âwiyah @www.scribd.com/doc/12771717/Makna-Sebenarnya-Dari-Kalimat-Tauhid-La-Ilaha-Illallah)

 Filosofi Alif Lam Ro’ الَر

Risalah ( الَر )
Tanpa adanya pertolongan dari Tuhan, maka mustahil manusia dapat menemukan kembali jalan untuk kembali. Oleh karena itulah Tuhan menurunkan para nabi dan Rasul sebagai penyampai risalah petunjuk bagi umat manusia. Untuk memberikan peringatan, mengingatkan kembali kepada manusia tentang hakikat jati dirinya.

Tanpa adanya Risalah petunjuk Tuhan maka manusia akan berada di tempat kegelapan, mereka akan tetap di alam primitive mereka. Sedangkan Nuraninya menuntut dia untuk mencari jawab atas Kekuatan Rahasia dibalik alam semesta.  Maka merekapun mencari-cari di sekitarnya apa yang patut mereka jadikan sesembahan, maka terjadilah animisme dan dinamisme, penyembahan terhadap roh dan benda mati.

Ro’ mengandung makna Risalah dan Rasulullah (Utusan Allah, Sang Pembawa Risalah).
Tuhan kita memiliki nama Ar Rasyid atau Allah Yang Maha Tepat Tindakan-Nya. Kata ar-rasyid tersusun dari huruf ra’, syin, dan dal, yang makna dasarnya adalah ketepatan dan lurusnya jalan. Dari makna ini lahirlah kata rusyd atau manusia yang sempurna akal dan jiwanya. Dengan kesempurnaan ini, ia mampu bertindak dan bersikap secara tepat. Susunan huruf ini melahirkan pula kata mursyid yang artinya memberikan bimbingan atau petunjuk dengan cara tepat. Jadi ada yang disebut mursyid, maka ia adalah orang yang tepat untuk menunjukkan ke jalan yang tepat dengan cara yang tepat pula.

Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. ( QS. Ibrahim 14:1 )

Energi Ilahiah Nuurun ‘Ala Nuurin

Sekarang apa yang dibawa oleh Sang Pembawa Risalah..?

1. Cahaya & Kitab
“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya dan kitab yang menerangkan”. (QS. Al-Maaidah, ayat 15)

 Tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. (QS-Asy Syuura 42; 52)

Bagi yang tidak mendalami konsep energi metafisika, maka cahaya ini di artikan sekedar sebagai sebuah petunjuk atau Hidayah yang datang dari Tuhan. Namun bagi kami para ilmuwan Metafisika, tidaklah berpandangan demikian.  Cahaya yang dimaksud itu adalah sebuah energi Ilahiah yang Sumber Cahayanya berasal dari Cahaya Abadi yaitu Nur Allah. Kesimpulannya, Tuhan menurunkan dua jenis kitab. Yaitu kitab yang tidak berhuruf dan kitab yang berhuruf. Kitab yang tidak berhuruf itulah Cahaya Ilahiah Nuurun ‘ala Nuurin.

Cahaya Ilahiah inilah yang menjadi sarana bagin seorang manusia  untuk mendapatkan akses kembali kepada inti dirinya yaitu Nur Muhammad. Menjadi jembatan penghubung antara lapisan terluar dari Spektrum Energi dengan Inti Energi.Cahaya Ilahiah ini adalah sebuah energi murni, di dalamnya terkandung semua kualitas terbaik dari 99 jenis Cahaya Alam semesta.Cahaya Ilahiah ini jugalah yang mempunyai kemampuan untuk memurnikan tubuh manusia. Oleh karena itulah energi ini sangat tepat digunakan untuk kultivasi energi.

2. Cahaya Al-Furqon
Dalam terjemahan Al-Qur’an bahasa Indonesia, Al-Furqan diartikan sebagai pembeda; yang membedakan antara hak dan batil. Pada beberapa buku tafsir dijelaskan bahwa Al-Furqan ini merupakan sifat yang mempunyai potensi atau kemampuan membedakan sesuatu secara terperinci sehingga ia dapat mengungkapkan dengan jelas rahasia yang tersembunyi di balik sesuatu itu. Kalau boleh dikatakan, dia bukan saja mampu membedakan hal yang sudah jelas, misalnya antara hitam dengan putih, tetapi dia mampu membedakan yang mirip atau samar bagi kita, karena semuanya sudah terungkap dengan jelas dan terperinci sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal dan terabaikan.

Untuk mendapatkan makna yang hakiki dari suatu kitab suci tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan nalar dan intelektual saja, tetapi lebih dari itu, ia memerlukan perenungan yang sangat dalam. Perenungan itu tidak bisa dilampaui manusia biasa, sekalipun ia seorang professor. Manusia yang mampu melampaui perenungan itu adalah orang-orang yang memiliki maqam yang sudah melampaui batas ambang tertentu. Sampai ke tingkat para Nabi yang memiliki nilai-nilai kesucian spiritual yang sangat tinggi. Merekalah yang bisa menembus alam tempat para malaikat berkumpul sambil bersujud dan bertasbih memuji kebesaran Penciptanya.

Dengan nilai spiritual inilah, kemampuan mengungkapkan rahasia-rahasia kitab suci yang kita sebut Al-Furqan ini dapat dicapai. Al-Qur’an mengungkapkannya dalam surat Al-Baqarah ayat 53

Dan ketika Kami (Allah) berikan kepada Musa Al-Kitab dan Al-Furqan, semoga kamu mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqarah ayat 53)
Telah kami (Allah) berikan kepada Musa dan Harun Al-Furqan. (QS. Al-Anbiya: 48).

Kita mengetahui bahwa kitab yang diberikan kepada Nabi Musa as adalah kitab taurat. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kepada Nabi Musa pun diberikan senjata Al-Furqan untuk mengungkapkan isi Taurat tersebut secara benar dan dapat kita buktikan dengan melihat akhir ayat ini yang diakhiri dengan kata semoga kamu dapat petunjuk. Hal ini menunjukkan bahwa seorang Nabi atau Rasul memerlukan senjata Al-Furqan untuk mengungkapkan risalahnya (yaitu kitab suci) secara benar dan hakiki

Ayat yang lebih spesifik lagi berkenaan dengan Nabi Muhammad Saw, yaitu dalam ayat:

Dia (Allah) turunkan kepada engkau (Muhammad Saw) Al-Kitab (Al-Qur’an) dengan haq yang membenarkan apa yang terdahulu dan Dia menurunkan Taurat dan Injil sebelumnya sebagai petunjuk bagi manusia dan Dia menurunkan Al-Furqan. (QS. Ali Imran: 3-4).

Dengan bergabungnya ketiga nilai ini (Nabi, Kitab Suci, dan Al-Furqan), maka sempurnalah nilai suatu kenabian. Ketiga nilai ini, kalau mau diperumpamakan, boleh jadi ia merupakan “jembatan” atau transmitter antara alam manusia dengan alam malakut; alam dunia dengan alam gaib. Sesungguhnya apabila umat manusia ingin diantarkan untuk mencapai kesempurnaan ibadahnya, maka jembatan inilah yang akan membawa dengan selamat dalam perjalan kembali menuju Allah SWT.

Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa Al-Furqan merupakan kata kunci dalam pengungkapan semua ini. Dapat dikatakan dengan senjata Al-Furqan ini, siapapun dapat mengungkapkan segala rahasia apapun yang terkandung dalam risalah terakhir ini, baik yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah Saw itu sendiri.

Dengan kebijaksanaan Allah SWT dan keadilan-Nya, walaupun tidak ada lagi pengutusan seorang Rasul, Allah tetap menurunkan Al-Furqan ini sampai hari kiamat kepada orang-orang yang dikehendaki. Artinya, tidak sembarang orang mendapatkan keistimewaan ini. Hanya orang-orang tertentu yang maqamnya sudah mencapai tingkat para nabilah yang mampu. Orang-orang ini dikenal dalam Islam dengan manusia-manusia sica atau wali-wali Allah yang disebut dengan manusia “takwa” sebagaimana yang dinyatakan Al-Qur’an: Sesungguhnya wali-wali Allah tidaklah mereka itu merasa takut dan tidak pula mereka itu bersedih, (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka itu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63).

Manusia takwa inilah yang berhak mendapatkan keistimewaan menerima Al-Furqan. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an:  Hai orang yang beriman, jikalau kamu bertakwa kepada Allah, (Dia) akan menjadikan untuk kamu Al-Furqan. (QS. Al-Anfa: 29).

Tradisi Attunement
Di dalam praktek Spiritualisme Islam, Attunement atau penyelarasan getaran energi pribadi dengan Getaran Energi Ilahiah disebut dengan Tawajjuh. Yang dilakukan secara rutin seminggu sekali atau seminggu dua kali. Atau minimal 40 hari sekali. Jadi attunement tidak hanya dilakukan di saat pertama kali mengikuti Majelis Dzikir. Tradisi ini di dalam REIKI NAQS dilakukan dengan cara komunikasi jarak jauh via telfon atau bersilaturahmi langsung denngan pengasuh.

Perkembangan reiki dewasa ini sebenarnya telah jauh menyimpang dari konsep aslinya. Reiki sebenarnya adalah tradisi olah spiritual dari kaum Budhis Tibet. Dan attunement atau penyelarasan energi spiritual aslinya di sebut sebagai reiju, yang artinya “menerima energi/spirit”.  Reiju ini dilakukan oleh seorang Master atau siswa senior terhadap siswa yunior setelah menyelesaikan sebuah sesi latihan olah spiritual. Jadi REIJU tidak diberikan sekali seumur hidup, tetapi diberikan setiap selesai berlatih.

Sedangkan tradisi reiki modern memberikan Attunement hanya ketika terjadi kenaikan tingkat dan di saat pertama kali mengikuti reiki. Yang bila di hitung tidak lebih dari 3 kali. Kesalahan yang lain adalah, reiki modern lebih menitik beratkan pada praktek healing dan bukan pada praktek meditasinya itu sendiri.

Dari hal di atas, maka kualitas vibrasi getaran dari para praktisi reiki yang ada menjadi patut dipertanyakan. Benarkah itu sebuah energi Ilahiah ataukah hanya sekedar energi tenaga dalam saja..?

BIBIT CAHAYA IMAN
Di saat pertama kali siswa NAQS memperoleh attunement, bibit cahaya Ilahiah telah ditanamkan di dalam Qalbunya. Dan menjadi tugas siswa yang bersangkutan untuk merawat dengan baik bibit tersebut sehingga dapat tumbuh dan bertunas.

Ketika getaran Energi Ilahiah sudah mulai bisa ditangkap oleh kesadarannya, maka kejadian inilah yang disebut kelahiran  NAQS awal atau bibitnya telah bertunas. Namun intensitas getarannya masih lemah serta terkadang masih timbul tenggelam. Oleh karena itu siswa harus semakin rajin untuk melatih meditasi  dzikirnya sehingga getarannya semakin meningkat intensitasnya serta dapat terjaga selama 24 jam penuh.

Namun bagi siswa yang masih juga belum terlahir NAQS awalnya, tidaklah perlu bersedih hati dan berputus asa. Namun bersikaplah ikhlas menerima keadaan itu, serta serahkan sepenuhynya hal itu kepada Tuhan. Serta sering-seringlah berkomunikasi dengan pengasuh.

Lambatnya kelahiran NAQS AWAL itu biasanya disebabkan oleh adanya suatu penyakit di dalam diri, sehingga energi Ilahiah lebih fokus untuk menyembuhkan kesehatan dari siswa. Energi Ilahiah adalah sebuah energi murni yang bersifat belum terpolarisasi. Sehingga ketika dia masuk ke dalam tubuh, maka dia akan menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh serta menyeimbangkan kondisi kesehatan siswa secara holistik lahir dan batin.

SISTEM KULTIVASI
Inti dari Reiki NAQS adalah membangun sistem kultivasi di dalam diri manusia, yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dirinya lahir bathin serta meningkatkan derajat spiritualitasnya. Oleh karena itu fokus dari REIKI NAQS adalah pada upaya latihan kultivasinya. Sedangkan untuk aplikasi penyembuhan bagi dirinya sendiri baru dapat di lakukan setelah NAQS awal telah muncul. Sedangkan penyembuhan untuk orang lain baru boleh dilakukan ketika telah berlatih Meditasi Kultivasi 1.

Secara keseluruhan, waktu yang dibutuhakan untuk menyelesaikan PELATIHAN REIKI NAQS adalah sekitar 3 minggu s/d 1 bulan. Yang untuk selanjutnya siswa dapat melanjutkan latihannya secara mandiri.

Reiki Tingkat Master saat ini belum dibuka. Karena energi kultivasi bukanlah energi tenaga dalam atau energi natural yang lainnya. Hanya siswa yang telah teruji kualifikasinya saja yang dapat mengikuti latihan tingkat master. Lagipula Reiki NAQS tidak menjadikan tingkatan sebagai sebuah tujuan. Namun berbuat dan berkarya yang terbaik bagi umat manusia demi terwujudnya sebuah dunia yang penuh Cinta Kasih dan perdamaian. Dan itu harus dimulai dari diri kita sendiri mulai saat ini juga.

Langkah untuk menumbuhkan Kedamaian Diri :
1. Memaafkan diri sendiri dan orang lain.
2. Ikhlas menerima diri sendiri dan orang lain apa adanya.
3. Mengembalikan semua urusan kepadaNya.
4. Pasrah sepenuhnya kepadaNya untuk perbaikan dari situasi dan keadaan yang dialami.
5. Bersabar dalam menjalani proses pemulihan diri.
6. Bersyukur untuk setiap kemajuan yang di alami, walaupun cuma sedikit.

“Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif,” kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

LAMPIRAN :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الل
(La Ilaha Illallah)
Tidak ada Tuhan selain Allah

Makna La Ilaha Illallah adalah Tiada Sesembahan yang berhak untuk Disembah/diibadahi selain Allah atau dengan kata lain Tiada sesembahan yang benar kecuali Allah.

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
(lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh)
~ TIDAK ADA DAYA DAN UPAYA KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH ~

Wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Kepada Abu Dzar Al-Ghifari

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ قَالَ: أَوْصَانِيْ خَلِيْلِي بِسَبْعٍ : بِحُبِّ الْمَسَاكِيْنِ وَأَنْ أَدْنُوَ مِنْهُمْ، وَأَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنِّي وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوقِيْ، وَأَنْ أَصِلَ رَحِمِيْ وَإِنْ جَفَانِيْ، وَأَنْ أُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، وَأَنْ أَتَكَلَّمَ بِمُرِّ الْحَقِّ، وَلاَ تَأْخُذْنِيْ فِي اللهِ لَوْمَةُ لاَئِمٍ، وَأَنْ لاَ أَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu , ia berkata: “Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal:
(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
(2) beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
(3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmiku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
(4) aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan lâ haulâ walâ quwwata illâ billâh (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah),
(5) aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
(6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, dan
(7) beliau melarang aku agar tidak meminta-minta sesuatu pun kepada manusia”.

Mengapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kalimat lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh?

Jawabannya, agar kita melepaskan diri kita dari segala apa yang kita merasa mampu untuk melakukannya, dan kita serahkan semua urusan kepada Allah. Sesungguhnya yang dapat menolong dalam semua aktivitas kita hanyalah Allah Ta’ala, dan ini adalah makna ucapan kita setiap kali melakukan shalat,

“Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”. [al-Fâtihah/1:5].

Dan kalimat ini, adalah makna dari doa yang sering kita ucapkan dalam akhir shalat kita:

اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

“Ya Allah, tolonglah aku agar dapat berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu” [1].

Pada hakikatnya seorang hamba tidak memiliki daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Seorang penuntut ilmu tidak akan mungkin duduk di majlis ilmu, melainkan dengan pertolongan Allah. Seorang guru tidak akan mungkin dapat mengajarkan ilmu yang bermanfaat, melainkan dengan pertolongan Allah. Begitupun seorang pegawai, tidak mungkin dapat bekerja melainkan dengan pertolongan Allah.

Seorang hamba tidak boleh sombong dan merasa bahwa dirinya mampu untuk melakukan segala sesuatu. Seorang hamba seharusnya menyadari bahwa segala apa yang dilakukannya semata-mata karena pertolongan Allah. Sebab, jika Allah tidak menolong maka tidak mungkin dia melakukan segala sesuatu. Artinya, dengan mengucapkan kalimat ini, seorang hamba berarti telah menunjukkan kelemahan, ketidakmampuan dirinya, dan menunjukkan bahwa ia adalah orang yang sangat membutuhkan pertolongan Allah.

Semasa peristiwa Israk Mikraj, kepada Rasulullah S.A.W., Nabi Ibrahim A.S. bersabda, “Engkau akan berjumpa dengan Allah pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dha’if, maka berdoalah untuk umatmu. Suruhlah umatmu menanam tanaman syurga iaitu LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH.

Bahkan Allah jugalah yang memperjalankan Rasulullah s.a.w. pada malam itu. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan daripadaNYa.

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah diberkahi sekelilingnya oleh Allah agar Kami perhatikan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra:1).

[1]. Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 1522), an-Nasâ`i (III/53), Ahmad (V/245), dan al-Hakim (I/173, III/273) beliau menshahîhkannya, dan disepakati oleh adz-Dzahabi.

Sekilas Mengenai NAQS DNA

Gen atau DNA (deoxyribonucleic acid)

DNA berisi semua informasi yang diperlukan untuk membentuk kehidupan. Gen menentukan fungsi dari sel dan terdapat di nukleus sel makhluk hidup. Kode genetik adalah kumpulan instruksi untuk membentuk protein. Protein bersama dengan air adalah salah satu zat terpenting dalam tubuh kita. Protein juga ditemukan dalam enzim-enzim yang penting untuk reaksi-reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh kita. Dengan kata lain, protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut sebagai kehidupan.

Fakta bahwa beberapa kemampuan tertentu tidak muncul secara spontan melainkan tersimpan secara laten di dalam gen kita adalah sebuah penemuan yang revolusioner.

Walaupun gen diperlengkapi dengan begitu banyak informasi, namun tidak seluruh informasi itu digunakan. Gen dalam nukleus ditranskripsikan kepada setiap RNA (ribonucleic acid) bila diperlukan. RNA dalam sel dengan segera diterjemahkan menjadi protein dan enzim, yang merupakan zat-zat paling penting bagi aktivitas sel. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mencegah dibacanya informasi yang tidak perlu. Seperti mekanisme nyala padam (ON/OFF) pada peralatan listrik. Berdasarkan penemuan ini, penulis buku ini–Kazuo Murakami, Ph.D., ahli genetika terkemuka di dunia, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996)– meyakini bahwa kita dapat mengaktifkan gen-gen kita yang bermanfaat dan menjadikan mereka berguna bagi kita, dan sebaliknya menonaktifkan gen-gen yang tidak bermanfaat.

Berdasarkan penelitiannya, Murakami berkali-kali menekankan kalau manusia dilahirkan untuk membuat keajaiban, tergantung dari keinginannya untuk mengaktifkan gen-gen yang positif dan memadamkan gen-gen negatif. Manusia bisa menjadi lebih superior selama ia mau memanfaatkan potensi-potensi yang tersembunyi didalam gennya sendiri.

Bukti bahwa terdapat gen-gen dorman (padam) yang baru akan nyala (aktif) jika dirangsang oleh pikiran dan lingkungan adalah hasil penelitian Francois Jacob dan Jacques Monod, dua orang ilmuwan yang bekerja di Institut Pasteur di Paris. Meeka menemukan sebuah fungsi yang mirip dengan tombol Nyala Padam (ON/OFF) saat bereksperimen dengan E. coli, bakteri yang biasa hidup di dalam usus.

Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.

Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.

DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.

Bila DNA atau Deoxyribronukleic Acid sel manusia mengandung kode genetika yg berisi program utk membentuk kehidupan fisik & mental manusia. Maka kami Perkenalkan NAQS DNA yaitu kode genetika energi ilahi yg berisi program utk membentuk spiritual manusia agar menjadi manusia yg sempurna atau insan kamil (HOLISTIC PERSON).

Reiki NAQS DNA
Reiki Nur Atomic Quanta System Deo Nadi Adham.

NAQS memiliki energi yang sangat halus dan densitas (kepadatan) energi yang sangat tinggi hingga mencapai level di atas quark atom. Quark Atomic merupakan partikel elementer paling dasar yang menyusun alam semesta ini.

Nur Atomic Quanta System (N-AQS) meliputi semua bidang energi di alam semesta yang berada pada level sub Atomic. Jika bola energi yang dapat diakses oleh metode Nur Atomic Quanta System (N-AQS) dihitung, maka akan mencapai lebih dari 1 x 10 pangkat 25 bola energi.

NAQS DNA = Kode Genetika Energi Ilahi Yang Diturunkan Allah di alam semesta sejak zaman Penciptaan alam semesta atau Blue Print Energi Ilahi di alam semesta. Kode Genetika Energi Ilahi adalah Cahaya/Nur Ilahi yang bisa di ibaratkan sebagai sebuah Software Program Kehidupan yang berisi kumpulan informasi dan instruksi untuk membentuk kehidupan manusia yang sempurna (Insan Kamil).

NAQS DNA adalah sebuah istilah yang saya cetuskan untuk menggambarkan dan mewakili Kode Energi yang saya warisi dari para guru sufi. Jadi kode energi ini hakikatnya sudah ada sejak zaman purba. Baik di alam semesta maupun berada di dalam DNA manusia. Hanya saja Kode DNA ini bersifat Dorman (Tidak Aktif). Untuk itulah diperlukan seorang Master Energi yang mewarisi Kunci Passwordnya untuk mengaktifkan Kode Energi ini.  “Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki.”( QS. An Nuur 24:35 )

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya”. QS. Al-Maaidah, ayat 15)
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.” 
( QS. An Nisaa 4:174 )
“Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
( QS. Al Hadiid 57:28 )
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi…………….Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 
( QS. An Nuur 24:35 )
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…..( QS. Al Baqarah 2:257 )

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” 
[QS. Al- Fushshilat 41 ayat 53]

REIKI, berasal dari bahasa Jepang, REI berarti Tuhan/alam, dan KI yang berarti energi. Yang membedakan aliran Rei Ki satu dengan yang lain sebenarnya adalah mengenai Frekwensi energi yang diaksesnya. Di alam semesta ini banyak sekali Jenis dan Level Frekwensi Energi yang bisa di akses oleh manusia. Oleh karena itu, bila dalam mengucapkan sebuah afirmasi kita hanya menyebut nama “Alam Semesta”, maka sebenarnya ini adalah afirmasi yang tidak jelas. Demikian juga bila hanya menyebut kata “Tuhan”, inipun masih tidak jelas. Karena konsep ke-Tuhanan tiap agama tidak sama. Juga setiap Nama Tuhan hakikatnya punya nilai makna tersendiri.

Sebenarnya Nama Indah Tuhan Yang Maha Esa amat banyak. Jumlahnya tidak terbatas kepada bilangan 99 saja. Ada ratusan, bahkan ribuan, atau mungkin total jenderalnya tak terhitung. Namun sifat segenap Nama Ilahi terkandung di dalam Kesembilan-Puluh-Sembilan Nama Allah yang Indah, atau Al-Asma ul-Husna. Kita mewarisi yang ke-99 tersebut melalui Nabi Muhammad saw.

Tiap nama punya Frekwensi Energinya masing-masing dan mempunyai karakternya masing-masing. Seseorang dapat mengkhususkan beresonansi diri kepada salah satu di antara nama Ilahi sebagai titik Fokus Meditasinya & Sumber Energi yang hendak di aksesnya. Tiap kali ia menyebutnya dalam berzikir/meditasi, Sifat nama itu akan lahir di dalam dirinya, karena pada titik itu Nama Ilahi sedang dikerahkan, dan Kekuatan-Nya terpusat di tempat itu juga. Maka dari itu, bilamana seseorang mengerahkan salah satu Nama Ilahi saat bermeditasi, maka sifat yang terkandung di dalam Nama yang dipilihnya akan lahir di tempat itu juga, dan akibat—suatu tindakan nyata—dari Sifat tersebut akan menyusul.

Kecerdasan Energi Reiki NAQS DNA

Dalam Penyembuhan
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…..( QS. Al Baqarah 2:257 )
 
Energi Reiki NAQS DNA bersumber dari Nur Ilahi sehingga mempunyai sifat energi yang cerdas dan canggih. Saat mengalir Energi Reiki NAQS DNA bisa mengalir secara otomatis. Anda hanya perlu menempelkan tangan anda pada tempat yang sakit dan biarkan energi Reiki mengalir,jadi tidak ada resiko kelebihan/over dosis energi, dan kesalahan teknik penyaluran energi, jadi aman untuk pasien maupun penyalur. Walaupun sangat mudah dan gampang, Reiki adalah teknik penyembuhan yang hanya dapat dipahami jika anda sering mempraktekkannya. Semakin anda sering mempraktekkannya, semakin banyak mujizat penyembuhan yang anda temukan.

Yang perlu Anda perhatikan adalah adanya niat dalam hati atau diucapkan lewat mulut sebelum mengakses energi reiki. Selepas niat diucapkan Anda harus pasrah sepasrahnya atas kondisi ini.

Jangan ngoyo..berusaha untuk….harus ini…harus itu…,dll. Sebaiknya Anda pasrah dan biarkan energi reiki yang cerdas bekerja sesuai dengan hukum reiki sehingga out put dari keraguan tadi tidak ada dalam diri Anda.

Dalam Pengembangan Spiritualisme 

“Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan .”
( QS. Al Hadiid 57:28 )

Metode pelatihan NAQS sangat sederhana. Tidak perlu melatih kundalini ataupun cakra dan lain sebagainya. Karena ketika seseorang sudah mengaktifkan kode DNA ini, maka Energi ini akan bekerja secara cerdas dan otomatis mengkultivasi para praktisinya. Meningkatkan dan memurnikan kualitas getaran dari tiap cakra yang ada di tubuhnya. Sehingga terjadilah proses transformasi energi yang mengikuti pola energi yang telah tercetak di dalam Pola Energi NAQS DNA. Dan lahirlah seorang manusia baru yang mempunyai tubuh energi seorang avatar atau tubuh suci yang sempurna atau insan kamil. Sebagaimana yang telah direncanakan Allah untuk manusia yaitu sebagai Khalifah di atas bumi.

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.

>Sekilas Mengenai NAQS DNA

>

Gen atau DNA (deoxyribonucleic acid)

DNA berisi semua informasi yang diperlukan untuk membentuk kehidupan. Gen menentukan fungsi dari sel dan terdapat di nukleus sel makhluk hidup. Kode genetik adalah kumpulan instruksi untuk membentuk protein. Protein bersama dengan air adalah salah satu zat terpenting dalam tubuh kita. Protein juga ditemukan dalam enzim-enzim yang penting untuk reaksi-reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh kita. Dengan kata lain, protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut sebagai kehidupan.

Fakta bahwa beberapa kemampuan tertentu tidak muncul secara spontan melainkan tersimpan secara laten di dalam gen kita adalah sebuah penemuan yang revolusioner.

Walaupun gen diperlengkapi dengan begitu banyak informasi, namun tidak seluruh informasi itu digunakan. Gen dalam nukleus ditranskripsikan kepada setiap RNA (ribonucleic acid) bila diperlukan. RNA dalam sel dengan segera diterjemahkan menjadi protein dan enzim, yang merupakan zat-zat paling penting bagi aktivitas sel. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mencegah dibacanya informasi yang tidak perlu. Seperti mekanisme nyala padam (ON/OFF) pada peralatan listrik. Berdasarkan penemuan ini, penulis buku ini–Kazuo Murakami, Ph.D., ahli genetika terkemuka di dunia, pemenang Max Planck Research Award (1990) dan Japan Academy Prize (1996)– meyakini bahwa kita dapat mengaktifkan gen-gen kita yang bermanfaat dan menjadikan mereka berguna bagi kita, dan sebaliknya menonaktifkan gen-gen yang tidak bermanfaat.

Berdasarkan penelitiannya, Murakami berkali-kali menekankan kalau manusia dilahirkan untuk membuat keajaiban, tergantung dari keinginannya untuk mengaktifkan gen-gen yang positif dan memadamkan gen-gen negatif. Manusia bisa menjadi lebih superior selama ia mau memanfaatkan potensi-potensi yang tersembunyi didalam gennya sendiri.

Bukti bahwa terdapat gen-gen dorman (padam) yang baru akan nyala (aktif) jika dirangsang oleh pikiran dan lingkungan adalah hasil penelitian Francois Jacob dan Jacques Monod, dua orang ilmuwan yang bekerja di Institut Pasteur di Paris. Meeka menemukan sebuah fungsi yang mirip dengan tombol Nyala Padam (ON/OFF) saat bereksperimen dengan E. coli, bakteri yang biasa hidup di dalam usus.

Riset menemukan bahwa informasi dalam DNA yang menyerupai ensiklopedia besar ini diperkirakan mengandung 5 miliar potongan informasi yang berbeda. Jika satu potong informasi yang ada di dalam gen manusia akan dibaca setiap detik, tanpa henti, sepanjang waktu, maka dibutuhkan 100 tahun untuk menyelesaikan prosesnya. Ini berlaku untuk satu sel saja.

Karena DNA menyimpan semua informasi tentang organisme, maka secara teori semua sel itu sama dan dapat menggantikan kerja sel lainnya. Misalnya DNA pada sel syaraf memiliki DNA yang juga sama dengan sel kulit oleh karena itu seharusnya sel kulit dapat digunakan untuk meng-implan jaringan syaraf yang rusak. Namun teknologi kita belum memungkinkan hal tersebut.

Dalam organisme multiseluler, misalnya manusia, terkadang satu atau lebih sel mengalami pembelahan tidak sempurna -karena satu dan lain hal- yang mengakibatkan penyimpangan kinerja sel hasil pembelahan tersebut. Tapi hal ini akan segera diketahui oleh sel tetangganya dan dengan suatu mekanisme yang rumit memberitahukan penyimpangan ini kepada sel-sel daran putih untuk memusnahkan sel yang menyimpang tadi. Ini adalah efek dari informasi dalam DNA yang mengetahui bagaimana setiap sel seharusnya membelah, melakukan aktifitas, dan sebagainya.

DNA memberikan pengaruh terhadap kepekaan individu, daya tahan tubuh, insting dasar dan sebagainya. Dengan memanipulasi DNA kita dapat memperoleh hasil yang diinginkan terhadap kualitas individu. Saat ini dikenal adanya Rekayasa DNA yang secara progresif dikembangkan di seluruh dunia.

Bila DNA atau Deoxyribronukleic Acid sel manusia mengandung kode genetika yg berisi program utk membentuk kehidupan fisik & mental manusia. Maka kami Perkenalkan NAQS DNA yaitu kode genetika energi ilahi yg berisi program utk membentuk spiritual manusia agar menjadi manusia yg sempurna atau insan kamil (HOLISTIC PERSON).

Reiki NAQS DNA
Reiki Nur Atomic Quanta System Deo Nadi Adham.

NAQS memiliki energi yang sangat halus dan densitas (kepadatan) energi yang sangat tinggi hingga mencapai level di atas quark atom. Quark Atomic merupakan partikel elementer paling dasar yang menyusun alam semesta ini.

Nur Atomic Quanta System (N-AQS) meliputi semua bidang energi di alam semesta yang berada pada level sub Atomic. Jika bola energi yang dapat diakses oleh metode Nur Atomic Quanta System (N-AQS) dihitung, maka akan mencapai lebih dari 1 x 10 pangkat 25 bola energi.

NAQS DNA = Kode Genetika Energi Ilahi Yang Diturunkan Allah di alam semesta sejak zaman Penciptaan alam semesta atau Blue Print Energi Ilahi di alam semesta. Kode Genetika Energi Ilahi adalah Cahaya/Nur Ilahi yang bisa di ibaratkan sebagai sebuah Software Program Kehidupan yang berisi kumpulan informasi dan instruksi untuk membentuk kehidupan manusia yang sempurna (Insan Kamil).

NAQS DNA adalah sebuah istilah yang saya cetuskan untuk menggambarkan dan mewakili Kode Energi yang saya warisi dari para guru sufi. Jadi kode energi ini hakikatnya sudah ada sejak zaman purba. Baik di alam semesta maupun berada di dalam DNA manusia. Hanya saja Kode DNA ini bersifat Dorman (Tidak Aktif). Untuk itulah diperlukan seorang Master Energi yang mewarisi Kunci Passwordnya untuk mengaktifkan Kode Energi ini.  “Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki.”( QS. An Nuur 24:35 )

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu dari Allah, cahaya”. QS. Al-Maaidah, ayat 15)
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.” 
( QS. An Nisaa 4:174 )
“Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
( QS. Al Hadiid 57:28 )
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi…………….Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 
( QS. An Nuur 24:35 )
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…..( QS. Al Baqarah 2:257 )

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” 
[QS. Al- Fushshilat 41 ayat 53]

REIKI, berasal dari bahasa Jepang, REI berarti Tuhan/alam, dan KI yang berarti energi. Yang membedakan aliran Rei Ki satu dengan yang lain sebenarnya adalah mengenai Frekwensi energi yang diaksesnya. Di alam semesta ini banyak sekali Jenis dan Level Frekwensi Energi yang bisa di akses oleh manusia. Oleh karena itu, bila dalam mengucapkan sebuah afirmasi kita hanya menyebut nama “Alam Semesta”, maka sebenarnya ini adalah afirmasi yang tidak jelas. Demikian juga bila hanya menyebut kata “Tuhan”, inipun masih tidak jelas. Karena konsep ke-Tuhanan tiap agama tidak sama. Juga setiap Nama Tuhan hakikatnya punya nilai makna tersendiri.

Sebenarnya Nama Indah Tuhan Yang Maha Esa amat banyak. Jumlahnya tidak terbatas kepada bilangan 99 saja. Ada ratusan, bahkan ribuan, atau mungkin total jenderalnya tak terhitung. Namun sifat segenap Nama Ilahi terkandung di dalam Kesembilan-Puluh-Sembilan Nama Allah yang Indah, atau Al-Asma ul-Husna. Kita mewarisi yang ke-99 tersebut melalui Nabi Muhammad saw.

Tiap nama punya Frekwensi Energinya masing-masing dan mempunyai karakternya masing-masing. Seseorang dapat mengkhususkan beresonansi diri kepada salah satu di antara nama Ilahi sebagai titik Fokus Meditasinya & Sumber Energi yang hendak di aksesnya. Tiap kali ia menyebutnya dalam berzikir/meditasi, Sifat nama itu akan lahir di dalam dirinya, karena pada titik itu Nama Ilahi sedang dikerahkan, dan Kekuatan-Nya terpusat di tempat itu juga. Maka dari itu, bilamana seseorang mengerahkan salah satu Nama Ilahi saat bermeditasi, maka sifat yang terkandung di dalam Nama yang dipilihnya akan lahir di tempat itu juga, dan akibat—suatu tindakan nyata—dari Sifat tersebut akan menyusul.

Kecerdasan Energi Reiki NAQS DNA

Dalam Penyembuhan
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya…..( QS. Al Baqarah 2:257 )
 
Energi Reiki NAQS DNA bersumber dari Nur Ilahi sehingga mempunyai sifat energi yang cerdas dan canggih. Saat mengalir Energi Reiki NAQS DNA bisa mengalir secara otomatis. Anda hanya perlu menempelkan tangan anda pada tempat yang sakit dan biarkan energi Reiki mengalir,jadi tidak ada resiko kelebihan/over dosis energi, dan kesalahan teknik penyaluran energi, jadi aman untuk pasien maupun penyalur. Walaupun sangat mudah dan gampang, Reiki adalah teknik penyembuhan yang hanya dapat dipahami jika anda sering mempraktekkannya. Semakin anda sering mempraktekkannya, semakin banyak mujizat penyembuhan yang anda temukan.

Yang perlu Anda perhatikan adalah adanya niat dalam hati atau diucapkan lewat mulut sebelum mengakses energi reiki. Selepas niat diucapkan Anda harus pasrah sepasrahnya atas kondisi ini.

Jangan ngoyo..berusaha untuk….harus ini…harus itu…,dll. Sebaiknya Anda pasrah dan biarkan energi reiki yang cerdas bekerja sesuai dengan hukum reiki sehingga out put dari keraguan tadi tidak ada dalam diri Anda.

Dalam Pengembangan Spiritualisme 

“Dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan .”
( QS. Al Hadiid 57:28 )

Metode pelatihan NAQS sangat sederhana. Tidak perlu melatih kundalini ataupun cakra dan lain sebagainya. Karena ketika seseorang sudah mengaktifkan kode DNA ini, maka Energi ini akan bekerja secara cerdas dan otomatis mengkultivasi para praktisinya. Meningkatkan dan memurnikan kualitas getaran dari tiap cakra yang ada di tubuhnya. Sehingga terjadilah proses transformasi energi yang mengikuti pola energi yang telah tercetak di dalam Pola Energi NAQS DNA. Dan lahirlah seorang manusia baru yang mempunyai tubuh energi seorang avatar atau tubuh suci yang sempurna atau insan kamil. Sebagaimana yang telah direncanakan Allah untuk manusia yaitu sebagai Khalifah di atas bumi.

Manusia sebagai kholifah bumi, juga mengindikasikan bahwa manusia dengan segala kemampuan yang dimiliki dijadikan oleh Allah s.w.t sebagai penguasa di muka bumi, atau menjadi sumber daya dan pengendali seluruh potensi bumi. Itulah keutamaan dan anugerah terbesar yang diberikan Allah s.w.t hanya kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk lain.

Tips Memperkuat dan Menyehatkan Aura

Apa sih aura itu? Aura adalah sinar elektromagnetik yang berada 4 oktaf di bawah kemampuan penglihatan mata kasat dengan panjang gelombang 12-6 mikron dan frekuensi 60-120 Hz.

Aura yang sehat, kata Liany Hendranata, seorang ahli aura melingkari tubuh fisik seseorang dengan bentuk elips jelas dengan tepian padat mulus serta warna cemerlang. Pancaran aura yang sehat dan sangat kuat secara spiritual dapat dilihat pada gambar di bawah.

Setiap makhluk hidup membutuhkan energi vital (chi) agar tetap hidup. Chi masuk mengalir ke seluruh tubuh dan keluar dengan jumlah dan kualitas tergantung dari seberapa besar si pemilik tubuh melakukan latihan mengolah energi ( chi). Bila ia melatih dengan cara benar maka energi yang didapat akan besar jumlahnya sekaligus energinya juga berkualitas. Latihan di sini adalah mengolah nafas serta melakukan meditasi dengan benar.

Makluk hidup misalnya manusia mempunyai chi tidak saja di dalam tubuhnya tetapi juga di luar tubuhnya. Chi di luar tubuh fisik membentuk lapisan pelindung yang disebut aura. Aura sendiri mempunyai lapisan yang banyak tapi dalam Reiki cukup dikenal 3 lapisan aura yaitu aura dalam, luar dan aura kesehatan. Menurut Irmansyah Effendi dalam buku Teknik Efektif Untuk Membangkitkan Kemampuan Penyembuhan Luar Biasa Secara Seketika-Reiki, menulis lapisan-lapisan aura bertugas untuk melindungi tubuh dari energi negative yang berasal dari luar tubuh. Aura dalam berjarak sekitar beberapa cm sampai beberapa belas cm di luar tubuhnya. Aura luar berjarak beberapa puluh cm sampai beberapa meter dari tubuh fisik. Aura kesehatan sendiri terletak di antara kedua aura tersebut.

Lapisan aura bertugas melindungi tubuh dari energi negative yang berasal dari luar tubuh. Sebelum mencapai tubuh manusia penyakit melewati 3 lapis aura pelindung tadi. Pada orang sehat aura telihat tebal sedangkan pada orang sakit terlihat tipis dan bentuk yang tidak elips lagi sesuai dengan postur tubuh manusia. Melalui penyaluran Reiki ke seluruh bagian tubuh secara teratur berkesinambungan menjadikan aura kita menebal sehingga aura luar manusia tidak mudah ditembus energi penyakit.

Aura yang sehat dan kuat berfungsi:
• Memberi pesona dan karisma yang memunculkan inner beauty.
• Memberi perlindungan dari energi negatif dari luar.
• Memberi energi menyehatkan untuk tubuh fisik dan psikis.
• Memberi perisai bagi kita, sehingga tak mudah didominasi orang.

Yang memperlemah aura:

  • Stres berkepanjangan sebab stres adalah pikiran negatif.
  • Makan tak teratur dan banyak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan beraura kotor, contoh ikan lele, kodok dan babi.
  • Kurang memperhatikan kesehatan fisik, termasuk kurang olahraga.
  • Banyak menyerap energi negatif, baik dari makhluk hidup maupun benda-benda yang memiliki medan energi kuat.

Apa saja yang bisa dilakukan agar aura kuat dan sehat:
• Berpikir positif dan berusaha memiliki perusahaan bahagia di setiap situasi.
• Membiasakan diri selalu hifup rileks.
• Bersenam atau jalan kaki di alam terbuka.
• Banyak mengonsumsi makanan sehat dan alami
• Giat terlibat dalam kegiatan keagamaan dan rajin beramal.
• Mandi di laut
• Banyak beristirahat di bawah pohon rindang.
• Melakukan terapi aroma yang terbukti menenangkan dan mempertebal medan aura.
• Latihan rileksasi, meditasi, prana, reiki, auto hipnosis.

Melatih self healing salah satu cara mencegah penipisan aura luar tubuh manusia. Dengan tekun latihan diharapkan imunitas tubuh meningkat dan terhindar dari serangan energi negative. Dengan mengalirkan Reiki sebenarnya kita mensuplay energi positif ke tubuh kita. Apabila sering mengalirkan Reiki ke tubuh sendiri ibarat kita membentuk perisai pelindung yang kokoh buat tubuh. Semakin sering melakukan self healing sirkulasi energi positif yang sudah tipis cadangannya di tubuh akan disuplay lagi dengan energi positif ke dalam tubuh. Bila energi positif terbentuk dengan sendirinya chakra-chakra tubuh kita juga semakin aktif berkembang. Dengan semakin berkembangnya chakra dalam tubuh semakin baik pula kesehatan kita dapatkan. Begitu mudah melakukan latihan menguatkan aura. Nah bagaimana dengan aura Anda hari ini? apa tipis atau tebal? Saya berharap Anda selalu mempunyai aura tebal sehingga kondisi sehat selalu menyertai Anda dalam hidup ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.